Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 10 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Ody Wijaya; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Atik Nurwahyuni, Mardiati Nadjib, Rodiani
Abstrak:
Layanan klinik infertilitas memiliki peran penting dalam menangani masalah kesuburan, namun tingkat partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan layanan ini masih relatif rendah. Oleh karena itu, penelitian ini penting untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mendorong atau menghambat keputusan masyarakat dalam mengakses layanan infertilitas di RSUDAM. Metode penelitian yang digunakan adalah mix method, yaitu kombinasi antara pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pendekatan kuantitatif dilakukan dengan menganalisis data dari Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) yang mencakup jumlah pasien, jenis layanan, serta tren permintaan layanan infertilitas selama periode tertentu. Pendekatan kualitatif dilakukan dengan wawancara mendalam kepada pasien yang telah menerima layanan infertilitas di RSUDAM, serta pihak-pihak terkait di rumah sakit seperti manajemen, tenaga medis, dan komite medis. Data yang diperoleh dari wawancara dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama yang mempengaruhi demand masyarakat terhadap layanan klinik infertilitas di RSUDAM adalah faktor biaya, kesadaran masyarakat tentang pentingnya perawatan kesuburan, serta ketersediaan informasi mengenai layanan yang ditawarkan. Meskipun rumah sakit telah berupaya menyediakan layanan dengan paket dan diskon, biaya yang tinggi masih menjadi hambatan utama bagi banyak pasangan yang ingin mengakses perawatan tersebut. Selain itu, masih terdapat keterbatasan informasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai keberadaan layanan klinik infertilitas yang ada di RSUDAM.Penelitian ini menyarankan agar RSUDAM meningkatkan program edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya perawatan infertilitas dan memperkenalkan lebih banyak opsi pembayaran yang dapat mengurangi beban biaya. Di sisi lain, dukungan dari pemerintah dalam bentuk subsidi untuk layanan infertilitas dapat membantu meningkatkan aksesibilitas bagi pasangan yang membutuhkan perawatan tersebut.

Infertility clinic services play a crucial role in addressing fertility issues, yet the participation rate of the community in utilizing these services remains relatively low. Therefore, this research is important to identify the factors that encourage or hinder the community's decision to access infertility services at RSUDAM. The research method used is a mix method, which combines both quantitative and qualitative approaches. The quantitative approach is conducted by analyzing data from the Hospital Management Information System (SIMRS), which includes the number of patients, types of services, and trends in the demand for infertility services over a certain period. The qualitative approach is carried out through in-depth interviews with patients who have received infertility services at RSUDAM, as well as related parties in the hospital, such as management, medical staff, and the medical committee. The data obtained from the interviews are analyzed using thematic analysis techniques.The results of the study indicate that the main factors influencing the community's demand for infertility services at RSUDAM are cost, public awareness of the importance of fertility care, and the availability of information about the services offered. Although the hospital has made efforts to provide services with packages and discounts, the high cost remains the primary barrier for many couples who wish to access the treatment. In addition, there is still a lack of information and education for the public regarding the existence of infertility clinic services at RSUDAM.This research suggests that RSUDAM should enhance its educational programs to the public about the importance of infertility care and introduce more payment options to help reduce the financial burden. On the other hand, government support in the form of subsidies for infertility services could help improve accessibility for couples in need of such treatment.
Read More
B-2513
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rita Harfiana; Pembimbing: Hasbullah Thabrany; Penguji: Pujiyanto, Anhari Achadi, Wirda Saleh, ALim A. Irsal
Abstrak: Abstrak

Tesis ini membahas tentang demand masyarakat terhadap pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui determinan yang berhubungan dengan demand masyarakat dan gambarannya. Penelitian ini dengan jenis survei, yang dilakukan pada masyarakat di Kecamatan Bekasi Utara selama 5 bulan (Januari?Mei 2013), dengan sampel penelitian berjumlah 180 kepala keluarga yang bersedia mengisi kuesioner sebagai data primer penelitian. Analisis penelitian dilakukan secara univariat dengan menghitung distribusi frekuensi setiap variabel, bivariat untuk menguji hubungan setiap variabel independen (pendidikan, pekerjaan, jumlah anggota, keluarga, pendapatan, aksesibilitas geografis, jaminan kesehatan dan kebutuhan) dengan variabel dependen (demand masyarakat terhadap pelayanan kesehatan) menggunakan chi-square. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu variabel pendidikan ibu, aksesibilitas geografis, jaminan kesehatan dan kebutuhan berpengaruh dengan demand masyarakat terhadap pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Anna Medika.


This Thesis is discussing about the demand of people towards healthcare facilities. The research purpose are to get a better understanding the corelation of determinan with peoples demand and the big picture of it. The research are conducted by a surveying an group of peoples lived at Bekasi Utara district for 5 months (January?May 2013). The study samples are 180 head of familys, who willing to filled the questionaire as a primary data to the research. Analitic research done by firstly univariate methode by counting the distribution frequency on each variable, second by bivariate analitic to test the korelation between independen variable (education, occupation, number of family member, income, accesibility, health insurance and needs) with the dependend variable (the demand of the people towards health facilities) by using chi?square. The result are the variable of mother education, accesibillity, health insurance, and needs have a influence with demand of the people towards health facilities in Anna Medika Hospital.

Read More
B-1562
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Azzahrazade; Pembimbing: Budi Hidayat; Penguji: Pujiyanto, Atik Nurwahyuni, Ismiwanto Cahyono, Su`udi
Abstrak: Demand terhadap pelayanan kesehatan tenaga profesional di Indonesia masihterhitung rendah, walaupun peningkatan pembiayan kesehatan dan implementasiasuransi kesehatan yang menjamin lebih dari separuh populasi Indonesia melaluiJaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah dilakukan. Berbagai penelitiansebelumnya menunjukkan bahwa fenomena Supplier Induced Demand merupakansalah satu alasan mengapa ekspenditur kesehatan terus meningkat, sehinggamenyebabkan beban finansial tanpa memberikan keuntungan bagi kesehatanmasyarakat.Menggunakan data Susenas tahun 2012 dan Podes tahun 2011, peneliti melakukanpendekatan mikroekonometri menggunakan metode estimasi two part model danmenganalisis densitas dokter pada level kabupaten dan frekuensi kunjungan kepelayanan rawat jalan pada level individual untuk menemukan indikasi adanyafenomena Supplier Induced Demand pada kunjungan rawat jalan ke dokter praktikperorangan/poliklinik di Indonesia.Penelitian ini merupakan penelitian inisial yang pernah dilakukan di Indonesia.Kesimpulan yang didapatkan adalah densitas dokter merupakan variabel eksogen,dan memberikan korelasi positif pada frekuensi kunjungan responden sakit,sehingga memberikan bukti yang mengindikasikan adanya fenomena SupplierInduced Demand di Indonesia pada tahun 2012. Namun demikian, status sakittetap menjadi faktor utama yang membuat pasien mengakses pelayanankesehatan.Keywords: supplier induced demand, permintaan pelayan kesehatan, asuransikesehatan, rawat jalan
Demand for healthcare remain low, even though Indonesian government continueto increase healthcare funding, and implemented the social health insurance thatcovers more than a half of whole population through Jaminan KesehatanNasional (JKN). Numerous studies mentioned that the Supplier induced Demand(SID) is one of many reason why healthcare expenditure is increasing, causingmore financial pressures, increasing the share of national resources spent onhealthcare, which all of these can occur with few benefits for the health of thepopulation.Using data from Indonesian Household Survey (Susenas 2012) and Potensi Desa(Podes 2011), this study provides an empirical evidence of the phenomenon usingmicroeconometrics approach under the two-part modeling, analyzing district levelphysician density on the individual numbers of doctor visit to find evidenceindicating the existence of SID phenomenon in Indonesia.This is the initial study of the phenomenon in Indonesia, and it concludes thatphysician density is proven exogenous and has positive effect on the frequency ofdoctor visit, thus giving evidence indicating Supplier Induced Demandphenomenon occurred in Indonesia. Nevertheles, poor health status of patients isstill the main reason of the healthcare utilization.Keywords: supplier induced demand, demand for healthcare, health insurance,outpatient care
Read More
T-4687
Depok : FKM UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hilda Sri Katon; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Masyitoh, Yasin Muhtadi Busyro
Abstrak:
Pembangunan infrastruktur kesehatan di Indonesia memiliki tantangan besar. Cakupan Universal Health Coverage (UHC) masih 55% dan terjadi ketimpangan atas pembangunan rumah sakit dan pelayanan terutama wilayah non-Jawa-Bali dan bahkan terdapat daerah yang belum memenuhi standar tempat tidur WHO dengan rasio masih dibawah 1 per 1.000 penduduk. Dengan keterbatasan anggaran diperlukan solusi pembiayaan Pembangunan infrastruktur berupa Kerja Sama Pemerintah dan Badan Udaha (KPBU), dalam tahapan KPBU diperlukan prastudi kelayakan yang salah satunya adalah pendekatan untuk melihat potensi pasar dengan model demand. Diperlukan pengembangan model demand rumah sakit untuk memberikan informasi dan merumuskan pengembangan model demand yang praktis, efektif dan komprehensif sesuai dengan kebutuhan penggunaan perencanaan pembangunan rumah sakit dengan skema pembiayaan KPBU. Metode penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan action research yang dapat menjembatani solusi secara ilmiah dengan praktik nyata. Hasilnya berupa pengembangan model demand rumah sakit yang di dokumentasikan dalam modul dan simulasi tools berbasis excel.


The development of health infrastructure in Indonesia has major challenges. The coverage of Universal Health Coverage (UHC) is still 55% and there is an imbalance in the development of hospitals and services, especially in non-Java-Bali areas and there are even areas that have not met the WHO bed standards with a ratio still below 1 per 1,000 population. With budget limitations, a financing solution is needed for infrastructure development in the form of Public-Private-Partnership (PPP), in the PPP stage a pre-feasibility study is needed, one of which is an approach to see market potential with a demand model. The development of a hospital demand model is needed to provide information and formulate the development of a practical, effective and comprehensive demand model according to the needs of using hospital development planning with a PPP financing scheme. This research method is a qualitative research with an action research approach that can bridge scientific solutions with real practices. The results are in the form of the development of a hospital demand model that is documented in an module book and simulation tools.
Read More
S-12133
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Astrid Anggraeni; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Dien Anshari, Supandi
Abstrak: Penelitian ini menjelaskan tentang hubungan antara sikap, norma subjektif, dan perceived behavioral control dengan intensi penggunaan layanan streaming video (video on demand) selama masa pandemic COVID-19 pada siswa SMAN 1 Kota Serang tahun 2021. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Penelitian ini diikuti oleh siswa sebanyak 332 responden dengan cara mengisi kuesioner daring berbasis google form.
Read More
S-10662
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ahmad Faizal; Pembimbing: Chandra Sartya; Penguji: Hendra, Mila Tejamaya, Irma Setiawati Wulandari, Farida Tusafariah
T-4548
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Futri Virginia Yusuf; Pembimbing: Budi Hidayat; Penguji: Pujiyanto, Desfauzi Umar
Abstrak: Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif deskriptif dengan menggunakan disain studi cross-sectional. Sampel yang digunakan yaitu pekerja di sektor informal di Kelurahan Pela Mampang tahun 2016. Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan, maka dapat disimpulkan terdapat 60,6% atau 57 responden yang sudah terdaftar sebagai peserta JKN dan 39,4% atau 37 orang yang belum terdaftar sebagai peserta JKN. Hasil uji Chi-Square menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara pendapatan keluarga dan paparan informasi JKN, dengan demand terhadap JKN pada pekerja bukan penerima upah di Kelurahan Pela Mampang tahun 2016. Sedangkan usia, jenis kelamin, pendidikan, status perkawinan, jumlah anggota keluarga, jenis usaha, besarnya premi, frekuensi keluhan sakit, jumlah keluhan, perilaku merokok, serta penilaian terhadap kesehatan tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan demand terhadap JKN pada pekerja bukan penerima upah di RW Kelurahan Pela Mampang tahun 2016.
Kata kunci : Demand terhadap JKN,Peserta JKN, Pekerja Sektor Informal, Kelurahan Pela Mampang

This research is a quantitative research using a descriptive cross-sectional study design. Samples were used that workers in the informal sector in Sub Pela Mampang 2016. Based on the results of research by the author, it can be concluded there is a 60.6% or 57 respondents who have registered as participants JKN and 39.4% or 37 people who are not registered as participants JKN. Chi-Square test results showed that there was significant relationship between family income and exposure information JKN, with demand for workers not JKN on wage earners in the village of Pela Mampang 2016. While age, gender, education, marital status, number of family members, type of business, premium rate, frequency of pain complaints, the number of complaints, smoking behavior, as well as the assessment of health does not have a meaningful relationship with the demand of the workers JKN not wage earners RW Pela Mampang village in 2016.
Keywords: Demand for JKN, Participant JKN, Informal Sector Workers, Village Pela Mampang
Read More
S-9121
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wachyu Sulistiadi; Promotor: Purnawan Junadi; Ko Promotor: Anhari Achadi, Ronnie Rivany; Penguji: Budi Hidayat, Dumilah Ayuningtyas, Surya Ede Darmawan, Soewarta Kosen, Kodrat Pramudho
D-304
Depok : FKM-UI, 2014
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Astefany Welda; Pembimbuing: Puput Oktamianti; Penguji: Jaslis Ilyas, Masyitoh, John Sihar Tony Marbun, Arief Riadi Arifin
Abstrak: Sejak operasionalnya sampai akhir tahun 2016, IGD RSUD Pasar Minggu mengalami peningkatan jumlah kunjungan pasien yang cukup signifikan, yaitu sebesar 5,3 kali lebih besar. Dari data kunjungan didapatkan bahwa perbandingan pasien dan perawat belum ideal, sehingga adanya keluhan beban kerja tinggi dan kurangnya jumlah perawat. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung beban kerja perawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Pasar Minggu Jakarta dengan menggunakan time motion study yang kemudian dilakukan perhitungan kebutuhan jumlah perawat IGD dengan menggunakan metode Work Indicator Staffing Need (WISN). Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan observasi terhadap perawat mahir didapatkan kebutuhan perawat yaitu 31 orang. Kata kunci: Beban kerja perawat, time motion study, WISN, perhitungan kebutuhan perawat Since its operation until the end of 2016, Pasar Minggu Hospital has experienced a significant increase in the number of patient visits, which is 5.3 times greater. From the data, it was found that the comparison of patients and nurses was not ideal, so there were high workload complaints and lack of nurses. This study aims to calculate the workload of nurses at the Emergency Department (IGD) of Pasar Minggu Hospital by using time motion study which then calculated the need for the number of nurses using Work Indicator Staffing Need (WISN) method. By using qualitative research method with observation approach to the advanced nurse, the result of nurse needs are 31 people. Key word: Nursing workload, time motion study, WISN, nursing demand
Read More
B-1886
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Perkasa NP Sinagabariang; Pembimbing: L. Meily; Penguji: Abdul Kadir, Indri Hapsari Susilowati, Sudi Astono, Suryo Wibowo
Abstrak:
Kelelahan adalah salah satu faktor penyebab penurunan kesehatan, kinerja, dan konsentrasi pekerja yang dapat menyebabkan kecelakaan. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis hubungan faktor risiko dan kelelahan. Faktor risiko yang diteliti adalah yang terkait pekerjaan yaitu faktor lingkungan, rancangan pekerjaan, dan psikososial dan tidak terkait pekerjaan yaitu faktor individu. Penelitian menggunakan metode potong lintang dan Mixed-method sequential explanatory dengan kuesioner, FGD dan observasi. Uji statistik multivariat menunjukkan ada hubungan antara faktor psikososial (tuntutan kerja dan kepuasan kerja) dan faktor individu (usia) dan kelelahan. Tuntutan kerja berhubungan dengan kelelahan karena operasi migas yang berisiko tinggi, pekerja mengoperasikan fasilitas produksi yang masih baru dan tuntutan salur gas yang stabil dari pembeli gas. Kepuasan kerja berhubungan dengan kelelahan karena ketidakjelasan karir pekerja non-staff dan harapan peningkatan pendapatan. Faktor usia berkaitan dengan pembentukan masa otot dan tulang yang mencapai puncak di usia 35 tahun dan mulai menurun di atas 35 tahun. Kesimpulan penelitian ini adalah tiga faktor yang dominan terhadap kelelahan adalah kepuasan kerja, tuntutan kerja dan usia.

Fatigue is one of the factors that causes a decline in workers' health, performance, and concentration, which can cause accidents. This research was conducted to analyze the relationship between risk factors and fatigue. The risk factors studied are those related to work: environmental factors, job design, and psychosocial and non-work-related individual factors. The research used cross-sectional and mixed-method sequential explanatory methods with questionnaires, FGD, and observation. Multivariate statistical tests show a relationship between psychosocial factors (work demands and job satisfaction), individual factors (age), and fatigue. Work demands relate to high-risk oil and gas operations, workers operating new production facilities, and demands for stable gas lines from gas buyers. Job satisfaction is associated with career uncertainty of non-staff workers and the hope of increasing income. The age factor is related to the formation of muscle and bone mass, which reaches its peak at the age of 35 years and begins to decline after 35 years. This research concludes that the three dominant factors in fatigue are job satisfaction, job demands, and age.
Read More
T-6989
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive