Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 51 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Ika Saptarini, Anissa Rizkianti, Prisca Petty Arfines
BPK Vol.48, No.1
Jakarta : Badan Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat, 2020
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nova Dwi Astuti; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono, Yovsyah; Penguji: Toha Muhaimin, Weni Muniarti, Fidiansjah
Abstrak:
Remaja perempuan memiliki kerentanan yang lebih tinggi terhadap depresi selama masa pubertas. Menarche yang semakin dini mengalami angka peningkatan menjadi 9% berdasarkan data SDKI tentang Kesehatan Reproduksi Remaja tahun 2017. Penelitian ini adalah analisis lanjutan terhadap data IFLS-5 Tahun 2014 dengan desain cross sectional bertujuan untuk mengetahui hubungan antara menarche dini dan depresi pada remaja di Indonesia. Sampel dalam penelitian ini adalah remaja berusia 15-21 tahun yang berjumlah 714 orang. Hasil penelitian membuktikan adanya hubungan yang signifikan antara menarche dini dengan depresi pada remaja setelah dikontrol faktor trait kepribadian neuroticism. Remaja perempuan yang mengalami menarche dini memiliki kemungkinan sebesar 0,48 kali (OR 0,479; 95% CI; 0,319-0,719) untuk mengalami depresi dibandingkan remaja perempuan dengan menarche normal. Hasil penelitian memberikan saran kepada pihak sekolah (guru) dan pelayanan kesehatan remaja untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian remaja agar bisa mengelola diri dan emosi sebagai efek pubertas.

Adolescents have a higher susceptibility to depression during puberty. Early menarche prevalention increased to 9% based on 2017 IDHS data on Adolescent Reproductive Health. The data was obtained from IFLS-5 years 2014. This study was a cross sectional study which aimed to examine the associations between early menarche and depression among adolescents in Indonesia. The sample for this study were 714 adolescents aged 15-21 years. The results of this study proved that there was a significant relationship between early menarche and depression in adolescents after controlled by neuroticism personality traits. Adolescent girls who experienced early menarche were 0,48 times (OR 0,479; 95% CI; 0,319-0,719) to experience depression than girls with normal menarche. This study recommend to teacher and adolescent health services to increase awareness of adolescents so they can manage themselves and emotions as the effects of puberty.

Read More
T-5947
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Meilisa; Pembimbing: Ratna Djuwita; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Sudarto Ronoatmodjo, Pratono
Abstrak:
Kejadian depresi pada pasien HIV di Indonesia mencapai 60% dari total kasus. Depresi adalah masalah psikososial terbesar pada pasien HIV akibat multi stressor yang membuat pasien tidak dapat mempertahankan pengobatan ARV. Pasien HIV yang depresi akan mengalami penurunan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan depresi dengan kualitas hidup pasien HIV yang menjalani terapi ARV di puskesmas layanan PDP Kota Bukittinggi tahun 2023. Penelitian ini menggunakan desain studi crosssectional yang dilaksanakan pada bulan Maret s/d Mei 2023 dengan besar sampel sebesar 76 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien HIV yang depresi berisiko 4,06 kali (95% CI 1,06 – 15,40) memiliki persepsi kualitas hidup buruk setelah dikontrol variabel umur, status pernikahan, transmisi HIV dan lama terapi ARV.

The prevalence of depression in HIV patients are 60% of total cases. Depression is the biggest psychosocial problem in HIV patients due to multiple stressor that makes patients unable to maintain ARV therapy. HIV patients who are depressed will decrease in quality of life. Study aims to determine relationship between depression and quality of life of HIV patients with ARV therapy at public health centre of CST in Bukittinggi at 2023. This study used crosssectional study design that conducted from March to May 2023 with sample size of 76 people. The result of this study showed that depression in HIV patients give a risk about 4,06 (95% CI 1,06 – 15,40) having a poor of quality of life after controlling of age, marital status, HIV transmission and duration of ARV therapy.
Read More
T-6591
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurmiati Amir
CDK Vol.37, No.8 (2010)
Jakarta : Kalbe Farma, 2010
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nada Ariqa; Pembimbing: Ratna Djuwita; Penguji: Nurhayati Adnan Prihantono, Achmad Arifurrohman
S-10420
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Herlina J. El-Matury;/Promotor: Fatma Lestari; Kopromotor: Besral, Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Meily L. Kurniawidjaja, Astrid Widayati Hardjono, Dewi Rahayu, Agus Triyono, Mila Tejamaya, Baiduri Widanarko
Abstrak: ABSTRAK Disertasi ini membahas model faktor-faktor yang mempengaruhi depresi, kecemasan
 
dan stres pada mahasiswa S1. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan disain cross
 
sectional. Hasil factor analysis pada sumber masalah, didapat sumber masalah ada 3
 
faktor yaitu komunikasi dan adaptasi, personal dan emosional. Hasil structure equation
 
modeling, bahwa faktor sumber masalah dan faktor harga diri berhubungan signifikan
 
terhadap terjadinya depresi, kecemasan dan stres pada mahasiswa S1. Sumber masalah
 
merupakan faktor yang paling mempengaruhi depresi, kecemasan, dan stress pada
 
mahasiswa S1. Hasil penelitian menyarankan perlu ditambahkan program/kegiatan
 
seperti pelatihan, seminar, talk show, dan diskusi tentang peningkatan harga diri
 
mahasiswa.
ABSTRACT This dissertation discusses the model of factors that influence depression, anxiety and
 
stress in undergraduate students. This research is quantitative with cross sectional
 
design. The results of factor analysis on the source of the problem, the source of the
 
problem is that there are three factors, namely communication and adaptation, personal
 
and emotional. The results of structure equation modelling, that the problem and selfesteem
 
factors are significantly relate to depression, anxiety and stress in undergrasuate
 
students. The problem is the most affects depression, anxiety, and stress in
 
undergrasuate students. The results of the study suggest that programs / activities need
 
to add such as training, seminars, talk shows, discussions, about increasing student selfesteem.
Read More
D-392
Depok : FKM-UI, 2017
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Pingky Shafiyah Ananda Riko; Pembimbing: Sutanto Priyo Hastono; Penguji: Sudijanto Kamso, Fidiansjah
Abstrak:
Depresi merupakan salah satu gangguan kesehatan mental yang paling sering terjadi. Data menunjukkan bahwa Indonesia menduduki peringkat kedua dengan total kasus depresi tertinggi di wilayah Asia Tenggara, setelah India. Dimana depresi merupakan beban penyakit mental urutan pertama di Indonesia dalam hampir tiga dekade (1990 ? 2017). Terdapat beberapa faktor risiko kejadian depresi, salah satunya adalah aktivitas fisik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara aktivitas fisik dengan depresi yang dikontrol dengan beberapa variabel yang diduga confounding pada penduduk usia 15 ? 24 tahun di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional menggunakan data IFLS-5. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis uji chi-square dan uji regresi logistik ganda. Hasil analisis menunjukkan proporsi depresi sebesar 29.46% dan berdasarkan model akhir analisis multivariat diketahui jika aktivitas fisik yang kurang 0.58 kali lebih rendah risiko mengalami depresi, serta tidak terdapat variabel confounding yang ikut mempengaruhi hubungan antara aktivitas fisik dengan depresi.

Depression is one of the most common mental health disorders. Data shows that Indonesia ranks second with the highest total cases of depression in the Southeast Asia region, after India. Where depression is the first burden of mental illness in Indonesia in almost three decades (1990 ? 2017). There are several risk factors for depression, one of them is physical activity. The purpose of this study was to analyze the relationship between physical activity and depression which was controlled by several variables that were suspected of being confounded in residents aged 15-24 years in Indonesia. This study uses a quantitative method with a cross-sectional research design using IFLS-5 data. The analysis used in this study is the analysis of the chi-square test and multiple logistic regression. The results of the analysis showed that the proportion of depression was 29.46% and based on the final multivariate analysis model, it was found that physical activity was lacking 0.58 times the risk of experiencing depression was lower, and there were no confounding variables that influenced the relationship between physical activity and depression.
Read More
S-11181
Depok : FKMUI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wenny Putri Hasana; Pembimbing: Dien Anshari; Penguji: Rita Damayanti, Ika Malika
Abstrak:
Latar Belakang: Mahasiswa S1 rentan terhadap depresi, kecemasan, dan stres, oleh karena itu penilaian berkala diperlukan, terutama pada masa transisi dari pembelajaran online kembali ke pengaturan offline. Tujuan: Kami bertujuan untuk menilai tingkat depresi, kecemasan, dan stres pada mahasiswa S1 Universitas Indonesia. Metode: Menggunakan desain cross-sectional, kami mengumpulkan data dari 744 mahasiswa sarjana dari tiga bidang disiplin ilmu (yaitu, ilmu kesehatan, sosial-humaniora, dan sains-teknologi). Alat ukur untuk mengukur depresi, kecemasan, dan stres menggunakan Depression Anxiety Stress Scale (21 item) dengan opsi respons mulai dari 0 (tidak berlaku untuk saya sama sekali) hingga 3 (berlaku untuk saya sangat banyak atau sebagian besar waktu). Alat survei yang digunakan yaitu survei online Google Formulir untuk mengumpulkan data dari November hingga awal Desember 2022. Kami menggunakan tab silang untuk membandingkan tingkat depresi, kecemasan, dan stres berdasarkan jenis kelamin, bidang disiplin ilmu, dan tahun studi. Hasil: Tingkat depresi normal (89,2%), ringan (6%), sedang (4,2%), dan berat (<1%). Tingkat kecemasan normal (68,5%), ringan (8,7%), sedang (16,3%), dan berat (5,6%). Tingkat stres responden kami adalah normal (89,7%), ringan (7,7%), dan sedang (2,7%). Di antara jenis kelamin, mahasiswi lebih rentan mengalami tingkat depresi, kecemasan, dan stres sedang atau berat. Di seluruh bidang disiplin, siswa dari sosial-humaniora dan sains-tek lebih rentan berada pada tingkat depresi, kecemasan, dan stres sedang atau berat. Kesimpulan: Mayoritas responden kami berada pada tingkat depresi, kecemasan dan stres yang normal dan ringan. Namun, intervensi perlu diprioritaskan untuk mahasiswi dan mereka yang berasal dari bidang non disiplin ilmu kesehatan.

Background: Undergraduate students are prone to depression, anxiety, and stress, therefore regular assessment is needed, especially during the transition from online learning back to offline setting. Objective: We aimed to assess the level of depression, anxiety, and stress among undergraduate students of Universitas Indonesia. Methods: Using a cross-sectional design, we collected data from 744 undergraduate students from three disciplinary fields (i.e., health sciences, social-humanities, and science-tech). We measured depression, anxiety and stress using the Depression Anxiety Stress Scale (21 items) with response options ranging from 0 (did not apply to me at all) to 3 (apply to me very much or most of the time). We used Google Form online survey to collect the data from November to early December 2022. We used a cross-tab to compare the levels of depression, anxiety, and stress by sex, disciplinary fields, and years of study. Results: The levels of depression were normal (89,2%), mild (6%), moderate (4,2%), and severe (<1%). The levels of anxiety were normal (68,5%), mild (8,7%), moderate (16,3%), and severe (5,6%). The levels of stress among our respondents were normal (89,7%), mild (7,7%), and moderate (2,7%). Across sex, female students were more prone to be in moderate or severe levels of depression, anxiety, and stress. Across disciplinary fields, students from social-humanities and science-tech were more prone to be in moderate or severe levels of depression, anxiety, and stress. Conclusions: The majority of our respondents were in normal and mild levels of depression, anxiety and stress. However, interventions are needed to be prioritized for female students and those from non health sciences disciplinary fields.
Read More
S-11180
Depok : FKMUI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Cindy Nur Khaliza; Pembimbing: Besral; Penguji: Iwan Ariawan, Herlina J. El-Matury
Abstrak: Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan gejala depresi pada pelajar SMP dan SMA di Indonesia tahun 2015. Penelitian ini menggunakan data sekunder Global School-Based Student Health Survey Indonesia 2015 dengan desain studi yang digunakan yaitu cross sectional dan pendekatan kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini yaitu anak sekolah pada tingkat SMP dan SMA di Indonesia yang berusia 12-17 tahun. Sementara total sampel yang digunakan sebanyak 8.517 responden. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi gejala depresi pada pelajar SMP dan SMA di Indonesia pada tahun 2015 sebesar 20,7%.
Read More
S-10591
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Alfiyana Yuliasari; Pembimbing: Artha Prabawa; Penguji: Sutanto Priyo Hastono, Rico Kurniawan, Emi Nurjasmi, Ario Baskoro
Abstrak:
Masalah kesehatan mental maternal merupakan tantangan utama dalam masalah kesehatan masyarakat secara global. Wanita secara umum lebih berisiko mengalami depresi selama kehamilan karena perubahan hormonal dan peran dalam hidupnya. Depresi antenatal yang tidak ditangani dengan baik dapat meningkatkan risiko depresi postpartum dan komplikasi lain pada ibu dan bayi. Beberapa gejala depresi antenatal mirip dengan keluhan ketidaknyamanan yang dialami oleh ibu hamil sehingga gejala tersebut sering terabaikan dalam pemeriksaan antenatal care. Tidak adanya instrumen penilaian skrining depresi pada kehamilan juga membuat pelayanan kesehatan mental ibu hamil tidak dilakukan oleh bidan pada saat melakukan antenatal care di fasilitas kesehatan primer. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem deteksi depresi antenatal dalam pelayanan kesehatan mental ibu hamil berbasis website. Penelitian ini dilakukan di UPT Puskesmas Rawat Inap Panjang Bandar Lampung dengan menggunakan metode pengembangan sistem prototyping. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan mental pada ibu hamil belum dilakukan dalam pelayanan antenatal care terpadu. Hasil akhir penelitian ini berupa prototipe sistem informasi yang mampu mendeteksi adanya risiko depresi pada ibu hamil dan mengkaji faktor risiko yang mungkin menjadi penyebab depresi pada ibu hamil. Dengan diketahuinya faktor risiko tersebut, bidan dapat memberikan intervensi yang tepat dalam mengurangi depresi antenatal.

Maternal mental health problem is a major challenge in global public health problems. Women are generally more at risk for depression during pregnancy because of hormonal changes and their role  changes in life. Untreated antenatal depression can increase the risk of postpartum depression and other complications for both mother and baby. Some symptoms of antenatal depression are similar to discomfort in pregnancy experienced by pregnant women so that these symptoms are often considered as normal discomfort in pregnancy. The absence of depression screening assessment instruments in pregnancy also makes mental health services for pregnant women not performed by midwives when conducting antenatal care in primary health facilities. This study aims to design an antenatal depression detection system in website-based mental health services for pregnant women. This research was conducted at the UPT Puskesmas Rawat Inap Panjang Bandar Lampung using a prototyping system development method. The results of this study indicate that mental health services for pregnant women have not been carried out in integrated antenatal care services. The final result of this research is a prototype of an information system that is able to detect the risk of depression in pregnant women and assess the risk factors that might be the cause of depression in pregnant women. By knowing these risk factors, midwives can provide appropriate interventions in reducing antenatal depression.

Read More
T-5951
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive