Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Hariani Rafitha; Pembimbing: Putri Bungsu; Penguji: Ratna Djuwita, Indra Rachmad Dharmawan
Abstrak: ABSTRAK Karies gigi merupakan penyakit infeksi yang ditandai dengan kerusakan jaringan permukaan gigi yang disebabkan oleh mikroorganisme dalam suatu fermentasi karbohidrat. Karies gigi dan obesitas keduanya merupakan penyakit multifaktorial yang terkait dengan kebiasaan diet makan dan beberapa faktor gaya hidup yang umum pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara obesitas dengan karies gigi pada anak usia 7-12 tahun di Kabupaten Badung Provinsi Bali 2018. Penelitian ini menggunakan desain pendekatan crossectional dengan jumlah sampel sebanyak 426 anak beserta ibu yang diambil dari seluruh murid kelas 1-5 SD di 3 SDN yang terpilih secara acak sederhana. Hasil regresi logistic dengan analisis mutivariat menunjukan bahwa adanya hubungan yang bermakna antara obesitas dan karies gigi setelah mengkontrol variabel ketiga, yang terbukti secara statistik dengan p value 0,003 dan OR 1,830. Sehingga dapat disimpulkan bahwa anak dengan obesitas memiliki resiko 2 kali untuk mengalami karies gigi dibandingkan anak yang tidak obesitas. Berdasarkan hasil tersebut diharapkan sekolah dapat mengembangkan program UKS/UKGS yang sudah ada seperi membentuk dokter kecil atau kader kesehatan di sekolah untuk menyampaikan pesan-pesan kesehatan sebagai upaya pemberdayaan siswa-siswi di sekolah. Kata kunci: Obesitas, Karies Gigi, FFQ Dental caries is an infectious disease characterised by dental tissue damage caused by microorganisms in a carbohydrate fermentation. Dental caries and obesity are both multifactorial illnesses associated with eating habits and some lifestyle factors in children. This study aims to see the relationship between obesity with dental caries in children aged 7-12 years in Badung district of Bali province in 2018. This study used a crossectional design with a total sample of 426 children and mothers taken from all students of class 1-5 elementary school in 3 schools selected by random sampling method. Logistic regression results with multivariate analysis showed that there was a significant relationship between obesity and dental caries after controlling the third variable, which statistically proven with p-value 0,003 and OR 1,830. Thus, it concluded that children with obesity have two times greater risk of dental caries than children who are not obese. Based on these results, schools are expected to develop UKS / UKGS programs such as establishing health cadres in schools to convey health information as an effort to empower students in schools. Keywords: Obesity, Dental caries, FFQ
Read More
S-9811
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wita Nurul Aini; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Santri Fikawati, Abas Basuni Jahari
Abstrak: Validitas dan reliabilitas semiquantitative FFQ dalam mengukur asupan kalsium masih banyak menjadi perdebatan karena tidak melakukan pengukuran kuantitatif secara langsung. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui validitas dan reliabilitas pengukuran asupan kalsium menggunakan semiqauntitative FFQ dengan golden standard food weighing. Penelitian ini menggunakan disain studi cross-sectional yang dilakukan pada bulan April sampai dengan Mei 2018 pada 54 Mahasiswa Gizi Universitas Indonesia yang dipilih dengan simple ramdom sampling. Validitas semiquantitative FFQ dalam mengukur kalsium dibandingkan dengan food weighing yang dilakukan selama dua hari, dan reliabilitas ditentukan dengan membandingkan asupan kalsium dua kali pengukuran menggunakan semiquantitative FFQ. Median asupan kalsium mahasiswa gizi Universits Indonesia berdasarkan semiquantitative FFQ (median±SD) adalah 537±407,5 mg/hari. Sedangkan median asupan kalsium dari dua hari food weighing adalah 569±375,6 mg/hari. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara asupan kalsium dari kedua metode (P>0,05). koefisien korelasi asupan kalsium kedua metode sebesar r=0,42 dengan korelasi yang signifikan (P=0,001). Analisis surrogate category menunjukan bahwa semiquantitative FFQ dapat membedakan asupan kalsium pada berbagai tingkat kuartil asupan (ANOVA, P80% mulai dari cutoff asupan 800mg/hari. Namun spesifisitas dan negative predictive value tetap <80% dari keempat cutoff yang digunakan. Terdapat perbedaan yang signifikan antara asupan kalsium semiquantitative FFQ pada dua kali pengukuran P(<0,05). Namun korelasi antar dua pengukuran cukup tinggi, yaitu r=0,74 dengan korelasi yang signifikan (P<0,05). Semiquantitative FFQ valid dan reliabel dalam mengukur asupan kalsium mahasiswa gizi Universitas Indonesia dengan karakteristik perempuan, usia dewasa muda dan ekonomi yang beragam. Metode ini baik untuk menemukan individu dengan asupan yang kurang untuk mendapatkan intervensi maupun mengevaluasi program intervensi.
Kata Kunci : asupan kalsium, food weighing, reliabilitas, semiquantitative FFQ, validitas.
Read More
S-9830
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Clara Nurlailya Putri; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Dien Anshari, Eflita Meiyetriani
Abstrak:
Obesitas meningkat dari tahun ke tahun baik di tingkat dunia maupun di Indonesia terutama pada anak-anak dan remaja. Di Indonesia, jika dibandingkan dengan anak-anak, peningkatan obesitas jauh lebih besar pada remaja. Satu diantara faktor risiko lain penyebab obesitas adalah konsumsi makanan cepat saji yang sering. Penelitian ini membahas hubungan antara sikap, norma subjektif, dan kontrol perilaku yang merupakan variabel yang ada pada Theory Of Planned Behavior (TPB) dengan pola konsumsi makanan cepat saji (fast food) pada pelajar di SMPN 1 Surabaya dengan menggunakan kuesioner Food Frequency Questionnaire (FFQ). Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional dan dilakukan pada bulan Oktober – November 2022. Sampel pada penelitian ini sebanyak 293 pelajar SMP yang diambil dari semua tingkat yaitu kelas 7, kelas 8, dan kelas 9. Pengumpulan data menggunakan kuesioner FFQ dan kuesioner yang dikembangkan sendiri oleh peneliti serta analisis data yang digunakan adalah chi-square. Hasil penelitian menunjukkan 162 (55,3%) pelajar sering mengkonsumsi makanan cepat saji. Ketiga variabel dalam penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan secara statistik yaitu sikap (P-Value < 0,001), norma subjektif (P-Value < 0,001), kontrol perilaku (P-Value < 0,001). Kesimpulan penelitian ini adalah sebagian besar pelajar memiliki pola konsumsi makanan cepat saji yang sering dan ketiga variabel yang ada pada TPB berhubungan secara signifikan. Makanan cepat saji yang paling banyak dikonsumsi yaitu fried chicken, donat, french fries, dan bento. Variabel sikap menghasilkan sikap positif terhadap makanan cepat saji dikarenakan porsi makanan cepat saji yang besar dan mengenyangkan, rasa yang enak, penyajian yang menggunggah selera, praktis dan hemat waktu, serta restaurant makanan cepat saji yang bersih, bagus, dan nyaman untuk mengerjakan tugas, sedangkan dukungan pada variabel norma subjektif berasal dari dukungan teman sebaya dan kontrol perilaku pada pelajar menghasilkan kontrol perilaku yang kuat dikarenakan terpaparnya iklan (tawaran promo dan iklan), kemudahan akses (jarak, handphone, aplikasi food delivery online), dan pengetahuan. Dari hasil analisis yang ada diperlukan upaya preventif baik dari pihak sekolah, orang tua, tenaga promosi kesehatan, dinas pendidikan, dan dinas kesehatan setempat untuk meminimalisir konsumsi makanan cepat saji pada pelajar.

Obesity is increasing year by year both globally and in Indonesia, especially in children and adolescents. In Indonesia, when compared to children, the increase in obesity is much greater in adolescents. One of the other risk factors for obesity is the frequent consumption of fast food. This study discusses the relationship between attitudes, subjective norms, and behavioral control which are variables in the Theory Of Planned Behavior (TPB) with fast food consumption patterns in students at SMPN 1 Surabaya using the Food Frequency Questionnaire (FFQ). This research is a quantitative study with a cross sectional design and was conducted in October - November 2022. The sample in this study was 293 junior high school students taken from all levels, namely grade 7, grade 8, and grade 9. Data collection used FFQ questionnaires and questionnaires developed by researchers and data analysis used was chi-square. The results showed 162 (55.3%) students often consume fast food. The three variables in the study showed a statistically significant relationship, namely attitude (P-Value < 0.001), subjective norms (P-Value < 0.001), behavioral control (P-Value < 0.001). The conclusion of this study is that most students have frequent fast food consumption patterns and the three variables in TPB are significantly related. The most consumed fast food is fried chicken, donuts, french fries, and bento. The attitude variable produces a positive attitude towards fast food due to large and filling portions of fast food, good taste, appetizing presentation, practical and time-saving, and fast food restaurants that are clean, good, and comfortable for doing assignments, while support for subjective norm variables comes from peer support and behavioral control in students produces strong behavioral control due to exposure to advertisements (promo offers and advertisements), ease of access (distance, cellphones, online food delivery applications), and knowledge. From the results of the existing analysis, preventive efforts are needed from both schools, parents, health promotion personnel, education offices, and local health offices to minimize fast food consumption in students.
Read More
S-11196
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive