Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 51 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Meike Magnasofa; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Adik Wibowo, Adang Bachtiar, Made Indra Wijaya, Basilius Beni RD
Abstrak: Mempunyai pemimpin yang efektif merupakan komponen yang sangat prominen dalam sebuah organisasi termasuk dalam hal pengelolaan sumber daya manusia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa hubungan gaya kepemimpinan yang diterapkan di RS Siloam Bali terhadap kinerja para staf non-medis yang bekerja di garda terdepan di tahun 2020. Disain penelitian ini adalah cross-sectional eksploratif dengan gabungan uji kuantitatif untuk melihat hubungan antara variabel independen dengan kinerja, dan penelitian kualitatif untuk mendapatkan pemahaman lebih dalam mengenai persepsi staf terhadap pimpinannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan yang paling dominan dirasakan oleh staf frontliners adalah responsible leadership dan tidak terdapat dampak signifikan antara gaya kepemimpinan terhadap kinerja. Didapatkan motivasi yang cukup tinggi di kalangan staf terutama pada level supervisor sehingga tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara motivasi staf yang sudah baik terhadap kinerja yang secara umum cukup baik.
Having an effective leader is a very prominent component for an organization, includes managing human resources. The purpose of this study was to analyze the relation of the leadership style applied at Siloam Hospital Bali on the performance of non-medical staff working at the forefront in 2020. The design of this study was an explorative crosssectional with a combination of quantitative tests to determine the relation between independent variables with performance, and qualitative research to gain a deeper understanding of staff perceptions of their leaders. The results showed that the most dominant leadership style felt by frontline staff was Responsible Leadership, and there was no significant impact between leadership style and performance. There is a high enough motivation among staff, especially at the supervisor level, so that there is no significant difference between the staff's motivation and performance as both already good.
Read More
B-2167
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Silfia Dini Pratiwi; Pembimbing: Ratna Djuwita; Penguji: Sudarto Ronoatmodjo, Dwi Hapsari Tjandrarini
Abstrak: Kesehatan mental yang terganggu merupakan salah satu faktor risiko utama penyebab kesakitan dan kematian pada remaja. Gejala gangguan mental dapat berupa ansietas atau kecemasan, depresi, gangguan tidur, ide bunuh diri atau menyakiti diri sendiri dan percobaan bunuh diri. Kondisi mental yang buruk merupakan masalah kesehatan yang berat, khususnya pada remaja. Kesehatan mental dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk perilaku sehari-hari dan gaya hidup individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan gaya hidup dengan kesehatan mental remaja sekolah di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data sekunder Global School-Based Student Health Survey (GSHS) Indonesia tahun 2015. Populasi penelitian ini adalah 9.628 remaja sekolah tingkat SMP dan SMA berusia 11-18 tahun di Indonesia. Sampel penelitian ini didapat dengan metode total sampling. Analisis hubungan gaya hidup dengan kesehatan mental remaja sekolah di Indonesia pada penelitian ini menggunakan analisis multivariat cox regresi dan besar asosiasi dinyatakan dengan Prevalence Ratio (PR) dengan 95% Confindence Interval (CI). Prevalensi remaja sekolah di Indonesia yang mengalami gangguan kesehatan mental sebesar 9,4%. Hasil uji analisis mutivariat menunjukan ada hubungan bermakna antara gaya hidup dengan kesehatan mental remaja sekolah di Indonesia 1,47 (95%CI: 1,31 - 1,65) setelah dikontrol dengan jenis kelamin, status sosialekonomi dan bullying. Pihak sekolah dan orang tua disarankan bekerjasama untuk mencegah gangguan kesehatan mental pada remaja dengan melakukan pendekatan pada anak untuk mengetahui permasalahan yang dirasakan dengan menjalin kedekatan antar anggota keluarga agar komunikasi dapat terjalin dengan baik dan memberikan makanan bergizi tinggi pada anak dan mendorong anak untuk melakukan olah raga dan aktivitas fisik secara rutin agar terhindar dari perilaku menetap yang tinggi.
Mental health disorders are one of the main risk factors for causing pain and death in adolescents. Symptoms of mental health disorders can be anxiety, depression, sleep disorders, suicidal or self-harm ideas and attempted suicide. Poor mental health is a severe health problem, especially in adolescents. Mental health is affected by multiple factors, including daily behavior and individual lifestyle. This study aims to find out the relationship between lifestyle and mental health of school adolescent in Indonesia. This study used secondary data of Indonesia's Global School-Based Student Health Survey (GSHS) in 2015. The population of this study was 9.628 students aged 11-18 years in Indonesia. This research sample was obtained by total sampling method. Analysis of lifestyle relationships with school adolescent mental health in Indonesia in this study using multivariate analysis of cox regression and large associations expressed with Prevalence Ratio (PR) with 95% Confindence Interval (CI). Result showed that the prevalence of school adolescents in Indonesia with mental health disorders is 9,4%. Mutivariate analysis test results showed there was a significant relationship between lifestyle and school adolescent mental health in Indonesia 1,47 (95%CI: 1,31 - 1,65) after being controlled by gender, socioeconomic status, and bullying. The school and parents are advised to work together to prevent mental health disorders in adolescents by approaching the child to know the problems felt by establishing closeness between family members so that communication can be well established and provide highly nutritious food to the child and encourage the child to exercise and physical activity regularly in order to avoid high sedentary behavior
Read More
T-6150
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ahmad Doantanto Riztama; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Triana Puspita Dewi
Abstrak: Skripsi ini membahas tentang analisis hubungan gaya kepemimpinanterhadap kinerja karyawan di IPP RSUP Fatmawati. Tujuan penelitian ini untukmengetahui hubungan variabel independen yaitu karakteristik responden (umur,jenis kelamin dan masa kerja) dan gaya kepemimpinan yang diterapkan dengan variabel dependen yaitu kinerja karyawan di IPP RSUP Fatmawati. Penelitian inimenggunakan desain penelitian cross sectional, dengan jumlah sampel 39responden yang merupakan karyawan yang bekerja di IPP RSUP Fatmawati.Untuk menguji analisis univariat digunakan analisis distribusi frekuensi, sedangkan untuk menguji analisis bivariat menggunakan uji chi-kuadrat. Hasil analisis mutu pelayanan rawat jalan menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara karakteristik responden dengan kinerja karyawan di IPP Rumah Sakit Fatmawati karena p-value > 0,05. Namun terdapat hubungan yang signifikan antara gaya kepemimpinan dengan kinerja karyawan karena pvalue < 0,05 (p-value = 0,001). Kata Kunci : Gaya Kepemimpinan, Kinerja.
Read More
S-8082
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Raihan Rasyad Albiruni; Pembimbing: Zakianis; Penguji: Budi Hartono, Edwin Nasli
Abstrak: Tuberkulosis (TB) paru merupakan salah satu penyakit menular melalui saluran pernapasan yang menjadi penyebab utama kematian di seluruh dunia. Berbagai faktor dapat mempengaruhi penyebaran penyakit TB paru. Penelitian ini akan menganalisis hubungan faktor sosial ekonomi, gaya hidup, akses fasilitas kesehatan, dan kondisi rumah dan permukiman dengan prevalensi TB paru di Indonesia Tahun 2018. Penelitian ini menggunakan desain studi ekologi dengan unit analisis provinsi dengan total 34 provinsi. Analisis data menggunakan uji korelasi dan regresi linier. Hasil studi menunjukan bahwa rata-rata prevalensi TB paru di Indonesia sebanyak 381 per 100.000 penduduk. Faktor risiko yang berhubungan dengan penyebaran penyakit tuberkulosis paru adalah kemudahan akses ke puskesmas (p-value = 0,000, r = -0,631), kebiasaan membuka jendela kamar tidur setiap hari (p-value = 0,036, r = -0,361), luas ventilasi memenuhi syarat pada kamar tidur (p-value = 0,002, r = -0,517), ruang masak (p-value = 0,003, r = -0,495), dan ruang keluarga (p-value = 0,006, r = -0,464), dan tingkat pencahayaan kamar tidur memenuhi syarat (p-value = 0,001, r = 0,550). Faktor risiko utama penyebaran TB paru di Indonesia yaitu kemudahan akses ke puskesmas (B = -0,668, p-value = 0,007). Hasil tersebut mencerminkan bahwa proporsi kemudahan akses ke puskesmas lebih tinggi maka prevalensi TB paru lebih rendah. Pemerintah perlu mempercepat pemerataan pembangunan fasilitas kesehatan agar seluruh wilayah di Indonesia memiliki kemudahan dalam memperoleh kesehatan.
Pulmonary tuberculosis (TB) is one of the infectious diseases through the respiratory tract which is the main cause of death worldwide. Various factors can affect the spread of pulmonary TB disease. This study will analyze the relationship of socio-economic factors, lifestyle, access to health facilities, and housing and settlement conditions with the prevalence of pulmonary TB in Indonesia in 2018. This study uses an ecological study design with a provincial unit of analysis with a total of 34 provinces. Data analysis used correlation test and linear regression. The results of the study show that the average prevalence of pulmonary TB in Indonesia is 381 per 100,000 population. The risk factors associated with the spread of pulmonary tuberculosis are the ease of access to the public health center (p-value = 0.000, r = -0.631), the habit of opening the bedroom window every day (p-value = 0.036, r = -0.361), the ventilation area meets requirements for bedrooms (p-value = 0.002, r = -0.517), cooking room (p-value = 0.003, r = -0.495), and family rooms (p-value = 0.006, r = -0.464), and bedroom lighting meets the requirements (p-value = 0.001, r = 0.550). The main risk factor for the spread of pulmonary TB in Indonesia is the ease of access to public health center (B = -0.668, p-value = 0.007). These results may reflect that the proportion of ease of access to the public health center is higher, the prevalence of pulmonary TB is lower. The government needs to accelerate the equitable distribution of health facility development so that all regions in Indonesia have easy access to health.
Read More
S-10957
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fitri Angraeni Harahap; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Robiana Modjo, Fatma Lestari, H, Astrid Widayati, Tasdikin Wardjo
Abstrak: Pada tahun 2016, WHO menyatakan prevalensi obesitas di dunia meningkat lebih dari dua kali lipat dibanding tahun 1980 dan banyak penelitian di dunia membuktikan termasuk di Indonesia. Penelitian dilakukan dengan desain mixed- methods sequential exploratory, dimulai dengan pengumpulan dan analisis data kuantitatif dilanjutkan dengan kualitatif. Penelitian bertujuan menganalisis faktor risiko gaya hidup yang melatarbelakangi obesitas pada pegawai PAU, serta faktor predisposisi, pemungkin, dan penguat yang membentuk gaya hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor risiko utama yang melatarbelakangi adalah kebiasaan makan banyak dan perilaku sedentari. Pimpinan perlu meningkatkan program promosi kesehatan yang efektif, melakukan pendidikan serta sosialisasi pemanfaatan fasilitas kesehatan dan meningkatkan ketersediaan fasilitas kesehatan kesehatan, kantin, dan olahraga kepada seluruh pegawai. Kata kunci: gaya hidup, obesitas,
By 2016, WHO states that prevalence of obesity in the world has more than doubled compared to 1980, and many studies in the world have shown that, including in Indonesia. This study used mixed-methods sequential exploratory design starting with collecting and analyzing quantitative data followed by qualitative. The study aims to analyze lifestyle as risk factors that background obesity in PAU employees, such as predisposing, enabling, and reinforcing factors that create lifestyle. The results showed that the main risk factors behind the incidence of obesity were a lot of eating habits and sedentary behavior. Governance need to improve effective workplace health promotion, educate and socialize the utilization of heatlh, canteen, and sports facilities to all employees. Key words: lifestyle, obesity, employee
Read More
T-4884
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Irma Rhomayanti; Pembimbing: Ella Nurlaella Hadi; Penguji: Dadan Erwandi; Darojat Nurjono Agung
S-8800
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Andry Kurniawan; Pembimbing: Hendra; Penguji: Chandra Satrya, Syahrul Munir, Hendra Purnama
T-4512
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Saffana Hilmy Mahmudah; Pembimbing: Nurhayati Adnan; Penguji: Yovsyah, Esti Widiastuti
S-10421
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Visityari Dwi Suryani; Pembimbing: Dewi Susanna; Penguji: Ema Hermawati, Ali Isha Wardhana
Abstrak: Kebisingan merupakan salah satu masalah kesehatan lingkungan yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan pada mayarakat yaitu tekanan darah tinggi. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara intensitas kebisingan dengan tekanan darah tinggi pada masyarakat sekitar bandara di kelurahan Makasar, Jakarta Timur. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Pengukuran kebisingan menggunakan Sound Level Meter, dilakukan pada dua titik di rumah warga. Tekanan darah warga diketahui berdasarkan pengukuran tekanan darah menggunakan Digital Blood Pressure Monitor Automatic. Informasi mengenai karakteristik individu dan gaya hidup juga diamati pada penetitian ini. Hasil pengukuran kebisingan pada rumah 1 sebesar 64,89 WECPNL dan di Rumah 2 sebesar 75,1 WECPNL telah melebihi batas intensitas kebisingan. Hasil analisis menunjukkan ada hubungan yang signifikan untuk intensitas kebisingan (Leq 24 jam) dengan tekanan darah tinggi (p < 0,05). Hasil yang signifikan dengan tekanan darah tinggi pada variabel kerakteristik responden ditunjukkan pada jenis kelamin (p=0,045) dan umur (p=0,021). Sedangkan pada variabel gaya hidup tidak ditemukan adanya hubungan yang signifikan dengan tekanan darah tinggi. Masyarakat disarankan untuk menanam tumbuhan di sekitar rumah dan tidak membangun rumah tingkat untuk mengurangi paparan kebisingan.
Kata kunci: kebisingan, pesawat, tekanan darah tinggi, bandara, gaya hidup
Read More
S-8713
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ravika Ramadhania; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Ridwan Zahdi Syaaf, Andhini Indah Noviari
Abstrak: Oleh karena itu, perlu dilakukan kajian mendalam mengenai berbagai jenis gaya kepemimpinan dan karakteristik sektor konstruksi, untuk mengetahui gaya kepemimpinan apa saja yang sesuai bagi safety leader di sektor konstruksi. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka naratif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian dilakukan dengan mengkaji literatur mengenai berbagai jenis gaya kepemimpinan beserta karakteristik, kelebihan, dan kelemahannya, serta situasi yang sesuai untuk setiap gaya kepemimpinan; dan literatur mengenai karakteristik dari sektor konstruksi meliputi karakteristik pekerja, pekerjaan, dan organisasi konstruksi. Penelusuran literatur dilakukan di database nasional dan internasional dengan menggunakan berbagai kata kunci yang sesuai. Berdasarkan hasil analisis kualitatif, ditemukan beberapa gaya kepemimpinan yang sesuai dengan karakteristik sektor konstruksi, yaitu autokratik, demokratik, servant, transformasional, dan transaksional. Masing-masing gaya kepemimpinan memiliki waktu dan tempatnya tersendiri. Safety leader di sektor konstruksi perlu memahami bagaimana situasi di lapangan untuk dapat menerapkan gaya kepemimpinan tepat.
Read More
S-10766
Depok : FKM-UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive