Ditemukan 14 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Nurmalasari; Pembimbing: Ririn Arminsih; Penguji: I Made Djaja, Yulia Fitria Ningrum
Abstrak:
Warteg merupakan salah satu tempat pengolahan makanan yang dekat dengan masyarakat. Salah satu warteg saat ini bergerak dengan sistem franchise dan telah tersebar kurang lebih 240 warung di Jabodetabek. Dalam memproduksi makanan harus dilakukan dengan baik dan didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai dan sesuai peraturan yang berlaku. Pengolahan makanan yang tidak baik dapat menimbulkan kontaminasi makanan yang dapat menyebabkan terjadinya food borne disease. Penelitian ini bersifat deskriptif yaitu bertujuan untuk mengidentifikasi syarat fisik higiene sanitasi makanan, penerapan prinsip higiene sanitasi dan sistem Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) dan kualitas bakteriologis pada makanan, tangan penjamah, peralatan dan air pada salah satu franchise warteg yang berada di Depok. Hasil dari penelitian ini yaitu, franchise warteg di Depok telah memenuhi syarat fisik higiene sanitasi pada bangunan dan peralatan serta sudah menerapkan prinsip higiene sanitasi, tetapi belum memenuhi syarat untuk fasilitas sanitasi. Pada proses pengolahan ditemukannya titik kendali kritis yang harus dilakukan pengendalian, serta kualitas bakteriologis yang diperoleh masih ditemukannya bakteri Coliform pada makanan, talenan, pisau, tangan penjamah, air minum dan air bersih.
Read More
S-10080
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Mayumi Nitami; Pembimbing: Ririn Arminsih; Penguji: Laila Fitria, Didik Supriyono
S-8132
Depok : FKMUI, 2014
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Diah Ayu Puspitarini; Pembimbing: Ririn Arminsih Wulandari; Penguji: Budi Hartono, Yulia Fitria Ningrum
Abstrak:
Penyediaan makanan terpusat yang tidak sesuai dengan prinsip higiene dan sanitasi dan sistem HACCP berpotensi menyebabkan foodborne disease. Kejadian foodborne disease dapat menyebabkan penyakit, kematian dan kerugian ekonomi. Sepanjang tahun 2018 hingga 2019, foodborne disease masih kerap terjadi di lingkungan pesantren. Dapur umum yang dimiliki oleh Pesantren X adalah pengelola makanan terpusat yang praktiknya belum ada regulasinya sehingga jauh dari pengawasan badan yang memiliki wewenang dalam regulasi dan pengawasan makanan di Indonesia seperti Dinas Kesehatan dan BPOM. Penelitian ini bersifat deskriptif bertujuan untuk mengidentifikasi pemenuhan persyaratan fisik higiene sanitasi, penerapan prinsip higiene sanitasi pada tahapan pengelolaan makanan, penerapan sistem Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP), dan kualitas bakteriologis pada makanan, tangan penjamah, dan peralatan pada kegiatan pengelolaan makanan di Psantren X Depok. Pemeriksaan higiene sanitasi mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 1096 Tahun 2011 tentang Higiene Sanitasi Jasaboga, dimana penliaian pesantren menggunakan persyaratan untuk jasaboga tipe A1 karena kemiripan karakteristik. Hasil dari penelitian ini yaitu menunjukkan bahwa kegiata pengelolaan makanan di Pesantren X telah memenuhi persyaratan teknis higiene sanitasi untuk jasaboga tipe A1, penerapan prinsip higiene sanitasi sudah baik pada kegiatan pemilihan bahan makanan, penyimpanan bahan makanan, pengolahan makanan, dan pengangkutan bahan makanan, namun praktik penerapan prinsip higiene sanitasi pada tahap penyimpanan makanan jadi dan penyajian makanan masih kurang baik. Perilaku selama mengolah makanan dan tingkat pengetahuan penjamah makanan masih kurang baik. Kegiatan pengolahan makanan terpusat yang dilakukan di Pesantren X masih belum sesuai dengan sistem HACCP. Kualitas bakteriologis makanan jadi pada pengolahan makanan terpusat yang di Pesantren X telah sesuai peraturan acuan yang mensyaratkan kandungan bakteri E. coli sebanyak 0 koloni/ gram makanan. Kata kunci: higiene sanitasi makanan, HACCP, pesantren
Read More
S-10013
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Bukroanah Amir Makkau; Pembimbing: I Made Djaja, Budi Hartono; Penguji: Dian Ayubi, Beben Saiful Bahri, Rahpirn Yuswani
Abstrak:
Makanan merupakan kebutuhan pokok namun dapat menyebabkan penyakit parah bahkan kematian dan sangat berisiko bagi anak-anak yang banyak menghabiskan waktu di sekolah. Sehingga mempersiapkan dan menjual makanan yang aman, penting di lakukan di kantin sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan higiene sanitasi dengan kontaminasi bakteri Escherichia coli pada makanan kantin sekolah. Penelitian ini dilakukan dengan desain studi cross sectional pada 73 tempat penjualan makanan di kantin sekolah di Jakarta Timur pada bulan Maret-Juli Tahun 2019. Uji stastisik yang digunakan adalah chi square. Kontaminasi positif bakteri Escherichia coli pada makanan sebesar 30 (41,1%). Terdapat hubungan yang bermakna antara kontaminasi bakteri Escherichia coli dengan jenis makanan dengan nilai p = 0,045 dan OR = 2,642. Disarankan untuk melakukan program Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) pada proses pembuatan makanan untuk mengetahui titik kontaminasi, penyuluhan atau pelatihan higiene sanitasi, serta melengkapi fasilitas sanitasi
Read More
T-5562
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Talitha Aliamuliati; Pembimbing: Ririn Arminsih; Penguji: Umar Fahmi Achmadi, Yulia Fitria Ningrum
Abstrak:
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran penerpan higiene sanitasi makanan dan Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) di kantin asrama mahasiswa Universitas X tahun 2019. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dengan kuesioner dan pemeriksaan laboratorium dengan parameter Salmonella. Unit analisis dalam penelitian ini adalah sentra makanan/minuman yang terdiri dari penjamah makanan, makanan atau minuman, dan alat makan/minum yang menjadi sampel penelitian. Hasil penelitian tidak menemukan keberadaan bakterologis Salmonella pada seluruh sampel penelitian. Pengetahuan penjamah mengenai higiene sanitasi makanan sudah cukup baik, namun perlu meningkatkan penerapannya. Hasil observasi sanitasi lingkungan mengacu checklist dari Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 942 tahun 2003 dan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1096 tahun 2011, beberapa sudah memenuhi persyaratan dan beberapa belum, seperti misalnya penyediaan air bersih yang aman belum terpenuhi karena berdasarkan pemeriksaan laboratorium, air terkontaminasi Salmonella. Penerapan HACCP belum dilakukan oleh kantin asrama, hal tersebut berkaitan dengan masih minimnya pengetahuan dan sosialisasi baik kepada pengelola asrama maupun penjamah makanan. Secara keseluruhan perlu perbaikan sanitasi lingkungan, peningkatan penerapan higiene perorangan dan higiene sanitasi makanan, serta penerapan HACCP di kantin asrama mahasiswa Universitas X. Kata kunci: Higiene sanitasi makanan, Salmonella, kantin asrama, HACCP
Read More
S-10042
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Sinta Ainun Rahma; Pembimbing: Budi Hartono; Penguji: Ema Hermawati, Beben Saiful Bahri
Abstrak:
Makanan jajanan merupakan salah satu makanan yang sering dikonsumsi oleh masyarakat. Akan tetapi, makanan jajanan sangat rentan terjadi kontaminasi salah satunya bakteri. Makanan yang terkontaminasi bakteri khususnya Escherichia coli dapat menyebabkan masalah kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan higiene sanitasi makanan dengan kontaminasi bakteri Escherichia coli pada makanan jajanan di kawasan street food Koja, Jakarta Utara. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan desain studi cross sectional dengan sampel yang digunakan sebesar 35 penjamah makanan yang berjualan di sekitar Jalan Semangka dan Jalan Labu, Lagoa, Koja, Jakarta Utara. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan uji laboratorium yang dilaksanakan pada bulan Mei hingga Juni 2022. Hasil pemeriksaan laboratorium dengan menggunakan metode TPC (Total Plate Count), menunjukkan sebanyak 10 makanan jajanan positif terkontaminasi Escherichia coli. Berdasarkan hasil uji Chisquare didapatkan hasil terdapat hubungan yang signifikan antara sanitasi peralatan (p=0,027) dan penyajian makanan (p=0,008) dengan kontaminasi Escherichia coli pada makanan jajanan di Kawasan Street food Koja, Jakarta Utara. Oleh karena itu, penjamah makanan perlu memperhatikan sanitasi peralatan dan penyajian makanan dengan cara memperhatikan kebersihan air yang digunakan untuk mencuci peralatan dan kebersihan kain lap yang digunakan untuk berjualan supaya dapat mengurangi kemungkinan kontaminasi.
Snack food is one of the foods that are often consumed by the community. However, street food is very susceptible to contamination, one of which is bacteria. Food contaminated with bacteria, especially Escherichia coli, can cause health problems. This study aims to determine the relationship between food sanitation hygiene and Escherichia coli bacterial contamination in street food in the street food area of Koja, North Jakarta. This research was conducted using a cross sectional study design with a sample of 35 food handlers selling around Jalan Semangka and Jalan Labu, Lagoa, Koja, North Jakarta. Data collection was carried out using questionnaires and laboratory tests carried out in May until June 2022. The results of laboratory tests using the TPC (Total Plate Count) method showed that as many as 10 snacks were positively contaminated with Escherichia coli. Based on the results of the Chisquare test, it was found that there was a significant relationship between equipment sanitation (p = 0.027) and food presentation (p = 0.008) with Escherichia coli contamination in street food in the Street food area of Koja, North Jakarta. Therefore, food handlers need to pay attention to the sanitation of equipment and food presentation by paying attention to the cleanliness of the water used for washing equipment and the cleanliness of the cloth used for selling in order to reduce the possibility of contamination.
Read More
Snack food is one of the foods that are often consumed by the community. However, street food is very susceptible to contamination, one of which is bacteria. Food contaminated with bacteria, especially Escherichia coli, can cause health problems. This study aims to determine the relationship between food sanitation hygiene and Escherichia coli bacterial contamination in street food in the street food area of Koja, North Jakarta. This research was conducted using a cross sectional study design with a sample of 35 food handlers selling around Jalan Semangka and Jalan Labu, Lagoa, Koja, North Jakarta. Data collection was carried out using questionnaires and laboratory tests carried out in May until June 2022. The results of laboratory tests using the TPC (Total Plate Count) method showed that as many as 10 snacks were positively contaminated with Escherichia coli. Based on the results of the Chisquare test, it was found that there was a significant relationship between equipment sanitation (p = 0.027) and food presentation (p = 0.008) with Escherichia coli contamination in street food in the Street food area of Koja, North Jakarta. Therefore, food handlers need to pay attention to the sanitation of equipment and food presentation by paying attention to the cleanliness of the water used for washing equipment and the cleanliness of the cloth used for selling in order to reduce the possibility of contamination.
S-10968
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Zuraida; Pembimbing: Besral; Penguji: Budi Hartono, Yulia Oktavia
Abstrak:
Bakteri E.coli dapat berada dalam saluran usus halus manusia, digunakansebagai organisme indeks kontaminasi fecal, sebagai indikator kesehatankontaminasi dari sumber pencemaran makanan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungandengan adanya bakteri E.coli pada makanan, menggunakan desain cross-sectional, sampel sebanyak 36 sampel warung makan wilayah Margonda Rayadan Kartini Depok Jawa Barat, teknik sampling yang digunakan adalah totalsampling, penentuan Adanya bakteri dengan metode TPC (Total Plate Count)serta variabel independen dengan wawancara dan ceklist.Hasil penelitian faktor yang berhubungan adalah Pengetahuan, TindakanPengolahan, Fasilitas, Kondisi warung makan, dan pendidikan. Setiappeningkatan skor pengetahuan pengolahan sebesar 10 unit akan menurunkanresiko kontaminasi E.coli sebesar 1,5. Setiap peningkatan skor tindakanpengolahan sebesar 10 unit akan menurunkan resiko kontaminasi E.coli sebesar1,506. Setiap peningkatan skor fasilitas sanitasi warung makan sebesar 10 unitakan menurunkan resiko terjadinya kontaminasi E.coli sebesar 1,3. Setiappeningkatan skor kondisi warung makan sanitasi makanan penjamah sebesar 10unit akan menurunkan resiko kontaminasi E.coli sebesar 1,3. Pendidikan SMAsederajat dan lebih tinggi akan menurunkan resiko terjadinya kontaminasi E.colisebesar 5,0 kali dibandingkan dengan pendidikan kurang dari SMP sederajat.Kata Kunci : E.Coli, higiene sanitasi makanan, warung makan.
Read More
T-4559
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Lavi Indriani; Pembimbing: Dewi Susanna; Penguji: Didi Supriyono, Budi Hartono
Abstrak:
Penelitian ini menggunakan data primer dan desain studi "Cross-Sectional" dengan teknik sampling "total Sampling (Seluruh Pekerja)" Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dan lembar tilik untuk mendapatkan gambaran 39 orang penjamah terkait karakteristik, pengetahuan, sikap, pelatihan dan kelaikan fisik fasilitas higiene sanitasi makanan. dengan tujuan mengetahui faktor dominan perilaku higiene sanitasi penjamah makanan dan gambaran kelaikan fisik higiene sanitasi makanan di Instalasi Gizi RS X tahun 2018. Hasil dari Penelitian tersebut Secara bivariat, variabel yang berhubungan dengan perilaku higiene sanitasi penjamah makanan adalah Sikap (p= 0,042; OR 5,029) dan Pelatihan (p= 0,003; OR 13,5). Sedangkan variabel yang tidak memiliki hubungan dengan perilaku penjamah adalah Karakteristik responden (pendidikan, usia, lama kerja) (p=1,00; OR pendidikan = 1,17; OR usia dan lama kerja = 0,84) dan pengetahuan (p= 0,565; OR = 1,929). Penilaian ketersediaan laik fisik higiene sanitasi makanan di RS X yang mengacu pada Permenkes RI No. 1906/2011, didapatkan hasil secara keseluruhan Instalasi Gizi RS X belum memenuhi laik fisik higiene dengan nilai 55 (dari 69) (79,1%). Saran : Perlu diadakan uji bakteri pada sampel makanan, usap alat dan tangan penjamah makanan.
This study used primary data and cross sectional study design with total sampling technique. The instruments used were questionnaires and checklists to get an overview of 39 handlers on characteristics, knowledge, attitudes, training and feasibility of food hygiene sanitation facilities. Data analysis used were univariate analysis, bivariate using chi square and multivariate with predictive method, the objective of this study is To know the dominant factor of food handler hygiene behaviour and physical overview of food hygiene facilities in Hospital Unit Nutrition Installation X, the year of 2018, and the result of this study is Variables related to hygiene behavior of food handler were attitude (p = 0,042; OR 5,029) and Training (p = 0,003; OR 13,5). Meanwhile, variables that have no relation with handler behavior are Characteristics (age, education, length of work) of respondents (p = 1.00, OR education = 1.17; OR age and length of work = 0.84) and knowledge (p = 0,565; OR = 1.929). Assessment of physical feasibility of food hygiene facilites, which refers to Permenkes RI No. 1906/2011, overall the result is Hospital Unit Nutrition Installation X has not reach the physical worth of hygiene with value 55 (max 69) (79,1%). Suggestion: It is necessary to test the bacteria on food samples, swabs and hands of food handler.
Read More
This study used primary data and cross sectional study design with total sampling technique. The instruments used were questionnaires and checklists to get an overview of 39 handlers on characteristics, knowledge, attitudes, training and feasibility of food hygiene sanitation facilities. Data analysis used were univariate analysis, bivariate using chi square and multivariate with predictive method, the objective of this study is To know the dominant factor of food handler hygiene behaviour and physical overview of food hygiene facilities in Hospital Unit Nutrition Installation X, the year of 2018, and the result of this study is Variables related to hygiene behavior of food handler were attitude (p = 0,042; OR 5,029) and Training (p = 0,003; OR 13,5). Meanwhile, variables that have no relation with handler behavior are Characteristics (age, education, length of work) of respondents (p = 1.00, OR education = 1.17; OR age and length of work = 0.84) and knowledge (p = 0,565; OR = 1.929). Assessment of physical feasibility of food hygiene facilites, which refers to Permenkes RI No. 1906/2011, overall the result is Hospital Unit Nutrition Installation X has not reach the physical worth of hygiene with value 55 (max 69) (79,1%). Suggestion: It is necessary to test the bacteria on food samples, swabs and hands of food handler.
S-9630
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Widya Purnama Sari; Pembimbing: Suyud W. Utomo; Penguji: Ririn Arminsih Wulandari, Didik Supriyono
Abstrak:
Data Program Diare 5 tahun terakhir, angka kejadian diare di Kabupaten Bogor masuk dalam kategori tinggi yang dapat menyebabkan KLB. Kejadian KLB di tahun 2009 Kecamatan Cisarua masuk ke dalam 4 wilayah yang terkena KLB dengan jumlah kasus sebanyak 206 kasus. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Cisarua yang berada di wilayah Kabupaten Bogor, menggunakan desain penelitian cross sectional. Responden yang diwawancarai, observasi dan pengambilan sampel air bersih sebanyak 80 responden. Hasil uji statistik diketahui bahwa dari delapan variabel yang diteliti terdapat dua variabel yang menunjukkan hubungan yang bermakna dengan kejadian diare yaitu higiene sanitasi makanan (nilai p=0,030) dengan Odds Ratio 0,274 pada 95% interval kepercayaan 0,086-0,874. Diikuti dengan kualitas bakteriologis air bersih (nilai p=0,008) dengan Odds Ratio 0,086 pada 95% interval kepercayaan 0,010-0,728.
Diarrhoea program 5 years latest, diarrhoea incident in Bogor county goes into high category which can cause outbreaks. Outbreaks that happened at 2009 in sub-district Cisarua comes to 4 district affected by the outbreaks with 206 cases. This research was held in Puskesmas Cisarua which to be in Bogor couty and use cross sectional study. 80 respondent was interviewed and withdrawal water removal. The statistical result from the eight variable known that there are two variables studied variables showed a significant association with the incidence of diarrhoea is food sanitation hygiene (p = 0.030) with odds ratio 0.274 at 95% confidence interval 0.086 to 0.874. Followed by bacteriological quality of water (p = 0.008) odds ratio 0.086 at 95% confidence interval 0,010-0,728
Read More
Diarrhoea program 5 years latest, diarrhoea incident in Bogor county goes into high category which can cause outbreaks. Outbreaks that happened at 2009 in sub-district Cisarua comes to 4 district affected by the outbreaks with 206 cases. This research was held in Puskesmas Cisarua which to be in Bogor couty and use cross sectional study. 80 respondent was interviewed and withdrawal water removal.
S-7695
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Sofia Rizki Aulia; Pembimbing: Laila Fitria; Penguji: Bambang Wispriyono, Adi Rusmiati
S-10279
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
