Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 13 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
edited by Sarah Sharples, Steven T. Shorrock
620.82 SHA c (RS)
New York : CRC Press, 2014
Reserved (pinjaman 1 hari)   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Omar Mukhtar; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Fatma Lestari, Mufti Wirawan, Widura Imam Mustopo
Abstrak: Tesis ini membahas tentang analisis penyebab kecelakaan kerja yang terjadi pada kegiatan industri migas. Menggunakan kajian in-depth analysis melalui metoda deskriptif analitik, penelitian dilakukan dengan melakukan analisis kualitatif data laporan investigasi pada seluruh kategori kecelakaan yang bersifat cedera serius yang berdampak hilangnya hari kerja Analisis penyebab kecelakaan kerja dalam penelitian menggunakan metoda Human Factor Analysis and Clasification System (HFACS).
Berdasarkan analisis HFACS, lapisan supervisory factor memberikan kontribusi terbesar dari penyebab kecelakaan kerja dengan proporsi 42%. Hasil analisis juga menunjukkan keterkaitan hubungan antar faktor-faktor penyebab yang datang dari masing-masing lapisan utama HFACS yang menunjukkan adanya interkasi antara active failure dan latent condition hingga terjadinya kejadian yang tidak diinginkan (adverse events). Operasi yang tidak terencana dengan baik, kepemimpinan/pengawasan yang tidak memadai, dan pengaruh proses operasi organisasi yang tidak memadai menjadi suatu kondisi laten yang terbaring dalam organisasi hingga terpicu oleh adanya active failure yang datang dari skill-based errors dan decision errors dari pekerja.

This study discusses the analysis the causes of occupational incidents that occur in the oil and gas industry activities. Using in-depth analysis studies through descriptive analytic methods, the research was conducted by conducting qualitative analysis of investigative report data on all categories of serious incidents resulting loss of working days (Days Away From Work) and incidents which had fatality impacts within PT O operation area during period of 2012 - 2019. Analysis the causes of occupational incidents during the research were using the Human Factor Analysis and Classification System (HFACS) method.
Based on the HFACS analysis, the supervisory factor layer provided the largest contribution from the causes of occupational incidents with a proportion of 42%. The analysis also shows the relationship between the causal factors that come from each of the main layers of HFACS which shows the interaction between active failure and latent conditions to the occurrence of adverse events. Unplanned operations, inadequate leadership / supervision, and the influence of the inadequate organization's operational processes become a latent condition that lies dormant in the organization until triggered by active failure that comes from skill-based errors and decision errors from workers.
Read More
T-5904
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ovvyasa Wayka Putri; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Ridwan Zahdi Sjaaf, Hernandas Chatib, Irma Lestari
Abstrak: Tesis ini mengkaji kecelakaan kerja di PT XYZ tahun 2015 dengan menggunakanframework Human Factors And Classification System (HFACS). Penelitian iniadalah penelitian semi kuantitatif dengan desain studi deskriptif analitik. Hasildari penelitian ini adalah lapisan dari HFACS yang paling banyak kelemahannyaadalah unsafe act sebanyak 11 dari total 11 kecelakaan yang diteliti denganelemen decision error menjadi faktor yang paling lemah, lalu disusul denganprecondition of unsafe act sebanyak 10 dengan elemen conditions of operatormenjadi faktor yang paling banyak berkontribusi terhadap kecelakaan, lalu disusuldengan unsafe supervision sebanyak 7 dengan elemen inadequate leadershipmenjadi faktor yang paling banyak berkontribusi terhadap kecelakaan, dan yangterakhir organizational influences sebanyak 5 dengan elemen organizationalclimate dan resource management menjadi faktor yang paling banyakberkontribusi terhadap kecelakaan. Hasil analisis penelitian menyarankantindakan perbaikan di tiap tingkatan HFACS baik pada perbaikan kegagalan aktifmaupun laten dengan penekanan pada perbaikan di lapisan unsafe act.
Kata kunci:Kecelakaan, analisis kecelakaan, Human Factors And Classification System, HFACS, Comprehensive List Of Causes, CLC
This thesis assess the accident in PT XYZ 2015 by using Human Factors AndClassification System (HFACS) framework. This research is a semi-quantitativewith design study analytical descriptive. Results from this study are a layer ofHFACS most weakness is unsafe act at 11 from total 11 accidents with theelements of decision error becomes a factor of the number one weakness, thenfollowed with a precondition of unsafe act at 10 with the elements of conditions ofservice to be the factors that most contribute to accidents, followed by unsafesupervision at 7 with inadequate leadership element is the factor that mostcontributed to the accident, and the latter as much as 5 of organizationalinfluences with elements of organizational climate and resource management isthe factor that most contributed to the accident. The analysis of research suggestscorrective actions at each level of HFACS, not only for active failures but alsolatent failures with reinforcing corrective action at the unsafe act layer.
Key words:Accident, accident analysis, Human Factors And Classification System, HFACS,Comprehensive List Of Causes, CLC
Read More
T-4701
Depok : FKM UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Adisty Safira Salma Damayanti; Pembimbing : Dadan Erwandi; Penguji: Laksita Ri Hastiti, Zuly Prima Rizky
Abstrak:
Penelitian ini mengkaji kecelakaan kerja di industri pertambangan yang tergolong dalam kategori cedera, menggunakan metode Human Factors Analysis and Classification System in Mining Industry (HFACS-MI). Industri pertambangan dikenal sebagai sektor dengan risiko tinggi, di mana insiden besar seperti cedera kerja serius dan kematian sering kali terjadi meskipun telah dilakukan investigasi dan tindakan pencegahan.Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab utama kecelakaan berdasarkan pendekatan sistem HFACS-MI yang mengklasifikasikan kesalahan manusia dan kelemahan sistemik dalam organisasi tambang. Berdasarkan data kecelakaan kasus cedera Tahun 2024, analisis dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif terhadap berbagai faktor, dari tingkat operator hingga organisasi.Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kecelakaan paling banyak dipicu oleh unsafe acts, terutama skill-based errors, yang menunjukkan kelemahan pada kompetensi atau keterampilan dasar pekerja. Selain itu, faktor latent failures seperti lemahnya supervisi dan ketidakefisienan sistem organisasi juga berperan penting.


This research examines work-related accidents in the mining industry categorized as injury cases, using the Human Factors Analysis and Classification System in Mining Industry (HFACS-MI). The mining industry is known as a high-risk sector, where serious incidents such as major injuries and fatalities frequently occur despite investigations and preventive measures. The study aims to identify the main causal factors of workplace accidents based on the HFACS-MI framework, which classifies human errors and systemic weaknesses within mining organizations. Using data from injury-related accident cases in 2024, both qualitative and quantitative analyses were conducted to assess contributing factors from the operator level up to the organizational level.The findings reveal that the majority of accidents were triggered by unsafe acts, particularly skill-based errors, indicating deficiencies in workers' basic competencies. Additionally, latent failures, such as inadequate supervision and organizational inefficiencies, were also found to play a significant role.
Read More
S-12014
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Adisty Safira Salma Damayanti; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Laksita Ri Hastiti, Zuly Prima Rizky
Abstrak:

Penelitian ini mengkaji kecelakaan kerja di industri pertambangan yang tergolong dalam kategori cedera, menggunakan metode Human Factors Analysis and Classification System in Mining Industry (HFACS-MI). Industri pertambangan dikenal sebagai sektor dengan risiko tinggi, di mana insiden besar seperti cedera kerja serius dan kematian sering kali terjadi meskipun telah dilakukan investigasi dan tindakan pencegahan.
Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab utama kecelakaan berdasarkan pendekatan sistem HFACS-MI yang mengklasifikasikan kesalahan manusia dan kelemahan sistemik dalam organisasi tambang. Berdasarkan data kecelakaan kasus cedera Tahun 2024, analisis dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif terhadap berbagai faktor, dari tingkat operator hingga organisasi.
Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kecelakaan paling banyak dipicu oleh unsafe acts, terutama skill-based errors, yang menunjukkan kelemahan pada kompetensi atau keterampilan dasar pekerja. Selain itu, faktor latent failures seperti lemahnya supervisi dan ketidakefisienan sistem organisasi juga berperan penting.


This research examines work-related accidents in the mining industry categorized as injury cases, using the Human Factors Analysis and Classification System in Mining Industry (HFACS-MI). The mining industry is known as a high-risk sector, where serious incidents such as major injuries and fatalities frequently occur despite investigations and preventive measures. The study aims to identify the main causal factors of workplace accidents based on the HFACS-MI framework, which classifies human errors and systemic weaknesses within mining organizations. Using data from injury-related accident cases in 2024, both qualitative and quantitative analyses were conducted to assess contributing factors from the operator level up to the organizational level. The findings reveal that the majority of accidents were triggered by unsafe acts, particularly skill-based errors, indicating deficiencies in workers' basic competencies. Additionally, latent failures, such as inadequate supervision and organizational inefficiencies, were also found to play a significant role.

Read More
S-12084
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ni Putu Indriati Peramarani; Pembimbing: Mufti Wirawan; Penguji: Abdul Kadir, Hanif Safar
Abstrak:
Human factors masih menjadi kontributor dominan terhadap kecelakaan di sektor penerbangan. Laporan IATA (2024), termasuk situational awareness. Mental workload (MWL) diketahui sebagai salah satu faktor yang memengaruhi situational awareness (SA). Petugas Airside Operation berperan penting dalam menjaga keselamatan dan kelancaran operasional bandara, tetapi kajian mengenai MWL dan SA pada unit ini masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat MWL dan SA, serta hubungan antara kedua variabel tersebut pada petugas Airside Operation. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed method dengan desain cross-sectional pada komponen kuantitatif dan thematic analysis pada komponen kualitatif. Subjek penelitian terdiri atas 56 responden dan 8 informan petugas Airside Operation di Bandara X pada bulan September-Desember 2025. Data kuantitatif dikumpulkan menggunakan kuesioner NASA-TLX dan SART, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara semi terstruktur. Analisis data kuantitatif dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson, sementara data kualitatif dianalisis menggunakan thematic analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki MWL kategori tinggi (53,6%) dan SA kategori sedang (71,4%). Analisis korelasi menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara MWL dan SA (r = −0,370; p = 0,005). Hasil thematic analysis mengidentifikasi 9 tema utama yang menggambarkan fenomena MWL dan SA pada petugas Airside Operation. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan MWL dan SA sebagai bagian dari upaya peningkatan keselamatan operasional bandara.

Human factors remain a dominant contributor to accidents in the aviation sector. The IATA report (2024) highlights human factors, including situational awareness. Mental workload (MWL) is recognized as one of the factors influencing situational awareness (SA). Airside Operation personnel play a crucial role in maintaining airport safety and operational efficiency; however, studies on MWL and SA within this unit remain limited. This study aims to analyze the levels of MWL and SA and examine the relationship between these two variables among Airside Operation personnel. This study employed a mixed-method approach, consisting of a cross-sectional design for the quantitative component and thematic analysis for the qualitative component. The study participants included 56 respondents and 8 informants from the Airside Operation unit at Airport X, collected between November and December 2025. Quantitative data were obtained using the NASA Task Load Index (NASA-TLX) and the Situation Awareness Rating Technique (SART), while qualitative data were collected through semi-structured interviews. Quantitative data were analyzed using Pearson’s correlation test, and qualitative data were analyzed using thematic analysis. The results indicated that the majority of respondents experienced high MWL (53.6%) and moderate SA (71.4%). Correlation analysis revealed a significant negative relationship between MWL and SA (r = −0.370; p = 0.005). The thematic analysis identified nine main themes describing the phenomena of MWL and SA among Airside Operation personnel. These findings highlight the importance of managing mental workload and situational awareness as part of efforts to enhance airport operational safety.
Read More
S-12202
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Shabira Salma Zain; Pembimbing: Mufti Wirawan; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Asep Zaenal Muttaqien
Abstrak:
Kebakaran merupakan salah satu jenis kecelakaan kerja yang umum terjadi di sektor manufaktur, termasuk industri semen. PT X merupakan salah satu pabrik semen yang melaporkan 21 kasus kebakaran dari tahun 2020 hingga 2024, yang mengindikasikan tren kebakaran berulang setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren kebakaran di PT X dari perspektif faktor manusia (human factors), melalui pendekatan Human Factors Analysis and Classification System (HFACS). Dengan penggunaan metode kualitatif berbasis desain deskriptif analitik, penelitian ini mengandalkan data sekunder dari laporan investigasi insiden perusahaan dan wawancara dengan pihak terkait. Analisis data dilakukan untuk menjelaskan karakteristik dan faktor penyebab yang mendasari tren kebakaran berdasarkan kerangka HFACS. Hasil penelitian menemukan bahwa kondisi laten lebih mempengaruhi tren kebakaran secara signifikan dibandingkan kegagalan aktif. Faktor penyebab utama yang teridentifikasi dari kondisi laten meliputi resource management, inadequate supervision dan crew resource management, sedangkan decision errors merupakan faktor penyebab dominan yang teridentifikasi dari kegagalan aktif.


Fire incidents are a prevalent type of work-related accident in the manufacturing sector, including the cement industry. PT X is one of the cement factories that reported 21 fire cases from 2020 to 2024, indicating a concerning trend of recurring incidents yearly. This study aims to analyze the fire trend at PT X through the lens of human factors, utilizing the Human Factors Analysis and Classification System (HFACS) approach. Employing a qualitative method with a descriptive-analytical design, the research relies on secondary data from the company's incident investigation reports and interviews with relevant stakeholders. This study performed data analysis to elucidate the characteristics and causal factors underlying the trend in fire incidents, utilizing the Human Factors Analysis and Classification System (HFACS) framework. The findings reveal that latent conditions significantly impact the fire trend more than active failures. Key causal factors identified in latent conditions include resource management, inadequate supervision, and crew resource management, while decision errors are the dominant causal factors identified in active failures.
Read More
S-12128
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Angela Olivia Sitompul; Pembimbing: Haryoto Kusnoputranto; Penguji: Budi Hartono, Wakhyono Budianto
Abstrak:
Transportasi merupakan sarana yang dipergunakan untuk melakukan perpindahan manusia maupun barang. Transportasi darat menjadi transportasi yang paling banyak digunakan oleh manusia dalam kehidupan sehari-hari. Selain memberikan keuntungan bagi kehidupan, disisi lain transportasi juga dapat menimbulkan dampak negatif bagi penggunanya, bilamana terjadi kecelakaan lalu lintas yang dapat menimbulkan konsekuensi serius pada kesehatan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara faktor-faktor risiko kecelakaan (faktor manusia, kendaraan, dan lingkungan) dengan kejadian kecelakaan lalu lintas di Kota Administrasi Jakarta Timur pada tahun 2023. Desain penelitian yang digunakan adalah desain studi cross-sectional dengan metode kuantitatif dan pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Hasil dari penelitian ini adalah pengemudi yang terlibat kejadian kecelakaan lalu lintas mayoritas mengalami cedera/luka dan gambaran distribusinya didominasi oleh kelompok usia ≤ 35 tahun, berjenis kelamin laki-laki, berpendidikan tinggi, memiliki pekerjaan, mengalami kecelakaan akibat perilaku lengah dan kondisi jalan berlubang. Terdapat hubungan yang signifikan antara kejadian kecelakaan lalu lintas dengan faktor manusia, yaitu pendidikan dan kecepatan tinggi. Dimana pengemudi dengan pendidikan tinggi lebih berisiko 62,7 kali untuk mengalami kecelakaan lalu lintas dibandingkan dengan yang berpendidikan rendah dan pengemudi yang berkendara dengan kecepatan tinggi lebih berisiko 0,04 kali mengalami kecelakaan lalu lintas dibandingkan dengan yang berkendara dalam kecepatan rendah. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kejadian kecelakaan lalu lintas dengan faktor kendaraan dan faktor lingkungan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah faktor manusia memiliki peran penting dalam terjadinya kecelakaan.

Transportation is a tool used to carry out the movement of people and goods. Land transportation is the most widely used transportation by humans in everyday life. In addition to providing benefits for life, on the other hand transportation can also have a negative impact on its users, if a traffic accident occurs which then has serious consequences for public health. The purpose of this study was to analyze the relationship between accident risk factors (human, vehicle, and environmental factors) and traffic accidents in the Administrative City of East Jakarta in 2023. The research design used was a cross-sectional with quantitative methods and simple random sampling technique. The results of this study are that the majority of drivers involved in traffic accidents experience injuries and the distribution is dominated by the age group ≤ 35 years, male, highly educated, has a job, has accidents due to negligent behavior and potholes potholes on the road. There is a significant relationship between traffic accidents and human factors, namely education and high speed. Where drivers with higher education are 62.7 times more at risk of experiencing traffic accidents than those with low education and drivers who drive at high speeds are 0.04 times more at risk of experiencing traffic accidents than those who drive at low speeds. There is no significant relationship between traffic accidents and vehicle and environmental factors. The conclusion of this study is that the human factor has an important role in the occurrence of accidents.
Read More
S-11393
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bernap Boy Nover Kaiya; Pembimbing: Izhar M. Fihir; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Adenan
S-7948
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Cahyanti Rahmasari Mahaputri; Pembimbing: Mufti Wirawan; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Perdana Gutomo Putra
Abstrak:
Kecelakaan kerja yang mengakibatkan hilangnya hari kerja atau Lost Time Injury (LTI) merupakan tantangan serius dalam menjaga keselamatan kerja dan efisiensi operasional perusahaan, khususnya di sektor logistik yang memiliki tingkat risiko tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab kecelakaan kerja kategori LTI di Grup Perusahaan X tahun 2024 dari sudut pandang faktor manusia menggunakan pendekatan Human Factors Analysis and Classification System (HFACS) yang berdasar teori Swiss Cheese Model. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan kualitatif melalui telaah laporan investigasi kecelakaan dan wawancara kepada key person. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lubang terbesar atau faktor dengan jumlah kejadian terbanyak terhadap kasus LTI antara lain, dalam kondisi laten adalah organizational culture, planned inappropriate operations, physical environment dan tools/technology, sedangkan dalam kegagalan aktif adalah skill-based errors. Diperlukan perbaikan sistem kerja dari sisi organisasi maupun individu agar tercipta lingkungan kerja yang lebih aman dan berkelanjutan.


Workplace accidents resulting in Lost Time Injury (LTI) pose a serious challenge in maintaining occupational safety and operational efficiency, particularly in the logistics sector, which is known for its high level of risk. This study aims to analyze the causes of LTI-category workplace accidents in Group Company X in 2024 from the perspective of human factors using the Human Factors Analysis and Classification System (HFACS), which is based on the Swiss Cheese Model theory. A descriptive-analytic method with a qualitative approach was employed through the review of accident investigation reports and interviews with key persons. The findings reveal that the most significant contributing factors to LTI cases include, under latent conditions: organizational culture, planned inappropriate operations, physical environment, and tools/technology; while under active failures, the dominant factor is skill-based errors. Improvements in work systems, both at the organizational and individual levels, are necessary to create a safer and more sustainable work environment.
Read More
S-12088
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive