Ditemukan 5 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Endivia Rizki Maghfiroh; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Adang Bachtiar, Vetty Yulianty Permanasari, Evy Febrina Nurpeni, Ari Dwi Aryani
Abstrak:
Read More
Latar belakang. Jumlah Rujukan FKTP ke RSIA Kenari Graha Medika pasien BPJS Kesehatan masih mendapat proporsi kecil dibandingkan dengan rujukan ke FKRTL lain di wilayahnya. Kunjungan poli rawat jalan RSIA Kenari Graha Medika juga belum mencapai target kunjungan pertahun yaitu sebesar 46.080 kunjungan pasien poli rawat jalan dalam satu tahun. Guna meningkatkan kinerja rawat jalan, RSIA Kenari Graha Medika telah menjalin jejaring kerjasama dengan 84 FKTP di wilayah Kabupaten Bogor, namun belum diketahui ada tidaknya hubungan kepuasan kemitraan dengan WOMI. Metode. Desain penelitian cross sectional dengan jumlah sampel 70 sampel dari popuasi semua FKTP yang menjalin kemitraan dengan RSIA Kenari Graha Medika. Enam variabel yang diteliti adalah 5 variabel framework Lui & Ngo, 2005 (yaitu asset specificity dan partner reputation, actions acquiescence, actions simplicity, dan actions reciprocity) dan 1 variabel Komitmen Pelayanan Rujuk Balik (PRB) kemudian dihubungkan dengan keminatan FKTP dalam memberikan rekomendasi (WOMI (Word of Mouth Intentions)) pada pasien. Analisis data dilakukan dengan analisis univariat (deskriptif) dan multivariat dengan SEM PLS. Hasil. Dari analisais data didapatkan seluruh konstruk dinyatakan valid dan reliabel berdasarkan hasil perhitungan loading factor, AVE dan cornbach alpha. Uji hipotesis menunjukkan 3 variabel diterima yakni Action Acquiescence, Action Reciprocity, serta Action Simplicity, sedangkan 3 variabel lainnya ditolak yaitu, asset specificity, partner reputation, dan Komitmen PRB RS. Kesimpulan. Semakin tinggi dari Action Acquiescence, Action Reciprocity, dan Action Simplicity akan semakin tinggi pula WOMI FKTP yang bermitra dengan RSIA Kenari Graha Medika. Sedangkan tinggi rendahnya asset specificity, partner reputation, Komitmen PRB RS tidak berpengaruh pada WOMI.
Background. The number of First Level Health Facilities’s referrals to RSIA Kenari Graha Medika for BPJS Health patients still receives a small proportion compared to referrals to other First Level Health Facilities in the region. RSIA Kenari Graha Medika outpatient clinic visits have also not reached the annual visit target of 46,080 outpatient clinic patient visits in one year. In order to improve outpatient performance, RSIA Kenari Graha Medika has established a collaborative network with 84 First Level Health Facilities in the Bogor Regency area, but it is not yet known whether there is a relationship of satisfaction with WOMI. Method. Cross sectional research design with a sample size of 70 samples from the population of all First Level Health Facilities that have a partnership with RSIA Kenari Graha Medika. The six variables studied were 5 Lui & Ngo, 2005 framework variables (namely asset specificity and partner reputation, actions acquiescence, actions simplicity, and actions reciprocity) and 1 variable Reciprocity Service Commitment (PRB commitment) which was then linked to First Level Health Facilities’s interest in providing recommendations (WOMI (Word of Mouth Intentions)) in patients. Data analysis was carried out using univariate (descriptive) and multivariate analysis with SEM PLS. Results. From data analysis, it was found that all constructs were declared valid and reliable based on the results of loading factor, AVE and Cornbach alpha calculations. Hypothesis testing showed that 3 variables were accepted, namely Action Acquiescence, Action Reciprocity, and Action Simplicity, while 3 other variables were rejected. Conclusion. The higher the Action Acquiescence, Action Reciprocity, and Action Simplicity, the higher the First Level Health Facilities WOMI in partnership with RSIA Kenari Graha Medika. Meanwhile, high or low asset specificity, partner reputation, RS PRB Commitment have no effect on WOMI.
B-2434
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ria Wijaya; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Popy Yuniar, Wachyu Sulistiadi, Martina Ovinda Suandi, Budi Hartono
Abstrak:
Read More
Seiring dengan semakin meningkat jumlah rumah sakit di Indonesia, persaingan antar rumah sakit tidak dapat dihindarkan. Setiap rumah sakit berusaha menarik hati pasien dan calon pasien dengan memperkenalkan layanan kesehatan dan fasilitas yang ditawarkan. Rumah sakit perlu melakukan pemasaran yang efektif, yaitu dengan memanfaatkan perkembangan teknologi digital. Pemasaran digital melalui media sosial, seperti instagram mampu menjangkau audiens dengan efektif dan efisien. Charitas Hospital Palembang telah memanfaatkan instagram sebagai media digital marketing sejak tahun 2017, namun sampai saat ini belum pernah dilakukan evaluasi terhadap penerimaan pengguna terhadap media ini. Penelitian ini bertujuan untuk menilai penerimaan pengguna media instagram sebagai sarana pemasaran digital Charitas Hospital Palembang dengan pendekatan Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT). Aspek yang dinilai, yaitu performance expectancy, effort expectancy, social influence, facilitating conditions terhadap behavioral intentions pasien Charitas Hospital Palembang dalam menggunakan instagram sebagai media digital marketing. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, dilakukan pada Februari–Maret 2025 pada 125 responden melalui kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan performance expectancy dan facilitating conditions memiliki hubungan signifikan terhadap behavioral intentions pasien Charitas Hospital Palembang dalam menggunakan instagram sebagai media digital marketing. Sedangkan, effort expectancy dan social influence tidak memiliki hubungan signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kemudahan dan pengaruh lingkungan bukan merupakan faktor utama yang mendorong niat pengguna, tetapi cenderung pada manfaat dan kegunaan dari instagram sebagai media pemasaran digital rumah sakit.
With the increasing number of hospitals in Indonesia, competition in the healthcare sector has become inevitable. To attract both current and prospective patients, hospitals are increasingly promoting their healthcare services and facilities through strategic marketing initiatives. In this digital era, effective marketing necessitates the integration of advanced digital technologies. Social media platforms, particularly instagram, offer an efficient and far-reaching medium for digital marketing in healthcare settings. Charitas Hospital Palembang has used instagram as part of its digital marketing strategy since 2017. However, an evaluation of user acceptance toward this platform has not yet been conducted. This study aims to assess the acceptance of instagram as a digital marketing tool by users of Charitas Hospital, applying the Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT) framework. Key constructs analyzed include performance expectancy, effort expectancy, social influence, and facilitating conditions, in relation to the behavioral intentions of patients to engage with the hospital’s instagram platform. This quantitative study utilized a cross-sectional design and was conducted between February and March 2025, involving 125 respondents who completed a structured questionnaire. The results reveal that performance expectancy and facilitating conditions are significantly associated with user’s behavioral intention to utilize instagram for interacting with the hospital’ s digital marketing content. In contrast, effort expectancy and social influence were not found to have a statistically significant effect. These findings suggest that perceived usefulness and facilitating conditions are more critical drivers of user engagement than ease of use or social influence. This shows that ease of use and social influence are not the main factors influencing behavioral intentions. Rather, the focus tends to be on the benefits and utility of instagram as a digital marketing platform for hospitals.
B-2527
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Shinantya Ratnasari; Pembimbing: Diah Mulyawati Utari; Penguji: Trini Sudiarti, Asih Setiarini, Lestari Kusuma Wardhani, Salimar
Abstrak:
Tesis ini mengkaji hubungan intensi ibu terhadap asupan dan status gizianak di dua sekolah dengan status sosial menengah ke atas dan ke bawah.Tujuannya untuk mengetahui gambaran faktor-faktor pembentuk intensi dantingkah laku serta hubungannya dengan asupan dan status gizi anak. Faktor-faktoritu terdiri atas sikap, norma subjektif, perceived behavioral control (PBC).Asupan gizi mencakup asupan energi, protein, frekuensi konsumsi buah dansayur. Status gizi anak diukur menggunakan indikator indeks antropometri TB/Udan BB/U. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain studicros sectional. Responden penelitian terdiri atas 67 orang, mencakup 33 orangdari sekolah X dan 34 orang dari sekolah Y. Data dianalisis menggunakan teknik korelasi Spearman Rank Order dan uji perbedaan menggunakan teknik Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan yang bermaknaantara sikap, norma subyektif, dan intensi ibu dengan asupan dan status gizi, tetapiada korelasi positif antara PBC dan asupan energi anak. Hasil juga menunjukkan bahwa intensi ibu dari Sekolah Y lebih tinggi dari ibu di Sekolah X. Hasilmenunjukkan bahwa ibu yang memiliki intensi memberi makanan sehat lebih tinggi memiliki kecenderungan memberikan makanan sehat yang lebih tinggi dari pada ibu yang memiliki intensi memberi makanan sehat yang lebih rendah.Peneliti menyarankan untuk meningkatkan persepsi kontrol pada para ibu untuk memberi makanan sehat melalui peningkatan self-efficacy, mengembangkan strategi penyediaan bahan mentah, dan meningkatkan keterampilan memasak.Kata kunci:Intensi ibu, asupan gizi, status gizi, theory of planned behavior.
Read More
T-4178
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Hana Zahidah; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Besral, Ujang Lukman
Abstrak:
Read More
Perilaku seksual pranikah adalah aktivitas seksual yang dilakukan sebelum adanya ikatan pernikahan sah yang dapat berupa pegangan tangan, pelukan, ciuman, meraba daerah sensitif tubuh, hingga melakukan hubungan seksual. Data dari Survey Demografi Kesehatan Indonesia pada kelompok usia remaja 15-19 tahun menunjukkan kenaikan dalam persentase melakukan hubungan seksual pertama kali dari tahun 2012 hingga 2017. Tingginya kasus penyimpangan seksual pada remaja membuat hal tersebut menjadi isu strategis yang diangkat Kota Depok dan banyaknya kasus pernikahan dini serta temuan perilaku seks pranikah yang kurang baik pada remaja SMA di Kecamatan Sukmajaya membuat wilayah ini rentan terhadap perilaku seksual pranikah remaja. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui determinan niat pencegahan perilaku seksual pranikah pada siswa-siswi di SMA “X” dan SMA “Y” Kecamatan Sukmajaya Kota Depok tahun 2023 berdasarkan theory of planned behavior. Penelitian ini berupa penelitian kuantitatif dengan studi analitik observasional dan menggunakan rancangan cross sectional. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik probability sampling dan metode simple random sampling untuk menentukan sampel dari populasi kelas XI di SMA “X” dan SMA “Y” tahun ajaran 2022/2023. Sampel di SMA “X” berjumlah 204 responden dan di SMA “Y” berjumlah 34 responden. Analisis data yang digunakan adalah uji chi square untuk mengetahui hubungan antara variabel kategorik. Hasil penelitian menemukan bahwa siswa/i di SMA “X” memiliki niat kuat untuk mencegah perilaku seksual pranikah sebesar 85.5% dan siswa/i di SMA “Y” sebesar 91.2%. Sikap, pengaruh orang tua, dan pengaruh teman sebaya memiliki hubungan dengan niat pencegahan perilaku seksual pranikah di SMA “X”. Artinya, siswa dengan sikap baik, pengaruh orang tua positif, dan pengaruh teman sebaya positif akan memiliki niat kuat untuk mencegah perilaku seksual pranikah. Sedangkan di SMA “Y” pengaruh teman sebaya memiliki hubungan dengan niat pencegahan perilaku seksual pranikah. Artinya, siswa dengan pengaruh teman sebaya positif akan memiliki niat kuat untuk mencegah perilaku seksual pranikah. Oleh karena itu diperlukan kerjasama antara pihak sekolah, Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan, dan puskesmas untuk memperkuat kegiatan tentang kesehatan reproduksi remaja yang melibatkan peran orang tua dan siswa secara aktif dalam mencegah perilaku seksual pranikah.
Premarital sexual behavior is sexual activity carried out without legal marriage bond which can take the form of holding hands, hugging, kissing, touching sensitive areas of the body, to having sexual intercourse. Data from the Indonesian Demographic Health Survey in 15-19 year age group of adolescents shows an increase in the percentage of having sexual intercourse for the first time from 2012 to 2017. The high cases of sexual deviation among adolescents has made this a strategic issue raised by Depok City and the high number of cases of early marriage as well as findings of poor premarital sexual behavior among high school adolescents in Sukmajaya District, making this district vulnerable to adolescent premarital sexual behavior. The purpose of this study was to determine the determinants of intention to prevent premarital sexual behavior in students at SMA "X" and SMA "Y" Sukmajaya District, Depok City in 2023 based on the theory of planned behavior. This research is a quantitative research with observational analytic study and uses a cross sectional design. Sampling in this study was carried out using probability sampling techniques and simple random sampling methods to determine samples from the class XI population at SMA “X” and SMA “Y” for the 2022/2023 school year. The sample in SMA "X" is 204 respondents and in SMA "Y" is 34 respondents. The data analysis used chi square test to determine the relationship between categorical variables. The results of the study found that students in SMA "X" had a strong intention to prevent premarital sexual behavior by 85.5% and students in SMA "Y" by 91.2%. Attitude, parental influence, and peer influence was associated with intention to prevent premarital sexual behavior in SMA "X", meaning that students with good attitudes, positive parental influence, and positive peer influence will have a strong intention to prevent premarital sexual behavior. Whereas in SMA "Y" peer influence was associated with the intention to prevent premarital sexual behavior, meaning that students with positive peer influence will have a strong intention to prevent premarital sexual behavior. Therefore, cooperation between school, High School Development Division of the Education Office, and puskesmas is needed to strengthen activities on adolescent reproductive health which involve the active role of parents and students in preventing premarital sexual behavior.
S-11346
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Amin S Muh; Pembimbing: Tri Krianto; Penguji: Pujiyanto, Andi Sari Bunga Untung, Fitriana Yuliawati Lakolla
Abstrak:
Rokok merupakan faktor resiko utama dari penyakit jantung, kanker, penyakit parukronis, kanker mulut dan tenggorokan. Perilaku merokok bahkan dapat kita jumpaipada kelompok umur yang lebih muda, yakni pelajar sekolah. Penelitian inibertujuan untuk menganalisis pengaruh peringatan kesehatan bergambar padakemasan rokok terhadap intensi berhenti merokok Siswa SMA laki-laki denganmenggunakan studi cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan pada siswaSMA di Makassar yang dihitung berdasarkan rumus uji hipotesis beda proporsiyaitu 96 responden dari SMU, 64 responden dari SMK, 11 responden dari MA.Tingkat efektivitas pengaruh kesehatan bergambar pada kemasan rokok terhadapintensi berhenti merokok Siswa SMA laki-laki diukur dengan menggunakankuesioner. Seluruh gambar memiliki hubungan yang signifikan dengan intensiberhenti merokok responden, yaitu gambar 1 dengan nilai p = 0,001, gambar 2dengan nilai p = 0,001, gambar 3 dengan nilai p = 0,002, gambar 4 dengan nilai p= 0,001 dan gambar 5 dengan nilai p = 0,004. Dari keseluruhan variabel independenyang diduga paling kuat mempengaruhi intensi berhenti merokok pada respondenadalah Gambar 4 dengan p value < 0,05. Dengan nilai OR sebesar 2,7 yang artinyaGambar 4 memberikan peluang 2,7 kali menyebabkan tingginya intensi berhentimerokok siswa.Kata kunci : analisis, peringatan kesehatan bergambar, intensi berhenti merokok,siswa SMA.
Read More
T-4720
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
