Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 34 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Stevan Deby Anbiya Muhammad Sunarno; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan, Baiduri Widanarko, Mila Tejamaya; Penguji: Muhammad Novie Anshari, Priyo Djatmiko
Abstrak: Penelitian dan kajian mengenai sleep deprivation selama ini baru dilihat berdasarkanpernyataan dari responden penelitian, korban maupun saksi mata yang sifatnya sangatsubjektif. Tingginya angka kecelakaan yang muncul akibat dari sleep deprivation dansulitnya mencari data yang objektif mengenai kuantitas dan kualitas tidur yangsebenarnya dialami oleh pekerja, khususnya pekerja shift operator hauling truck masihmenjadi masalah yang besar, khususnya di bidang keilmuan K3. Penelitian ini merupakancross sectional study. Variabel dari penelitian ini adalah kuantitas tidur, kualitas tidur,salivary alpha amylase, tekanan darah, denyut nadi, kadar oksigen dalam darah,temperatur tubuh, karakteristik individu, sleep hygiene dan beban kerja. Penelitiandilakukan selama 1 bulan di perusahaan tambang di Indonesia. Secara umum, rata-ratadurasi tidur versi Fitbit pada operator hauling truck dengan pola 2 shift adalah sebesar149 menit atau 2 jam 29 menit sedangkan pada pola 3 shift adalah sebesar 182 menit atau3 jam 8 menit. Kualitas tidur versi Fitbit pada operator hauling truck dengan pola 2 shiftadalah sebesar 13% pada REM, 38% pada light sleep dan 12.7% pada deep sleep.Sedangkan pada pola 3 shift adalah sebesar 14.2% pada REM, 44.7% pada light sleep dan13.1% pada deep sleep.
Kata kunci:Kuantitas Tidur, Kualitas Tidur, Sleep Deprivation, Accident
The study of sleep deprivation has only recently been seen based on statements fromresearch respondents, victims and eyewitnesses who are very subjective. The highnumber of accidents arising from sleep deprivation and the difficulty of finding objectivedata on the actual quantity and quality of sleep experienced by workers, especially shiftoperator hauling truck workers is still a big problem, especially in the field of OHS science.This is a cross sectional study. The variables of this study are quantity of sleep, qualityof sleep, salivary alpha amylase, blood pressure, heart rate, blood oxygen levels, bodytemperature, sleep hygiene, individual characteristics and workload. Research conductedfor 1 month in mining company in Indonesia. The average sleep duration of Fitbit onhauling truck operator with 2 shift pattern is 149 minutes or 2 hours 29 minutes while in3 shift pattern is 182 minutes or 3 hours 8 minutes. Quality of sleep on hauling truckoperator with 2 shift pattern is 13% in REM, 38% in light sleep and 12.7% in deep sleep.While the pattern of 3 shifts is 14.2% in REM, 44.7% in light sleep and 13.1% in deepsleep.
Key words:Quantity of Sleep, Quality of Sleep, Sleep Deprivation, Accident.
Read More
T-5455
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hanna Silvia Debora; Pembimbing: Baiduri Widanarko; Penguji: Dadan Erwandi, Mila Temajaya, Rakhmi Savitri, Muhamad Dawaman
Abstrak: Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit kardiovaskular yang meningkatkan risiko terjadinya kematian pada penderita penyakit kardiovaskular. Prevalensi hipertensi di Indonesia terus mengalami peningkatan. Saat ini, Puskesmas merupakan fokus utama pembangunan kesehatan di Indonesia dengan beban kerja yang meningkat dan sumber daya manusia yang belum memadai. Hipertensi pada pekerja Puskesmas akan mengganggu pelayanan dan kinerja Puskesmas. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor risiko hipertensi pada pekerja di Puskesmas DTP dan PONED Korwil X Kabupaten Bogor. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian potong lintang. Pengumpulan data penelitian dilakukan menggunakan kuesioner daring pada Mei 2020 dengan 110 responden. Data yang dikumpulkan meliputi data sekunder tekanan darah, tinggi badan, dan berat badan, usia, jenis kelamin, riwayat penyakit keturunan, masa kerja, sistem kerja, aktifitas fisik/kebiasaan olahraga, kebiasaan merokok, kebiasaan konsumsi minuman berkafein, pengukuran kualitas tidur menggunakan Pittsburg Sleep Quality Index (PSQI), dan pengukuran faktor psikososial menggunakan modifikasi Copenhagen Psychosocial Questionnaire III (COPSOQ III). Hasil dan Kesimpulan: Berdasarkan analisis regresi logistik ganda, kualitas tidur merupakan faktor risiko yang mempengaruhi hipertensi paling dominan dengan OR sebesar 9,32, diikuti oleh usia dengan OR sebesar 7,36, setelah dikontrol oleh genetik, jenis kelamin, kelebihan berat badan, kebiasaan merokok, kepuasan kerja, stress kerja, dan masa kerja.

Hypertension is one of main risk factors of cardiovascular diseases which increase the death risk in people with cardiovascular diseases. The prevalence of hypertension in Indonesia is kept on increasing. Recently, Public Health Center is the main focus of Indonesian health development with increasing workload and limited human resources. Hypertension in Public Health Center’s workers will affect the service and performance of the Public Health Center. The aim of this study was to analyse the risk factors of hypertension among workers at Public Health Center in Region X of Bogor Regency. This was a cross-sectional study. The data collection was done through online questionnaires in May 2020 with 110 respondents. The data consist of secondary data of blood pressure, body height, and body weight, as well as age, gender, history of family disease, working experience, working system, exercise habit, smoking habit, daily caffeine intake, assessment of sleep quality using PSQI and assessment of psychosocial factors using modified COPSOQ III. Based on multiple logistic regression, sleep quality is the most dominant risk factors of hypertension (OR= 9,32), followed by age (OR= 7,36), after adjusted with genetic,gender, overweight, smoking habit, job satisfaction, work stress, and working experience.
Read More
T-5872
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kharisma Muffti Pratama; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Abdul Kadir, Laksita Ri Hastiti, Supono, Von Satrio
Abstrak: Beberapa kecelakaan besar di anjungan lepas pantai disebabkan oleh adanya kurangnya kewaspadaan dan kejadian kelelahan yang dialami oleh pekerja. Kelelahan dan kekurangwaspadaan dalam beberapa literatur disebabkan oleh kurangnya kualitas dan kuantitas tidur yang baik. Kualitas dan kuantitas tidur dipengaruhi oleh sleep hygiene yang dilakukan oleh pekerja, dan juga dipengaruhi oleh kondisi akomodasi dan shift kerja yang dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran kuantitas dan kualitas tidur, hubungan sleep hygiene dengan kualitas dan kuantitas tidur, serta untuk melihat hubungan antara kualitas tidur dengan aspek kewaspadaan dan kelalahan yang dialami pekerja. Penelitian dilakukan di anjungan lepas pantai PT. X, dengan responden kuesioner sebanyak 24 pekerja, dan pemakai alat aktigrafi sebanyak 22 pekerja. Pengambilan data aktigrafi dilakukan selama 14 hari kerja dan dibedakan menjadi tiga kelompok shift yang berbeda. Dari PSQI didapatkan 63,1% responden memiliki kualitas tidur yang buruk dan 36,9% responden miliki kualitas tidur yang baik. Durasi tidur rata-rata terendah berdasarkan pengambilan data dengan perangkat aktigrafi diperoleh pada shift malam (300 menit), sedangkan durasi tidur tertinggi diperoleh pekerja non shift (358 menit). Data aktigrafi menunjukkan bahwa durasi tidur rata-rata pekerja PT. X menggunakan HVAC A lebih panjang daripada menggunakan HVAC B. Terdapat 59,5% responden mengalami normal fatigue dan 40,5% responden mengalami mild fatigue. Hampir seluruh responden memiliki sleep hygiene yang baik (95,2%) dan tidak ada hubungan antara sleep hygiene dengan PSQI/Kualitas Tidur. Tidak ada perbedaan yang signifikan kewaspadaan saat bekerja antara pekerja dengan kualitas tidur baik dan pekerja dengan kualitas tidur buruk (p-value : 0,466). Dan tidak terdapat hubungan antara Kualitas Tidur dengan kondisi kelelahan pekerja (p-value : 0,062)
Some major accidents on offshore platforms are caused by a lack of awareness and fatigue experienced by workers. Fatigue and lack of awareness in some literature is caused by a lack of good quality and quantity of sleep. The quality and quantity of sleep is affected by the sleep hygiene practiced by workers, the conditions of accommodation and work shifts performed. This study aims to observe of the quantity and quality of sleep, the relationship between sleep hygiene and the quality and quantity of sleep, and to observe the relationship between sleep quality and the aspects of alertness and fatigue experienced by workers. The research was conducted at the offshore platform of PT. X, with 24 workers responding to the questionnaire, and 22 workers using actigraphy tools. Actigraphic data collection was carried out for 14 working days and divided into three different shift groups. From the PSQI 63.1% of respondents had poor sleep quality and 36.9% of respondents had good sleep quality. The lowest average sleep duration based on data collection with actigraphic devices was obtained during the night shift (300 minutes), while the highest sleep duration was obtained by non-shift workers (358 minutes). Actigraphy data shows that the average sleep duration with HVAC A longer than using HVAC B. There were 59.5% of respondents experiencing normal fatigue and 40.5% of respondents experiencing mild fatigue. Almost all respondents had good sleep hygiene (95.2%) and there was no relationship between sleep hygiene and sleep quality. There was no relationship between sleep quality and worker alertness (p-value:0,466). And there is no relationship between sleep quality and worker fatigue (p-value: 0.062)
Read More
T-6555
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sri Novianti; Pembimbing: Doni Hikmat Ramadhan; Penguji: Dadan Erwandi, Hendra; Ade Kurdiman, Wahyudin Lihawa
Abstrak: Sesuai dengan target pembangunan nasional Indonesia yaitu pembangunan infrastruktur, khususnya infrastruktur yang mendukung konektivitas antardaerah dalam bentuk jalan tol sangat intensif dilakukan. Namun demikian, seiring dengan perkembangan tersebut, aspek K3 juga muncul sebagai topik utama yang memicu perhatian untuk diteliti oleh penulis. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa pada tahun 2018 ada deretan insiden kecelakaan kerja yang terjadi di industri konstruksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja subyektif dalam proyek pembangunan jalan tol PT X, Jakarta. Desainnya adalah cross sectional dan sampel terdiri dari 120 pekerja yang menanggapi kuesioner dasar yang dikelola sendiri untuk nutrisi pekerja, karakteristik individu dan karakteristik pekerjaan. Kelelahan diukur dengan Kuesioner IFRC dengan 30 item. Karakteristik psikologis kerja terdiri dari tuntutan di tempat kerja, dukungan sosial, peran dalam organisasi, dan kepuasan kerja yang diukur dengan Kuisioner COPSOQ III. Sleep hygiene diukur dengan Sleep Hygiene Index dan kualitas tidur diukur dengan kuesioner PSQI. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara kelelahan kerja subyektif dengan riwayat penyakit, kegiatan olahraga, masa kerja, shift kerja, tuntutan tempat kerja, peran organisasi, sleep hygiene, kualitas tidur. Namun, tidak ada korelasi yang menunjukkan antara kelelahan kerja subyektif dengan usia, status perkawinan, perilaku merokok, posisi kerja, durasi kerja harian, BMI, kegiatan minum kopi, kegiatan konsumsi minuman energi, konsumsi gorengan, dukungan sosial, kepuasan kerja.
Read More
T-5743
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Adil Sidik; Pembimbing: Wahyu Kurnia Yusrin Putra; Penguji: Trini Sudiarti, Khoirul Anwar
Abstrak: Kualitas tidur merupakan keadaan tetap tidur berdasarkan penilaian kualitas tidur yang melibatkan aspek kuantitatif dan kualitatif. Berdasarkan durasi tidur yang kurang dari 7 jam setiap malam berkaitan dengan kesehatan. Beberapa kendala kesehatan yang terjadi seperti hipertensi, penyakit jantung, depresi, dan peningkatan risiko kematian. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran dan hubungan antara konsumsi kopi, jenis kopi, kecanduan smartphone, higiene tidur, tingkat kecemasan, tingkat kelelahan, dan aktivitas fisik terhadap kualitas tidur pada mahasiswa. Penelitian menggunakan desain studi cross sectional dengan responden berasal dari mahasiswa FKM UI semester 6 sebanyak 145 mahasiswa. Pengambilan data dilakukan dengan kuesioner online yaitu google form. Data yang terkumpul disajikan dalam bentuk analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 59% mahasiswa S1 Reguler FKM UI mengalami kualitas tidur yang baik. Analisis bivariat yang dilakukan memperlihatkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara hiegene tidur p-value 0,02 dan odds ratio OR = 2,176 (1,104-4,291), tingkat kecemasan p-value 0,002 dan odds ratio OR = 3,588 (1,632-7,894), dan tingkat kelelahan p-value 0,03 dan odds ratio OR = 2,314 (1,107-4,836) terhadap kualitas tidur mahasiswa. Selain itu, analisis bivariat juga memperlihatkan hasil yang tidak terdapat hubungan signifikan antara konsumsi kopi, jenis kopi, kecanduan smartphone, dan aktivitas fisik terhadap kualitas tidur mahasiswa S1 Reguler FKM UI. Peneliti menyarankan mahasiswa lebih memperhatikan hiegene tidur dengan mengutamakan kenyamanan saat tertidur dan melakukan kontrol tingkat kecemasan serta memperhatikan kelelahan. Pihak FKM UI disarankan memberikan edukasi hiegene tidur kepada mahasiswa dan melakukan promosi pencegahan kecemasan dan kelelahan dengan informasi berupa poster.
Sleep quality is a steady state of sleep based on an assessment of sleep quality that involves both quantitative and qualitative aspects. Based on the duration of sleep less than 7 hours per night related to health. Some health problems that occur such as hypertension, heart disease, depression, and an increased risk of death. The purpose of the study was to determine the description and relationship between coffee consumption, type of coffee, smartphone, sleep hygiene, anxiety levels, fatigue levels, and physical activity on sleep quality in college students. The study used a sectional with 145 students from FKM UI in semester 6 of the study. Data were collected using an online namely google form. The data collected is presented in the form of univariate and bivariate analysis. The results showed that 59% of FKM UI Regular S1 students experienced good sleep quality. The bivariate analysis performed showed that there was a significant relationship between sleep hygiene p-value 0.02 and odds ratio OR = 2.176 (1.104-4.291), anxiety level p-value 0.002 and odds ratio OR = 3.588 (1.632-7.894), and Fatigue level p-value 0.03 and odds ratio OR = 2.314 (1.107-4.836) on the sleep quality of students. In addition, the bivariate analysis also showed that there was no significant relationship between coffee consumption, type of coffee, smartphone, and physical activity on the sleep quality of the Regular S1 FKM UI students. Researchers suggest that students pay more attention to sleep hygiene by prioritizing comfort while sleeping and controlling anxiety levels and paying attention to fatigue. The FKM UI is advised to provide sleep hygiene education to students and promote the prevention of anxiety and fatigue with information in the form of posters.
Read More
S-11067
Depok : FKM-UI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dinda Dara Purwanto; Pembimbing: Trini Sudiarti; Penguji: Triyani Kresnawan, Siti Arifah Pujonarti
Abstrak: Mahasiswa sedang dihadapkan dengan tuntutan kehidupan akademik dan kehidupan profesional yang mulai mendekat. Hal ini memberikan beban emosional pada mahasiswa yang mengakibatkan stres, depresi, kecemasan dan kesulitan tidur yang dapat mendukung pengembangan Sindrom Makan Malam (SMM). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor dominan yang berhubungan dengan sindrom makan malam pada mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia tahun 2022. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah sindrom makan malam. Terdapat tujuh variabel independen yang diteliti yaitu jenis kelamin, aktivitas fisik, kebiasaan sarapan, kualitas tidur, gejala depresi, kepercayaan diri dan beban kerja. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional pada 222 responden mahasiswa S1 Reguler FKM UI. Pengumpulan data dilakukan secara daring menggunakan google form. Metode yang digunakan untuk pengambilan sampel penelitian ini adalah quota sampling. Analisis yang dilakukan dengan uji Chi-Square untuk melihat hubungan antara 7 variabel independen dengan SMM dan uji regresi logistik berganda untuk mengetahui faktor dominan yang berhubungan dengan SMM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi mahasiswa yang mengalami SMM sebesar 34,7%. Hasil analisis menemukan hubungan bermakna antara SMM dengan variabel jenis kelamin, kebiasaan sarapan, gejala depresi, dan beban kerja. Berdasarkan model akhir analisis multivariat ditemukan gejala depresi sebagai faktor dominan terhadap SMM (Odd ratio = 4,522). Diharapkan pihak fakultas menyebarluaskan mengenai pola makan yang seimbang, melalui edukasi program kesehatan mahasiswa ataupun leaflet mengenai hasil penelitian ini untuk menambah pengetahuan dan kewaspadaan mahasiswa tentang sindrom makan malam khususnya mengenai dampak, cara mencegah serta penanggulangannya
ional life. This burdens students emotionally, resulting in stress, depression, anxiety, and sleep difficulties, which can promote the development of Night Eating Syndrome (NES). This study aims to determine the dominant factor associated with Night Eating Syndrome in students of the Faculty of Public Health, University of Indonesia in 2022. The dependent variable in this study was night eating syndromehe seven independent variables studied were gender, physical activity, breakfast habits, sleep quality, depression symptoms, self-confidence, and workload. This research is a quantitative study with a cross-sectional design on 222 respondents of students at FKM UI. Data for this research were obtained online using google form. The method used for sampling was quota sampling. The data were analyzed using a Chi-Square test to see the relationship between 7 independent variables with NES and multiple logistic regression to determine the dominant factor related to NES. Results showed that the proportion of students who experienced NES was 34.7%. The analysis results revealed a significant relationship between NES and gender, breakfast habits, depression symptoms, and workload variables. Based on the final model, the multivariate analysis showed that depression symptoms was the dominant factor associated with NES (Odd ratio = 4.522). Researchers suggest the faculty promote a balanced diet through education by creating student health programs or handing out leaflets about the results of this study, in the hope of increasing students' knowledge and awareness about Night Eating Syndrome, especially regarding its impact and also how to prevent and overcome it.
Read More
S-11085
Depok : FKM-UI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Amanda Rosdiana Fitri; Pembimbing: Dien Anshari; Penguji: Dian Ayubi, Ika Malika
Abstrak: Tidur adalah kebutuhan dasar manusia yang memiliki fungsi penting dalam menjaga kesehatan dan kesejahteraan setiap individu. Kualitas tidur yang baik dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya yaitu praktik sleep hygiene. Studi di berbagai negara menunjukkan bahwa kualitas tidur dan praktik sleep hygiene mahasiswa tergolong buruk. Oleh karena itu, Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran praktik sleep hygiene dan kualitas tidur pada mahasiswa Pembelajaran Jarak Jauh program sarjana reguler Universitas Indonesia dengan menggunakan desain studi potong lintang. Pengambilan 336 sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan metode purposive sampling berbasis kuota per rumpun keilmuan Universitas Indonesia. Praktik Sleep Hygiene diukur menggunakan Sleep Hygiene Index (SHI) dan kualitas tidur diukur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) secara online. Penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata nilai skor SHI 33,6 dari skala 12-60 juga sebagian mahasiswa PJJ memiliki Praktik sleep hygiene yang adekuat (51,8%) dan mayoritas mahasiswa PJJ termasuk dalam kategori kualitas tidur yang buruk (86,3%) dengan ratarata nilai skor PSQI sebesar 8,96 dari skala 0-21. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka diperlukan pembuatan program intervensi terkait edukasi dan promosi kesehatan tidur yang efektif dan berkualitas bagi mahasiswa sistem Pembelajaran Jarak Jauh
Kata kunci: Praktik sleep hygiene; kualitas tidur; mahasiswa; pembelajaran jarak jauh

Sleep is a basic human need which has important function in maintaining health and well-being. Good sleep quality is influenced by many factors, such as sleep hygiene practice. Various research have shown that the quality of sleep and sleep hygiene practice in college student are quite poor. Thus, the purpose of this research is to estimate prevalence of sleep hygiene practice and sleep quality in online learning college student of regular undergraduate program at Universitas Indonesia using cross sectional study designs. 336 samples in this research were selected by using a quotabased purposive sampling method in three clusters of Universitas Indonesia. A selfadministrated online questionnaire is used to assess prevalence of sleep hygiene practice using Sleep Hygiene Index (SHI) and sleep quality using Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). The results showed that some of online college student have an adequate sleep hygiene practice with the average value of SHI is 33,6 from a scale of 12-60 and the majority of online college students were in the category of poor sleep quality (86,3%) with an average PSQI score is 8,96 from a scale of 0-21. Based on these results, it is recommended to develop interventions related to education and promotion of sleep hygiene practices and sleep quality for college students who enrolled in online learning programs.
Key words: Sleep hygiene practice; sleep quality; college students; online learning
Read More
S-10347
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ghina Rafifa; Pembimbing: Baiduri Windanarko; Penguji: Dadan Erwandi, Erdy Techrisna Setyadi, Marina Kartikawati
Abstrak: Ground handling service merupakan bagian penting dalam operasional bandar udara. Airport taxiways, ramps, dan aprons merupakan lingkungan yang kompleks yang berpotensi membahayakan karyawan ground handling. Karyawan ground handling yang bekerja untuk memastikan ketepatan waktu dan operasional penerbangan berisiko mengalami kelelahan kerja. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi keluhan subjektif kelelahan kerja dan faktor risikonya pada karyawan ground handling, sekaligus mengidentifikasi faktor risiko yang paling relevan dalam memprediksi kelelahan kerja pada responden. Kuesioner yang telah divalidasi digunakan untuk memperoleh informasi mengenai keluhan subjektif kelelahan, faktor individu (jenis kelamin, usia, indeks massa tubuh, riwayat penyakit), faktor gaya hidup (durasi tidur, kualitas tidur, aktivitas fisik, kebiasaan merokok, kebiasaan konsumsi kafein), faktor terkait kerja (masa kerja, shift kerja, jam kerja, waktu istirahat), dan faktor psikososial (tuntutan di tempat kerja, kontrol terhadap pekerjaan, dukungan sosial di tempat kerja, kepuasan kerja, stress kerja, dukungan keluarga) dari 130 responden. Penelitian ini mendapatkan skor rata-rata kelelahan kerja responden, yang diukur dengan kuesioner Checklist Individual Strength.
Read More
T-5704
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Intan Permata Hati Gea; Pembimbing: Nurhayati Adnan; Penguji: Trisari Anggondowati, Misti, Nining Mularsih
Abstrak: Pendahuluan. Kadar HbA1c tinggi berpotensi menimbulkan berbagai implikasi kesehatan, terutama berkaitan dengan penyakit metabolik dan kardiovaskular. Kualitas tidur buruk dinilai dapat meningkatkan risiko terjadinya HbA1c tinggi melalui berbagai mekanisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kualitas tidur terhadap kadar HbA1c tinggi di Indonesia. Metodologi. Desain studi penelitian ini adalah cross-sectional dengan menggunakan data Indonesia Family Life Survey (IFLS) 5 tahun 2014. Besar sampel berjumlah 4223 dengan metode total sampling. Data dianalisis secara deskriptif, serta estimasi menggunakan analisis multiple logistic regression. Analisis data menggunakan sofware STATA 13. Hasil Penelitian. Prevalensi kadar HbA1c tinggi sebesar 6,06%, sementara prevalensi kualitas tidur buruk adalah 15,16%. Sebesar 15,47% yang mengalami kadar HbA1c tinggi memiliki kualitas tidur buruk. Pada analisis model akhir menunjukkan bahwa mereka dengan kualitas tidur buruk terbukti secara statistik berhubungan signifikan (p<0,001) serta meningkatkan risiko terjadinya HbA1c tinggi sebesar empat kali lipat dibandingkan pada kelompok dengan kualitas tidur baik (PR= 3,99; 3,0563-5,2173). Tidak ditemukan adanya confounder yang dapat mengganggu hubungan kadar HbA1c tinggi dengan kualitas tidur buruk pada penelitian ini. Meski demikian, mereka yang berumur ≥45 tahun, perempuan, terdiagnosa hipertensi, dan memiliki IMT ≥23 kg/m2 memiliki risiko lebih besar terjadinya HbA1c tinggi pada kelompok kualitas tidur buruk. Kesimpulan. Kualitas tidur buruk terbukti berhubungan signifikan dengan kejadian kadar HbA1c tinggi. Hal ini mengharuskan adanya intervensi edukasi dan konseling kesehatan pada populasi usia produktif terkait menjaga kualitas tidur berdasarkan komponen-komponen kualitas tidur baik untuk mempertahankan kadar HbA1c normal.
Introduction. High HbA1c can potentially cause various health implications, primarily related to metabolic and cardiovascular diseases. Poor sleep quality increases the risk of elevated HbA1c levels through multiple mechanisms. This study aims to determine the association between sleep quality and high HbA1c levels in Indonesia's productive age population of 20-59 years. Methodology. This study was conducted cross-sectionally using Indonesia Family Life Survey (IFLS) 5 data in 2014. The sample size was 4223 using the total sampling method. Data were analyzed descriptively and estimated using multiple logistic regression analysis. The data were analyzed using STATA 13 software. Results. The prevalence of high HbA1c levels was 6.06%, while the prevalence of poor sleep quality was 15.16%. A total of 15.47% who experienced high HbA1c levels had poor sleep quality. The final model analysis showed that those with poor sleep quality were statistically significantly associated (p<0.001) and increased the risk of high HbA1c by four times compared to those with good sleep quality (PR= 3.99; 3.0563-5.2173). There were no confounders that could interfere with the association of high HbA1c levels with poor sleep quality in this study. However, those who were ≥45 years old, female, hypertension, and BMI ≥23 kg/m2 had a greater risk of high HbA1c in poor sleep quality. Conclusion. Poor sleep quality was shown to be significantly associated with the incidence of high HbA1c levels. Requires educational interventions and health counselling in the productive age population related to maintaining sleep quality based on the components of good sleep quality for maintaining normal HbA1c levels.
Read More
T-7017
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Seruni Khairunnisa; Pembimbing: Wahyu Kurnia Yusrin Putra; Penguji: Engkus Kusdinar Achmad, Eti Rohati
Abstrak: Sindrom makan malam (SMM) dapat menyebabkan obesitas atau diabetes melitus. Tujuan penelitian yaitu diketahuinya prevalensi SMM dan dibuktikannya perbedaan proporsi SMM berdasarkan status gizi, gejala depresi, kualitas tidur, kepercayaan diri dan beban kerja pada mahasiswa. Disain penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan jumlah responden yang terlibat 203 mahasiswi. Data diambil dari pengisian kuesioner, pengukuran berat badan dan tinggi badan, dan recall makanan 2x24 jam. Data kemudian dianalisis univariat dan bivariat (chi-square). Prevalensi mahasiswa dengan SMM di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia tahun 2019 adalah sebesar 14.8%. Mahasiswa dengan SMM memiliki kualitas tidur 6 kali lebih buruk dibandingkan mahasiswa tidak SMM. Peneliti menyarankan perlu adanya tempat konsultasi gizi oleh ahli gizi dan tempat konseling oleh psikolog di fakultas serta diharapkan mahasiswa dapat menerapkan pesan gizi seimbang.
Read More
S-10072
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive