Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 37 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Oke Ila Lia Yuliyanti; Pembimbing: Hendra; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Wenny Ipmawan
Abstrak: Skripsi ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian postur kerja, peralatan kerja, danworkstation yang menyebabkan pada keluhan gejala MSDs pada pekerja pengguna komputerhead office PT X. Desain penelitian ini adalah cross sectional. Data yang dikumpulkan daripenelitian ini berasal dari data primer hasil observasi berupa postur kerja, peralatan kerja,keluhan yang dirasakan pekerja, dan workstation. Hasil penelitian menunjukan terdapatketidaksesuaian pada beberapa postur kerja dari pekerja saat bekerja, peralatan kerja yangdigunakan, serta workstation. Hasil penilaian keluhan gejala MSDs menggunakan metode ROSAmenunjukan hasil yang bervariasi, yaitu skor akhir ROSA 1-4 (tindakan perbaikan tidakdiperlukan sesegera mungkin) bdan 5-10 (tindakan perbaiakn diperlukan sesegera mungkin).Hasil obseravasi keluhan gejala MSDs menunjukan 92 (87%) responden merasakan keluhanpada minimal satu area tubuhnya. Area tubuh yang paling banyak dikeluhkan adalah leher bagianatas (67%), pinggang (62%), dan leher bagian bawah (53%). Disarankan untuk melakukanpenyesuaian peralatan kerja dengan pekerja, melakukan peregangan di sela-sela pekerjaan, dansosialisasi pentingnya ergonomi pada pekerja.
Kata Kunci:MSDs, keluhan gejala MSDs, ROSA
This study aims to analyze approprietness of work posture, work equipment, and workstationthat cause the symptoms of MSDs complaints of computer users Head Office PT X. Designstudy is cross sectional. All of the data collected in these study are derived from primary data ofobservation results in the form of workm posture, work equipment, and workstation. The resultsstudy showed there were discrepancies in some of work posture while work, work equipmentused, and workstation. The results of the symptoms MSDs complaints use ROSA methodsshowed variying results, that are the ROSA final score 1-4 (further assessment not immediatelyrequired) and 5-10 (further assessment required as soon as possible). The observation resluts ofthe symptoms MSDs complaints showed 92 (87%) of respondents feel there are complaints atone area of the body. Many areas of the body most complaints are upper neck (67%), lumbar(62%), and lower neck (53%). It is recommended to make adjustments of work equipment byworkers, doing stretching on the side lines job, and socialization importance of ergonomics toworkers.
Key words:MSDs, symptoms of MSDs complaints, ROSA
Read More
S-9134
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Danita Apriyani; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Agus Kurniawan
S-9573
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Melly Fadhilah Harahap; Pembimbing: Baiduri Widanarko; Penguji: Robiana Modjo, Mila Tejamaya, Devi Dwirantih, Fahmi Syaiful
Abstrak: Di era revolusi industri 4.0, manusia masih berperan penting dalam menghasilkan produksi di beberapa sektor. Namun manusia juga memiliki keterbatasan dari segi fisik, fisiologis maupun psikologis. Ketidakseimbangan tersebut dapat menimbulkan suatu masalah pada tubuh, yaitu gangguan otot dan tulang rangka (gotrak). Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor individu, pekerjaan dan psikososial terhadap terjadinya gotrak pada pekerja di area pengepakan PT AS. Jenis penelitian adalah potong lintang dengan responden sebanyak 172 pekerja di area pengepakan. Pada penilaian risiko ergonomi, administrator/supervisor menggunakan ROSA, operator pengepakan menggunakan RULA, helper menggunakan OWAS. Hasil kuesioner didapatkan prevalensi tertinggi pada gotrak 7 hari yaitu leher, bahu dan punggung atas, sedangkan pada gotrak 12 bulan, prevalensi tertinggi yaitu leher dan bahu. Analisis penelitian ini didapatkan bahwa terdapat hubungan antara gotrak 7 hari dengan sikap kerja membungkuk 1-4 jam dengan nilai OR 2.07 (1.00-4.32), frekuensi angkut beban 21-30 kali/jam dengan nilai OR 8.33 (1.13-61.50) dan tingkat stres ringan dengan nilai OR 2.48 (1.10-5.59). Sedangkan pada gotrak 12 bulan, tuntutan kerja tinggi memiliki hubungan signifikan terhadap gotrak pada pekerja area pengepakan PT AS dengan nilai OR 2.67 (1.19-5.99). Keluhan gotrak pada pekerja di area pengepakan PT AS cukup tinggi (>60%), untuk itu perlu dilakukan perbaikan segera
In the era of the industrial revolution 4.0, humans still being an important role in production in several sectors. But humans also have limitations in terms of physical, physiological, and psychological. This imbalance can cause a problem in the body, namely work musculoskeletal disorders (WMSDS). The purpose of this study was to analyze individual, occupational, and psychosocial factors on WMSDS in workers in the packing area of PT AS. This type of research is cross-sectional with 172 workers in the packing area of PT AS. In ergonomics risk assessment, administrators/supervisors use ROSA, packing operators use RULA, helpers use OWAS. The results of questionnaire showed that the highest prevalence at 7-days WMSDS were neck, shoulder and upper back, while at 12 months, the highest prevalence were neck and shoulder. The analysis of this study found that there was a relationship between 7-days WMSDS with a stooping attitude for 1-4 hours with an OR value of 2.07 (1.00-4.32), the frequency of carrying loads 21-30 times/hour with an OR value of 8.33 (1.13-61.50) and mild level of stress with an OR value of 2.48 (1.10-5.59). Meanwhile, at 12 months of WMSDS, high work demands have a significant relationship with WMSDS in packing area workers of PT AS with an OR value of 2.67 (1.19-5.99). complaints of WMSDS in the packing area of PT AS are quite high (>60%), so it is necessary to repair it immediately
Read More
T-6282
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dhani Rinaldi Ardiansyah; Pembimbing: Baiduri Widanarko; Penguji: Robiana Modjo, Laksita Ri Hastiti, Lorencius Kukuh Prabowo, Syahrul Effendi
Abstrak: Perancah merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari suatu pekerjaan konstruksi, Pekerjaan perancah berkontribusi pada munculnya faktor risiko gangguan otot tulang rangka akibat kerja (gotrak) atau musculoskeletal disorders (MSDs). Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor risiko terjadinya gotrak pekerja perancah di PT X. Jenis penelitian adalah potong lintang dengan responden karyawan di PT X sebanyak 156 karyawan. Penilaian faktor risiko ergonomi di tempat kerja dilakukan dengan pendekatan penilaian tingkat risiko pekerjaan dan keluhan subjektif pekerja. Responden memberikan informasi karakteristik individu, risiko ergonomi menggunakan metode (Rapid Entire Body Assessment atau REBA) dengan hasil yang mencapai nilai tinggi dan sangat tinggi. Tingkat risiko ergonomi menunjukkan 66,23 % responden termasuk kategori risiko tinggi dan 33,77 % responden termasuk kategori risiko rendah. Analisis keluhan gotrak pada pekerja menggunakan kuesioner Nordic Body Map menghasilkan 3 keluhan tertinggi yaitu leher bahu dan tangan/pergelangan. Penelitian ini menunjukkan bahwa faktor risiko terjadinya Gotrak pekerja perancah di PT X pada gotrak 12 bulan yaitu usia ≥ 30 tahun OR 1,91(95% CI 1,37-3,25), masa kerja ≥ 10 tahun OR 2,42(95% CI 1,39-4,19), Jenis Pekerjaan perancah OR 8,77() (95% CI 3,93-19,55) dan Skor REBA tinggi OR 2,81 (95% CI 1,39-5,67). Sedangkan faktor risiko gotrak yang menyebabkan absen 12 bulan terakhir adalah usia ≥ 30 tahun OR 1.32 (95% CI 1.18-1.76), masa kerja ≥ 10 tahun OR 1.65 (95% CI 1.03-2.65), jenis pekerjaan perancah OR 10,98(95% CI 4,26-28,26), skor REBA tinggi 2,53(1,78-3,00), demands at work tinggi OR 1.65 (95% CI 1.02-2.51), work organization and job contents tinggi OR1.44 (95% CI 1.28-2.93), untuk faktor risiko 7 hari terakhir yaitu jenis pekerjaan perancah OR 2,79(95% CI 1,28-6,07), health and wellbeing rendah OR 1.43 (95% CI 1.09-1.84)
Scaffolding is an inseparable part of a construction work. Scaffolding work contributes to the emergence of risk factors for skeletal muscle disorders due to work (gotrak) or musculoskeletal disorders (MSDs). The purpose of this study was to analyze the risk factors for the occurrence of scaffolding at PT X. This type of research was crosssectional with 156 employees as respondents at PT X. Ergonomics risk factor assessment in the workplace is carried out with an approach to assessing the level of occupational risk and subjective complaints of workers. Respondents provided information on individual characteristics, ergonomic risks using the method (Rapid Entire Body Assessment or REBA) with the results achieving high and very high scores. The level of ergonomics risk shows that 66.23% of respondents are in the high risk category and 33.77% of the respondents are in the low risk category. The analysis of cough complaints on workers using the Nordic Body Map questionnaire resulted in the 3 highest complaints, namely neck, shoulders and hands/wrist. This study shows that the risk factors for the occurrence of Gotrak scaffold workers at PT X at 12 months old are age 30 years OR 1.91 (95% CI 1.37-3.25), working period 10 years OR 2.42 (95 % CI 1.39-4.19), awkward posture OR 6.24 (95% CI 2.40-16.21). While the risk factors for gotrak that caused the absence of the last 12 months are age 30 years OR 1.32 (95% CI 1.18-1.76), years of service ≥ 10 years OR 1.65 (95% CI 1.03-2.65), type of work OR 10.98 (95% CI 4.2628.26), REBA score 2.53 (1.78-3.00), demands at work OR 1.65 (95% CI 1.02-2.51), work organization and job contents OR1.44 (95% CI 1.28-2.93, for risk factors for the last 7 days, namely type of work OR 2.79 (95% CI 1.28-6.07), health and wellbeingOR 1.43 (95% CI 1.09-1.84).
Read More
T-6126
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tania Eka Putri; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Dadan Erwandi, Devie Fitri Octaviani
S-8023
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anis Rohmana Malik; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Chandra Satrya, Chandra Prijanahadi, Irma Setiawaty Wulandari
Abstrak: Musculoskeletal disorders (MSDs) merupakan cedera dan gangguan yang mempengaruhi pergerakan tubuh manusia atau sistem muskuloskeletal. Salah satu penyebab dari keluhan MSDs adalah getaran (whole body vibration). Driver ojek online yang mempunyai aktivitas berkendara setiap hari mempunyai risiko untuk terpajan getaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara pajanan getaran (whole body vibration) dan keluhan MSDs pada driver ojek online di Jakarta tahun 2019. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain studi cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah driver ojek online region Jakarta, dengan total sampel sebanyak 42 orang untuk menggambarkan keluhan MSDs dan 30 orang untuk menganalisis hubungan antara whole body vibration dengan keluhan MSDs. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner Nordic Body Map and vibration meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah tersering yang mengalami keluhan MSDs pada pekerja driver ojek online adalah pinggang bawah (76,2%), pantat (78,6%), bahu kanan (47,6%), bahu kiri (47,6%), dan pergelangan tangan kanan (45,2%). Pada penelitian ini diketahui bahwa usia, IMT, masa kerja, durasi pajanan kerja, frekuensi kerja, dan whole body vibration belum cukup berpengaruh dalam menyebabkan keluhan MSDs.
Read More
T-5617
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Usman Haris Salman; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Fatma Lestari, Baiduri Widanarko, Waluyo Martowiyoto, Agung Surya Irawan
Abstrak:
Sebagai tempat kerja, perkantoran memiliki bahaya dan risiko yang signifikan khususnya terkait dengan interaksi antara manusia dengan komputer kerja. Bahaya dan resiko ini memiliki konsekuensi terhadap kesehatan pekerja, aspek finansial secara langsung maupun tidak langsung dan produktivitas perusahaan yang terganggu. Oleh karena itu, guna melindungi sumber daya manusia, aset, dan fasilitas perusahaan, diperlukan program office ergonomics yang komprehensif dalam mengatur faktor resiko musculoskeletal disorders yang timbul dari interaksi pekerja dengan komputer. Sebagai langkah awal, diperlukan upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan persepsi pekerja akan aspek office ergonomics. Pengetahuan dan persepsi adalah landasan dasar dalam upaya merubah perilaku sehat supaya pekerja mampu mengontrol faktor resiko musculoskeletal disorders. Dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan persepsi pekerja, penelitian ini melakukan analisis pengaruh intervensi pelatihan office ergonomics terhadap pengetahuan dan persepsi pekerja perkantoran PT XYZ. Penelitian kuasieksperimental dilakukan dengan melibatkan kelompok intervensi dan kelompok pembanding. Kelompok intervensi diberi dua perlakuan yaitu intervensi self-learning dan pelatihan office ergonomics secara daring. Kelompok pembanding hanya diberi satu intervensi self-learning saja. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa pelatihan office ergonomics yang dilakukan secara daring meningkatkan pengetahuan dan persepsi keseluruhan pekerja perkantoran PT XYZ. Pelatihan pelatihan office ergonomics secara daring memberi pengaruh lebih bermakna dibanding intervensi bersifat self-learning.

As a workplace, office environments have significant hazards and risks associated with the interactions between human and computer. The consequences that may arise are related with the healthy state of worker, direct and indirect financial impact, and company productivity impact. In order to protect the workers, company assets and facilities; a comprehensive office ergonomics program is required to manage the risk factors of musculoskeletal disorders. As a start, necessary measures are required to improve the knowledge and perceptions of workers in the aspects of office ergonomics. Knowledge and perception are the foundation to achieve healthy behavioral changes. The healthy behavioral change is required for workers to control the risk factors of musculoskeletal disorders. Education, in the form of training, acts as one of critical factors to increase knowledge and perception. This study is performed to analyze the effect of office ergonomics training intervention on the knowledge and perception of office workers at PT XYZ. Quasi-experimental research was selected by involving both, the intervention and comparison groups. Two treatments were given to the intervention group, they are self-learning type intervention and online office ergonomics training intervention. Only one treatment was given to the comparison group, the self-learning intervention. Based on the research, it is concluded that the online office ergonomics training increased the knowledge and overall perceptions of the office workers of PT XYZ. Online office ergonomics training gave a more significant influence than the self-learning type intervention.

Read More
T-5938
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hanif Bangun Nuranto; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Baiduri Widanarko, Katherina Welong, Ns. Gusneli
Abstrak: Sektor perkebunan dianggap sebagai sektor dengan tingkat risiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja yang relatif tinggi. Perkebunan karet dengan tuntutan kinerja fisik yang tinggi dan pajanan bahaya ergonomi yang terjadi dapat menyebabkan timbulnya keluhan MSDs pada pekebun. Studi pendahuluan menunjukkan bahwa pekebun karet mengalami berbagai keluhan MSDs saat melakukan proses pemanenan. Keluhan tersebut dapat berdampak negatif seperti berkurangnya performa, berkurangnya pendapatan, hingga besar biaya yang dikeluarkan untuk proses pemulihan. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan analisis faktor risiko ergonomi terhadap keluhan musculoskeletal disorders pada pekerja perkebunan karet rakyat di Kecamatan Sungai Rumbai Provinsi Sumatera Barat tahun 2021. Jenis penelitian berupa studi cross-sectional dengan jumlah sampel 95 pekebun. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner Nordic Body Map (NBM) dan faktor risiko serta formulir Rapid Entire Body Assessment (REBA). Hasil penelitian menunjukkan penilaian REBA pada proses sadapan bawah memiliki tingkat risiko sangat tinggi sehingga perlu dilakukan perubahan postur dan kondisi kerja saat ini juga. Prevalensi keluhan MSDs pada pekebun karet sebanyak 71 pekebun (74,7%) dan keluhan MSDs yang paling banyak dirasakan pada bagian pinggul sebanyak 31 keluhan. Faktor risiko ergonomi yang memiliki hubungan signifikan terhadap keluhan MSDs pada pekebun berupa berat beban, frekuensi, durasi, usia, dan masa kerja
Read More
T-6354
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Agnestifa Dinar; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Baiduri, Hendra, Anton Ojong, Amirullah
Abstrak: Perkembangan teknologi membuat perubahan aktifitas pekerja kantor beralih menggunakan Visual Display Unit (VDU) dan berpotensi Muscoloskeletal Disorders (MSDs). MSDs dapat menimbulkan penurunan produktifitas dan kerugian ekonomi. Aktifitas pekerja di PT. X menggunakan VDU selama 8 jam setiap hari. Tidak banyak penelitian yang dilakukan PT X terkait dengan MSDs di perkantoran selama ini. Oleh karena itu tujuan dari tesis ini adalah mengkaji faktor-faktor risiko yang menyebabkan keluhan gejala MSDs antara lain faktor individu, lingkungan, peralatan, organisasi kerja dan psikososial pada pekerja perkantoran. Metode penelitian ini adalah cross-sectional dengan metode proportionale stratifiled random sampling pada 95 orang. Hasil penelitian ini adalah sebagian besar responden mempunyai keluhan MSDs sebanyak 83,16% dengan rincian keluhan kronis sebanyak 70,52%, keluhan akut sebanyak 1,37%, keluhan keduanya sebanyak 6,71%. Sedangkan 16.84% responden yang tidak mempunyai keluhan MSDs. Faktor yang berhubungan dengan keluhan MSDs adalah BMI (p<0.05), masa kerja (p<0.05), persepsi job stress (p<0.01) dan postur kerja (p<0.05). Postur kerja berhubungan dengan panjang alas duduk (p<0.01) dan tinggi kursi (p<0.05) persepsi job stress berhubungan dengan rincian tugas (p<0.05), durasi kerja (p<0.05), durasi istirahat (p<0.01), tuntutan kerja (p<0.05), dan job control (p<0.01). Faktor dominan dari risiko ergonomi terhadap keluhan keluhan gejala MSDs adalah durasi istirahat (p=0.002), postur tubuh (p=0.017), dan persepsi job stress (p=0.005). Hasil penelitian mengkonfirmasi bahwa durasi istirahat, postur tubuh dan job stress berhubungan dengan keluhan MSDs pekerja perkantoran. Kata Kunci : MSDs, perkantoran, ergonomi, VDU The developments of technology, the office worker change their activity by using Visual Display Unit (VDU) and it potentially causes Muscoloskeletal Disorders (MSDs). MSDs can decrease the productivity and cause economic losses. Employee activities at PT. X use VDU for 8 hours every day. So far, not much research which is related with MSDs in the office conducted by PT X. This thesis aimed to review the risk factors that asosiate with MSDs symptoms include individual, environment, equipment, work organization and psychosocial factor on office workers. The method of this research is cross-sectional with proportionale stratifiled random sampling method in 95 office workers. The result of this research is most of respondents have MSDs complaint as much as 83,16% with details chronic complaint is 70,52%, acute complaint is 1,37%, both complaint is 6,71%. While 16,84% of respondents did not have MSDs complaints. Related factors to MSDs complaints were BMI (p <0.05), length of service (p <0.05), job stress perception (p <0.01) and work posture (p <0.05). Work posture relates to seat length (p <0.05) and height of chair (p <0.01) job stress perception related to job description (p <0.05), duration of work (p <0.05), duration of rest (p <0.01), work demands (p <0.05), and job control (p <0.01). The dominant factors of ergonomic risk to complaints of symptoms of MSDs were duration of rest (p = 0.002), work posture (p = 0.017), and job stress perception (p = 0.005). The results are confirmed that the duration of rest, posture and job stress associated with MSDs complaints office workers. Keyword: MSDs, offices, ergonomics, VDU
Read More
T-4853
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhammad Faisyal Nur Rahman; Pembimbing: Ridwan Zahdi Sjaaf; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Adenan
S-8021
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive