Ditemukan 7 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Slamet Widodo; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Penguji: Adang Bachtiar, Ascobat Gani, Gita Ika Irsatika, Khosiatun Azmi
Abstrak:
Read More
Pelayanan pada pasien covid 19 di rumah sakit membutuhkan biaya perawatan yang tinggi sehingga perlu adanya pengeloalaan yang baik dan pemantauan dari awal perawatan hingga pasien tersebut pulang. Agar kepastian klaim pasien tersebut layak untuk diterima atau tidak dispute, dibutuhkan adanya manajemen pengendalian klaim dan pengendalian biaya perawatan. Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Penerapan Manajemen pengendalian Klaim dispute dan biaya Perawatan Pasien Covid 19 dilihat dari faktor Input, Proses dan Output yang ada di Rumah sakit Prima Medika Pemalang. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif melalui telaah dokumen, observasi dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukan pada input :kurangnya SDM di Ruang Isolasi, kebijakan/ SOP yang sering berubah dan berlaku surut, keterlambatan pencairan biaya yang telah dianggarkan, sarana dan prasarana yang kurang memadai, Faktor Proses : fungsi kontrol yang masih belum berjalan dengan baik, output yang dihasilkan : pengendalian biaya pelayanan baik namun masih terdapat klaim dispute dengan penyebabnya adalah hasil swab yang tidak terlampir, resume medis yang tidak lengkap, upload berkas tidak lengkap, input berkas tidak sesuai, berkas identitas pasien tidak lengkap. Saran dibutuhkan peningkatan pengetahuan SDM yang terlibat pada kegiatan klaim covid-19 tentang persyaratan klaim covid-19 di rumah sakit prima medika untuk mengurangi jumlah klaim dispute, perlu adanya seorang person in contact (PIC) yang bertanggung jawab klaim covid-19 ,pemenuhan sarana dan prasarana, jumlah SDM dan waktu penagihan klaim lebih awal dari jadwal yang telah ditentukan agar dapat meminalisir klaim dispute. Kata kunci : Biaya Perawatan, Covid-19, Manajemen Klaim Dispute
Services for COVID-19 patients in hospitals require high treatment costs, so there needs to be good management and monitoring from the beginning of treatment until the patient goes home. In order to ensure that the patient's claim is eligible to be accepted or not to be disputed, it is necessary to have claims control management and treatment cost control. The purpose of this study was to analyze the application of management to control dispute claims and the cost of treating Covid 19 patients in terms of input, process and output factors at Prima Medika Hospital, Pemalang. This research was conducted qualitatively through document review, observation and in-depth interviews. The results showed the inputs: lack of human resources in the Isolation Room, policies / SOPs that often change and apply retroactively, delays in disbursing budgeted costs, inadequate facilities and infrastructure, Process Factors: control functions that are still not running well, outputs that are not working properly. Resulted: service cost control is good but there are still claims of dispute with the causes being swab results that are not attached, incomplete medical resume, incomplete file upload, incorrect file input, incomplete patient identity file. Suggestions are needed to increase the knowledge of human resources involved in Covid-19 claim activities regarding the requirements for Covid-19 claims at the Prima Medika Hospital to reduce the number of disputed claims, there is a need for a person in contact (PIC) who is responsible for Covid-19 claims, fulfillment of facilities and infrastructure, number of human resources and claim collection time earlier than the predetermined schedule in order to minimize dispute claims. Keywords: Dispute Claim Management, Treatment Costs, Covid-19
B-2252
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Rut Eva Febrina; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Alamsyah
Abstrak:
Manajemen klaim menjadi hal yang sangat penting dalam bisnis asuransi danberperan dalam mebangun citra perusahaan. Dimana TPA X sebagai administratorAsuransi dituntut untuk memberikan analisis klaim kepada peserta secara tepat.Penelitian ini dilakukan dengan desain kuantitatif dan kualitatif, denganmenggunakan teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, dan telaahdokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber daya yang mempengaruhiketepatan proses analisis klaim TPA X pada PT. Asuransi adalah perubahanketentuan polis, kurangnya beberapa sarana dan prasarana juga sistem informasiyang menunjang ketepatan proses analisis klaim.Kata kunci:Manajemen klaim, ketepatan analisis klaim
Claims management becomes very important in the business of insurance and re-established role in the company's image. As an administrator Insurance, PT TPA Xrequired to guarantee proper claim to all members. This research is quantitative andqualitative design, using the techniques of data collection includes in-depthinterviews, and a review of documents. The results showed that the resources thataffect the precision of the analysis process claims TPA X at PT Asuransi Y is achange of policy provisions, lack of some facilities and infrastructure informationsistems also support the accuracy of the analysis process claims.Keywords:claims managements, claims analysis accuracy.
Read More
Claims management becomes very important in the business of insurance and re-established role in the company's image. As an administrator Insurance, PT TPA Xrequired to guarantee proper claim to all members. This research is quantitative andqualitative design, using the techniques of data collection includes in-depthinterviews, and a review of documents. The results showed that the resources thataffect the precision of the analysis process claims TPA X at PT Asuransi Y is achange of policy provisions, lack of some facilities and infrastructure informationsistems also support the accuracy of the analysis process claims.Keywords:claims managements, claims analysis accuracy.
S-9234
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
May Rabiulyati; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Prastuti Soewondo, Pujiyanto, Dewi Isnawati, Budi Hartono
Abstrak:
Read More
Rumah sakit menerima pembayaran atas perawatannya melalui pengajuan klaim dan kelengkapan dokumen yang diperlukan kepada BPJS Kesehatan. Namun belum semua klaim pasien rawat inap yang diajukan ke BPJS Kesehatan dan adanya permasalahan klaim pending rawat inap sebanyak 16,97% dan rawat jalan 1,42%. Walaupun klaim yang tidak disetujui tersebut dapat diajukan kembali, tetapi keterbatasan waktu untuk pengklaiman, menyebabkan 2,64% kasus rawat inap dan 0,15% kasus rawat jalan tahun 2022 yang tidak diajukan kembali. Penelitian observasional dengan metode kualitatif melalui wawancara mendalam pada 15 responden bertujuan melakukan analisis manajemen klaim rawat inap JKN RSUD Kebayoran Baru periode November 2022-April 2023. Hasil Penelitian menemukan belum 100% berkas klaim rawat inap diajukan dibandingan SEP yang tercetak. Adanya klaim pending 10,97% dengan penyebab, diantaranya ketidaklengkapan resume medis dokter sebanyak 59 berkas rawat inap (32,2%) dan ketidaksesuaian pengajuan berkas klaim sebanyak 81 berkas rawat inap (44,3%). Hal ini disebabkan belum optimalnya feedback dan monitoring sehingga perlu menetapkan alur monitoring manajemen klaim. RS juga perlu menetapkan SPO manajemen klaim terintegrasi. Studi ini diharapkan menjadi panduan strategis untuk meningkatkan manajemen klaim JKN, melalui kolaborasi antar instansi/unit/tim serta kerjasama rumah sakit dengan BPJS Kesehatan yang lebih baik. Sehingga meningkatkan kualitas klaim di RSUD Kebayoran Baru khususnya dan rumah sakit di seluruh Indonesia umumnya. Kata kunci: Sistem, Manajemen Klaim, Rawat Inap
Hospital providers receive payment for their care through the submission of claims and completion of required documents to BPJS Kesehatan. However, not all inpatient claims can be submitted to BPJS Kesehatan. The insidence of pending claims in several hospitals are still being found. RSUD Kebayoran Baru experienced a delay in 16.97% of its inpatient services claims and 1.42% of its outpatient services claims in 2022. Additionally, 2.64% of inpatient pending claims and 0.15% of outpatient pending claims could not be resubmitted due to the expiration time limits in 2022. This study aims to analyse JKN inpatient claims management at RSUD Kebayoran Baru from November 2022 to April 2023. The research adopted an observational approach using qualitative methods, conducting in-depth interviews with 15 respondents. Through interviews and observations, we found that not all of the inpatient claims were submitted compared to the printed patient-eligible letters. There were 10.97% pending claims, with causes including incomplete medical resumes written by the doctors in 59 inpatient files (32.2%) and discrepancies in submitting claims in 81 inpatient files (44.3%). This issue arises from inadequate feedback and monitoring, highlighting the necessity to establish a comprehensive claims management monitoring flow. Hospitals should establish an integrated claims management procedure. Moreover, enhancing the quality of claims management at RSUD Kebayoran Baru and hospitals nationwide requires collaboration among relevant agencies, units, and teams. Furthermore, fostering collaboration between hospitals and BPJS Kesehatan is also necessary. This sudy is expected to serve as a strategic guideline to improve claims management, not only in RSUD Kebayoran baru but also for all hospitals in Indonesia.
B-2411
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
XTri Intan Permatasari; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Pujiyanto, Winda Putri Aprinanda
Abstrak:
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran proses manajemen klaim persalinan Rumah Sakit ?X? dan Rumah Sakit ?Y? oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan Kantor Cabang Utama Bogor Tahun 2015 dengan melihat alur proses manajemen klaim dan jumlah klaim persalinan yang masuk pada bulan Januari-Maret 2015. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Didapatkan rate sebesar 65% untuk persalinan sectio caesaria yang jauh dari standar persalinan sectio caesaria di negara-negara yang ditetapkan WHO, yaitu 5-15%. Selain itu kasus persalinan normal dengan severity level I juga masih ditemukan sebagai kasus rujukan. Kondisi tersebut dapat mengindikasikan kemungkinan fasilitas kesehatan tingkat I yang belum menjalankan fungsinya sebagai gatekeeper secara optimal.
ABSTRACT This study aims to learn the process of child delivery claim management at ?X? Hospital and ?Y? Hospital by The Social Health Security Agency Main Branch Office Bogor 2015, by looking at the process line of claim management and the number of the child delivery claims from January until March 2015. This study is conducted with qualitative-quantitative method. This study finds that the rate number of sectio caesaria is 65%, which is higher than the standard rate given by WHO, namely 5-15%. The cases of vaginal delivery in severity level I also are still be found as referential cases. These conditions indicate that the primary health care institutions haven?t done their good services as gatekeeper.
Read More
S-8657
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
S-9001
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Sadewa Yudha Sukawati; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Atik Nurwahyuni, Masyitoh, Hariyadi Wibowo, Putri Nadia
Abstrak:
Read More
Rumah Sakit Umum (RSU) Aisyiyah Muntilan memiliki tingkat ketergantungan pendapatan yang sangat tinggi terhadap Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk pasien rawat inap, di mana proporsinya konsisten berada di atas 80% hingga mendekati 90%. Namun, terdapat kesenjangan antara urgensi manajemen untuk mempercepat proses penagihan guna menjaga stabilitas arus kas (cashflow) dengan realitas operasional di lapangan yang sering terhambat oleh masalah kelengkapan rekam medis, kesiapan sistem informasi, dan tingginya berkas yang ditunda (pending). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi pengelolaan berkas klaim pasien rawat inap JKN dari hulu ke hilir di RSU Aisyiyah Muntilan menggunakan kerangka Teori Donabedian (Struktur, Proses, Dampak), serta menganalisis tata kelola pada berkas klaim yang berstatus layak bayar maupun pending. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan riset operasional. Pengumpulan data primer dan sekunder dilakukan melalui wawancara mendalam, Focus Group Discussion (FGD), observasi, serta telaah dokumen terhadap para informan yang dipilih melalui teknik purposive sampling dari berbagai unit terkait. valuasi implementasi pengelolaan klaim menunjukkan kendala struktural berupa ketiadaan SPO terintegrasi, lambatnya perangkat keras SIRS, ketiadaan integrasi (full bridging) ke portal e-Claim, serta pelimpahan tugas pengisian resume medis dari DPJP ke perawat. Pada evaluasi tata kelola, berkas berstatus layak didominasi oleh kasus Severity Level I (79%) yang mempercepat penagihan namun memunculkan risiko kerugian finansial akibat undercoding. Sementara itu, berkas berstatus pending dikembalikan oleh BPJS akibat masalah Standar Pelayanan (46%), Kaidah Koding (31%), dan Kelengkapan Dokumen (23%), yang dipicu oleh ketiadaan kriteria objektif di rekam medis, perbedaan terminologi klinis, lamanya rujukan patologi anatomi eksternal, dan dokumen tercecer akibat penggunaan sistem cetak-pindai. Pengelolaan klaim di RSU Aisyiyah Muntilan masih menghadapi hambatan struktural dan teknis dari hulu hingga hilir. Rumah sakit disarankan untuk mengimplementasikan integrasi penuh (full bridging) antara SIRS dan e-Claim, menerapkan fitur isian wajib (mandatory field), memaksimalkan fungsi peringatan otomatis (alert system), serta menyusun "Kamus Jembatan Terminologi" untuk menyelaraskan istilah klinis DPJP dengan kaidah koding ICD-10.
Aisyiyah Muntilan General Hospital (RSU) has a very high revenue dependence on the National Health Insurance (JKN) program for inpatients, with proportions reaching 80% to 90%. The hospital targets the acceleration of claim billing to maintain cash flow stability, but the reality in the field is still hampered by fragmentation and process inefficiencies from upstream to downstream. This study aims to evaluate the implementation of JKN inpatient claim management, analyze the governance of eligible claims, and analyze the governance of pending claims at RSU Aisyiyah Muntilan. This is a qualitative study using an operational research approach. Data were collected through in-depth interviews, Focus Group Discussions (FGD), observations, and document reviews with informants selected via purposive sampling from various related units. The analysis was conducted using the Donabedian Theory framework (Structure, Process, Outcome). he evaluation of claim management implementation indicates structural constraints in the form of the absence of integrated Standard Operating Procedures (SOP), slow Hospital Information System (SIRS) hardware, lack of full bridging to the e-Claim portal, and the delegation of medical resume filling tasks from attending physicians (DPJP) to nurses. In the governance evaluation, eligible claims are dominated by Severity Level I cases (79%), which accelerates billing but raises the financial risk of undercoding. Meanwhile, pending claims were returned by BPJS due to issues with Service Standards (46%), Coding Rules (31%), and Document Completeness (23%), which were triggered by the lack of objective criteria in medical records, clinical terminology differences, long waiting times for external anatomical pathology referrals, and scattered documents due to the use of a print-scan system. Claim management at RSU Aisyiyah Muntilan still faces structural and technical barriers from upstream to downstream. The hospital is advised to implement full bridging between SIRS and e-Claim, apply mandatory field features, maximize the function of automatic alert systems, and compile a "Terminology Bridge Dictionary" to align DPJP's clinical terms with ICD-10 coding rules.
B-2628
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Anugrah Aulia Ulil Amri; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Prastuti Soewondo, Vetty Yulianty Permanasari, Yenny Nariswari Harumansyah, Budi Hartono
Abstrak:
Read More
Penelitian ini menelusuri manajemen klaim Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di RSUD Kebayoran Lama selama 2022, fokus pada klaim pending, verifikasi, dan audit paska klaim. Penyebab utama klaim pending meliputi resume medis yang tidak lengkap (29%), data pendukung klaim yang kurang (24%), dan kesalahan koding (21%). Sementara itu, masalah paska klaim umumnya muncul dari episode layanan yang bermasalah (39%), kesalahan koding (31%), dan resume medis yang tidak lengkap (22%). Permasalahan tersebut berasal dari elemen-elemen terkait dalam sistem manajemen klaim JKN di Rumah Sakit, memerlukan perbaikan internal. Rekomendasi hasil penelitian menitikberatkan pembenahan internal rumah sakit, seperti mengembangkan metode sosialisasi yang lebih efektif, meningkatkan komunikasi dengan pimpinan, mempromosikan ketepatan diagnosis dan tindakan berdasarkan ICD, menciptakan format resume medis baru, dan memantau pengembangan rekam medis elektronik. Disarankan juga penunjukan staf medis fungsional, pelatihan untuk Ketua Komite Medik, dan advokasi untuk alokasi anggaran. Rekomendasi ditujukan kepada Dinas Kesehatan DKI Jakarta untuk meningkatkan koordinasi antar lembaga kesehatan serta memberikan masukan konstruktif kepada pemerintah terkait praktik pemeriksaan paska klaim oleh BPJS Kesehatan yang belum sesuai regulas pemerintah. Studi ini menekankan perlunya penyempurnaan aplikasi BPJS Kesehatan untuk menciptakan mekanisme umpan balik yang lebih efektif dalam menangani masalah klaim JKN.
This study investigates the management of National Health Insurance (Jaminan Kesehatan Nasional - JKN) claims at RSUD Kebayoran Lama Regional Hospital in 2022, focusing on pending claims, verification, and post-claim audits. The primary causes of pending claims include incomplete medical records (29%), insufficient supporting claim data (24%), and coding errors (21%). Post-claim issues mainly stem from service episode problems (39%), coding errors (31%), and incomplete medical records (22%), originating from interconnected elements within the hospital's JKN claim management system, necessitating internal enhancements. The recommendations emphasize internal improvements, advocating for more effective socialization methods, updated communication practices, accuracy in diagnoses and procedures based on ICD, new outpatient medical record formats, and ongoing monitoring of electronic medical record progress. Additionally, it suggests appointing responsible medical staff, training the Medical Committee Chairperson, and advocating for budget allocation. Recommendations also target the Jakarta Provincial Health Office to enhance communication among healthcare providers and provide constructive feedback to align post-claim examinations with regulations. Lastly, it underscores BPJS Kesehatan's need to refine its application for improved feedback mechanisms to address JKN claim issues effectively.
B-2415
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
