Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 52 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Indira Puspita Prihartono; Pembimbing: Adik Wibowo; Penguji: Puput Oktaviani, Vetty Yulianty Permanasari, Diah Anggraini, Mira Puspitasari
Abstrak: Latar belakang: Perawat memiliki peran krusial dalam keselamatan pasien dan proses pemberian obat di rumah sakit. Di RSUD Tebet kesalahan medikasi merupakan jenis insiden keselamatan pasien yang paling banyak dilaporkan, yaitu 52,5% dari total insiden keselamatan yang dilaporkan dari tahun 2016 hingga September 2018, namun dari pelaporan tersebut, sangat sedikit (9,25%) yang dilaporkan oleh perawat. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berperan dalam pelaporan kesalahan pemberian obat pada perawat di RSUD Tebet. Metode: Metode yang digunakan adalah mixmethod kuantitatif yan diikuti oleh kualitatif dengan menggunakan kuesioner, fokus grup diskusi dan wawancara mendalam. Hasil: Tidak ditemukannya faktor yang bermakna secara statistik terhadap pelaporan kesalahan pemberian obat pada perawat. Faktor yang paling berperan dan menghambat pelaporan adalah respon administratif dan konsekuensi akibat pelaporan. Faktor yang ditemukan mendukung pelaporan kesalahanan pemberian obat adalah dukungan atasan, pemahaman dan kesadaran diri akan pentingnya pelaporan, dan tidak adanya budaya menyalahkan. Kesimpulan: Pelaporan kesalahan pemberian obat di RSUD Tebet masih rendah. Pelaporan insiden dapat ditingkatkan dengan membangun budaya keselamatan yang tidak menyalahkan individu. Penelitian lebih lanjut dapat menyelidiki terjadinya kesalahan pemberian obat selain kesalahan pemberian obat yang dilaporkan.
Read More
B-2085
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tyagita Meyril Rahmadhani; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Mila TejamayaLaksita Ri Hastiti, Irma Primadiati Afifka, Wahyudin Lihawa
Abstrak: Pelaporan Observasi Keselamatan (POK) diterapkan di industri minyak dan gas di PT.X, Provinsi Riau untuk mencoba mengurangi angka kejadian kecelakaan kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pelaporan observasi keselamatan kerja sebagai alat yang digunakan untuk mengurangi angka kecelakaan. POK ini merupakan hasil modifikasi dari STOP Cardnya DuPont. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif yang berfokus pada kajian pelaporan observasi keselamatan kerja. Angka kejadian kecelakaan juga dikumpulkan untuk dibandingkan dengan jumlah pelaporan observasi keselamatan. Kuesioner sebanyak 15 pertanyaan juga diberikan kepada 50 pekerja untuk melihat persepsi pekerja terhadap POK yang diterapkan. Scatterplots digunakan untuk menetapkan korelasi antara penerbitan pelaporan dan kejadian kecelakaan kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaporan observasi keselamatan berkaitan dengan penurunan kejadian kecelakaan. Pelaporan observasi keselamatan secara positif memengaruhi pola pikir pekerja terhadap praktek kerja aman. Namun, perlu diperhatikan oleh managemen perusahaan terkait penyelesaian status temuan (finding) pelaporan observasi keselamatan yang statusnya masih tertunda penyelesaiannya
Safety Observation Reporting (POK) is implemented in the oil and gas industry at PT X, Riau Province to try to reduce the number of work accidents. The purpose of this study is to examine the safety observation reporting as a tool used to reduce the number of accidents. This POK is a modified version of the DuPont STOP Card. This study uses a descriptive analysis method that focuses on the study of safety observation reporting. Accident figures were also collected to compare with the number of safety observation reporting. A questionnaire of 15 questions was also given to 50 workers to observe workers' perceptions of the applied POK. Scatterplots are used to establish the correlation between issuance reporting and occupational accident incidents. The results showed that the safety observation reporting was associated with a reduction in the occurrence of accidents. Safety observation reporting positively influences the mindset of workers towards implemented safe work practices. However, company management needs to pay attention to the completion of finding progress status of safety observation reporting whose completion status is still pending
Read More
T-6067
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Indriana Kusuma Wardhani; Pembimbing: Iwan Ariawan; Penguji: Tris Eryando, Eriati
S-9838
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lea Morry Br Ginting; Pembimbing: Sudijanto Kamso; Penguji: R. Sutiawan, Dakhlan Choeron
Abstrak: Puskesmas Berastagi dan Puskesmas Tiga Panah merupakan beberapa dari Puskesmas yang ditemukan ketidaksambungan data, tidak kredibel di Kabupaten Karo. Risiko dari data yang tidak kredibel adalah tidak bisa mengetahui besarnya masalah yang sesungguhnya sehingga tidak bisa memonitor, mengevaluasi keberhasilan atau kegagalan program. Pukesmas Berastagi dan Tiga Panah menerima pelaporan KIA dari Bidan di Desa. Oleh karena itu diperlukan adanya evaluasi sistem pencatatan dan pelaporan kesehatan ibu dan anak untuk melihat data kesehatan ibu dan anak yang ada di Puskesmas Berastagi dan Tiga Panah terutama pelaporan data dari Bidan di Desa. Penelitian ini merupakan peneltian kualitatif dengan pengambilan data melalui wawancara, observasi dan studi dokumentasi.
Read More
S-10567
Depok : FKM-UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lemi Kurniawan; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Atik Nurwahyuni, Doni Arianto
Abstrak: Abstrak 
Tesis ini membahas analisis Implementasi Kebijakan Pelaporan Rumah Sakit Lanjutan Program Jamkesmas pada Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan Tahun 2012. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam dari informan terpilih. Hasil penelitian menunjukkan dari aspek Input Laporan masih ada Rumah Sakit yang melaporkan belum sesuai dengan manlak aspek proses berdasarkan kepada teori implementasi kebijakan Edward III faktor komunikasi, sumber daya, disposisi dan struktur birokrasi, serta aspek Umpan balik Kesimpulannya, Implementasi Kebijakan Pelaporan PPK Lanjutan Program Jamkesmas pada Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan Tahun 2012 belum dilaksanakan secara maksimal, karena belum adanya batas waktu penyampaian Saran peneliti bagi Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan adanya batas waktu penyampaian pelaporan dan umpan balik secara berkala dan tertulis terhadap Rumah Sakit lanjutan tersebut.
 

This thesis discusses the analysis of the Policy Implementation Advanced Reporting Hospital JAMKESMAS Program at the Center for Financing and Health Security in 2012. This study used a qualitative approach by conducting indepth interviews from selected informants. Results of the study showed there are still aspects of the Report Input Hospital reported manlak not in accordance with aspects of the process of policy implementation is based on the theory of Edward III factor of communication, resources, disposition and bureaucratic structure, aspect Feedback conclusion, Reporting Implementation Program Advanced Hospital JAMKESNAS the Central Financing and Health Insurance in 2012 has not been fully implemented, because there is no deadline for submission of suggestions researcher for the Center for Health Financing and Guarantee the deadline reporting and feedback on the advanced Hospital.
Read More
T-3768
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Khaula Karima; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Puput Oktamianti, Purnawan Junadi, Nana Mulyana, Sulistyo
Abstrak:
Ketepatan waktu merupakan kinerja utama dari sistem surveilans. Pencegahan dan pengendalian TBC memerlukan pelaporan yang lengkap dan tepat waktu agar dapat dilakukan investigasi kontak dan pengobatan. Pada penelitian ini ketepatan waktu pelaporan digambarkan dengan interval tanggal register pasien TBC saat menjadi terduga TBC dengan tanggal input pelaporan TBC di SITB dengan batas waktu 7 hari. Berbagai penelitian menunjukkan sejumlah faktor yang berhubungan dengan ketepatan waktu pelaporan, seperti jenis fasilitas kesehatan, kepemilikan fasilitas kesehatan, karakteristik pasien, dan beberapa faktor lainnya yang digambarkan oleh Donabedian (1988) sebagai faktor input, proses, dan output. Penelitian ini adalah penelitian cross-sectional dengan pendekatan mixed method sequential design diawali analisis kuantitatif data SITB di Provinsi Jawa Barat tahun 2021 dan 2022 dengan uji chi square dan uji regresi logistik ganda, dilanjutkan dengan penelitian kualitatif. Proporsi laporan TBC tepat waktu di Jawa Barat meningkat dari 46,7% (2021) menjadi 56,7% (2022). Hasil uji chi square menunjukkan waktu register pasien TBC, jenis faskes yang melapor, kepemilikan faskes yang melapor, riwayat penyakit TBC pasien, jenis kasus TBC, volume kasus di kabupaten/kota, status kerja sama faskes dengan BPJS Kesehatan, usia, dan jenis kelamin pasien berhubungan dengan ketepatan waktu pelaporan TBC di 2021 dan 2022. Setelah dikontrol variabel lainnya, analisis multivariat menyimpulkan jenis faskes merupakan faktor yang paling berhubungan dengan ketepatan waktu pelaporan TBC di Jawa Barat. Odss tertinggi pada lapas rutan (2021=10,6 CI : 6,9-16,4; dan 2022=5,4 CI=3,8-7,6) dengan rentang confident interval yang cukup besar, dan BP4/BBKPM/BKPM (2021=3,4 CI:3,1-3,5 dan 2022=4,6 CI: 3,2-3,9) dibandingkan dengan Puskesmas. Hasil penelitian kualitatif menjelaskan keterkaitan kompetensi petugas, kebijakan, infrastruktur, persepsi manfaat, dan persepsi penggunaan sistem informasi dengan ketepatan waktu pelaporan TBC. Dengan demikian, intervensi untuk meningkatkan kualitas data TBC memperhatikan jenis fasilitas kesehatan, mendorong kebijakan yang meningkatkan keterlibatan fasilitas pelayanan kesehatan swasta, mengoptimalkan mekanisme umpan balik pelaporan TBC, serta memperkuat sistem informasi elektronik TBC yang mendukung output operasional penggunanya di faskes sangat penting.

Timeliness of report is one of the key metrics in surveillance system. Prevention and control of Tuberculosis requires complete and timely reporting so that contact investigations and treatment can be carried out immediately. In this study, the timeliness of reporting is described by the interval between the date of registration of a TB patient when as suspected TB and the date of input registration input into TB Information system (SITB). The categorization of timely report determined by 7 days of interval, which is also referred to by the Ministry of Health in the Zero Reporting intervention. Various studies show factors related to the timeliness of reporting, i.e., type of health facility, type of provider, patient characteristics, and other factors described by Donabedian (1988) as input, process and output factors. This study using mixed method sequential design with quantitative research using SITB data continued with qualitative research. The chi square test to analyze qualitative data continued with logistic regression. The proportion of timely TB reports in West Java increased from 46.7% to 56.7%. The chi-square test shows registration time for TB patients, type of reporting health service facility, type of provider, TB patient treatment history, type of TB case, TB case volume in the districts, cooperation status with BPJS Kesehatan, patient age, and patient gender is related to the timeliness of TB reporting in 2021 and 2022. After controlling other variables, the multivariate analysis concluded that the type of health facility is the most related factor to the timeliness of TB reporting in West Java in 2021 and 2022. The highest odds were in prisons (2021=10.6 CI: 6.9-16.4; and 2022=5.4 CI=3.8-7.6) with a large confidence interval range, and BP4/BBKPM/ BKPM (2021=3.4 CI:3.1-3.5 and 2022=4.6 CI: 3.2-3.9) compared to Puskesmas. The results of qualitative research explain the relationship between officer competency, policy, infrastructure, perceived of benefits, and perceived of information systems usefulness with the timeliness of TB reporting. Thus, interventions to improve the quality of TB data by looking at the type of health facility, encouraging policies that increase the involvement of private provider, optimizing the feedback mechanism for TB reporting, and strengthening the electronic TB information system that supports the operational output of its users in health facilities are imperative.
 
Read More
T-6964
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Puput Oktamianti; Ketua Sidang: Sabarinah; Promotor: Adang Bachtiar; Ko Promotor: Indang Trihandini; Tim Penguji: Anhari Achadi, Amal Chalik Sjaaf, Wachyu Sulistiadi, Dumilah Ayuningtyas, Sutoto, Miko Hananto
Abstrak:
Pelaporan kasus Tuberkulosis di Indonesia masih menjadi tantangan besar dengan masih tingginya kasus TB yang ditemukan khususnya di rumah sakit tetapi tidak terlaporkan kepada Program TB Nasional. Oleh karena itu, pemerintah telah mengintegrasikan pengendalian TB ke dalam akreditasi rumah sakit dimana akreditasi merupakan bentuk tuntutan legitimasi terhadap rumah sakit dan tuntutan stakeholder. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kontribusi akreditasi terhadap pelaporan kasus TB oleh rumah sakit sehingga diperoleh rekomendasi kebijakan penguatan upaya pelaporan untuk TB pada rumah sakit. Penelitian menggunakan data sekunder hasil penilaian akreditasi rumah sakit dan pelaporan kasus TB dalam SITT pada semua rumah sakit yang lulus SNARS 2018 periode Januari 2018-Juni 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah rumah sakit menunjukkan peningkatan pada periode setelah akreditasi. Variabel akreditasi yang dikontruksi indikator manajemen informasi dan rekam medik, peningkatan mutu dan keselamatan pasien, dan program nasional penurunan angka kesakitan tuberkulosis berpengaruh terhadap pelaporan kasus TB dimana karakteristik rumah sakit (tempat tidur, kelas RS dan ukuran RS) mempengaruhi kedua variabel tersebut. Kerangka penguatan upaya pelaporan TB di rumah sakit yang dikembangkan mencakup: regulasi dan kebijakan, manajemen proses, fokus pada pelanggan, manajemen sumber daya, monitoring dan evaluasi serta feedback. Hal ini didukung juga oleh strategi manajemen data yang terdiri dari: (1) sumber data TB yang berasal dari berbagai unit pelayanan dilaporkan kepada tim DOTS, (2) koordinasi melalui labeling dan komunikasi rutin serta integrasi data berbasis SIMRS, (3) leveraging dan manajemen data melalui manajemen data induk, analisis data dan kualitas data, (4) tata kelola data yang didukung SDM, proses/standar, kebijakan/regulasi, dan teknologi/fasilitas, serta (5) penyelarasan data internal rumah sakit dan database kementerian kesehatan. Rekomendasi dalam penelitian ini adalah: (1) penguatan pada proses penilaian akreditasi dengan memanfaatkan komponen penilaian bab manajemen informasi dan rekam medik serta bab peningkatan mutu dan keselamatan pasien; (2) penguatan pada manajemen data TB di internal rumah sakit dengan memanfaatkan sistem informasi yang terkoneksi dan terintegrasi dengan database internal dan eksternal yang disertai monitoring, evaluasi serta feedback oleh Dinas Kesehatan dan Kementerian Kesehatan sehingga surveilans TB dapat optimal;dan (3) penguatan insentif dan disinsentif dalam mendukung pelaporan kasus TB oleh rumah sakit.

Reporting TB cases in Indonesia is still a big challenge with the high TB cases found, especially in hospitals, but not reported to the National TB Program. Therefore, the government has integrated TB control into hospital accreditation where accreditation is a form of legitimate demands for hospitals and stakeholder demands. This study aims to analyze how the contribution of accreditation to TB case reporting by hospitals in order to obtain policy recommendations for strengthening reporting efforts for TB in hospitals. The study used secondary data from hospital accreditation assessment results and TB case reporting in SITT at all hospitals that passed the 2018 SNARS for the period January 2018-June 2019. The results showed that the number of hospitals reporting TB cases increased in the period after accreditation. Accreditation variables constructed by indicators of information management and medical records, quality improvement and patient safety, and national programs for reducing tuberculosis morbidity affect the reporting of TB cases where hospital characteristics (beds, hospital class and hospital size) affect both variables. The framework for strengthening TB reporting efforts in hospitals that was developed includes: regulations and policies, process management, customer focus, resource management, monitoring and evaluation and feedback. This is also supported by a data management strategy consisting of: (1) TB data sources originating from various service units reported to the DOTS team, (2) coordination through labeling and routine communication as well as SIMRS-based data integration, (3) leveraging and management data through master data management, data analysis and data quality, (4) data management supported by human resources, processes/standards, policies/regulations, and technology/facilities, and (5) synchronization of internal hospital databases and ministry of health databases. Recommendations in this study are: (1) strengthening the accreditation assessment process by utilizing the assessment components of the information management chapter and medical records as well as the quality improvement and patient safety chapter; (2) strengthening of internal TB data management in hospitals by utilizing information systems that are connected and integrated with internal and external databases accompanied by monitoring, evaluation and feedback by the Health Service and the Ministry of Health so that TB surveillance can be optimal; and (3) strengthening incentives and disincentives in supporting the reporting of TB cases by hospitals. Key words: Tuberculosis, Accreditation, Surveillance, Reporting, Hospital
Read More
D-438
Depok : FKM-UI, 2021
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Septa Ryan Ellandi; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Septiara Putri, Puji Triastuti
Abstrak: Keselamatan pasien di rumah sakit masih menjadi isu krusial yang mendunia, karena rumah sakit merupakan institusi jasa pelayanan yang mengupayakan kesembuhan pasien. Maka keselamatan pasien menjadi suatu keniscayaan, diharapkan tidak terjadi insiden keselamatan pasien (zero insiden). Salah satu cara untuk mengendalikan peningkatan angka insiden di rumah sakit adalah dengan memanfaatkan sistem pelaporan. Penelitian ini membahas mengenai gambaran pelaporan insiden keselamatan pasien di rumah sakit di Indonesia beserta faktor-faktor yang memengaruhinya, ditinjau dari faktor individu, organisasi, dan pemerintah. Tujuan penelitian ini adalah didapatkannya informasi mengenai faktor-faktor yang brpengaruh terhadap pelaporan insiden keselamatan pasien di rumah sakit di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan basis data Garuda Kemendikbud, Rama Kemendikbud, Directory of Open Acces Journals (DOAJ), Library UI, Science Direct, PubMed, ProQuest, dan Scopus. Hasil penelitian didapatkan bahwa rumah sakit di Indonesia sudah memiliki regulasi yang mengatur mengenai pelaporan insiden kselamatan pasien. Sistem pelaporan yang digunakan masih berbasis manual, dan praktik pelaporan belum bisa dikatakan sukses karena masih adanya budaya menghukum, jaminan kerahasiaan pelapor masih diragukan, pelaporan belum tepat waktu, dan umpan balik masi minim. Dari hasil penelitian juga diperoleh faktor yang dapat memengaruhi pelaporan insiden keselamatan pasien di rumah sakit adalah faktor individu (pengetahuan, ketakutan, beban kerja, dan motivasi), faktor organisasi (umpan balik, sistem pelaporan, kerahasiaan, sosialisasi dan pelatihan, serta budaya keselamatan), dan faktor pemerintah dalam hal kebijakan.
Patient safety in hospitals is still a crucial issue worldwide, because hospitals are service institutions that seek to cure patients. So patient safety becomes a necessity, it is hoped that there will be no patient safety incidents (zero incidents). One way to control the increasing number of incidents in hospitals is to utilize a reporting system. This study discusses the description of patient safety incident reporting in hospitals in Indonesia and the factors that influence it, in terms of individual, organizational, and government factors. The purpose of this study was to obtain information about the factors that influence the reporting of patient safety incidents in hospitals in Indonesia. This study uses a literature review method with the Garuda Ministry of Education and Culture database, Rama Kemendikbud, Directory of Open Acces Journals (DOAJ), UI Library, Science Direct, PubMed, ProQuest, and Scopus. The results showed that hospitals in Indonesia already have regulations governing patient safety incident reporting. The reporting system used is still manual-based, and reporting practices cannot be said to be successful because there is still a punitive culture, guarantees for the confidentiality of whistleblowers are still in doubt, reporting is not timely, and feedback is still minimal. From the results of the study, it was also found that the factors that can affect the reporting of patient safety incidents in hospitals are individual factors (knowledge, fear, workload, and motivation), organizational factors (feedback, reporting systems, confidentiality, socialization and training, and safety culture), and government factors in terms of policy
Read More
S-10892
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ayu Citra Wangsanita; Pembimbing: Tris Eryando; Penguji: R. Sutiawan, Nur Abadi, Yana Yojana
Abstrak: Pencatatan dan pelaporan peserta internsip saat ini masih manual, yaitu baik olehpeserta, pendamping, wahana dan Komite Internsip Dokter Indonesia. Haltersebut menyebabkan masih sulitnya data diolah, karena belum ada basis datayang dapat digunakan untuk mengeluarkan informasi yang dibutuhkan. Penelitianini merancang sistem pencatatan dan pelaporan peserta internsip yang mampumenyediakan data dan informasi dari seluruh wahana. Metodologi yangdigunakan dalam pengembangan sistem ini adalah Prototype. Data dikelolamelalui cara telaah dokumen dan wawancara mendalam. Sistem yangdikembangakan membantu peserta, pendamping, wahana dan Komite InternsipDokter Indonesia sejak registrasi pencatatan sampai dengan pelaporan dansertifikasi. Banyak informasi yang dihasilkan dari basis data seperti: indikatorkinerja bagi peserta internsip, pendamping dan wahana. Pengejawantahan sistemdapat terlaksana dengan baik jika didukung oleh aspek manusia, keuangan,material, metode, mesin dan legal telah dipersiapkan. Agar berjalan optimal, perlukebijakan untuk mendukung pemanfaatan teknologi komputer di wahana, sertamekanisme pengiriman data secara manual apabila terjadi kelumpuhan padajaringan internet.Kata Kunci : Prototipe, Sistem Pencatatan dan Pelaporan, Program InternsipDokter Indonesia
The activities of recording and reporting of participants internship havebeendone manually by the participants, supervisor, health facilities and theIndonesia Committee of Internship Doctor. This causes the difficulty ofprocessing data since there is no database availabe that can be used to issue theneeded information. It is important to conduct a research in order to design asystem for recording and reporting internship participants that can provide dataand information from all the health facilities, using the prototype methodology.Data is managed by analysing documentandconducting in-depth interviews. Thedevelopment of the sistem is aimed to help participants, supervisor, healthfacilities and the Indonesia Committee of Internship Doctor, starting formrecording registration until reporting and certification. Many information can bedeveloped from database such as: performance indicator for participantsinternship, supervisor and health facility. The implementation of the system canbe implemented properly if it is supported by human, financial, material, method,machine and legal aspects. In order to run the system optimally, it need policies tosupport the use of computer technology in health facilities, as well as the deliverymechanism for data manually in case of paralysis on the Internet.Keywords: Prototype; Recording and reporting system; The IndonesiaInternship Doctor Program
Read More
T-4350
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Supriyanto; Pembimnbing: Tris Eryando; Penguji: Ronnie Rivany, Debby Daniel, Dewi Lestarini
Abstrak: Instalasi Sterilisasi dan Binatu Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawatimemegang peranan penting dalam pengendalian dan pencegahan Health care-Associated Infections. Saat ini, semua pekerjaan pencatatan dan pelaporankegiatan sterilisasi masih dilakukan secara manual oleh petugas sehinggamenimbulkan beberapa masalah, yaitu: Belum tersedia format pencatatan danpelaporan tentang recall sehingga data yang dibutuhkan untuk proses recall alattidak segera didapat, dan Pencatatan kegiatan sterilisasi alat medis memakanwaktu yang lama sehingga laporan kegiatan sterilisasi alat medis tidak bisadiberikan tepat waktu.Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah model SistemPencatatan dan Pelaporan Sterilisasi Alat Medis, yang menghasilkan sebuahpurwarupa yang dapat menghasilkan dokumentasi sterilisasi alat medis denganbaik dan menghasilkan laporan kegiatan sterilisasi alat medis dalam waktu singkatyang dapat segera memberikan data untuk proses recall. Tahap penelitian yangdilakukan adalah analisa sistem, desain system dengan menggunakan metodeSystem Development Life Cycle, pengkodean dan ujicoba. Pengumpulan datadilakukan dengan wawancara, observasi alur dan telaahdokumen. Pengembanganmodel dengan hasil berupa purwarupa ini dapat mendukung penyelesaian masalahpencatatan dan pelaporan sterilisasi alat medis, terutama masalah recall.Penelitian ini dapat dikembangkan dengan mengintegrasikan system ini dengansystem informasi yang telah ada di Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati.Kata kunci: Pelaporan,Pencatatan,Sistem, Sterilisasi.
Sterilization and Laundry Installation in Fatmawati General HospitalJakarta has a very important role in controlling and preventing Health care-AssociatedInfections. At present, all work which consists of recording andreporting is done manually by one of the staff and thus creates some problems, asfollows: (1) No recall recording and reporting format, therefore data needed forrecall process is not available on time, and (2) Medical instrument sterilizationactivity recording takes a lot of time, therefore the report cannot be submitted ontime. The research goal is to develop a model of Medical Instrument Recordingand Reporting System, resulting in a prototype which can create medicalinstrument sterilization document properly so that medical instrument sterilestatus can be monitored and create medical instrument sterilization report in shorttime and provide data for recall process. The research phases are system analysis,system design by using System Development Life Cycle, coding and testing. Thedata were collected by using interview, flow observation and document study. Thedevelopment of Medical Instrument Sterilization Recording and Reporting Systemmodel resulting in prototype is able to support problem solving in medicalinstrument recording and reporting, especially regarding recall. The research canbe developed by integrating the system with existing information system inFatmawati General Hospital.Keywords: Recording, Reporting, Sterilization, System.
Read More
T-4570
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive