Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 7 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Sandry Tri Sumarni; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Penguji: Masyitoh Bashabih, Prastuti Soewondo, Mohammad Kurniawan, Achmad Harjadi
Abstrak:
Rumah Sakit (RS) Kramat 128 Jakarta Pusat merupakan salah satu rumah sakit tipe B yang telah lama memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat melalui fasilitas pelayanan rawat inap. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan layanan rawat inap di RS Kramat 128. Masalah yang menjadi fokus penelitian ini adalah fluktuasi tingkat Bed Occupancy Rate (BOR) setiap tahunnya yang masih jauh dari target Kementerian Kesehatan. Penelitian ini akan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang berhubungan dengan pemanfaatan layanan rawat inap di RS Kramat 128 untuk mengoptimalkan upaya peningkatan pemanfaatan layanan tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi langsung untuk data primer serta telaah dokumen untuk data sekunder. Data yang dikumpulkan meliputi angka BOR, data kunjungan rawat jalan dan inap, serta faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pemanfaatan layanan rawat inap. Pada tahap input, analisis data dilakukan dengan menggunakan metode thematic content analysis untuk mengidentifikasi, menganalasis, dan menyajikan pola berdasarkan data yang telah terkumpul. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang pemanfaatan layanan rawat inap di RS Kramat 128 serta memberikan sumbangan dalam pengembangan kebijakan dan manajemen pelayanan kesehatan yang lebih efektif di Rumah Sakit Kramat 128 dan RS lain.
Kramat 128 Hospital in Central Jakarta is type B hospital that has long provided healthcare services to the community, including through its inpatient care facilities. This study aims to analyze the utilization of inpatient services at Kramat 128 Hospital. The problem focused on in this research is the fluctuation in the Bed Occupancy Rate (BOR) each year, which is far from the target set by the Ministry of Health. This is a qualitative study where data collection is conducted through in-depth interviews and direct observations for primary data, as well as document review for secondary data. The collected data includes BOR figures, outpatient and inpatient visit data, as well as internal and external factors influencing the utilization of inpatient services. During the input phase, data analysis is carried out using the thematic content analysis method to identify, analyze, and present patterns based on the collected data. The results of this study are expected to provide a deeper understanding of the utilization of inpatient services at Kramat 128 Hospital. The findings of this research can also contribute to the development of more effective healthcare policies and management in Kramat 128 Hospital and potentially benefit other hospitals.
Read More
B-2336
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aprillia Sriduma Tambunan; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Mardiati Nadjib, La Ode
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menghitung biaya rata-rata 10 diagnosa penyakit terbanyak dan termahal peserta Program Pelayanan Kesehatan Karawang Sehat di Kabupaten Karawang periode Januari-Desember 2018. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan menggunakan desain cross sectional. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang didapatkan dari data klaim Program Pelayanan Kesehatan Karawang Sehat. Analisis yang dilakukan adalah analisis Univariat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peserta laki-laki mendapatkan pelayanan rawat inap terbanyak yaitu 50,4% dari seluruh klaim. Rata-rata umur peserta yang mendapatkan pelayanan rawat inap adalah 33,41 tahun dan rata-rata lama hari rawat adalah 4,86 hari. Typhoid Fever merupakan penyakit rawat inap terbanyak, penyakit rawat inap termahal yaitu Hydrocephalus, unspecified dengan biaya Rp213.576.000,00. Biaya rata-rata perawatan paling besar peserta Program Pelayanan Kesehatan Karawang Sehat periode Januari - Desember 2018 pada 10 penyakit rawat inap terbanyak adalah penyakit Tuberculosis of lung, confirmed by unspecified means yaitu sebesar Rp5.393.807,55 dan pada 10 penyakit rawat inap termahal adalah Presence of cerebrospinal fluid drainage device yaitu sebesar Rp34.804.500,00. Saran untuk Program Pelayanan Kesehatan Karawang Sehat adalah melakukan kegiatan promotif dan preventif pada penyakit-penyakit rawat inap yang terbanyak terjadi pada peserta Program Pelayanan Kesehatan Karawang Sehat. Melakukan pemeriksaan berulang terhadap klaim 10 diagnosa penyakit rawat inap termahal dengan jumlah kasus yang besar untuk menghindari terjadinya pembengkakan biaya dan fraud. Melakukan kerjasama dengan Dinas Sosial dan Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil untuk mengatasi data kependudukan penduduk miskin Kabupaten Karawang, sehingga dapat diintegrasikan ke dalam skema Jaminan Kesehatan Nasional.
 

This study aims to calculate top 10 diagnosis of disease and top 10 expensive disease inpatient care among participants of the Healthy Karawang Health Service Program in Karawang Regency, January-December 2018. This research is a quantitative descriptive study using a cross sectional design. The data used in this study are secondary data obtained from the claims data of the Karawang Sehat Health Service Program. The analysis carried out was Univariate analysis. The results of this study indicate that the male participants received the most inpatient services, namely 50.4% of all claims. The average age of participants who received inpatient services was 33.41 years and the average length of stay was 4.86 days. Typhoid Fever is the most hospitalized disease, the most expensive inpatient disease, Hydrocephalus, unspecified at a cost of Rp213.576.000,00. The highest average cost of care for participants in the Healthy Karawang Health Service Program for the period of January - December 2018 in the 10 most inpatient diseases was Tuberculosis of Lung, confirmed by unspecified means which was Rp5.393.807,55 and in the 10 most expensive inpatient diseases Presence of cerebrospinal fluid drainage device is Rp34.804.500,00. Suggestions for the Karawang Sehat Health Service Program are to carry out promotive and preventive activities in hospitalized diseases, which mostly occur in the participants of the Healthy Karawang Health Service Program. Conduct repeated checks on claims of 10 most expensive inpatient diagnoses with a large number of cases to avoid the occurrence of cost overruns and fraud. Collaborating with the Social Service and Population and Civil Registry Service to address the population data of the poor population of Karawang Regency, so that it can be integrated into the National Health Insurance scheme.
Read More
S-9916
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Arinda Kurnitasari; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Atik Nuyrwahyuni, Yulia Oktavia
Abstrak: Skripsi ini membahas mengenai utilisasi pelayanan rawat inap program Jamkesda Kota Yogykarta tahun 2013-3015 berdasarkan jenis kepesertaan, jenis kelamin, umur, dan kelas rumah sakit. Penelitian ini adalah penelitian analisiskuantitaf yang bersifat deskriptif dengan pendekatan cross sectional dengan mengolah data sekunder yang di dapat dari tempat penelitian. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling. Seluruh data klaim dari 1 Januari 2013 s/d 31 Desember 2015 digunakan sebagai sampel. Analisis yang dilakukan adalah analisis Univariat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengguna pelayanan rawat inap program Jaminan kesehatan Daerah Kota Yogyakarta menurun hingga setengahnya dari tahun 2013 ke tahun 2015 yaitu dari 4.644 menjadi 2.422 yang sebanding dengan peningkatan jumlah peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan sedangkan rerata cost sharing pengguna berkisar Rp 1.004.640 s/d Rp 1.279.369 yang menunjukkan bahwa kemampuan bayar pengguna Jamkesda setara iuran BPJS kesehatan selama tiga tahun. Jumlah kasus rawat inap dari semua kelompok peserta menurun tetapi rata-rata biaya rawat inapnya memiliki tren bervariasi yang dipengaruhi besaran biaya diagnosis penyakit dan besaran cost sharing, yaitu pada tahun 2013 sebesar 28,7% naik menjadi 40% pada tahun 2014 dan turun di tahun 2015 menjadi 26,2%. Jumlah kasus untuk jenis kelamin perempuan lebih tinggi yaitu 1.933 (55,4%) dan 1.371 (56,6%). Meskipun demikian, rata-rata biaya rawat inap untuk jenis kelamin lakilaki selalu lebih tinggi dari jenis kelamin perempuan. Jumlah kasus terbanyak pada umur 0-4 tahun (>10%) kemudian menurun hingga umur 10-14 tahun (<4%) lalu naik lagi hingga puncaknya pada umur 50-54 tahun (7,6%-10,6%) dan setelah itu menurun hingga umur 80+. Rata-rata biaya rawat inap semakin tinggi sebanding dengan kenaikan klasifikasi kelas rumah sakit. Rumah sakit kelas A adalah yang paling tinggi rata-rata biaya rawat inapnya dan rumah sakit kelas B adalah rumah sakit yang paling banyak penggunanya sedangkan rumah sakit kelas C penggunanya paling sedikit Kata kunci: Jamkesda; Pelayanan Rawat Inap; Utilisasi
Read More
S-9045
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Salsa Sangha Mitta; Pembimbing: Septiara Putri; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Anthony Jayaprana
Abstrak:
Grafik Barber-Johnson digunakan untuk menghitung nilai efisiensi rawat inap dengan menggunakan parameter Bed Occupancy Rate (BOR), Average Length of Stay (aLOS), Turn Over Interval (TOI), dan Bed Turn Over (BTO). Ruang rawat inap kelas perawatan general memiliki nilai BOR harian terendah dibanding kelas perawatan lain yang ada di Rumah Sakit Mayapada Tangerang pada Triwulan I-III tahun 2022. Selain itu, nilai BOR setiap bulannya tidak memenuhi nilai ideal Barber-Johnson dan ada beberapa bulan nilai aLOS yang juga di bawah standar nilai ideal. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed method dengan desain kuantitatif untuk perhitungan efisiensi penggunaan tempat tidur menggunakan pendekatan Barber-Johnson, dan kualitatif untuk melihat faktor yang mempengaruhi nilai efisiensi tersebut. Hasil penelitian yang didapat menunjukkan nilai BOR dan TOI setiap bulan serta triwulan I-III tidak memenuhi nilai ideal BOR (75-85%) dan TOI (1-3 hari) teori Barber-Johnson. Nilai aLOS Januari, Juni, Juli, Agustus, dan triwulan III tidak memenuhi nilai ideal aLOS (3-12 hari) Barber Johnson. Nilai BTO dari periode triwulan I-III mencapai 27.21 kali. Berdasarkan hasil wawancara informan berupa perawat, kepala departemen rawat inap, dan unit RMIK di Rumah Sakit Mayapada ditemukan faktor permintaan tempat tidur yang rendah di kelas perawatan general sehingga mempengaruhi nilai efisiensi kelas perawatan tersebut. Sementara itu, untuk faktor sarana dan fasilitas, tenaga kesehatan, pasien pulang atas permintaan sendiri, dan pasien yang dirujuk atau dipindahkan tidak memiliki pengaruh besar terhadap nilai efisiensi.

The Barber-Johnson Graphic is used to evaluate the value of inpatient efficiency using the indicators Bed Occupancy Rate (BOR), Average Length of Stay (aLOS), Turn Over Interval (TOI), and Bed Turn Over (BTO). The general inpatient room has the lowest daily BOR value compared to other classes at Mayapada Tangerang Hospital in Quarters I-III 2022. In addition, the monthly BOR value and there have been several months of aLOS values, which are also below the ideal value standard. This study uses a mixed-methods approach with a quantitative design to calculate the efficiency of using a bed using the Barber-Johnson approach and a qualitative design to find the factors that influence the value of this efficiency. The research results obtained show that the BOR and TOI values every month and quarters I?III do not meet the ideal values of BOR (75?85%) and TOI (1-3 days) of the Barber-Johnson theory. The aLOS values for January, June, July, August, and the third quarter do not meet the Barber-Johnson ideal aLOS values (3?12 days). The BTO value from the I-III quarter reached 27.21 times. Based on the results of interviews with informants in the form of nurses, heads of inpatient departments, and the health information unit at Mayapada Hospital, it was found that the demand for beds was low in the general care class, which affected the efficiency value. On the other hand, facilities, health workers, forced discharge patients, and referred or transferred patients do not have a big influence on the value of efficiency.
Read More
S-11170
Depok : FKMUI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurlaili Maya Ramadhanty; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Mardiati Nadjib, Wiku Bakti Bawono Adisasmito, Adi Kuanto, Supriyantoro
Abstrak:
Latar belakang : Mencapai kualitas pelayanan yang baik merupakan hal krusial bagi Rumah Sakit Umum Daerah Prabumulih. Selain melalui aspek pengobatan, aspek lain yang dapat memengaruhi persepsi kualitas layanan adalah lingkungan fisik. Pasien akan menilai kualitas jasa rumah sakit yang tak wujud melalui lingkungan fisik yang konkret. Maka dari itu perhatian pada dimensi lingkungan fisik terbilang penting, mengingat pengaruhnya pada pembentukan persepsi kualitas layanan. Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan lingkungan fisik dan dimensi-dimensinya terhadap persepsi kualitas layanan di rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah Prabumulih. Metodologi penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional (potong lintang). Data primer diperoleh dari pengisian kuisoner sebanyak 200 orang. Lingkungan fisik dinilai dengan aspek kondisi lingkungan, tata letak fungsionalitas, tanda symbol, desain dan kebersihan, dan persepsi kualitas layanan dinilai dengan kualitas fungsional dan teknikal Hasil penelitian : Hasil analisis menunjukan terdapat korelasi sedang antara lingkungan fisik dengan persepsi kualitas layanan dengan aspek lingkungan fisik yang paling berhubungan dengan persepsi kualitas layanan adalah kondisi lingkungan. Sedangkan desain dan tanda symbol tidak terdapat hubungan. Kesimpulan : Peningkatan lingkungan fisik melalui peningkatan kondisi lingkungan, tata letak ruang dan fungsionalitas dan kebersihan dapat membantu membangun hubungan yang kuat terhadap persepsi kualitas layanan, oleh karena itu perlu untuk meningkatkan lingkungan fisik melalui peningkatan pengelolaan fasilitas yang telah. Kata kunci: Lingkungan Fisik, Kualitas Pelayanan, Rawat Inap

Background: Achieving good service quality is crucial for the Prabumulih General Hospital. Apart from the treatment, another aspect that can influence the perception of service quality is the servicescape. Patients will assess the quality of intangible hospital services through the concrete physical environment. Therefore, attention to the dimensions of the servicescape is important, considering its influence on the formation of perceived service quality. Objective: This study aims to examine the relationship between the servicescape and its dimensions on the perceived service quality in inpatient unit at the Prabumulih General Hospital. Methods: This study uses a quantitative approach with a cross-sectional design. Primary data was collected from a questionnaire filled out by 200 individuals. The physical environment was assessed based on environmental conditions, functional layout, symbols, design and cleanliness, and the perception of service quality was evaluated in terms of functional and technical quality. Results: Based on statistical tests, it was found that the servicescape had a significant correlation between the physical environment and the perception of service quality, with environmental conditions being the physical aspect most associated with the perception of service quality. Meanwhile, there is no correlation found between design and symbols and the perception of service quality. Conclusion : Improving the physical environment through the enhancement of environmental conditions, spatial layout, functionality, and cleanliness can help build a strong relationship with the perception of service quality. Therefore, it is necessary to improve the physical environment by enhancing the management of existing facilities Keywords: Servicescape, Service Quality, Inpatients
Read More
B-2407
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mito Julianto; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Masyitoh, Pujiyanto, Aldrin Neilwan P, Ferawati
Abstrak:

Latar Belakang : Komponen utama dalam penilaian kinerja keuangan rumah sakit adalah pendapatan dari layanan kesehatan. Tantangan yang dihadapi rumah sakit dapat meliputi pengelolaan klaim Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), efisiensi operasional, serta penanganan biaya operasional yang terus meningkat. Data RSUP Fatmawati memperlihatkan sumber utama pendapatan berasal dari pembayaran klaim JKN yang diajukan rumah sakit ke BPJS Kesehatan. Proporsi penerimaan terbesar berasal dari klaim pelayanan pasien JKN, yaitu sebesar 86% pada tahun 2023, dan 84% pada tahun 2024. Data pengajuan klaim 3 bulan terakhir menunjukkan jumlah pengajuan klaim RSUP Fatmawati rata-rata 68%, jauh dari target kinerja yang ditetapkan Direktur Utama, yaitu sebesar 95%.
Metode : Penelitian ini menggunakan design experimental dengan pendekatan operational research. Pendekatan operational research dapat digunakan untuk merancang dan mengembangkan langkah kerja baru, sehingga proses menjadi lebih efisien. Jumlah sampel dalam penelitian ini ditetapkan berdasarkan Central Limit Theorem, yaitu minimal 30 (tiga puluh) rekam medis. Teknik sampling menggunakan metode simple random sampling.
Hasil : Hasil penelitian dengan pendekatan lean six sigma didapatkan lead time pengolahan klaim JKN pelayanan rawat inap di RSUP Fatmawati yaitu 54 jam 40 menit 31 detik, sebesar 97% merupakan kegiatan non value added yang didominasi waste jenis waiting yaitu 52 jam 50 menit 11 detik. Identifikasi akar masalah didapatkah bahwa lamanya waktu pengolahan berkas klaim JKN pelayanan rawat inap disebabkan oleh adanya proses menunggu berkas fisik oleh verifikator internal pada fase hilir (pasca perawatan). Implementasi lean six sigma berhasil menurunkan lead time sebesar 56%, dari 54 jam 40 menit 31 detik menjadi 24 jam 6 menit 52 detik. Penurunan lead time ini disertai dengan reduksi waste, dengan reduksi waste terbesar pada jenis waiting sebesar 58%, dari 52 jam 50 menit 11 detik menjadi 22 jam 30 menit 0 detik.
Kesimpulan : Implementasi lean six sigma secara signifikan dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi waktu dalam pengolahan berkas klaim JKN pelayanan rawat inap di RSUP Fatmawati.


Background        : The main component in assessing hospital financial performance is revenue from healthcare services. Challenges faced by hospitals may include managing National Health Insurance (JKN) claims, operational efficiency, and handling rising operational costs. Data from Fatmawati General Hospital shows that the main source of revenue comes from JKN claims submitted by the hospital to the Health Social Security Agency (BPJS Kesehatan). The largest proportion of revenue comes from JKN patient service claims, accounting for 86% in 2023 and 84% in 2024. Data on claim submissions over the past three months shows that the average claim submission rate at RSUP Fatmawati is 68%, far below the performance target set by the Director General, which is 95%. Methodology        : This study employs an experimental design with an operational research approach. Operational research can be used to design and develop new work procedures, thereby enhancing process efficiency. The sample size in this study was determined based on the Central Limit Theorem, with a minimum of 30 (thirty) medical records. The sampling technique used simple random sampling. Results        : The results of the study using the lean six sigma approach showed that the lead time for processing JKN inpatient claims at RSUP Fatmawati was 54 hours, 40 minutes, and 31 seconds, with 97% being non-value-added activities dominated by waiting waste, which accounted for 52 hours, 50 minutes, and 11 seconds. The root cause analysis identified that the prolonged processing time for JKN inpatient claim documents was due to the waiting process for physical documents by internal verifiers in the downstream phase (post-treatment). The implementation of Lean Six Sigma successfully reduced the lead time by 56%, from 54 hours, 40 minutes, and 31 seconds to 24 hours, 6 minutes, and 52 seconds. This reduction in lead time was accompanied by a reduction in waste, with the largest reduction in waiting time at 58%, from 52 hours, 50 minutes, and 11 seconds to 22 hours, 30 minutes, and 0 seconds. Conclusion        : The implementation of Lean Six Sigma significantly improved the effectiveness and efficiency of processing JKN inpatient claims at Fatmawati General Hospital. 

 

Read More
B-2556
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Renita Afriani Yohakim; Pembimbing: Hafizzurachman; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Mieke Savitri, Wirda Saleh, Alim A. Irsal
Abstrak:

Tesis ini membahas tentang pengaruh stimuli pemasaran, psikologi dan keluarga pasien terhadap keputusan dalam membeli layanan rawat inap. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar pengaruh dari masing-masing variabel baik secara langsung maupun tidak langsung. Penelitian ini dengan jenis cross sectional, yang dilakukan di RS Anna Medika selama 3 bulan (Oktober – Desember tahun 2012), dengan sampel pasien berjumlah 105 pasien rawat inap dengan kriteria inklusi yaitu pasien yang dirawat selama 2 hari atau lebih, yang bersedia mengisi kuesioner sebagai data primer penelitian. Analisis penelitian dilakukan secara univariat dengan menghitung distribusi frekuensi setiap variabel, bivariat untuk menguji hubungan setiap variabel independen (Stimuli Pemasaran, Psikologi dan Keluarga Pasien) dengan variabel dependen (Keputusan Dalam Membeli Layanan Rawat Inap) menggunakan Uji Chi-Square, Uji Korelasi dan Regresi. Selain itu, untuk lebih lanjut mengetahui hubungan yang kuat seluruh variabel independen terhadap variabel dependen dilakukan analisis multivariat menggunakan path analysis dan Uji Regresi Linier Berganda. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu Variabel stimuli pemasaran mempunyai pengaruh yang terbesar terhadap keputusan pasien dalam membeli pelayanan rawat inap di RS Anna Medika Bekasi sebesar 5,27% dan 31,76% secara tidak langsung. Variabel keluarga mempunyai pengaruh terhadap keputusan pasien dalam membeli pelayanan rawat inap di RS Anna Medika Bekasi sebesar 3,53% secara langsung dan 9,79% secara tidak langsung. Variabel psikologi pasien mempunyai pengaruh terkecil terhadap keputusan pasien dalam membeli pelayanan rawat inap di RS Anna Medika Bekasi sebesar 2,09%


This thesis discusses the effects of marketing stimuli, psychology and the patient's family against the decision in buying the inpatient services. The purpose of this study to determine how much influence of each variable either directly or indirectly. Research with this kind of cross-sectional, conducted in the hospital Anna Medika for 3 months (from October to December in 2012), with a sample of patients totaling 105 patients hospitalized with inclusion criteria of patients treated for 2 days or more, who are willing to fill out a questionnaire as primary data research. Univariate analysis of research done by calculating the frequency distribution of each variable, to examine the bivariate relationship of each independent variable (Stimuli Marketing, Psychology and Family Patients) with the dependent variable (Decision In Buying Services Inpatient) using the Chi-Square, Correlation and Regression Testing. In addition, to further determine the relationship strong throughout the independent variable on the dependent variable multivariate analysis using path analysis and Multiple Linear Regression Test. The results obtained are marketing stimuli have the greatest direct influence on patients decisions to purchase services in a hospital inpatient Medika Anna Bekasi in 2012. But if all components performed simultaneously it will provide an even greater influence on patients decisions in purchasing inpatient services at Anna Medika Hospital.

Read More
B-1491
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive