Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 14 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Iswandana; Pembimbing: Baiduri; Penguji: Chandra Satrya, Indri Hapsari Susilowati
S-5094
Depok : FKM-UI, 2007
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Diina Maulina; Pembimbing: Hendra; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Indri Hapsari Susilowati, Farida Tusafariah, Tata Soemitra
Abstrak:

Tesis ini membahas masalah keluhan yang sering dirasakan pekerja dibeberapa bagian tubuhnya seperti leher, tulang punggung dan bahu pada pekerja pemasangan baut di Factory Assembly PT. GIKEN Precision Indonesia, dimana pada saat melakukan aktivitas pekerjaannya dominan dalam keadaan berdiri lama, melakukan gerakan berulang dan postur janggal, sedangkan selama perusahaan ini berdiri belum pernah melakukan analisis risiko ergonomi.

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui analisis postur kerja dan gambaran keluhan yang mengarah pada MSDs pada pekerja pemasangan baut di Factory Assembly PT.GIKEN Precision Indonesia. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional dan REBA.

Hasil penelitian menyarankan memberikan pemahaman melalui pelatihan kerja atau training tentang risiko ergonomi di tempat kerja dan tata-tata cara bekerja yang sesuai dengan prinsip ergonomi, Pekerja sebaiknya melakukan istirahat selama beberapa menit disaat sudah mulai merasakan kelelahan atau stress otot tubuh. Menyediakan bangku yang nyaman dan memadai di sekitar area kerja sehingga ketika pekerja merasa lelah setelah bekerja dengan postur berdiri dalam waktu yang cukup lama, mereka dapat duduk sejenak dan melemaskan otot.


This thesis discusses issues that are often perceived grievances of workers in some parts of the body such as the neck, spine and shoulder Screw on installation worker at Factory Assembly PT. GIKEN Precision Indonesia, at which time the dominant work activity in a state of long standing, perform repetitive movements and awkward postures, whereas during the company's standing has never made ergonomic risk analysis.

The purpose of this study to determine the working posture analysis and description of complaints that lead to MSDs in workers at Factory mounting Screw Precision Assembly PT.GIKEN Indonesia. The study design is cross-sectional and REBA.

The results suggest giving understanding through job training or training about the risks of ergonomics in the workplace and governance procedures to work in accordance with ergonomic principles, workers should have a break for a few minutes when already feeling tired or stressed muscles of the body. Providing a comfortable and adequate bench around the work area so that when workers feel tired after working with the standing posture in a long time, they can sit for a moment to relax the muscles.

Read More
T-3706
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ibnu Rahmad Hidayat; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Baiduri Widanarko, Maryati
Abstrak: Skripsi ini membahas tentang faktor risiko postur janggal yang dilakukan petugas Unit Laboratorium Puskesmas Kecamatan Kalideres saat melakukan pengambilan darah pasien. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan analitik observasional. Hasil penelitian menunjukkan petugas Unit Laboratorium Puskesmas Kecamatan Kalideres berada pada postur janggal saat melakukan pengambilan darah pasien dengan posisi leher 20ᴼ extensi; lengan atas 73ᴼ ekstensi; lengan bawah 105ᴼ ekstensi; pergelangan tangan 32ᴼ flexi; dan batang tubuh 54ᴼ flexi membungkuk ke depan. Faktor-faktor yang menyebabkan timbulnya postur janggal antara lain luas ruangan yang kurang; jumlah pasien terlalu banyak; jarak Petugas dengan Objek/ Pasien terlalu dekat; derajat postur tubuh saat Sampling; pencahayaan yang kurang; vision field melewati standar; tidak adanya kursi khusus pasien; work height surface yang terlalu pendek. Kata kunci: Faktor risiko, postur janggal, derajat postur
This thesis discusses risk factors awkward postures performed Laboratory Unit officers Kalideres sub-district Puskesmas when fetching the patient's blood. This study is a qualitative research with observational analytic approach. The results showed officers Kalideres Laboratory Unit District Health Clinics located in awkward postures when fetching the blood of patients with neck position 20ᴼ extension; 73ᴼ extension of the upper arm; 105ᴼ extension of the forearm; 32ᴼ flexi wrist; and flexi 54ᴼ torso bent forward. Factors that cause awkward postures include spacious rooms were lacking; the number of patients is too much; Officers distance with Object / Patient too close; Sampling current posture degrees; poor lighting; vision field for the standard; the absence of a special chair patients; height work surface that is too short. Keywords: The risk factors, awkward posture, posture degrees
Read More
S-9254
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Andi Rinaldi Zulfikar; Pembimbing: Ridwan Zahdi Sjaaf, Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Muhammad Soffiudin
S-8481
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fennia Herma Yunita; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Mila Tejamaya, Agus Triyono, Heny D. Mayawati
Abstrak: Kasus gangguan otot akibat kerja (GOTRAK) mempunyai proporsi 45% - 91% Penyakit Akibat Kerja (PAK) tertinggi di berbagai negara (Eurostat,2004; Aweto 2015). Postur kerja janggal merupakan penyebab utama terjadinya GOTRAK. Industri Proses kimia merupakan salah satu jenis industri yang banyak ditemukan postur kerja janggal. Penelitian ini membahas lebih mendalam tentang faktor risiko terjadinya postur janggal sebagai informasi dan dasar model perbaikan ergonomi di PT. X. Faktor risiko yang diteliti adalah faktor individu, pekerjaan dan desain tempat kerja. Penelitian ini bersifat kualitatif analisis deskriftif pendekatan observasional, Instrument yang digunakan adalah Rapid Entire Body Assessment (REBA) dengan wawancara, observasi dan pengukuran. Penelitian dilakukan pada 2 (dua) stasiun kerja yaitu reaksi Toluenesulfonyl Hydrazide (TSH) dan Azodicarbonamide (ADCA). Hasil telitian mendapatkan postur kerja paling berisiko adalah pada aktivitas penimbangan dan pengepakan Azodicarbonamide di stasiun kerja ADCA dengan skor 15. Perbaikan dengan rotasi kerja, variasi kerja , pelatihan ergonomi serta penyediaan alat bantu sangat disarankan untuk mengatasi postur kerja janggal.

Musculoskeletal disorders (MSDs) have the highest proportion of 45% - 91 % in most countries (Eurostat,2004; Aweto 2015). Awkward posture is the main cause of this MSDs. Chemical Process Industry is one work station in which awkward work posture is often found. The present study discusses more thoroughly on risk factor on awkward posture as information and basic model for ergonomic improvement at PT X. The risk factors studied included risk factor of individual, work and workplace design. This study uses descriptive qualitative analysis using oberservational approach. Instrument used was Rapid Entire Body Assessment (REBA) with interview, observation and measurement. The study was conducted at 2 (two) work stations namely Toluenesulfonyl Hydrazide (TSH) and Azodicarbonamide (ADCA) reaction. Research result revealed that the most risky work posture was in weighing and packaging activity of Azodicarbonamide in the ADCA work station with score of 15. Improvement using work rotation, work variation, ergonomic training and provision of tools is highly recommended to overcome awkward posture.
Read More
T-5201
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Irot Chairotul Muslimat; Pembimbing: Chandra Satria; Penguji: Baiduri Widanarko, Ratri Wijayanti
S-9085
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Evie Kemala Dewi; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Stevan Deby Anbiya Muhamad Sunarno, Fetrina Lestari, Rizal Pahlevi Hilabi
Abstrak:
Pekerja di sektor perkantoran, khususnya industri penerbitan, seperti editor buku, setter, desainer grafis, dan staf administrasi rentan mengalami gangguan muskuloskeletal (MSD) akibat posisi kerja statis, penggunaan komputer yang intensif, dan desain workstation yang kurang ergonomis. Namun, penelitian mengenai ergonomi di industri penerbitan di Indonesia masih terbatas dan perlu dikaji lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor risiko ergonomi yang memengaruhi keluhan gangguan muskuloskeletal pada editor buku, setter, desainer grafis, dan staf administrasi di Penerbit X tahun 2025 serta memberikan rekomendasi kegiatan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode proportional random sampling. Jumlah sampel yang didapatkan yaitu 86 orang. Untuk mengukur keluhan gangguan muskuloskeletal menggunakan kuesioner Nordic Body Map (NBM), dan untuk mengukur postur kerja menggunakan Rapid Rapid Office Strain Assesment (ROSA). Analisis data menggunakan uji Chi-square dengan nilai p <0,05. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat 54,7% responden mengalami keluhan gangguan muskuloskeletal. Keluhan terbanyak yang dirasakan responden yaitu daerah leher (85%), bahu (69%), punggung bawah (67%), punggung atas (60%), dan pergelangan tangan (52%). Sebagian besar skor ROSA responden <5, tetapi masih ada responden yang mendapatkan skor ≥5 (26,7%). Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara usia responden (>28 tahun) dan keluhan gangguan muskuloskeletal, dengan nilai p = 0,041. Selain itu, terdapat hubungan yang signifikan antara postur kerja dan keluhan gangguan muskuloskeletal (p = 0,016). Masa kerja responden (>5 tahun) juga berhubungan dengan keluhan gangguan muskuloskeletal (p = 0,004). Selanjutnya, ditemukan pula hubungan antara kepuasan kerja responden dan keluhan gangguan muskuloskeletal, dengan nilai p = 0,034. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa keluhan gangguan muskuloskeletal pada pekerja di Penerbit X berhubungan dengan usia, postur kerja, masa kerja, dan kepuasan kerja.

Office workers, particularly those in the publishing industry such as book editors, setters, designers, and administrative staff, are prone to experiencing musculoskeletal disorders (MSDs) due to static working postures, intensive computer use, and poorly designed workstations. However, research on ergonomics in the publishing industry in Indonesia remains limited and requires further investigation. This study aims to analyze ergonomic risk factors that influence musculoskeletal complaints among book editors, setters, designers, and administrative staff at Publisher X in 2025, and to provide recommended interventions. This research employs a quantitative approach with a cross-sectional study design. Samples were selected using proportional random sampling, resulting in a total of 86 respondents. Musculoskeletal complaints were measured using the Nordic Body Map (NBM) questionnaire, while working postures were assessed using the Rapid Office Strain Assessment (ROSA) method. Data were analyzed using the Chi-square test with a significance level of p < 0.05. The results showed that 54.7% of respondents reported musculoskeletal complaints. The most frequently reported areas of discomfort were the neck (85%), shoulders (69%), lower back (67%), upper back (60%), and wrists (52%). Although most respondents had ROSA scores of less than 5, there were still some respondents with scores ≥5 (26.7%). This study found a significant association between respondents' age (>28 years) and musculoskeletal complaints, with a p-value of 0.041. Additionally, there was a significant relationship between working posture and musculoskeletal complaints (p = 0.016). The respondents’ length of service (>5 years) was also significantly associated with musculoskeletal complaints (p = 0.004). Furthermore, job satisfaction was found to be significantly related to musculoskeletal complaints (p = 0.034). Based on these findings, it can be concluded that musculoskeletal complaints among workers at Publisher X are associated with age, working posture, length of service, and job satisfaction.

Read More
T-7353
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Gianina Afiqah Putri; Pembimbing:Sjahrul Meizar Nasri; Penguji: Hendra, Toni Nurdianto
Abstrak:

MSDs sering dialami oleh pekerja perkantoran karena banyak menghabiskan waktunya
untuk melakukan pekerjaan statis. Di PT X, keluhan terkait MSDs seringkali muncul, namun PT X belum melakukan pengukuran terkait dengan risiko ergonomi dan MSDs sejak periode September 2021. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat keluhan MSDs PT X dan apakah ada hubungannya dengan faktor risiko individu (usia, jenis kelamin, aktivitas fisik, dan IMT) dan postur kerja. Hubungan di antar variabel diuji menggunakan uji spearman. Faktor risiko yang berhubungan signifikan adalah faktor risiko individu IMT dengan P value = 0.018 dan koefisien korelasi -0.41 yang menandakan arah hubungan negatif dengan kekuatan hubungan cukup. Arah hubungan negatif berarti adanya hubungan terbalik di antara IMT dan tingkat keluhan MSDs. Semakin tinggi IMT, kemungkinan untuk mengalami MSDs akan semakin rendah.


MSDs is closely associated with those who works office job as they spent most of their  time sitting in the same position. At PT X, MSDs complaints frequently occurred,  however, no ergonomic assessments have been conducted since September 2021. This  study aims to get the general level of MSDs complaints among office workers at PT X and  to examine whetere there is a relationship between the level of MSDs complaints and  individual risk factors (age, gender, physical activity, and BMI) as well as working  postures. The correlation between variables were tested using the Spearman correlation  test. BMI was found to have a significant relationship with MSDs with a p-value of 0.018  and a correlation coefficient of -0.41 that indicates a moderate negative relationships.  This outcome suggests that those with higher BMI, have a lower likelihood to experience MSDs  

Read More
S-12222
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Khairi Lufti Sinaga; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Chandra Satrya, Doni Hikmat Ramdhan, Hanny Harjulianti, Irma Setiawaty Wulandari
Abstrak: Nyeri punggung bawah merupakan gangguan otot tulang dan rangka yang palingsering dialami dokter gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaranfaktor risiko keluhan nyeri punggung bawah pada mahasiswa profesi kedokterangigi saat melakukan pembersihan karang gigi. Penelitian bersifat cross-sectional,berlokasi di Klinik Integrasi 1 RSKGM X pada bulan Januari 2016 dengan objekpenelitian adalah kursi operator, kursi pasien dan postur. Data dikumpulkanmelalui kuesioner, pemeriksaan fisik, dan observasi. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa desain kuri operator dan kursi pasien berdampak padatimbulnya postur janggal. Edukasi posisi ideal, prosedur pemeliharaan saranakerja, aktivitas fisik diharapkan dapat mengurangi keluhan nyeri punggungbawah.
Kata kunci: nyeri punggung bawah, postur janggal, dokter gigi, kursi operator,kursi pasien.
This study aims to describe the risk factors of low back pain of dentistry students whoperform scaling. The study design was cross-secctional descriptive analytic,located at Klinik Integrasi 1 RSKGM X with dental stool, dental chair and workposture as the object. Data collected from questionnaires, physical examinationand observation. The results showed that design of dental stool and dental chairaffected awkward posture of the operator. Training of ideal position, inspectionand maintenance procedures of facilities, training of physical activity are expectedto reduce low back pain.
Keywords: low back pain, awkward posture, dentist, dental stool, dental chair
Read More
T-4756
Depok : FKM UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Azelytta Adriani; Pembimbing: Ridwan Zahdi Sjaaf; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Istiati Suraningsih
Abstrak: Perkembangan teknologi dapat membantu meningkatkan efektivitas danproduktivitas dalam dunia usaha. Akan tetapi, perkembangan ini dapat berdampaknegatif apabila tidak sesuai dengan karakteristik dan kemampuan pekerja. Salahsatu risiko akibat ketidaksesuaian tersebut adalah Musculoskeletal Disorders(MSDs). Penelitian ini menilai postur pada pekerja di Sentra Industri TasPATRIA tahun 2013 yang bekerja dengan posisi duduk dengan jumlah responden20 orang. Faktor lain yang berkaitan dengan postur adalah durasi, frekuensi danbeban yang dinilai menggunakan RULA. Penilaian ini dilengkapi menggunakanQEC untuk mendapatkan skor per bagian tubuh. Penelitian ini juga menggambarkan karakteristik individu seperti usia, jenis kelamin, masa kerja,IMT, perilaku merokok, perilaku olahraga yang berkontribusi terhadap terjadinyaMSDs. Penelitian ini menilai keluhan MSDs menggunakan kuisioner NBM.Penelitian ini bersifat deskriptif observasional dengan disain studi cross sectional.Hasil penelitian ini menunjukkan risiko MSDs sangat tinggi pada seluruh prosespembuatan tas dan agenda yaitu pemotongan, penempelan, penjahitan pola danfinishing. Keluhan terbanyak adalah pada bagian leher bagian atas (60%), bahu kanan, punggung dan pinggang (masing-masing 50%). Untuk itu diperlukan upaya pengendalian secara ergonomi berupa perbaikan disain tempat kerja dan administrasi seperti pembatasan jam kerja, penyuluhan cara bekerja yang ergonomi dengan melibatkan pemiliki usaha dan Puskesmas setempat serta melibatkan pekerja secara aktif untuk menurunkan tingkat risiko dan keluhan MSDs. Kata kunci :Beban Kerja, Durasi, Faktor Risiko Ergonomi, Frekuensi, Karakteristik Individu, Keluhan MSDs, NBM, Postur, RULA, QEC.
Technological development can help improve the effectiveness and productivity.However, these developments could have a negative impact if it is not inaccordance with the characteristics and capabilities of workers. One suchdiscrepancy is due to the risk of Musculoskeletal Disorders (MSDs). This studyassesses posture on workers in industrial centers PATRIA bag in 2013 working ina sitting position with the number of respondents 2013. Another factor is relatedto postir duration, frequency and workload was assessed using RULA. Thisassessment was completed with using the QEC to get a risk index score on thebody. This study also present the individual characteristics such as age, gender,years, body mass index, smoking and exercise behaviors that contribute to theoccurrence of MSDs. This assessment also assessed MSDs complaints using aquestionnaire NBM. This study is a descriptive observational cross-sectionalstudy design. the results of this study showed a very high risk of MSDs in thewhole process of bag making and agenda that is cutting, pasting, sewing andfinishing. Most complaints are on the upper neck (60%), right shoulder, back, andwaist (50%). for it, necessary control measures with improved ergonomic designand administrative work such as restrictions on hours of work, work ergonomicsextension method involving local business owners and health centers as well asactively involving workers ringkat to reduce the risk of MSDs and complaints.Keywords :workload, duration, frequency, ergonomic risk factors, individual characteristics,complaints MSDs, NBM, posture, RULA and QEC
Read More
S-8070
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive