Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 10 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Andini Tri Wijayati; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: Tris Eryando; R. Sutiawan, Fushen; Tuan Juniar Situmorang
Abstrak: Dalam memberikan pelayanan kesehatan yang optimal, meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan kinerja, RS UKRIDA melakukan implementasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS). Penerimaan atau penolakan sistem oleh pengguna adalah penentu keberhasilan atau kegagalan adopsi sistem. Technology Acceptance Model (TAM) merupakan salah satu metode untuk melakukan penilaian penerimaan teknologi yang paling banyak digunakan. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan analisis penerimaan penggunaan SIMRS oleh karyawan RS UKRIDA dengan menggunakan TAM. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan studi cross sectional terhadap 104 karyawan RS UKRIDA. Analisis dilakukan dengan uji univariat dan analisis jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi kemudahan berpengaruh secara langsung dan signifikan terhadap persepsi manfaat. Persepsi kegunaan dan persepsi manfaat berpengaruh secara langsung dan signifikan terhadap sikap terhadap penggunaan. Sikap terhadap penggunaan berpengaruh secara langsung dan signifikan terhadap intensi/niat perilaku. Persepsi manfaat berpengaruh secara langsung namun tidak signifikan terhadap intensi/niat perilaku. Pada pengaruh tidak langsung, persepsi manfaat berpengaruh positif dan signifikan terhadap intensi/niat perilaku melalui sikap penggunaan. Dan pengaruh tidak langsung persepsi kemudahan terhadap intensi/niat perilaku bernilai positif dan signifikan. Sikap terhadap penggunaan merupakan prediktor terpenting dari intensi/niat perilaku karyawan RS UKRIDA terhadap penggunaan SIMRS
Read More
B-2293
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Arif Purnomo Aji; Pembimbing: Martya Rahmaniati; Penguji: Artha Prabawa, Rico Kurniawan, Lely N. Setiawan, Mas Agung S. Aji
Abstrak: Rekam medis elektronik atau bisa juga di sebut Electronic Medical Record (EMR) sudah ditetapkan penggunaanya di RSU Hasanah Graha Afiah sejak tahun 2021, akan tetapi penggunaannya oleh petugas medis masih minim.Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor apa saja yang menyebabkan tingkat penggunaan EMR tersebut masih rendah. Metode penelitian yang dipakai adalah Technology Acceptance Model (TAM) yaitu permodelan penerimaan pemakai (user acceptance) terhadap penggunaan EMR, metode kuantitatif dengan rancangan studi kasus deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan di RSU HGA pada bulan Mei hingga Juli 2022 dengan metode wawancara dan observasi. Hasil dari penelitian adalah mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi keberhasilan penggunaan EMR oleh petugas medis. Kesimpulan dari penelitian bisa di jadikan acuan perbaikan pihak rumah sakit dalam rangka meningkatkan penggunaan EMR
Read More
T-6397
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ruri Mutia Ichwan; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Dian Ayubi, Iwan Ariawan, M. Rizal Martua Damanik , Muhamad Kodir
Abstrak: Dalam upaya pencegahan stunting dari hulu maka dilaksanakan program pendampingan calon pengantin (catin) melalui pemanfaatan sistem informasi yaitu aplikasi ELSIMIL. ELSIMIL bertujuan untuk mengetahui apakah kondisi catin telah ideal atau berisiko untuk melahirkan bayi stunting setelah dilakukan penapisan melalui pengisian kuesioner di ELSIMIL. Dari 27 kabupaten/kota yang ada di Provinsi Jawa Barat, Kota Bekasi memiliki persentase terendah pada capaian catin yang melakukan pengisian kuesioner pada ELSIMIL dibandingkan dengan seluruh catin yang teregister pada ELSIMIL di Kota Bekasi sebesar 13%. Tujuan umum penelitian untuk mengetahui penerimaan program pendampingan catin melalui aplikasi ELSIMIL di Kota Bekasi ditinjau dengan pendekatan kerangka RE-AIM dan TAM. Desain penelitian menggunakan kualitatif dengan jenis studi kasus. Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam terhadap informan pengelola program dan informan catin serta tim pendamping keluarga sebagai pengguna aplikasi. Hasil gambaran penerimaan program dengan model RE-AIM adalah jangkauan sasaran catin masih rendah, efektifitas belum dapat diukur secara kuantitatif, serta mayoritas pengelola program telah mengadopsi program. Selain itu, telah tersedia anggaran, SDM dan sarana yang mendukung implementasi, namun belum ada kebijakan yang memayungi pelaksanaan intervensi ELSIMIL di Kota Bekasi. Model TAM menghasilkan temuan bahwa Elsimil merupakan aplikasi yang bermanfaat, user friendly namun diperlukan inovasi yang menarik untuk keberlanjutan penggunaan.
In the effort to prevent stunting from the begining then implemented the program of assistance the pre marriage couple through the use of the information system which is the application ELSIMIL. ELSIMIL aims to find out whether the pre marriage couple condition has been ideal or at risk of giving birth to a stunting baby after filtering through the filling of a questionnaire in ELSIMIL. Of the 27 districts/cities that are in the West Java Province, Bekasi City has the lowest percentage on access that performs questionnaire filling on ELSIMIL compared with the entire pre marriage couple registered on ELSIMIL in Bekasi City by 13%. The general objective of research to know the acceptance of pre marriage couple assistance programmes through the ELSIMIL in Bekasi City is reviewed with the framework approach of RE-AIM and TAM. Research design uses qualitative with the type of case study. The data collection method is carried out with in-depth interviews of program manager informants and informants, as well as family support teams as app users. The result of the program acceptance with the RE-AIM model is that the range of targets is still low, the effectiveness cannot be measured quantitatively, and the majority of program managers have adopted the program. In addition, there have been available budgets, SDM and means that support the implementation, but there has not been a policy that contains implementation of ELSIMIL intervention in Bekasi City. The TAM model results in the finding that ELSIMIL is a useful, user-friendly application but requires interesting innovations for sustainable use.
Read More
T-6764
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nur Afni Intan Pratiwi; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Pujiyanto, Darsito
S-10242
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Crefinda Hanna Ananda Yoam; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Atik Nurwahyuni, Laksmi Damaryanti
Abstrak:
Transformasi digital telah menjadi topik pembicaraan di era globalisasi. Menurut APJII, tingkat penetrasi Internet di Indonesia terbilang tinggi. Namun, belum dapat mengimbangi peningkatan literasi digital yang memadai. Selain itu, laporan kunjungan peserta di BPJS Kesehatan Kantor Cabang Depok menunjukkan bahwa sebanyak 60% peserta mengunjungi loket Layanan Administrasi. Melihat hal tersebut, BPJS Kesehatan melahirkan Layanan Administrasi Digital yang bernama Pandawa (Pelayanan Administrasi Melalui WhatsApp) dengan tujuan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pandangan peserta JKN yang berkunjung ke BPJS Kesehatan Kantor Cabang Depok mengenai kemudahan dan manfaat layanan Pandawa tahun 2025. Penelitian dilakukan dengan menerapkan pendekatan Technology Acceptance Model (TAM) yang bersifat kuantitatif. Adapun yang menjadi sampel penelitian ini adalah peserta JKN yang merupakan pengguna layanan Pandawa dan sedang mengunjungi BPJS Kesehatan Kantor Cabang Depok, sebesar 109 responden. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari 2025. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa variabel-variabel yang memiliki hubungan dengan niat menggunakan layanan Pandawa, adalah variabel usia, pendidikan, perceived ease of use, perceived usefulness, dan attitude, dengan attitude sebagai faktor dominannya. Sementara itu, variabel jenis kelamin tidak memiliki hubungan dengan niat menggunakan layanan Pandawa. Penerimaan pengguna pada layanan Pandawa sudah cukup baik, serta diperlukan untuk peningkatan kualitas layanan sehingga dapat mengoptimalisasikan penerapan layanan Pandawa.

Digital transformation has become a prominent topic in the era of globalization. Despite the growing digital transformation trend, many health service users in Indonesia still prefer face-to-face interactions, indicating a gap in digital literacy and service adoption. In response to this issue, BPJS Kesehatan launched a digital administrative service called Pandawa (Administrative Service via WhatsApp). This study aims to explore the perceptions of JKN participants who visited the BPJS Kesehatan, Depok Branch Office in 2025, focusing on the perceived ease of use and usefulness of the Pandawa service. The research employs a quantitative approach using the Technology Acceptance Model (TAM) through a cross-sectional study design. The secondary data used in this study consists of participant visits to the BPJS Kesehatan Depok Branch Office in 2024. Primary data will also be needed through distributed questionnaires. The sample consists of 109 JKN participants who are users of the Pandawa service and visited the BPJS Health Depok office during the study, conducted in February 2025. The multivariate analysis shows that age, education, perceived ease of use, perceived usefulness, and attitude are significantly related to the intention to use the Pandawa service, with attitude being the dominant factor. Meanwhile, sex does not show a significant relationship to the intention to use the Pandawa service. Overall, user acceptance of the Pandawa service is relatively good, although further improvements in service quality are necessary to optimize its implementation.
Read More
S-11876
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mentari Olivia Fatharanni; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Rico Kurniawan, Tris Eryando, Theryoto , Hilda Rizckya Badruddin
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerimaan pengguna terhadap Rekam Medis Elektronik berdasarkan Kombinasi Technology Acceptance Model (TAM) dan Diffusion of Innovation Theory (DOI) di Rumah Sakit Mitra Husada Pringsewu. Data penelitian dikumpulkan dengan menggabungkan desain kuantitatif dan kualitiatif. Pengumpulan data untuk desain kuantitatif dilakukan dengan menyebarkan kuesioner dan pengumpulan data untuk desain kualitatif dilakukan dengan wawancara mendalam. Hasil menunjukkan hubungan positif, sangat kuat, dan signifikan antara Perceived Ease of Use (PEOU) dan Perceived Usefulness (PU), serta antara PEOU dan Attitude toward Using (ATU). Kemudahan penggunaan menjadi faktor paling dominan dalam membentuk sikap positif terhadap RME. Faktor demografis usia dan jenis kelamin tidak berpengaruh signifikan terhadap PEOU, sementara profesi menjadi variabel pembeda utama persepsi manfaat RME. Apoteker Klinis dan staf pendaftaran menunjukkan tingkat penerimaan tertinggi, sedangkan dokter umum dan radiografer menghadapi hambatan beban kerja dan ketidaksesuaian alur kerja. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan implementasi RME sangat bergantung pada kemudahan sistem dan kesesuaian fungsional dengan kebutuhan profesi pengguna.

This study investigates user acceptance of Electronic Medical Records (EMR) using an integrated framework of the Technology Acceptance Model (TAM) and Diffusion of Innovation Theory (DOI) at Mitra Husada Pringsewu Hospital. A mixed-methods design was applied, combining questionnaire-based quantitative data and qualitative data from in-depth interviews. The findings reveal a positive, very strong, and significant relationship between Perceived Ease of Use (PEOU) and Perceived Usefulness (PU), as well as between P and Attitude toward Using (ATU). Ease of use emerged as the most influential factor shaping positive attitudes toward EMR. Age and gender showed no significant effect on PEOU, while professional role significantly differentiated perceptions of EMR usefulness. Clinical pharmacists and registration staff exhibited the highest acceptance, whereas general practitioners and radiographers faced workload and workflow-related barriers. These results highlight the importance of usability and role-specific system alignment in successful EMR implementation.

Read More
B-2563
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nabbila Dinda Pramesti; Pembimbing: Helen Andriani; Penguji: Purnawan Junadi, Stefanus Nofa
Abstrak:
Aplikasi SatuSehat Mobile atau yang sebelumnya dikenal sebagai PeduliLindungi merupakan aplikasi yang diinisiasi oleh pemerintah dalam melakukan pelacakan digital guna menghentikan penyebaran COVID-19. Pemerintah mewajibkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi. Sejak tanggal 1 Maret 2023, PeduliLindungi resmi bertransformasi menjadi SatuSehat Mobile. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerimaan aplikasi SatuSehat Mobile oleh masyarakat di DKI Jakarta usia 20-29 tahun. Penelitian ini dilakukan dengan pengaplikasian Technology Acceptance Model (TAM). Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Penelitian ini dilakukan pada pengguna aplikasi SatuSehat Mobile di DKI Jakarta usia 20-29 tahun, sebanyak 420 responden. Penelitian dilaksanakan selama bulan Mei-Juni 2023. Hasil analisis univariat menunjukkan pandangan yang baik terhadap aplikasi SatuSehat Mobile. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa perceived ease of used berpengaruh terhadap perceived usefulness, perceived usefulness berpengaruh terhadap attitude toward using, perceived usefulness berpengaruh terhadap attitude toward using, attitude toward using berpengaruh terhadap behavioral intention to use, dan behavioral intention to use berpengaruh terhadap actual system use. Pada analisis multivariat terhadap variabel attitude toward using, menunjukkan bahwa perceived ease of used merupakan variabel yang paling berpengaruh yang menentukan sikap pengguna dalam menggunakan aplikasi SatuSehat Mobile. Penerimaan aplikasi SatuSehat Mobile oleh pengguna sudah cukup baik, serta perlu dilanjutkan untuk meningkatkan fitur-fitur, keamanan data, dan maintenance pada aplikasi untuk meminimalisir potensi eror dan meningkatkan penerimaan pada pengguna.

The SatuSehat Mobile application, previously known as PeduliLindungi, is an application initiated by the government to carry out digital tracking to stop the spread of COVID-19. The government requires the use of the PeduliLindungi application. Since March 1st 2023, PeduliLindungi has officially transformed into SatuSehat Mobile. This research aims to analyze the acceptance of the SatuSehat Mobile application by the people in DKI Jakarta aged 20-29 years. This research was conducted by applying the Technology Acceptance Model (TAM). The type of research used is quantitative. This research was conducted on SatuSehat Mobile application users in DKI Jakarta aged 20-29 years, for total 420 respondents. The research was conducted during May-June 2023. The results of the univariate analysis show a good perception of the SatuSehat Mobile. The results of bivariate analysis show that perceived ease of use take effect to perceived usefulness, perceived usefulness take effect to attitude toward using, perceived usefulness take effect to attitude toward using, attitude toward using take effect to behavioral intention to use, and behavioral intention to use take effect to actual system use. In the multivariate analysis of the attitude toward using variable, show that perceived ease of use is the most take effect variable that determines user attitudes in using the SatuSehat Mobile application. The acceptance of the SatuSehat Mobile application by users is quite good, and it is necessary to continue to improve features, data security, and maintenance of the application to minimize potential errors and increase user acceptance.
Read More
S-11347
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dionisius Alfian Ariwibowo; Pembimbing: Dumilah Ayuningtias; Penguji: R Sutiawan, Adhy Nalagiri Silavatto
Abstrak: Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) adalah sistem terautomatitasi yang digunakan untuk melakukan pencatatan dan pelaporan dalam menunjang proses di Rumah Sakit. Berdasarkan Pasal 3 (tiga) ayat 1 (satu) Permenkes No 82 tahun 2013, setiap Rumah Sakit wajib menyelenggarakan SIMRS. Walaupun pemerintah mewajibkan setiap Rumah Sakit untuk menyelenggarakan SIMRS, nyatanya menurut data dari Kementrian Kesehatan tahun 2017 dari 2734 total Rumah Sakit yang terdapat di Indonesia, hanya terdapat 1423 (53%) Rumah Sakit yang memiliki SIMRS dan berfungsi dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengalisis pengimplementasian SIMRS yang ada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Koja menggunakan Technology Acceptance Model yang telah dimodifikasi. Metode yang digunakan adalah metode campuran paralel konvergen. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa 80,2% pengguna SIMRS memiliki pandangan yang baik terhadap pengimplementasian SIMRS. Pada analisis multivariat terhadap model yang dirumuskan peneliti, kualitas informasi merupakan determinan utama yang menentukan keinginan pengguna untuk menggunakan SIMRS. Hasil wawancara menunjukkan bahwa petugas RSUD Koja menerima pengimplementasian SIMRS dengan positif, walaupun masih terdapat beberapa kekurangan. Desain sistem yang personal bagi setiap pengguna merupakan salah satu faktor utama yang membuat SIMRS dapat diterima dengan baik. Pengimplementasian SIMRS di RSUD Koja cukup baik dan perlu dilanjutkan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan di Rumah Sakit. Kata kunci: Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS), Technology Acceptance Model (TAM), Metode campuran, RSUD Koja
Read More
S-10122
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Reynatha Kusumaningtyas; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Pujiyanto, Ahmad Doantanto Riztama
Abstrak:
Aplikasi Mobile JKN diluncurkan untuk meningkatkan aksesibilitas layanan informasi dan kepesertaaan yang berkaitan dengan program JKN bagi peserta BPJS Kesehatan. Namun, tingkat pemanfaatan aplikasi ini masih tergolong rendah sehingga masih banyak peserta BPJS Kesehatan yang belum merasakan kemudahannya.  Di Poliklinik Denma Mabesad, Jakarta Pusat hanya sekitar 1,46% dari total peserta yang tercatat menggunakan aplikasi Mobile JKN. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran implementasi pemanfaatan aplikasi Mobile JKN di Poliklinik Denma Mabesad menggunakan pendekatan teori Technology Acceptance Model (TAM). Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif dengan metode pengumpulan data secara wawancara mendalam dan observasi. Hasil dari penelitian ini adalah pengguna dan petugas Poliklinik aplikasi Mobile JKN menyatakan bahwa aplikasi Mobile JKN bermanfaat dan merasakan kemudahkan untuk memperoleh informasi dan pelayanan kepesertaan di Poliklinik Denma Mabesad. Namun, masih terdapat kendala yang dialami seperti rendahnya pengetahuan peserta, keterbatasan pulsa dan penyimpanan data di handphone serta kemampuan peserta yang belum terbiasa dengan aplikasi Mobile JKN. 


The Mobile JKN application was launched to enhance accessibility to information and membership services related to the Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) for BPJS Kesehatan participants. However, the utilization rate of this application remains relatively low, resulting in many BPJS Kesehatan participants not yet experiencing its benefits. At the Poliklinik Denma Mabesad in Central Jakarta, only approximately 1.46% of the total registered participants are recorded as users of the Mobile JKN application. This study aims to explore the implementation of the Mobile JKN application at Poliklinik Denma Mabesad using the Technology Acceptance Model (TAM) approach. This research was conducted using a qualitative approach with in-depth interviews and observation. The result is reveal that both users and healthcare staff at the polyclinic consider the Mobile JKN application to be beneficial and convenient in accessing information and membership services. However, several obstacles hinder optimal utilization, including limited participant knowledge, insufficient phone credit and storage space, as well as participants’ unfamiliarity with using the Mobile JKN application.
Read More
S-12069
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Jean Francis Melanny Kassiuw; Pembimbing: Budi Hidayat; Penguji: Atik Nurwahyuni, Pujiyanto, Indri M. Bunyamin, RB. Wahyu
Abstrak:
Rekam Medis Elektronik (RME) muncul sebagai inovasi terkini di bidang kesehatan, menjawab tantangan yang dihadapi oleh sistem rekam medis tradisional berbasis kertas. Kombinasi ilmu pengetahuan dan teknologi modern membentuk fondasi bagi pengembangan RME. Kelebihan RME mencakup efisiensi, aksesibilitas, dan keamanan data pasien, memberikan solusi holistik untuk meningkatkan pengelolaan informasi kesehatan di era digitalisasi saat ini. Penelitian ini menggunakan Technology Acceptance Model (TAM) sebagai dasar teori, dan bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara implementasi RME dengan efisiensi pelayanan di instalasi rawat jalan RSUD Kebayoran Lama. Desain penelitian yang digunakan adalah non-eksperimental dengan pendekatan kuantitatif, memanfaatkan data numerik untuk analisis statistik. Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan data terkait implementasi RME dan efisiensi pelayanan melalui pengisian kuesioner oleh user sebagai responden, wawancara dengan stakeholders, serta telaah dokumen yang berkaitan dengan implementasi RME. Hasil dari penelitian ini didapatkan adanya hubungan signifikan antara persepsi kemanfaatan penggunaan RME dengan motivasi (p-value 0,000), motivasi dengan implementasi RME (p-value 0,000) dan implementasi RME dengan efisiensi pelayanan (p-value 0,000). Namun tidak terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi kemanfaatan dengan implementasi RME (p-value 0,366) dan ketersediaan infrastruktur dengan implementasi RME (p-value 0,666). Temuan ini memberikan wawasan penting dalam merancang strategi implementasi RME yang lebih efektif di lingkungan RSUD Kebayoran Lama, dengan fokus pada meningkatkan motivasi pengguna untuk mengimplementasikan RME dengan lebih optimal, sehingga dapat meningkatkan efisiensi pelayanan di RSUD Kebayoran Lama.

Electronic Medical Record (EMR) emerged as the latest innovation in the field of healthcare, addressing the challenges faced by traditional paper-based medical record systems. The combination of modern science and technology forms the foundation for the development of EMR. The advantages of EMR include efficiency, accessibility, and security of patient data, providing a holistic solution to improve the management of health information in the current digitalization era. This study uses the Technology Acceptance Model (TAM) as the theoretical basis, and aims to evaluate the relationship between the implementation of EMR and service efficiency in the outpatient installation of RSUD Kebayoran Lama. The research design used is non-experimental with a quantitative approach, utilizing numerical data for statistical analysis. This study was conducted by collecting data related to the implementation of EMR and service efficiency through the completion of questionnaires by users as respondents, interviews with stakeholders, and document review related to the implementation of EMR. The results of this study found a significant relationship between the perceived usefulness of using EMR with motivation (p-value 0.000), motivation with EMR implementation (p-value 0.000), and EMR implementation with service efficiency (p-value 0.000). However, there was no significant relationship between perceived usefulness and EMR implementation (p-value 0.366) and infrastructure availability with EMR implementation (p-value 0.666). These findings provide important insights in designing more effective EMR implementation strategies in the RSUD Kebayoran Lama environment, with a focus on increasing user motivation to implement EMR more optimally, so that it can improve service efficiency in RSUD Kebayoran Lama.
 
Read More
B-2430
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive