Ditemukan 37 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Qania Faradillah Arumdias; Pembimbing: Soedarto Ronoatmodjo; Penguji: Ratna Djuwita, Ismelya
S-10238
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Rohadi Awaludin
BA Vol.16, No.1
Jakarta : PTKMR BATAN, 2014
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Lulu Octaviani; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Asih Setiarini, Agus Triwinarto
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kepatuhan terapi kombinasi pada penderita hipertensi. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional dan dilakukan selama bulan April 2015 di UPF Puskesmas Bojonggede. Responden dalam penelitian ini berjumlah 105 penderita hipertensi berusia ≥ 30 tahun. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara kuesioner, semi quantitative food frequency questionnaire, dan pengukuran antropometri. Penelitian menunjukkan bahwa responden yang patuh menjalankan terapi kombinasi hanya 39%. Selain itu, terdapat hubungan yang bermakna antara usia (OR = 0,301) dan dukungan tenaga kesehatan (OR = 2,769) dengan kepatuhan menjalankan terapi kombinasi. Kata Kunci: Kepatuhan, terapi kombinasi, hipertensi
Read More
S-8700
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Fauziyah Hasani; Pembimbing: Nuning M. Kiptiyah; Penguji: Mondastri Korib Sudaryo, Soroy Lardo, Mulia Sugiarti
Abstrak:
Terapi Antiretroviral (ARV) merupakan revolusi dalam pengobatan pasien HIV/AIDS. Beberapa faktor prognosis yang diketahui mempengaruhi kesintasan hidup pasien terapi ARV adalah umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, status pernikahan, stadium klinis, status fungsional, kadar CD4 awal, cara penularan HIV, infeksi oportunistik, jenis ARV yang digunakan, dan kepatuhan minum obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor prognosis yang mempengaruhi kesintasan hidup pasien terapi ARV di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto Jakarta tahun 2007-2017. Desain penelitian ini adalah kohort retrospektif menggunakan data rekam medis pasien terapi ARV di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta. Sampel penelitian adalah pasien terapi ARV berusia dewasa yang naïve ARV di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta pada tahun 2007-2017 sebanyak 812 pasien. Penelitian ini menemukan probabilitas kesintasan pasien terapi ARV selama 11 tahun pengamatan adalah sebesar 66,5%. Hasil analisis dengan Extended Cox menunjukkan bahwa faktor prognosis yang paling signifikan mempengaruhi kesintasan pasien terapi ARV adalah infeksi oportunistik, dimana pasien yang mempunyai infeksi oportunistik memiliki risiko kematian 9,5 kali dibandingkan yang tidak memiliki infeksi oportunistik.
Read More
T-5615
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Koosnadi Saputra ... [et al.]
BPSK Vol.13, No.3
Surabaya : Balitbangkes Kemenkes RI, 2010
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Lu`lu Nafisah; Pembimbing: Pandu Riono, Toha Muhaimin; Penguji: Gina Anindyajati, Sarikasih Harefa
Abstrak:
Kepatuhan terapi di Indonesia masih dibawah 80% dan dapat berdampak pada peningkatan kejadian infeksi protozoa usus, perkembangan AIDS yang lebih cepat, resistensi obat, kegagalan terapi, dan penularan virus kepada orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan dengan kepatuhan terapi ARV pada ODHA di Klinik Yayasan Angsamerah dan Angsamerah Clinic DKI Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif meliputi pengisian kuesioner dan interview dengan pasien yang menerima ARV dan tenaga kesehatan. Sampel ditentukan dengan menggunakan purposive sampling dan diperoleh sampel sejumlah 51 orang. Tingkat pendidikan dilihat berdasarkan lama sekolah dan tingkat kepatuhan dinilai dengan metode laporan diri, hitung jumlah sisa obat, dan viral load. Berdasarkan laporan diri 66,66% ODHA memiliki kepatuhan sedang, berdasarkan hitung jumlah sisa obat 78,43% ODHA memiliki sisa obat kurang dari 3 dosis, dan 90,20% ODHA memiliki viral load yang tidak terdeteksi. Sebagian besar ODHA menempuh pendidikan selama >12 tahun (72,55%) dan tingkat pendidikan terakhir tamat sarjana (64,71%). Hasil analisis menunjukkan proporsi kepatuhan yang lebih tinggi sebesar 4,63% pada ODHA yang menempuh pendidikan >12 tahun dibandingkan dengan ODHA yang menempuh pendidikan ≤12 tahun. Pendidikan yang tinggi berperan memfasilitasi kepatuhan ODHA dalam terapi ARV melalui berbagai mekanisme yaitu ODHA akan memiliki pengetahuan yang lebih baik, mampu memahami informasi dan rekomendasi dari dokter, memiliki daya ingat yang lebih baik, memiliki lebih banyak sumber daya ekonomi termasuk pendapatan yang lebih tinggi, pekerjaan yang lebih aman dan lebih menjamin, dan sarana untuk tinggal di lingkungan yang lebih sehat yang mendukung kesehatan. Hambatan dalam terapi ARV diantaranya jadwal yang sibuk, sering berpergian, takut terungkap statusnya, informasi yang salah tentang ARV, dan penawaran obat selain ARV. Media KIE yang akurat, informatif, dan menarik, hubungan yang baik antara dokter dan pasien, dan sistem atau alat pengingat jadwal minum obat diperlukan untuk mempertahankan dan meningkatkan kepatuhan terapi ARV pada ODHA.
Read More
T-5412
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Andreas Soejitno, R.A. Tuty Kuswardhani
CDK Vol.36, No.2 (2009)
Jakarta : Kalbe Farma, 2009
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nur Atika; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Rizka Maulida, Dwi Listryorini
Abstrak:
Jumlah kasus infeksi HIV di Indonesia masih mengalami peningkatan setiap tahunnya. Pada akhir tahun 2017 terdapat 280.623 kasus infeksi HIV di Indonesia dengan DKI Jakarta, Jawa Timur, dan Papua secara berurutan sebagai provinsi dengan jumlah infeksi HIV terbesar. Terapi antiretroviral sebagai pengobatan untuk menekan jumlah virus dalam darah penting diinisiasi secara dini untuk menurunkan risiko penularan infeksi HIV dan menekan progresifitas infeksi oportunistik pada ODHA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tertundanya inisiasi terapi antiretroviral pada ODHA di Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo. Desain studi yang digunakan adalah cross-sectional dengan analisis multivariat regresi logistik ganda. Data yang digunakan adalah ikhtisar perawatan HIV dan ART dengan sampel yaitu pasien HIV yang melakukan inisiasi ART pada periode Januari 2017 sampai April 2019. Faktor yang berhubungan dengan tertundanya inisiasi ART adalah tingkat pendidikan SMA (AOR= 2,804; 95% CI= 1,209-6,503). Pasien yang tidak sekolah/SD merupakan faktor risiko yang paling berpengaruh terhadap tertundanya inisiasi ART setelah dikontrol oleh variabel lainnya (OR= 3,741; 95% CI= 0,776-18,036).
Read More
S-10187
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Galih Putri Ardhiyani; Pembimbing: Nasrin Kodim; Penguji: xRenti Kodim, Saad Budiono
Abstrak:
Stroke merupakan penyakit yang sangat serius karena keganasan dan dampak yang ditimbulkan. Dampak utama dari stroke adalah kecacatan yang mengganggu pada kemandirian. Terapi okupasi membantu mencegah kecacatan dan mengembangkan fungsi kemandirian. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh terapi okupasi dalam pengembalian kemandirian penderita stroke. Metode yang digunakan adalah cohort retrospektif. Sampel penelitian ini adalah penderita stroke yang mengikuti terapi okupasi dan yang tidak mengikuti terapi okupasi diInstalasi Rehab Medik RSPAD Gatot Soebroto Ditkesad pada tahun 2011. Sampeldiambil menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini adalah terapi okupasi memiliki pengaruh yang besar dalam mengembalikan kemandirian penderita stroke (RR=2,4, 95%CI=1,038-5,705, p-value=0,041). Intervensi terapiokupasi diberikan kepada semua penderita stroke sehingga banyak penderita stroke kembali mandiri.Kata kunci : stroke, okupasi terapi, kemandirian
Stroke is a disease that is very serious because the ferocity and impact. The mainimpact of stroke is a disability that interferes with the independence. Occupationaltherapy to help prevent disability and develop independence functions. Thepurpose of this study to know the effect of occupational therapy in strokesurvivors return independence. The method used was a retrospective cohort. Thesample was stroke patients following the occupational therapy and occupationaltherapy that does not follow in the Installation Medical Rehab RSPAD GatotSoebroto Ditkesad in 2011. Samples were taken using purposive samplingtechnique. The results of this research is occupational therapy has a greatinfluence in restoring the independence of people with stroke (RR=2,4,95%CI=1,038-5,705, p-value=0,041). Occupational therapy intervention given toall patients with stroke so many stroke survivors back themselves.Keywords: stroke, occupational therapy, independence
Read More
Stroke is a disease that is very serious because the ferocity and impact. The mainimpact of stroke is a disability that interferes with the independence. Occupationaltherapy to help prevent disability and develop independence functions. Thepurpose of this study to know the effect of occupational therapy in strokesurvivors return independence. The method used was a retrospective cohort. Thesample was stroke patients following the occupational therapy and occupationaltherapy that does not follow in the Installation Medical Rehab RSPAD GatotSoebroto Ditkesad in 2011. Samples were taken using purposive samplingtechnique. The results of this research is occupational therapy has a greatinfluence in restoring the independence of people with stroke (RR=2,4,95%CI=1,038-5,705, p-value=0,041). Occupational therapy intervention given toall patients with stroke so many stroke survivors back themselves.Keywords: stroke, occupational therapy, independence
S-7659
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Yeni Kusuma Dewi; Pembimbing: Ella Nurlaella Hadi; Penguji: Caroline Endah Wuryaningsih, Helda, Galuh Budhi Leksono Adhi, Sito Hatmoko
Abstrak:
Read More
Kontak serumah merupakan faktor paling dominan penyebab TB pada anak, untuk mencegahnya perlu diberikan obat Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku ibu dalam pemberian TPT pada anak dengan kontak serumah pasien TB di Wilayah Puskesmas Kabupaten Banyumas tahun 2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, desain studi kasus pada 14 orang informan utama, yakni 9 ibu yang memberikan TPT dan 5 orang ibu yang tidak memberikan TPT. Informan kunci terdiri dari 9 keluarga ibu yang memberi TPT dan 5 keluarga ibu yang tidak memberi TPT, 6 kader TB, 6 petugas Puskesmas dan Kasi P2PM Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas. Pengumpulan data dengan wawancara mendalam, forum group discussion dan observasi. Dilakukan pada bulan Mei-Juni 2023 dan dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu yang menjalani TPT telah melakukan perilaku pemberian TPT sesuai standar tata laksana pemberian TPT, kecuali untuk waktu pemberian obat, stok obat TPT selalu tersedia di Puskesmas, namun terbatas sehingga cakupan TPT rendah. Ibu mendapat dukungan keluarga dan tenaga kesehatan yang baik, namun belum mendapatkan dukungan kader TB. Ibu memberikan imbalan kepada anak agar mau minum obat TPT. Ibu yang tidak memberikan TPT pada anaknya kurang memiliki pengetahuan, dukungan keluarga, kader dan tenaga kesehatan. Perilaku ibu dalam pemberian TPT dipengaruhi persepsi kerentanan, keparahan terkait penyakit TB serta manfaat, hambatan dan kepercayaan diri dalam pemberian TPT. Dorongan yang didapatkan ibu untuk memberikan TPT berasal dari keluarga, teman sebaya yang memiliki pengalaman dengan penyakit TB, kader, petugas kesehatan, media sosial dan pengalaman dari ibu yang tidak ingin anaknya terkena TB. Untuk itu, diperlukan pelatihan kepada tenaga kesehatan untuk dapat melakukan strategi promosi kesehatan dan pengelolaan logistik dalam pemberian TPT.
Household contact is the most dominant factor causing TB in children. However, to prevent the cause it is necessary to be given the drugs of Tuberculosis Preventive Therapy (TPT). This study aims to determine the behavior of mothers in giving TPT to children with household contacts of TB patients in Public Health Center of Banyumas District in 2023. This study uses a qualitative approach and case study design on 14 main informants, they are 9 mothers who provided TPT and 5 mothers which did not provide TPT. The key informants consisted of 9 mothers’ family who provided TPT and 5 mothers’ family who did not, 6 TB cadres, 6 Puskesmas officers and Head of P2PM Section of the Banyumas District Health Office. Data collection was conducted through in-depth interviews, forum group discussion and observation in May-June 2023 and analyzed thematically. The results showed that most of the mothers who experience TPT had carried out the behavior of giving TPT in accordance with the TPT administration standard, except for the time of drug administration. TPT drug stock was always available at the Puskesmas, but it was limited so TPT coverage became low. Mothers have received positive family and health worker support, but they have not received the support of TB cadres. Mothers reward children for taking TPT drugs. Mothers who do not give the drug to their children have less knowledge and insufficient support from families, cadres and health workers. Mother's behavior in giving TPT is influenced by perceptions of vulnerability, severity related to TB disease, benefits, barriers and confidence to give TPT. The encouragement that mothers get to provide TPT came from family, peers who have experience with TB disease, cadres, health workers, social media and experiences from mothers who do not want their children to get TB. For this reason, training is needed for health workers to be able to carry out health promotion strategies and manage logistics in administering TPT.
T-6631
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
