Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Agustina Sukmasari; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Penguji: Anhari Achadi, Indang Trihandini, Didik Supriyono, Siti Masitoh
Abstrak: Keeratan korelasi antar domain didapatkan melalui uji parsial korelasi. Hasil penelitian didapatkan bahwa secara umum persepsi kualitas hidup lansia dan kepuasan lansia akan kesehatan dirinya di wilayah puskesmas Kabupaten Bogor adalah biasa-biasa saja. Instrumen WHOQOL-BREF yang telah dimodifikasi valid dan reliabel untuk mengukur kualitas hidup lansia. Domain psikologis merupakan prediktor terbaik untuk kualitas hidup secara umum. Diantara ke empat domain WHOQOL-BREF yang memiliki keeratan korelasi antar domain adalah hubungan sosial dan lingkungan. Peneliti menyarankan agar mempertimbangkan kualitas hidup dalam melakukan evaluasi kebijakan maupun program.
Read More
T-5591
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bimo Kusumo; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Kurnia Sari, Mardiati Nadjib, Dwi Satrio, Putri Nadia
Abstrak:
Prevalensi penyakit gagal ginjal kronik di Indonesia sebesar 0,38 % atau 3,8 orang per 1000 penduduk, dan sekitar 60% penderita gagal ginjal tersebut harus menjalani dialysis. Penyakit tersebut masih menjadi salah satu penyakit dengan insidensi tinggi di Indonesia dan hampir semua Rumah Sakit memiliki unit hemodialisa untuk melayani pasien tersebut. Kualitas hidup pasien berhubungan dengan minat pasien untuk menjalani terapi hemodialisa di rumah sakit. Semakin rendah kualitas hidup pasien, keinginan untuk sembuh dan menjalani terapi hemodialisa akan semakin turun sehingga dapat memperburuk derajat Kesehatan pasien tersebut. Sampai saat ini di Indonesia belum ada penelitian yang menghubungkan respon penilaian kualitas hidup penderita gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa dengan sistem manajemen Rumah Sakit. Sistem manajemen rumah sakit seharusnya memiliki peran besar dalam memfasilitasi kebutuhan unit hemodialisa baik dari segi pelayanan, fasilitas, kemudahan berobat, sistem biaya, sistem informasi dan edukasi, serta pelayanan pendampingan baik dari tenaga Kesehatan atau non Kesehatan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan instrumen kuesioner WHOQOL-BREF, SERVQUAL dan kualitatif dengan wawancara mendalam terkait layanan rumah sakit baik dari pemberi layanan (tenaga kesehatan) dan penerima layanan (pasien). Hasil dari penelitian ini akan menggambarkan kualitas hidup penderita gagal ginjal kronik, layanan manajemen rumah sakit, dan rekomendasi lanjutan untuk rumah sakit.

The prevalence of chronic kidney disease (CKD) in Indonesia is 0.38%, or 3.8 people per 1,000 population, and approximately 60% of these patients require dialysis. This disease remains a high-incidence condition in Indonesia, and nearly all hospitals have hemodialysis units to serve these patients. A patient's quality of life is related to their willingness to undergo hemodialysis therapy at the hospital. The lower the patient's quality of life, the lower their desire to recover and undergo hemodialysis therapy, which can worsen their health. To date, no research in Indonesia has linked the response to quality-of-life assessments of chronic kidney disease patients undergoing hemodialysis to hospital management systems. The hospital management system should play a significant role in facilitating the needs of hemodialysis units in terms of services, facilities, ease of treatment, cost systems, information and education systems, and support services from both healthcare and non-healthcare professionals. This study is a quantitative study using the WHOQOL-BREF, SERVQUAL questionnaire and a qualitative study with in-depth interviews related to hospital services from both service providers (healthcare professionals) and service recipients (patients). The results of this study will describe the quality of life of chronic kidney failure patients, hospital management services, and further recommendations for the hospital.
Read More
B-2564
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Nur Anisah; Promotor: Ratna Djuwita; Kopromotor: Purwantyastuti, Siti Dharmayati B. Utoyo; Penguji: Mondastri Korib Sudaryo, Besral, Evi Martha, Menaldi Rasmin, Fidiansjah, Soewarta Kosen
Abstrak: Penelitian ini membahas pengaruh dukungan sosial terhadap kualitas hidup Pasien Tuberkulosis (TBC) di Kota Depok, Provinsi Jawa Barat, dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif menggunakan desain studi longitudinal (pengukuran berulang) dan Rapid Assessment Procedure (RAP). Pengumpulan data kuantitatif dengan wawancara kepada responden menggunakan kuesioner WHOQOL-BREF untuk data kualitas hidup dan Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) untuk data dukungan sosial. Pengumpulan data kualitatif dengan kelompok diskusi terarah (DKT) dan wawancara mendalam. Analisis data menggunakan analisis regresi logistik untuk pengukuran data berulang yaitu General Estimation of Equotion (GEE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial mempunyai pengaruh kuat terhadap kualitas hidup Pasien TB; pengaruh dukungan sosial terhadap kualitas hidup Pasien TBC terus meningkat mulai bulan ke-2 sampai akhir bulan ke-6; sumber dukungan sosial yang berpengaruh untuk meningkatkan kualitas hidup Pasien TBC adalah keluarga, teman dan orang terdekat lainnya; bentuk dukungan sosial yang berpengaruh untuk meningkatkan kualitas hidup Pasien TBC adalah dukungan emosional, informasi dan persahabatan. Kesimpulan: dukungan sosial kepada Pasien TBC yang diberikan selama masa pengobatan sampai pasien sembuh memberikan dampak terhadap kualitas hidupnya. Studi ini merekomendasikan untuk peningkatan dukungan sosial dari keluarga, teman dan orang terdekat lainnya dalam bentuk dukungan emosional, informasi dan persahabatan agar kualitas hidup Pasien Tuberkulosis lebih baik.
Read More
D-405
Depok : FKM-UI, 2019
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sasni Triana Putri; Pembimbing: Milla Herdayati, Besral; Penguji: Martya Rahmaniati, Rahmadewi, Ekasari, Enny
Abstrak: Meningkatnya mobilitas ulang alik yang dilakukan masyarakat untuk beraktifitas mengakibatkan peningkatan penggunaan KRL commuter line. Masyarakat Bodetabek yang melakukan perjalanan untuk tujuan bekerja pada tahun 2014 sebesar 79,28%. Secara umum terjadi peningkatan jumlah penumpang KRL commuter line Jabodetabek sebesar 13,80% setiap tahunnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kualitas hidup pengguna KRL commuter line dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhinya. Penelitian ini ingin mengukur kualitas hidup pada pengguna KRL commuter line di stasiun Depok untuk tujuan bekerja di Jakarta dengan menggunakan instrument WHOQOL-BREF. Wilayah penelitian berada di stasiun Depok, desain studi penelitian adalah potong lintang (cross-sectional), data yang digunakan adalah data primer dimana penelitian dilakukan pada bulan Maret 2017. Sampel penelitian yang digunakan adalah 113 orang berdasarkan perhitungan besar sampel. Diketahui hasil dari penelitian ini kualitas hidup pengguna KRL commuter line untuk tujuan bekerja di stasiun Depok memiliki kualitas hidup baik sebesar 61,9%. Faktor yang mempengaruhi kualitas hidup pengguna KRL commuter line adalah ketidaknyamanan fisik dan psikologis. Sedangkan pengguna KRL commuter line yang mempunyai kualitas hidup yang baik adalah usia lebih tua, berstatus belum menikah, tidak mempunyai anak usia < 12 tahun, menggunakan KRL commuter line 2-4x dalam seminggu, dan mempunyai tingkat ketidaknyamanan fisik dan psikologis yang rendah. Kata Kunci ; Kualitas Hidup, Kereta Rel Listrik Commuter Line, WHOQOL-BREF Increased mobility of the shuttle to the community resulted in increased use of KRL commuter line. Bodetabek people who travel for the purpose of working in 2014 amounted to 79.28%. In general, the number of Jabodetabek KRL commuter line users increased by 13.80% per year. The purpose of this research is to know the quality of life of KRL commuter line users and what factors influence it. This reseach wanted to measure the quality of life of KRL commuter line users at Depok station for the purpose of working in Jakarta using the WHOQOL-BREF instrument. The research area was in Depok station, The research used design cross sectional study, the data used were primary data where the research was conducted in March 2017. The research sample used is 113 people based on the calculation of the sample size. The result of this research the quality of life of KRL commuter line users for the purpose of working in Depok station has a good quality of life of 61,9%. Factors that affect the quality of life of KRL commuter line users are physical and psychological discomfort. While KRL commuter line users who have good quality of life are older, unmarried, have no children <12 years old, use KRL commuter line 1-4x a week, and have a low level of psychological discomfort Keywords; Quality of Life, Commuter Line Electric Train, WHOQOL-BREF
Read More
T-4978
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive