Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 11 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Rahma Maretha; Pembimbing: Adang Bachtiar
S-2280
Depok : FKM UI, 2001
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mirza Radiastari; Pembimbing: Robiana Modjo
S-2799
Depok : FKM UI, 2002
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Desi Roshana; Pembimbing: Robiana Modjo
S-1702
Depok : FKM UI, 2000
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Noviandi Sayuti; Pembimbing; Ede Surya Darmawan; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Puput Oktamianti, Yuli Prapancha Satar
Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara lingkungan kerja dankepuasan kerja dengan kinerja karyawan Instalasi Farmasi RSUD Dr. M. YunusBengkulu. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan metode cross sectionalmenggunakan kuesioner dan lembar penilaian oleh atasan. Penelitian dilakukan diInstalasi Farmasi RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu pada bulan April 2014 dengansampel berjumlah 64 orang. Analisis hubungan menggunakan uji somers'dgamma dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan lingkungan kerja fisikdan non fisik serta kepuasan kerja mempunyai hubungan signifikan dengankinerja karyawan. Instalasi Farmasi RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu harusmeningkatkan lingkungan kerja dan kepuasan kerja agar kinerja karyawanmeningkat.
This study aims to determine the relationship between the work environment andjob satisfaction and employee performance at the Hospital Pharmacy Dr. M.Yunus Bengkulu. This type of quantitative research with cross sectional methodusing questionnaires and assessment form by the supervisor. The study wasconducted at Hospital Pharmacy Dr. M. Yunus Bengkulu in April 2014, with asample totaling 64 employees. Analysis of the relationship using gammasomers'd test and logistic regression. The results showed the physical and nonphysical work environment and job satisfaction has a significant relationshipwith employee performance. The Hospital Pharmacy should improve the workenvironment and job satisfaction in order to increase employee performance.
Read More
B-1650
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dyah Utari; Pembimbing: Syahrul Meizar Nasri; Penguji: Hendra; Chandra Satrya, Bayu Rahadian
Abstrak:

ABSTRAK

Dalam beberapa dekade terakhir, perhatian pemberi layanan kesehatan mulai berfokus kepada keselamatan pasien. Rumah sakit serta berbagai instansi layanan kesehatan yang lain semakin sadar akan pentingnya patient safety. Patient safety akan mudah diwujudkan apabila instansi tersebut mempunyai patient safety climate positif. Penelitian ini dilaksanakan pada salah satu rumah sakit tipe B milik pemerintah yang berencana membuat program patient safety sehingga membutuhkan pengukuran patient safety climate sebagai langkah awal dalam pembuatan program. Penelitian melihat hubungan faktor manajemen, lingkungan kerja dan individu terhadap patient safety climate serta faktor apa yang paling mempengaruhinya. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa faktor lingkungan kerja dan individu mempunyai hubungan dengan patient safety climate, sedangkan faktor individu mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap patient safety climate.


ABSTRACT

In the last decade, there is increasing interest in healthcare provider about issues relevant to patient safety. Hospital and another healthcare organization are become aware of the important to improve patient safety. It would be more easy for that organization to increase patient safety if they have a positive patient safety climate. This research was held in one of the government hospital, as first step to make patient safety programme. In this research analyzed relationship between management, work environment and individual factor to patient safety climate. Significant relationship was found between patient safety climate to work environment and also individual factor. The finding conclude that individual factor has the greatest influence to patient safety climate

Read More
T-3834
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dwitya Indri Lestari; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Ridwan Z. Sjaaf, Juned Eryanto
S-8237
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Adistikah Aqmarina; Pembimbing: Sri Tjahyani Utami; Penguji: Laila Fitria, Akbar Hamzah
Abstrak: Data Badan Pusat Statistik (2013) menunjukkan bahwa selama tahun 2010hingga 2013 laju pertumbuhan angkatan kerja di Indonesia mengalami peningkatan.Hal tersebut mendorong terbukanya keberagaman lapangan pekerjaan, salah satunyaindustri otomotif. Sektor industi otomotif berperan cukup besar dalam memberikan polusi udara dikarenakan banyaknya exposure yang terdapat di wilayah kerja.Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pekerja bengkel memiliki risiko untuk terkena berbagai jenis gangguan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko gangguan kesehatan pada pekerja ditinjau dari kondisi fisik lingkungan kerja dan karakteristik pekerjaan di Pusat Bengkel dan Onderdil Margonda Depok. Disain penelitian yang digunakan adalah Cross sectional dengan metode Sampling Aksidental. Pengumpulan datadilakukan dengan cara pengukuran PM10, suhu, dan kelembaban di 7 titik, observasi kondisi kios serta wawancara dengan kuesioner untuk karakteristik pekerjaan dan jenis gangguan kesehatan.Hasil analisis menunjukkan bahwa 55,0% pekerja di Pusat Bengkel dan Onderdil Margonda Depok berisiko terhadap gangguan kesehatan dengan jenis gangguan kesehatan yang paling banyak dialami oleh pekerja adalah gangguan pernafasan (74,2%). Faktor risiko tertinggi yang berhubungan signifikan dengan gangguan kesehatan pekerja yakni konsentrasi PM10 di wilayah kerja (OR = 4,24)dan kondisi kios (OR = 3,77). Perlunya dibuat kebijakan untuk melindungi kesehatan pekerja di Pusat Bengkel dan Onderdil Margonda Depok. Kata kunci : Gangguan Kesehatan, Fisik Lingkungan Kerja, Pekerja, Bengkel Kendaraan Bermotor
Central Bureau of Statistics (2013) show that during the year 2010 to 2013the rate of growth of the labor force in Indonesia increased. It encourages diversityjob opening, one of the automotive industry. Sectors of the automotive industry, alarge enough role in providing air pollution exposure due to the amount contained inthe working area. Several studies have shown that the workshop workers are at riskfor various types of health problems.This study aimed to determine the risk factors for health problems in workersseen from Physical Work Environment and Characteristics of Work at CentralWorkshop and Parts Margonda Depok 2014. The design of the study is Crosssectional with Accidental Sampling method. The data collection was done bymeasurement of PM10, temperature, and humidity at 7 points, observation andinterviews with stall condition questionnaire for job characteristics and types ofhealth problems.The analysis showed that 55,0% of workers in Central Workshop and PartsMargonda Depok had risk for health problems with most types of health problemsexperienced by workers are respiratory problems (74,2%). The highest risk factorsignificantly associated with the health problems of workers in the region of PM10concentrations (OR = 4,24) and a stall condition (OR = 3,77). It needs to make apolicies to protect the health of workers in Central Workshop and PartsMargonda Depok.Keywords :Health Disorders, Physical Work Environment, Worker, Motor Vehicle Repair Shop
Read More
S-8167
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rizka Lailatul Rohmah; Pembimbing: Baiduri Widanarko; Penguji: Hendra, Muhammad Luthfi, Subkhan, Amory Setia
Abstrak:
Gangguan otot dan tulang rangka akibat kerja (gotrak) merupakan salah satu masalah kesehatan kerja utama di sektor konstruksi, termasuk pada industri beton pracetak yang menuntut beban fisik tinggi, postur kerja janggal, dan aktivitas manual berulang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prevalensi serta hubungan antara faktor individu, organisasi, psikososial, dan fisik dengan kejadian gotrak pada pekerja beton pracetak di PT ABC. Studi ini menggunakan desain potong lintang dengan pendekatan kuantitatif dan melibatkan 180 pekerja dari tiga pabrik PT ABC di Pulau Jawa. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur, yaitu Nordic Musculoskeletal Questionnaire (NMQ), Effort-Reward Imbalance (ERI), Job Content Questionnaire (JCQ), dan COPSOQ II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi keluhan gotrak cukup tinggi, yaitu 81,7% dalam 7 hari terakhir dan 68,3% dalam 12 bulan terakhir. Dari lima faktor individu yang dianalisis, hanya usia yang memiliki hubungan signifikan terhadap gotrak jangka pendek. Tidak ditemukan hubungan bermakna antara faktor organisasi (shift kerja, status kepegawaian, jenis pekerjaan) dengan kejadian gotrak. Namun, pada faktor psikososial, ditemukan bahwa tuntutan psikologis tinggi berhubungan signifikan dengan peningkatan risiko gotrak dalam 7 hari terakhir (OR=3,3), sedangkan kepuasan kerja tinggi berhubungan dengan penurunan risiko gotrak dalam 12 bulan terakhir (OR=0,45). Selain itu, pengangkatan beban manual 16–25 kg sebanyak ≥2 hari/minggu terbukti meningkatkan risiko gotrak jangka panjang secara signifikan. Temuan ini menunjukkan perlunya pemantauan dan pengendalian faktor risiko ergonomi secara menyeluruh, terutama pada pekerja lapangan, untuk meningkatkan kesehatan kerja, mencegah kecelakaan, serta menjaga produktivitas di industri beton pracetak.

Work-related musculoskeletal disorders (WMSDs) are a major occupational health issue in the construction sector, particularly in the precast concrete industry, which involves physically demanding tasks, awkward working postures, and repetitive manual activities. This study aims to analyze the prevalence and associations between individual, organizational, psychosocial, and physical factors with WMSDs among precast concrete workers at PT ABC. A cross-sectional quantitative approach was employed, involving 180 workers from three PT ABC plants located in Java, Indonesia. Data were collected using structured questionnaires, including the Nordic Musculoskeletal Questionnaire (NMQ), Effort-Reward Imbalance (ERI), Job Content Questionnaire (JCQ), and COPSOQ II. The results revealed a high prevalence of WMSD complaints, with 81.7% of workers reporting symptoms in the past 7 days and 68.3% within the past 12 months. Of the five individual factors analyzed, only age showed a significant association with short-term WMSDs. No statistically significant associations were found between organizational factors (shift work, employment status, job type) and WMSDs. However, two psychosocial factors were significantly associated: high psychological demands increased WMSD risk in the past 7 days (OR=3.3), while high job satisfaction reduced long-term WMSD risk in the past 12 months (OR=0.45). Additionally, manual lifting of 16–25 kg for ≥2 days/week was significantly associated with long-term WMSDs. These findings highlight the urgent need for comprehensive ergonomic risk monitoring and interventions, especially for field workers, to improve occupational health, prevent injuries, and maintain productivity in the precast concrete industry.

Read More
T-7283
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhammad Rinaldo; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Lucky Bindri Soegito, Sari Tua Roy Nababan
Abstrak:
Upaya kesehatan kerja ditujukan untuk melindungi pekerja dan orang lain yang ada di tempat kerja agar hidup sehat dan terbebas dari gangguan kesehatan serta pengaruh buruk yang diakibatkan oleh pekerjaan. Gangguan pendengaran merupakan salah satu masalah kesehatan yang memiliki dampak signifikan terhadap kualitas hidup individu. Beberapa faktor individu, lingkungan kerja, dan pekerjaan menjadi penyebab terjadinya gangguan pendengaran termasuk pada industri perkeretaapian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan terjadinya gangguan pendengaran pada karyawan UPT N Tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Responden pada penelitian ini sebanyak 185 orang sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Prevalensi gangguan pendengaran pada karyawan UPT N tahun 2024 sebesar 20,5%. Selanjutnya disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara usia (p=0,010), jenis kelamin (p=0,026), kebiasaan merokok (p=0,011), riwayat kesehatan hipertensi (p=0,014), paparan kebisingan (p=0,029), getaran (p=0,003), dan penggunaan APD (p=0,009) dengan terjadinya gangguan pendengaran pada karyawan UPT N tahun 2024. Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan agar dilakukan pengendalian faktor risiko di UPT N untuk mengurangi potensi risiko terjadinya gangguan pendengaran pada karyawan.

Occupational health efforts aim to protect workers and others in the workplace so that they can live healthy lives free from health problems and adverse effects caused by work. Hearing loss is one of the health problems that has a significant impact on the quality of life of individuals. Several individual, work environment and work factors cause hearing loss, including in the railway industry. This study aims to analyze the factors associated with the occurrence of hearing loss among UPT N employees in 2024. This study uses a quantitative design with a cross-sectional approach. The respondents in this study were 185 people according to the inclusion and exclusion criteria. The results showed that the prevalence of hearing loss among UPT N employees in 2024 was 20.5%. It was also concluded that there was an association between age (p=0.010), gender (p=0.026), smoking habits (p=0.011), history of hypertension (p=0.014), noise exposure (p=0.029), vibration (p=0.003) and use of PPE (p=0.009) with the occurrence of hearing loss among UPT N employees in 2024. Based on the results of this study, it is hoped that risk factor control will be implemented at UPT N to reduce the potential risk of hearing loss among employees.
Read More
T-7232
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dian Komalasari; Pembimbing: Sjahrul Meizar Nasri; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Hendra, Yuni Kusminanti, Wida Riyanti
Abstrak:
Laboratorium merupakan tempat kerja dengan potensi bahaya tinggi. Pekerja laboratorium dapat terpapar berbagai potensi bahaya faktor kimia berupa gas, uap, padatan dan cairan berbahaya, dan faktor bahaya lainnya seperti fisika, biologi, ergonomi dan psikososial. Kegiatan inti laboratorium terdiri dari pengujian, pengambilan contoh uji dan kalibrasi alat. PT X merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa pengujian laboratorium lingkungan. PT X telah menerapkan identifikasi bahaya keselamatan kerja pada kegiatan intinya, namun belum mencakup bahaya terkait kesehatan. Terdapat 4 jenis Similar Group Exposure di PT X, yaitu Analis Laboratorium Kimia, Analis Laboratorium Mikrobiologi, Petugas Pengambil Contoh dan Petugas Administrasi. Identifikasi bahaya dan penilaian risiko terkait kesehatan dari stresor lingkungan kerja di Laboratorium Lingkungan PT X perlu dilakukan untuk mengetahui tingkat risiko agar dapat dikendalikan dengan tujuan pencegahan timbulnya penyakit akibat kerja. Hasil penilaian risiko pada keempat SEG tersebut menunjukkan bahwa terdapat berbagai aktivitas yang memiliki potensi bahaya fisika, kimia, biologi dan ergonomi dengan tingkat risiko tinggi, sedang dan juga rendah. PT X perlu segera melakukan tindakan pengendalian tambahan pada aktivitas dengan risiko tinggi, dan mempertimbangkan pengendalian tambahan pada aktivitas dengan risiko sedang. Pemantauan berkala juga diperlukan pada aktivitas dengan risiko rendah untuk memastikan kondisi tempat kerja aman dan sehat bagi pekerja.

Laboratory is a workplace with high hazard potential. Laboratory workers can be exposed to various potential hazards of chemical factors such as dangerous gases, vapours, solids and liquids, and other hazardous factors such as physics, biology, ergonomics, and psychology. The core activities of the laboratory consist of testing, sampling, and calibration. PT X is an environmental laboratory testing service. PT X has implemented safety hazard identification in its core activities but has not yet included health-related hazards. There are 4 types of Similar Group Exposure at PT X, namely Chemical Laboratory Analysts, Microbiology Laboratory Analysts, Sampling Officers, and Administrative Officers. Hazard identification and risk assessment related to health from work environment stressors at the PT X Environmental Laboratory need to be carried out to determine the level of risk so that it can be controlled with the aim of preventing work-related diseases. The results of the risk assessment at the four SEGs show that there are various activities that have the potential for physical, chemical, biological, and ergonomic hazards with high, medium, and low levels of risk. PT X needs to immediately take additional control on high-risk activities and consider additional controls on moderate-risk activities. Periodic monitoring is also required for low-risk activities to ensure safe and healthy workplace conditions for workers.
Read More
T-6728
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive