Ditemukan 72 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Badan Pusat Statistik
R 301.2 IND s
Jakarta : BPS, 2007
Referensi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Winda Wiria Puspa; Pembimbing: Baiduri Widanarko; Penguji: Dadan Erwandi, Robiana Modjo, Diah Kusumawati, Lusiana Lestari
Abstrak:
Read More
Tesis ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis persepsi Just Culture pada pekerja di PT. Y, sebuah perusahaan minyak dan gas bumi di Kalimantan Timur. Persepsi just culture dinilai dengan menggunakan Just Culture Assessment Tool (JCAT) yang membagi persepsi just culture ke dalam 6 (enam) dimensi, yakni Feedback and Communication about Events, Openness of Communication, Balanced Treatment of Mistakes, Quality of Event Reporting Process, Overall Goal of Continuous Improvement, dan Trust towards Organization. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional, dengan instrumen kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi pekerja akan just culture sudah cukup baik, dan perlu adanya penerapan just culture yang lebih komprehensif, dengan komitmen manajemen dan program-program pendukung seperti sistem pelaporan insiden dan feedback yang lebih baik, serta basic training.
This study aims to understand and analyze the perception of just culture of the workers at PT. Y, an oil and gas company operating at East Kalimantan. The just culture perception is assessed by the Just Culture Assessment Tool (JCAT), which defines the perception of just culture into 6 (six) dimensions, i,e. Feedback and Communication about Events, Openness of Communication, Balanced Treatment of Mistakes, Quality of Event Reporting Process, Overall Goal of Continuous Improvement, and Trust towards Organization. This research is designed as cross sectional study, with questionnaire as research instrument. The result indicates that the just culture perception of workers at PT. Y is leaning towards positive area, and researcher suggests that a more comprehensive implementation of just culture is required, with leadership/management commitment and supported by robust programs such as the better incident reporting & feedback system, and basic HSSE training.
T-7113
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Mira Puspitasari; Pembimbing: Adik Wibowo; Penguji: Suprijanto Rijadi, Amal Chalik Sjaaf, Irwan Heriyanto, Gardjito Sipan
Abstrak:
Merumuskan Learning Organization Melalui Analisis Budaya Keselamatan Pasien Dan Budaya Organisasi Di RS.Masmitra Langkah awal membangun keselamatan pasien adalah melakukan penilaian terhadap budaya keselamatan pasien yang mana diperlukan pengkajian budaya organisasi sebagai panduan dalam menerapkan keselamatan pasien. Penelitian deskriptif dengan metode kuantitatif potong lintang dilanjutkan metode kualitatif ini bertujuan mengukur budaya keselamatan pasien, mengidentifikasi profil budaya organisasi dan merumuskan learning organization untuk membangun keselamatan pasien di RS.Masmitra. Budaya Hierarchy didapati sebagai budaya organisasi yang dominan saat ini di RS.Masmitra yang membutuhkan manajemen pengetahuan dalam upaya transformasi budaya keselamatan pasien. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian budaya keselamatan pasien yang menyatakan dimensi pembelajaran organisasi dan perbaikan berkelanjutan merupakan budaya terlemah di RS.Masmitra. Oleh karena itu, perumusan learning organization sangatlah tepat untuk membangun keselamatan pasien di RS.Masmitra.
Read More
B-1685
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Linda Maedikaningsih; Pembimbing: Dadan Erwandi;Penguji: Ridwan Zahdi Syaaf, I Made Sudarta
Abstrak:
Setiap pekerjaan memiliki risiko kecelakaan, dalam membangun kesadaran pekerja dibutuhkan safety culture yang baik. Untuk merepresentasikan safety culture dengan menggunakan safety climate atau persepsi keselamatan pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran safety climate di PT Fajar Mas Murni Tahun 2017, menggunakan desain survey dengan pendekatan kuantitatif untuk mengelolah data. Besaran sampel yang diambil sebanyak 109 responden diambil dengan teknik simple random sampling. Hasil penelitian menunjukan nilai safety climate sebesar 7,51 atau sangat kuat. Dimensi yang paling kuat adalah persepsi karyawan sebagai individu terhadap nilai safety (7,82), sedangkan variabel yang menunjukan nilai paling tinggi adalah kebutuhan pribadi terhadap keselamatan (8,11). Nilai safety climate paling tinggi ada pada kelompok tingkat jabatan manajer (7,91), pendidikan terakhir Diploma III (7,7), masa kerja >15 tahun (7,73), dan pekerja kontrak (7,6)
Kata Kunci: Safety, Safety Culture, Safety Climate
Every job has an accident risk, in building awareness of workers needed a good safety culture. To represent safety culture by using safety climate or employee safety perception. This study aims to determine the picture of the safety climate at PT Fajar Mas Murni in 2017, using survey design with quantitative approach to manage the data. The sample size taken as many as 109 respondents taken by simple random sampling technique. The results showed the value of safety climate of 7.51 or very strong. The most powerful dimension is the perception of employees as individuals to the value of safety (7.82), while the variable that shows the highest value is the personal need for safety (8.11). The highest safety climate values are in the managerial level (7,91), the educational last Diploma III (7,7), the working period > 15 years (7,73), and the contract workers (7,6).
Keyword: Safety, Safety Culture, Safety Climate
Read More
Kata Kunci: Safety, Safety Culture, Safety Climate
Every job has an accident risk, in building awareness of workers needed a good safety culture. To represent safety culture by using safety climate or employee safety perception. This study aims to determine the picture of the safety climate at PT Fajar Mas Murni in 2017, using survey design with quantitative approach to manage the data. The sample size taken as many as 109 respondents taken by simple random sampling technique. The results showed the value of safety climate of 7.51 or very strong. The most powerful dimension is the perception of employees as individuals to the value of safety (7.82), while the variable that shows the highest value is the personal need for safety (8.11). The highest safety climate values are in the managerial level (7,91), the educational last Diploma III (7,7), the working period > 15 years (7,73), and the contract workers (7,6).
Keyword: Safety, Safety Culture, Safety Climate
S-9395
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dihartawan; Pembimbing: Chandra Satrya, Ridwan Zahdi Syaaf; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Bagus B. Edvantoro, Yudhi Indharto
T-4530
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Niniek L. Pratiwi ... [et al.]
BPSK Vol.13, No.3
Surabaya : Balitbangkes Kemenkes RI, 2010
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Fahnida Zeydra Thohari; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, M. Reza Hilmy
Abstrak:
Read More
RS Orthopedi Siaga Raya sedang berusaha untuk mengoptimalkan kinerja personel dalam upaya peningkatan kinerja rumah sakit secara keseluruhan. Pimpinan rumah sakit merasakan perlunya pengembangan budaya organisasi dalam rangka mengoptimalkan kinerja personel. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi budaya organisasi yang ada serta hubungannya terhadap kinerja personel di RS Orthopedi Siaga Raya. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif serta didukung dengan wawancara mendalam. Penelitian ini dilakukan dengan menyebarkan kuesioner dimana sampel penelitian ini adalah seluruh personel yang bekerja di RS Orthopedi Siaga Raya yaitu sejumlah 187 orang. Dari seluruh kuesioner yang dibagikan didapatkan respon dari 100 personel. Hasil penilaian kinerja personel didapatkan aspek kuantitas kerja, ketepatan waktu, serta efektivitas kerja masih belum optimal. Hasil penilaian budaya organisasi didapatkan budaya organisasi di RS Orthopedi Siaga Raya mengarah ke budaya klan. Hasil penelitian mengenai hubungan budaya organisasi dengan kinerja personel diperoleh nilai Sig. (0,000) < 0,05 yaitu terdapat hubungan signifikan budaya organisasi terhadap kinerja personel dengan nilai koefesien korelasi yang diperoleh sebesar 0,569 dimana budaya organisasi memberikan hubungan positif terhadap kinerja personel di RS Orthopedi Siaga Raya.
RS Orthopedi Siaga Raya is striving to optimize the performance of the hospital, particularly its personnel. The hospital management recognizes the need for developing an organizational culture to enhance the performance of its personnel. This study aims to identify the existing organizational culture and its relationship to employee performance in RS Orthopedi Siaga Raya. The research adopts a quantitative approach and is supported by in-depth interviews. A questionnaire was distributed to the entire of employees working in RS Orthopedi Siaga Raya, totaling 187 individuals. From all the questionnaires distributed, responses were obtained from 100 personnel. The assessment of personnel performance revealed that aspects of work quantity, timeliness, and work effectiveness are still suboptimal. The assessment results of organizational culture revealed that the organizational culture at RS Orthopedi Siaga Raya is oriented towards a clan culture. The research findings regarding the relationship between organizational culture and personnel performance obtained a significance value (Sig.) of (0.000) < 0.05, indicating a significant relationship between organizational culture and personnel performance with a correlation coefficient of 0.569. This indicates that organizational culture has a positive influence on personnel performance at RS Orthopedi Siaga Raya.
B-2369
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Herta Puspitasari; Pembimbing: Mardianti Nadjib; Penguji: Adik Wibowo, Amal Chalik Sjaaf, Adib A. Yahya, Nancy Febriana
B-1845
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Siti Dwi Indriati; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Pujiyanto, Firzawati, Adi Pranaya
Abstrak:
Rendahnya pemanfaatan pelayanan bersalin di Puskesmas PONED,pemerintah berupaya agar semua persalinan harus ditolong oleh tenaga kesehatandi fasilitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini menggunakan desain crossectional,dengan hasil sebesar 79.6% tidak memanfaatkan pelayanan kesehatan untukbersalin. Faktor yang berhubungan dalam penelitian ini adalah budaya bersalin dirumah, akses, frekuensi pemeriksaan kehamilan dan fasilitas fisik.Budaya melahirkan di rumah dan akses yang sulit akan mempengaruhicakupan dalam pelayanan bersalin, oleh karena itu perlunya peran keluarga,masyarakat dan lingkungan tentang kepedulian terhadap kesehatan ibu dan bayi,menguatkan kembali hubungan kemitraan dengan bidan dan paraji, meningkatkankemampuan tenaga kesehatan secara kompetensi dan kemampuan KIE(komunikasi, informasi, edukasi).Kata kunci: ibu bersalin, budaya, akses.
Read More
T-4603
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Galih Respati Pradana Mukti; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Dadan Erwandi, Yuni Kusminanti
Abstrak:
Skripsi ini membahas bagaimana gambaran sistem manajemen keselamatan dankesehatan kerja (SMK3) di PT X, sebuah perusahaan kontraktor pertambangan batubara dilihat dari tingkat kematangan budaya keselamatan dan kesehatan kerja yang adadi PT X. Penelitian dilakukan dengan pendekatan semi-kuantitatif dengan desain studicross-sectional pada pekerja level pelaksana dan middle management bulan Oktober2012. Variabel-variabel kematangan budaya K3 nantinya akan dikelompokkan ke dalam siklus PDCA OHSAS 18001 dan dilihat mana yang masih perlu diperbaiki, mana yangperlu ditingkatkan. Hasil penelitian menunjukkan siklus Perencanaan, Implementasi,Pemeriksaan, dan Tindakan perbaikan masih perlu diperbaiki di beberapa poin untukmencapai continuous improvement.
Kata Kunci: Safety Culture Maturity, PDCA, SMK3
The focus of this study is how occupational health and safety management system canbe seen by safety culture maturity model in PT X, a mining contractor. This research issemi-quantitative descriptive interpretative with cross-sectional study design in frontline workers and middle management in October 2012. The variables of safety culturematurity is grouped in PDCA cycle of OHSAS 18001 and we can see which one is needto be maintenance and which one is need to be improved. The result of this research isthere is something in whether Plan, Do, Check, and Action cycle that need to beimproved to reach the continuous improvement state.
Key words: Safety Culture Maturity, PDCA, OHSMS
Read More
Kata Kunci: Safety Culture Maturity, PDCA, SMK3
The focus of this study is how occupational health and safety management system canbe seen by safety culture maturity model in PT X, a mining contractor. This research issemi-quantitative descriptive interpretative with cross-sectional study design in frontline workers and middle management in October 2012. The variables of safety culturematurity is grouped in PDCA cycle of OHSAS 18001 and we can see which one is needto be maintenance and which one is need to be improved. The result of this research isthere is something in whether Plan, Do, Check, and Action cycle that need to beimproved to reach the continuous improvement state.
Key words: Safety Culture Maturity, PDCA, OHSMS
S-7725
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
