Ditemukan 14 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Bhisma Murti
JMPK Vol.04, No.03
Yogyakarta : UGM, 2001
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Riviana; Pembimbing: Sabarinah B. Prasetyo; Penguji: Martya Rahmaniati, Ning Sulistyowati
S-10183
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Kasnodihardjo, Tri Juni Angkasawati
BPK Vol.42, No.1
Jakarta : Balitbangkes Depkes RI, 2014
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Anggun Nabila; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Mieke Savitri, Budi Hartono
S-6612
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Yessi Oktora Silalahi; Pembimbing: Sabarinah B. Prasetyo; Penguji: Kemal N. Siregar, Misti
S-9801
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
658.152 WOR i
Washington, D.C. : Pan American Health Organization, 2001
Buku (pinjaman 1 minggu) Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Yessi Oktafianti; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Mardiati Nadjib, Doni Hendrawan, Taufik Hidayat
Abstrak:
WHO menetapkan jaminan kesehatan semesta/Universal Health Coverage (UHC) untuk memastikan semua orang mendapatkan pelayanan kesehatan. Dalam rangka meningkatkan pemanfaatan pelayanan kesehatan tanpa melihat status sosial masyarakat, pemerintah menetapkan program Jaminan Kesehatan Nasional. Penelitian ini bertujuan mengetahui ekuitas/inekuitas utilisasi pelayanan kesehatan pada peserta JKN dan mengetahui karakteristik yang menjadi dasar terjadinya ketimpangan utilisasi pelayanan kesehatan di Indonesia. Studi ini mengunakan data sekunder dari Survei Sosial Ekonomi Nasional tahun 2014. Hasil menunjukkan bahwa penduduk kaya di Indonesia lebih banyak memanfaatkan pelayanan rumah sakit dibandingkan dengan penduduk miskin. Rata-rata jumlah kunjungan rawat jalan peserta JKN khususnya pada kuintil 1 dan kuintil 2 lebih besar daripada bukan peserta JKN pada kelompok yang sama. Tingkat ketimpangan pelayanan rawat inap pada responden peserta JKN lebih kecil daripada peserta non JKN. Ketidakmerataan utilisasi rawat jalan dan rawat inap yang pro-kaya disebabkan oleh ketidaksetaraan umur, jenis kelamin, geografis, pernikahan, pendidikan dan pengeluaran. Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan perlu monitoring dan evaluasi secara rutin terhadap pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Nasional. Kata kunci: Jaminan Kesehatan Nasional, ekuitas, Susenas 2014
Read More
T-4799
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Pingkan Aprilia Widyadasari; Pembimbing: Sabarinah B. Prasetyo; Penguji: Pandu Riono, Nunik Kusumawardani
S-9885
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Caslyn Jus; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Wiku Bakti Bawono Adisasmito, Sri Dyah Indherawati, Putri Nadia
Abstrak:
Read More
Persaingan rumah sakit swasta yang semakin ketat menuntut rumah sakit untuk memperkuat merek sebagai strategi dalam menarik dan mempertahankan pasien eksekutif atau non-JKN. RS Hermina Jatinegara menghadapi tantangan pada layanan rawat inap eksekutif, ditunjukkan oleh Bed Occupancy Rate (BOR) yang fluktuatif dan belum stabil pada ambang ideal, serta rendahnya konversi pasien dari rawat jalan eksekutif dan IGD eksekutif ke layanan rawat inap eksekutif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan Customer-Based Brand Equity (CBBE) berdasarkan model Keller, yang terdiri dari dimensi brand salience, brand performance, brand imagery, brand judgments, brand feelings, dan brand resonance, dengan keputusan pasien memilih layanan rawat inap eksekutif di RS Hermina Jatinegara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain potong lintang. Sampel penelitian berjumlah 96 responden pasien eksekutif, terdiri dari 87 responden dari unit rawat jalan eksekutif dan 9 responden dari unit IGD eksekutif, yang dipilih dengan teknik consecutive sampling dan proportional sampling. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert, sedangkan data sekunder diperoleh dari data operasional rumah sakit dan referensi pendukung. Analisis data dilakukan menggunakan SEM-PLS melalui pengujian outer model dan inner model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan pasien dalam memilih layanan rawat inap berada pada kategori baik. Seluruh dimensi CBBE juga menunjukkan persepsi yang baik, meskipun masih terdapat beberapa indikator yang perlu ditingkatkan, terutama pada aspek top of mind, kecepatan respons pelayanan, rasa aman, kebanggaan sosial, dan penghargaan personal. Nilai R-square sebesar 0,786 menunjukkan bahwa model mampu menjelaskan keputusan pasien sebesar 78,6%. Hasil uji bootstrap menunjukkan bahwa brand imagery berhubungan positif dan signifikan dengan keputusan pasien (p=0,023), demikian pula brand resonance (p=0,018). Sementara itu, brand salience, brand performance, brand feelings, dan brand judgments tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa citra merek dan keterikatan emosional pasien merupakan faktor utama yang berhubungan dengan keputusan pasien memilih layanan rawat inap eksekutif di RS Hermina Jatinegara. Oleh karena itu, rumah sakit perlu memperkuat repositioning citra sebagai rumah sakit umum modern, meningkatkan komunikasi clinical excellence, memperbaiki responsivitas layanan, serta membangun relationship marketing melalui layanan personal dan berkelanjutan bagi pasien eksekutif.
Increasing competition among private hospitals requires stronger brand development as a strategic effort to attract and retain executive or non-JKN patients. RS Hermina Jatinegara faces challenges in its executive inpatient services, as reflected in fluctuating Bed Occupancy Rate (BOR) performance that has not consistently reached the ideal standard, as well as the low conversion rate of patients from executive outpatient and emergency department services to executive inpatient care. This study aims to analyze the relationship between Customer-Based Brand Equity (CBBE), based on Keller’s model consisting of brand salience, brand performance, brand imagery, brand judgments, brand feelings, and brand resonance, and patients’ decision to choose executive inpatient services at RS Hermina Jatinegara. This study used a quantitative approach with a cross-sectional design. The sample consisted of 96 executive patients, including 87 respondents from the executive outpatient unit and 9 respondents from the executive emergency department, selected using consecutive sampling and proportional sampling techniques. Primary data were collected through a Likert-scale questionnaire, while secondary data were obtained from hospital operational records and supporting references. Data analysis was conducted using SEM-PLS through outer model and inner model testing. The results showed that patients’ decision to choose inpatient services was generally categorized as good. All CBBE dimensions also demonstrated positive patient perceptions, although several indicators still require improvement, particularly those related to top-of-mind awareness, service responsiveness, sense of security, social pride, and personal appreciation. The R-square value of 0.786 indicated that the model was able to explain 78.6% of the variance in patients’ decision-making. Bootstrap testing showed that brand imagery had a positive and significant relationship with patients’ decision-making (p = 0.023), as did brand resonance (p = 0.018). Meanwhile, brand salience, brand performance, brand feelings, and brand judgments did not show significant relationships. This study concludes that brand image and patients’ emotional attachment are the main factors associated with patients’ decision to choose executive inpatient services at RS Hermina Jatinegara. Therefore, the hospital needs to strengthen its repositioning as a modern general hospital, improve communication of clinical excellence, enhance service responsiveness, and develop relationship marketing through more personalized and continuous services for executive patients.
B-2600
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Faluthi Kesangmauri; Pembimbing: Sabarinah; Penguji: Kemal N. Siregar, Diah Setia Utami
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketidakmerataan konsumsi minuman beralkohol pada kalangan remaja di Indonesia menggunakan data sekunder dari Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia 2017. Populasi pada SDKI 2017 yang digunakan dalam penelitian ini adalah semua remaja pria dan wanita berumur 15-24 tahun di Indonesia. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional menggunakan aplikasi SPSS untuk uji univariat serta bivariat dan aplikasi HEAT-Plus untuk uji ketidakmerataan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa remaja yang mengonsumsi minuman beralkohol paling banyak berjenis kelamin pria, berusia ≥ 20 tahun, berpendidikan rendah, dengan status ekonomi terbawah, bertempat tinggal di pedesaan, serta berada di kategori pulau Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur, juga pada remaja yang memiliki riwayat merokok dan riwayat penyalahgunaan obat-obatan terlarang. Kemudian, ukuran ketidakmerataan paling tinggi dari konsumsi minuman beralkohol pada remaja yaitu pada dimensi riwayat penyalahgunaan obat-obatan terlarang, riwayat merokok, dan jenis kelamin. Maka, dibutuhkan upaya penanganan terintegrasi antara upaya menangani konsumsi minuman beralkohol dengan upaya menangani ketiga dimensi tersebut.
Read More
S-10785
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
