Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 9 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Purbo Antarsih; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Adang Bachtiar, Amal Chalik Sjaaf, John T. Marbu, Maria Margaretha
Abstrak: Tesis ini membahas tentang Perencanaan Strategis Peningkatan Kompetensi SDM RSUD KramatJati Tahun 2018-2022. Perencanaan strategis ini dibuat karena adanya permasalahan yangdisebabkan karena kompetensi SDM. Rumah sakit perlu melindungi pasien, Lingkungan dan SDMrumah sakit serta meningkatkan kualitas pelayanan, sehingga perlu meningkatkan kompetensiSDM nya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan kuantitatif . Dengan metode inididapatkan faktor ekternal yang berupa peluang maupun ancaman serta faktor internal sebagaikekuatan maupun kelemahan organisasi. Dari beberapa alternative strategi dengan metode QSPMditentukan strategi utama yang akan digunakan. Strategi tersebut diterapkan untuk mencapaitujuan Rumah sakit.Kata Kunci :Perencanaan strategi, kompetensi, SDM.
Read More
B-1956
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Awal Safar M; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Jaslis Ilyas, Wachyu Sulistiadi, Budi Hartono, Lies Dina Liastuti
Abstrak:

Penelitian ini mengevaluasi hubungan manajemen sumber daya manusia (HRM), seperti
seleksi, rekrutmen, pelatihan, penilaian kinerja, dan penghargaan, dengan penerapan
sistem E-Medical Record (EMR) di Rumah Sakit LNG Badak. Selain itu, penelitian
menganalisis sistem EMR melalui aspek perceived usefulness, perceived ease of use,
attitude toward usage, dan behavioral intention to use. Data dikumpulkan secara
kuantitatif melalui kuesioner dari tenaga medis, kesehatan, dan non-kesehatan. Hasil
menunjukkan perceived usefulness berpengaruh signifikan terhadap behavioral intention
to use, sedangkan perceived ease of use memengaruhi attitude toward usage. Pelatihan
dan penghargaan berkontribusi positif terhadap perceived usefulness dan ease of use,
namun hubungan seleksi, rekrutmen, dan penilaian kinerja dengan penerapan EMR
kurang signifikan. Temuan ini menekankan pentingnya pelatihan, penghargaan, dan
pengalaman pengguna dalam adopsi EMR. Keterbatasan penelitian meliputi sampel dari
satu rumah sakit, sehingga generalisasi hasil perlu kajian lanjutan. Penelitian mendatang
disarankan menggunakan metode kualitatif dan menganalisis faktor eksternal yang
memengaruhi penerapan teknologi di rumah sakit.


This study examines the relationship between HRM practices—selection, recruitment, training, performance appraisal, and rewards—and the implementation of the E-Medical Record (EMR) system at LNG Badak Hospital. It also analyzes EMR adoption through perceived usefulness, ease of use, attitude toward usage, and behavioral intention to use. Data from medical, health, and non-health personnel show perceived usefulness impacts behavioral intention, while ease of use influences attitude. Training and rewards enhance perceived usefulness and ease of use, but selection, recruitment, and performance appraisal show weaker links. The study highlights training, rewards, and user experience as key, with further research recommended to explore external factors.

Read More
B-2500
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lesli Tamarina Khiat; Pembimbing: Hafizurrachman; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Yosefa Rumbawati Indrayani, Emmy Salman
Abstrak:

ABSTRAK Dalam usaha untuk meningkatkan kualitas SDM terutama para manajer Rumah Sakit anggota Hermina Hospital Group adalah dengan mengetahui hubungan antara kompetensi, beban kerja dan kinerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung serta besarannya antara variabel kompetensi, beban kerja dan kinerja manajer di RS anggota Hermina Hospital Group tahun 2013. Metode penelitian dilakukan dengan metode SEM-PLS (Structured Equation Model - Partial Least Squares). Hasil yang didapatkan adalah adanya hubungan langsung dan tidak langsung yang positif dan signifikan antara kompetensi dengan kinerja, adanya hubungan yang positif dan signifikan antara kompetensi dengan beban kerja, serta adanya hubungan yang positif dan tidak signifikan antara beban kerja dengan kinerja.


 

 ABSTRACT This thesis designed to improve the quality of human resources, focusing on the managers of hospital branches of Hermina Hospital Group. The limit set on to investigate the relationships between competence, workload and performance. This study aimed to determine the direct and indirect effect as well as the number between competence, workload and performance of managers at hospital branches of Hermina Hospital Group in 2013.The research method was conducted using SEM-PLS (Structured Equation Model - Partial Least Squares). The research was able to obtained results of a direct and indirect relationships which are positive and with significant correlation between competence and performance, a positive ad significant relationship between competence and workload, as well as a positive and not significant relationship between workload and performance.

Read More
B-1534
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Murniati H S., Chynthia; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Amila Megraini
Abstrak:
Pada penelitian ini dibahas tentang rencana program pendidikan dan pelatihan karyawan Rumah Sakit Bogor Medical Center untuk tahun 2013-2014 menuju Hospital Service Excellence. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam kepada tiga orang informan serta telaah data sekunder. Hasil penelitian menyarankan bahwa perencanaan program pelatihan dapat lebih efektif jika mengikuti konsep tahapan program pelatihan dari Tovey dengan lebih tajam pada identifikasi kebutuhan pelatihan dan mengembangkan Unit Diklat agar berfungsi aktif dalam perencanaan yang mendukung pengembangan SDM RS Bogor Medical Center.
 

 
In this study discussed about the plan educational programs and employee training Bogor Medical Center Hospital for the years 2013-2014 towards Hospital Service Excellence. This study is a qualitative research by conducting in-depth interviews to three informants and review of secondary data. The results suggest that the planning of the training program can be more effective if it follows the concept stages of a training program by Tovey with sharper identifying training needs and develop Education and Training Unit that is active in supporting the development of human resource planning Bogor Medical Center Hospital.
Read More
S-7999
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Indah Pratiwi Suwandi; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Anhari Achadi, Ede Surya Darmawan, Astuti Giantini, Rakhmad Hidayat
Abstrak:
Employee Engagement yang baik menggambarkan pegawai yang memiliki komitmen, motivasi, dukungan dari organisasi secara positif sehingga dapat bekerja dengan efektif maupun efisien dalam meningkatkan organisasi tempat bekerjanya. Pengukuran Employee Engagement penting dilakukan salah satunya untuk Dokter Umum yang merupakan salah satu bagian yang secara langsung dari segi performa atau kinerjanya akan memberikan dampak pada kualitas pelayanan rumah sakit ke pasien. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis determinan Employee Engagement Dokter Umum di Rumah Sakit Universitas Indonesia pada Tahun 2023. Penelitian melalui survei Employee Engagement dan wawancara mendalam dengan menganalisis data determinan yang dapat memengaruhi Employee Engagement pada Dokter Umum di Rumah Sakit Universitas Indonesia. Survei Employee Engagement dihasilkan sebanyak 20 Dokter Umum kategori “Engaged”, 30 Dokter Umum kategori “Not Engaged” dan tidak ada Dokter Umum kategori “Disengaged”. Hasil wawancara mendalam menunjukkan persepsi respons positif pada pertanyaan terkait Status Kepegawaian, Pengembangan Kompetensi, Penghargaan, Lokasi Penempatan, Hubungan Rekan Kerja, dan Kesesuaian Harapan. Hasil wawancara mendalam menunjukkan persepsi respons negatif pada pertanyaan terkait Kompensasi, Pengembangan Karir, Beban Kerja, dan Program Peningkatan Employee Engagement. Oleh karena itu, manajemen rumah sakit perlu melakukan evaluasi strategi perbaikan determinan Employee Engagement Dokter Umum untuk mempertahankan engagement yang baik kedepannya dan memberikan dampak positif bagi rumah sakit. Beberapa strategi diantaranya adalah sosialisasi pembekalan pada awal rekrutmen Dokter Umum di rumah sakit secara lengkap, pendataan kompetensi yang dibutuhkan di setiap penempatan kerja Dokter Umum sebagai dasar penetapan capaian kompetensi penempatan hingga remunerasi, pendataan Analisis Beban Kerja Dokter Umum sesuai dengan jenis dan jumlah beban kerja, serta monitoring secara rutin tingkatan engagement Dokter Umum di Rumah Sakit Universitas Indonesia.

Good Employee Engagement describes employees who have positive commitment, motivation and support from the organization. Therefore, they can work effectively and efficiently to improve organization which they work in. It is important to measure Employee Engagement, including for General Practitioners, who are one of the departments whose performance will directly impact the quality of hospital services to patients. This research aims to conduct an analysis of the determinants of Employee Engagement for General Practitioners at the Universitas Indonesia Hospital in 2023. The research uses an Employee Engagement survey and in-depth interviews by analyzing determinant data that can influence Employee Engagement for General Practitioners at the Universitas Indonesia Hospital. The Employee Engagement Survey resulted in 20 General Practitioners in the "Engaged" category, 30 General Practitioners in the "Not Engaged" category and no General Practitioners in the "Disengaged" category. The results of in-depth interviews show a positive response perception to questions related to Employment Status, Competency Development, Awards, Placement Locations, Colleague Relations, and Matching Expectations. The results of in-depth interviews show a perception of negative responses to questions related to Compensation, Career Development, Workload, and Employee Engagement Improvement Program. Therefore, hospital management needs to evaluate strategies for improving the determinants of General Practitioner Employee Engagement to maintain good engagement in the future and have a positive impact on the hospital. Some of the strategies include providing complete outreach at the beginning of the recruitment of General Practitioners in hospitals, data collection on the competencies required for each General Practitioner work placement as a basis for determining competency achievements for placements and remuneration, data collection on General Practitioner Workload Analysis according to the type and amount of workload, as well as regularly monitoring the level of engagement of General Practitioners at the Universitas Indonesia Hospital.
Read More
B-2419
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Efa Krisna; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Purnawan Junadi, Adib A. Yahya, Amila Megraini
Abstrak: Salah satu permasalahan penting dalam pembangunan Kesehatan Nasional adalah terbatasnya aksesibilitas terhadap pelayanan kesehatan. Hal ini terjadi juga di Kabupaten Lingga Provinsi Kepulauan Riau. Untuk mengatasi hal tersebut Pemerintah Kabupaten Lingga mengupayakan berbagai upaya diantaranya dengan upaya meningkatkan Puskesmas Perawatan Dabo menjadi RSUD Dabo Kelas D. Penampilan suatu rumah sakit sangat ditentukan oleh sumber daya manusia kesehatan yang dimiliki oleh rumah sakit akan mempengaruhi diferensiasi dan kualitas pelayanan kesehatan sehingga pengelolaan organisasi tidak bisa kita lepaskan dari pengelolaan sumber daya manusia di dalamnya. Namun sering kita temui pengelolaan sumber daya manusia di rumah sakit tersebut terjebak pada sistem dan prosedur yang rumit dan kadang tidak efisien dan tidak efektif. Tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengetahui bagaimana proses perubahan fungsi operasional manajemen sumber daya manusia di RSUD Dabo. Hasil penelitian mendapatkan bahwa sudah ada badan hukum dalam perubahan bentuk organisasi dari Puskesmas Perawatan menjadi RSUD Kelas D yang dibuktikan dengan adanya visi dan misi, SK Bupati Lingga SK Menteri Kesehatan RI, Peraturan Daerah, SOTK baru dan Pola PPK-BLUD. Fungsi operasional manajemen SDM telah diupayakan oleh Direktur RS dengan mengajukan formasi yang dibutuhkan ke BKD Lingga guna merekrut paraPNS yang berkualitas. Disarankan agar perekrutan SDM lebih ditingkatkan menginggat sangat pentingnya SDM kesehatan khusunya dengan adanya perubahan bentuk status. Kemudian pihak RS lebih memperhatikan dokumen-dokumen terkait yang berhubungan dengan RS guna bilamana diperlukan tidak akan kesulitan dalam pencarian dokumen. Kata Kunci : Pelayanan Kesehatan, Sumber Daya Manusia, Puskesmas Perawatan, Rumah Sakit Umum Daerah.
Read More
B-1848
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fajar Aria Phitra; Pembimbing: Budi Hidayat; Penguji: Pujiyanto, Heri Haerusin
Abstrak: Latar Belakang. Sumber daya manusia (SDM) merupakan aset paling penting yang harusdimiliki oleh rumah sakit, karena Pertama, produk yang ditawarkan di rumah sakit adalah jasa,yang sangat padat karya, sehingga peranan tenaga sangat besar, Kedua, tenaga adalah salah satuyang pengadaannya tidak bisa seketika dan membutuhkan waktu, sehingga perencanaan tenagaharus dilakukan dengan baik. Berdasarkan hasil studi pendahuluan di dapatkan bahwa Departemen SDM RS Haji Jakarta belum pernah melakukan perencanaan tenaga denganmenghitung beban kerja nyata dan belum pernah menggunakan metode WISN sebagai alatperhitungan ketenagaan, serta didapatkan juga bahwa petugas sub bagian rekam medikmerangkap beberapa job description, sehingga hal ini menjadi perhatian bagi rumah sakit untukdilakukan penelitian lebih dalam mengenai analisis kebutuhan tenaga di Sub Bagian RekamMedik RS Haji Jakarta. Metode Penelitian merupakan penelitian deskriptif dengan analisa data kuantitatif dan kualitatif.Data primer didapat dari pengamatan dengan menggunakan metode work sampling denganinterval pengamatan setiap waktu 5 menit selama tujuh hari kerja (kuantitatif) dan menggunakanwawancara terstruktur untuk mengcross check hasil penelitian terkait penggunaan waktu setiappola kegiatan staff dan hasil perhitungan jumlah kebutuhan tenaga dengan metode Workload Indicator Staff Need (WISN) kepada pihak terkait yaitu SDM dan Sub Bagian Rekam Medik(kualitatif). Sedangkan, data sekunder didapat dari telaah dokumen terkait uraian tugas setiapkategori SDM, standard operating procedure (SOP), data absensi (cuti, sakit dan ketidakhadiran)dan data pendidikan dan pelatihan untuk mengetahui waktu kerja tersedia.Hasil. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa rata-rata penggunaan waktu setiap polakegiatan staff untuk lima kategori SDM adalah sebesar 50,39% untuk kegiatan produktiflangsung, sebesar 12,46% untuk kegiatan produktif tidak langsung, sebesar 18,83% untukkegiatan non produktif dan sebesar 18,33% untuk kegiatan pribadi. Berdasarkan hasil perhitungan WISN didapatkan jumlah kebutuhan staff pelaksana sub bagian rekam medik RS Haji Jakarta sebanyak 17 orang, staff pelaksana yang ada saat ini sebesar 23 orang, terjadikelebihan tenaga sebanyak 6 orang tenaga, dengan rasio WISN sebesar 1,35. Perlu diupayakan lebih lanjut mengenai pemindahan dan penempatan kelebihan tenaga pelaksana tersebut sehingga produktifitas staf pelaksana menjadi lebih meningkat.
Kata kunci:Sumber Daya Manusia (SDM), Perencanaan SDM Kesehatan, Work Sampling, WorkloadIndicator Staff Need (WISN).
Read More
S-8057
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Purwandari; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Ascobat Gani, Atik Nurwahyuni, Nina Kurniawati, Sri Kuswahyuni Edi
Abstrak:
Pelayanan prima atau service excellence merupakan aspek krusial dalam industri kesehatan, khususnya di rumah sakit. Rumah sakit tidak hanya berfungsi sebagai penyedia layanan medis, tetapi juga sebagai institusi yang memberikan pengalaman pasien yang positif dan berpusat pada pasien (patient-centered care). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mengevaluasi sejauh mana pelaksanaan pelayanan prima dalam praktik sehari-hari yang dinilai dari aspek elemen people excellence, process excellence, dan product excellence dan mengetahui hambatan atau kendala yang ditemui dalam pelaksanaannya yang berpengaruh terhadap kualitas layanan dan kepuasaan pasien di Rumah Sakit YPK Mandiri. Penelitian ini menggunakan desain penelitian eksperimental dengan metode pengambilan data kualitatif pendekatan studi kasus. Pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pelayanan prima di Rumah Sakit YPK Mandiri telah melaksanakan prinsip pelayanan prima (service excellence) cukup baik namun belum konsisten penerapannya di seluruh unit pelayanan. Perlu menerapkan pendekatan integratif dan berkelanjutan yang mencakup peningkatan kompetensi SDM, penyusunan standar operasional prosedur (SOP) yang terstruktur, internalisasi budaya organisasi, penguatan fungsi evaluasi, dan jaminan mutu fasilitas fisik serta pentingnya membentuk unit pelayanan prima sebagai unit kerja sendiri.

Service excellence is a crucial aspect in the healthcare industry, especially in hospitals. Hospitals not only function as medical service providers, but also as institutions that provide a positive patient experience and patient-centred care. The purpose of this study is to analyse and evaluate the extent to which the implementation of excellent service in daily practice is assessed from the aspects of people excellence, process excellence and product excellence elements and find out the obstacles or obstacles encountered in its implementation that affect service quality and patient satisfaction at YPK Mandiri Hospital. This research uses an experimental research design with a qualitative data collection method of case study approach. Data collection through in-depth interviews, observation, and review of relevant documents. The results showed that the implementation of excellent service at YPK Mandiri Hospital has implemented the principles of excellent service (service excellence) quite well but has not been consistently applied in all service units. It is necessary to apply an integrative and sustainable approach that includes improving HR competencies, preparing structured standard operating procedures (SOPs), internalising organisational culture, strengthening the evaluation function, and quality assurance of physical facilities as well as the importance of forming an excellent service unit as its own work unit.
Read More
T-7260
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nur Hidayati; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Wachyu Sulistiadi, Boedi Sampoerno, Amila Megraini
Abstrak: Laporan Keuangan Badan Layanan Umum (BLU) merupakan hal yang amat penting dan tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Kementerian induknya sebagai pertanggungjawaban dana publik dan juga memberikan keyakinan yang memadai (reasonable assurance) atas akuntabilitas dan transparansi penggunaan anggaran negara. Tujuan penelitian ini untuk melihat proses penyusunan laporan keuangan di RSJPD Harapan Kita dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Dengan nilai aset sebesar Rp.971.630.323.566,- di tahun 2015. Hasil penelitian menunjukan kompetensi sumber daya manusia (SDM) pada Bagian Perbendaharaan dan Mobilisasi Dana (PMD) dan Akuntansi memiliki latar belakang pendidikan sebanyak 53,1% sarjana (S1) ke atas dan didapati 37,5% pejabat struktural tidak memiliki latar belakang pendidikan ekonomi atau akuntansi. Kondisi ini terjadi karena proses pengangkatan pejabat struktural belum dilakukan secara terbuka, tetapi melalui badan pertimbangan jabatan dan kepangkatan (baperjakat), pada akhirnya keputusan Direktur Utama yang menentukan. Namun demikian kendala ini dapat diatasi dengan memberikan pendidikan dan pelatihan yang diadakan oleh Kementerian Keuangan dan Kementerian Kesehatan. Sistem pengendalian internal akuntansi terkait penyusunan laporan keuangan, belum adanya validitas pada transaksi pendapatan tunai, pada proses pengakuan pendapatan piutang BPJS membutuhkan waktu 2-3 bulan dikarenakan proses verifikasi keuangan internal kekurang petugas dan belum dibantu oleh aplikasi komputer. Sedangkan untuk sistem pengendalian akuntansi pengeluaran penggunaan kartu pengawas sebagai kartu kendali belum optimal, kartu pengawas harus diterbitkan setelah proses pengadaan selesai sehingga dapat memantau berita acara serah terima (BAST) untuk mencegah keterlambatan proses pengesahan belanja. Perlunya membangun sistem informasi akuntansi rumah sakit yang terintegrasi sehingga membantu komunikasi antar unit kerja dan mengontrol aliran dokumen, lebih lanjut menghasilkan laporan keuangan secara real time. Peran auditor internal lebih diharapkan berperan sebagai katalisator dengan memberikan bimbingan dan ikut aktif dalam proses bisnis. Kata kunci : Laporan Keuangan BLU, Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Negara, Kompetensi SDM, Sistem Pengendalian Internal Akuntansi, Penggunaan TI, Auditor Internal The Financial Statement of the Public Service Agency (BLU) is very important and inseparable from the Financial Statements of its parent Ministry as accountable for public funds and also provides reasonable assurance on the accountability and transparency of the use of the state budget. The purpose of this study is to see the process of preparing financial statements at RSJPD Harapan Kita by using qualitative research methods. With the asset value of Rp.971.630.323.566, - in the year 2015. The results show the competence of human resources (HR) in the Treasury and Mobilization Fund (PMD) and Accounting has educational background of 53.1% bachelor to Over and found 37.5% of structural officials have no economic or accounting education background. This condition occurs because the process of appointment of structural officials has not been done openly, but through the agency of consideration of rank (baperjakat), ultimately the decisions of the President Director determine. However, this obstacle can be overcome by providing education and training held by the Ministry of Finance and the Ministry of Health. Accounting internal control system related to the preparation of financial statements, the absence of validity on cash income transactions, the recognition process BPJS receivable income takes 2-3 months due to the internal financial verification process lack of officers and has not been assisted by computer applications. As for the accounting control system, the use of supervisory card as the control card is not optimal yet, the supervisory card must be issued after the procurement process is completed so that it can monitor the acceptance report (BAST) to prevent the delay of the approval budget. The need to build an integrated hospital accounting information system that helps communicate between work units and control the flow of documents, further generating financial reports in real time. The role of internal auditors is more expected to act as a catalyst by providing guidance and actively participating in business processes.. Keywords: BLU Financial Report, State Financial Management Accountability, Human Resource Competence, Accounting Internal Control System, IT Utilization, Internal Auditor
Read More
B-1926
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive