Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 26 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Sofiyatus Saida; Pembimbing: Vetty Yulianty Prmanasari; Penguji: Dumilah Ayuningtyas; Harmiyani
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi program pelayanan kesehatan tradisional terintegrasi di Puskesmas Jakarta Barat. Pelayanan kesehatan tradisional terintegrasi merupakan salah satu upaya pemenuhan pelayanan kesehatan yang komperehensif dengan memadukan layanan konvensional dan juga tradisional. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode wawancara mendalam dan telaah data. Triangulasi data dan dilakukan dengan triangulasi metode dan sumber. Penelitian ini diukur dengan variabel komunikasi, sumber daya, disposisi dan struktur birokrasi. Hasil penelitian ini menunjukkan implementasi program kesehatan tradisional terintegrasi di Puskesmas Jakarta Barat sudah cukup baik. Variabel komunikasi dan struktur birokrasi sudah cukup baik. Namun, variabel sumber daya dan disposisi masih terdapat kendala dalam hal kurangnya tenaga kesehatan yang dilatih, fasilitas, dan juga komitmen dalam melaksanakan program tersebut. Implementasi program pelayanan kesehatan tradisional terintegrasi di Puskesmas Jakarta Barat pada tahun 2019 ini sudah sebanyak 6 dari 8 puskesmas kecamatan.
Read More
S-10168
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Zaenal Fatkurrozi; Pembimbing: Indang Trihandini; Penguji: Besral, Yeni Restuti
Abstrak: Sistem e-Jarim ini bertujuan untuk meningkatkan koordinasi antara RSUD Tebet denganPuskesmas dalam upaya memberikan prioritas pelayanan ibu pasca melahirkan untukkontrol kembali ke rumah sakit dan menurunkan angka kematian ibu pasca melahirkan diJakarta Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan integrasi database sistem E-jarim antara Rumah Sakit dan Puskesmas diwilayah kecamatan Tebet denganmenggunakan framework Codeigniter guna Mendapatkan kesamaan data sehinggamengurangi duplikasi data dan hilangnya data pasien yang akan dikontrol. Metodologiyang digunakan Rapid Application Development (RAD) dengan pendekatan prototyping.Penelitian ini menghasilkan sinkronisasi data yang realtime pada sistem E-jarim RumahSakit dan Puskesmas di wilayah Kecamatan Tebet.
Kata kunci:e-Jarim, Integrasi Sistem, Ibu Melahirkan
The e-Jarim system aims to improve coordination between Tebet District Hospital andPublic Health in an effort to give priority services to postnatal mothers for control ofreturning to hospital and to reduce maternal mortality after giving birth in South Jakarta.This study aims to integrate the e-Jarim system database between hospitals and healthcenters in Tebet sub-district by using Codeigniter framework to obtain data similarity soas to reduce data duplication and loss of patient data to be controlled. The methodologyused is Rapid Application Development (RAD) with a prototyping approach. Thisresearch results in real-time data synchronization in the E-Jarim system of hospitals andhealth centers in the Tebet sub-district.
Keywords:e-Jarim, System Integration, Maternity.
Read More
S-10252
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Endah Retno Pujiastuti; Pembimbing: Wahyu Sulistiadi; Penguji: Puput Oktamianti, Endang Budi
S-6841
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dimas Maulana Syafeli; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Adang Bachtiar, Puput Oktamiati, Novita Vitria, A. Heri Iswanto
Abstrak:
Latar belakang: Dalam mencapai mutu pelayanan yang baik diperlukan peningkatan dalam berbagai aspek terhadap unit-unit yang ada di rumah sakit baik unit medis dan non medis salah satu caranya adalah dengan adanya integrasi antar unit yang ada. RSU Bunda Padang belum memiliki unit terintegrasi, yang dapat mengakibatkan ketidakjelasan informasi kepada pasien. Integrasi dapat meminimalkan kesalahpahaman, meningkatkan kepercayaan pasien, dan efisiensi pengumpulan data. Tujuan penelitian: Studi ini bertujuan untuk mengetahui Upaya pengembangan integrasi unit Humas, Marketing, Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) di Rumah Sakit Umum Bunda Kota Padang. Metodologi Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain operational research yang berguna untuk memecahkan masalah dan membuat keputusan demi kepentingan organisasi. Untuk menganalisis upaya dalam pengembangan integrasi humas, marketing dan PKRS pada penelitian ini peneliti menggunakan Design Thinking yang dielaborasi dengan Theory Acceptance Model. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menemukan bahwa setalah dilakukannya Consensus Decision Making Group (CDMG) yang dihadiri oleh para pimpinan dan staff diketahui bahwa terdapat beberapa masalah yang dihadapi oleh RSU Bunda Padang, Salah satunya adalah tidak adanya struktur yang jelas pada unit costumer relation dan marketing. Sehingga dalam mengatasi masalah tersebut dibentuklah unit baru yang terintegrasi yang bernama sosial health link communication beserta program-program yang akan dilaksanakan sebagai pengganti unit costumer relation dan marketing. Hasil dari pelaksanaan program kegiatan pada unit baru yang terintegrasi diketahui bahwa pengetahuan pasien meningkat, pasien dan staff merasa punit baru beserta programnya sangat dinantikan dan merasa puas dalam pelaksanaannya. Hasil lainnya pada penilaian NPS diketahui bahwa rata-rata skor pasien berada pada angkat 9 yang artinya pasien di rumah sakit bunda adalah promotor atau seseorang yang dengan senang hati akan merekomendasikan pelayanan yang diterima kepada orang lain. Kesimpulan: Penelitian ini menemukan bahwa di RSU Bunda Padang masih belum terintegrasi. Upaya pengembangan yang ditemukan pada penelitian ini adalah terbentuknya unit baru yang terintegrasi yang bernama social health link communication.

Background: In achieving good service quality, improvements in various aspects of both medical and non-medical units within the hospital are necessary. One way to achieve this is through the integration of existing units. Bunda Padang Hospital does not yet have integrated units, which can lead to unclear information for patients. Integration can minimize misunderstandings, enhance patient trust, and improve data collection efficiency. Objective: This study aims to explore efforts in developing the integration of the Public Relations, Marketing, and Hospital Health Promotion units at Bunda Kota Padang General Hospital. Methods: This research employs an operational research design, which is valuable for problem-solving and decision-making for organizational purposes. To analyze the efforts in developing the integration of Public Relations, Marketing, and Hospital Health Promotion in this study, the researcher utilizes Design Thinking, elaborated with the Theory Acceptance Mode. Result: The research findings reveal that after conducting the Consensus Decision-Making Group (CDMG) attended by leaders and staff, it was identified that Bunda Padang General Hospital faces several challenges. One of them is the lack of a clear structure in the customer relations and marketing unit. To address this issue, a new integrated unit named Social Health Link Communication was formed, along with corresponding programs, to replace the customer relations and marketing unit. The implementation of activities in the new integrated unit showed an increase in patient knowledge. Patients and staff expressed anticipation for the new unit and its programs, and they reported satisfaction with the implementation. Additionally, the Net Promoter Score (NPS) assessment revealed an average patient score of 9, indicating that patients at Bunda Hospital are promoters, meaning they are individuals who willingly recommend the received services to others. Conclusion: This research discovered that integration is still lacking in Bunda Padang General Hospital. The development effort identified in this study is the establishment of a new integrated unit named Social Health Link Communication.
Read More
B-2429
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dodi Angga Kusuma; Pembimbing: Kemal Nazaruddin Siregar; Penguji: Artha Prabawa, Popy Yuniar, Diana, Enny Yuliana
Abstrak:
Penyelenggaraan Rekam Medis Elektronik (RME) di semua fasilitas kesehatan merupakan target transformasi digital di Indonesia, tidak terkecuali klinik. Klinik merupakan fasilitas pelayanan kesehatan sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan tingkat primer. Namun masih banyak klinik yang penyelenggaraannya masih manual berbasis kertas. Tujuan penelitian ini yaitu untuk merancang sistem informasi rekam medis elektronik Klinik Medika Lestari yang dapat menghasilkan data dan informasi yang tepat dan akurat serta menggunakan pedoman variabel dan metadata rekam medis elektronik untuk siap diintegrasikan ke platform SATUSEHAT. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif. Metode pengembangan sistem menggunakan System Development Life Cycle (SDLC) dengan metode prototipe. Hasil pengumpulan data ditemukan beberapa permasalahan penyelenggaraan rekam medis pada klinik diantaranya masih berbasis kertas, diagnosa belum terstandar dan terstruktur, penyimpanan kartu rekam medis belum efisien, penyusunan laporan kurang efektif. Berdasarkan hal tersebut, dibangun prototipe RME klinik berbasis web. Prototipe yang dihasilkan menjadikan penyelenggaraan klinik yang lebih efisien tanpa banyak kertas/kartu, diagnosa terstandarisasi, penyimpanan data terstruktur dan lebih aman, serta penyusunan laporan lebih efektif karena dilakukan melalui sistem. Laporan yang dihasilkan oleh prototipe dapat digunakan sebagai dasar kebijakan klinik seperti penyediaan stok obat berdasarkan laporan penyakit pasien, dan juga laporan rutin yang dilaporkan ke Puskesmas setempat. Prototipe RME Klinik ini juga dapat menjadi cikal bakal sistem untuk klinik yang ingin mengintegrasikan RME dengan platform SATUSEHAT.

The implementation of Electronic Medical Records (RME) in all health facilities is a digital transformation target in Indonesia, including clinics. Clinics are health service facilities as the spearhead of primary level health services. However, there are still many clinics whose operations are still manual based on paper. The purpose of this study is to design an electronic medical record information system for the Medika Lestari Clinic that can produce precise and accurate data and information and uses variable guidelines and electronic medical record metadata to be ready to be integrated into the SATUSEHAT platform. The research design used in this research is qualitative. The system development method uses the System Development Life Cycle (SDLC) with the prototype method. The results of data collection found several problems with the implementation of medical records at clinics including paper-based, non-standardized and structured diagnoses, inefficient medical record card storage, ineffective reporting. Based on this, a web-based clinical RME prototype was built. The resulting prototype makes clinical administration more efficient without a lot of paper/cards, standardized diagnostics, structured and safer data storage, and more effective report preparation because it is done through the system. The reports generated by the prototype can be used as a basis for clinical policies such as providing drug stock based on patient disease reports, as well as routine reports that are reported to the local Puskesmas. This RME Clinic prototype can also be the forerunner of the system for clinics that wish to integrate RME with SATUSEHAT platform.
Read More
T-6619
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Elga Hedianty Putri; Ascobat Gani; Penguji: Atik Nurwahyuni, Khaidarmansyah
Abstrak:
Integrasi Jamkesda di Kota Bandar Lampung telah diselenggarakan sejak tahun 2017 dengan didaftarkannya sebanyak 800 orang penduduk sebagai Peserta PBI APBD Program JKN-KIS. Meskipun integrasi Jamkesda telah dilakukan, Kota Bandar Lampung tetap mempertahankan pelaksanaan P2KM atau program jaminan kesehatan gratis bagi seluruh penduduk Kota Bandar Lampung dengan alasan kemampuan fiskal daerah. Kondisi ini menghambat tercapainya universal health coverage (UHC) di Kota Bandar Lampung, sehingga perlu dilakukan analisis terhadap upaya Pemerintah Kota Bandar Lampung mencapai UHC ditinjau dari 4 (empat) aspek tata kelola jaminan kesehatan, yaitu aspek kepesertaan, manfaat, penyedia pelayanan kesehatan, dan keuangan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap 16 informan yang terlibat dalam penyelenggaraan jaminan kesehatan di Kota Bandar Lampung, serta telaah dokumen terhadap produk kebijakan pelaksanaan jaminan kesehatan di Kota Bandar Lampung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Kota Bandar Lampung telah mengintegrasikan sebagian penduduknya ke dalam JKN, yaitu sebanyak 53.438 Peserta PBPU Pemda dan menyediakan anggaran sebesar Rp29.824.334.795,00 pada tahun 2022. Sedangkan, penduduk yang belum terdaftar sebagai Peserta JKN atau asuransi kesehatan lainnya akan ditanggung biaya pengobatannya oleh Pemerintah Kota Bandar Lampung melalui P2KM dengan sistem klaim kepada fasilitas kesehatan. Namun, manfaat yang dijamin dan jaringan penyedia pelayanan kesehatan yang telah bekerja sama pada P2KM masih terbatas. Agar seluruh masyarakat Kota Bandar Lampung dapat memperoleh manfaat pelayanan kesehatan yang lebih komprehensif dan akses kepada fasilitas kesehatan yang lebih luas, serta tercapainya UHC di Kota Bandar Lampung, maka Pemerintah Kota Bandar Lampung perlu mengintegrasikan P2KM ke dalam JKN, yaitu dengan mendaftarkan 130.279 penduduk Kota Bandar Lampung dan menyediakan anggaran sebesar Rp81.006.609.600,00 per tahun.

The integration of regional health insurance scheme (Jamkesda) in Bandar Lampung has been held since 2017 with the registration of 800 residents as PBI APBD Participants for the JKN-KIS Program. Even though the integration of Jamkesda has been carried out, Bandar Lampung continues to implement the P2KM or free health insurance program for all residents of Bandar Lampung with the consideration of their fiscal capacity. This condition hinders the achievement of universal health coverage (UHC) in Bandar Lampung, therefore it is necessary to analyze Bandar Lampung Local Government’s efforts to achieve UHC in terms of 4 (four) aspects of health insurance governance, namely aspects of membership, benefits, health service providers, and finance. This research is a qualitative research conducted through in-depth interviews with 16 informants involved in the implementation of health insurance in Bandar Lampung, as well as a review of documents on product policies for implementing health insurance in Bandar Lampung. The results of the study show that the Government of Bandar Lampung City has integrated part of its population into JKN, namely as many as 53,438 PBPU Pemda Participants and has provided a budget of Rp29,824,334,795.00 in 2022. Meanwhile, residents who have not been registered as JKN Participants or other health insurance will become the Government of Bandar Lampung City’s responsibility to bear the cost of treatment through P2KM with a claim system for health facilities. However, the benefits guaranteed and the network of health service providers who have collaborated on P2KM are still limited. In order for all the people of Bandar Lampung to benefit from more comprehensive health services and access to wider health facilities, as well as achieving UHC in Bandar Lampung, the Government of Bandar Lampung needs to integrate P2KM into JKN, namely by registering 130,279 residents of Bandar Lampung and provided a budget of Rp81,006,609,600.00. per year.
Read More
S-11225
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Jati Utari; Pembimbing: Sutanto Priyo Hastono; Penguji: Artha Prabawa, Siti Nurliah
Abstrak: Saat ini Tuberkulosis (TB) menempati urutan kesembilan penyebab utama kematian di seluruh dunia. Di Indonesia ada 351.893 kasus TB pada tahun 2016, meningkat dari 330.729 kasus di tahun 2015. Berdasarkan Profil Kesehatan Kota Bekasi untuk angka kesembuhan Kota Bekasi pada tahun 2017 sebesar 74,2% belum ada peningkatan yang signifikan bila dibandingkan dengan angka kesembuhan tahun 2016 dan 2015 sebesar 74% yang mana target angka kesembuhan Kota Bekasi yaitu sebesar 85%. Sistem Informasi Tuberkulosis Terpadu (SITT) adalah aplikasi yang digunakan dalam pelaporan TB dalam rangka pengendalian TB. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat gambaran input, proses, dan output dari pelaksanaan SITT. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan sekunder yang diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi serta telah dokumen. Penelitian ini dilaksanakan di Dinas Kesehatan Kota Bekasi. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa dalam pelaksanaan SITT ditemukannya hambatan dimana tingkat keterampilan SDM yang berbeda dalam melakukan pelaporan melalui SITT sehingga perlu dilakukannya perbaikan seperti pelatihan, ketersediaan alat penunjang hardware dalam pelaksanaan SITT yang terbatas akibatnya percepatan proses pelaporan terhambat.

Tuberculosis (TB) is the ninth leading cause of death worldwide. In Indonesia there were 351,893 TB cases in the year 2016, rising from 330,729 cases in the year 2015. Based on The Health Profile of Bekasi City the healing numbers in the year 2017 of 74.2% there has not been a significant improvement than 2015 and 2016 of 74% which is the target numbers healing of Bekasi City is 85%. Integrated Tuberculosis Information System (ITIS) is an application used in the reporting of TB in order to control TB. The purpose of this research is to overview the input, process, and output of ITIS. This is the descriptive research with qualitative approach. Data sources used by primary and secondary data obtained through in-depth interviews, observation and document. This research was carried out at Bekasi Department of Health. Based on the research found that there are barriers which the human resources have a different level of skill in the reporting of TB through ITIS then it needs to be improved such as training, and also availability of supporting hardware in implementing the ITIS is limited and it makes the acceleration of the process of reporting is hampered.
Read More
S-9740
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Chaerul Anwar; Pembimbing: Yuniar, Tri Yunis Miko Wahyono, Victoria Indrawati, Linda Lidya
T-4370
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Shania Nursiah Hasri; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Anhari Achadi, Evi Martha, Nana Mulyana, Duta Liana
Abstrak:
Tesis ini membahas tentang mutu program Posyandu Lansia dan Posbindu PTM Terintegrasi di Kota Depok. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif dan kemudian dilanjutkan dengan penelitian kualitatif melalui telaah dokumen dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menemukan sumber pendanaan, kompentensi kader dan petugas keseahtan, dan sistem insetif kader memengaruhi aspek proses dalam pemenhuan ketersediaan materi edukasi ataupun buku monitoring FR PTM dan buku kesehatan lansia. Pelaksanaan yang dilakukan di hari kerja juga menjadi alasan belum optimalnya cakupan peserta dengan usia produktif. Oleh sebab itu, peningkatan kompetensi kader, upaya penyusunan sistem insentif kader kesehatan yang layak, dan alternatif media edukasi yang lebih terjangkau menjadi saran dalam penelitian ini sehingga besar harapan dapat meningkatkan mutu layanan Program Posyandu Lansia dan Posbindu PTM.

This thesis examines the effectiveness of the Integrated Elderly Posyandu and PTM Posbindu programs in Depok City. The study employs a quantitative approach with a descriptive design, followed by qualitative research involving document review and in-depth interviews. The findings indicate that funding sources, cadre and health officer competencies, as well as cadre incentive systems impact various aspects of the process related to the availability of educational materials such as FR PTM monitoring books and elderly health books. Additionally, conducting the implementation on weekdays has resulted in suboptimal participation from individuals of productive age. As a result, enhancing cadre competency, establishing an appropriate health cadre incentive system, and exploring more cost-effective alternative educational resources are recommended to potentially enhance service quality for both the Posyandu Elderly Program and Posbindu PTM.
Read More
T-6970
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Puspasari; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Budi Hartono
B-1792
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive