Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 19 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Made Asri Budisuari, Oktarina, Muhammad Agus Mikrajab
BPSK Vol.13, No.1
Surabaya : Balitbangkes Kemenkes RI, 2010
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Indirawati Tjahja, F.X. Sintawati, Tince A. Yovita
MPPK XVI, No.4
Jakarta : Balitbangkes Kemenkes RI, 2006
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Heni Suryani; Pembimbing: Asri C. Adisasmita; Penguji: Dwi Gayatri, Nur Ikhwan
Abstrak: Karies merupakan penyakit gigi yang banyak dijumpai pada anak-anak usiasekolah dasar di Indonesia. Walaupun tidak menimbulkan kematian, sebagaiakibat dari kerusakan gigi dan jaringan pendukung gigi, dapat mennurunkantingkat produktivitas seseorang, karena dari aspek biologis akan dirasakan sakit,sehingga aktivitas belajar, makan dan tidur terganggu.Penelitian ini dilakukan di Sekolah Dasar Negeri kelas 1 yang ada diWilayah Kerja puskesmas Walantaka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuifakor prilaku yang mempengaruhi status karies gigi pada siswa sekolah dasardengan desain cross sectional dan alat yang digunakan untuk mengumpulkan databerupa kuesioner.Hasil Penelitian menunjukkan bahwa 238 (69,4%) dari 343 anak yangmenderita karies gigi, jenis kelamin terbanyak adalah perempuan 114 (74%). Daripenelitian ini faktor yang paling beresiko terhadap status karies gigi siswa adalahCara anak menyikat gigi (PR = 2,557), Frekuensi sering mengkonsumsi jajananmanis (PR = 2,197), Pekerjaan ibu (PR = 2,051) dan Frekuensi sikat gigi (PR =1,782).Usaha untuk menurunkan angka karies gigi pada anak yaitu dengan meningkatkan kegiatan program Usaha Kesehatan Gigi Sekolah, melalui promotif dan preventif tentang kesehatan gigi dan mulut, melalui pemeriksaan gigi dan mulut secara rutin ke sekolah-sekolah sehingga dapat diambil tindakan untuk mencegah dan menanggulangi masalah kesehatan gigi dan mulut pada anaksekolah.
Kata kunci : Karies Gigi
The research was conducted at the State Primary School Grade 1st in theWork Area Walantaka clinic. This study aims to determine the behavior factoraffect the status of dental caries in primary school students with the cross-sectional design and the tools used to collect data in the form of a questionnaire.Research results showed that 238 (69.4%) of 343 children who suffer fromdental caries, is the most sex women 114 (74%). From this study the risk factorsfor dental caries status of students is the way children brushing their teeth (PR =2.557), frequency often consume sugary snacks (PR = 2.197), maternal work (PR= 2.051) and frequency toothbrush (PR = 1.782). Efforts to reduce the number of dental caries in children by increasingactivity UKGS program, through promotion and prevention of oral health throughoral examination regularly to schools so that they can take action to prevent andaddressthe problem of oral health on school children.
Keywords: Dental Caries.
Read More
S-7560
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hariani Rafitha; Pembimbing: Putri Bungsu; Penguji: Ratna Djuwita, Indra Rachmad Dharmawan
Abstrak: ABSTRAK Karies gigi merupakan penyakit infeksi yang ditandai dengan kerusakan jaringan permukaan gigi yang disebabkan oleh mikroorganisme dalam suatu fermentasi karbohidrat. Karies gigi dan obesitas keduanya merupakan penyakit multifaktorial yang terkait dengan kebiasaan diet makan dan beberapa faktor gaya hidup yang umum pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara obesitas dengan karies gigi pada anak usia 7-12 tahun di Kabupaten Badung Provinsi Bali 2018. Penelitian ini menggunakan desain pendekatan crossectional dengan jumlah sampel sebanyak 426 anak beserta ibu yang diambil dari seluruh murid kelas 1-5 SD di 3 SDN yang terpilih secara acak sederhana. Hasil regresi logistic dengan analisis mutivariat menunjukan bahwa adanya hubungan yang bermakna antara obesitas dan karies gigi setelah mengkontrol variabel ketiga, yang terbukti secara statistik dengan p value 0,003 dan OR 1,830. Sehingga dapat disimpulkan bahwa anak dengan obesitas memiliki resiko 2 kali untuk mengalami karies gigi dibandingkan anak yang tidak obesitas. Berdasarkan hasil tersebut diharapkan sekolah dapat mengembangkan program UKS/UKGS yang sudah ada seperi membentuk dokter kecil atau kader kesehatan di sekolah untuk menyampaikan pesan-pesan kesehatan sebagai upaya pemberdayaan siswa-siswi di sekolah. Kata kunci: Obesitas, Karies Gigi, FFQ Dental caries is an infectious disease characterised by dental tissue damage caused by microorganisms in a carbohydrate fermentation. Dental caries and obesity are both multifactorial illnesses associated with eating habits and some lifestyle factors in children. This study aims to see the relationship between obesity with dental caries in children aged 7-12 years in Badung district of Bali province in 2018. This study used a crossectional design with a total sample of 426 children and mothers taken from all students of class 1-5 elementary school in 3 schools selected by random sampling method. Logistic regression results with multivariate analysis showed that there was a significant relationship between obesity and dental caries after controlling the third variable, which statistically proven with p-value 0,003 and OR 1,830. Thus, it concluded that children with obesity have two times greater risk of dental caries than children who are not obese. Based on these results, schools are expected to develop UKS / UKGS programs such as establishing health cadres in schools to convey health information as an effort to empower students in schools. Keywords: Obesity, Dental caries, FFQ
Read More
S-9811
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dianne Parisia S; Pembimbing: Nasrin Kodim; penguji: Nurhayati Prihartono, Renti Mahkota, Felly P Senewe, Dedi Sofyan
Abstrak:

ABSTRAK

Merokok merupakan penyebab dari sejumlah penyakit kronis, selain terbuktimenjadi faktor penyebab berbagai penyakit, juga dikaitkan dengan berbagaiperubahan yang merugikan di dalam rongga mulut. Merokok juga berhubungandengan derajat keparahan karies, meskipun hal ini masih diperdebatkan, dimanaprevalensi karies di Indonesia cukup tinggi yaitu sebesar 43,3% (Riskesdas 2007).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rokok terhadap keparahan kariesdan apakah keparahan karies dapat digunakan sebagai deteksi awal penyakit kronisakibat merokok. Disain yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional.Data dianalisis dengan analisis univariat, bivariat dan analisis multivariat dengan ujiregresi logistik. Populasi adalah laki-laki dan perempuan usia 35-65 tahun dariRiskesdas 2007 dengan jumlah sampel 310.858. Hasil penelitian diperoleh prevalensikaries gigi usia 35-65 tahun sebesar 86,6% dan prevalensi keparahan karies gigi padausia 35-65 tahun sebesar 33,6%. Merokok berhubungan dengan keparahan kariessetelah dikontrol variabel lainnya. Hasil uji diagnostik didapatkan derajat keparahankaries (DMF-T) mempunyai kekuatan nilai diagnostik yang lemah terhadap penyakitpenyakitkronis akibat merokok. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut denganmenggunakan data yang lebih spesifik.


 

ABSTRACT

Smoking is the cause of a number of chronic diseases, in addition to proveninto the causes of various diseases, are also associated with variousadverse changes in the oral cavity. Smoking is also associatedthe degree of severity of caries, although this is still debated, wherecaries prevalence in Indonesia is quite high at 43.3% (Riskesdas 2007).This study aimed to determine the effect of smoking on the severity of cariesand whether the severity of caries can be used as an early detection of chronic diseasedue to smoking. Design used in this study is cross-sectional.Data were analyzed by univariate, bivariate and multivariate analyzes to testlogistic regression. Population were men and women aged 35-65 years fromRiskesdas 2007 with a sample size of 310 858. The results obtained prevalencedental caries aged 35-65 years of 86.6% and the prevalence of dental caries severity inaged 35-65 years was 33.6%. Smoking is associated with caries severityafter other variables are controlled. Diagnostic test results obtained degrees of severitycaries (DMF-T) has the power of the weak diagnostic value for penyakitpenyakitChronic effects of smoking. Further research needs to be done withusing more specific data.

Read More
T-3995
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rusmiati Dwi Rohanawati; Pembimbing: Adang Bachtiar, Anhari Achadi; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Robbykha Rosalien, Indra Rachmad Darmawan
Abstrak: ABSTRAK Nama Program Studi Judul Pembimbing : : : : Rusmiati Dwi Rohanawati Ilmu Kesehatan Masyarakat Analisis Kejadian Karies White Spot Dan Hubungannya Dengan Status Gizi di Puskesmas Purwadadi Kabupaten Ciamis 2019 dr. Adang Bachtiar, MPH., DSc Pembangunan kesehatan di Indonesia saat ini difokuskan pada siklus kehidupan dimulai dari hamil sampai dengan lansia yang dikenal dengan Continuum of Care. Pada pelaksanaan Rapat Kerja Kesehatan Nasional tahun 2018 disepakati tiga upaya kesehatan di antaranya adalah penangan tuberkulosis, pencegahan stunting, dan imunisasi. Ada beberapa faktor yang saling berhubungan dengan kejadian stunting salah satunya adalah faktor kesehatan gigi dan mulut pada balita. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui analisis kejadian karies white spot dan hubungannya dengan status gizi di puskesmas purwadadi kabupaten ciamis 2019. Penelitian menggunakan metode mixed methods dengan disain Cross secsional dan eksplenatory yang didahului analisis data kuantitatif pada 36 balita dan dilanjutkan dengan wawancara mendalam kepada informan. Variabel independen penelitian yaitu umur balita, jenis kelamin, asupan asi eklusif, susu formula, umur ibu, pendidikan ibu, pekerjaan ibu, pendapatan keluarga, pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut, dan sarana fasilita. Variabel kovariat yaitu karies white spot dan variabel dependen yaitu status gizi balita. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa faktor yang mempengaruhi kejadian karies white spot pada balita yaitu umur dan konsumsi susu formula. Tidak Ada hubungan antara karies white spot dengan status gizi pada balita. Namun, faktor risiko balita dengan karies white spot mempunyai peluang 1,12 kali mengalami status gizi tidak normal. Dari hasil wawancara menyatakan bahwa setiap kasus yang terjadi di lapangan diwajibkan melapor dan berkoordinasi antar petugas untuk tindakan selanjutnya. Pemberian edukasi secara konseling dilakukan secara berkesinambungan. Kata Kunci: Karies Gigi, White Spot, Status Gizi.
ABSTRACT Name Study Program Title Counsellor : : : : Rusmiati Dwi Rohanawati Magister of Public Health Analysis of White Spot Lesions and its Relationship with Nutrition Status In Primary Health Care Purwadadi of Ciamis Regency 2019 dr. Adang Bachtiar, MPH., DSc Health development in Indonesia is currently focused on the life cycle starting from pregnancy to the elderly, known as Continuum of Care. At the implementation of the National Health Work Meeting in 2018 it was agreed that three health efforts included tuberculosis treatment, stunting prevention, and immunization. There are several factors that are interrelated with the incidence of stunting, one of which is dental and oral health factors in infants. The purpose of this study was to determine the analysis of the incidence of white spot caries and their relationship with nutritional status in Purwad Puskesmas in Ciamis District 2019. The study used mixed methods with cross-sectional and explanatory designs which were preceded by quantitative data analysis in 36 infants and continued with in-depth interviews with informants . The independent variables of the research are toddler age, sex, exclusive breastfeeding, formula milk, mother's age, mother's education, mother's occupation, family income, maintenance of dental and oral health, and facility facilities. The covariate variable is white spot caries and the dependent variable is the toddler's nutritional status. The results of this study stated that the factors that influence the incidence of white spot caries in infants are age and consumption of formula milk. There is no relationship between white spot caries and nutritional status in infants. However, risk factors for infants with white spot caries have a 1.12 times chance of experiencing abnormal nutritional status. The results of the interviews stated that each case that occurred in the field was required to report and coordinate between officers for further action. The provision of counseling education is carried out on an ongoing basis. Key words: Dental Caries, White Spot Lesion, Nutrition Status
Read More
T-5815
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Artha Prabawa; Pembimbing: Artha Prabawa; Penguji: Besral, Poppy Yuniar, Hendry Boy
Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengankaries gigi pada murid SD di Kota Jambi Tahun 2014. Penelitian menggunakandesain cross sectional. Hasil penelitian diperoleh 59,3% responden karies gigi.Susunan gigi dan derajat keasaman saliva merupakan faktor yang berhubungandengan karies gigi, dimana responden dengan derajat keasaman saliva yang tidaknormal berisiko terjadi karies gigi 2,6 kali dibanding yang normal setelahdikontrol oleh susunan gigi dan kebersihan gigi dan mulut. Susunan gigi tidakteratur berisiko terjadi karies gigi 2,6 kali dibanding yang teratur, setelah dikontrololeh derajat keasaman saliva dan kebersihan gigi dan mulut. Disarankan untukmeningkatkan upaya promotif dan preventif pada murid SD di Kota Jambi.Kata kunci : karies gigi, faktor-faktor yang berhubungan dengan karies gigi
The purpose of this study to determine the factors associated with dental cariesin primary school students in the city of Jambi 2014. The study used across-sectional design. The results were obtained 59.3 % of respondents dentalcaries. Arrangement of the teeth and saliva acidity is a factor associated withdental caries, where respondents with the degree of acidity abnormal salivarycaries risk occurs 2.6 times compared to normal after controlled by thearrangement of teeth and oral hygiene. The composition of irregular teeth cariesrisk occurs 2.6 times compared to regular, once controlled by the acidity of salivaand oral hygiene. It is recommended to increase the promotive and preventiveprimary school students in the city of Jambi.Keywords : dental caries , related factors to dental caries
Read More
T-4268
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Iwany Amalliah Badruddin; Pembimbing: Nuning Maria Kiptiyah; Penguji: Nurhayati Adnan, Magdarina D Agtini, Dede Anwar Musadad
Abstrak: Karies gigi merupakan masalah kesehatan global dan penyakit gigi paling tinggi prevalensinya. Perilaku pemeliharaan kebersihan gigi dan pola konsumsi adalah salah satu etiologi karies gigi. Tujuan penelitian adalah mendapatkan nilai besar risiko karies gigi dan perilaku kesehatan gigi. Disain studi cross-sectional menggunakan data Riskesdas 2013. Jumlah sampel 5.496 anak usia 12 tahun. Prevalensi karies adalah 50,4%. Besar risiko anak yang memiliki kombinasi kedua perilaku tidak baik, adalah 1,99 kali (95% CI: 1,20-3,30) untuk mendapat karies dibanding anak dengan kombinasi perilaku baik. Sedangkan risiko anak yang memiliki kebiasaan menyikat gigi tidak pada waktu yang benar sebesar 1,75 kali (1,06-2,87), dan anak yang memiliki kebiasaan makan manis sering sebesar 1,27 kali (95% CI: 0,53-3,02) untuk mendapat karies. Untuk menurunkan angka kejadian karies gigi, diharapkan masyarakat dan pemerintah dapat bersama-sama aktif membentuk perilaku kesehatan gigi yang baik melalui program-program promosi kesehatan dan pencegahan penyakit gigi. Kata kunci: pengalaman karies gigi, perilaku kesehatan gigi, Riskesdas 2013
Read More
T-4484
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Febi Susanti; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Anhari Achadi, Wachyu Sulistiadi, Retno Maharsi, Indra Rachmad Dharmawan
Abstrak: Pemanfaatan pelayanan proram UKGM dipengaruhi oleh perilaku ibu dan pengelolaan program oleh Puskesmas. Karies masih termasuk dalam sepuluh penyakit terbesar dan cakupan pembinaan kesehatan gigi di masyarakat masih rendah yaitu 19,6 %. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan program UKGM oleh ibu yang memiliki anak usia 2 sampai 5 tahun di Posyandu Kecamatan Medan Satria Kota Bekasi. Penelitian ini adalah penelitian sekuensial eksplanatori (mixed methods) dengan desain cross sectional dan jumlah sampel 400 responden. Untuk menggali lebih mendalam permasalahan rendahnya pemanfaatan program UKGM, penelitian ini dilengkapi dengan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam kepada manajemen puskesmas dan diskusi kelompok terarah kepada kader posyandu mengenai permasalahan yang ada. Berdasarkan hasil penelitian kuantitatif, pekerjaan, dukungan keluarga dan kebutuhan perawatan gigi dan mulut anak merupakan variabel yang berhubungan dengan pemanfaatan program UKGM di posyandu. Sedangkan sikap, dukungan keluarga dan kebutuhan perawatan gigi dan mulut anak merupakan variabel paling signifikan dalam pemanfaatan program UKGM di posyandu. Berbeda dengan hasil pendekatan kualitatif yang memperlihatkan bahwa justru fasilitas yang lebih mempengaruhi pemanfaatan program UKGM. Selain itu monitoring dan evaluasi belum dilakukan secara rutin. Rekomendasi pada penelitian ini adalah diharapkan untuk melengkapi fasilitas terutama alat peraga penyuluhan dan alat periksa gigi (diagnostic set), memberikan pelatihan UKGM pada kader posyandu serta melakukan monitoring setiap bulan dan evaluasi setiap tiga bulan sekali
Read More
T-5731
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tiska Lozikania Mawardani; Pembimbing: Ella Nurlaella Hadi; Penguji: Indang Trihandini, Ririn Arminsih Wulandari, Sukaris, Anik Luthfiyah
Abstrak:
Karies gigi masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama pada anak sekolah dasar di Indonesia. Orang tua khususnya ibu, memiliki peran penting dalam pencegahan karies gigi anaknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan perilaku ibu dalam pencegahan karies gigi anak di SD Muhammadiyah Kompleks Gresik Jawa Timur berdasarkan teori Health Belief Model (HBM). Desain cross sectional digunakan pada 135 ibu yang diambil melalui multistage random sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner tervalidasi. Data dianalisis menggunakan uji chi-square, dan regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan 51,1% ibu berperilaku kurang baik dalam pencegahan karies gigi pada anaknya. Variabel yang berhubungan dengan perilaku ibu adalah pengetahuan (p = < 0,001), efikasi diri (p = < 0,001) dan persepsi manfaat (p = 0,013) sedangkan persepsi hambatan dan isyarat merupakan konfonding pada hubungan tersebut. Efikasi diri merupakan faktor yang dominan berhubungan dengan perilaku ibu dalam pencegahan karies gigi anak, ibu yang memiliki efikasi diri tinggi berpeluang untuk berperilaku baik hampir 14 kali dibanding yang efikasi dirinya rendah setelah dikontrol oleh pengetahuan, persepsi manfaat, persepsi hambatan dan isyarat bertindak. Untuk itu, disarankan agar pihak sekolah bersama puskesmas meningkatkan pelaksanaan program UKGS dengan melibatkan orang tua, khususnya ibu dalam kegiatan edukasi berkala setiap 6 bulan sekali terkait pencegahan karies gigi. Selain itu, diperlukan penyediaan media edukasi seperti poster atau leaflet di sekolah, serta kegiatan simulasi menyikat gigi bersama ibu dan anak secara rutin untuk meningkatkan pengetahuan dan efikasi diri ibu dalam menjaga kesehatan gigi anak.

Dental caries remains a major health problem among elementary school children in Indonesia. This study aimed to determine the determinants of maternal behavior in preventing dental caries in children at SD Muhammadiyah Complex Gresik, East Java, based on the Health Belief Model (HBM). A cross-sectional design was applied to 135 mothers selected by multistage random sampling. Data were collected through interviews using validated questionnaires and analyzed using chi-square and logistic regression tests. The results showed that 51.1% of mothers exhibited poor behavior in preventing dental caries in their children. Factors significantly associated with maternal behavior were knowledge (p < 0.001), self-efficacy (p < 0.001), and perceived benefits (p = 0.013). Self-efficacy was identified as the dominant factor, with mothers who had high self-efficacy being nearly 14 times more likely to engage in positive preventive behavior compared to those with low self-efficacy, after adjusting for other variables. Therefore, it is recommended that schools collaborate with health centers to strengthen the implementation of the School Dental Health Program (UKGS) by involving parents, especially mothers, in educational activities held every six months related to dental caries prevention. Additionally, providing educational media such as posters or leaflets at school and organizing tooth brushing simulations with mothers and children are needed to improve mothers' knowledge and self-efficacy in maintaining their children's oral health.
Read More
T-7335
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive