Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 11 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Christian Indra Wijaya; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati Penguji: Robiana Modjo, L. Meily Kurniawidjaja, Kartini Rustandi, Sudi Astono
Abstrak: Sejak tahun 2020 dan selama pandemi COVID-19, Indonesia mewajibkan pemakaian masker di semua aktivitas kerja termasuk di dalam perusahaan. Oleh karena itu, PT.X mewajibkan semua pekerjanya menggunakan masker termasuk pekerjaan fisik dan sesuai dengan standar pemerintah dan kemudahan bernapas maka dipilihlah masker medis 3 lapis. Melalui observasi pendahuluan menunjukkan dari 12 pekerja fisik, 92% merasakan keluhan cepat lelah dan sesak napas ketika bekerja, sehingga penelitian ini bertujuan ingin mengetahui hubungan antara pemakaian masker medis 3 lapis melalui %CVL (cardiovascular load) dengan keluhan kesehatan subjektif pada pekerja fisik. Hasil dari penelitian melalui analisis tabel silang/crosstab antara variabel ?jenis keluhan kesehatan subjektif? dengan ?%CVL? menunjukkan terdapat hubungan antar variabel ?jenis keluhan kesehatan subjektif? dan variabel ?%CVL? dengan interpretasi semakin tinggi %CVL suatu pekerjaan fisik maka semakin tinggi risiko negatif terhadap keluhan kesehatan subjektif (seperti keluhan cepat lelah sampai sesak napas). Kemudian, untuk analisis tabel silang/crosstab antara variabel ?waktu mengalami keluhan kesehatan subjektif? dengan ?%CVL? menunjukkan terdapat hubungan antar variabel dengan interpretasi semakin tinggi %CVL suatu pekerjaan fisik maka semakin semakin cepat pekerja merasakan keluhan kesehatan subjektif tersebut. Sedangkan, untuk parameter lain seperti karakteristik pekerja dan kondisi lingkungan kerja di PT.X tidak menunjukkan hubungan dan interpretasi yang bermakna terhadap keluhan kesehatan subjektif pekerja fisik ketika penggunaan masker. Sehingga, dapat disimpulkan secara umum bahwa terdapat hubungan antara pemakaian masker medis 3 lapis melalui %CVL dengan keluhan kesehatan subjektif pada pekerja fisik, semakin besar nilai %CVL (atau semakin lelah) maka semakin berat keluhan kesehatan subjektif yang dialami (cepat lelah sampai sesak napas) dan semakin cepat pekerja fisik mengalami keluhan kesehatan subjektif dalam 1 putaran pekekerjaan. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar untuk penilaian kembali bahaya dan risiko pemakaian masker pada pekerjaan fisik di perusahaan untuk menemukan pengendalian yang lebih memadai.
Since year 2020 and during COVID-19 pandemic period, in Indonesia, mask usage is mandatory for every working activites including in industry. Hence, mask usage is mandatory in PT.X including for physical activities and based on local/government regulation also breathability aspect, PT.X decided to use 3 ply medical mask as standard mask. From pre observation that had already been conducted revealed that from 12 physical workers as respondent, 92% were experiencing health issue during wearing the mask. Then, this condition proves that wearing the mask during physical activity resulting new hazard that need to be mitigated properly. The purpose of researcher in this thesis is to find relation between 3 ply medical mask usage through %CVL (cardiovascular load) measurement with subjective health issue of physical workers. The result of this research from crosstab analysis between variable ?health issue type? vs ?%CVL? shows meaningful relation with interpretation the higher of %CVL from physical activity will impact to higher risk of negative health issue (tired quickly until shortness of breath). Then, for crosstab analysis between variable ?experiencing health issue times? vs ?%CVL? shows meaningful relation with interpretation the higher of %CVL from physical activity will make respondent feel subjective health issue faster. While, for other parameters (worker characteristic and workplace area characteristic in PT.X) vs variable of ?health issue type? and ?experiencing health issue times? show no meaningfull relation and interpretation. Hence, in general, we can conclude that there is meaningfull relation between 3 ply mask usage through %CVL measurement with health issue of physical workers. The higher of %CVL value or more tired condition of the physical worker resulting more severe for the health issue such us feel tired quickly until shortness of breath and in term of the time, worker will get this health issue faster in one work cycle. Considering this condition, the %CVL value can be as refference/baseline to do reassessment regarding hazard and risk for mask usage during physical work/activity in the workplace area to find further sufficient mitigation.
Read More
T-6480
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maylan Wulandari; Pembimbing: Krisnawati Bantas, Yovsyah; Penguji: Mieke Savitri, Wira Hartiti, Ning Sulistiyowati
Abstrak: ABSTRAK Tingginya presentase keluhan kesehatan pada lansia di Indonesia pada tahun 2014 yaitu 52,67%. Hal tersebut menunjukkan bahwa keluhan kesehatan di Indonesia masih merupakan masalah kesehatan masyarakat. Adanya penurunan fungsi berbagai sistem organ pada lansia dan akibat dari faktor lain memperburuk keluhan kesehatan pada lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan kesehatan pada lansia di Indonesia tahun 2015. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis lanjut data sekunder Susenas Kor 2015. Desain studi yang digunakan adalah cross sectional dengan jumlah sampel 94.326 lansia. Sampel diambil secara total sampling. Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui lansia yang mengalami keluhan kesehatan sebesar 46.202 lansia (49%). Faktor yang berhubungan dengan kejadian keluhan kesehatan pada lansia yaitu usia ≥ 80 tahun (POR=1,17), usia 70-79 tahun (POR=1,18); jenis kelamin perempuan (POR=0,82), status perkawinan hidup tanpa pasangan (POR=1,08); pendidikan tidak pernah bersekolah/tidak tamat SD (POR=1,68), pendidikan rendah (POR=1,41), pendidikan sedang (POR=1,12); sudah tidak bekerja (POR=1,38); daerah tempat tinggal perdesaan (POR=1,04); merokok (POR=0,89) dan memiliki jaminan kesehatan (POR=1,24). Status ekonomi tidak berhubungan dengan terjadinya keluhan kesehatan pada lansia. Nilai EF% tertinggi pada faktor pendidikan (tidak pernah sekolah atau tidak tamat SD 38,56% dan berpendidikan rendah 26,78%) dan faktor pekerjaan (sudah tidak bekerja 14,78%). Sedangkan nilai PF% tertinggi pada faktor pendidikan (tidak pernah sekolah atau tidak tamat SD 59,65% dan berpendidikan rendah 35,02%) dan faktor pekerjaan (sudah tidak bekerja 14,38%). Kata kunci : keluhan kesehatan, lansia, penuaan, susenas The high percentage of health complaints in Indonesian elderly in 2014 is 52.67%. This shown that health complaints in Indonesia still be a public health problem. Decreased of multiple organ systems in the elderly and the consequences of other factors maked health complaints increased in the Indonesian elderly. The purpose of this study was to determine the factors associated with health complaints in the Indonesian elderly viii Universitas Indonesia in 2015. This study was analyze the secondary data of Susenas Kor 2015. This study used a cross sectional design with 94,326 sample. Samples were taken in total sampling. The result showed that 46,202 elderly (49%) the elderly had health complaints. Factors associated with the incidence of health complaints in the elderly are age ≥ 80 years (POR = 1.17), age 70-79 years (POR = 1.18); sex female (POR = 0.82), life without spouse (POR = 1.08); education never attended school / did not complete primary school (POR = 1.68), low education (POR = 1.41), medium education (POR = 1.12); is not working (POR = 1.38); rural area (POR = 1.04); smoking (POR = 0.89) and have health insurance (POR = 1.24). Economic status is not related to the occurrence of health complaints in the elderly. The highest EF% were education factor (never attended school or did not complete elementary school 38.56% and low educated 26.78%) and work factor (not working 14.78%). While the highest PF% were education factor (never attended school or did not complete primary school 59.65% and low education 35.02%) and work factors (already not working 14.38%). Key words : health complaints, elderly, ageing, susenas
Read More
T-5415
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
I.A. Dwi Astuti Minaka, A.A. Sagung Sawitri, D.N. Wirawan
PHPMA-Vol.4/No.1
Denpasar : Universitas Udayana, 2016
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yogi Ardyansih; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Hendra, Doni Hikmat Ramdhan, Wahyono Budianto, Bagus Joko Susanto
Abstrak: Tesis ini membahas Hubungan Tekanan panas dan Keluhan Kesehatan SubjektifPekerja di Casting Plant. Penggunaan suhu tinggi pada proses produksiberpengaruh terhadap peningkatan suhu lingkungan kerja. Tekanan panasmerupakan salah satu bahaya fisik yang dapat dirasakan oleh pekerjadilingkungan kerja panas. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional.Dari data yang telah diperoleh pada penelitian ini didapatkan kesimpulan bahwapada area AHPC faktor umur berhubungan signifikan pada keluhan heat rash (P0,023). Namun faktor umur pada area ALPC tidak ada hubungan dengan heatrash, heat cramps, heat syncope, dehydration, heat exhaustion, dan heat stroke.Sedangkan faktor masa kerja, IMT, dan asupan air minum pada area AHPC danALPC tidak ada hubungan dengan heat rash, heat cramps, heat syncope,dehydration, heat exhaustion, dan heat stroke.Kata kunci : Tekanan panas, keluhan kesehatan
The use of high temperature in production process affect the improvement ofworking environment temperatures. Heat stress is one of physical hazards that canfelt by workers in the hot work environment. This study used cross sectionalapproach. The conclusion of this study that age factor in AHPC area significantlyassociated with heat rash symptoms. But in ALPC area age factor is not related tohealth complaints. Working period, dimensions of the body, and intake of water inAHPC and ALPC area no relationship with subjective health complaints.Keywords: heat stress, health complaints, age, working period, dimension of thebody, intake of water
Read More
T-4458
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurul Puspita; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Istiati Suraningsih
Abstrak: Pekerja di pabrik pembuatan gong Bogor berisiko mengalami tekanan panas yang berasal dari tungku pembakaran. Tujuan dari penelitian yaitu untuk memperoleh gambaran keluhan kesehatan akibat tekanan panas. Penelitian dilakukan pada 18 pekerja dengan desain studi deskriptif cross-sectional pada bulan Juni 2016. Hasil penelitian menunjukkan indeks WBGT di ruang produksi melebihi nilai ambang batas yang diperkenankan dan pekerja mengalami tekanan panas. Keluhan paling dominan yang dirasakan pekerja yaitu banyak berkeringat, cepat haus dan lelah, tidak nyaman dalam bekerja, kulit terasa panas, dan kulit terasa perih kemerahan. Pabrik disarankan memperbaiki lingkungan kerja untuk meminimalisasi keluhan kesehatan dan risiko gangguan kesehatan akibat tekanan panas.

Kata kunci : Tekanan panas, keluhan kesehatan
Employees of gong factory in Bogor had a risk to experience heat stress from furnace. The aim of this study is to obtain an explanation of health complaint due to heat stress. The subject of the study was 18 employees, and the method used was cross-sectional descriptive study on July 2016. The study found that WBGT index in production area exceeded threshold value, therefore the employees experienced heat stress. The most dominant complaint from the employees were easily getting perspire, thirsty, tired, uncomfortable in working, hot skin, and sore skin redness. The factory was suggested to improve a better work environment to minimize health complaint and risk of heat-related illness.

Key words: Heat Stress, Health Complaint
Read More
S-9117
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Pongki Dwi Aryanto; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Zulkifli Djunaedi, Dadan Erwandi, Sjafruddin
Abstrak:

Tesis ini membahas bahaya radiasi gamma dan tingkat radioaktifitas  alpha, beta di udara laboratorium Instalasi Radiometalurgi, dosis radiasi seluruh tubuh pekerja radiasi pada tahun 2001-2010, keluhan subjektif gangguan kesehatan pekerja akibat aktifitas pekerjaan, keluhan subjektif gangguan kesehatan pekerja yang terkait gejala awal kanker dan  riwayat  kanker pekerja radiasi. Penelitian ini adalah penelitian cross sectional dengan desain deskriptif. Diketahui paparan tertinggi radiasi gamma adalah 68,1 µSv/jam, tingkat radioaktifitas tertinggi alpha 3 7,299 Bq/m , beta sebesar 217,475 Bq/m 3 . Tingkat radioaktifitas di udara zona II laboratorium melebihi  ketentuan yang dipersyaratkan dalam laporan analisa keselamatan instalasi. Akumulasi dosis tertinggi adalah 3,9 mSv, dibawah nilai batas dosis. Pekerja radiasi tidak memiliki gejala awal terkait kanker yang harus segera ditindak lanjut. Ada pekerja radiasi yang pernah menderita kanker payudara dan pekerja radiasi yang pernah melakukan operasi benjolan di punggung. Belum dapat disimpulkan hubungan  dosis radiasi dengan kanker pada pekerja. Tidak ada hubungan antara lokasi kerja dengan dosis radiasi pekerja. Saran dari penelitian adalah perlu dilakukan optimalisasi enginering conrol dan administrative control dalam pengendalian radiasi di instalasi. Diperlukan pengadaan alpha beta constinous aerosol monitor. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut melibatkan variabel yang belum tercakup dan jangka waktu data lebih lama. Kata kunci : Radiasi, Radioaktifitas, Keluhan Kesehatan


 This thesis describe gamma radiation hazard and airborne radioactivity level of alpha , beta in Radiometalurgy Installation, whole body radiation dose of radiation workers in 2001-2010, subjective health complaints of workers due to work activities, subjective health complaint of workers due to work activities, subjective health complaints of workers related early symptoms of cancer anc history of cancer among radiation workers. This study is a cross-sectional study with descriptive design.This research found that the highest exposure to gamma radiation was 68.1 μSv/hour, the highest levels of alpha radioactivity was 7.299 Bq/m3, the highest levels of beta radioactivity was 217.475 Bq/m 3 . Levels of  air radioactivity in the zone II  laboratory exceeds the provisions required. the highest of dose accumulation was 3.9 mSv which is under the limit dose. Radiation workers do not have early symptoms of cancer-related information that must be tackled immediately. There are radiation workers who had suffered breast cancer and radiation workers who had surgery lump in the back. Not to be inferred relationship of radiation  dose to cancer in workers. There was no relationship between work sites with worker radiation doses. Advice from research is necessary to optimize enginering Conrol and administrative control in the control of radiation at the installation. Necessary procurement alpha beta continous aerosol monitor. Need to do more research involving  more variable that has not been covered and the data for longer durations. Key Words: Radiation, Radioactivity, Health complaints

Read More
T-3408
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rafi Sufianto; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Laksita Ri Hastiti, Edy Sufa'at
Abstrak:
Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) Unit Pulo Gadung merupakan serangkaian kegiatan menguji dan/atau mengecek komponen kendaraan bermotor untuk memastikan pemenuhan persyaratan teknis dan kelaikan jalan. Oleh karena itu, pekerja di UP PKB Pulo Gadung berisiko mengalami kejadian tekenanan panas yang berpotensi keluhan kesehatan subjektif akibat panas. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara kejadian tekanan panas melalui pengukuran real time monitoring heat index dengan keluhan kesehatan subjektif. Faktor – faktor risiko yang diteliti meliputi faktor kondisi lingkungan, faktor karakteristik pekerja dan faktor aktivitas pekerjaan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain metode cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan alat hasil pengembangan real time monitoring heat index. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 40 pekerja. Hasil penelitian terdapat hubungan antara kejadian tekanan panas dengan keluhan kesehatan subjektif (OR = 5,571) yang menunjukkan bahwa 20 pekerja outdoor seluruhnya mengalami kejadian tekanan panas, dengan 7 (35%) pekerja mempunyai keluhan ringan dan 13 (65%) pekerja lainnya mempunyai keluhan berat. Di sisi lain, seluruh pekerja indoor yang berjumlah 20 pekerja tidak mengalami kejadian tekanan panas, dengan 15 (75%) pekerja mempunyai keluhan ringan dan 5 (15%) pekerja lainnya mempunyai keluhan berat.

Vehicle Testing (PKB) Pulo Gadung Unit is a series of activities to test and/or check motor vehicle components to ensure the fulfillment of technical requirements and roadworthiness. Therefore, workers at UP PKB Pulo Gadung are at risk of experiencing heat stress events that have the potential for subjective health complaints due to heat. This study aims to see the relationship between the incidence of heat stress through the measurement of real time monitoring heat index with subjective health complaints. The risk factors studied include environmental condition factors, worker characteristics factors and work activity factors. This study is a quantitative study with a cross-sectional method design. Data collection was carried out using questionnaires, observations, and environmental measurements using a tool developed from the real time monitoring heat index. The number of samples in this study was 40 workers. The results showed that there was a relationship between the incidence of heat stress and subjective health complaints (OR = 5.571) which showed that 20 outdoor workers all experienced heat stress, with 7 (35%) workers having mild complaints and 13 (65%) other workers having severe complaints. On the other hand, all 20 indoor workers did not experience heat stress, with 15 (75%) workers having mild complaints and 5 (15%) workers having severe complaints.
Read More
S-11647
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Indah Soekma; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Robiana Modjo, Doni Hikmat Ramdhan, Budi Arifin, Adenan
Abstrak: Pajanan debu terhirup yang terus-menerus tempat kerja dapat menimbulkan efeknegatif pada kesehatan sistem pernapasan pekerja. Penelitian ini bertujuan untukmenentukan konsentrasi dari pajanan debu terhirup personal dan menganalisisgambaran keluhan kesehatan subjektif pekerja di bagian vitamin room padaindustri susu PT X tahun 2016. Desain potong-lintang digunakan pada 20 orangpekerja (populasi total). Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi debu terhirupdi area timbang kecil, area timbang besar dan area penyimpanan material berturut-turut sebesar 0.45±0.23, 7.42±2.38, dan 0.47±0.25 mg/m3. Konsentrasi debuterhirup yang terdapat pada area timbang besar melebihi nilai ambang batas yangdiperbolehkan (2.49 mg/m3). Penelitian ini menunjukkan terdapat 16 orang (80%)pekerja yang mengalami keluhan kesehatan subjektif dengan keluhan sepertibersin-bersin (70%), tenggorokan kering/sakit tenggorokan (65%), dan hidungtersumbat (35%).Kata kunci : pajanan debu terhirup, industri susu, keluhan kesehatan subjektif.
Read More
T-4733
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Annisa Fyona; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Indri Hapsari Susilowati, Sudi Astono, Tasdikin Wardjo
Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi masalah kesehatan primer di PT X sebagai dasar pengembangan program kesehatan kerja khususnya pencegahan PAK. Penelitian ini dilakukan dengan HRA sebagai data awal mengenali risiko kesehatan. Desain penelitian ini adalah survei deskriptif dan dilakukan analisis konten terhadap data primer dari hasil observasi dan wawancara serta data sekunder berupa data MCU dan kunjungan klinik. Hasil penelitian menunjukkan risiko kesehatan utama adalah gangguan muskuloskeletal. Disarankan pekerja melakukan streching, olah raga, menghindari postur janggal saat bekerja, dan menggunakan alat bantu. Perusahaan perlu menambahkan pemeriksaan gangguan otot rangka dan melakukan penelitian lebih lanjut untuk mendapatkan rekomendasi desain stasiun kerja yang ergonomis. Kata kunci: HRA, MCU, PAK, keluhan kesehatan, muskuloskeletal, kunjungan klinik The study aimed to identify primary health problem at PT X so that occupational health programs can be implemented especially to prevent occupational health diseases. This study use Health Risk Assessment (HRA) as baseline data to help identify the health risks. The design of this study is descriptive survey and content analysis of primary data from observation and interviews and secondary data from MCU results and clinic visits. The results of the research indicated that major health risks are musculoskeletal disorders. The workers are suggested to conduct streching activities, exercise, avoid awkward postures while working, and use tools. Companies need to add musculoskeletal disorders examination and conducted further research to get ergonomic work station design recommendations. Keyword: HRA, MCU, PAK, health complaint, musculoskeletal, clinic visit
Read More
T-5005
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Karimah Mahdiyyah; Pembimbing: Suyud Warno Utomo; Penguji: Haryoto Kusnoputranto, Lestari Enny Wahyu
Abstrak: Penggunaan pestisida selain memberikan manfaat untuk mengendalikan hama ternyata dapat memberikan dampak, baik untuk manusia maupun lingkungan. Oleh karena itu, penggunaan pestisida harus digunakan secara bijaksana sesuai dengan jenis, dosis, sasaran, cara, dan waktu aplikasi. Penggunaan pestisida yang tidak tepat dapat menyebabkan berbagai efek kesehatan, baik yang akut maupun kronis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, sikap, dan tindakan petani dalam penggunaan pestisida dengan keluhan kesehatan petani di Desa Cikandang, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut. Penelitian menggunakan desain cross sectional. Sampel yang terlibat dalam penelitian ini sebanyak 100 orang yang merupakan penyemprot pestisida di Desa Cikandang, dengan metode accidental sampling. Berdasarkan hasil univariat, 57% memiliki pengetahuan yang kurang baik, 82% sikap yang baik, dan 79% perilaku yang kurang baik. Berdasarkan hasil analisis bivariat, ditemukan bahwa yang memiliki hubungan signifikan dengan keluhan kesehatan adalah perilaku (OR=4,24). Hasil ini menunjukkan perlunya penyuluhan mengenai pestisida serta Alat Pelindung Diri (APD) untuk petani penyemprot pestisida agar tidak mengalami keluhan kesehatan. Kata kunci: Pengetahuan, Sikap, Perilaku, Pestisida, Keluhan Kesehatan The use of pesticides in addition to provide benefits to control pests can also have impacts both for humans and the environment. Therefore, pesticides should be used simultaneously according to the type, dose, target, manner, and time of application. Incorrect use of pesticides can lead to various health effects, both acute and chronic. This study aims to determine the relationship between knowledge, attitude, and actions of farmers in the use of pesticides with health problem of farmers in the Cikandang Village, Cikajang District, Garut Regency. The study used cross sectional design. The samples involved in this research were 100 people who were pesticide sprayers in Cikandang Village, using accidental sampling method. Based on univariate results, 57% had poor knowledge, 82% good attitude, and 79% bad behavior. In addition, it was found that behavior (OR = 4,24) had the strongest relationship with health problem. These results indicated the need for counseling on pesticides and personal protective equipment (PPE) for pesticide sprayers to avoid health problem. Keywords: Knowledge, Attitude, Behavior, Pesticide, Health Problem
Read More
S-9361
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive