Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 12 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Nurjannah; Pembimbing: Asri C. Adisasmita; Penguji: Mondastri Korib Sudaryo, Regina Tiolina Sidjabat
Abstrak: Hepatitis A merupakan penyakit hepatitis akut yang disebabkan oleh virus RNA golongan picornaviridae yang dapat ditemukan dalam tinja penderita. Sarana utama penyebaran Hepatitis A ini melalui fecal-oral yang erat kaitannya dengan 3 hal yaitu air, sanitasi, dan higiene. Tiga hal tersebut tidak dapat dipisahkan dikarenakan tanpa toilet atau sanitasi yang baik, air akan mengontaminasi feses dan tanpa air bersih praktek higiene tidak dapat dilaksanakan. Hal ini yang menjadi landasan penelitian ini dilakukan, untuk mengetahui hubungan penggunaan dan kepemilikan jamban dengan kejadian Hepatitis A di Sekolah X Kabupaten Bogor tahun 2019 sebelum dan sesudah dikontrol oleh variabel kovariat. Penelitian ini menggunakan desain penelitian case-control dan pendekatan kualitatif dengan metode forum group discussion (FGD) untuk mendapat gambaran kondisi lingkungan sekolah dan penjamah makanan. Jumlah sampel kasus dalam penelitian ini adalah 30 orang dengan perbandingan kelompok kontrol 1:5 yaitu sebanyak 150 orang. Hasil penelitian ini tidak mampu membuktikan adanya hubungan secara statistik antara penggunaan dan kepemilikan jamban dengan kejadian hepatitis A sebelum dikontrol dengan variabel kovariat dengan p-value 0,254 dan OR 0,591 (CI 95% 0,239-1,462) dan sesudah dikontrol dengan variabel kovariat (kebiasaan mencuci tangan pakai sabun setelah BAB, kebiasaan membawa air minum dari rumah, pengolahan air minum, dan jenis kelamin) dengan p-value 0,146 dan OR 0,488 (CI 95% 0,185-1,284)
Read More
T-6037
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Iif Syarifah Munawaroh; Pembimbing: Helda; Penguji: Sudarto Ronoatmodjo, Eny Martindah, Aria Kekalih
Abstrak: Toxoplasmosis merupakan penyakit zoonosis yang berasal dari parasit Toxoplasma gondii. Dampak dari toksoplasmois dapat menyebabkan kegagalan kehamilan, abortus spontan, kelainan fetus (hydrocephalus, korioretinis, kalsifikasi intrakranial), gangguan syaraf otak dan mata, bahkan dampak jangka panjang dapat menyebabkan penyakit Alzheimer. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa hubungan kepemilikan hewan peliharaan dengan kejadian toksoplasmosis pada pasien klnik Aquatreat Bogor Tahun 2019. Desain penelitian yang digunakan desain penelitiaan adalah case control dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan data rekam medis pasien klinik Aquatreat yang berkunjung selama tahun 2019 dengan jumlah 286 pasien. Pasien yang bersedia dijadikan sampel penelitian sejumlah 108 pasien. Sampel tersebut didapatkan dengan cara Simple Random Sampling. Teknik analisa data yang dilakukan pada penelitian ini bertahap, meliputi analisa univariat, bivariat, stratifikasi dan analisa multivariat yang diolah menggunakan program statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi responden dengan kepemilikan hewan peliharaan pada kelompok kasus toksoplasmosis 53,70% dan yang tidak memiliki hewan peliharaan pada kasus toksoplasmosis yaitu 46,30%. Sedangkan kepemilikan hewan peliharaan pada kelompok yang tidak terjangkit toksoplasmosis adalah 29,63% dan yang tidak memiliki hewan peliharaan pada kelompok yang tidak terjangkit toksoplasmosis adalah 70,37%. Hasil analisis uji logistic regression model akhir menunjukkan hubungan yang signifikan antara kepemilikan hewan peliharaan dengan kejadian toksoplasmosis dengan OR 2,88 (95% CI: 1,146,90; p-value: 0,024) artinya bahwa kepemilikan hewan peliharaan pada kelompok toksoplasmosis berisiko 2,88 kali lebih tinggi mengalami toksoplasmosis dibanding kelompok yang tidak memiliki hewan peliharaan setelah dikontrol dengan variabel jenis riwayat transfusi darah, jenis kelamin, konsumsi daging berisiko dan kebersihan rumah
Toxoplasmosis is a zoonotic disease originated from parasite Toxoplasma gondii. toxoplasmosis can cause anembryonic gestation, spontaneous abortion, fetal abnormalities (hydrocephalus, chorioretinitis, intracranial calcification, mental retardation), brain and eyes neurological disorders. Toxoplasmosis also can lead to Alzheimer's disease as its long-term effect. The prevalence of Toxoplasmosis worldwide is about 25-30%. The purpose if this research is to analyze The Correlation Between Pet Ownership with The Toxoplasmosis Occurrence of The Patients in Bogor Aquatreat Clinic 2019. In this research, case control research design is used with a quantitative approach. This research is an observational research using data of medical record in the Aquatreat clinic by selecting the positive serological test results of Toxoplasmosis (IgG) for the case group and selecting the negative serological test results of Toxoplasmosis (IgG) for the control group. Afterwards, interviews of the case and the control groups were done by filling out the questionnaire (GForm). The data is taken from patients who visited in 2019 with total of 286 patients. The data that are willing to be used as samples are the data of 108 patients. The data analysis techniques used in this research were phased, those are univariate, bivariate, and multivariate analyzes which computerized by using a statistical program. The result showed that the proportion of the respondents who own pet in the toxoplasmosis case group is 53,70% and the group who does not own pet that is 46,30%. While the pet ownership in the control group is 29,63% and the group who does not own pet is 38 70,37%. The final model of logistic regression test analysis showed the significant correlation between pet ownership with the toxoplasmosis occurrence with OR value 2,88 (95% CI: 1,146,90; p-value: 0,024) which means the pet ownership in the case group has risk 2,88 times higher to have compared to the group who does not own pet after controlled by other variables that are blood transfusion history, gender, at-risk meat consumption and house cleanliness.
Read More
T-5997
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rizka Rachmawati; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Pujiyanto, Taufik Hidayat
Abstrak: Jaminan kesehatan merupakan salah satu langkah pencegahan agar terhindar dari ketidakmampuan dalam memperoleh pelayanan kesehatan. Namun, masih banyak masyarakat perdesaan yang tidak memiliki jaminan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepemilikan jaminan kesehatan pada masyarakat perdesaan Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain cross sectional dan menggunakan pendekatan kuantitatif. Sumber data adalah data sekunder Indonesian Family Life Survey 5 dengan jumlah sampel 12.398 responden. Hasil penelitian didapatkan hanya 40,3% masyarakat perdesaan Indonesia yang telah memiliki asuransi kesehatan. Individu dengan karakteristik berusia produktif (25-44 tahun), berpendidikan tinggi, berstatus kawin, memiliki pekerjaan, berpendapatan tinggi, memiliki riwayat rawat jalan dan rawat inap bermakna secara statistik untuk berkemungkinan memiliki jaminan kesehatan pada masyarakat perdesaan Indonesia. Kata kunci: Faktor, Kepemilikan Jaminan Kesehatan, Perdesaan, IFLS 5 Health insurance is one of the preventive way to avoid the inability to obtain health services. However, there are still many rural residents who do not have health insurance. This study aims to determine the associated factors of health insurance ownership in rural Indonesia. This study is an observational study with a cross sectional design and a quantitative approach. The source of secondary data is from Indonesian Family Life Survey 5 with a sample size of 12.398 respondents. The results showed that only 40,3% of rural residents in Indonesia who have health insurance. Individuals with the characteristics of productive age (25-44 years old), higher education, being married, being employed, higher income, have past utilization in outpatient and inpatient care are statistically significant for the possibility of having health insurance in rural Indonesia. Key words: Factors, Health Insurance Ownership, Rural, IFLS 5
Read More
S-10398
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Salsabila Naim; Pembimbing: Sutanto Priyo Hastono; Penguji: Sudijanto Kamso, Diah Mulyawati Utari, Mahmud Fauzi, Lisa Avianty
Abstrak: Sejak pandemi Covid-19, pelaksanaan layanan imunisasi dasar anak mengalami penurunan. WHO menyebutkan secara global, sebanyak 23 juta anak di bawah umur satu tahun tidak menerima imunisasi dasar di tahun 2020. Sedangkan di Jawa Barat, cakupan imunisasi anak menurun sebesar 93,74 % tahun 2019, menjadi sebesar 82,26% tahun 2020. Oleh karena itu penting untuk mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi imunisasi dasar bayi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui determinan cakupan imunisasi dasar lengkap pada bayi yang lahir di masa pandemi covid19 di provinsi jawa barat Penelitian ini menggunkan data SUSENAS 2021 di Jawa Barat dengan sampel sebanyak 368 bayi berusia 10-12 bulan yang lahir di masa pandemi covid-19. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang (cross- sectional) dengan analisis regresi logistik berganda. Pemerintah dapat mengoptimalkan pemanfaatan buku KIA dengan mengembangkan digitalisasi buku KIA skala nasional. Puskesmas dapat bekerja sama dengan berbagai pihak, terutama kader untuk memotivasi keluarga/masyarakat supaya memanfaatkan dan menerapkan isi buku KIA dalam perawatan dan kesehatan ibu dan anak
Read More
T-6408
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fitratur Rahmah Agustina; Pembimbing: Diah Mulyawati Utari; Penguji: Trini Sudiarti, Kusharisupeni Djokosujono, Salimar, Sugiatmi
Abstrak: Kekurangan gizi dapat mempengaruhi pertumbuhan fisik, intelektual dan juga dianggap sebagai penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor dominan yang berhubungan dengan kejadian underweight pada anak usia 6-23 bulan di Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor. Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari penelitian payung Hibah PITTA B tahun 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 17,3% anak usia 6-23 bulan di Kecamatan Babakan Madang mengalami underweight, dan 6,1% di antaranya mengalami severly underweight. Dari 214 anak, 63,6% anak berusia 12-23 bulan, 50,5% laki-laki, 7% mengalami BBLR, 75,7% lahir dari ibu berpendidikan rendah, 47,7% memiliki ibu dengan pengetahuan kurang, 68,7% tidak memperoleh ASI eksklusif, 25,2% mengalami diare, 46,7 % mengalami defisit energi, dan 46,7% defisit protein. Hasil analisis chisquare menunjukkan bahwa tidak satupun variabel berhubungan dengan kejadian underweight. Namun, hasil uji regresi logistik menunjukkan bahwa usia anak (p value = 0,014), pendidikan ibu (p value =0,029) berhubungan signifikan dengan kejadian underweight. Adapun pengetahuan ibu (p value = 0,004) berhubungan terbalik dengan kejadian underweight. Pendidikan ibu merupakan faktor dominan kejadian underweight pada anak usia 6-23 bulan di Kecamatan Babakan Madang tahun 2019 (OR= 3,259, 95% CI ; 1,132-9,382). Peneliti menyarankan Kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor untuk memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya ibu yang memiliki anak usia 6-23 bulan tentang gizi bayi dan balita, gejala dan dampak dari kekurangan gizi, pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat, beserta faktor-faktor lainnya yang dapat menyebabkan kekurangan gizi pada anak
Read More
T-6110
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rahmadana Aprianggi; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Anhari Achadi, Heru Susmono
S-6791
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hendro Bakti Wibowo; Pembimbing: Wiku Bakti Bawono Adisasmito; Penguji: Pujiyanto, Dumilah Ayuningtyas, Hamdani Kubi, Dede Sri Mulyana
Abstrak: Rumah Sakit Haji Jakarta merupakan satu dari empat Rumah Sakit Haji di Indonesia, dibangun sebagai wujud dari gagasan masyarakat, khususnya para hujjaj untuk mendirikan suatu monumen mengenang tragedi terowongan Al Muaisim Mina pada tahun 1990/1440 H. Pada perjalanannya untuk memenuhi persyaratan Rumah Sakit sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) RS Haji Jakarta menemui berbagai kendala, sehingga status RS Haji Jakarta sebagai UPT belum terealisasi. Desain penelitian ini operasional analitik dengan metode kualitatif dimana dilakukan wawancara mendalam kepada informan terpilih. Hasil penelitian didapatkan perbedaan pemahaman antar informan sebagai aktor, tumpang tindih ketetapan hukum, faktor internal dan eksternal organisasi yang belum solid. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat beberapa permasalahan hukum baik internal dan eksternal organisasi, belum terjadi kesepakatan diantara para pemegang saham PT RS Haji Jakarta, pembentukan UPT RS Haji Jakarta dan Rumah Sakit pendidikan dibawah Kementerian Agama belum dapat direalisasikan, belum dijalankan sepenuhnya Keputusan Menteri Agama Nomor 738 dan Keputusan Menteri Agama Nomor 885
Read More
B-2262
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yovita Dewi Pramesti; Pembimbing: Budi Utomo; Penguji: Iwan Ariawan, Eflita Meiyetriani
Abstrak: Penelitian ini membahas tentang hubungan status sosial ekonomi rumah tangga dengan persalinan seksio sesarea dengan menggunakan data pasien BPJS Kesehatan Tahun 2015/2016. Disain studi penelitian ini menggunakan penelitian potong lintang dengan persalinan seksio sesarea sebagai variable dependen dan status sosial ekonomi rumah tangga sebagai variable independen. Persalinan seksio sesarea diukur dengan melihat diagnosis primer yang tercatat pada database BPJS Kesehatan hingga akhir tahun 2016. Sementara itu, status sosial ekonomi rumah tangga diukur dengan melihat status kepesertaan BPJS Kesehatan, dimana peserta PBI dikategorikan sebagai kurang dan peserta Non-PBI dikategorikan sebagai cukup. Analisis menggunakan teknik regresi logistic untuk menilai pengaruh status sosial ekonomi rumah tangga terhadap persalinan, persalinan seksio sesarea dengan mengendalikan variable pengganggu, termasuk umur pasien, wilayah dan kepemilikan fasilitas kesehatan. Sampel penelitian sebanyak 74.103 persalinan kehamilan tunggal tahun 2015/2016.
Read More
S-10781
Depok : FKM-UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kenvin Marfian; Pembimbing: Dian Ayubi; Penguji: Ella Nurlaella Hadi, Rita Damayanti, Pujianingsih, Panpan Risvan
Abstrak:
Noncommunicable diseases (NCDs) have caused high burden of mortality in Indonesia. One of the main risk factors of NCDs is physical inactivity, which has become a problem in Bandung Regency. Biological, psychological, sociodemographic, sociocultural, and built environment (BE) factors affect physical activity (PA) levels. This study seeks to understand the factors that are associated with adults’ PA in Bojongsoang District. This quantitative, observational, analytical study uses a cross-sectional design. The study population are adults aged 18-59 years old which are domiciled in Bojongsoang District, while the study sample is determined to be 250 people based on calculation of two proportion differences. Data is collected through questionnaire-based guided interview. Univariate analysis shows that the number of respondents that engage in PA at least 150 minutes/week is 69,2%. Multiple logistic regression results show that work (OR 0,555; CI 95% 0,313-0,983), private vehicle ownership (OR 4,351; CI 95% 1,188-15,940), and social support (OR 3,160; CI 95% 1,776-5,621) are associated with PA after controlling for other independent variables. Private vehicle ownership is the most dominant variable associated with adults’ PA in Bojongsoang District. Community-oriented interventions to improve PA in Bojongsoang District needs to target the workers and those who use private vehicles.

Noncommunicable diseases (NCDs) have caused high burden of mortality in Indonesia. One of the main risk factors of NCDs is physical inactivity, which has become a problem in Bandung Regency. Biological, psychological, sociodemographic, sociocultural, and built environment (BE) factors affect physical activity (PA) levels. This study seeks to understand the factors that are associated with adults’ PA in Bojongsoang District. This quantitative, observational, analytical study uses a cross-sectional design. The study population are adults aged 18-59 years old which are domiciled in Bojongsoang District, while the study sample is determined to be 250 people based on calculation of two proportion differences. Data is collected through questionnaire-based guided interview. Univariate analysis shows that the number of respondents that engage in PA at least 150 minutes/week is 69,2%. Multiple logistic regression results show that work (OR 0,555; CI 95% 0,313-0,983), private vehicle ownership (OR 4,351; CI 95% 1,188-15,940), and social support (OR 3,160; CI 95% 1,776-5,621) are associated with PA after controlling for other independent variables. Private vehicle ownership is the most dominant variable associated with adults’ PA in Bojongsoang District. Community-oriented interventions to improve PA in Bojongsoang District needs to target the workers and those who use private vehicles.
Read More
T-7164
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dwi Meitasari; Pembimbing: Dien Anshari; Penguji: Ella Nurlaella Hadi, Evi Martha, Christiana R. Titaley, Nur Fatayani
Abstrak:
Berbagai permasalahan kesehatan termasuk di Maluku diduga berhubungan dengan literasi kesehatan. Beberapa studi menyatakan masih terdapat tingkat literasi kesehatan yang terbatas, termasuk pada mahasiswa. Penelitian tentang literasi kesehatan pada mahasiswa khususnya di Indonesia bagian timur, masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat literasi kesehatan pada mahasiswa program sarjana reguler di Universitas Pattimura dan faktor-faktor yang berhubungan dengannya. Penelitian ini merupakan analisis data sekunder dari Studi Literasi Kesehatan 2019 dengan sampel mahasiswa sarjana angkatan 2018 dari 9 fakultas di Universitas Pattimura (n=356) dengan desain potong lintang. Pengukuran literasi kesehatan dilakukan menggunakan instrumen European Health Literacy Survey Question 16 (HLS-EU-Q16) yang telah diadaptasi ke dalam konteks dan Bahasa Indonesia. Hasil penelitian ini menunjukkan tingkat literasi kesehatan terbatas dengan rata-rata skor sebesar 32,94 (SD=6,81) skala 0-50. Faktor yang berhubungan dengan tingkat literasi kesehatan adalah suku orang tua (p=0,002), kepemilikan asuransi kesehatan (p=0,029), dan riwayat penyakit (p=0,001). Faktor yang paling dominan adalah riwayat penyakit. Diperlukan intervensi yang bersifat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan untuk meningkatkan literasi kesehatan pada mahasiswa.

Various health issues, notably in Maluku, are thought to be linked to health literacy. Several studies state that there is still a limited level of health literacy, including among students. Research on health literacy among students, particularly in eastern Indonesia, is still limited. This research aims to determine the level of health literacy among regular undergraduate students at Pattimura University and the factors related to it. This research is a secondary data analysis from the 2019 Health Literacy Study with a sample of 2018 undergraduate students from 9 faculties at Pattimura University (n=356) with a cross-sectional design. Health literacy was measured using the European Health Literacy Survey Question 16 (HLS-EU-Q16) instrument which has been adapted to the Indonesian context and language. The results of this study show a limited level of health literacy with an average score of 32.94 (SD=6.81) on a scale of 0-50 . Factors related to the level of health literacy were parents' ethnicity (p=0.002), health insurance ownership (p=0.029), and medical history (p=0.001). The most dominant factor is medical history. Interventions are needed that increase knowledge and skills to increase health literacy in students
Read More
T-7014
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive