Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 10 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Ni Luh Budi Febriani; Pembimbing: Putri Bungsu; Penguji: Ratna Djuwita, Punto Dewo
Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan karakteristik anak (jeniskelamin), karakteristik orang tua (pendidikan ibu, pekerjaan ibu, penghasilan keluargadan riwayat obesitas orang tua), daerah tempat tinggal, aktifitas fisik, kebiasaan makan(konsumsi fast food, cemilan/minuman manis, kebiasaan sarapan), sedentary behavior(durasi menonton TV/video, durasi bermain games) dan durasi tidur dengan overweightdan obesitas pada anak usia sekolah di Kabupaten Badung Provinsi Bali Tahun 2018.Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2018 dengan desain cross sectional. Teknikpengambilan sampel dilakukan secara acak sederhana. Instrumen penelitianmenggunakan timbangan digital dan microtoa serta kuesioner untuk ibu dan FFQ. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa 51.8% siswa masuk dalam kategori overweight danobesitas. Variabel yang berhubungan dengan overweight dan obesitas pada anak usiasekolah di Kabupaten Badung Provinsi Bali Tahun 2018 adalah aktifitas fisik (p=0.001,OR=2.3), konsumsi cemilan/minuman manis (p=0.001, OR= 2.2), Konsumsi fast food(p=0.001, OR= 2), riwayat obesitas ayah (p=0.012, OR= 1.5) dan riwayat obesitas ibu(p=0.034, OR=1.4). Peneliti menyarankan kepada pihak sekolah agar memiliki programuntuk memantau berat badan siswa setidaknya setiap 6 bulan serta diharapkan orangtuaturut serta dalam mengawasi pola makan anak dan membatasi perilaku sedentarybehavior.Kata kunci:Overweight, obesitas, anak usia sekolah, Badung.
Read More
S-9810
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Arafah; Pembimbing: Yvonne Magdalena Indrawani; Penguji: Fatmah, Ratu Ayu Dewi Sartika, Kresnawan, Fajrinayanti
Abstrak: Obesitas pada anak sekolah merupakan penyakit yang sudah menjadimasalah kesehatan kesehatan masyarakat. Prevalensi obesitas anak di indonesiamengalami peningkatan pada tahun 2007 sebsar 9,5% pada laki-laki dan 6,4%pada perempuan menjadi sebesar 10% pada anak laki-laki dan 7,7% pada anakperempuan pada tahun 2010 dan menjadi 8,8% padan tahun 2013. Penelitian inimembahas mengenai kejadian obesitas pada anak di dua sekolah dasar. Tujuanpenelitian ini untuk membandingkan kejadian obesitas anak serta faktor-faktoryang mempengaruhinya di dua sekolah dasar. Penelitian ini dilakukan pada bulanMei sampai dengan Juni 2014 di SDN Anyelir1 dengan status ekonomi menengahke atas dan SDN Depok Jaya 7 dengan subjek penelitiannya adalah anak sekolahdasar kelas 4 dan 5. Variabel penelitian ini pola makan, kebiasaan makan,karakteristik anak, karakteristik orangtua, aktivitas fisik anak dan keterpaparanmedia. Penelitian ini merupakan penelitian crossectional dengan analisis perbandingan. Terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompokmengenai lama waktu menonton TV dan bermain games, karakteristik orangtua,keterpaparan media, asupan energi total, asupan karbohidrat dan asupan lemak.Perbedaan status sosial ekonomi akan terjadi perbedaan pada lama menonton TVdan bermain games, asupan zat gizi energi total, karbohidrat dan lemak. Peneliti menyarankan untuk melakukan penimbangan berat badan dan tinggi badan diataskelas 1, membudayakan kembali senam disekolah untuk memberikan waktu lebih banyak berolahraga, pembinaan kantin sekolah untuk membantu orangtua mengontrol asupan zat gizi anak.
Kata kunci: Obesitas anak, asupan zat gizi, analisis perbandingan
Obesity in school children is a disease that has become a health problem of publichealth. The prevalence of child obesity in Indonesia in 2007 increased by 9.5% inmen and 6.4% in women increased in 2010 to 10% in boys and 7.7% in 2013 to8,8%. This study discusses the incidence of obesity in children at two elementaryschools. The purpose of this study was to compare the incidence of childhoodobesity and the factors that influence it in two elementary schools. This study wasconducted in the SDN Anyelir 1 with middle high socioeconomic status andDepok Jaya SDN 7 with middle low socioeconomic status. The research subjectare children of primary school grade 4 and 5 with the variables of this study diet,eating habits, child characteristics, parent characteristics , child physical activityand media exposure. This design study is a cross sectional with comparisonanalysis. There are significant differences between the two groups regarding thelength of time watching TV and playing games, parental characteristics, mediaexposure, total energy intake, carbohydrate intake and fat intake. Differences insocioeconomic status will be a difference in the long watching TV and playinggames, the total energy intake of nutrients, carbohydrates and fats. Researcherhave suggested annually conduct anthropometric survey in school, once a weekschool aerobic exercising, and parents involve in school cafeteria to control thenutrient intake of children.
Keywords:Child obesity, nutrient intake, comparative analysis
Read More
T-4175
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dwi Rahmawati; Pembimbing: Wiku Bakti Bawono Adisasmito; Penguji: Anhari Achadi, Titi Sari Renowati, Nirmala Ahmad Ma'ruf
Abstrak: Meningkatnya prevalensi obesitas anak-anak belum didukung dengan kebijakan pencegahan. Penelitian ini bertujuan menganalisis untuk pembuatan kebijakan pencegahan obesitas anak-anak sebagai dasar dalam rancangan kebijakan pencegahan obesitas anak-anak. Penelitian ini bersifat kualitatif, dengan data sekunder dari telaah dokumen berupa peraturan, naskah akademik, jurnal ilmiah, data hasil riset, buku, dan media elektronik lainnya, serta dilengkapi dengan data primer melalui wawancara mendalam pada informan terpilih. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 18 dokumen peraturan, namun belum mengarah pada upaya pencegahan obesitas anak-anak secara nyata dan tegas. Pengaturan baru sebatas hak dan kewajiban pemerintah sedangkan bentuk implementasinya belum terlihat, karena belum menjadi kegiatan prioritas. Para stakeholder mendukung untuk adanya kebijakan pencegahan obesitas anak-anak. Usulan rekomendasi mengacu strategi WHO dengan menggabungkan usulan dari stakeholder, peraturan yang ada dan literatur, dan menyusunnya dengan bahasa hukum. Rekomendasi yang dihasilkan menurut penulis layak untuk dilanjutkan menjadi rancangan undang undang, hanya untuk pengaturan pajak dan subsidi perlu pengkajian lebih lanjut dengan pihak terkait, dan perlu diusulkan dalam Prolegnas.
Read More
T-4260
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Putri Damai Lestari; Pembimbing: Diah Mulyawati Utari; Ahmad Syafiq, Trini Sudiarti, Eka Rosiyati, Putri Wardhani
Abstrak: Obesitas pada anak-anak telah menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat global paling serius yang mempengaruhi setiap negara di dunia di abad ke-21 ini. Dalam kurun waktu 40 tahun, terdapat peningkatan jumlah kegemukan dan obesitas pada anak usia sekolah dan remaja sebanyak lebih dari 10 kali lipat. Obesitas pada anak dapat menimbulkan berbagai dampak pada kesehatan fisik, kesejahteraan sosial dan emosional, kepercayaan diri, prestasi akademik, dan kualitas hidup anak. Obesitas pada anak berkaitan dengan berbagai kondisi seperti penyakit kardiovaskular, diabetes tipe 2, hiperkolesterol, penyakit hati berlemak, asma, dan lain-lain. Obesitas pada anak juga berdampak pada kesehatan sosial dan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor dominan kegemukan dan obesitas pada anak pra-sekolah dan anak sekolah usia 5-12 tahun di Provinsi DKI Jakarta. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang bersumber dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Tahun 2018. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan 1.136 sampel yang diperoleh dari total sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis bivariat menunjukkan bahwa pada kelompok usia 5-9 tahun, terdapat perbedaan proporsi status gizi ibu, status gizi ayah, dan perilaku konsumsi makanan gorengan/berlemak terhadap kejadian kegemukan dan obesitas. Pada kelompok usia 10-12 tahun dan 5-12 tahun, terdapat perbedaan proporsi jenis kelamin, status gizi ibu, dan status gizi ayah terhadap kejadian kegemukan dan obesitas. Faktor dominan kegemukan dan obesitas pada kelompok usia 5-9 tahun adalah perilaku konsumsi makanan gorengan/berlemak (OR=1,490, 95% CI=1,039-2,135). Faktor dominan kegemukan dan obesitas pada kelompok usia 10-12 tahun dan 5-12 tahun adalah status gizi ayah (OR= 1,956, 95% CI=1,339-2,857 dan OR=1,674, 95% CI=1,301-2,155). Edukasi gizi seimbang perlu digalakkan kepada orang tua dan anak untuk pencegahan dan pengendalian obesitas anak usia 5-12 tahun.
Childhood obesity has become one of the most serious global public health challenges affecting every country in the world in the 21st century. In a period of 40 years, the number of school-age children and teenagers increased more than 10-fold. Obesity in children has various impacts on children's physical health, social and emotional well-being, self-confidence, academic achievement and quality of life. Obesity in children is related to various conditions such as cardiovascular disease, type 2 diabetes, hypercholesterolemia, acute heart disease, asthma, and others. Obesity in children also has an impact on social and emotional health. This study aims to determine the dominant factors of overweight and obesity in pre-school children and school children aged 5-12 years in DKI Jakarta Province. This research uses secondary data sourced from the 2018 Basic Health Research (Riskesdas). The research design used was cross sectional with 1.136 samples obtained from total sampling based on inclusion and exclusion criteria. Bivariate analysis shows that in the 5-9 year age group, there are differences in the proportion of mother’s nutritional status, father’s nutritional status, and fried/fatty food consumption behavior on the incidence of overweight and obesity. In the 10-12 year and 5-12 year age groups, there are differences in the proportion of gender, mother's nutritional status, and father's nutritional status in the incidence of overweight and obesity. The dominant factor of overweight and obesity in the 5-9 year age group is the behavior of consuming fried/fatty foods (OR=1,490, 95% CI=1,039-2,135). The dominant factor for overweight and obesity in the 10-12 year and 5-12 year age groups is the father's nutritional status (OR= 1,956, 95% CI=1,339-2,857 and OR=1,674, 95% CI=1,301-2,155). Education on balanced nutrition needs to be encouraged for parents and children to prevent and control obesity in children aged 5-12 years.
Read More
T-6943
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Amelia Hidayah; Pembimbing: Endang Laksminingsih Achadi; Penguji: Siti Arifah Pujonarti, Tiara Luthfie
Abstrak: Kejadian overweight dan obesitas pada anak usia sekolah di Jakarta Timur tahun 2013 tinggi jika dibandingkan dengan prevalensi overweight dan obesitas di Kota Bogor dan Kota Bekasi. Anak usia sekolah yang mengalami overweight sebelum menarche, 60% lebih berakibat pada kejadian obesitas dan memiliki risiko tinggi untuk mengalami penyakit diabetes mellitus serta dapat berlanjut menjadi penyakit kardiovaskular. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor dominan kejadian overweight dan obesitas pada siswa kelas 1 SD di Jakarta Timur tahun 2016. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan 157 siswa berusia 6-9 tahun dari 6 sekolah dasar di Jakarta Timur selama bulan MaretJuni 2016. Metode pengambilan data dilakukan dengan cara mengukur tinggi badan dengan microtoise dan berat badan siswa menggunakan timbangan digital merk camry serta pengisian kuesioner mandiri oleh orangtua siswa. Analisis yang digunakan yaitu analisis univariat dan bivariat serta analisis multivariat Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan jajan merupakan faktor dominan kejadian overweight dan obesitas pada siswa. Siswa yang memiliki kebiasaan jajan sering berisiko 4,9 kali untuk mengalami overweight dan obesitas dibandingkan siswa yang memiliki kebiasaan jajan jarang. Untuk itu perlu adanya program penyuluhan pemilihan makanan dan jajanan, membiasakan sarapan pagi dan membawa bekal bagi siswa dan orangtua. Kata kunci : Kebiasaan jajan, overweight dan obesitas, anak usia sekolah The prevalence of overwight and obesity among school-aged children in East Jakarta at 2013 was higer than Bogor and Bekasi. School-aged children who had overweight before menarche, more than 60% of them will be obese and increasing the risk to have diabetes mellitus type 2 and cardiovarcular disease. The aim of this study is to investigate snacking frequences as dominant factor related to over nutrition among school-aged children at first years elementry school in East Jakarta 2016. A cross sectional study was perform on 157 participant aged 6-8 in 6 elementry school in East Jakarta during March to June 2016. Data collected by measurement of height using microtoise, weight using camry digital scale and self administered quesionnaire by the mothers of children. The analysis that used in this study are univariate, bivariate and multivariate analysis. The result showed that snacking frequences is a dominant factor of over nutrition among school-aged children. The students who had snacking frequances > 3 times/day increase 4,9 times of risk become over nutrition compared with children who had ≤ 3 times/day snacking frequances. Reseacher suggest the parents to reduce snacking frequences, routine breakfast and bring food box to school for children. Key words: snacking frequences, overweight, obesity, children.
Read More
S-9176
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dini Kurniawati; Pembimbing: Sutanto Priyo Hastono; Penguji: Ahmad Syafiq, Christa Dewi, Siti Masitoh
Abstrak:

Obesitas merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat, termasuk di Indonesia. Pada anak dan remaja, obesitas dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti genetik, lingkungan, pola makan, dan status sosial ekonomi. Namun, penelitian yang secara khusus mengkaji obesitas pada kelompok usia ini masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi dan determinan obesitas pada anak dan remaja di Indonesia menggunakan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Desain penelitian ini adalah potong lintang, dengan sampel terdiri dari 115.053 anggota rumah tangga berusia 5–19 tahun yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil menunjukkan prevalensi obesitas sebesar 7,9% (95% CI 7,6–8,1). Faktor-faktor yang secara signifikan berhubungan dengan peningkatan risiko obesitas meliputi: jenis kelamin laki-laki [AOR 1,56; 95% CI 1,451–1,678], pendidikan ibu tinggi [AOR 1,197; 95% CI 1,106–1,296], ibu bekerja [AOR 1,14; 95% CI 1,063–1,223], tinggal di perkotaan [AOR 1,27; 95% CI 1,176–1,370], status ekonomi teratas [AOR 1,791; 95% CI 1,548–2,032], aktivitas fisik rendah [AOR 1,534; 95% CI 1,230–1,913], konsumsi makanan olahan lebih dari satu kali sehari [AOR 1,27; 95% CI 1,009–1,242], serta konsumsi buah dan sayur minimal satu porsi per hari [AOR 1,142; 95% CI 1,060–1,227]. Temuan ini menunjukkan bahwa intervensi promosi kesehatan yang menargetkan faktor-faktor tersebut penting untuk mencegah dan mengendalikan obesitas pada anak dan remaja di Indonesia.

Obesity is a global health problem with a steadily increasing prevalence, including in Indonesia. Among children and adolescents, obesity is influenced by various factors such as genetics, environment, dietary patterns, and socioeconomic status. However, research specifically focusing on obesity within this age group remains limited. This study aims to examine the prevalence and determinants of obesity among children and adolescents in Indonesia using data from the 2023 Indonesia Health Survey (SKI). A cross-sectional study design was employed, with a total sample of 115,053 household members aged 5–19 years who met the inclusion and exclusion criteria. The results showed an obesity prevalence of 7.9% (95% CI: 7.6–8.1). Factors significantly associated with increased obesity risk included: male gender [AOR 1.56; 95% CI: 1.451–1.678], higher maternal education [AOR 1.197; 95% CI: 1.106–1.296], working mothers [AOR 1.14; 95% CI: 1.063–1.223], urban residence [AOR 1.27; 95% CI: 1.176–1.370], highest socioeconomic status [AOR 1.791; 95% CI: 1.548–2.032], low physical activity [AOR 1.534; 95% CI: 1.230–1.913], consumption of processed food more than once a day [AOR 1.27; 95% CI: 1.009–1.242], and fruit and vegetable intake of at least one portion per day [AOR 1.142; 95% CI: 1.060–1.227]. These findings underscore the importance of targeted health promotion interventions addressing these factors to prevent and control obesity among children and adolescents in Indonesia.  


 

Read More
T-7372
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nadya Ulfa Tanjung; Pembimbing: Kusdinar Achmad; Penguji: Siti Arifah Pujonarti, Trini Sudiarti, Madanijah, Kresnawan Siti
T-4187
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Claudia Ester; Pembimbing: Fatmah; Penguji: Engkus Kusdinar Echmad, Hardinsyah
S-7844
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sharleen Callista Widjaja; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Diah Mulyawati Utari,Kusharisupeni Djokosujono
Abstrak:
Obesitas pada anak dan remaja merupakan masalah kesehatan masyarakat yang terus meningkat dan memerlukan deteksi dini menggunakan indikator antropometri yang akurat. Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U) WHO merupakan indikator yang paling umum digunakan, namun memiliki keterbatasan karena perubahan komposisi tubuh selama masa pertumbuhan. Tri-Ponderal Mass Index (TMI) dikembangkan sebagai alternatif yang dinilai lebih stabil pada anak dan remaja. Penelitian ini bertujuan membandingkan kinerja diagnostik TMI dan IMT/U WHO dalam menentukan obesitas pada anak dan remaja usia 5-18 tahun di Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang dengan data sekunder Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Sampel penelitian terdiri dari 191.454 anak dan remaja usia 5-18 tahun yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Kinerja diagnostik dievaluasi berdasarkan kelompok usia dan jenis kelamin. Hasil penelitian menemukan IMT/U WHO menunjukkan sensitivitas yang sangat tinggi pada sebagian besar kelompok usia dan jenis kelamin berdasarkan standar IOTF. TMI juga menunjukkan sensitivitas dan spesifisitas yang tinggi, terutama pada kelompok usia remaja. Nilai NPV kedua indikator sangat tinggi, sedangkan PPV TMI cenderung lebih rendah dibandingkan IMT/U WHO. Nilai AUC TMI meningkat seiring bertambahnya usia dengan performa terbaik pada kelompok usia 16-18 tahun. Meskipun nilai AUC IMT/U WHO secara umum lebih tinggi, perbedaan antara kedua indikator semakin kecil pada kelompok remaja. TMI dan IMT/U WHO sama-sama memiliki kemampuan yang baik dalam menentukan obesitas pada anak dan remaja. TMI berpotensi digunakan sebagai indikator alternatif yang sederhana dan praktis dalam skrining serta surveilans obesitas pada anak dan remaja di Indonesia.

Obesity in children and adolescents is a growing public health problem that requires early detection using accurate anthropometric indicators. The WHO Body Mass Index for Age is the most commonly used indicator, but it has limitations due to changes in body composition during growth. The Tri-Ponderal Mass Index (TMI) was developed as an alternative that is considered more stable in children and adolescents. This study aims to compare the diagnostic performance of TMI and WHO BMI in determining obesity in children and adolescents aged 5-18 years in Indonesia. This study used a cross-sectional design with secondary data from Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. The study sample consisted of 191,454 children and adolescents aged 5-18 years who met the inclusion and exclusion criteria. Diagnostic performance was evaluated by age group and sex. The study results found that WHO BMI demonstrated very high sensitivity in most age groups and sexes based on IOTF standards. TMI also demonstrated high sensitivity and specificity, especially in adolescents. The NPV values of both indicators were very high, while the PPV of TMI tended to be lower than that of WHO BMI. The AUC of the TMI increased with age, with the highest performance in the 16-18 age group. Although the AUC of WHO BMI was generally higher, the difference between the two indicators narrowed in the adolescent group. Both the TMI and the WHO BMI  both had good ability to determine obesity in children and adolescents. The TMI has the potential to be used as a simple and practical alternative indicator for screening and surveillance of obesity in children and adolescents in Indonesia.
Read More
S-12329
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Awalia Maharani; Pembimbing: Endang Laksminingsih Achadi; Penguji: Siti Arifah Pujonarti, Tiara Luthfie
Abstrak: Overweight dan obesitas pada anak usia sekolah erat kaitannya dengan risikoobesitas saat dewasa dan berlanjut menjadi penyakit tidak menular, sepertidiabetes mellitus tipe 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor dominanterhadap overweight dan obesitas pada siswa kelas 1 SD di Jakarta Selatan.Desain studi yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional yangmelibatkan 153 sampel kelas 1 usia 6-9 tahun di 6 SD di Jakarta Selatan.Pengukuran overweight dan obesitas menggunakan nilai Z-score indeks IMT/U.Hasil penelitian menunjukkan terdapat 32% siswa mengalami overweight danobesitas. Dari beberapa variabel yang diteliti, terdapat perbedaan bermaknakejadian overweight dan obesitas berdasarkan frekuensi konsumsi lemak,frekuensi konsumsi serat, aktivitas fisik, screen time, dan pekerjaan ibu. Analisismultivariat dengan menggunakan uji regresi logistik ganda menunjukkan screentime sebagai faktor dominan terhadap kejadian overweight dan obesitas setelahdikontrol dengan variabel frekuensi konsumsi lemak, frekuensi konsumsi serat,aktivitas fisik, pendidikan ibu, dan pekerjaan ibu. Berdasarkan hasil penelitian,disarankan bagi sekolah untuk memantau status gizi siswa. Orang tua siswadiharapkan untuk membatasi waktu anak untuk menonton TV, bermaingames/laptop/komputer di rumah dan mengajak anak untuk melakukan aktivitasdi luar rumah.Kata Kunci :Overweight dan obesitas, anak usia sekolah, IMT/U, screen time, aktivitas fisik
Overweight and obesity on school-age children associated with risk of obesity onadulthood and would be continued become non-communicable disease, such asDiabetes Mellitus type 2. The purpose of this study is to determine the dominantfactor of overweight and obesity on 1st grade elementary school students at SouthJakarta. This study used cross sectional design with 153 sampels amongelementary school students aged 6-9 years old at South Jakarta. In this study,overweight and obesity measured using Z-score index IMT/U. The result of thisstudy shows that 32% students are overweight and obesity and there weresignificant differences of overweight and obesity based on fat consumptionfrequency, fiber consumption frequency, physical activity, screen time, andmaternal employment. Multivariate analysis using multiple regression logicticshows that screen time as dominant factor of overweight and obesity aftercontrolled by fat consumption frequency, fiber consumption frequency, physicalactivity, and maternal education, maternal employment. According to these result,it was expected for school to monitor nutritional status of their studentsperiodically. Parents are suggested to control children‟s time for watching TV andplaying games/laptop/computer at home and they must consider to take theirchildren for outdoor activities.Key words :Overweight and obesity, school-age children, IMT/U, screen time, physicalactivity.
Read More
S-9220
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive