Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 6 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Mirna Nurasri Praptini; Pembimbing: Mondastri Korib Sudaryo; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Djoko Delima Wibisono
T-4486
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mai Debora Gultom; Pembimbing: Mondastri Korib Sudaryo; Penguji: Helda, Eris Lidya Purba, Ida Friska Br. Sagala
Abstrak: Penyakit ginjal Kronik telah menjadi perhatian karena semakin meningkat secara global baik insidensi, prevalensi, serta mortalitasnya. Berdasarkan data Riskesdas, PGK di provinsi Sumatera Utara yang meningkat dari 0,2% pada tahun 2013 menjadi 0,33% pada tahun 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan faktor risiko dominan penyakit penyakit ginjal kronik di RSUD dr. Djasamen Saragih Kota Pematangsiantar. Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan desain Kasus kontrol. Subjek penelitian sebanyak 505 pasien PGK yang di RSUD dr. Djasamen Saragih Kota Pematangsiantar dirawat dengan kasus sebanyak 101 pasien yang di diagnosis oleh dokter telah gagal ginjal kronik yang dapatkan dari rekam medis. Kontrol rumah sakit sebanyak 404 adalah pasien tanpa PGK. Kriteria Inklusi subjek penelitian adalah berusia ≥ 15 tahun dan data rekam medisnya lengkap. Kriteria eksklusi pada subjek penelitian dimana apabila riwayat transplantasi ginjal dimiliki oleh pasien dan pasien yang data rekam medisnya tidak lengkap. Hasil multivariat menunjukkan faktor risiko dominan PGK di RSUD dr. Djasamen Saragih Kota Pematangsiantaryaitu hipertensi (OR=4,63;95% CI: 2,69-7,99) dan asam urat (OR =5,46; 95% CI: 3,17-9,41). Upaya promotif dan deteksi dini faktor risiko sejak usia dini perlu ditingkatkan untuk memperkecil kejadian faktor risiko maupun penyakit ginjal kronik dan disarankan pihak Rumah Sakit dapat meningkatkan fasilitas dan kelengkapan data pasien, dan membentuk tim penyuluh kesehatan guna meningkatkan pengetahuan pasien yang berkunjung yang berhubungan dengan PGK
Chronic kidney disease had become a concern because of the increasing global incidence, prevalence, and mortality. Based on Riskesdas data, CKD in North Sumatra province increased from 0.2% in 2013 to 0.33% in 2018. This study aimed to determine the dominant risk factors for chronic kidney disease in Dr. RSUD. Djasamen Saragih, Pematang Siantar City. This study was an analytic observational study with a case-control design. The research subjects were 505 CKD patients who were treated at Dr. Djasamen Saragih Hospital, Pematangsiantar City, with a case of 101 patients who were diagnosed by doctors as having chronic kidney failure which were obtained from medical records. Hospital controls were 404 patients without CKD. The inclusion criteria of research subjects were 15 years old and complete medical record data. Exclusion criteria for research subjects where a history of kidney transplantation was owned by patients and patients whose medical record data was incomplete. The multivariate results showed that the dominant risk factors for CKD in Dr. Djasamen Saragih Hospital were hypertension (OR=4.63; 95% CI: 2.69-7.99) and gout (OR=5.46; 95% CI: 3.17). -9.41). Promotive efforts and early detection of risk factors from an early age need to be increase to minimize the incidence of risk factors and chronic kidney disease and it is suggest that the hospital can improve the facilities and completeness of patient data, and form a team of health educators to increase the knowledge of visiting patients related to CKD
Read More
T-6244
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Farida Arriyani; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Helda, Maria Irawati Simanjuntak, Arum Ambarsari
Abstrak:
Penyakit ginjal kronik (PGK) merupakan salah satu penyakit katastropik yang prevalensinya semakin meningkat dari tahun ke tahun di Indonesia. Penurunan fungsi ginjal dapat terjadi secara fisiologis seiring dengan bertambahnya usia seseorang, namun terdapat beberapa faktor risiko lain yang berhubungan dengan kejadian PGK. Penelitian terkait faktor risiko penyakit ginjal kronik masih terbatas khususnya pada populasi masyarakat di Jakarta. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan penyakit ginjal kronik stadium 3-5 di poli penyakit dalam RSUD Tarakan Jakarta tahun 2022. Penelitian ini menggunakan studi kasus-kontrol dengan sampel 129 kasus dan 129 kontrol yang diambil dari catatan rekam medis pasien poli penyakit dalam. Variabel yang diteliti antara lain usia, jenis kelamin, hipertensi, diabetes melitus, batu ginjal, obesitas, hiperkolesterolemia, LDL ≥ 130 mg/dl, HDL < 40 mg/dl dan hipertrigliseridemia. Hasil penelitian berdasarkan analisis multivariat menunjukkan faktor risiko jenis kelamin laki-laki (OR 2,04; 95% CI: 1,18-3,55), hipertensi (OR 3,98; 95% CI: 2,05-7,72), riwayat batu ginjal (OR 4,98; 95% CI: 1,70-14,57) dan kadar HDL < 40 mg/dl (OR 4,45; 95% CI: 1,57-12,62) memiliki hubungan yang bermakna terhadap kejadian penyakit ginjal kronik stadium 3-5 di poli penyakit dalam RSUD Tarakan Jakarta tahun 2022. Perlunya penyuluhan dan skrining terhadap penyakit tidak menular, konsumsi air putih yang cukup, aktifitas fisik rutin serta konsumsi makanan sehat yang seimbang diharapkan dapat mencegah terjadinya penyakit ginjal kronik.

Chronic kidney disease (CKD) is one of the catastrophic diseases with an increasing prevalence in Indonesia from year to year. The decline in kidney function can occur physiologically with advancing age, but there are several other risk factors associated with the occurrence of CKD. Research on the risk factors for chronic kidney disease is still limited, particularly in the population of Jakarta. The aim of this study is to determine the risk factors associated with chronic kidney disease stage 3-5 in the Internal Medicine Department of Tarakan Hospital Jakarta in 2022. This study employed a case-control design with a sample of 129 cases and 129 controls taken from the medical records of patients in the Internal Medicine Department. The variables examined included age, gender, hypertension, diabetes mellitus, kidney stones, obesity, hypercholesterolemia, LDL ≥ 130 mg/dl, HDL < 40 mg/dl, and hypertriglyceridemia. The results of the study based on multivariate analysis showed that male gender (OR 2.04; 95% CI: 1.18-3.55), hypertension (OR 3.98; 95% CI: 2.05-7.72), history of kidney stones (OR 4.98; 95% CI: 1.70-14.57), and HDL < 40 mg/dl (OR 4.45; 95% CI: 1.57-12.62) were significantly associated with the occurrence of chronic kidney disease stage 3-5 in the Internal Medicine Department of Tarakan Hospital Jakarta in 2022. The importance of health education and screening for non-communicable diseases, adequate water consumption, regular physical activity, and balanced diet are expected to prevent the occurrence of chronic kidney disease.
Read More
T-6640
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Joue Abraham Trixie Latupeirissa; Pembimbing: Mondastri Korib Sudaryo; Penguji: Ratna Djuwita, Ridho Ichsan Syaini
Abstrak:

Kematian pasien Penyakit Ginjal Kronik (PGK) pada usia dewasa yang menjalankan hemodialisis setelah tiga bulan adalah jarang. Namun, masih mungkin terjadi. Padahal layanan hemodialisis dibutuhkan seumur hidup. Tujuan studi ini adalah engetahui faktor – faktor risiko yang berhubungan dengan kematian pasien PGK usia dewasa yang menjalankan hemodialisis reguler. Metode yang digunakan adalah kasus kontrol tanpa pencocokkan dengan perbandingan 1:2. Uji statistik yang digunakan adalah regresi logistik. Faktor risiko yang berhubungan terhadap kematian adalah riwayat gagal jantung (OR = 2,3; IK 95% = 1,2 – 4,4; nilai p = 0,009), riwayat obstruksi pasca ginjal (OR = 3,5; IK 95% = 1,6 – 7,6; nilai p = 0,002), glukosa sewaktu ≥140 mg/dl (OR = 2,1; IK 95% = 1,2 – 3,6; nilai p = 0,011), Gangguan Ginjal Akut (GGA) (OR = 6,5; IK 95% = 3,8 – 11,1; nilai p = 0,000), dan Indeks Massa Tubuh (IMT) <18,5 kg/mm2 (OR = 3,0; IK 95% = 1,2 – 7,6; nilai p = 0,019).
Faktor – faktor risiko yang berhubungan dengan kematian pasien PGK pada usia dewasa yang menjalankan hemodialisis reguler adalah riwayat gagal jantung, riwayat obstruksi pasca ginjal, glukosa sewaktu ≥140 mg/dl, GGA, dan IMT <18,5 kg/mm2


Mortality of Chronic Kidney Disease (CKD) patients in adults undergoing hemodialysis after three months is rare. However, it is still possible. Even though hemodialysis services are needed for life. The objective of this study is to determine the risk factors associated with the death of adult CKD patients undergoing regular hemodialysis. The study design was unmatched control case with a ratio of 1:2. The statistical test used was logistic regression. Risk factors were history of heart failure (OR = 2.3; CI 95% = 1.2 – 4.4; p value = 0.009), history of obstruction post renal (OR = 3.5; CI 95% = 1.6 – 7.6; p value = 0.002), random glucose ≥140 mg/dl (OR = 2.1; CI 95% = 1.2 – 3.6; p value= 0.011), Acute Kidney Injury (AKI) (OR = 6.5; CI 95% = 3.8 – 11.1; p value = 0.000), and Body Mass Index

 

Read More
T-7211
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ira Susanti Haryoso; Pembimbing: Lhuri Dwianti Rahmartani; Penguji: Sudarto Ronoatmodjo, Jeremia Immanuel Siregar
Abstrak:
ABSTRAK
Latar Belakang: Penyakit ginjal kronik (PGK) merupakan salah satu komplikasi mikrovaskular utama pada pasien diabetes melitus (DM) tipe 2 yang meningkatkan morbiditas dan mortalitas. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi determinan independen PGK pada pasien DM tipe 2 di Puskesmas Menteng periode 2024–2025. Metode: Penelitian observasional analitik dengan desain potong lintang menggunakan data sekunder rekam medis elektronik pasien DM tipe 2 di Puskesmas Menteng periode 2024–2025. Sebanyak 462 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi diikutsertakan dalam penelitian. Analisis dilakukan menggunakan regresi Poisson dengan robust variance untuk memperoleh adjusted prevalence ratio (aPR) dan confidence interval (CI) 95%. Hasil: Sebanyak 338 responden (73,16%) mengalami PGK. Pasien berusia ≥60 tahun memiliki prevalensi PGK 1,46 kali lebih tinggi dibandingkan pasien berusia
ABSTRACT 
Background: Chronic kidney disease (CKD) is one of the major microvascular complications in patients with type 2 diabetes mellitus (T2DM), contributing to increased morbidity and mortality. This study aimed to identify the independent determinants of CKD among patients with T2DM at Menteng Primary Health Center during 2024–2025. Methods: An analytical observational study with a cross-sectional design was conducted using secondary data from electronic medical records of patients with T2DM at Menteng Primary Health Center during 2024–2025. A total of 462 participants who met the inclusion and exclusion criteria were included in the study. Data were analyzed using Poisson regression with robust variance to estimate adjusted prevalence ratios (aPRs) and 95% confidence intervals (95% CIs). Results: A total of 338 participants (73.16%) had CKD. Participants aged ≥60 years had a 1.46-fold higher prevalence of CKD than those aged
Read More
T-7680
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Afifah Ika Kurniawati; Pembimbing: Siti Arifah Pujonarti; Penguji: Asih Setiarini, Triyani Kresnawan
Abstrak:
Penyakit Ginjal Kronik memberikan berbagai dampak buruk pada tingkat individu maupun nasional dan prevalensinya mengalami kenaikan. Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi dan faktor dominan Penyakit Ginjal Kronik pada usia produktif (19-60 tahun) di Indonesia tahun 2018 dari analisis data Riskesdas 2018. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dan dilakukan pada bulan Maret-Juli 2023. Populasi penelitian adalah penduduk usia produktif (19-60 tahun) di Indonesia dengan jumlah sampel sesuai kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 9400 orang. Variabel penelitian terdiri dari karakteristik demografi (usia dan jenis kelamin), penyakit tidak menular (diabetes melitus, hipertensi, dan obesitas), serta gaya hidup (merokok, konsumsi minuman berkarbonasi, konsumsi minuman berenergi, dan aktivitas fisik). Data penelitian dianalisis secara bivariat dan multivariat menggunakan uji chi square dan binary logistic regression. Prevalensi Penyakit Ginjal Kronik pada usia produktif (19-60 tahun) di Indonesia tahun 2018 adalah 1,7%. Hasil uji statistik menunjukkan ada hubungan antara usia (p=0,000), diabetes melitus (p=0,001), hipertensi (p=0,000), obesitas (p=0,004), serta konsumsi minuman berkarbonasi (p=0,047) dengan kejadian penyakit ginjal kronik pada usia produktif (19-60 tahun). Hasil uji statistik multivariat menunjukkan bahwa usia OR 3,709 (95% CI: 2,325-5,919) merupakan faktor paling dominan berhubungan dengan kejadian Penyakit Ginjal Kronik pada usia produktif (19- 60 tahun) di Indonesia tahun 2018. Saran utama yang dapat diberikan untuk mengurangi kejadian Penyakit Ginjal Kronik pada usia produktif, yaitu mengoptimalkan program pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM), termasuk Penyakit Ginjal Kronik dan faktor-faktornya.

Chronic Kidney Disease has various impacts at the individual and national levels. The prevalence of this disease is also rising. This thesis aims to determine the prevalence and dominant factors of Chronic Kidney Disease in productive age (19-60 years old) in Indonesia in 2018 from the 2018 Riskesdas data analysis. This study was conducted in March-July 2023 using a cross-sectional design. The study population was Indonesian at productive age (19-60 years old) with a total sample of 9400 people. The study variables include demographic characteristics (age and gender), non-communicable diseases (diabetes mellitus, hypertension, and obesity), and lifestyle (smoking, consumption of carbonated drinks, consumption of energy drinks, and physical activity). The data were analyzed using chi-square and binary logistic regression. The prevalence of Chronic Kidney Disease in productive age (19-60 years) in Indonesia in 2018 was 1.7%. Bivariate analysis showed that there was a relationship between age (p=0.000), diabetes mellitus (p=0.001), hypertension (p=0.000), obesity (p=0.004), and carbonated drinks consumption (p=0.047) with the incidence of chronic kidney disease at productive age (19-60 years old). Multivariate analysis shows that age OR 3.709 (95% CI: 2.325-5.919) is the most dominant factor associated with the incidence of Chronic Kidney Disease in productive age (19-60 years) in Indonesia in 2018. Based on the evidence, the suggestion to prevent Chronic Kidney Disease is to optimize Non-Communicable Disease (NCD) prevention programs, including Chronic Kidney Disease and its factors.
Read More
S-11441
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive