Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 14 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Indra Joko Mulyono; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Penguji: Kurnia Sari, Takdir Mostavan
B-1367
Depok : FKM UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mohammad Hifni; Pembimbing: Izhar M. Fihir; Penguji: Dadan Erwandi, Raden Dimas Tanudatar
S-7975
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Adam Wahyudi; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: Kurniasari, Deddy Ferry Rachmat Santoso
S-8253
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yeninda Harumsari; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Mieke Savitri, Ni Made Diah Permata
S-8423
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Esti Styowati Masyukuroh Nur Rahmawati; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Hendra; Yuni Kusminanti
Abstrak: PENELITIAN INI MEMBAHAS FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL YANG MEMPENGARUHI PERSEPSI KESELAMATAN BERKENDARA SEPEDA MOTOR PADA MAHASISWA FKM UI. FAKTOR INTERNAL BERUPA PENGETAHUAN, PENGALAMAN, DAN MOTIVASI KESELAMATAN BERKENDARA, FAKTOR EKSTERNAL ADALAH KONDISI LINGKUNGAN, PENGARUH TEMAN SEBAYA, DAN KEBIJAKAN UI DENGAN MENGGUNAKAN KUESIONER. DESAIN PENELITIAN ADALAH CROSS SECTIONAL. SAMPEL ADALAH 69 MAHASISWA YANG BERKENDARA SEPEDA MOTOR. HASIL PENELITIAN MENUNJUKKAN PERSEPSI BAIK, YAITU MENGGANGGAP KESELAMATAN BERKENDARA ITU PENTING. FAKTOR INTERNAL YANG PALING DOMINAN YAITU PENGALAMAN, SEDANGKAN SEDANGKAN FAKTOR ESKTERNAL ADALAH KONDISI LINGKUNGAN, PENGARUH TEMAN SEBAYA, DAN KEBIJAKAN UI. PERLU MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN MOTIVASI KESELAMATAN BERKENDARA SEPEDA MOTOR SEPERTI SOSIALISASI DAN PEMILIHAN DUTA SAFETY.

THIS STUDY DISCUSSED THE INTERNAL AND EXTERNAL FACTORS THAT AFFECTED THE PERCEPTION OF MOTORCYCLE SAFETY DRIVING IN FKM UI STUDENTS. INTERNAL FACTORS SUCH AS KNOWLEDGE, EXPERIENCE, AND DRIVING SAFETY MOTIVATION, EXTERNAL FACTORS WERE ENVIRONMENTAL CONDITIONS, PEER INFLUENCE, AND UI POLICY BY USED QUESTIONNAIRES. THE STUDY DESIGN WAS CROSS-SECTIONAL. THE SAMPLE WAS 69 STUDENTS WHO DRIVE MOTORCYCLES. THE RESULTS SHOWED GOOD PERCEPTION, THAT WAS CONSIDERING THE SAFETY OF DRIVING WAS IMPORTANT. AN INTERNAL FACTOR WAS THE MOST DOMINANT EXPERIENCED, WHILE EXTERNAL FACTORS WERE ENVIRONMENTAL CONDITIONS, PEER INFLUENCE, AND UI POLICY. NEED TO IMPROVED THE KNOWLEDGE AND MOTIVATION OF MOTORCYCLE SAFETY DRIVING SUCH AS SOCIALIZATION AND SELECTION OF AMBASSADORS OF SAFETY KEYWORDS: PERCEPTIONS OF SAFETY DRIVING, INTERNAL FACTOR, EXTERNAL FACTOR.
Read More
S-9522
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Liana Rica Mon Via; Pembimbing: Mondastri Korib Sudaryo; Penguji: Syahrizal, Rizky Hasby, B. Bayu Sabdo Kusumo
Abstrak: HIV masih menjadi masalah kesehatan global. Pelanggan WPS merupakan salah satu populasi kunci penyebaran HIV. Penggunaan kondom secara konsisten menjadi cara efektif pencegahan HIV dan IMS pada kelompok ini. Angka konsistensi penggunaan kondom kelompok ini masih rendah, yaitu: 35,82% pada konsistensi kategori 1 (selalu atau sering menggunakan kondom), dan 21,10% pada konsistensi kategori 2 (selalu menggunakan kondom). Konsistensi penggunaan kondom dipengaruhi beberapa faktor salah satunya adalah persepsi berisiko tertular HIV. Pada kelompok pelanggan diketahui yang mempunyai persepsi merasa berisiko tertular HIV adalah 45,37%. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif desain cross sectional untuk mengetahui hubungan persepsi berisiko tertular HIV dengan konsistensi penggunaan kondom pada pelanggan WPS yang menggunakan data STBP 2018-2019, dilaksanakan di 24 kabupaten/ kota di 16 provinsi di Indonesia pada tahun 2018 sampai 2019 dengan jumlah sampel sebanyak 4743 orang. Hasil penelitian menunjukkan: pada konsistensi penggunaan kondom kategori 1, terdapat hubungan signifikan antara persepsi berisiko tertular HIV dengan konsistensi penggunaan kondom dimana pelanggan WPS yang memiliki persepsi merasa berisiko tertular HIV memiliki kecenderungan 1,60 kali lebih tinggi untuk konsisten menggunakan kondom saat berhubungan seks dibandingkan yang memiliki persepsi merasa tidak berisiko setelah dikontrol oleh variabel umur pertama kali berhubungan seks dan pengetahuan tentang efektivitas kondom (PR=1,60, 95% CI=1,28-1,99). Sedangkan pada konsistensi penggunaan kondom kategori 2, terdapat hubungan signifikan antara persepsi berisiko tertular HIV dengan konsistensi penggunaan kondom dimana pelanggan WPS yang memiliki persepsi merasa berisiko tertular HIV memiliki kecenderungan 1,46 kali lebih tinggi untuk konsisten menggunakan kondom saat berhubungan seks dibandingkan yang memiliki persepsi merasa tidak berisiko setelah dikontrol oleh variabel umur pertama kali berhubungan seks dan pengetahuan tentang efektivitas kondom (PR=1,46, 95% CI=1,10-1,94). Pemberlakuan perda kewajiban kondom di lokalisasi dengan sanksi yang tegas disertai kerjasama sinergis antar lintas sektor, updating pemetaan berkala lokalisasi yang belum terjangkau disertai penyuluhan tentang HIV/ AIDS dan efektivitas kondom, diseminasi informasi untuk membentuk persepsi berisiko dan perilaku konsisten menggunakan kondom, penerapan manajemen penyediaan kondom di lokalisasi perlu dipertimbangkan untuk mengurangi kejadian HIV terutama di kelompok pelanggan WPS.
HIV is still a global health problem. FSW customers are one of the key populations spreading HIV. Consistent condom use is an effective way of preventing HIV and STI in this group. The consistency rate of condom use in this group is still low, namely: 35.82% in category 1 consistency (always or often using condoms), and 21.10% in category 2 consistency (always using condoms). The consistency of condom use is influenced by several factors, one of which is the perception of risk of contracting HIV. In the group of known customers who have a perception of feeling at risk of contracting HIV is 45.37%. This study is a quantitative cross-sectional design study to determine the relationship between perception of risk of contracting HIV with consistency of condom use in FSW customers using IBBS data 2018-2019, carried out in 24 regencies/cities in 16 provinces in Indonesia from 2018 to 2019 with a total sample of 4743 people. The results showed: in the consistency of category 1 condom use, there was a significant relationship between the perception of risk of contracting HIV and the consistency of condom use where FSW customers who had a perception of feeling at risk of contracting HIV had a 1.60 times higher tendency to consistently use condoms during sex than those who had a perception of feeling no risk after being controlled by the age variable of first intercourse sex and knowledge of condom effectiveness (PR=1.60, 95% CI=1.28-1.99). Meanwhile, in the consistency of category 2 condom use, there was a significant relationship between the perception of risk of contracting HIV and the consistency of condom use where FSW customers who had a perception of feeling at risk of contracting HIV had a 1.46 times higher tendency to consistently use condoms during sex than those who had a perception of feeling no risk after being controlled by age variables for the first time having sex and knowledge of condom effectiveness (PR=1.46, 95% CI=1.10-1.94). The implementation of mandatory condom localization bylaws with strict sanctions accompanied by synergistic cooperation between cross-sectors, updating the periodic mapping of unreached localizations accompanied by counseling on HIV/AIDS and condom effectiveness, dissemination of information to form risk perceptions and consistent behavior using condoms, the implementation of condom provision management in localization needs to be considered to reduce the incidence of HIV especially in FSW customer groups.
Read More
T-6683
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wahyu Kusuma Wardani; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Baiduri Widanarko, Edo Irnanda
Abstrak: Persepsi karyawan terhadap implementasi sistem manajemen K3 adalah pandangan karyawan terhadap apa yang diberikan perusahaan yang bertujuan agar karyawan terjamin keselamatan dan kesehatan kerjanya. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi karyawan terhadap implementasi sistem manajemen K3 di PT X. PT. X merupakan perusahaan distributor alat berat yang memiliki tingkat bahaya dan risiko yang cukup tinggi bagi karyawan yang bekerja di lapangan. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik. Dengan jumlah responden yang terlibat dalam penelitian ini sebanyak 133 orang. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan kuesioner. PT. X telah menerapkan sistem manajemen K3 di seluruh area kerjanya dengan mengintegrasikannya berdasarkan OHSAS 18001 dan PP No.50 tahun 2012.
 
Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa persepsi karyawan PT. X terhadap implementasi sistem manajemen K3 secara umum masih kurang baik. Dari hasil kuesioner diperoleh bahwa dari 133 responden yaitu sebanyak 69 orang (51,9%) memiliki persepsi kurang baik tentang implementasi sistem manajemen K3 dan 64 orang (48,1%) yang memiliki persepsi baik tentang implementasi sistem manajemen K3. Disarankan agar perusahaan memberikan sosialisasi kepada seluruh karyawan tentang SMK3 khususnya mengenai manfaat penerapan SMK3 bagi perusahaan, peran serta karyawan dalam penerapan SMK3.
 
Meninjau kembali dan menginformasikan kepada karyawan tentang pencapaian tujuan, sasaran dan program-program K3 dalam pertemuan tinjauan manajemen. Mendeskripsikan dengan jelas tugas dan fungsi masing ? masing anggota P2K3 serta meningkatkan pengawasan terhadap kehadiran pengurus terhadap rapat-rapat yang diadakan sehingga pelaksanaan SMK3 oleh P2K3 dapat lebih efektif. Serta menjaga kesinambungan pelaksanaan SMK3 yang telah ada di perusahaan sehingga senantiasa diperoleh tempat kerja yang aman, nyaman, sehat dan produktifitas dapat ditingkatkan.
 

Employee perceptions of implementation occupational health and safety management system (OHSMS) is the view of employees to what is given the company aims to secure the safety and health of employees work. The main objective of this study was to determine the employees' perception of the implementation occupational health and safety management system at PT. X. PT. X is a heavy equipment distributor that has the level of hazard and risk is quite high for employees working in the field. This research is descriptive analytic. With the number of respondents involved in this study as many as 133 people. This study was conducted using questionnaires. PT. X has implemented an occupational health and safety management system throughout the work area by integrating based on OHSAS 18001 and PP 50 in 2012.
 
The results of the study showed that the employees perceptions of implementation occupational health and safety management system at PT. X in general is still not good. From the questionnaire results showed that of the 133 respondents as many as 69 people (51.9%) had a poor perception of the implementation of OHSMS and 64 (48.1%) who have a good perception of the implementation of OHSMS. It is recommended that the company provide socialization of all employees about the benefits of applying OHSMS especially for the company, the participation of employees in the application of OHSMS.
 
Reviewing and inform employees about the achievement of goals, objectives and OHS programs in management review meetings. Describe clearly the duties and functions of each member Committe of OHS and increasing supervision of the presence of officials of the meetings are held so that the implementation OHSMS by committee can be more effective. As well as maintain the continuity of the implementation OHSMS that already exist in the company so always obtained workplace that is safe, comfortable, healthy and productivity can be improved.
Read More
S-9200
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mayline Angela Hutahayan; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Ascobat Gani, Bram Burmanajaya, Vitirie Winastri
Abstrak:
Wabah COVID-19 merupakan pandemi internasional sehingga menjadi salah satu faktor menurunnya ekonomi dunia dan telah banyak merubah pola hidup, sistem hidup dan kehidupan manusia. Peningkatan jumlah kasus yang dikonfirmasi dan jumlah kematian akibat COVID-19 menjadi tantangan yang besar bagi sistem pelayanan kesehatan. Banyaknya rumah sakit yang dijadikan sebagai pusat rujukan tentu membuat rumah sakit harus memperhatikan kualitas pelayanan yang diberikan kepada pasien. Berdasarkan wawancara yang dilakukan pada bagian Humas dan Pelayanan bahwa sejak mewabahnya COVID-19 membuat penurunan jumlah kunjungan pasien, dan dari data kunjungan pasien di Rawat Jalan dari tahun 2019 hingga tahun 2020 mengalami penurunan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan pelaksanaan perlindungan COVID-19 dengan persepsi pasien terhadap kualitas pelayanan di ruang rawat jalan RSUD Kota Bogor tahun 2021. Adapun penelitian ini mengambil sebanyak 436 sampel sebagai responden dan kuisioner yang digunakan telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Pada penelitian ini jumlah responden wanita lebih banyak dari pada laki-laki dengan persentase 41,3% dan laki-laki sebanyak 33,9% dan sisanya tidak disebutkan. Secara keseluruhan 39,32% responden sangat setuju dan 38,93% responden setuju dengan pernyataan pada variabel perlindungan COVID-19. Sebanyak 49,31% responden setuju dan sangat setuju dengan kualitas pelayanan yang baik di RSUD Kota Bogor. Analisis Bivariat yang dilakukan antara perlindungan COVID-19 dengan kualitas pelayanan memiliki tingkat keeratan hubungan yang kuat dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,665. Adapun subvariabel pada variabel perlindungan COVID-19 yang memiliki hubungan paling kuat dengan kualitas pelayanan adalah subvariabel Penggunaan Masker memiliki tingkat keeratan 0,688 atau memiliki hubungan yang kuat. Analisis Multivariat yang dilakukan memperlihatkan bahwa adanya peningkatan hubungan perlindungan COVID-19 dan kualitas pelayanan setelah dikontrol oleh usia dan pendidikan dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,923 atau memiliki hubungan yang sangat kuat.

The COVID-19 outbreak is an international pandemic that has become one of the factors in the decline of the world economy and has changed the pattern of life, living systems, and human life. The increase in the number of confirmed cases and the number of deaths from COVID-19 poses a major challenge to the health care system. The number of hospitals that serve as referral centers certainly makes hospitals have to pay attention to the quality of services provided to patients. Based on interviews conducted at the Public Relations and Services section, since the outbreak of COVID-19, the number of patient visits has decreased, and from the data on patient visits in Outpatient from 2019 to 2020, it has decreased. This study aims to analyze the relationship between the implementation of COVID-19 protection and patient perceptions of service quality in the outpatient ward of the Bogor City Hospital in 2021. This study took 436 samples as respondents and the questionnaire used was tested for validity and reliability. In this study, the number of female respondents was more than that of men with a percentage of 41.3% and men as much as 33.9% and the rest were not mentioned. Overall, 39.32% of respondents strongly agree and 38.93% of respondents agree with the statement on the Covid-19 protection variable. As many as 49.31% of respondents agree and strongly agree with the good quality of service at the Bogor City Hospital. The bivariate analysis between covid-19 protection and service quality has a strong correlation with a correlation coefficient of 0.665. The sub-variable on the covid-19 protection variable that has the strongest relationship with service quality is the sub-variable of the use of masks, which has a closeness level of 0.688 or has a strong relationship. The multivariate analysis conducted showed that there was an increase in the relationship between COVID-19 protection and service quality after controlling for age and education with a correlation coefficient of 0.923 or a very strong relationship.
Read More
T-6908
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ayu Swastika Harini; Pembimbing: Izhar M. Fihir; Penguji: Robiana Modjo, Bhara Raharja
S-6790
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhammad Firdaus Sriyadi; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Fatma Lestari, Yuni Kusminanti
Abstrak: ipa tegak, sprinkler, alat pemadam api ringan (APAR), bahan bangunan, dan konstruksi bangunan gedung dalam menghadapi bahaya kebakaran. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengukur tingkat pengetahuan dan persepsi pekerja terhadap alat proteksi kebakaran serta menjelaskan ketersediaan dana yang dialokasikan UI untuk penyediaan alat proteksi kebakaran. Jenis penelitian bersifat deskriptif observasional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 37 pekerja. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan tiga dari enam alat proteksi kebakaran aktif yang diteliti dalam keadaan tidak aktif. Alat proteksi kebakaran yang tidak aktif adalah detektor, alarm, dan sprinkler. Sedangkan alat proteksi kebakaran yang aktif adalah hidran, sistem pipa tegak, dan APAR. Bahan bangunan dan konstruksi bangunan siap dalam menghadapi bahaya kebakaran. Tingkat pengetahuan pekerja terhadap alat proteksi kebakaran dalam kategori baik, sedangkan tingkat persepsi pekerja terhadap alat proteksi kebakaran dalam kategori kurang baik. Belum ada alokasi dana dari UI untuk penyediaan alat proteksi kebakaran. Disarankan kepada pihak UI, K3 gedung X, dan K3L UI untuk saling berkoordinasi memperbaiki sistem proteksi kebakaran di gedung X UI.
Kata kunci : alat proteksi kebakaran, pengetahuan dan persepsi pekerja, alokasi dana
Read More
S-9592
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive