Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 6 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Widi Aulia Ardani; Pembimbing: Kartika Anggun Dimar Setio; Penguji: Wahyu Kurnia, Suratno
Abstrak: Salah satu kelompok sumber daya manusia yang berpengaruh dalam pembangunan suatu negara adalah kelompok remaja. Banyak masalah kesehatan yang terjadi sejalan dengan perkembangan yang terjadi pada remaja, salah satunya adalah masalah gizi remaja. Menurut WHO, remaja di negara berkembang mengalami kurang gizi, sehingga dapat menyebabkan mereka mudah terserang penyakit dan berisiko mengalami kematian dini. Namun, disisi lain juga terjadi peningkatan angka kejadian berat badan berlebih dan obesitas pada negara pendapatan rendah hingga tinggi. Terjadinya masalah gizi pada remaja sangat erat kaitannya dengan perilaku makan remaja. Perilaku makan adalah perilaku normal yang berkaitan dengan kebiasaan makan, cara memilih makanan dan jumlah konsumsinya. Sarapan merupakan salah satu penerapan dari perilaku makan yang baik, namun seringkali remaja tidak melakukan hal tersebut. Sehingga, mempengaruhi kondisi kesehatan mereka. Terdapat banyak faktor yang dapat mempengaruhi perilaku sarapan pada remaja.. Tujuan dari penelitian ini adalah melihat gambaran perilaku sarapan remaja kelas X SMAIT Nurul Fikri dan determinan-determinan yang mempengaruhinya melalui kerangka theory planned of behaviour. Desain penelitian yang digunakan adalah crosss sectional yang dilakukan terhadap sampel penelitian sebesar 100 orang siswa/i yang ditentukan dengan stratified random sampling. Analisis dilakukan dengan metode chi-square. Penelitian dilakukan dari maret-juni 2019. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner. Hasil penelitian menemukan bahwa responden yang memiliki perilaku sarapan baik hanya 22% dari total responden. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengetahuan, sikap, self-efficacy, dan intensi berhubungan dengan perilaku sarapan remaja kelas X SMAIT Nurul Fikri tahun 2019. Oleh karena itu diperlukan kerja sama antara pihak sekolah dengan klinik Yayasan untuk memberikan intervensi terkait peningkatan kebiasaan perilaku sarapan pada warga sekolah terutama siswa dan siswi.
Read More
S-10201
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Amalia Mahmudah; Pembimbing: Dian Ayubi; Penguji: Caroline Endah Wuryaningsih, Marjuki
Abstrak:
Saat ini, Indonesia tengah menghadapi tiga permasalahan utama terkait gizi, yaitu kekurangan gizi, kelebihan gizi, serta kekurangan mikronutrien. Anemia masih menjadi salah satu isu kesehatan yang perlu mendapat perhatian. Remaja putri, khususnya siswi sekolah, merupakan kelompok yang rentan mengalami anemia defisiensi besi. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti menstruasi yang berlangsung setiap bulan dan pola diet yang kurang tepat. Oleh karena itu, perilaku pencegahan anemia harus mulai diterapkan sejak dini agar tidak menimbulkan dampak kesehatan jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi perilaku pencegahan anemia pada siswi SMKN 37 Jakarta. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan metode cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 110 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan uji chi square untuk mengetahui hubungan antara variabel-variabel dengan perilaku pencegahan anemia di SMKN 37 Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 54,5% responden memiliki perilaku pencegahan anemia yang baik. Pengetahuan (p = 1,00), sikap (p = 0,001), norma subyektif (p = 0,47), dan persepsi perilaku terkontrol (p = 0,001) diuji dalam penelitian ini. Sikap dan persepsi perilaku terkontrol terbukti memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku pencegahan anemia. Oleh karena itu, diperlukan dukungan dari berbagai pihak untuk meningkatkan promosi pencegahan anemia guna menumbuhkan kesadaran dan perilaku pencegahan anemia di kalangan remaja putri.


Currently, Indonesia is facing three major nutritional challenges: undernutrition, overnutrition, and micronutrient deficiencies. Anemia remains a significant public health issue that requires attention. Female adolescents, especially school-aged girls, are particularly susceptible to iron deficiency anemia. This vulnerability is due to several factors, including monthly menstruation and improper dietary habits. Therefore, it is important to instill preventive behaviors against anemia from an early age to avoid long-term health consequences. This study aims to analyze the determinants influencing anemia prevention behaviors among female students at SMKN 37 Jakarta. The research employed a quantitative approach with a cross-sectional design. A total of 110 participants were selected using purposive sampling. Data analysis was conducted using the chi-square test to examine the relationship between various factors and anemia prevention behaviors at SMKN 37 Jakarta. The results showed that 54.5% of respondents demonstrated good anemia prevention behaviors. The study assessed knowledge (p = 1.00), attitude (p = 0.001), subjective norms (p = 0.47), and perceived behavioral control (p = 0.001). Attitude and perceived behavioral control were found to have a significant relationship with anemia prevention behaviors. Therefore, support from various stakeholders is needed to promote anemia prevention and raise awareness among female adolescents.
Read More
S-12132
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Inayah Mahanani Nanda Sulistiyono; Pembimbing: Dian Ayubi; Penguji: Tri Krianto, Siti Muhimatul Munawaroh
Abstrak:
Perilaku yang mengarah kepada seks pranikah pada remaja dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti kehamilah tidak diinginkan, infeksi menular seksual, hingga HIV/AIDS.  Terdapat tiga kematian bayi di Puskesmas Depok Utara sepanjang tahun 2025 akibat kehamilan tidak diinginkan yang merupakan dampak dari perilaku yang mengarah kepada seks pranikah pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku yang mengarah kapada seks pranikah pada remaja usia 15-19 tahun di wilayah kerja Puskesmas Depok Utara berdasarkan Theory of Planned Behaviour. Desain penelitian yang digunakan adalah desain cross-sectional dengan jumlah sampel 140 responden. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode convenience sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang diisi secara mandiri oleh responden dan data dianalisis menggunajan uji korelasi spearman. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara sikap terhadap perilaku (rs = 0,183; p = 0,03), norma subjektif (rs = 0,343; p = 0,001), dan intensi (rs = 0,187; p = 0,027) dengan perilaku yang mengarah kepada seks pranikah. Tidak terdapat hubungan signifikan antara variabel persepsi kontrol perilaku terhadap perilaku yang mengarah kepada seks pranikah (p >0,05). Upaya yang dapat dilakukan adalah intervensi yang melibatkan lingkungan sosial remaja, seperti teman sebaya, orang tua dan guru.

Behaviors leading to premarital sexual activity among adolescents may have serious adverse consequences, including unintended pregnancy, sexually transmitted infections (STIs), and HIV/AIDS. Three infant deaths were reported in 2025 in the Puskesmas Depok Utara as a consequence of unintended pregnancies associated with adolescents' behaviors leading to premarital sexual activity. This study aimed to examine the factors associated with behaviors leading to premarital sexual activity among adolescents aged 15–19 years in the catchment area of the North Depok Community Health Center based on the Theory of Planned Behaviour (TPB). This study employed a cross-sectional design involving 140 adolescents selected through convenience sampling. Data were collected using a self-administered questionnaire and analyzed using Spearman's rank correlation test. The findings demonstrated significant positive correlations between attitude toward the behavior (rs = 0.183, p = 0.030), subjective norm (rs = 0.343, p = 0.001), and intention (rs = 0.187, p = 0.027) with behaviors leading to premarital sexual activity. However, no significant association was found between perceived behavioral control and behaviors leading to premarital sexual activity (p > 0.05). These findings suggest that adolescents' social environment, particularly peers, parents, and teachers, plays an important role in shaping behaviors related to premarital sexual activity. Therefore, interventions aimed at preventing premarital sexual behavior among adolescents should actively involve these key social influences.
Read More
S-12417
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Shinantya Ratnasari; Pembimbing: Diah Mulyawati Utari; Penguji: Trini Sudiarti, Asih Setiarini, Lestari Kusuma Wardhani, Salimar
Abstrak: Tesis ini mengkaji hubungan intensi ibu terhadap asupan dan status gizianak di dua sekolah dengan status sosial menengah ke atas dan ke bawah.Tujuannya untuk mengetahui gambaran faktor-faktor pembentuk intensi dantingkah laku serta hubungannya dengan asupan dan status gizi anak. Faktor-faktoritu terdiri atas sikap, norma subjektif, perceived behavioral control (PBC).Asupan gizi mencakup asupan energi, protein, frekuensi konsumsi buah dansayur. Status gizi anak diukur menggunakan indikator indeks antropometri TB/Udan BB/U. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain studicros sectional. Responden penelitian terdiri atas 67 orang, mencakup 33 orangdari sekolah X dan 34 orang dari sekolah Y. Data dianalisis menggunakan teknik korelasi Spearman Rank Order dan uji perbedaan menggunakan teknik Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan yang bermaknaantara sikap, norma subyektif, dan intensi ibu dengan asupan dan status gizi, tetapiada korelasi positif antara PBC dan asupan energi anak. Hasil juga menunjukkan bahwa intensi ibu dari Sekolah Y lebih tinggi dari ibu di Sekolah X. Hasilmenunjukkan bahwa ibu yang memiliki intensi memberi makanan sehat lebih tinggi memiliki kecenderungan memberikan makanan sehat yang lebih tinggi dari pada ibu yang memiliki intensi memberi makanan sehat yang lebih rendah.Peneliti menyarankan untuk meningkatkan persepsi kontrol pada para ibu untuk memberi makanan sehat melalui peningkatan self-efficacy, mengembangkan strategi penyediaan bahan mentah, dan meningkatkan keterampilan memasak.Kata kunci:Intensi ibu, asupan gizi, status gizi, theory of planned behavior.
Read More
T-4178
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ervon Veriza; Pembimbing: Dian Ayubi; Penguji: Zarfiel Tafal, Dadan Erwandi, Dewi Kartini Sari, Yulia Sri Bono Widyastuti
T-3370
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Clara Nurlailya Putri; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Dien Anshari, Eflita Meiyetriani
Abstrak:
Obesitas meningkat dari tahun ke tahun baik di tingkat dunia maupun di Indonesia terutama pada anak-anak dan remaja. Di Indonesia, jika dibandingkan dengan anak-anak, peningkatan obesitas jauh lebih besar pada remaja. Satu diantara faktor risiko lain penyebab obesitas adalah konsumsi makanan cepat saji yang sering. Penelitian ini membahas hubungan antara sikap, norma subjektif, dan kontrol perilaku yang merupakan variabel yang ada pada Theory Of Planned Behavior (TPB) dengan pola konsumsi makanan cepat saji (fast food) pada pelajar di SMPN 1 Surabaya dengan menggunakan kuesioner Food Frequency Questionnaire (FFQ). Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional dan dilakukan pada bulan Oktober – November 2022. Sampel pada penelitian ini sebanyak 293 pelajar SMP yang diambil dari semua tingkat yaitu kelas 7, kelas 8, dan kelas 9. Pengumpulan data menggunakan kuesioner FFQ dan kuesioner yang dikembangkan sendiri oleh peneliti serta analisis data yang digunakan adalah chi-square. Hasil penelitian menunjukkan 162 (55,3%) pelajar sering mengkonsumsi makanan cepat saji. Ketiga variabel dalam penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan secara statistik yaitu sikap (P-Value < 0,001), norma subjektif (P-Value < 0,001), kontrol perilaku (P-Value < 0,001). Kesimpulan penelitian ini adalah sebagian besar pelajar memiliki pola konsumsi makanan cepat saji yang sering dan ketiga variabel yang ada pada TPB berhubungan secara signifikan. Makanan cepat saji yang paling banyak dikonsumsi yaitu fried chicken, donat, french fries, dan bento. Variabel sikap menghasilkan sikap positif terhadap makanan cepat saji dikarenakan porsi makanan cepat saji yang besar dan mengenyangkan, rasa yang enak, penyajian yang menggunggah selera, praktis dan hemat waktu, serta restaurant makanan cepat saji yang bersih, bagus, dan nyaman untuk mengerjakan tugas, sedangkan dukungan pada variabel norma subjektif berasal dari dukungan teman sebaya dan kontrol perilaku pada pelajar menghasilkan kontrol perilaku yang kuat dikarenakan terpaparnya iklan (tawaran promo dan iklan), kemudahan akses (jarak, handphone, aplikasi food delivery online), dan pengetahuan. Dari hasil analisis yang ada diperlukan upaya preventif baik dari pihak sekolah, orang tua, tenaga promosi kesehatan, dinas pendidikan, dan dinas kesehatan setempat untuk meminimalisir konsumsi makanan cepat saji pada pelajar.

Obesity is increasing year by year both globally and in Indonesia, especially in children and adolescents. In Indonesia, when compared to children, the increase in obesity is much greater in adolescents. One of the other risk factors for obesity is the frequent consumption of fast food. This study discusses the relationship between attitudes, subjective norms, and behavioral control which are variables in the Theory Of Planned Behavior (TPB) with fast food consumption patterns in students at SMPN 1 Surabaya using the Food Frequency Questionnaire (FFQ). This research is a quantitative study with a cross sectional design and was conducted in October - November 2022. The sample in this study was 293 junior high school students taken from all levels, namely grade 7, grade 8, and grade 9. Data collection used FFQ questionnaires and questionnaires developed by researchers and data analysis used was chi-square. The results showed 162 (55.3%) students often consume fast food. The three variables in the study showed a statistically significant relationship, namely attitude (P-Value < 0.001), subjective norms (P-Value < 0.001), behavioral control (P-Value < 0.001). The conclusion of this study is that most students have frequent fast food consumption patterns and the three variables in TPB are significantly related. The most consumed fast food is fried chicken, donuts, french fries, and bento. The attitude variable produces a positive attitude towards fast food due to large and filling portions of fast food, good taste, appetizing presentation, practical and time-saving, and fast food restaurants that are clean, good, and comfortable for doing assignments, while support for subjective norm variables comes from peer support and behavioral control in students produces strong behavioral control due to exposure to advertisements (promo offers and advertisements), ease of access (distance, cellphones, online food delivery applications), and knowledge. From the results of the existing analysis, preventive efforts are needed from both schools, parents, health promotion personnel, education offices, and local health offices to minimize fast food consumption in students.
Read More
S-11196
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive