Ditemukan 82 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Litriane Rispa Widhy; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Helen Andriani, Agus Mutamakin
Abstrak:
Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kesuksesan implementasi rekam medis elektronik pada rumah sakit dengan model pendekatan HOT-fit (Human Organization Technology). Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan menggunakan database Scopus, EBSCO dan Garuda menghasilkan 15 artikel sesuai kriteria inklusi yang dipublikasikan pada tahun 2011-2021. Hasil dari penelitian ini adalah adanya 13 artikel dengan faktor manusia, sembilan artikel dengan faktor organisasi dan 14 artikel dengan faktor teknologi. Dapat disimpulkan bahwa faktor yang hamprir selalu mempengaruhi kesuksesan implementasi rekam medis elektronik adalah faktor teknologi dengan faktor manusia sebagai faktor yang paling berpengaruh dalam implementasinya
Read More
S-10873
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ester Oktaviani Angelica; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Purnawan Junadi, Helen Andriani
Abstrak:
Dalam menghadapi pandemi COVID-19, penggunaan masker menjadi salah satu langkah preventif yang direkomendasikan oleh WHO dan terbukti efektif dalam mencegah penyebaran infeksi COVID-19. Namun terdapat perbedaan implementasi kebijakan penggunaan masker di berbagai negara. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran kebijakan penggunaan masker di berbagai negara serta faktor-faktor yang mempengaruhi adanya perbedaan kebijakan di berbagai negara tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah literature review dengan menggunakan empat online database yaitu PubMed, ProQuest, ScienceDirect dan Scopus. Kriteria insklusi yang diterapkan dalam penelitian ini antara lain: tersedia dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa inggris, merupakan literatur yang dipublikasi tahun 2020 sampai 2022, artikel tersedia dalam bentuk full-text dan fokus membahas perbedaan kebijakan penggunaan masker selama pandemi COVID-19 di berbagai negara. Penelitian ini menggunakan 10 studi literatur terpilih yang menunjukkan bahwa terdapat 5 kategori kebijakan penggunaan masker di berbagai negara yaitu; no policy, recommended, required in some public spaces, required in all public spaces, dan required outside-the-home at all time. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kebijakan penggunaan masker di berbagai negara antara lain: perbedaan instrumen epidemiologi COVID-19, politik, policy demands, budaya, dan angka capaian vaksinasi. Ditemukan juga bahwa kebijakan penggunaan masker selama pandemi COVID-19 bersifat time dependent.
In the face of the COVID-19 pandemic, the use of face masks is one of the preventive measures recommended by WHO and has proven effective in preventing the spread of COVID-19 infection. However, there are differences in the implementation of policies on the use of masks in various countries. Therefore, this study was conducted to determine the description of face masks policy in various countries and the factors that influence the differences in policies in these countries. The method used in this research is a literature review using four online databases, namely PubMed, ProQuest, ScienceDirect and Scopus. The inclusion criteria applied in this study include: available in both Indonesian and English, literature published from 2020 to 2022, articles available in full-text form and focus on discussing differences in policies on the use of masks during the COVID-19 pandemic in various countries. This study uses 10 selected literature studies which show that there are 5 categories of face mask policies in various countries, namely; no policy, recommended, required in some public spaces, required in all public spaces, and required outdoors at all times. This study also found that the factors that influence the policy on the use of masks in various countries include COVID-19 epidemiological instruments differences, politics, policy demands, culture, and the level of vaccination achievement. In addition, it was also found that the policy on the use of masks during the COVID-19 pandemic is time dependent.
Read More
In the face of the COVID-19 pandemic, the use of face masks is one of the preventive measures recommended by WHO and has proven effective in preventing the spread of COVID-19 infection. However, there are differences in the implementation of policies on the use of masks in various countries. Therefore, this study was conducted to determine the description of face masks policy in various countries and the factors that influence the differences in policies in these countries. The method used in this research is a literature review using four online databases, namely PubMed, ProQuest, ScienceDirect and Scopus. The inclusion criteria applied in this study include: available in both Indonesian and English, literature published from 2020 to 2022, articles available in full-text form and focus on discussing differences in policies on the use of masks during the COVID-19 pandemic in various countries. This study uses 10 selected literature studies which show that there are 5 categories of face mask policies in various countries, namely; no policy, recommended, required in some public spaces, required in all public spaces, and required outdoors at all times. This study also found that the factors that influence the policy on the use of masks in various countries include COVID-19 epidemiological instruments differences, politics, policy demands, culture, and the level of vaccination achievement. In addition, it was also found that the policy on the use of masks during the COVID-19 pandemic is time dependent.
S-10990
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Adam Faturrahman Setiadi; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Helen Andriani, Zakiah
Abstrak:
Dinamika kasus COVID-19 hingga tahun 2022 masih berlangsung di berbagai dunia dan mengakibatkan fluktuasi angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Berbagai ledakan kasus akibat Variant of Concern (VOC) berdampak secara langsung kepada puskesmas sebagai layanan primer. Untuk melakukan penguatan terhadap puskesmas diperlukan strategi kebijakan pengendalian COVID-19 berupa prevent, detect, dan respond yang diikuti dengan optimalisasi implementasi kebijakan yang dilakukan di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran implementasi kebijakan pada tingkat puskesmas di era pandemi COVID-19 berdasarkan literature review. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah literature review dengan pendekatan PRISMA. Kebutuhan penelusuran literatur menggunakan online database berupa google scholar dan GARUDA sehingga didapatkan 14 literatur terinklusi. Selain itu, berbagai kepustakaan yang diperoleh dalam penelitian berbentuk artikel jurnal, report lembaga kesehatan, text book, dan website berbahasa Inggris dan Indonesia. Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi kebijakan di puskesmas masih ditemukan berbagai permasalahan serta hambatan antara lain pembuatan SOP yang tidak komprehensif diikuti kurangnya sosialisasi terkait SOP kepada petugas puskesmas, adanya keterbatasan jumlah petugas surveilans di puskesmas, pelatihan dan sosialisasi untuk melakukan tracing dan surveilans masih belum memadai, serta keterbatasan logistk kesehatan berupa obat-obatan terapi COVID-19 seperti oseltamivir, azitromisin, dan favipiravir. Kesimpulannya implementasi kebijakan di puskesmas masih belum berjalan dengan baik dikarenakan belum optimalnya penerapan kebijakan prevent, detect, dan respond dalam pengendalian COVID-19. Oleh karena itu, saran yang dapat diberikan yaitu pembuatan SOP penanganan COVID-19 yang komprehensif, memperkuat strategi komunikasi dan community engagement, melakukan perencanaan mengenai estimasi petugas surveilans, dan memfasilitas petugas kesehatan untuk mendapatkan program pelatihan.
The dynamics of COVID-19 cases until 2022 are still ongoing worldwide and resulting high fluctuations in morbidity and mortality rates. Various explosions of cases due to Variant of Concern (VOC) have a direct impact on puskesmas as primary care. To strengthen puskesmas, a policy strategy for controlling COVID-19 is needed in the form of prevention, detect, and response, followed by optimizing the implementation of policies carried out in the field. This study aims to describe the implementation of policies at the puskesmas level in the era of the COVID-19 pandemic based on a literature review. The analysis used in this study is a literature review with the PRISMA approach. The need for literature searches using online database in the form of Google Scholar and GARUDA so that 14 included literatures are obtained. In addition, various literatures obtained in the research are in the form of journal articles, reports from health institutions, text books, and websites in English and Indonesian. The result showed that the implementation of policies at the puskesmas still found various problems and obstacles, including the making of SOPs that were not comprehensive followed by a lack of socialization related to SOPs to puskesmas officers, the limited number of surveillance officers at the puskesmas, training and socialization for tracing and surveillance were still inadequate, and limited health logistics in the form of COVID-19 therapeutic drugs such as oseltamivir, azithromycin, and favipiravir. In conclusion, the implementation of policies at puskesmas has not gone well due to the lack of optimal implementation of preventive, detect, and response policies in controlling COVID-19. Therefore, suggestions that can be given are making a comprehensive SOP for handling COVID-19, strengthening communication strategies and community engagement, planning for surveillance officer estimates, and facilitating health workers to receive training programs.
Read More
The dynamics of COVID-19 cases until 2022 are still ongoing worldwide and resulting high fluctuations in morbidity and mortality rates. Various explosions of cases due to Variant of Concern (VOC) have a direct impact on puskesmas as primary care. To strengthen puskesmas, a policy strategy for controlling COVID-19 is needed in the form of prevention, detect, and response, followed by optimizing the implementation of policies carried out in the field. This study aims to describe the implementation of policies at the puskesmas level in the era of the COVID-19 pandemic based on a literature review. The analysis used in this study is a literature review with the PRISMA approach. The need for literature searches using online database in the form of Google Scholar and GARUDA so that 14 included literatures are obtained. In addition, various literatures obtained in the research are in the form of journal articles, reports from health institutions, text books, and websites in English and Indonesian. The result showed that the implementation of policies at the puskesmas still found various problems and obstacles, including the making of SOPs that were not comprehensive followed by a lack of socialization related to SOPs to puskesmas officers, the limited number of surveillance officers at the puskesmas, training and socialization for tracing and surveillance were still inadequate, and limited health logistics in the form of COVID-19 therapeutic drugs such as oseltamivir, azithromycin, and favipiravir. In conclusion, the implementation of policies at puskesmas has not gone well due to the lack of optimal implementation of preventive, detect, and response policies in controlling COVID-19. Therefore, suggestions that can be given are making a comprehensive SOP for handling COVID-19, strengthening communication strategies and community engagement, planning for surveillance officer estimates, and facilitating health workers to receive training programs.
S-11125
Depok : FKM-UI, 2022
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Feral Khairinisa Hanif; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Helen Andriani, Yeni Yuliani
Abstrak:
Pendahuluan: Komunikasi efektif melalui telepon/media lain adalah komunikasi yangdilaksanakan melalui telepon atau media komunikasi lain dengan tepat, akurat, lengkap,jelas, dan dimengerti kepada penerima pesan. Komunikasi yang buruk dapatmenyebabkan risiko terhadap keselamatan pasien. Kegagalan komunikasi merupakanpenyebab utama >60% kejadian sentinel. Salah satu komunikasi efektif melalui telepon,yaitu verbal order. Verbal order (VO) adalah instruksi yang diberikan secara lisan atautelepon oleh Dokter Penanggung Jawab Pasien (DPJP) kepada petugas kesehatan. Verbalorder merupakan jenis komunikasi yang rentan terjadinya kesalahan. Salah satu caramencegah terjadinya kesalahan, yaitu menggunakan metode TBaK (Tulis, Baca, danKonfirmasi). Kepatuhan pengisian tanda tangan konfirmasi verbal order belum pernahmencapai target 100%.
Tujuan: Menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi capaiantarget VO di Instalasi Rawat Inap RSIA SamMarie Basra. Metode penelitian:Wawancara mendalam dan telaah dokumen. Penelitian ini menggunakan jenis penelitiankualitatif dengan pendekatan 24Model.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwafaktor yang memengaruhi capaian target VO, yaitu DPJP tidak visit dalam 1x24 jam danlupa menandatangani VO diikuti dengan perawat lupa mengingatkan DPJP untukverifikasi VO.
Kesimpulan: RSIA SamMarie Basra harus menetapkan kebijakan tentangketepatan jam visit dokter spesialis, SPO tentang pendelegasian VO oleh dokter, dankebijakan khusus sistem reward dan punishment bagi perawat dan DPJP untuk mencapaitarget VO.
Kata kunci:Komunikasi efektif melalui telepon/media lain, verbal order, 24Model, instalasi rawatinap
Read More
Tujuan: Menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi capaiantarget VO di Instalasi Rawat Inap RSIA SamMarie Basra. Metode penelitian:Wawancara mendalam dan telaah dokumen. Penelitian ini menggunakan jenis penelitiankualitatif dengan pendekatan 24Model.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwafaktor yang memengaruhi capaian target VO, yaitu DPJP tidak visit dalam 1x24 jam danlupa menandatangani VO diikuti dengan perawat lupa mengingatkan DPJP untukverifikasi VO.
Kesimpulan: RSIA SamMarie Basra harus menetapkan kebijakan tentangketepatan jam visit dokter spesialis, SPO tentang pendelegasian VO oleh dokter, dankebijakan khusus sistem reward dan punishment bagi perawat dan DPJP untuk mencapaitarget VO.
Kata kunci:Komunikasi efektif melalui telepon/media lain, verbal order, 24Model, instalasi rawatinap
S-10328
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ayu Septri Husnul Muthmainnah; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Helen Andriani, Purnawan Junadi
Abstrak:
Tujuan: Untuk memberikan gambaran tentang faktor-faktor yang berhubungan dengankeefektifan pelayanan menggunakan telemedicine secara langsung dari tenagakesehatan kepada pasien jarak jauh yang tidak dilakukan di fasilitas pelayanankesehatan.
Metode: Tinjauan literature dari studi kuantitatif, kualitatif, campuran danreview dengan menggunakan lima database ilmiah utama (Science Direct, PubMed,DOAJ, SAGE Journals, dan Google Scholar). Kriteria inklusi adalah sebagai berikut:(1) pelayanan telemedicine yang diberikan langsung kepada pasien; 2) semua bentukpelayanan termasuk aplikasi kesehatan; 3) pada studi kuantitatif, terdapat faktor yangmelekat pada intervensi telemedicine yang menunjukkan hasil signifikan atau relevandengan outcome kesehatan; 4) pada studi kualitatif, dibahas secara kritis faktor-faktoryang berhubungan dengan keefektifan implementasi telemedicine. Peneliti kemudianmenelaah studi dan mengekstraksi faktor.
Hasil: Dua puluh delapan dari 15.504 studidimasukkan. Sebagian besar jurnal dipublikasi pada tahun 2014, lebih banyak di negaramaju seperti Amerika Serikat dan Inggris, dan paling banyak menggunakan desainkualitatif. Faktor yang diidentifikasi yaitu faktor teknologi, faktor penerimaan, faktorpembayaran, faktor organisasi, dan faktor kebijakan, kemudian ditambah dengan faktordukungan klinis dan identifikasi kebutuhan. Setelah faktor diidentifikasi, dimasukkangrey literature sebanyak dua puluh empat guna dianalisis faktornya dengan keadaan diIndonesia.
Kesimpulan: Penelitian ini mendukung dan memperkaya penelitian yangsudah ada. Kekuatan penelitian ini adalah memakai semua metodologi penelitian yangada. Selain itu penelitian ini juga menelaah secara dalam untuk mencari faktor-faktor didalam literature. Namun penelitian ini hanya memberikan gambaran faktor, Dalamkaitannya penemuan ini dengan keadaan di Indonesia terdapat beberapa temuan yangpatut dipertimbangkan, terutama faktor kebijakan.
Kata kunci : Berbasis Rumah, Faktor, Kebijakan, Organisasi, Pembiayaan, Penerimaan,Teknologi, Telemedicine, Telehealth
Objective: To provide an overview of the factors related to the effectiveness of servicesusing telemedicine directly from health professional to long-distance patients who arenot carried out in health care facilities.
Methods: Literature review of quantitative,qualitative, mixed and review studies using five major scientific databases (ScienceDirect, PubMed, DOAJ, SAGE Journals, and Google Scholar). The inclusion criteriawere as follows: (1) telemedicine services provided directly to patients; 2) all forms ofservices including health applications; 3) in quantitative studies, there are factorsinherent in telemedicine interventions that show significant results or are relevant tohealth outcomes; 4) in a qualitative study, the factors related to the effectiveness oftelemedicine implementation were discussed critically. The researcher then examinesthe study and extracts factors.
Results: Twenty-eight out of 15,504 studies wereincluded. Most of the journals were published in 2014, mostly in developed countriessuch as the United States and United Kingdom, and mostly used qualitative designs.The identified factors are technology factors, acceptance factors, payment factors,organizational factors, and policy factors, then added with clinical support factors andneeds identification. After the factors were identified, twenty-four gray literature wasentered in order to analyze the factors with the conditions in Indonesia.
Conclusion:This research supports and enriches existing research. The strength of this research isthat it uses all available research methodologies. In addition, this research alsoexamines in depth to find factors in the literature. However, this study only provides anoverview of the factors. In relation to this finding with the situation in Indonesia, thereare several findings that should be considered, especially policy factors.
Keywords: Home Based, Factors, Policy, Organization, Financing, Acceptance, Technology, Telemedicine, Telehealth.
Read More
Metode: Tinjauan literature dari studi kuantitatif, kualitatif, campuran danreview dengan menggunakan lima database ilmiah utama (Science Direct, PubMed,DOAJ, SAGE Journals, dan Google Scholar). Kriteria inklusi adalah sebagai berikut:(1) pelayanan telemedicine yang diberikan langsung kepada pasien; 2) semua bentukpelayanan termasuk aplikasi kesehatan; 3) pada studi kuantitatif, terdapat faktor yangmelekat pada intervensi telemedicine yang menunjukkan hasil signifikan atau relevandengan outcome kesehatan; 4) pada studi kualitatif, dibahas secara kritis faktor-faktoryang berhubungan dengan keefektifan implementasi telemedicine. Peneliti kemudianmenelaah studi dan mengekstraksi faktor.
Hasil: Dua puluh delapan dari 15.504 studidimasukkan. Sebagian besar jurnal dipublikasi pada tahun 2014, lebih banyak di negaramaju seperti Amerika Serikat dan Inggris, dan paling banyak menggunakan desainkualitatif. Faktor yang diidentifikasi yaitu faktor teknologi, faktor penerimaan, faktorpembayaran, faktor organisasi, dan faktor kebijakan, kemudian ditambah dengan faktordukungan klinis dan identifikasi kebutuhan. Setelah faktor diidentifikasi, dimasukkangrey literature sebanyak dua puluh empat guna dianalisis faktornya dengan keadaan diIndonesia.
Kesimpulan: Penelitian ini mendukung dan memperkaya penelitian yangsudah ada. Kekuatan penelitian ini adalah memakai semua metodologi penelitian yangada. Selain itu penelitian ini juga menelaah secara dalam untuk mencari faktor-faktor didalam literature. Namun penelitian ini hanya memberikan gambaran faktor, Dalamkaitannya penemuan ini dengan keadaan di Indonesia terdapat beberapa temuan yangpatut dipertimbangkan, terutama faktor kebijakan.
Kata kunci : Berbasis Rumah, Faktor, Kebijakan, Organisasi, Pembiayaan, Penerimaan,Teknologi, Telemedicine, Telehealth
Objective: To provide an overview of the factors related to the effectiveness of servicesusing telemedicine directly from health professional to long-distance patients who arenot carried out in health care facilities.
Methods: Literature review of quantitative,qualitative, mixed and review studies using five major scientific databases (ScienceDirect, PubMed, DOAJ, SAGE Journals, and Google Scholar). The inclusion criteriawere as follows: (1) telemedicine services provided directly to patients; 2) all forms ofservices including health applications; 3) in quantitative studies, there are factorsinherent in telemedicine interventions that show significant results or are relevant tohealth outcomes; 4) in a qualitative study, the factors related to the effectiveness oftelemedicine implementation were discussed critically. The researcher then examinesthe study and extracts factors.
Results: Twenty-eight out of 15,504 studies wereincluded. Most of the journals were published in 2014, mostly in developed countriessuch as the United States and United Kingdom, and mostly used qualitative designs.The identified factors are technology factors, acceptance factors, payment factors,organizational factors, and policy factors, then added with clinical support factors andneeds identification. After the factors were identified, twenty-four gray literature wasentered in order to analyze the factors with the conditions in Indonesia.
Conclusion:This research supports and enriches existing research. The strength of this research isthat it uses all available research methodologies. In addition, this research alsoexamines in depth to find factors in the literature. However, this study only provides anoverview of the factors. In relation to this finding with the situation in Indonesia, thereare several findings that should be considered, especially policy factors.
Keywords: Home Based, Factors, Policy, Organization, Financing, Acceptance, Technology, Telemedicine, Telehealth.
S-10387
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Vini Gokkana Clara Manurung; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Helen Andriani, Agus Rahmanto
Abstrak:
Turnover perawat selalu menjadi perhatian karena jumlah yang begitu tinggi yaitu menurut NSItahun 2020 dikatakan selama dua tahun terakhir berkisar 15,9% dan begitu juga di Indonesia dirumah sakit swasta berkisar 13% dan 35% sedangkan normal adalah 5-10%. Penelitian inibertujuan utuk mengetahui faktor internal dan eksternal mempengaruhi turnover intentionperawat rumah sakit di Indonesia dengan metode kajian kepustakan kualitaif dengan desainanalisis deskriptif. Database yang digunakan adalah online dari 4 database yaitu UniversitasIndonesia Library, Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (PusinfokesmasFKM UI), GARUDA (Garba Rujukan Digital), kemudian Neliti repository ilmiah Indonesiadengan jumlah didapat 60 dan yang diikutsertakan adalah 9 penelitian. Hasil penelitianmenunjukkan faktor yang mempengaruhi turnover intention perawat di berbagai rumah sakitadalah faktor eksternal yaitu aspek lingkungan dan usia ada yang mengatakan mempengaruhi adapenelitian mengatakan tidak. Faktor internal yaitu budaya organisasi, gaya kepemimpinan,kompensasi, kepuasan kerja, dan pengembangan karir. Faktor yang paling mempengaruhi adalahkompensasi.
Nurse turnover is always a concern because the number is so high according to the NSI 2020said for the last two years around 15.9% and so in Indonesia in private hospitals around 13% and35% while normal is 5-10 %. This study aims to determine the internal and external factorsrelated to the turnover intention of hospital nurses in Indonesia with a qualitative library studymethod with descriptive analysis design. Databes used are online from 4 databases namelyUniversitas Indonesia Library, the Indonesian Public Health Information Center (PusinfokesmasFKM UI), GARUDA (Garba Rujukan Digital), kemudian Neliti repository ilmiah Indonesia withthe number obtained by 60 and included 9. The results showed that the factors that related tonurses' turnover intention in various hospitals are external factors, namely environmental and ageaspects, some said that they related to but there is said no. Internal factors are organizationalculture, leadership style, compensation, job satisfaction, and career development. The mostrelated factor is compensation.
Read More
Nurse turnover is always a concern because the number is so high according to the NSI 2020said for the last two years around 15.9% and so in Indonesia in private hospitals around 13% and35% while normal is 5-10 %. This study aims to determine the internal and external factorsrelated to the turnover intention of hospital nurses in Indonesia with a qualitative library studymethod with descriptive analysis design. Databes used are online from 4 databases namelyUniversitas Indonesia Library, the Indonesian Public Health Information Center (PusinfokesmasFKM UI), GARUDA (Garba Rujukan Digital), kemudian Neliti repository ilmiah Indonesia withthe number obtained by 60 and included 9. The results showed that the factors that related tonurses' turnover intention in various hospitals are external factors, namely environmental and ageaspects, some said that they related to but there is said no. Internal factors are organizationalculture, leadership style, compensation, job satisfaction, and career development. The mostrelated factor is compensation.
S-10403
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Fashya Amanda Balqis Rachardy; Pembimbing: Puput Oktamiani; Penguji: Helen Andriani, Zakiah
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran manajemen tata kelola obat terapi COVID-19 di Kota Depok dalam menghadapi tren pandemi yang fluktuatif. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu kualitatif dengan metode wawancara mendalam. Validasi data yang digunakan yaitu triangulasi sumber dengan wawancara bersama berbagai macam informan dan triangulasi metode dengan telaah dokumen serta observasi.
Read More
S-10855
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Novita Suryawati; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Agus Rahmanto, Helen Andriani
Abstrak:
Waktu tunggu pelayanan resep rawat jalan merupakan salah satu indikator pelayananmutu di instalasi farmasi yang seringkali tidak terpenuhi waktu tunggu pelayanan reseprawat jalan. Berdasarkan SPM yang tercantum dalam Kepmenkes RI Nomor:129/Menkes/SK/II/2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit Waktutunggu obat jadi (non racikan) adalah ≤30 menit. Sedangkan waktu tunggu pelayananobat racikan adalah ≤60 menit. Penelitian ini dilakukan untuk melihat penyebab danlama waktu tunggu pelayanan resep di instalasi farmasi rawat jalan rumah sakit. Jenispenelitian ini adalah literature review yang dilakukan pada kepustakaan jurnal danpenelitian asli dengan rentang waktu studi adalah 10 tahun, dipublikasikan pada tahun2011 hingga 2020. Metode pencarian data menggunakan data online dengan databaseyang digunakan adalah PubMed, Scopus, Science Direct, Garuda, Google Scholar, danLib FKM UI, serta Lib UI.
Read More
S-10331
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Friska Edlina; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Helen Andriani, Agus Rahmanto
S-10391
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Shifa Zakia; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Helen Andriani, Endang Adriyani
Abstrak:
Pada tahun 2016 sektor kesehatan menyumbang setidaknya 2 gigaton CO2 kepermukaan atmosfer atau setara dengan emisi yang dihasilkan oleh 514 industri batubara setiap tahun. Volume limbah dan emisi karbon ini tidak hanya menimbulkanpencemaran lingkungan namun juga memicu terjadinya fenomena perubahan iklim yangmengancam keberlangsungan ekosistem di seluruh dunia. Sebesar 57-71% emisi karbonyang berasal dari sektor kesehatan disebabkan oleh aktivitas rantai persediaan logistik,terutama pada pengadaan sediaan farmasi dan alat kesehatan. Fungsi rumah sakitsebagai fasilitas penyembuhan dan rehabilitasi pasien justru menjadi kontradiktif akibatproduk sampingan dari kegiatan operasional pelayanan kesehatan. Melalui pelaksanaangreen procurement pihak rumah sakit dapat memastikan bahwa kegiatan perencanaanpengadaan hingga penentuan supplier mampu meminimalisir segala potensi kerusakanlingkungan yang berasal dari kegiatan produksi dan konsumsi sediaan farmasi.Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan informasi terkait faktor yangmempengaruhi pelaksanaan green procurement terutama pada sediaan farmasi sekaligusmengetahui potensi pengimplementasian praktik serupa pada rumah sakit di Indonesia.Metode penelitian yang digunakan adalah literature review untuk mengidentifikasifaktor-faktor terhadap green procurement di rumah sakit melalui pencarian jurnal padadatabase ScienceDirect, ProQuest, Wiley, dan PubMed. Hasil penelitian dari 10 studiterinklusi menunjukkan beberapa faktor yang mempengaruhi pelaksanaan greenprocurement sediaan farmasi, yakni komitmen internal, hubungan kerja sama dengansupplier, total quality management (TQM), tekanan institusional, peresepan dandispensing obat, serta manajemen sediaan farmasi yang tidak terpakai. Sementara itu diIndonesia sendiri pengadaan sediaan farmasi kini dilakukan secara daring melalui portale-procurement yang difasilitasi oleh LKPP. Kebijakan pengadaan ini ditujukan untukmendukung pelayanan kesehatan era JKN dengan melaksanakan pengadaan obat secaralebih efektif dan efisien. Walaupun belum mencapai tahap green, adanya e-procurementpada sediaan farmasi merupakan langkah awal implementasi green procurement untukmewujudkan rumah sakit sebagai fasilitas pelayanan kesehatan yang aman untukpopulasi manusia maupun lingkungan hidup.Kata kunci:Pengadaan, sediaan farmasi, green procurement, lingkungan.
Read More
S-10400
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
