Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 13 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Harsono Santoso; Pembimbing: Megraini Amila; Penguji; Dian Ayubi, Rina Anggorodi, Khafifah Any
Abstrak: Bagian Gawat Darurat merupakan pintu gerbang dan cermirmya suatu rumah sakit yang memberikan pelayanan cepat, tepat, profesional tanpa mengabaikan keamanan pasien. Dengan kompleksnya permasalahan yang ada maka perlu diadakan penelitian untuk mengetahui gambaran pengelolaan pelayanan serta faktor input dan faktor proses yang mempengaruhi pengelolaan pelayanan di Bagian Gawat Darurat R S RK. Cbaritas Palembang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan pemecahan masalah yang di!akuk.an di BGD RS RK Cbaritas pada bulan Maret sampai April 2008 melalui wawaneara mendalarn, observasi langsung, dan telaah dokumen. Hasil penelitian dengan mempergunakan problem priority matrix untuk memprioritaskan pemecahan masalah berdasarkan besarnya manfaat yang diperoleh dengan usaha yang dibutuhkan maka didapatkan lima permasalahan yang menduduki tiga rangking pertama yaitu lamanya waktu penjemputan pasien rawat inap, kualitas dokter jaga dan perawat BGD yang kurang jumlah perawat BGD kurang, pelaksanaan triase belum baik di BGD RS RK Charitas Palembang. Disarankan adanya kordinasi antara direktorat medis dan keperawatan untuk mempercepat proses penjemputan pasien rawat inap, memberikan pendidikan dan pelatihan untuk dokter jaga dan perawat BGD, menambah tenaga perawat BGD mempertegas pelaksanaan triase dan membuka poli insidentil dekat BGD pada saat poli rawat jalan tutup.
The Emergency Department (ED) has already known as the gateway and the reflection of services given by the hospital which is suppose to be fast accurate and qualified without neglecting the pntient's safety. As the problem is more and more complicated regarding to services at the ED, therefore, a study is needed in order to explore how the quality of the service management is, as well as the input and process factors influenced at the ED of RK Charitas Hospital of Palembang. The research is a qualitative study with the Problem Solving Approach as the strategy of the study. The study is carried out at the ED of RK Charitas Hospital from March to April 2008 with an in-depth interview, direct observation and documents assessment (secondary data exploration), as the method of infonnation eolleetion. The study is using the Problem Priority Matrix in order to find the problem solving prioritizing base on the magnitude of benefit yielded from effort required. There are five problems in the three first order, namely ; time for picking-up inpatient care at the ED still too long, inadequate quality of doctor and nurse at the ED, in adequate amount of nurses, and inadequancy on triase implementation at the ED of RK Charitas Hospital of Palembang. It was suggested the existence of coordination between medical directorates and nursing to minimize time of patient?s transfer from ED to inpatient care unit, giving education and training for doctor and nurse at ED, adding nurse worker at ED, assuring triase implementation and opening an incidental unit near ED at the time of outpatient unit is closed.
Read More
B-1070
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ermawati; Pembimbing: Ronnie Rivany; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Wachyu Sulistiadi, Khafifah Any
Abstrak: Penyelenggaraan program kesehatan memerlukan pengembangan sistem pembiayaan yang bersumber dari pemerintah dan masyarakat termasuk swasta yang mampu menghasilkan tersedianya dana yang memadai. Pembiayaan dari sektor swasta utamanya pembelanjaan masyarakat merupakan porsi terbesar dari pembiayaan kesehatan. Konstribusi sektor swasta dan masyarakat dalam pembiayaan kesehatan adalah sekitar 65 % dan sisanya sebesar 35 % dari sektor publik, Dari konstribusi sektor swasta dan masyarakat yang sekitar 65 % itu, sebagian besar masyarakat membiayai kesehatan mereka masih menggunakan cara membayar untuk tiap pelayanan (fee for service), hanya 14% masyarakat tercakup dalam program asuransi kesehatan. Sistem pembayaran dengan cara pra upaya (prepaid) pada pemberi pelayanan kesehatan baik rumah sakit maupun dokter dalam jumlah yang ditetapkan sebelum suatu pelayanan diberikan, salah satu caranya adalah dengan Diagnosis Related Group’s (DRG’s). Tujuan dari penelitian ini secara umum adalah untuk mendapatkan gambaran variasi biaya dalam penyusunan DRG’s pada penyakit Diare/Gastro Enteritis di RSU Tangerang. Kasus yang diambil pada penelitian ini adalah penyakit diare, karena penyakit diare hingga kini masih merupakan salah satu penyakit utama pada bayi dan anak di Indonesia. Diperkirakan angka kesakitan berkisar diantara 150-430 perseribu penduduk setahunnya. Dan menurut WHO (1999), setiap tahun 12 juta anak di dunia meninggal sebelum mencapai umur 5 tahun. Dari seluruh kematian tersebut, 70% meninggal karena ISPA (Inpeksi Saluran Pernafasan), diare, malaria, campak dan malnutrisi serta seringkali merupakan kombinasi dari penyakit diatas. Demikian pula di RSU Tangerang, kasus Diare/GE dari tahun 2000 hingga 2004 berada diposisi pertama dari sepuluh penyakit terbanyak di Instalasi Rawat Inap RSU Tangerang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif, dengan populasi pada semua pasien yang mempunyai diagnosis utama Diare/GE dengan dan tanpa diagnosis penyerta dan diagnosis penyulit yang terjadi pada bulan Januari 2004 sampai dengan Desember 2004. Sedangkan sampelnya adalah pada kelompok umur anak-anak. Data didapat dari catatan medik pasien di Bagian Rekam Medik RSU Tangerang, sedangkan data untuk mencari unit cost pelayanan diare didapat dari bagian keuangan serta unit-unit terkait di RSU Tangerang. Dari penelitian didapat hasil rata-rata lama hari rawat Diare/GE tanpa penyerta dan penyulit (murni) adalah 2 hari dengan biaya sebesar Rp 454.401,-, rata-rata lama hari rawat Diare/GE dengan penyerta adalah 4 hari dengan biaya sebesar Rp 827.195,-, rata-rata lama hari rawat Diare/GE dengan penyulit adalah 6 hari dengan biaya sebesar Rp 1.310.088,- serta rata-rata lama hari rawat Diare/GE dengan penyerta dan penyulit adalah 9 hari dengan biaya sebesar Rp 1.727.192,-. Sehingga berdasarkan hasil tersebut, pengelompokkan penyakit Diare/Gastro Enteritis berdasarkan DRG’s di RSU Tangerang dapat dilakukan, yaitu dengan masuknya penyakit Diare/Gastro Enteritis ke dalam MDC 6 dengan DRG G68A dan DRG G68B. Berdasarkan hasil penelitian, ada beberapa saran yang dapat dijadikan masukan untuk rumah sakit jika ingin menyusun DRG’s yaitu penulisan diagnosis akhir harus jelas dan tepat, serta mempunyai standar operating prosedur penanganan Diare/GE yang lengkap. Kepustakaan : 35 ( 1986 – 2005)
Health program development needs support from government as well as society which includes a sufficient budget from private sector. The cost from private sector, mainly society’s budgeting has resulted in the biggest portion from the health expenses. The contribution from private sector and society is around 65 percent and the rest about 35 percent comes from public sector. From this 65 percentage, the majority of society is still using one mean of payment by paying for each service (fee for service), only 14 percent of the society is covered by health insurance. Prepaid payment sistem on the side of health provider either in hospitals and clinics (doctors) in the recommended state before certain treatment being given, one way is using Diagnosis Related Group’s (DRG’s). On the whole this study aims to get the descriptive picture as cost variation in making the DRG’s for Diarrhea/GastroEnteritis illness in Tangerang Public Hospital. The focus us on the diarrhea disease, since it is still one of the major disease for babbies and children in Indonesia. It is predicted that the number of these patients will be around 150-430 every 1000 people annually. According to WHO (1999), 12 millions children below the age of five all over the world died because of this disease. From the mortality rate, 70% died of ISPA (upper respiratory tract), diarrhea, malaria, measles, and malnutrition and oftentimes is the complication of all diseases. And also in Tangerang Public Hospital, diarrhea/GE cases between 2000 until 2004 ranked at number one of the the tenth most diseases in in-patient installation, Tangerang Public Hospital. The methode is quantitative, descriptive, using all patients as the population with the indication of diarrhea with or without difficulties and complications from January 2004 to December 2004. The sample is children. The data is taken from the medical record department and for the unit cost on dirrhea treatment is gathered from the accounting department and from other related departments in Tangerang Pubilc Hospital. The study reveals that LOS (length of stay) of diarrhea/GE with no complications is two days with the total cost Rp. 454.401, LOS (length of stay) of diarrhea/GE with complications is for days with the total cost Rp. 827.195. LOS (length of stay) of diarrhea/GE with difficulties is six days with the total cost Rp. 1.310.088, LOS (length of stay) of diarrhea/GE with complications and difficulties is for nine days with the total cost Rp. 1.727.192. So, the group of diarrhea disease/GastroEnteritis based on Tangerang Public Hospital’s DRG can be done, that is by grouping diarrhea disease, into MDC 6 with DRG G68A dan DRG G68B. Based on the results, it is recommended that the hospital should make a concise, clear diagnosis report before undergoing DRG’s and a complete DRG’s standard operating procedure. Indexing : 35 (1986 – 2005)
Read More
B-881
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Makentur JN. Mamahit; Pembimbing: Ronnie Rivany; Penguji: HM. Hafizurrachman, Ede Surya Darmawan, Khafifah Any
B-849
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Annisaa Perica Rasyid; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Jaslis Ilyas, Wahyu Sulistiadi, Netry Listriani, Khafifah Any
Abstrak: Waktu tunggu yang lama pada pelayanan resep obat akan mengurangi kepuasan pelanggan dan menyebabkan pelayanan tidak efisien. Lean merupakan salah satu metodologi yang dapat digunakan untuk menangani ketidakefisienan dalam pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode lean dalam mengurangi waktu tunggu pelayanan resep obat pada instalasi farmasi rawat jalan RSUD Pasar Minggu tahun 2017.

Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif (analitik observasional) untuk melihat alur pelayanan resep obat dan mengidentifikasi pemborosan pelayanan resep obat. Dan didukung oleh penelitian kuantitatif (analisis deskriptif) untuk memperoleh data perhitungan waktu setiap tahapan proses pelayanan resep obat.

Berdasarkan hasil penelitian diketahui rata-rata waktu tunggu pelayanan resep obat non racikan selama 89.6 menit (88.17% kegiatan menunggu) dan 124.70 menit (82.10% kegiatan menunggu) pada pelayanan resep obat racikan.

Hasil penelitian mengidentifikasi bahwa terdapat 8 jenis pemborosan (DOWNTIME) pada pelayanan resep obat. Usulan perbaikan dengan metode lean diharapkan dapat menurunkan waktu tunggu menjadi 66.67% pada pelayanan resep obat non racikan dan 56.67% pada pelayanan resep obat racikan.

Kata kunci : farmasi; metode lean; pemborosan; waktu tunggu

Long waiting times on prescription services will reduce patient satisfaction and lead to inefficient services. Lean is one of the methodologies that can be used to deal with inefficiencies in health services. This study aims to analyze the application of lean method in reducing waiting time of outpatient prescription services at Pasar Minggu public hospital in 2017.

This study used qualitative research methods (observational analytics) to examine the flow and identify waste of prescription drug services. And also supported by quantitative research (descriptive analysis) to get the exact calculation of every step of prescription drug services.

Based on the result of the research, it is known that the average waiting time of medicine prescription services is 89.6 minutes (88.17% waiting activity) and 124.70 minutes (82.10% waiting activity) of personalized medicine prescription services.

The study identified that there were 8 types of waste (DOWNTIME) in prescription services. The future improvement by lean method is expected to reduce waiting time to 66.67% on medicine prescription services and 56.67% on personalized medicine prescription services.

Keywords : pharmacy; lean methode; waste; waiting times
Read More
B-1897
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dhini Sari Sembiluh; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Ede Surya Darmawan, Khafifah Any, Sholihul Absor
Abstrak: Tesis ini membahas analisis kesiapan implementasi Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di RS Aisyiyah Bojonegoro. Kebijakan implementasi KRIS JKN ini akan berdampak pada tata kelola rumah sakit perlunya penyesuaian kebutuhan pada sumber daya rumah sakit dan manajemen rumah sakit sesuai dengan Permenkes Nomor 14 Tahun 2021 & Kepdirjenyankes Nomor HK.02.02/I/1811.2022. RS Aisyiyah Bojonegoro berada di Kabupaten Bojonegoro dengan cakupan UHC 98.76 %, merupakan RS swasta terbesar di Bojonegoro, tahun 2021 jumlah pasien rawat inap sebesar 50% jaminan JKN dan BOR 67.79%. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran kesiapan sumber daya, proses manajemen dan rencana tindak lanjut RS Aisyiyah Bojonegoro untuk implementasi KRIS JKN Perkembangan program JKN dengan adanya peningkatan jumlah peserta JKN dan jumlah fasilitas kesehatan yang bekerjasama dengan BPJS (RS swasta 63.8%). Peningkatan pemanfaatan JKN dengan proporsi pembiayaan rawat inap yang terbesar. Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) menjalankan implementasi kebijakan KRIS JKN mulai 1 Januari 2023 secara bertahap, untuk mewujudkan kesinambungan program JKN dan menjalankan amanah undang-undang SJSN dalam pemenuhan prinsip ekuitas
Read More
B-2287
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dessy Aryani; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Amal C. Sjaaf, Mardiati Nadjib, Khafifah Any, Ida Choridah
B-2265
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nuniek Ria Sundari; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Dumilah Ayuningtyas, Khafifah Any, R. Dewi Satiasari
Abstrak: Tesis ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui tahapan dan strategi perencanaan pengembangan rumah sakit umum daerah di wilayah Jakarta Selatan. Penelitian dilakukan selama bulan April sampai dengan Juni 2017 di Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, RSUD Tebet, RSUD Jagakarsa, RSUD Pesanggrahan, dan RSUD Mampang Prapatan. Penelitian ini dilakukan dengan cara telaah dokumen, wawancara mendalam dan consensus decision making group. Hasil penelitian ini memberikan gambaran bahwa aspek geografis, demografis, teknologi dan informasi dapat memberikan peluang bagi pengembangan rumah sakit sementara faktor pesaing, pendidikan, sosial ekonomi dapat memberikan ancaman bagi pengembangan RSUD. Aspek lingkungan internal seperti keuangan, SDM dan layanan menjadi kekuatan RSUD dalam mengembangkan layanannya menjadi kelas C, namun lahan yang terbatas, dan belum tersedianya visi dan misi untuk periode mendatang dapat menjadi kelemahan. Dari tahap pencocokan (Matching Stage) antara matriks TOWS dan matriks IE menunjukkan bahwa strategi yang dapat digunakan untuk pengembangan RSUD kelas D adalah Market Penetration dan Product Development. Berdasarkan kinerja layanan rumah sakit dan kinerja keuangan, maka urutan rumah sakit yang dapat dikembangkan di wilayah Jakarta Selatan adalah sebagai berikut: RSUD Tebet, RSUD Pesanggrahan, RSUD Jagakarsa, RSUD Mampang Prapatan. Namun sebelumnya permasalahan yang ada terlebih dahulu diselesaikan sesuai dengan hasil Quantitative Strategic Plan Matrix (QSPM). Kata Kunci : Rencana Pengembangan, RSUD, Rencana Strategis This thesis is a qualitative research that aims to know the stages and strategy of district general hospital development planning in South Jakarta area. The research was conducted during April until June 2017 at DKI Jakarta Provincial Health Office, RSUD Tebet, RSUD Jagakarsa, RSUD Mampang Prapatan and RSUD Pesanggrahan. This research was conducted by way of document review, in-depth interview and consensus decision making group. The results of this study provide an illustration that geographic, demographic, technological and information aspects can provide opportunities for hospital development while competitors, educational, socioeconomic factors can pose a threat to the development of hospitals. The key factors of the internal environment such as financial, Human Resources and service factors become the strength of the RSUD in developing its services into class C, but limited land, and unavailability of vision and mission for future periods can be a weakness. From the atching Stage between the TOWS matrix and the IE matrix, the strategy conclusions used for the development of the D class hospitals are Market Penetration and Product Development. Based on hospital service performance and financial performance, the order of hospital that can be developed in South Jakarta area is as follows: RSUD Tebet, RSUD Jagakarsa, RSUD Mampang Prapatan and RSUD Pesanggrahan.. But before the existing problems must be solved in accordance with the results Quantitative Strategic Plan Matrix (QSPM). Keywords : Strategic plan, District Public Hospital
Read More
B-1882
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Friana Asmely; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Puput Oktamianti, Khafifah Any, Fifi Mulyani
Abstrak: Latar belakang: Upaya mengembalikan pelayanan kuratif menjadi promotif preventif di DKI Jakarta dengan cara mendirikan RSUD Kelas D di 44 Kecamatan untuk kuratif dan mengembalikan pelayanan kesehatan masyarakat dengan upaya preventif promotifnya ke Puskesmas Kecamatan dan Kelurahan, menyebabkan salah satu lahan Puskesmas Kecamatan Kebayoran Barudibangun menjadi RSUD Kelas D. Untuk itu perlu disusun Usulan Rancangan Perencanaan Strategis RSUD Kebayoran Baru yang memuat Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, Strategi, Kebijakan, Program dan Kegiatan Pembangunan di bidang Kesehatan berdasarkan kondisi dan potensi wilayah Kebayoran Baru. Metode: Jenis penelitian ini adalah kualitatifdengan melakukan telaah data sekunder dan primer untuk tahap pengumpulan data dan focus group discussion (FGD)pada tahapan the input stageuntuk mengetahui posisi RSUD Kebayoran Baruserta saatthe matching stageuntuk menemukan alternatif strategi,dan Concensuss Decision Making Group (CDMG) pada tahap pemilihan strategi (the decision stage). Penelitian dilakukan di RSUD Kebayoran Baru pada bulan April sampai Juni 2017. Analisis data menggunakan Matriks TOWS dan Matriks Eksternal Internal sehingga bisa ditetapkan strategi terpilih untuk RSUD Kebayoran Baru melalui Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Hasil: Berdasarkan analisa hasil pengamatan lingkungan eskternal dan internal ditemukan 10 (sepuluh) peluang, 5 (lima) ancaman, 9 (sembilan) kekuatan dan 5 (lima) kelemahan yang mempengaruhi penyusunan Renstra RSUD Kebayoran Baru.Berdasarkan hasil analisa Matriks TOWS, posisi RSUD Kebayoran Baru berada di Kuadran 4 (Future Quadrant) sedangkan pada IE Matriks berada di kuadran II (Growth and Build). Hasil matching stage ditemukan strategi yang sama adalah :Market penetration, Product development, Market development, Integration (vertical and horizontal). Penetapan strategi yang akan digunakan berdasarkan QSPM adalah Product Development. Kesimpulan: Keseluruhan faktor eksternal dan internal yang dianalisis pada penelitian ini mempengaruhi penyusunan rencana strategis RSUD Kebayoran Baru, sehingga hasil analisis dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pengambil kebijakan di Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta untuk ditetapkan sebagai Perencanaan Strategis RSUD Kebayoran Baru 2017 - 2021. Kata Kunci: Rencana, Strategis, RSUD, Kelas D, Kebayoran Baru DKI Jakarta by establishing 44 District Class D General Hospital for curative purpose and restore public health service in promotive and preventive efforts to district and village public health center cause one of Kebayoran Baru public health center land built into class D general hospital. Therefore the strategic planning proposal of Kebayoran Baru General Hospital should be prepared, which include its vision, mission, purpose, targets, strategies, policies, programs and activities of health development according to its area condition and potentials. Methods: This is a qualititative study, held by secondary data analysis and primary data for data collection (the input stage), which catagorized based on internal and external factor variables, Focus Group Discussion at data analysis (the matching stage) and Concensuss Decision Making Group (CDMG) at strategic selection (the desicion stage). This study was conducted at Kebayoran Baru General Hospital from April to June 2017. Data analysis using TOWS Matrix and Internal External Matrix to decide which strategies to be used for expansion of Kebayoran Baru public health center into Kebayoran Baru General hospital by Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Results: Observation of internal and external analysis results found that there were 10 opportunities, 5 threats, 9 strengths and 5 weaknesses affecting Kebayoran Baru general hospital strategic planning preparation. According to TOWS matrix analysis, its position was at the fourth quadrant (future quadrant) while IE matrix was at the second quadrant (Growth and Build). Matching stage results shows several strategies were in common: Market Penetration, Product Development, Market Development and Integration (vertical and horizontal). Strategic selected by QSPM in order of priority: Product Development. Conclusion: Every internal and external factors analyzed in this study affecting Kebayoran Baru strategic planning preparation, so this analysis result could be used as a matter of consideration for the stakeholders in Health Office of DKI Jakarta Province to be stated as Kebayoran Baru General Hospital Strategic Planning. Keywords: Strategic, Planning, Hospital, Class D, Kebayoran Baru
Read More
B-1866
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ainurinsan Amaludin; Pembimbuing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Anhari Achadi, Vetty Yulianty Permanasari, Netry Listriani, Khafifah Any
Abstrak:

ABSTRAK Nama : Ainurinsan Amaludin Program Studi : Kajian Administrasi Rumah Sakit Judul : Efisiensi Pengadaan dan Penyimpanan Obat dalam Penyusunan Rencana Pengadaan Obat di RSUD Pasar Minggu Masalah terkait pengadaan obat di rumah sakit kerapkali terjadi, tidak terkecuali di RSUD Pasar Minggu. Masalah pengadaan obat yang sering terjadi di RSUD Pasar Minggu adalah peningkatan anggaran obat, seringnya terjadi kekosongan stok obat, dan lead time  pengadaan obat yang relatif lama. Oleh karena itu, diperlukan upaya efisiensi pengadaan dan penyimpanan obat dalam penyusunan rencana kebutuhan obat untuk memperlancar kegiatan operasional dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Bentuk penelitian ini adalah riset operasional dengan metode kualitatif dan kuantitatif untuk menyusun upaya efisiensi baik dari pendekatan farmasi dan non farmasi. Pendekatan farmasi dilakukan dengan mengelompokkan obat menurut Analisis ABC nilai investasi kemudian membandingkan beberapa model inventori demi mendapatkan model dengan total biaya pengadaan dan penyimpanan obat terkecil, sementara pendekatan non farmasi melalui upaya manajemen formularium. Hasil Analisis ABC nilai investasi menunjukkan bahwa terdapat 34 jumlah obat kelompok A yang menjadi fokus utama efisiensi pengendalian biaya obat. Obat kelompok A tersebut kemudian dihitung perencanaan kebutuhannya dengan menggunakan model inventori Economic Order Quantity (EOQ) untuk menghasilkan perhitungan total biaya pengadaan dan penyimpanan obat (TIC) terkecil. Untuk mengantisipasi kejadian kekosongan stok obat dilakukan dengen menentukan nilai safety stock yang mempertimbangkan jumlah pemakaian dan lead time masing – masing obat. Kata kunci: Analisis ABC; Efisiensi; EOQ; TIC.


ABSTRACT Name : Ainurinsan Amaludin Program of Study : Hospital Administration Study Title : Medication Procurement and Inventory Efficiency in Planning Medication Procurement in RSUD Pasar Minggu Problems related to procuring medication often occur in hospital, including in RSUD Pasar Minggu. The problems involved are increased medication budget, the frequent occurrence of out of stock medication, and relatively long medication procurement lead time. Therefore, it is necessary to determine efforts to maximize efficiency in medication procurement and inventory in planning medication needs so that operational activities can be reinforced and the quality of health service can be improved. This is an operational research with qualitative and quantitative method to establish efficiency efforts both from pharmaceutical and nonpharmaceutical approaches. Pharmaceutical approach involves doing ABC Analysis to group the medication based on its investment values. Then, three inventory models will be compared to get the model with the lowest total inventory cost (TIC). Meanwhile, nonpharmaceutical approach is done by formulary management efforts. ABC Analysis of investment value indicates that group A medication consist of 34 items. Those items become the main focus of medication cost containment. The medication needs for group A are then calculated by Economic Order Quantity (EOQ) model to generate the lowest TIC. In addition, safety stock calculation that determines not only the demand of the medication but also the procurement lead time of each drug is vital to anticipate the occurrence of out of stock medication. Keywords: ABC Analysis; Efficiency; EOQ; TIC.

Read More
B-1865
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Endah Kartika Dewi; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Jaslis Ilyas, Puput Oktamianti, Khafifah Any, Fify Mulyani
Abstrak: RSUD Pesanggrahan adalah sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang telah menerapkan pola keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Tesis ini membahas Analisis Kesiapan Sistem Remunerasi di RSUD Pesanggrahan berdasarkan Peraturan Gubernur No 222 Tahun 2016. Saat ini RSUD Pesanggrahan menggunakan pola pemberian penghasilan berdasarkan Peraturan Gubernur No 221 Tahun 2016. Kedua peraturan tersebut menerapkan pola pemberian gaji dan tunjangan kinerja dengan komponen perhitungan yang berbeda. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kesiapan diberlakukannya sistem Remunerasi berdasarkan Peraturan Gubernur DKI Jakarta No 222 Tahun 2016 di RSUD Pesanggrahan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif. Kuantitatif dengan simulasi penghitungan sistem yang akan diterapkan dan penggalian persepsi kesiapan stakeholder melalui wawancara mendalam. Hasil penelitian diketahui bahwa secara umum informan sudah puas dengan penghasilan yang diterima sekarang, namun hasil simulasi penerapan sistem remunerasi dan berbagai skenario pada periode transisi memperlihatkan bahwa rumah sakit belum mampu memberlakukan sistem remunerasi. Dinas Kesehatan diharapkan dapat menurunkan berbagai kebijakan memberi kesempatan bagi RS BLUD untuk menerapkan sistem remunerasi. Dinas Kesehatan sebagai regulator dapat memberikan regulasi memberikan kesempatan bagi RS dengan pola keuangan BLUD yang dipandang mampu untuk memerapkan sistem remunerasi , melakukan evaluasi terhadap pendapatan BLUD, membuat standar kinerja adalah beberapa rekomendasi yang diajukan kepada Dinas Kesehatan sebagai hasil dari penelitian ini. Kata Kunci : Remunerasi, Pergub DKI Jakarta No 222 Tahun 2016 RSUD Pesanggrahan as a Health Service Unit of Special Capital Region of Jakarta which has applied financial pattern of Regional Public Service Board (BLUD). This thesis examines Remuneration System Readiness Analysis at RSUD Pesanggrahan based on Governor Regulation No 222/ 2016. Currently RSUD Pesanggrahan uses income generating pattern based on Governor Regulation No 221/2016. Both regulations apply salary and performance allowances with different component of calculation. The purpose of this research is to analysis readiness on the implementation of remuneration system at RSUD Pesanggrahan based on Governor Regulation No 222 year 2016. This research uses quantitative and qualitative methods. Quantitative with simulation of system calculation to be applied and qualitative with explore stakeholder perception readiness with indepth interview. From the result of research it is known that in general the informant is satisfied with the income received now. And from the simulate conducted, RSUD Pesanggrahan has not been able to apply the system based on Governor Regulation No 222/2016 yet. Suggestion to the Health Department as a regulator is to give the opportunity to the hosital that its BLUD income is capable to apply Remuneration system is supported by regulation, to evaluate the potential income of RSUD to make standard of employee performance target as indicator of hospital as some recommendation as a result from this research. Key word : Remuneration, Governor Regulation No 222 Year 2016.
Read More
B-1923
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive