Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 18 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Rifda Galuh Syafawani; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; penguji: Hendra, Sudi Astono
Abstrak:

Kepesertaan pekerja sektor informal di Kota Depok dalam program BPJS Ketenagakerjaan
masih sangat rendah, tanda belum optimalnya perlindungan bagi kelompok ini. Penelitian ini
bertujuan untuk menjelaskan gambaran serta menganalisis hubungan antara faktor pembentuk perilaku dan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan pada pekerja sektor informal di Kota Depok tahun 2025. Desain penelitian adalah cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif yang melibatkan 116 pekerja sektor informal di Kota Depok menggunakan teknik convenience sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang disebar secara daring maupun onsite di Pos UKK dan dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil menunjukkan bahwa lebih dari separuh pekerja sektor informal belum menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan (50,9%). Pekerja sektor informal mayoritas perempuan, berusia produktif dan sudah menikah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kelamin, pengetahuan, persepsi kerentanan, persepsi hambatan, premi BPJS Ketenagakerjaan, motivasi, dukungan keluarga, dan dukungan lingkungan sekitar berhubungan signifikan dengan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan pada pekerja sektor informal di Kota Depok Tahun 2025. Perlu dilakukan upaya strategis yang mempertimbangkan berbagai faktor untuk meningkatkan cakupan perlindungan jaminan sosial bagi pekerja sektor informal. Selain itu, ditemukan beberapa faktor risiko yang perlu mendapat perhatian untuk perbaikan, seperti jumlah anggota keluarga, pengetahuan tentang BPJS Ketenagakerjaan, persepsi kerentanan, persepsi keparahan, akses pelayanan BPJS Ketenagakerjaan, premi, dan status ekonomi pekerja.



The participation of informal sector workers in Depok City in the BPJS Ketenagakerjaan  (Workers Social Security) program remains very low, indicating suboptimal protection for this  group. This study aims to describe and analyze the relationship between behavioral  determinants and BPJS Ketenagakerjaan participation among informal sector workers in  Depok City in 2025. This research used a cross-sectional design with a quantitative approach  involving 116 informal workers in Depok City, selected through convenience sampling. Data  were collected using questionnaires distributed both online and onsite at Pos UKK and  analyzed using the chi-square test. The results showed that more than half of the informal  workers had not registered for BPJS Ketenagakerjaan (50.9%). Most informal workers were  women, of productive age, and married. The study found that gender, knowledge, perceived  susceptibility, perceived barriers, BPJS premium costs, motivation, family support, and  environmental support were significantly associated with BPJS Ketenagakerjaan participation  among informal workers in Depok City in 2025. Strategic efforts that consider these factors  are needed to improve the coverage of social security protection for informal workers. In  addition, several risk factors were identified that require further attention, including number of  family members, knowledge of BPJS Ketenagakerjaan, perceived vulnerability, perceived  severity, access to BPJS services, premium costs, and workers’ economic status. 

 

Read More
S-12029
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rifda Galuh Syafawani; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Hendra, Sudi Astono
Abstrak:

Kepesertaan pekerja sektor informal di Kota Depok dalam program BPJS Ketenagakerjaan
masih sangat rendah, tanda belum optimalnya perlindungan bagi kelompok ini. Penelitian ini
bertujuan untuk menjelaskan gambaran serta menganalisis hubungan antara faktor pembentuk perilaku dan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan pada pekerja sektor informal di Kota Depok tahun 2025. Desain penelitian adalah cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif yang melibatkan 116 pekerja sektor informal di Kota Depok menggunakan teknik convenience sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang disebar secara daring maupun onsite di Pos UKK dan dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil menunjukkan bahwa lebih dari separuh pekerja sektor informal belum menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan (50,9%). Pekerja sektor informal mayoritas perempuan, berusia produktif dan sudah menikah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kelamin, pengetahuan, persepsi kerentanan, persepsi hambatan, premi BPJS Ketenagakerjaan, motivasi, dukungan keluarga, dan dukungan lingkungan sekitar berhubungan signifikan dengan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan pada pekerja sektor informal di Kota Depok Tahun 2025. Perlu dilakukan upaya strategis yang mempertimbangkan berbagai faktor untuk meningkatkan cakupan perlindungan jaminan sosial bagi pekerja sektor informal. Selain itu, ditemukan beberapa faktor risiko yang perlu mendapat perhatian untuk perbaikan, seperti jumlah anggota keluarga, pengetahuan tentang BPJS Ketenagakerjaan, persepsi kerentanan, persepsi keparahan, akses pelayanan BPJS Ketenagakerjaan, premi, dan status ekonomi pekerja.


The participation of informal sector workers in Depok City in the BPJS Ketenagakerjaan  (Workers Social Security) program remains very low, indicating suboptimal protection for this  group. This study aims to describe and analyze the relationship between behavioral  determinants and BPJS Ketenagakerjaan participation among informal sector workers in  Depok City in 2025. This research used a cross-sectional design with a quantitative approach  involving 116 informal workers in Depok City, selected through convenience sampling. Data  were collected using questionnaires distributed both online and onsite at Pos UKK and  analyzed using the chi-square test. The results showed that more than half of the informal  workers had not registered for BPJS Ketenagakerjaan (50.9%). Most informal workers were  women, of productive age, and married. The study found that gender, knowledge, perceived  susceptibility, perceived barriers, BPJS premium costs, motivation, family support, and  environmental support were significantly associated with BPJS Ketenagakerjaan participation  among informal workers in Depok City in 2025. Strategic efforts that consider these factors  are needed to improve the coverage of social security protection for informal workers. In  addition, several risk factors were identified that require further attention, including number of  family members, knowledge of BPJS Ketenagakerjaan, perceived vulnerability, perceived  severity, access to BPJS services, premium costs, and workers’ economic status.

Read More
S-12080
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhammad Isradi Zainal; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Mila Tejamaya, Haruki Agustina, Sudi Astono
Abstrak: Penelitian bertujuan mengetahui tingkat risiko dari bahan berbahaya dan beracun yang ada di Kota Balikpapan. Metode yang digunakan adalah penilaian risiko dengan melihat potensi bahaya dan tingkat paparannya. Mengacu dari Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan tahun 2019 tentang Program Kedaruratan Pengelolaan B3 dan/atau Limbah B3, data dan informasi yang dibutuhkan untuk penilaian risiko yaitu jenis kegiatan Pengelolaan B3, jenis industri, klasifikasi B3, jumlah B3, potensi ancaman terhadap keselamatan jiwa manusia; dan potensi ancaman terhadap fungsi lingkungan hidup. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai risiko kedaruratan B3 di sektor Pertambangan Energi, Minyak, dan Gas Balikpapan dari pendekatan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) masing-masing sebesar 32,87 dan 32,81, yang artinya berisiko sedang. Jenis B3 yang dominan adalah mudah terbakar dan korosif. Rata-rata nilai risiko kedaruratan B3 di Sektor Penyedia Air Bersih Balikpapan dari pendekatan KLHK dan Kemnaker masing-masing sebesar 24, yang artinya berisiko rendah. Jenis B3 yang dominan adalah korosif. Rata-rata tingkat risiko B3 di kota Balikpapan untuk sektor pertambangan, energi, minyak dan gas dan PDAM dari pendekatan KLHK dan Kemnaker masingmasing sebesar 31,56 dan 31,51 (sedang). Potensi kedaruratan B3 di Kota Balikpapan meliputi: terjadinya tumpahan B3, kebakaran, ledakan, paparan terhadap manusia dan pencemaran lingkungan. Program kedaruratan B3 meliputi tersusunnya infrastruktur dan penanggulangan B3 dan Limbah B3
Read More
T-6402
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Indah Puspitasari; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Indri Haosari Susilowati, Sudi Astono, Tasdikin Wardjo
Abstrak: Penyakit Jantung Koroner adalah pembunuh nomor satu di dunia, sulit ditangani karena banyak faktor risiko yang berkontribusi. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi perilaku hidup pekerja PT BXX yang dibentuk oleh faktor predisposisi, faktor pemungkin, dan faktor pendorong, menggunakan sequential exploratory design, dimulai dengan pengambilan data kuantitatif untuk melihat gambaran faktor risiko perilaku hidup, diikuti kualitatif melalui Focus Group Discussion untuk memperdalam analisis faktor risiko yang teridentifikasi. Hasil telitian mend apatkan perilaku hidup sebagian besar pekerja PT BXX tidak sehat, yaitu 57,89% responden kurang konsumsi sayur dan buah, 46,05% responden tidak berolahraga, 40,79% kurang olahraga, dan 93,42% responden mengalami kelebihan berat badan dan kegemukan. Kata kunci : perilaku hidup sehat, pola makan, faktor risiko, responden Coronary Heart Disease is the number one killer in this world, it is difficult to be cured because there are many factors that contributing on it. This research aims to identify life behavior of PT BXX workers which formed by pre-disposing factors, enabling factors, and reinforcing factors. Sequential exploratory design is used by collecting quantitative data at the beginning to describe the risk factors of life behavior, followed by the qualitative data which is collected by holding a Focus Group Discussion to analyze the identified risk factors further. This research result shows that the life behavior of majority of PT BXX workers are unhealthy, which are explained more that 57.89% of the respondents are consuming less vegetable and fruit, 46,05% of the respondents are not working out, and 93,42% of the respondents are overweight and obese Keywords : healthy life behavior, dietary pattern, risk factors, respondents
Read More
T-4931
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Candraditya Dwaya Putra; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Fatma Lestari, Hendra, Muthia Ashifa, Sudi Astono
Abstrak: tenaga kerja merupakan aset yang berharga bagi kegiatan ekonomi, oleh karena itu kesehatan dan keselamatan manusia saat bekerja harus di lindungi. Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan hak para pekerja dan merupakan hak asasi manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kecelakaan kerja menggunakan analisis spasial di perusahaan tambang PT X dengan bantuan analisis statistik spasial yaitu Getis-Ord (Gi*). Getis (Gi*) merupakan salah satu metode statistik spasial untuk menentukan hotspot pada suatu area berdasarkan pengelompokkan spasial dari data insiden. Hasil penelitian menunjukkan insiden paling sering terjadi di jalan hauling yang paling sering disebabkan oleh buruknya maintenance dengan nilai z score 3,21 dan operator tidak mentaati peraturan yang telah ditetapkan dengan nilas z score 3,022. Kata Kunci : Analisis Spasial, Hotspot, analisis statistik spasial Labor is a valuable asset for economic activity, therefore human health and safety work must protected. Occupational safety and health is the right of workers and is a basic human right. This study aims to examine occupational accidents using spatial analysis in PT. X mining companies with spatial statistical analysis of Getis-Ord (Gi*). Getis (Gi*) is one of the spatial statistical methods for determining hotspot in an area based on spatial grouping of incident data. The results showed that incidents were most frequent on hauling roads most often caused by poor maintenance with z score of 3.21 and the operator did not comply with the established rules with z score of 3.02 Kata Kunci : Spatial Analysis, Hotspot, spatial statistical analysis
Read More
T-4923
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Shinta Gusrinarti; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Hendra, Mila Tejamaya, Sudi Astono, Soedarmadji
Abstrak: HIV & AIDS mengancam para pekerja sektor tambang dan panas bumi di Indonesia. Untuk itu dilakukan upaya pencegahan HIV & AIDS di tempat kerja yang merupakan bagian dari usaha kesehatan kerja di perusahaan. Tesis ini mengkaji upaya promosi kesehatan di tempat kerja terkait penanganan masalah HIV & AIDS di tempat kerja yang dilakukan oleh empat perusahaan sektor pertambangan dan panas bumi di Indonesia berdasarkan konsep Piagam Ottawa yang diintegrasikan dengan pemenuhan peraturan pemerintah tentang pencegahan dan penanggulangan HIV & AIDS di tempat kerja dan Kaidah ILO tentang AIDS dan Dunia Kerja. Penelitian ini merupakan studi kualitatif jenis studi kasus dengan desain studi deskriptif. Hasil penelitian menemukan bahwa aspek personal skill development yang berfokus pada edukasi HIV & AIDS kepada pekerja memiliki peran utama dalam mencegah dan menanggulangi HIV & AIDS di tempat kerja. Sementara itu, aspek community action yang berfokus pada kerjasama dengan organisasi eksternal menjadi elemen dengan pemenuhan minim. Untuk itu, perusahaan perlu mengembangkan strategi kerjasama untuk aksi komunitas yang lebih baik dalam rangka mengembangkan program pencegahan dan penanggulangan HIV & AIDS di tempat kerja. Kata kunci: HIV, AIDS, promosi kesehatan di tempat kerja, Piagam Ottawa HIV & AIDS threats workers in mining and geothermal sector in Indonesia. Therefore, effort in HIV & AIDS prevention in workplace is done which is part of occupational health in company. This thesis studies workplace health promotion effort on HIV & AIDS in workplace by four companies comprised of mining and geothermal companies in Indonesia based on Ottawa Charter concept which is being integrated with government regulation on prevention and management of HIV & AIDS in workplace and ILO Code of Practice on HIV & AIDS and the World of Work. This research is a qualitative study with case study approach and descriptive study design with content analysis. The study result found that personal skill development which focused on HIV & AIDS education to workers has been playing major roles in preventing and managing HIV & AIDS in workplace. Meanwhile, community action aspect which focused on cooperation with external organization has becomed the element with minimum compliance. Therefore, companies should develop cooperation strategy for a better community action in order to evolve HIV & AIDS prevention and management program in workplace. Key words: HIV, AIDS, workplace health promotion, Ottawa Charter
Read More
T-4895
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sari Tua Roy Nababan; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Fatma Lestari, Baiduri Widjanarko, Ernie Widianty Rahardjo, Sudi Astono
Abstrak: Periode masa pandemi Covid-19 masih terjadi di Indonesia bahkan di seluruh dunia. Hingga tgl 16 September 2021, data kejadian konfirmasi positif Covid-19 di seluruh dunia telah mencapai 226.236.577 kasus yang tersebar di 224 negara, dengan 4.654.548 kasus diantaranya meninggal dunia (WHO, 2021). Di Indonesia, pada periode yang sama, jumlah kasus positif mencapai 4.181.309 kejadian, dengan kasus kematian sebanyak 139.919 jiwa dan kasus sembuh sebanyak 3.968.152 orang (covid19.go.id). COVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 Berbagai kebijakan telah dilakukan pemerintah untuk mencegah dan mengendalikan penularan, namun tingginya interaksi dan mobilitas masyarakat masih menjadi faktor yang berkontribusi mengakibatkan adanya kasus baru setiap harinya. Kelompok pekerja adalah salah satu kelompok masyarakat dengan persentase yang cukup besar, yakni 69.17% (BPS, Februari 2020). Tempat kerja merupakan salah satu lokasi yang berpotensi mengakibatkan penularan COVID-19 dikarenakan interaksi dan mobilitas pekerja yang sangat tinggi. Dengan kata lain risiko penularan yang terdapat di tempat kerja akan sangat berdampak baik secara langsung maupun tidak langsung kepada lingkungan masyarakat dan rumah tangga. Sektor tempat kerja yang termasuk dalam risiko tinggi penularan COVID-19 adalah sektor transportasi publik karena menjadi tempat interaksi dan bertemunya sejumlah orang dengan berbagai kondisi yang berbeda-beda. Berdasarkan latar belakang tersebut dapat dilihat bahwa penerapan manajemen pencegahan dan pengendalian COVID-19 di lingkungan tempat kerja memiliki kontribusi yang sangat penting guna memutus rantai penularan di masyarakat
Read More
T-6284
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Christian Indra Wijaya; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati Penguji: Robiana Modjo, L. Meily Kurniawidjaja, Kartini Rustandi, Sudi Astono
Abstrak: Sejak tahun 2020 dan selama pandemi COVID-19, Indonesia mewajibkan pemakaian masker di semua aktivitas kerja termasuk di dalam perusahaan. Oleh karena itu, PT.X mewajibkan semua pekerjanya menggunakan masker termasuk pekerjaan fisik dan sesuai dengan standar pemerintah dan kemudahan bernapas maka dipilihlah masker medis 3 lapis. Melalui observasi pendahuluan menunjukkan dari 12 pekerja fisik, 92% merasakan keluhan cepat lelah dan sesak napas ketika bekerja, sehingga penelitian ini bertujuan ingin mengetahui hubungan antara pemakaian masker medis 3 lapis melalui %CVL (cardiovascular load) dengan keluhan kesehatan subjektif pada pekerja fisik. Hasil dari penelitian melalui analisis tabel silang/crosstab antara variabel ?jenis keluhan kesehatan subjektif? dengan ?%CVL? menunjukkan terdapat hubungan antar variabel ?jenis keluhan kesehatan subjektif? dan variabel ?%CVL? dengan interpretasi semakin tinggi %CVL suatu pekerjaan fisik maka semakin tinggi risiko negatif terhadap keluhan kesehatan subjektif (seperti keluhan cepat lelah sampai sesak napas). Kemudian, untuk analisis tabel silang/crosstab antara variabel ?waktu mengalami keluhan kesehatan subjektif? dengan ?%CVL? menunjukkan terdapat hubungan antar variabel dengan interpretasi semakin tinggi %CVL suatu pekerjaan fisik maka semakin semakin cepat pekerja merasakan keluhan kesehatan subjektif tersebut. Sedangkan, untuk parameter lain seperti karakteristik pekerja dan kondisi lingkungan kerja di PT.X tidak menunjukkan hubungan dan interpretasi yang bermakna terhadap keluhan kesehatan subjektif pekerja fisik ketika penggunaan masker. Sehingga, dapat disimpulkan secara umum bahwa terdapat hubungan antara pemakaian masker medis 3 lapis melalui %CVL dengan keluhan kesehatan subjektif pada pekerja fisik, semakin besar nilai %CVL (atau semakin lelah) maka semakin berat keluhan kesehatan subjektif yang dialami (cepat lelah sampai sesak napas) dan semakin cepat pekerja fisik mengalami keluhan kesehatan subjektif dalam 1 putaran pekekerjaan. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar untuk penilaian kembali bahaya dan risiko pemakaian masker pada pekerjaan fisik di perusahaan untuk menemukan pengendalian yang lebih memadai.
Since year 2020 and during COVID-19 pandemic period, in Indonesia, mask usage is mandatory for every working activites including in industry. Hence, mask usage is mandatory in PT.X including for physical activities and based on local/government regulation also breathability aspect, PT.X decided to use 3 ply medical mask as standard mask. From pre observation that had already been conducted revealed that from 12 physical workers as respondent, 92% were experiencing health issue during wearing the mask. Then, this condition proves that wearing the mask during physical activity resulting new hazard that need to be mitigated properly. The purpose of researcher in this thesis is to find relation between 3 ply medical mask usage through %CVL (cardiovascular load) measurement with subjective health issue of physical workers. The result of this research from crosstab analysis between variable ?health issue type? vs ?%CVL? shows meaningful relation with interpretation the higher of %CVL from physical activity will impact to higher risk of negative health issue (tired quickly until shortness of breath). Then, for crosstab analysis between variable ?experiencing health issue times? vs ?%CVL? shows meaningful relation with interpretation the higher of %CVL from physical activity will make respondent feel subjective health issue faster. While, for other parameters (worker characteristic and workplace area characteristic in PT.X) vs variable of ?health issue type? and ?experiencing health issue times? show no meaningfull relation and interpretation. Hence, in general, we can conclude that there is meaningfull relation between 3 ply mask usage through %CVL measurement with health issue of physical workers. The higher of %CVL value or more tired condition of the physical worker resulting more severe for the health issue such us feel tired quickly until shortness of breath and in term of the time, worker will get this health issue faster in one work cycle. Considering this condition, the %CVL value can be as refference/baseline to do reassessment regarding hazard and risk for mask usage during physical work/activity in the workplace area to find further sufficient mitigation.
Read More
T-6480
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Liana Andryana; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Indri Hapsari, Milla Tejamaya, Sudi Astono, Fathur Rahman
Abstrak: Bekerja di ketinggian bagi tim SAR merupakan jenis pekerjaan yang mempunyai resiko bahaya yang tinggi seperti terjatuh, tertimpa benda, tersetrum, kebakaran, dan lain-lain. Akses tali telah diterapkan secara luas dalam setiap pekerjaan di ketinggian, namun penerapanya membutuhkan keterampilan yang baik agar resiko bahaya terjatuh dapat dicegah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kontribusi faktor predisposisi, faktor pemungkin dan faktor penguat pada perilaku selamat petugas Potensi SAR yang mengikuti pelatihan penyelamatan di ketinggian menggunakan akses tali (rope access). Desain penelitian ini adalah cross-sectional, menggunakan metode penelitian analitik korelatif dengan pendekatan semikuantitatif. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner, observasi, dan wawancara. Populasi penelitian meliputi seluruh Potensi SAR di daerah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara yang telah mengikuti pelatihan Rope Acces di Basarnas sebanyak 1500 orang dan sampel diambil dengan teknik acak sebanyak 30 orang. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa variabel persepsi dan pelatihan berhubungan dengan perilaku selamat, sedangkan variabel pengetahuan, fasilitas, upaya penyelamatan di ketinggian, dan dukungan tidak berhubungan dengan perilaku selamat. Direkomendasikan antara lain memastikan petugas Potensi SAR memahami posisi tubuh ergonomis, mewajibkan mengikuti pelatihan sebelum melakukan pertolongan di ketinggian, dan menerapkan reward bagi petugas Potensi SAR yang telah mengikuti pelatihan dengan baik
Read More
T-5821
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Annisa Fyona; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Indri Hapsari Susilowati, Sudi Astono, Tasdikin Wardjo
Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi masalah kesehatan primer di PT X sebagai dasar pengembangan program kesehatan kerja khususnya pencegahan PAK. Penelitian ini dilakukan dengan HRA sebagai data awal mengenali risiko kesehatan. Desain penelitian ini adalah survei deskriptif dan dilakukan analisis konten terhadap data primer dari hasil observasi dan wawancara serta data sekunder berupa data MCU dan kunjungan klinik. Hasil penelitian menunjukkan risiko kesehatan utama adalah gangguan muskuloskeletal. Disarankan pekerja melakukan streching, olah raga, menghindari postur janggal saat bekerja, dan menggunakan alat bantu. Perusahaan perlu menambahkan pemeriksaan gangguan otot rangka dan melakukan penelitian lebih lanjut untuk mendapatkan rekomendasi desain stasiun kerja yang ergonomis. Kata kunci: HRA, MCU, PAK, keluhan kesehatan, muskuloskeletal, kunjungan klinik The study aimed to identify primary health problem at PT X so that occupational health programs can be implemented especially to prevent occupational health diseases. This study use Health Risk Assessment (HRA) as baseline data to help identify the health risks. The design of this study is descriptive survey and content analysis of primary data from observation and interviews and secondary data from MCU results and clinic visits. The results of the research indicated that major health risks are musculoskeletal disorders. The workers are suggested to conduct streching activities, exercise, avoid awkward postures while working, and use tools. Companies need to add musculoskeletal disorders examination and conducted further research to get ergonomic work station design recommendations. Keyword: HRA, MCU, PAK, health complaint, musculoskeletal, clinic visit
Read More
T-5005
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive