Ditemukan 8 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Lini Anisfatus Sholinah; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Susi Desminarti, Wahyu Kurnia
S-7828
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nancy Kosasih; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Trini Sudiarti, Susi Desminarti
Abstrak:
Penelitian ini merupakan pembuatan produk makanan inovasi, berupa penambahan sayuran sawi hijau dan wortel pada produk siomay, untuk menghasilkan produk jajanan yang rendah lemak, tetapi tinggi serat pangan. Penelitian eksperimental ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan sayuran terhadap kadar serat pangan dan kandungan gizi, serta hasil uji hedonik pada produk siomay. Terdapat 4 jenis siomay yang diteliti, yaitu siomay tanpa penambahan sayuran, sebagai variabel kontrol, dan tiga jenis siomay dengan perlakukan penambahan 20%, 30%, dan 40% sayuran. Perbandingan penambahan sayuran sawi hijau dan wortel adalah 50%:50%. Analisis kadar serat pangan dan kandungan gizi lainnya dilakukan di Laboratorium analisis pangan PT. Saraswati Indo Genetech, Bogor. Sedangkan, uji hedonik ketiga jenis siomay sayuran dilakukan pada 65 murid SMPN 200 Jakarta Utara pada bulan April 2013. Data dianalisis dengan menggunakan uji Anova dan dilanjutkan dengan uji Bonferroni. Jenis siomay sayuran yang mempunyai kadar serat pangan tertinggi dan tingkat kesukaan tertinggi adalah siomay 40% sayuran. Kandungan dalam 100 gram siomay 40% sayuran adalah 5,24 g serat pangan; 62,94 g air; 1,72 g abu; 5,46 g protein; 1,02 g lemak; 28,86 g karbohidrat; dan 125,5 kkal energi.
This study was conducted by creating innovative food products, with the addition of chinese flowering cabbage and carrots on Siomay products, to produce snacks which are low fat, but having high content of dietary fiber. This experimental study was aimed to determine the effect of vegetables addition to dietary fiber content and nutritional values along with hedonic test result on siomay products. There were 4 types of siomay which were observed, the first one was siomay without the addition of vegetable, as control variable, and the other types were siomay with additional treatments containing 20%, 30%, 40% vegetables. The comparison of the addition of chinese flowering cabbage and carrots are 50%: 50%. The analysis of dietary fiber content and other nutritional values was carried in food analysis laboratories PT. Saraswati Indo Genetech, Bogor. Meanwhile, the hedonic test from three types of vegetable siomay conducted on 65 students of SMPN 200 Jakarta Utara in April 2013. These data had been analyzed by Anova test and continued by Bonferroni test. The vegetable siomay that had the higest dietary fiber content and highest preference level was siomay containing 40% vegetables. The content in 100 grams siomay containing 40% vegetables were 5,24 g dietary fiber; 62,94 g water; 1,72 g ash; 5,46 g protein; 1,02 g fat; 28,86 g carbohydrate; and 125,5 kkal energy.
Read More
S-7939
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Defry Lesmana; Pembimbing : Diah Mulyawati Utari; Penguji: Trini Sudiarti, Susi Desminarti
Abstrak:
Hipertensi adalah suatu kondisi di mana tekanan sistole darah ≥ 140 mmHg dan diastole ≥ 90 mmHg (Schumann et al., 2011). Di Indonesia sendiri, prevalensi untuk hipertensi dinilai tinggi jika dibandingkan dengan prevalensi Asia Tenggara, yaitu 30,9% (WHO, 2012). Prevalensi hipertensi di Provinsi Jawa Barat adalah 29,4%, lebih besar daripada provinsi DKI Jakarta dengan prevalensi 28,8% dan provinsi Banten dengan prevalensi 27,6%. Tujuan umum dari penelitian ini adalah mengetahui hasil analisis kandungan zat gizi cookies untuk hipertensi dan daya terima dari cookies untuk hipertensi pada kalangan usia dewasa di kampus Unpas Kota Bandung tahun 2013. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan metode rancangan acak lengkap dengan pola satu arah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari hingga Juni 2013. Panelis dalam uji hedonik ini adalah 30 orang pria dan wanita dewasa dengan usia 21 tahun ke. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kandungan gizi yang terkandung dalam cookies untuk hipertensi memenuhi kebutuhan sehari-hari untuk natrium dan kalium, namun belum dapat memenuhi kebutuhan kalsium sehari untuk usia dewasa. Perlakuan cookies yang terbaik adalah perlakuan 703 dengan kandungan gizi: air 6,93%; abu 1,01%; protein 6,62%; lemak 18,60%; serat kasar 5,11%; karbohidrat 61,73%; natrium 0,08%; kalium 1,14%; dan kalsium 130,93 mg.
Hypertension is a condition which systolic blood pressure ≥ 140 mmHg and diastolic ≥ 90 mmHg. Prevalence for hypertension in Indonesia is higher than South East Asia which has 30.9%. Hypertension prevalence in West java is 29.4% which higher than DKI Jakarta (28.8%) and Banten (27.6%). The main goals for this research are to know the result of nutrition analysis for cookies for hypertension and to know the acceptance for these cookies in adult-aged group at Pasundan University Bandung on 2013. This research is an experimental research which using completely randomized design method. This research was conducted on January to June 2013. Panelists for hedonic test are 30 people of men and women with age 21 or above. The result of this research shows that the nutrition content for cookies for hypertension have fulfilled the daily needs of sodium and potassium for adult-aged group but not for the daily needs of calcium. Cookies with the best treatment is cookies 703 with nutrients are: water 6,93%; ash 1,01%; protein 6,62%; fat 18,60%; crude fiber 5,11%; carbohydrate 61,73%; sodium 0,08%; potassium 1,14%; and calsium 130,93 mg.
Read More
Hypertension is a condition which systolic blood pressure ≥ 140 mmHg and diastolic ≥ 90 mmHg. Prevalence for hypertension in Indonesia is higher than South East Asia which has 30.9%. Hypertension prevalence in West java is 29.4% which higher than DKI Jakarta (28.8%) and Banten (27.6%). The main goals for this research are to know the result of nutrition analysis for cookies for hypertension and to know the acceptance for these cookies in adult-aged group at Pasundan University Bandung on 2013. This research is an experimental research which using completely randomized design method. This research was conducted on January to June 2013. Panelists for hedonic test are 30 people of men and women with age 21 or above. The result of this research shows that the nutrition content for cookies for hypertension have fulfilled the daily needs of sodium and potassium for adult-aged group but not for the daily needs of calcium. Cookies with the best treatment is cookies 703 with nutrients are: water 6,93%; ash 1,01%; protein 6,62%; fat 18,60%; crude fiber 5,11%; carbohydrate 61,73%; sodium 0,08%; potassium 1,14%; and calsium 130,93 mg.
S-7914
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Trecy; Pembimbing: Diah Mulyawati Utari; Penguji: Trini Sudiarti, Susi Desminarti
Abstrak:
Read More
Penderita diabetes melitus terus meningkat di Indonesia. Diabetes melitus dapat menyebabkan komplikasi dan kerusakan berbagai organ tubuh lainnya. Dalam rangka mengontrol kadar gula darah pada penderita DM diperlukan diet khusus. Penderita diabetes melitus dianjurkan untuk mengonsumsi makanan selingan diantara waktu makan. Salah satu makanan selingan yang populer di masyarakat adalah cookies. Namun, cookies yang beredar di masyarakat mayoritas menggunakan bahan dasar seperti tepung terigu, telur, susu, mentega, dan gula sederhana yang kurang dianjurkan bagi penderita diabetes melitus. Di samping itu, bahan pangan seperti sorgum dan kacang merah yang memiliki indeks glikemik yang rendah sehingga dapat dijadikan alternatif bahan pangan untuk pembuatan cookies. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk cookies yang dapat dijadikan makanan selingan bagi penderita diabetes melitus menggunakan bahan dasar tepung sorgum dan kacang merah serta penambahan rempah yang memiliki efek antidiabetik yakni jintan hitam. Adapun formulasi yang digunakan dalam penelitian ini dibedakan oleh perbandingan jumlah tepung sorgum dan kacang merah yang digunakan, yaitu R1 1:3; R2 2:2; dan R3 3:1, selain itu terdapat R4 sebagai formulasi kontrol dengan formulasi yang dibuat seperti cookies konvensional yang umum beredar di masyarakat. Uji hedonik dilakukan di Laboratorium Gizi FKM UI pada bulan April 2024. Uji tersebut dilakukan kepada 30 orang panelis tidak terlatih yakni karyawan FKM UI. Hasil penelitian menunjukkan cookies yang paling disukai oleh panelis adalah cookies R2 dengan rata-rata nilai kesukaan tertinggi dibandingkan formulasi lainnya yaitu sebesar 3.80. Kandungan gizi setiap satu takaran saji cookies R2, yaitu energi sebesar 191,4 kkal, 24,6 g karbohidrat, 5,6 g protein, 7,8 g lemak, dan 2,7 g jintan hitam. Biaya produksi satu takaran saji cookies formulasi R2 adalah sebesar Rp3.705.
Patients with diabetes mellitus have increased in Indonesia. Diabetes mellitus can cause complications and damage to various organs. In order to control blood sugar levels in people with DM, a special diet is needed. Patients with diabetes mellitus are encouraged to consume snacks between meals. One of the popular snack in the community is cookies. However, cookies circulating in the community mostly use basic ingredients such as wheat flour, eggs, milk, butter, and simple sugar which are not recommended for people with diabetes mellitus. In addition, food ingredients such as sorghum and red beans have a low glycemic index so that they can be used as alternative food ingredients for making cookies. This study aims to develop a cookies product that can be used as a snack for people with diabetes mellitus using the basic ingredients of sorghum flour and red beans and the addition of spices that have antidiabetic effects, namely black cumin. The formulations used in this study are distinguished by the ratio of the amount of sorghum flour and red beans used, namely R1 1:3; R2 2:2; and R3 3:1, besides that there is R4 as a control formulation with formulations made like conventional cookies commonly circulated in the community. The hedonic test was conducted at the Nutrition Laboratory of FKM UI in April 2024. The test was conducted on 30 untrained panelists, FKM UI employees. The results of the study showed that R2 cookies is most selected by panelist with the highest average score of 3,80. The nutritional content of each serving size of R2 cookies, energy of 191,4 kcal, 24,6 g carbohydrate, 5,6 g protein, 7,8 g fat, and 2,7 g black cumin. The production cost of one serving size of cookies formulation R2 is Rp3,705.
S-11639
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Rezi Rafiki Assifa; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Yvonne M. Indrawani, Susi Desminarti
S-7321
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Fatmah Azzahra; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Yvonne M. Indrawani, Susi Desminarti
S-6691
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nurul Ulfah; Pembimbing: Yvonne Magdalena; Indrawani; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Susi Desminarti
S-6816
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Suci Ariani; Pembimbing: Diah Mulyawati Utari; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Susi Desminarti
S-7232
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
