Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Wini Handayani; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Dadan Erwandi, Hendra, Wahyu Hidayat, Andry Kurniawan
Abstrak: Tesis ini menganalisispartisipasi keselamatan pada pekerjaPertambangan Emas Bawah Tanah PT X Propinsi Banten.Penelitian dilakukan oleh penulis berdasarkan 7 (tujuh) kalikejadian berbahaya yang samayang terjadi secara berturut-turut pada tahun 2015, dimana kinerja keselamatan terutama partisipasi keselamatan menjadi penyebab kejadian. berdasarkan kondisi atau suasana keselamatan yang menjadi antesenden dalam membentuk partisipasi keselamatan pekerja dengan tujuan untuk meningkatkan kinerja keselamatan sehingga dapat mengurangi dan mencegah terjadinya kejadian yang dapat menyebabkan gangguan kesejahteraan, kesehatan dan cidera. Penelitian ini merupakan penelitian deskriftif analitik dengan pendekatan mixed methods meliputi analisis kualitatif dan kuantitatif dengan desain study cross sectional, Hasil penelitian ditemukan bahwa iklim keselamatan, motivasi keselamatan kerja dan kepuasan kerja memberikan pengaruh terhadap partisipasi keselamatan pada pekerja di Pertambangan Emas Bawah Tanah PT X. Perusahaan perlu melakukan tinjauan ulang keterlibatan pekerja, perwakilan pekerja dan manajemen dalam perencanaan dan pelaksanaan program K3. Kata kunci: Partisipasi, pekerja, keselamatan, iklim kerja, motivasi, kepuasan kerja This thesis analyzes the safety participation of underground gold mining workers of PT X of Banten Province. The research is conducted by the authors based on 7 (seven) different harmful phenomenon that occur respectively in 2015, where safety performance especially safety participation is the cause of the incident. Based on safety conditions or moods that are antecedent in shaping workers' safety participation with the aim of improving safety performance so as to reduce and prevent the occurrence of events that may cause welfare, health and injury. This research is an analytic descriptive research with mixed methods approach including qualitative and quantitative analysis with cross sectional study design. The result of the study found that the safety climate, work safety motivation and job satisfaction have an effect on the safety participation of the workers in the Underground Gold Mine of PT X. Company is necessary to review the involvement of workers, workers' representatives and management in the planning and implementation of OSH programs. Keywords: Participation, workers, safety, work climate, motivation, job satisfaction.
Read More
T-5055
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bram Sinatra Napitupulu; Pembimbing: Baiduri Widanarko; Penguji: Dadan Erwandi, Hendra, Haryanto, Wahyu Hidayat
Abstrak:

Stres kerja merupakan masalah yang signifikan di sektor minyak dan gas bumi (migas), yang dapat berdampak pada kesehatan mental dan fisik pekerja, serta menurunkan kinerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prevalensi dan faktor-faktor risiko stres kerja pada pekerja unit produksi I dan II di PT XYZ pada tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dan melibatkan 120 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji bivariat untuk menilai hubungan antara faktor risiko dan stres kerja. Analisis dilakukan menggunakan uji Chi-square, perhitungan Prevalence Ratio (PR), dan CI 95%.
Hasil menunjukkan 50% pekerja mengalami stres kerja. Faktor yang berhubungan signifikan meliputi: tingkat pendidikan (p=0,003; PR=2,200; CI 95%: 1,179–2,700), masa kerja >5 tahun (p=0,011; PR=5,954; CI 95%: 0,912–38,893), status menikah (p=0,000; PR=4,171; CI 95%: 1,969–8,835), dukungan sosial buruk (p=0,044; PR=1,505; CI 95%: 1,032–2,196), otonomi kerja rendah (p=0,001; PR=2,000; CI 95%: 1,341–2,984), dan hubungan interpersonal buruk (p=0,033; PR=1,806; CI 95%: 1,019–3,200). Variabel yang tidak signifikan: usia (p=0,096), budaya organisasi (p=1,000), dan sumber daya (p=0,096). Determinan utama stres kerja adalah masa kerja, status pernikahan, tingkat pendidikan, dukungan sosial, otonomi pekerjaan, dan hubungan interpersonal.
Penelitian ini menunjukkan pentingnya perhatian terhadap faktor-faktor individu dan psikososial dalam mengelola stres kerja di sektor migas. Program dukungan sosial, peningkatan otonomi kerja, dan perbaikan hubungan interpersonal dapat mengurangi stres kerja di lingkungan ini.


Work-related stress is a significant issue in the oil and gas (migas) sector, impacting workers' mental and physical health as well as their performance. This study aims to analyze the prevalence and risk factors of work-related stress among workers in production units I and II at PT XYZ in 2024. The study used a quantitative cross-sectional design involving 120 respondents. Data were collected through questionnaires and analyzed using bivariate tests to assess the relationship between risk factors and work-related stress. The analysis included Chi-square tests, Prevalence Ratio (PR), and 95% Confidence Interval (CI). Results showed that 50% of workers experienced work stress. Significant associated factors included educational level (p=0.003; PR=2.200; 95% CI: 1.179–2.700), work duration >5 years (p=0.011; PR=5.954; 95% CI: 0.912–38.893), marital status (p=0.000; PR=4.171; 95% CI: 1.969–8.835), poor social support (p=0.044; PR=1.505; 95% CI: 1.032–2.196), low job autonomy (p=0.001; PR=2.000; 95% CI: 1.341–2.984), and poor interpersonal relationships (p=0.033; PR=1.806; 95% CI: 1.019–3.200). Non-significant factors included age (p=0.096), organizational culture (p=1.000), and resources (p=0.096). This study highlights the importance of addressing individual and psychosocial factors in managing work-related stress in the migas sector. Social support programs, increased job autonomy, and improved interpersonal relationships can help reduce work stress in this environment.

Read More
T-7239
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rezki Dwinda; Pembimbing: Baiduri Widanarko; Penguji: Dadan Erwandi, Hendra, Haryanto, Wahyu Hidayat
Abstrak:
Kelelahan bukan sekadar merasa kantuk dan lelah, dapat juga kelelahan mental dan/atau fisik yang mengurangi kecakapan seseorang melakukan pekerjaan secara efektif dan aman. ILO memperkirakan 2,3 juta pekerja meninggal karena kecelakaan atau penyakit terkait pekerjaan dan 313 juta pekerja menderita cedera kerja non-fatal setiap tahun. NSC menyatakan bahwa kelelahan menyumbang 13% dari cedera, terutama pada lingkungan kerja yang beroperasi 24 jam. Industri minyak dan gas bumi (migas) merupakan industri yang kegiatan produksinya dilakukan secara terus menerus selama 24 jam tanpa henti untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.  Selain itu, industri migas juga dikenal sebagai industri yang berisiko tinggi dimana suatu keselahan kecil dapat menyebabkan kecelakaan besar. Tujuan penelitian ini melihat faktor hubungan terkait pekerjaan dan tidak terkait pekerjaan dengan kelelahan kerja di PT XYZ. Penelitian ini menggunakan analisis analitik dengan desain crosssectional dan menggunakan analisa data univariat, bivariat. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah seluruh populasi pekerja pengelasan PT XYZ berjumlah 104 pekerja. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor risiko individu yaitu usia (PR= 1,590; 95% CI: 1,080 – 2,341), dan kualitas tidur (PR= 1,608; 95% CI: 1,064 – 2,431) serta faktor risiko terkait pekerjaan yaitu tuntutan pekerjaan (PR= 1,650; 95% CI: 1,060 – 2,567) berhubungan signifikan dengan kelelahan pada pekerja. Sarna yang diberikan keperusahaan berupa rekomendasi program manajemen kelelahan khususnya pekerja diatas 35 tahun, evaluasi jam, shift dan durasi kerja yang dominan melebihi ketantuan yang berlaku, kajian lebih lanjut terkait kualitas lingkungan kerja, peningkatan kesadaran terkait pengelolaan tuntutan kerja, konflik dan stres, kebiasaan olahraga dan istirahat, serta fasilitas pendukung yang memperhatikan aspek ergonomi pekerja.

Fatigue is not just feeling sleepy and tired, it can also be mental and/or physical fatigue that reduces a person's ability to do work effectively and safely. The ILO estimates that 2.3 million workers die from work-related accidents or diseases and 313 million workers suffer non-fatal work injuries each year. The NSC states that fatigue contributes to 13% of injuries, especially in 24-hour work environments. The oil and gas industry is an industry whose production activities are carried out continuously for 24 hours non-stop to meet the needs of the community. In addition, the oil and gas industry is also known as a high-risk industry where a small mistake can cause a major accident. The purpose of this study was to examine the relationship between work-related and non-work-related factors with work fatigue at PT XYZ. This study used analytical analysis with a cross-sectional design and used univariate and bivariate data analysis. The number of samples in this study was the entire population of PT XYZ welding workers totaling 104 workers. The results of the study showed that individual risk factors, namely age (PR = 1.590; 95% CI: 1.080 - 2.341), and sleep quality (PR = 1.608; 95% CI: 1.064 - 2.431) and work-related risk factors, namely job demands (PR = 1.650; 95% CI: 1.060 - 2.567) were significantly related to fatigue in workers. The advice given to the company was in the form of recommendations for fatigue management programs, especially for workers over 35 years old, evaluation of hours, shifts and duration of work that predominantly exceeded applicable provisions, further studies related to the quality of the work environment, increasing awareness related to the management of work demands, conflict and stress, exercise and rest habits, and supporting facilities that pay attention to the ergonomic aspects of workers.
Read More
T-7245
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Cahyo Adhi Kusumo; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Abdul Kadir, Mufti Wirawan, Sigit Wijayanto, Wahyu Hidayat
Abstrak:
Kecelakaan lalu lintas masih menjadi permasalahan serius, khususnya pada pengemudi truk pengangkut bahan bakar minyak (BBM) yang memiliki tingkat risiko kerja tinggi. Faktor manusia, terutama perilaku berkendara tidak aman, merupakan penyumbang terbesar terjadinya kecelakaan lalu lintas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi perilaku berkendara pada pengemudi truk pengangkut BBM di PT. XYZ tahun 2025, meliputi faktor internal, faktor eksternal, dan faktor manajemen. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 1.764 pengemudi dengan jumlah sampel sebanyak 105 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji statistik untuk mengetahui hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 51,4% pengemudi memiliki perilaku safety driving yang aman, sedangkan 48,6% masih tergolong tidak aman. Faktor internal yang berhubungan signifikan dengan perilaku berkendara meliputi pengetahuan, masa kerja, dan lama tidur. Pada faktor eksternal, kondisi kendaraan dan durasi mengemudi berhubungan signifikan dengan perilaku safety driving, sedangkan kondisi jalan tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Pada faktor manajemen, SOP, pengawasan, sistem reward and punishment, serta pelatihan berhubungan signifikan dengan perilaku berkendara, sementara status kepegawaian dan kompensasi tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perilaku berkendara pengemudi truk BBM dipengaruhi oleh kombinasi faktor individu, lingkungan kerja, dan sistem manajemen keselamatan. Oleh karena itu, perusahaan perlu memperkuat penerapan K3 melalui pelatihan berkelanjutan, pengawasan yang efektif, pengaturan jam kerja dan waktu istirahat, serta penerapan sistem penghargaan dan sanksi yang konsisten guna menurunkan risiko kecelakaan lalu lintas

Road traffic accidents remain a serious public health issue, particularly among fuel tank truck drivers who are exposed to high occupational risks. Human factors, especially unsafe driving behavior, are recognized as the leading contributors to traffic accidents. This study aimed to analyze factors affecting driving behavior among fuel tank truck drivers at PT. XYZ in 2025, including internal factors, external factors, and management factors. This study employed a quantitative method with a cross-sectional design. The study population consisted of 1,764 drivers, with a sample of 105 respondents. Data were collected using structured questionnaires and analyzed using statistical tests to determine the relationships between variables. The results showed that 51.4% of drivers demonstrated safety driving behavior, while 48.6% were categorized as having unsafe driving behavior. Internal factors significantly associated with driving behavior included knowledge, length of service, and sleep duration. Regarding external factors, vehicle condition and driving duration were significantly associated with safety driving behavior, whereas road conditions showed no significant association. Management factors such as standard operating procedures (SOP), supervision, reward and punishment systems, and training were significantly associated with driving behavior, while employment status and compensation were not significantly related. This study concludes that driving behavior among fuel tank truck drivers is influenced by a combination of individual characteristics, work environment conditions, and safety management systems. Therefore, companies are encouraged to strengthen occupational health and safety implementation through regular safety training, effective supervision, proper vehicle maintenance, adequate work–rest scheduling, and consistent enforcement of reward and punishment systems to reduce the risk of traffic accidents
Read More
T-7482
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive