Ditemukan 12 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Dewi Sulistiyawati; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Dadan Erwandi, Muhammad Irwansyah
Abstrak:
Kebakaran merupakan suatu peristiwa atau kejadian yang dapat menyebabkan banyak kerugian. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis terhadap penerapan manajemen tanggap darurat dan penanggulangan kebakaran di Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan melakukan observasi lapangan, wawancara, dan telaah dokumen. Hasil penelitian selanjutnya dibandingkan dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 20/PRT/M/2009, Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 26/PRT/M/2008, SNI 03-1746-2000, dan SNI 03-6574-2001.
Hasil penelitian didapatkan bahwa kesesuaian penerapan manajemen tanggap darurat dan penanggulangan kebakaran di Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia, yaitu organisasi tanggap darurat sebesar 84.62%, tata laksana operasional sebesar 72.22%, dan sumber daya manusia (SDM) sebesar 80%. Dimana rata-rata kesesuaian sarana penyelamatan jiwa adalah sarana jalan keluar sebesar 90%, pintu darurat sebesar 72.22%, tangga darurat sebesar 92.50%, petunjuk arah jalan keluar sebesar 53.34%, pencahayaan darurat sebesar 59.93%, dan tempat berkumpul sementara sebesar 100%.
Berdasarkan hasil penelitian, maka diperlukan perbaikan dan peningkatan terhadap penerapan manajemen tanggap darurat dan penanggulangan kebakaran serta perbaikan dan pemeliharaan terhadap sarana penyelamatan jiwa di Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia.
Kata kunci : manajemen keselamatan kebakaran gedung, sarana, program pendidikan vokasi.
Read More
Hasil penelitian didapatkan bahwa kesesuaian penerapan manajemen tanggap darurat dan penanggulangan kebakaran di Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia, yaitu organisasi tanggap darurat sebesar 84.62%, tata laksana operasional sebesar 72.22%, dan sumber daya manusia (SDM) sebesar 80%. Dimana rata-rata kesesuaian sarana penyelamatan jiwa adalah sarana jalan keluar sebesar 90%, pintu darurat sebesar 72.22%, tangga darurat sebesar 92.50%, petunjuk arah jalan keluar sebesar 53.34%, pencahayaan darurat sebesar 59.93%, dan tempat berkumpul sementara sebesar 100%.
Berdasarkan hasil penelitian, maka diperlukan perbaikan dan peningkatan terhadap penerapan manajemen tanggap darurat dan penanggulangan kebakaran serta perbaikan dan pemeliharaan terhadap sarana penyelamatan jiwa di Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia.
Kata kunci : manajemen keselamatan kebakaran gedung, sarana, program pendidikan vokasi.
S-9594
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Syofia Dasmauli; Pembimbing: Prastuti Chusnun Soewondo, Pujiyanto; Penguji: Abdul Halim, Irwansyah
Abstrak:
Sampai saat ini efektivitas dan pemanfaatan dana yang terbatas masih menjadi masalah di sebagian besar Kabupaten/Kota di Indonesia, padahal hampir semua daerah menetapkan kesehatan sebagai salah satu program prioritas. Pemberlakuan Otonomi Daerah memberi peluang kepada Daerah untuk menyusun perencanaan, dan pengalokasian anggaran dilingkungan Pemda masing-masing. Peran dan komitmen policymakers sebagai pengambil kebijakan sangat besar dalam menentukan arah pembangunan dan pengalokasian anggaran bersumber dari Pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektifitas anggaran program prioritas, Dinas Kesehatan bersumber Pemerintah di Kota Bukittinggi tahun 2004. Penelitian ini juga untuk melihat Komitmen policymakers dalam menetapkan anggaran program prioritas Kesehatan. Penelitian ini adalah penelitian dekriptif pendekatan kualitatif, analisis data sekunder dengan cars telaah dokumen, sedangkan data primer dianalisa dengan cara analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiayaan kesehatan di Kota Bukittinggi tahun 2004 masih rendah yaitu 2,75% dari APBD Kota setara dengan Rp. 46.755,- per kapita per tahun. Sedangkan pembiayaan kesehatan dari berbagai sumber Pemerintah adalah 4,2% total APBD Kota Bukittinggi setara dengan Rp.70.740,- per kapita per tahun. Alokasi anggaran dari berbagai sumber untuk program prioritas kesehatan adalah Rp.123.801.284,- setara dengan 4,2% APBD Kesehatan, setara pula dengan 0,17% dari total APBD Kota Bukittinggi, dengan biaya kesehatan perkapita Rp.2,826, per tahun. Kebutuhan menurut standar World Bank dalam proyek PHP II dengan Inflasi tahun 2004 sebesar 6,89% adalah Rp.57.788,-untuk Program esensial, sedangkan untuk program prioritas kebutuhan normatifnya adalah Rp. 25.723,- terjadi gap yang besar antara alokasi dan kebutuhan biaya kesehatan. Sementara Alokasi anggaran Program prioritas dari APBD Kota Bukittinggi adalah Rp. 80.098.000,- setara dengan biaya kesehatan per kapita Rp.799,- per tahun. Efektifitas dari pengalokasian anggaran program prioritas kesehatan tersebut dihubungkan dengan Indikator Indonesia Sehat 2010 dan Indikator Standar Pelayanan Minimun Bidang Kesehatan memperlihatkan hasil tidak optimal dalam pencapaian target. Komitmen para pengambil kebijakan (policymakers) dalam pengalokasian dana untuk program perioritas kesehatan baru sebatas memahami namun tidak kuat komitmennya dalam penerapan pengalokasian dana. Agar pengalokasian dana pembiayaan kesehatan mempertimbangkan dan menghubungkan dengan penetapan program prioritas sesuai visi, misi dan renstra kota. Divas Kesehatan Kota Bukittinggi fokus ke program prioritas dan meningkatkan advokasi, sosialisasi dan penyusunan program lebih mempertimbangkan manfaat dan dampak bagi kesehatan masyarakat.
Read More
T-2328
Depok : FKM-UI, 2006
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Savira Wulansari; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Chandra Satrya, Irwansyah Muhammad
Abstrak:
Skripsi ini membahas tentang gambaran umum sarana penyelamatan jiwa di area produksi dan laboratorium quality control terhadap bahaya kebakaran PT. XYZ tahun 2016. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan studi deksriptif yang menggunakan dua jenis teknik pengumpulan data, yaitu data primer berupa wawancara, observasi, dan pengukuran serta data sekunder berupa telaah dokumen. Tujuan penelitian ini yaitu untuk melihat gambaran umum sarana penyelamatan jiwa di area produksi dan laboratorium quality control PT. XYZ Tahun 2016 dengan mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 26/PRT/M/2008 tentang persyaratan teknis sistem proteksi kebakaran pada bangunan gedung dan lingkungan, standar SNI 03-1746-2000 tentang Tata Cara Perencanaan Sarana Jalan Keluar untuk Penyelamatan Terhadap Bahaya Kebakaran pada Bangunan Gedung, dan standar NFPA 101 Life safety code. Hasil dari penelitian ii diharapkan agar dapat meningkatkan kualitas dari sarana penyelamatan jiwa yang dimiliki serta melihat kesesuaian dengan peraturan dan standar tersebut. Kata kunci: Sarana Penyelamatan Jiwa, bahaya kebakaran, NFPA 101 Life Safety Code, Permen PU No. 26/PRT/M/2008, SNI 03-1746-2000 This thesis discusses about description of life safety means againts fire hazard in production and quality control laboratory of PT. XYZ. This study is a qualitative study that uses two types of data collection techniques, which area primary data in the form of interviews, measurement, and observations and secondary data from the studey dicuments. The purpose of this study is to describe of life safety means againts fire hazard in production and quality control laboratory of PT. XYZ with reference to the Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 26/PRT/M/2008, SNI 03-1746-2000, and NFPA 101 life safety code. The result of this study are expected in order to PT. XYZ can conduct a review of the advice given to improve their quality of life safety means and to see the appropriateness of using thus regulation and standards. Keywords: life safety means, fire hazard, NFPA 101 Life Safety Code, Permen PU No. 26/PRT/M/2008, SNI 03-1746-2000
Read More
S-9276
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dinda Dwi Apriliani; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Candra Satrya, Muhammad Irwansyah
Abstrak:
Skripsi ini membahas tentang gambaran kesesuaian pelaksanaan sistem tanggapdarurat di Mall Grand Galaxy Park dalam upaya program tanggap darurat jikaterjadi kebakaran. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan studi deskripstif yangmenggunakaan dua jenis teknik pengumpulan data, yaitu data primer berupawawancara dan observasi serta data sekunder berupa telaah dokumen. Tujuanpenelitian ini yaitu untuk melakukan penilaian terhadap sistem tanggap darurat diMall Grand Galaxy Park Tahun 2016 dengan mengacu pada standar NFPA 1600Tahun 2013: Standard on Disaster/Emergency Management and BusinessContinuity Programs. Hasil dari penelitian ini diharapkan agar manajemen malldapat melakukan tinjauan atas saran yang diberikan agar meningkatkan sistemtanggap darurat yang dimiliki serta melihat kesesuaian penggunaan NFPA 1600Tahun 2013: Standard on Disaster/Emergency Management and BusinessContinuity Programs dalam menilai sistem tanggap darurat pusat perbelanjaan.Kata kunci : Sistem Tanggap Darurat, NFPA 1600 Edisi 2013, KeadaanDarurat/Bencana, Bahaya Kebakaran
This thesis discusses the assessment of emergency response system in case of firein Grand Galaxy Park Mall. This study is a qualitative study that uses two types ofdata collection techniques, which are primary data in the form of interviews andobservations and secondary data from the study documents. The purpose of thisstudy is to assess the emergency response system in the Grand Galaxy Park Mall2016 with reference to the NFPA 1600 2013 Edition: Standard onDisaster/Emergency Management and Business Continuity Programs. The resultsof this study are expected in order to mall management can conduct a review ofthe advice given to improve their emergency response system and to see theappropriateness of using NFPA NFPA 1600 2013 Edition: Standard onDisaster/Emergency Management and Business Continuity Programs in assessingthe emergency response system of shopping center.Keywords: Emergency Response Systems, NFPA 1600 2013 Edition,Emergency/Disaster, Fire Hazard.
Read More
This thesis discusses the assessment of emergency response system in case of firein Grand Galaxy Park Mall. This study is a qualitative study that uses two types ofdata collection techniques, which are primary data in the form of interviews andobservations and secondary data from the study documents. The purpose of thisstudy is to assess the emergency response system in the Grand Galaxy Park Mall2016 with reference to the NFPA 1600 2013 Edition: Standard onDisaster/Emergency Management and Business Continuity Programs. The resultsof this study are expected in order to mall management can conduct a review ofthe advice given to improve their emergency response system and to see theappropriateness of using NFPA NFPA 1600 2013 Edition: Standard onDisaster/Emergency Management and Business Continuity Programs in assessingthe emergency response system of shopping center.Keywords: Emergency Response Systems, NFPA 1600 2013 Edition,Emergency/Disaster, Fire Hazard.
S-9284
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Minerva Nurwahyu Al Imani; Pembimbing: Sjahrul Meizar Nasri; Penguji: Hendra, Andi Irwansyah
Abstrak:
Read More
Ketersedian dan kualitas air bersih memainkan peran penting dalam kehidupan dan kualitas hidup manusia. PT YZ membangun Water treatment Plant (WTP) untuk memenuhi kebutuhan air bersih di kawasan perindustrian di Kabupaten Bintan. Penilaian risiko pada proses penjernihan air di WTP PT YZ masih terintegrasi dengan beberapa plant lain di dalam satu departemen yang sama dengan WTP yaitu departemen estate. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bahaya dan menilai risiko keselamatan dan kesehatan kerja pada proses penjernihan air di area WTP PT YZ secara komprehensif. Penelitian ini menggunakan desain studi deskriptif observasional dengan metode analisis semi-kuantitatif. Hasil penelitian ditemukan terdapat 34 bahaya dengan 63 risiko pada proses penjernihan air di WTP. Tingkat risiko didapatkan 2 risiko sangat tinggi, 11 risiko tinggi, dan 50 risiko sedang. Pengendalian risiko dilibatkan dalam penilaian risiko sehingga nilai risiko dapat diturunkan berdasarkan pengendalian K3 yang dilakukan oleh perusahaan dan rekomendasi pengendalian K3 tambahan yang diberikan peneliti.
The availability and quality of clean water play a crucial role in human life and quality of life. PT YZ built a Water Treatment Plant (WTP) to meet the clean water needs in the industrial area of Bintan Regency. The risk assessment of the water purification process in PT YZ's WTP is still integrated with several other plants within the same department as the WTP, namely the estate department. This study aims to comprehensively identify hazard and assess occupational health and safety risks in the water purification process at PT YZ's WTP. This study uses a descriptive observational study design with a semi-quantitative analysis method. The research findings identified 34 hazards with 63 risks in the water purification process at the WTP. The risk levels were found to be 2 very high risks, 11 high risks, and 50 medium risks. Risk control is involved in the risk assessment so that risk values can be reduced based on the occupational health and safety controls implemented by the company and additional control recommendations provided by the researchers.
S-11611
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Mega Ismaya; Pembimbing: Hendra; Penguji: Ridwan Zahdi Syaaf, Muhammad Irwansyah
Abstrak:
During the period of 2012 to 2016, marine casualties or incidents that investigated by NTSC (KNKT) had been increased every year. Investigation of incident has been conducted to determine the cause of occurence event in order to avoid the incident with the same causes in the future. The purpose of this research is to describe marine casualties and incident in 2012 until 2016 based on investigation report of The National Transportation Safety Committee (NTSC). Design of this research is descriptive analytic with method of retrospective case study approach.Population and sample of this research are all completed final report of investigation and has been published by KNKT during the period of 2012 to 2016, which is 18 final report of investigation. The results of 18 incidents, that involving 25 vessels, and the contributing factors that casues incident are 45% from liveware, 22% from software, 17% from hardware and 16% from environment. Marine casualties and incident given an effect losses in human, property and environmental. Keyword: Marine casualties, incident, investigation
Read More
S-9386
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Marojahan Tua Malau; Pembimbing: Ridwan Zahdi Sjaaf; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Chandra Satrya, Muhammad Irwansyah, Bama Herdiana Gusmara
Abstrak:
Penelitian ini membahas penilaian risiko keselamatan kerja pada aktivitas pengapalan minyak mentah dari tanki timbun minyak mentah hingga titik serah terima (meter pengapalan minyak mentah) pada Terminal Tanjung Santan PT X tahun 2017. Penilaian risiko diawali dengan mengidentifikasi bahaya pada setiap aktivitas pengapalan yang dilakukan, kemudian bahaya yang ada dianalisa untuk mengetahui nilai kemungkinan, pemajanan dan konsekuensi dari setiap aktivitas yang dilakukan. Kemudian nilai tersebut dibandingkan dengan standar level risiko semikuantitatif W.T. Fine J untuk mengetahui level risiko pada setiap aktivitas pengapalan minyak mentah. Penelitian dilakukan dengan desain deskriptif dan analitik melalui data primer hasil observasi dan wawancara serta data sekunder dari literatur dan dokumen perusahaan. Hasil penelitian menggambarkan level risiko aktivitas pengapalan minyak mentah masuk kedalam kategori level: acceptable, priority 3, substantial, priority 1,dan very high.
Kata Kunci : Penilaian Risiko, Kemungkinan, Pemajanan, Konsekuensi dan Level Risiko
This study discusses the occupational safety risk assessment during crude oil shipment activity from crude oil storage tank to the point of handling (crude shipping meter) at Tanjung Santan Terminal PT X year 2017. Risk assessment begins with identifying the hazards in each shipping activity performed. There are analyzed to determine the value of the possibility, exposure and consequences of each activity undertaken. Then the value is compared with W.T Fine J semiquantitative risk level standard to determine the level of risks on each crude oil shipping activity.The study was conducted with descriptive and analytic design through primary data observations and interviews and secondary data from literature and company. The results of this study illustrate the risk level of crude oil shipments into the categories of acceptable, priority 3, substantial, priority 1, and very high.
Key words: Risk Assessment, Possibility, Exposure, Consequences, and Risk Levels
Read More
Kata Kunci : Penilaian Risiko, Kemungkinan, Pemajanan, Konsekuensi dan Level Risiko
This study discusses the occupational safety risk assessment during crude oil shipment activity from crude oil storage tank to the point of handling (crude shipping meter) at Tanjung Santan Terminal PT X year 2017. Risk assessment begins with identifying the hazards in each shipping activity performed. There are analyzed to determine the value of the possibility, exposure and consequences of each activity undertaken. Then the value is compared with W.T Fine J semiquantitative risk level standard to determine the level of risks on each crude oil shipping activity.The study was conducted with descriptive and analytic design through primary data observations and interviews and secondary data from literature and company. The results of this study illustrate the risk level of crude oil shipments into the categories of acceptable, priority 3, substantial, priority 1, and very high.
Key words: Risk Assessment, Possibility, Exposure, Consequences, and Risk Levels
T-4954
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Yekti Wulandari Agustini; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Dumilah Ayuningtyas, Ferry Irwansyah, Ignatius Kusumo Budiono
Abstrak:
Instalasi Farmasi RSUD Balaraja berusaha menerapkan keselamatan pasienuntuk meningkatkan pelayanannya. Penelitian ini bertujuan mengetahuitingkat kematangan budaya keselamatan pasien di Instalasi Farmasi RSUDBalaraja serta komitmen RSUD Balaraja dalam menerapkan keselamatanpasien. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan FGDberdasarkan Manchester Patient Safety Assessment Framework. Hasilpenelitian menyatakan bahwa penerapan budaya keselamatan pasien diInstalasi Farmasi RSUD Balaraja berada pada tingkat birokratis. Disarankanagar diadakan pelatihan keselamatan pasien kepada seluruh staf farmasi agarmereka memiliki kompetensi dalam hal keselamatan pasien. TimKeselamatan Pasien Rumah Sakit harus diaktifkan untuk menegakkanpenerapan budaya keselamatan pasien.Kata Kunci : Penerapan, Budaya Keselamatan Pasien, Instalasi Farmasi.
Read More
B-1799
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dessy Laksyana Utami; Pembimbing: Sjahrul Meizar Nasri; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Mila Tejamaya, Capt. M. Irwansyah, Julia Rantetampang
Abstrak:
Sick Building Syndrome (SBS) terdiri dari berbagai gejala nonspesifik yang terjadi padapenghuni bangunan. Hal ini umumnya meningkatkan ketidakhadiran pekerja danmenyebabkan penurunan produktivitas pekerja. Berikut adalah beberapa faktor yang yangmenjadi penyebab SBS seperti: fisik, kimia, biologi dan ergonomi serta faktor psikologis.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kualitas udara dalamruangan dengan (SBS) di kilang minyak gas. Penelitian Ini menggunakan desain cross-sectional, kunjungan lapangan untuk mengukur kualitas udara dan mengumpulkankuesioner dari para pekerja dalam waktu yang bersamaan. Berdasarkan data yang didapat80% responden mengatakan adanya masalah kesehatan yang sedang terjadi pada mata,kepala, dan hidung. 60% memiliki gejala buruk di tenggorokan, perut dan batuk, 50%mengalami gangguan gastrointestinal, 40% kelelahan dan 25% terjadi semua gejalasindrom bangunan sakit. Sebanyak 40 responden direkrut untuk belajar, dengan usia rata-rata 35 tahun (kisaran 20-55). Studi percontohan ini dibatasi oleh ukuran sampel yangkecil. Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa kualitas udara denganpengukuran parameter fisik (suhu) di bawah ambang batas normal dan parameter kimia(H2S dan Formaldehyde) diatas nilai ambang batas. Adapun prevalensi SBS di kilangminyak gas ini terjadi sebanyak 10 orang 25%, selain itu disimpulkan ada hubunganantara polusi kualitas udara dengan SBS . Penelitian lebih lanjut diperlukan untukmenjawab semua masalah kesehatan dari SBS dan dampaknya terhadap pekerja tersebutdengan mengambil lebih banyak sampel untuk menguji kekuatan yang lebih baik.Kata kunci: polusi udara dalam ruangan, sindrom bangunan sakit, kesehatan kerja.
The sick building syndrome comprises of various nonspecific symptoms thatoccur in the occupants of a building.This feeling of ill health increases sicknessabsenteeism and causes a decrease in productivity of the workers. It is a multi factorialevent which may include physical, chemical, biological as well as psycological factors.The objectives was to grasp what the relationship between indoor air quality with sickbuilding syndrome (sbs) in oil gas refinery. A quantitative methodology was used, namelythrough the analytic cross-sectional design, site visits to measure air quality and collectquestionnaire from the workers in the same time. There 40 respondents were recruited tothe study, with a mean age of 35 years (range 20-55). Diagnoses were varied andrepresentive of the population. Based on data obtained from 40 respondents there were10 cases or 25% occurred sick building syndrome (> 4 symptoms). 80% of respondentsreported significant ongoing health problems in the eyes, head, and the nose. 60% hadbad symptoms in the throat, the stomach and cough, 50% had gastrointestinal disorders,and 40% with fatigue. This pilot study is limited by the small sample size. Based on theresults of the study can be drawn the conclusion that the quality of the air with 4parameters (temperature, humidity, velocity of air and dust levels) on the oil gas refinerystill below the threshold minimum value. In such circumstances, the case of sick buildingsyndrome (SBS) in the oil gas refinery occurred as many as 10 people or 25% occurredsick building syndrome , so it concluded there is a relationship between air qualitypolution with sick building syndrome (SBS). Further research is required to answer allthe health problem of sick building syndrome and the impact to such workers by takingmore samples in order to test the strength of better.Keywords: indoor air pollution, sick building syndrome, occupational health.
Read More
The sick building syndrome comprises of various nonspecific symptoms thatoccur in the occupants of a building.This feeling of ill health increases sicknessabsenteeism and causes a decrease in productivity of the workers. It is a multi factorialevent which may include physical, chemical, biological as well as psycological factors.The objectives was to grasp what the relationship between indoor air quality with sickbuilding syndrome (sbs) in oil gas refinery. A quantitative methodology was used, namelythrough the analytic cross-sectional design, site visits to measure air quality and collectquestionnaire from the workers in the same time. There 40 respondents were recruited tothe study, with a mean age of 35 years (range 20-55). Diagnoses were varied andrepresentive of the population. Based on data obtained from 40 respondents there were10 cases or 25% occurred sick building syndrome (> 4 symptoms). 80% of respondentsreported significant ongoing health problems in the eyes, head, and the nose. 60% hadbad symptoms in the throat, the stomach and cough, 50% had gastrointestinal disorders,and 40% with fatigue. This pilot study is limited by the small sample size. Based on theresults of the study can be drawn the conclusion that the quality of the air with 4parameters (temperature, humidity, velocity of air and dust levels) on the oil gas refinerystill below the threshold minimum value. In such circumstances, the case of sick buildingsyndrome (SBS) in the oil gas refinery occurred as many as 10 people or 25% occurredsick building syndrome , so it concluded there is a relationship between air qualitypolution with sick building syndrome (SBS). Further research is required to answer allthe health problem of sick building syndrome and the impact to such workers by takingmore samples in order to test the strength of better.Keywords: indoor air pollution, sick building syndrome, occupational health.
T-5206
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Hidayati; Pembimbing: Prastuti Chusnun Soewondo, Pujiyanto; Penguji: Amila Megraini, Wachyu Sulistiadi, I Nengah Darna, Irwansyah
T-2343
Depok : FKM-UI, 2006
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
