Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 15 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Bella Chikita Oktaviani; Pembimbing: Engkus Kusdinar Achmad; Penguji: Wahyu Kurnia, Mury Kuswari
S-9967
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Safira Adani; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Wahyu Kurnia, Ida Ruslita
S-8269
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eka Vitria Camelia; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Wahyu Kurnia, Masti
Abstrak: PENGUKURAN TEKANAN DARAH MENJADI SANGAT PENTING, KARENA BANYAK KASUSNYA YANG TIDAK TERDETEKSI SEHINGGA PENGUKURAN TEKANAN DARAH SECARA RUTIN. KASUS PRE HIPERTENSI PADA REMAJA CUKUP TINGGI BERDASARKAN HASIL DARI RISKESDAS TAHUN 2013 YAITU SEBESAR 5,3%. DIPERLUKAN PENGUKURAN PENGGANTI YANG AKURAT DAN MUDAH SEBAGAI PENGGANTI ALAT PENGUKUR TEKANAN DARAH. TUJUAN PENELITIAN UNTUK MENGETAHUI UKURAN PENGGANTI YANG MEMILIKI KORELASI DAN VALIDITAS OPTIMAL UNTUK MENDETEKSI KASUS PRE HIPERTENSI PADA SISWA-SISWI SMA ISLAM AL-AZHAR 3 JAKARTA BERSERTA CUT-OFF POINT NYA. DESAIN PENELITIAN ADALAH CROSS SECTIONAL DENGAN TEKNIK PENGAMBILAN SAMPEL METODE STRATIFIED RANDOM SAMPLING. PENELITIAN DILAKUKAN TERHADAP 180 SISWA DAN SISWI KELAS X DAN XI YANG TERDIRI DARI 109 LAKI-LAKI DAN 71 PEREMPUAN. KESIMPULANNYA IMT MENURUT UMUR MENJADI UKURAN ANTROPOMETRI PENGGANTI TERBAIK UNTUK MEMPREDIKSI PREHIPERTENSI PADA REMAJA REMAJA DENGAN CUT OFF POINT YANG DAPAT DIGUNAKAN YAITU 0,880 SD UNTUK REMAJA LAKI-LAKI DAN 0,325 SD UNTUK PEREMPUAN.
KATA KUNCI: TEKANAN DARAH, PREHIPERTENSI, IMT, REMAJA.

BLOOD PRESSURE MEASUREMENT BECOMES VERY IMPORTANT, BECAUSE MANY CASES ARE NOT DETECTED SO THAT THE BLOOD PRESSURE MEASUREMENT ROUTINELY. PRE-HYPERTENSIVE CASES IN ADOLESCENTS ARE QUITE HIGH BASED ON THE RESULTS OF RISKESDAS IN 2013 OF 5.3%. AN ACCURATE AND EASY REPLACEMENT MEASUREMENT IS NEEDED INSTEAD OF A BLOOD PRESSURE MEASURING DEVICE. THE PURPOSE OF THIS RESEARCH IS TO KNOW THE SIZE OF THE SUBSTITUTION THAT HAS THE CORRELATION AND THE OPTIMAL VALIDITY TO DETECT PRE HYPERTENSION CASES IN THE ISLAMIC HIGH SCHOOL STUDENTS OF AL-AZHAR 3 JAKARTA ALONG WITH ITS CUT-OFF POINT. THE RESEARCH DESIGN WAS CROSS SECTIONAL WITH STRATIFIED RANDOM SAMPLING METHOD. THE STUDY WAS CONDUCTED ON 180 STUDENTS AND STUDENTS OF CLASS X AND XI CONSISTING OF 109 MEN AND 71 WOMEN. THE IMT CONCLUSION BY AGE HAS BEEN THE BEST ANTHROPOMETRIC REPLACEMENT MEASURE FOR PREDICTING PREHYPERTENSION IN ADOLESCENT ADOLESCENTS WITH CUT OFF POINTS THAT CAN BE USED IE 0.880 SD FOR MALE ADOLESCENTS AND 0.325 SD FOR WOMEN.
KEYWORDS: BLOOD PRESSURE, PREHYPERTENSION, IMT, ADOLESCENTS.
Read More
S-9472
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Arizta Primadiyanti; Pembimbing: Fatmah; Penguji: Wahyu Kurnia, Mury Kuswari
Abstrak: Kebugaran muskuloskeletal merupakan salah satu komponen kebugaran yang penting bagi kesehatan. Penelitian kebugaran muskuloskeletal di Indonesia masih jarang dilakukan, padahal kebugaran muskuloskeletal sangat erat kaitannya dengan pencegahan kejadian osteoporosis, sindrom metabolik, penyakit kardiovaskuler, penyakit gagal jantung, diabetes mellitus, dan obesitas yang masih menjadi masalah kesehatan. Untuk mengukur kebugaran muskuloskeletal pada remaja dilakukan dengan metode Standing Long Jump (SLJ) yang merupakan cara yang mudah, valid, reliabel, dan telah banyak dipraktekan dalam pengukuran kebugaran di dunia. Penelitian dilakukan untuk menilai kebugaran muskuloskeletal dan faktor-faktor yang berhubungan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif desain studi cross-sectional dengan sampel 133 orang. Rata-rata kebugaran muskuloskeletal dengan metode SLJ pada sampel penelitian sebesar 154,11 ± 37,33 cm. Pada laki-laki sebesar 184,76± 27,4 cm sedangkan pada perempuan sebesar 126,53± 19,03 cm. Rata-rata kebugaran muskuloskeletal pada siswa-siswi tergolong kategori baik. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan positif antara aktivitas fisik, asupan energi, protein, lemak, dan karbohidrat dengan kebugaran muskuloskeletal. Selain itu, terdapat hubungan negatif antara IMT/U dan persen lemak tubuh dengan kebugaran muskuloskeletal
Kata kunci : kebugaran muskuloskeletal, standing long jump, remaja
Read More
S-9565
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Widi Aulia Ardani; Pembimbing: Kartika Anggun Dimar Setio; Penguji: Wahyu Kurnia, Suratno
Abstrak: Salah satu kelompok sumber daya manusia yang berpengaruh dalam pembangunan suatu negara adalah kelompok remaja. Banyak masalah kesehatan yang terjadi sejalan dengan perkembangan yang terjadi pada remaja, salah satunya adalah masalah gizi remaja. Menurut WHO, remaja di negara berkembang mengalami kurang gizi, sehingga dapat menyebabkan mereka mudah terserang penyakit dan berisiko mengalami kematian dini. Namun, disisi lain juga terjadi peningkatan angka kejadian berat badan berlebih dan obesitas pada negara pendapatan rendah hingga tinggi. Terjadinya masalah gizi pada remaja sangat erat kaitannya dengan perilaku makan remaja. Perilaku makan adalah perilaku normal yang berkaitan dengan kebiasaan makan, cara memilih makanan dan jumlah konsumsinya. Sarapan merupakan salah satu penerapan dari perilaku makan yang baik, namun seringkali remaja tidak melakukan hal tersebut. Sehingga, mempengaruhi kondisi kesehatan mereka. Terdapat banyak faktor yang dapat mempengaruhi perilaku sarapan pada remaja.. Tujuan dari penelitian ini adalah melihat gambaran perilaku sarapan remaja kelas X SMAIT Nurul Fikri dan determinan-determinan yang mempengaruhinya melalui kerangka theory planned of behaviour. Desain penelitian yang digunakan adalah crosss sectional yang dilakukan terhadap sampel penelitian sebesar 100 orang siswa/i yang ditentukan dengan stratified random sampling. Analisis dilakukan dengan metode chi-square. Penelitian dilakukan dari maret-juni 2019. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner. Hasil penelitian menemukan bahwa responden yang memiliki perilaku sarapan baik hanya 22% dari total responden. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengetahuan, sikap, self-efficacy, dan intensi berhubungan dengan perilaku sarapan remaja kelas X SMAIT Nurul Fikri tahun 2019. Oleh karena itu diperlukan kerja sama antara pihak sekolah dengan klinik Yayasan untuk memberikan intervensi terkait peningkatan kebiasaan perilaku sarapan pada warga sekolah terutama siswa dan siswi.
Read More
S-10201
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Metsy Wendhiani; Pembimbing: Endang Laksminingsih Achadi; Penguji: Wahyu Kurnia, Rahmawati
Abstrak: Tujuan umum penelitian ini adalah diketahuinya riwayat penyakit infeksisebagai faktor dominan kejadian stunting pada siswa kelas 1 SD di Jakarta Pusattahun 2016. Penelitian ini menggunakan penelitian dengan desain studi cross-sectional. Responden dalam penelitian ini sebanyak 160 responden di 6 sekolahdasar negeri di Jakarta Pusat. Hasil penelitian menunjukkan sebesr 18,8% siswamengalami stunting. Pada penelitian ini ditemukan bahwa kejadian stuntingmemiliki perbedaan yang bermakna secara statistik kepada riwayat penyakitinfeksi, riwayat ASI eksklusif, status imunisasi, suplementasi vitamin A,pemanfaatan pelayanan kesehatan, frekuensi konsumsi makanan sumber protein,frekuensi konsumsi makanan sumber zinc, frekuensi konsumsi makanan sumberzat besi, frekuensi konsumsi makanan sumber vitamin A, pengetahuan Ibu tentanggizi dan kesehatan, pola asuh makan, pendapatan keluarga dan jumlah anggotakeluarga. Hasil pada penelitian ini juga menunjukkan bahwa riwayat penyakitinfeksi sebagai faktor dominan kejadian stunting pada siswa kelas 1 SD di JakartaPusat tahun 2016. Peneliti menyarankan pada pemerintah dan sekolah agardiadakan pendidikan gizi terkait gizi seimbang, penyakit infeksi, sosialiasi terkaitsanitasi total yang baik dan pemantauan status gizi anak secara berkala.Kata kunci : Stunting, anak usia sekolah, sekolah dasar.
Read More
S-9131
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lini Anisfatus Sholinah; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Susi Desminarti, Wahyu Kurnia
S-7828
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aulia Hardiningsih; Pembimbing: Kusharisupeni; Penguji: Wahyu Kurnia, Anies Irawati
Abstrak:
Menarche adalah perdarahan pertama dari uterus yang terjadi pada seorang remaja putri atau disebut menstruasi pertama. Penurunan usia menarche pada remaja putri diduga disebabkan oleh beberapa faktor seperti status gizi, genetik, asupan gizi, stimulan psikis, dan sosial ekonomi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan status menarche pada siswi SD dan SMP Islam As-syafi’iyah Bekasi. Penelitian ini menggunakan metode cross-sectional, teknik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling. Sampel penelitian ini terdiri dari 105 siswi kelas 4, 5 SD dan 1, 2 SMP. Data dianalisis dengan uji chi-square dan uji t independen.
 
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sebanyak 53,3% responden sudah menarche dengan rata-rata usia menarche 11,24±0,85 tahun, dengan usia menarche termuda adalah 9,6 tahun dan usia menarche tertua adalah 13 tahun. Penelitian ini juga menunjukan bahwa status menarche berhubungan dengan status gizi (IMT/U) (p-value = 0,004), asupan serat (p-value = 0,01), keterpaparan media cetak (p-value = 0,01), keterpaparan media elektronik (p-value = 0,002), pendidikan ayah (p-value = 0,01), dan pendidikan ibu (p-value = 0,011). Disarankan adanya program pendidikan kesehatan reproduksi remaja dimulai dari sekolah dasar dan diawasi oleh sekolah dan orang tua.
 

Menarche was first bleeding from uterus that occurs in adolescent girl called first menstruation. Decrease the age of menarche in adolescent girl thought to be caused by several factors such as nutritional status, genetic, nutrition intake, mental stimulant, and socio-economic. The purpose of this study was to determine the factors that associated with menarche status in adolescent girls at As-Syafi’iyah moslem elementary school and junior high school Bekasi. This study was conducted using cross-sectional study design, sampling technique using a total sampling methods. The study sample consisted of 105 students grades 4, 5 elementary school and 1, 2 junior high school. Data were analyzed by chi-square test and independent t test.
 
These results indicate that 53.3% of respondent had menarche at an average age of menarche is 11.24 ± 0.85 years, with the youngest age of menarche was 9.6 years and the oldest age of menarche was 13 years. This study also showed that menarche status associated with nutritional status (p-value = 0.004), fiber intake (p-value = 0.01), print media exposure (p-value = 0.01), electronic media exposure (p-value = 0.002), father's education (p-value = 0.01), and mother’s education (p-value = 0.011). Suggested the existence of adolescent reproductive health education program starting in primary school and supervised by the school and parents.
Read More
S-7834
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maeza Windyarty; Pembimbing: Siti Arifah Pudjonarti; Penguji: Engkus Kusdinar Achmad, Wahyu Kurnia, Mury Kuswari
Abstrak: Kebugaran adalah suatu kondisi dimana seseorang memiliki energi dan vitalitas yang cukup untuk mengerjakan pekerjaan sehari-hari dan berekreasi secara aktif tanpa mengalami kelelahan yang berarti. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai proporsi tingkat kebugaran serta mengetahui perbedaan antara status gizi, asupan gizi yang berkaitan dengan tingkat kebugaran pada pegawai satuan polisi pamong praja di wilayah kerja kota administrasi Jakarta Timur tahun 2015. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode studi kuantitatif dengan desain cross sectional dengan metode simple random sampling dan tes kebugaran dengan 3 menit YMCA Step Test dan pengukuran denyut nadi. Jumlah sampel yang digunakan adalah 124 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 69% responden memiliki status tidak bugar dan faktor-faktor yang berhubungan antara lain IMT (p value 0,019) , asupan karbohidrat (p value 0,221), asupan protein (p value 0,609), asupan lemak (p value 0,020), asupan vitamin C (p value 0,565), dan asupan zat besi (Fe) (p value 0,326) dan kebiasaan merokok (p value 0,029). Namun diperlukan penelitian lanjutan yang dapat mengkur hubungan kausalitas pada faktor-faktor tersebut.
Kata Kunci: kebugaran, IMT, asupan gizi, tes bangku 3 menit YMCA
Read More
T-4349
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ardhanareswari Dhiyas Anindya; Pembimbing: Trini Sudiarti; Penguji: Siti Arifah Pujonarti, Wahyu Kurnia Yusrin Putra, Anastu Regita, Dedy Dedly Raside
Abstrak:

Obesitas sentral merupakan salah satu masalah kesehatan utama secara global. Obesitas sentral merupakan penumpukan lemak dalam tubuh bagian perut yang berhubungan dengan beragam masalah kesehatan, seperti diabetes melitus, hipertensi, penyakit kardiovaskular dan beberapa jenis kanker.  Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor dominan yang berhubungan dengan obesitas sentral pada anggota polisi laki-laki di Kepolisian Resort X.  Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan jumlah sampel 150 orang menggunakan metode simple random sampling yang dilakukan di Kepolisian Resort X Jawa Timur pada bulan Mei-Juni 2024. Penelitian ini mengolah data primer yang didapatkan dari pengukuran antropometri dan wawancara. Data dianalisis secara bivariat dengan uji chi-square dan secara multivariat menggunakan regresi logistik ganda. Proporsi kejadian obesitas pada anggota polisi laki-laki di Kepolisian Resort X sebanyak 76%. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara status pernikahan, aktivitas fisik, kebiasaan merokok, asupan energi, asupan karbohidrat, asupan lemak, dan asupan serat terhadap kejadian obesitas sentral pada anggota polisi. Sementara itu, tidak terdapat hubungan signifikan antara usia, riwayat obesitas, tingkat pendidikan, pangkat pekerjaan, durasi tidur, tingkat stress, dan asupan protein terhadap kejadian obesitas sentral. Sedangkan berdasarkan analisis multivariat menunjukkan bahwa asupan energi berkontribusi besar terhadap kejadian obesitas sentral dengan OR = 26,276 (95% CI: 8,191 – 84,290) yang berarti asupan energi berlebih dapat meningkatkan risiko obesitas sentral sebesar 26,2 kali daripada responden dengan tingkat asupan karbohidrat yang cukup.


Central obesity is the accumulation of fat in the abdominal part of the body which is associated with various health problems, such as diabetes mellitus, hypertension, cardiovascular disease and several types of cancer. The aim of this study is to determine the dominant factors associated with central obesity toward male police officers at Resort X Police. This research used a cross-sectional design with a sample size of 150 people using a simple random sampling method which conducted at Police Resort X East Java in May-June 2024. This research processed primary data obtained from anthropometric measurements and interviews. Data were analyzed bivariately using the chi-square test and multivariately using multiple logistic regression. The proportion of obesity among male police officers at Resort X Police is 76%. The results of bivariate analysis showed that there was a significant relationship between marital status, physical activity, smoking habits, energy intake, carbohydrate intake, fat intake, and fiber intake toward central obesity among police officers. Meanwhile, there was no significant relationship between age, history of obesity, education level, job rank, sleep duration, stress level, and protein intake on the incidence of central obesity. On the other hand, based on multivariate analysis, it shows that carbohydrate intake contributes greatly to the occurence of central obesity with OR = 26,276 (95% CI: 8,191 – 84,290) which means that excessive carbohydrate intake can increase the risk of central obesity by 26,27 times compared to respondents with sufficient levels of carbohydrate intake. Keywords: Central Obesity; Sociodemography; Lifestyle; Nutritional Intake; Police

Read More
T-7158
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive