Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 13 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Narulita Kurnia Setianggraeni; Pembimbing: Hafizurrachman; Penguji: Mieke Savitri, Lies Nugrohowati
S-6259
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Devira Putri Ayuningrum; Pembimbing: Hafizurachman; Penguji: Mieke Savitri, Lies Nugrohowati
S-6057
Depok : FKM-UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ria Hendarwulan; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Pujiyanto. Nienne Aridayanthi Hainum, Lies Nugrohowati
Abstrak: Pemerintah telah berupaya mencegah dan mengurangi angka kejadian penyakit dengan Inpres No.1 Tahun 2017 tentang GERMAS. GERMAS adalah suatu tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup. Puskesmas merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan GERMAS di Puskesmas Kota Depok tahun 2019. Desain penelitian ini adalah cross-sectional dan data dikumpulkan dari 30 Puskesmas di Kota Depok. Analisis data statistik univariat dengan distribusi frekuensi, analisis bivariat menggunakan chi-square dan analisis multivariat dengan korelasi logistik Hasil penelitian menunjukkan 83,3% Puskesmas melaksanakan sosialisasi GERMAS dan edukasi sehat, 100% Puskesmas melakukan penyuluhan ASI ekslusif, 83.3 % Puskesmas melakukan kegiatan deteksi dini penyakit, IVA dan Ca mammae dan 80% Puskesmas melakukan kegiatan sosialisasi gemar aktivitas fisik. Ketersediaan sumber daya manusia, dana, sarana dan prasarana dalam pelaksanaan GERMAS di Puskesmas Kota depok memadai, namun belum adanya petunjuk pelaksana/SK dari Dinas Kesehatan maupun SK Kepala Puskesmas untuk pelaksanaan GERMAS di Puskesmas. Saat ini petunjuk pelaksana yang dipakai sebagai pedoman kegiatan GERMAS masih mengikuti Perwal yang ada. Perencanaan dan pengorganisasiannya belum mempunyai roadmap pelaksanaan GERMAS di Puskesmas dan 70 % Puskesmas pengawasannya baik. Terdapat hubungan yang signifikan antara sarana dan prasarana terhadap kegiatan GERMAS (p-value<0,05). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara perencanaan, pengorganisasian dan pelaksanaan terhadap kegiatan GERMAS (p-value >0,05) dan terdapat hubungan yang signifikan antara pengawasan dengan pelaksanaan GERMAS . Analisis multivariat menunjukkan faktor yang dominan mempengaruhi kegiatan GERMAS adalah pengawasan. Puskesmas diharapkan meningkatkan sosialiasi dan upaya pemberdayaan masyarakat dalam pelaksanaan GERMAS.
Read More
B-2139
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Valentino Haksajiwo; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Pujiyanto, Puput Oktamianti, W.F.P Kaunang, Lies Nugrohowati
Abstrak: Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit RK Charitas dituntut untuk segerameningkatan kualitas karena masih menghadapi berbagai permasalahan sepertiterjadinya penumpukan pasien, lamanya waktu pelayanan, dan tingginya keluhanpasien. Lean thinking telah berkembang menjadi metode yang banyak digunakan dirumah sakit untuk mengatasi berbagai masalah. Penelitian ini bertujuan untuk (1)mengevaluasi arus pasien IGD saat ini, (2) untuk mengidentifikasi danmenghilangkan proses yang tidak bernilai, dan (3) mengusulkan future state valuestream map (VSM). Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan action research.Pengambilan data dilakukan dengan observasi langsung keseluruhan aktivitas diIGD untuk memetakan current state VSM, dan mengidentifikasi waste sertamenentukan value added dan non value added activity. Simulasi dilakukan untukmengurangi aktivitas non value added yang dapat dihindari sebagai dasarpengajuan future state VSM.Hasil penelitian ini menemukan 38 aktivitas yang dilakukan oleh pasien di IGD RSRK Charitas, rata-rata waktu yang dibutuhkan pasien adalah 405 menit dan kegiatanyang paling memakan waktu adalah menunggu transfer ke rawat inap. Setelahwaste dieliminasi, seluruh proses aktivitas di IGD turun dari 38 menjadi 29 aktivitassaja serta terjadi peningkatan value added sebesar 17,97%. Keseluruhan hasiltersebut menjadi dasar untuk menyimpulkan bahwa penerapan lean thinking di IGDRS Charitas telah terbukti mereduksi waste dan meningkatkan value added.Penerapan future state VSM dalam jangka pendek, menengah dan panjang meliputiantara lain aplikasi 5S, membuat sistem informasi emergensi di unit radiologi danmengubah layout triase adalah rekomendasi yang diajukan dari penelitian iniKata kunci: lean, instalasi gawat darurat, rumah sakit.
Read More
B-1955
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Marisa Anggraini Indah Sari Br Haloho; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Jaslis Ilyas, Lies Nugrohowati, Agnes Vianti
Abstrak:
Latar belakang: Didasari oleh pentingnya patient experience sebagai salah satu faktor kunci dalam meningkatkan loyalitas pasien di rumah sakit. Loyalitas pasien sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan dan reputasi rumah sakit, khususnya di tengah persaingan layanan kesehatan yang semakin ketat. Namun, masih terdapat keterbatasan penelitian terkait hubungan antara pengalaman pasien dengan loyalitas pasien di ruang rawat inap. Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara patient experience dengan loyalitas pasien di ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Hermina Depok. Metodologi penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang dibagikan kepada pasien rawat inap, yang mencakup dimensi pengalaman pasien seperti komunikasi perawat/bidan, komunikasi dokter, respon staf, kenyamanan fasilitas fisik, manajemen nyeri, komunikasi tentang obat, dan discharge planning. Loyalitas pasien diukur melalui niat untuk kembali menggunakan layanan rumah sakit dan merekomendasikan rumah sakit kepada orang lain. Hasil penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien memiliki pengalaman positif selama menjalani perawatan di RSU Hermina Depok. Analisis statistik bivariat dan multivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara patient experience secara keseluruhan dengan loyalitas pasien. Dimensi komunikasi perawat/bidan, komunikasi dokter, kenyamanan fasilitas fisik, dan discharge planning merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap loyalitas pasien. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan berbasis pengalaman pasien untuk mempertahankan dan meningkatkan loyalitas pasien.

.Background:This study is based on the importance of patient experience as a key factor in enhancing patient loyalty in hospitals. Patient loyalty significantly influences the sustainability and reputation of hospitals, especially amid increasingly competitive healthcare services. However, there is still a lack of research on the relationship between patient experience and patient loyalty in inpatient care settings. Research Objective: This study aims to analyze the relationship between patient experience and patient loyalty in the inpatient ward of Hermina General Hospital Depok. Research Methodology: This research uses a quantitative method with a cross-sectional design. Data were collected through questionnaires distributed to inpatients, covering dimensions of patient experience such as nurse/midwife communication, doctor communication, staff responsiveness, physical facility comfort, pain management, medication communication, and discharge planning. Patient loyalty was measured by the intention to return to the hospital and to recommend the hospital to others. Research Results: The results show that the majority of patients had a positive experience during their stay at Hermina General Hospital Depok. Bivariate and multivariate statistical analyses revealed a significant relationship between overall patient experience and patient loyalty. The dimensions of nurse/midwife communication, doctor communication, physical facility comfort, and discharge planning were the most influential factors affecting patient loyalty. These findings emphasize the importance of improving service quality based on patient experience to maintain and increase patient loyalty.
Read More
T-7233
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Silmi Noor Rachni; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Masyitoh, Iing Ichsan Hanafi, Lies Nugrohowati
Abstrak:
Latar Belakang: Rumah Sakit Hermina telah menetapkan Peraturan Direktur Utama PT Medika Loka Manajemen Nomor 438 Tahun 2024 tentang Pengelolaan Anti Fraud, Administrasi Klaim dan Pembinaan Jaminan Kesehatan Nasional sebagai pedoman dalam memperkuat tata kelola pelayanan JKN. Salah satu ruang lingkup kebijakan tersebut adalah pengelolaan administrasi klaim melalui proses koding dan verifikasi internal sebagai titik kendali sebelum pengajuan klaim kepada BPJS Kesehatan. Implementasi yang belum optimal pada kedua proses tersebut dapat menyebabkan klaim pending, klaim tidak layak, serta meningkatkan potensi fraud administratif. Variasi tingkat klaim pending antar rumah sakit menunjukkan adanya perbedaan implementasi kebijakan pada tingkat operasional. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan model implementasi kebijakan Van Meter dan Van Horn sebagai kerangka analisis yang meliputi sumber daya, komunikasi, karakteristik organisasi pelaksana, komitmen pelaksana, kondisi lingkungan, dan kinerja implementasi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 18 informan dan telaah dokumen di RS Hermina X dan RS Hermina Y, kemudian dianalisis secara tematik dengan triangulasi sumber dan metode. Hasil: Implementasi kebijakan pada aspek pengelolaan administrasi klaim menunjukkan perbedaan antara kedua rumah sakit. RS Hermina Y menerapkan verifikasi internal berlapis, monitoring berbasis dashboard, evaluasi rutin, serta adaptasi yang lebih cepat terhadap perubahan regulasi. Sebaliknya, RS Hermina X masih menghadapi kendala pada standardisasi verifikasi internal, pemanfaatan sistem informasi, monitoring, dan koordinasi lintas profesi. Perbedaan implementasi tidak ditentukan oleh jumlah sumber daya, tetapi oleh kemampuan organisasi mengelola sumber daya, membangun komunikasi, memperkuat koordinasi, serta menumbuhkan komitmen pelaksana. Belum adanya standar operasional prosedur verifikasi internal yang seragam di tingkat grup turut menyebabkan variasi implementasi antar rumah sakit. Kesimpulan: Implementasi Kebijakan Pengelolaan Anti Fraud, Administrasi Klaim dan Pembinaan JKN pada aspek pengelolaan administrasi klaim dipengaruhi oleh sumber daya, komunikasi, karakteristik organisasi, komitmen pelaksana, dan kondisi lingkungan. Keberhasilan implementasi lebih ditentukan oleh kemampuan organisasi mengintegrasikan faktor-faktor tersebut melalui kepemimpinan operasional, pengendalian internal, dan standardisasi proses verifikasi internal dibandingkan oleh ketersediaan sumber daya semata. Penguatan standar verifikasi internal, optimalisasi sistem informasi, dan monitoring berkelanjutan diperlukan untuk meningkatkan kualitas administrasi klaim serta mendukung pencegahan potensi fraud administratif.

Background: Hermina Hospitals established the Board of Directors Regulation No. 438 of 2024 on Anti-Fraud, Claims Administration, and National Health Insurance (NHI) Development to strengthen JKN governance. This study focused on the implementation of the claims administration component, particularly coding and internal verification, as key control points before claims are submitted to BPJS Kesehatan. Variations in pending claim rates among hospitals indicate differences in policy implementation. Methods: This qualitative study applied the Van Meter and Van Horn policy implementation model. Data were collected through in-depth interviews with 18 informants and document reviews at Hermina Hospital X and Hermina Hospital Y. The data were analyzed using thematic analysis with source and method triangulation. Results: The implementation of the Anti-Fraud, Claims Administration, and National Health Insurance Development Policy, particularly in the claims administration component, differed between the two hospitals. Hermina Hospital Y implemented a multilayered internal verification system, utilized a monitoring dashboard, conducted routine evaluation meetings, and demonstrated greater adaptability to changes in BPJS Kesehatan regulations. In contrast, Hermina Hospital X continued to encounter challenges in standardizing internal verification, optimizing information technology utilization, conducting monitoring activities, and strengthening interdisciplinary coordination. These differences were reflected in the lower pending claim rates achieved by Hermina Hospital Y compared with Hermina Hospital X. Factors influencing policy implementation included resources, communication, characteristics of implementing organizations, implementers' commitment, and environmental conditions. Conclusion: The implementation of the Anti-Fraud, Claims Administration, and National Health Insurance Development Policy, particularly in the claims administration component, was influenced by resources, communication, characteristics of implementing organizations, implementers' commitment, and environmental conditions, as described in the Van Meter and Van Horn policy implementation model. Strengthening standardized internal verification, optimizing information technology, enhancing interdisciplinary coordination, and conducting continuous monitoring and evaluation are essential to improving the quality of claims administration and supporting the prevention of administrative fraud within the NHI program continuous monitoring and evaluation are essential to prevent administrative fraud and improve the quality of NHI claims management.
Read More
B-2632
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Elisabeth Dyah Noviani; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Vetty Yulianty Permansari, Prastuti Soewondo, Soekamto Koesno, Lies Nugrohowati
Abstrak: Lamanya waktu tunggu dalam pelayanan rawat jalan akan menghambat pelayanan, dan berdampak pada penumpukan antrean dan inefisiensi pelayanan. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan metode lean pada pelayanan rawat jalan pasien BPJS di rumah sakit Hermina Depok tahun 2017. Penelitian dengan metode kualitatif ini mengobservasi waktu pelayanan pasien rawat jalan BPJS untuk melihat dan memotret kondisi alur pelayanan pasien rawat jalan BPJS. Pada value stream mapping pasien tanpa pemeriksaan penunjang, waktu proses (cycle time) tercepat adalah pada saat pasien di kasir yaitu 2,2 menit dan paling lama adalah pada saat pasien mendapat pemeriksaan dokter yaitu 12,6 menit. Waktu tunggu (waiting time) paling lama pada saat pasien menunggu obat di farmasi yaitu 96,2 menit (1 jam 36 menit) dan paling cepat adalah pada saat pasien menunggu di kasir yaitu 4,4 menit. Pada value stream mapping pasien dengan pemeriksaan penunjang laboratorium, waktu proses (cycle time) tercepat adalah pada saat proses pasien dikasir 4,2 menit, dan paling lama pada saat pasien mendapat pemeriksaan dokter yaitu 12,6 menit. Waktu tunggu (waiting time) terlama pada saat pasien menunggu dokter yaitu 126,2 menit (2 jam 6 menit) dan paling cepat pada saat pasien menunggu proses di kasir 2,2 menit. Pada value stream mapping pasien dengan pemeriksaan penunjang radiologis, waktu proses (cycle time) tercepat pada saat proses pasien dikasir yaitu 4,8 menit, paling lama pada saat proses pemeriksaan radiologi yaitu 67,2 menit (1 jam 7 menit). Waktu tunggu (waiting time) terlama pada saat pasien menunggu dokter 95,6 menit (1 jam 35 menit), paling cepat pada saat proses pasien di kasir 4,4 menit. Hasil penelitian menunjukkan 90 % waktu pelayanan merupakan kegiatan non value added dan hanya 10 % kegiatan yang value added, dengan jenis-jenis waste nya adalah defect, over production, waiting, transportation, inventory, motion, dan over processing. Analisis future state dengan usulan perbaikan metode lean secara simulatif yaitu 5S, Kanban Inventory, visual management menurunkan kegiatan non value added menjadi 78,30 % dan meningkatkan kegiatan value added menjadi 21,70 %. Rekomendasi dengan melakukan perbaikan jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang melalui program pelaksanaan metode lean berkelanjutan.
Kata kunci : Metode lean, rawat jalan, waktu tunggu, kegiatan value added, kegiatan non value added

The length of waiting time in the hospital outpatient service is important for efficient hospital service. Long waiting time leads to accumulating queue and inefficient service. This study was aimed to analyze the application of lean method on outpatient BPJS services at Hermina Depok Hospital in 2017. This qualitative research method investigated the time spent by BPJS outpatient patient by applying lean method and observing the outpatient service flow condition. The first result, the value stream mapping (VSM) of patients without any adjunctive examinations (i.e., laboratory or radiology), the fastest cycle time was observed at the reception desk (2.2 minutes) and the longest at the doctor examination room (12.6 minutes). The longest waiting time was at drug prescription process at pharmaceutical unit (96.2 minutes or 1 hour,36 minutes) and checkout was the fastest (4.4 minutes). Second result, the VSM with laboratory examination, the fastest time-cycle was at the reception desk (4.2 minutes), and the longest was observed at the doctor examination (12.6 minutes). The longest waiting time at the doctor waiting room (2 hours 6 minutes) and checkout was the fastest (2.2 minutes). Third result, the VSM with radiologic examination, the fastest cycle time was observed at the reception desk (4.8 minutes), the longest cycle time was at the radiology examination process (67.2 minutes or 1 hour, 7 minutes). The longest waiting time was observed at the doctor examination room (95.6 minutes or 1 hour, 35 minutes) and checkout was the fastest (4.4 minutes). The results showed that 90% service time was non value added activity and only 10% of value added activity. The wastes were defect, over production, waiting, transportation, inventory, motion, and over processing. After conducting future state analysis with the proposed improvement with simulative lean method (5S, Kanban Inventory, visual management), it was found that non value added activity became 78,30% and value added activity became 21,70%. Future recommendation is important to organize short-, medium- and long-term improvements through implementation of sustainable lean method program.
Keywords: Lean method, outpatient waiting time, value added activity, non-value added activity
Read More
B-1858
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fitriah; Pembimbing: Hasbullah Thabrany; Penguji: Anhari Achadi, Wahyu Sulistiadi, Budi Iman Santoso, Lies Nugrohowati
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi waktu pelayanan instalasi farmasi rawat jalan dalam rangka peningkatan mutu pelayanan rumah sakit. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian gabungan (mixed method) dengan melakukan wawancara mendalam serta observasi waktu tunggu pelayanan obat yang selanjutnya dianalisis dengan menggunakan analisis univariat.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu tunggu pelayanan obat racik dan paten di rumah sakit ini melebih standar waktu yang ditetapkan, ditemukan beberapa penghambat seperti ketersediaan sumber daya manusia, sarana prasarana dan fasilitas kerja yang merupakan hambatan terbesar dalam pelayanan ini. Disarankan kepada rumah sakit untuk dapat redisain layout farmasi, menghitung ulang pola ketenagaan serta pengaturan tugas sesuai dengan kompetensinya.

Kata Kunci : efisiensi, farmasi rawat jalan, obat racik dan paten

This study aims to improve the efficiency of service time of outpatient pharmacy installation in order to improve the quality of hospital services. The research method used is the method of combined research (mixed method) by conducting in-depth interviews and observation of drug service waiting time which then analyzed by using univariate analysis.

The result of the research shows that the waiting time for the service of racik and patent medication in this hospital exceeds the standard time set, found some obstacles such as availability of human resources, infrastructure and work facilities which is the biggest obstacle in this service. It is advisable to the hospital to be able to redesign the pharmacy layout, recalculate the pattern of the workforce as well as the arrangement of tasks in accordance with its competence.

Keywords: Efficiency, outpatient pharmacy, racik medicine and patent
Read More
T-5070
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ronaningtyas Maharani; Pembimbing: Hasbullah Thabrany; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Mieke Savitri, Lies Nugrohowati, W.F.P. Kaunang
B-2007
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
D. Raditya Arimbawa; Pembimbing: Wahyu Sulistyadi; Penguji: Mieke Savitri, Peter Albert W. Pattinama, Nugrohowati, Nina Wardani
T-2679
Depok : FKM UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive