Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 9 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Rosaliana Shalat; Pembimbing: Wiku Bakti Bawono Adisasmito; Penguji: Alex Papilaya, Herlia Susilawati
S-5324
Depok : FKM-UI, 2008
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yusi Narulita; Pembimbing: Wiku Bakti Bawono Adisasmito; Penguji: Alex Papilaya, Heru Kusumanto
S-5333
Depok : FKM-UI, 2008
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Adi Djajadi; Pembimbing: Ronnie Rivany; Penguji: Alex Papilaya, Supriyantoro, Suptijanto Rijadi
Abstrak: Situasi pemulihan ekonomi pasca resesi ekonomi 1998 sampai saat ini masih sangat mempengaruhi pembiayaan pemerintah terhadap lembaga / organisasinya dalam menjalankan fungsinya, termasuk didalamnya adalah organisasi rumah sakit. Untuk meningkatkan penerimaan pendapatan dalam upaya mencapai kemandirian pembiayaan serta memperkecil rentang kendali, salah satu upaya yang dapat dilakukan rumah sakit Salak adalah membentuk Unit Khusus dari instalasi / unit yang dimilikinya melalui suatu kajian. Rumah sakit Salak memiliki tujuh instalasi / unit yang oleh manajemennya diperkirakan layak untuk ditetapkan menjadi unit khusus, antara lain : (1) rawat jalan, (2) rawat inap, (3) kamar bedah, (4) kebidanan, (5) Laboratorium, (6) radiologi, dan (7) gawat darurat. Tujuan penelitian adalah untuk memperoleh dan menetapkan unit khusus. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode riset operasional. Adapun data yang diolah meliputi kinerja keuangan rumah sakit Salak (penerimaan pendapatan dan perolehan laba) serta Kinerja pelayanan rumah sakit Salak, Azra, PMI, Karya Bhakti (jumlah kunjungan, jumlah pasien masuk, jumlah tindakan, dan jumlah pemeriksaan). Analisa data dilakukan dengan menggunakan trend linear, matriks BCG, dan matriks uji banding variabel. Berdasarkan hasil penelitian, ditetapkan Instalasi Gawat Darurat sebagai Unit Khusus dengan Pengembangan Produk sebagai strategi dalam mempertahankan dan memimpin pasar jasa pelayanan ke-gawat darurat-an di kota Bogor. Penetapan instalasi gawat darurat sebagai unit khusus perlu segera direalisasikan karena merupakan the golden gate rumah sakit.
The situation of economic recovery after the economic recession in 1998 has still been affecting the financing of institutions/organizations, including hospitals, by the government. To increase its revenues so that it reaches financing autonomy, and to shorten the span of control, an effort conducted by Salak hospital is establishing strategic enterprise unit from its installations/units through a study. Salak hospital has seven installations/units, which are predicted feasible to be excellent by the management. They are (1) out-patient unit, (2) in-patient unit, (3) surgery room, (4) midwifery, (5) laboratory, (6) radiology, and (7) Emergency unit. The research objectives are to get and to determine the excellent installations/units. The research was done by using operational research method. Data processed include the hospital financial performance (revenue and profit) of Salak hospital and service performance of Salak, Azra, PMI, Karya Bhakti hospital (number of visit, number of admission, number of action, and number of examination). Data analysis was conducted by using the trend linear, BCG matrix, and variable compared matrix test. Based on the research, Emergengy unit was determined as the “Unit Khusus”. The installation applies Product Development as a strategy in maintaining and leading the market of emergency service in Bogor. The determination of Emergency Unit as a strategic business installation have to be brought to reality immediately because the installation is also the hospital golden gate.
Read More
B-902
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rustanto Yanuar; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Sandi Iljanto, Alex Papilaya, Sofie Handajany
Abstrak:

Kepuasan Kerja adalah merupakan langkah pertama yang penting dan mejadi faktor penentu keberhasilan Rumah Sakit dalam menjalankan usahanya Karyawan yang tidak puas mengakibatkan tingginya ketidak puasan pasien. Kepuasan Kerja dikenal sebagai salah satu kunci pentig bagi Rumah Sakit untuk tetap bertahan dan bisa menurunkan keluhan pasien dan meningkatkan kepuasan pasien. Penulisan Thesis ini bertujuan untuk mendapatkan inforrnasi faktor- faktor apa saja yang berhubungan dengan kepuasan kerja Adanya berbagai keluhan maupun kritikan pasien terhadap pelayanan rumah sakit yang berpangkal pada ketidakpuasan karyawan yang mendasari penelitian ini. Jenis penelitian yang digunakan adalah pene1itian kuantitatif dengan pendekatan Cross SectionaL Data Primer didapat melalui Kuesioner kepada 96 responden meialui penyebaran angket selama 30 hari pada bulan Maret 2007. Berdasarkan basil pene;itian diketahui bahwa faktor Lingkungan Kerja memiliki pengaruh signifikan dan hubWlgan paling besar yaitu 0,621, Berdasarkan basil tersebut diatas maka perbaikan yang harus dilakukan untuk lebih meningkatkan kepuasan karyawan dengan lebih terarah dan terencana adalah dengan memperbaiki lingkungan kerja. Dengan peningkatan kepuasan kerja karyawan melalui perbaikan lingkungan kerja diharapkan karyawan dapat lebih baik dalam me1ayani pasien sesuai dengan harapan.


Job satisfaction constitutes the important thing and become the first step to definite hospital success factor to run his business. Unsatislaetion feeling on employee arise un-satisfactions on patient. Job satisfaction is known as one of the role key to hospital to keep on continuing his service and can reduce the patient complaint and increases patient satisfaction. The purposed this thesis to find those in formations factors that is engaged job satisfaction. The research performed basely by various complaint and also criticism to hospital service which is beginning fonn the un-satisfactions feeling by employee. This observational is utilized observational quantitative with cross sectional approaching. The primary data collected by questioners thru to 96 respondents through questionnaire publicized along 30 day on March 2007. Base on observational result known that work condition factor has significant influence and largest relationship as O.62l. Based on the result, so then: is a need to make a preparation directed and planned to increase the employee satisfaction with preparation the working environment or condition. With the increasing jobs satisfactory, could to expect the employee performing better service to patient according to expectation and standard operation procedures.

Read More
B-1089
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Abdul Barry; Pembimbing: Amal C. Sjaaf; Penguji: Purnawan Junadi, Alex Papilaya, Nina Rosyina
Abstrak:

Dalam era reknologi informasi dan globalisasi sepeni saal ini, perusahaan dihadapkan pada lingkungan bisnis yang kompleks dan dinamis. Persaingan tidak hanya dari perusahaan-perusahaan sejenis dalam industri, tapi juga meiuas dari luar indusui dan luar negeri dengan hcrbagai cara persaingan yang demikian kompleks dan turbulen. Agar dapat memasuki Iingkungan bisnis yang kompetitif dan turbuien tersebut, kemampuan scbuah perusahaan untuk mengeksploitasi aktiva tidak berwujudnya mcnjacli jauh lebih menentukan dibandingkan dengan melakukan investasi dan mengeldla aktiviias fisik yang berwujud. RS MH Thamrin Internasional Salemba yang selanjutnya disebut RSMHTIS mengalami penurunan kinerja di berbagai unit potensial, sena utilisasi fasilitas rumah sakit yang dinilai masih belum optimal dibandingkan kapasitas yang seluruhnya berdampak secara langsung pada kinexja keuangan. Oleh karena ini, mulai tahun 2005 RSMHTIS mcncrapkan balanced scorecard untuk meningkatkan kemampuan perusahaan dalam melipatgandakan kinerja keuangan secara luar biasa (sustainable outslcmding financial peqformance) Serta menghasilkan kekuatan luar biasa pemsahaan dalam bersaing memperebutkan pilihan pelanggan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kinelja RSM!-ITIS setelah balanced scorecard diaplikasikan Sebagai alat pengukur kinerja (tahun 2005-2007). Data primer yang dipcrolch dari wawancara dengan bagian terkait di RSM!-ITIS serta data sekunder yang diperoleh dari laporan RSM!-ITIS 2005-2007, laporan divisi terkait, dan Iaporan Suku Dinas Kesehatan tahun 2006 yang dianalisa secara dcskriptif. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa secara umum peningkatan kinerja RSMHTIS mulai membuahkan hasil yang positif sctclah mengaplikasikan balanced scorecard meskipun tidak rneneapai kategori ideai karena tidak sesuai dengan ukuran baku kinerja keuangan atau pelayanan industri rumah sakit serta tujuan dan sasaran kincrja RSMHTIS. Hasil penilaian masing-masing perspektif dinilai dengan pembohotan yang sama masing-masing 25% karena semua pcrspcktif dianggap sama pentingnya terhadap peningkatan kincrja RSMHTIS dengan hasil sebagai berikut: Perspektif keuangan z tingkat pertumbuhan pendapatan 2006-2007 ideal; tingkat pengeluaran biaya 2006 tidak ideal, tahun 2007 ideal; rasio efektifitas 2005-2007 tidak ideal; current ratio 2005-2007 tidak ideal; rasio biaya modal 2005-2007 tidak ideal; return on asser 2005-2007 ideal; dan return on equi/y 2005-2007 tidak ideal sehingga secara keseluruhan kinezja perspektif keuangan ticlak ideal. Perspektif pclanggan: Tingkat keluhan pelanggan 2006 tidak ideal. tingkat keluhan tahun 2007 tidak ideal; akuisisi pelanggan 2006-2007 tidak ideal; retensi pelanggan 2006-2007 tidak ideal; dan pangsa pasar 2006 tidak ideal, sehingga secara keseluruhan kincrja pelanggan RSMHTIS tidak ideal. Perspektif bisnis internal : Indikator pclayanan 2005-2007 tidak ideal; kinerja unit produksi 2005-2007 tidak ideal; kemampuan inovasi 2005-2007 tidak ideal; dan layanan puma jual tahun 2005-2007 tidak ideal, sehingga secara kcseluruhan kinerja bisnis inlemal tidak ideal. Perspektif pembelajaran dan pertumbuhan : Tingkat kepuasan kerja pegawai 2006-2007 ideal; tingkat (urn over 2006-2007 tidak ideal; tingkat kcdisplinan pcgawai 2006-2007 tidak ideal; dan akses pelatihan dan pendidikan 2006 tidak ideal. sedangkan akses pendidikan dan pelatihan 2007 membaik mcnjadi ideal, sehingga secara keseluruhan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan tidak ideal. sehingga disimpulkan kinerja RSMHTIS 2005-2007 tidak ideal. Dari hasil penelitian tersebut, peneliti mengajukan saran kepada pihak manajemen RSMHTIS antara lain: Seliap tahun rnenerapkan BSC dengan menetapkan target yang lebih terpola dan temkur agar memudahkan pengukuran di setiap indikalor dan mengacu pada parameter SMART: Specdic; Measurable; Achievable; Relevant; dan Time- consrrained. Misalnya dengan menentukan besaran persentase tertentu untuk perlumbuhan yang diharapkan umuk tiap periode tahun kalendar. Sclain itu upaya pemasaran juga perlu dipenajam khususnya promosi untuk dapat meningkatkan awareness masyarakat dalam rangka menjaring pelanggan barn serta memperluas pangsa pasar; Revitalisasi unit yang kinerjanya menurun (Rehabilitasi Medik, Klinik Tumbuh Kembang. Endoskopi, Estetidenna, dan Gizi yang menurun selama 3 tahun terakhir); Optimalisasi utilisasi fasilitas yang ada agar investasi yang sudah ditanamkan dapat memberi hasil yang sesuai baik secara parameter ukuran standar baku maupun finansial dengan melakukan upaya-upaya promosi yang efektifl Merealisasikan program layanan puma jual yang terencana seperti homecare, pelayanan pembayaran yang mengesankan, keringanan pelayanan pembayaran. dan layanan tambahan lain; Inovasi produk berdasarkan riset pasar yang mendalam sehingga dapat menciptakan produk yang benar-bcnar dibutuhkan dan diinginl-can oleh masyarakat dan mengefektifkan investasi yang dilakukan; serta menyusun jcnjang karir dan paket renumerasi yang lebih menarik agar dapat menurunkan Iurn over karyawan serta meningkatkan kcdisiplinan.


In the era of infomation technology and globalization nowadays, companies are being lbrced to face a complex and dynamic business environment. Competitions are not only coming from similar companies within the industry, but also from outside the industry and from other countries with so many means of complex and turbulence competitions. To be able to enter this competitive and turbulence business enviromnent, a company capability to exploit its intangible assets has become an important factor compare to investing and managing the tangible ones. RS MH Thamrin lntemasional Salemba has been experiencing dcclinines in some of its potential units, as well as a relatively low utilization in some of its facilities compared to its capacity. All of which directly affected its financial performance. In that regards, the management of the Hospital has commited to implement the Balanced Scorecard in order to increase the Hospital capabilities to sustain outstanding financial performance as well as creating a powerful force in the competition of being the choice of the customers. The goals of this research is to obtain a description of the hospital performance after the implementation of balanced scorecard as perfonnance measurement tools since 2005. Primary dates are obtained from interviews with employees in related units, and secondary datas are obtain from the Hospital Annual Reports from 2005-2007, Local Govermnent reports, and interviews with employees of related units, all being analyzed descriptively. This research found that in general there is an increase in perfomrance of the hospital alter implementing balanced scorecard although has not reached ideal category since it has never met the industry standard as well as goals and objectives that has been set by the management. The evaluation of each perspective is given a weighted score of 25% with a consideration that each perspective has the equal importance in the role of increasing the Hospital performance. The results of each perspective evaluations are as follows: Financial perspectives: revenue growth rates for year 2006-2007 are ideal; expenditure growth rate tor 2006 is not ideal, but for 2007 is ideal; effectiveness rates for 2005-2007 are not ideal; current ratios for 2005-2007 are not ideal; equity cost ratio for 2005-2007 are not ideal; retum on assets for 2005-2007 are ideal; and return on equity for 2005-2007 are not ideal. So in general the performance on financial perspective is not ideal. Customer perspective: customer complaint rates for 2006-2007 are not ideal; customer acquisitions for 2006-2007 are not ideal; customer retentions for 2006-2007 are not ideal; and market shares for 2006-2007 are not ideal. So in general the performance on customer perspective is not ideal. Internal business process perspective: Hospital basic indicators for 2005-2007 are not ideal; performances of production units for 2005-2007 are not ideal; innovation capabilities for 2005-2007 are not ideal; and after sales service for 2005-2007 are not ideal. So in general the performance on intemal business process perspective is not ideal. Leam and growth perspective: employees’ satisfaction rates for 2006-2007 are ideal; employees’ tumover rates for 2006-2007 are not ideal; employees’ disciplinary levels for 2006-2007 are not ideal; and employees access for education and training for 2006 is not ideal, but for 2007 is ideal. So in general the performance on learn and growth perspective is not ideal. Based on these results, I offer some suggestions for the Hospital as follows: make the BSC implemented each year with a certain pattem and measure in setting the target, goals, and objectives, to make an easier measurement for each indicator by using the SMART principles: Spec0'ic; Measm-able; Achievable; Relevant; and Time-constrained. i.e by setting a certain percentage of expected growth for every calendar year; Also, the Hospital has to increase its marketing effort, especially in promotional activity, in order to create a higher awareness from the public so that could attract new customers and broadened the market share; Revitalizing the production unit that has been experiencing decreasing trend during the last 3_years; Optimizing the utilization of he Hospital’s facility so that the assets that has been invested could give the expected retum both financially and met the industry standards, by campaigning in effective promotion; Realization of a well-planned afier sales service e.g homecare, flexible payment, and other extra-ordinary services; innovating new products based on a well-executed market research so that the products that being created are really what are needed by the customers in order to bring more effectiveness on the investment made; Creating a career path system and a more attractive renumeration package so that could increase employees’ motivation so it could decrease employees’ turnover and increase their disciplines.

Read More
B-1083
Depok : FKM UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dini Siti Hudayani; Pembimbing: Suprijanto Rijadi; Penguji: Alex Papilaya, Yuli Prapanca Satar, Hannibal Pardede
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bauran pemasaran dengan melakukan segmentasi, target dan posisi pasar Rumah Sakit Islam Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan jenis penelitian penelitian kuntitatif dan kualitatif dengan pendekatan cross sectional. Hasil penelitian ini bahwa segmentasi pasien Rumah Sakit Islam Bogor terdapat perbedaan antara pelayanan rawat jalan dan perawatan rawat inap Target pasar Rumah Sakit Islam pada saat ini adalah golongan masyarakat menengah keatas yang bertempat tinggal di perumahan sekitar rumah sakit. Jumlah perumahan yang kurang lebih ada 21 perumahan merupakan pasar yang potensial bagi rumah sakit. Pangsa Pasar Rumah Sakit Islam Bogor masih sangat rendah, di bawah semua rumah sakit yang ada wilayah kota Bogor. Dalam segi produk, Rumah Sakit Islam Bogor masih kurang lengkap dibandingkan rumah sakit pesaing. Dari segi tarif Rumah Sakit Islam Bogor masih sepadan/sama dengan rumah sakit pesaing, tidak terlalu mahal dan juga tidak terlalu murah. Rumah Sakit Islam Bogor terletak di daerah yang strategis, walaupun tidak berada ditepi jalan raya tetapi mudah untuk di akses. Kegiatan promosi yang sudah dilakukan adalah sunatan masal, donor darah dan senam osteoporosis. Berdasarkan penelitian ini peneliti menyimpulkan bahwa segmentasi Rumah Sakit Islam pada saat ini lebih menitik beratkan pada golongan masyarakat dengan tingkat sosial ekonomi golongan menengah ke bawah, sehingga untuk target pasar jangka panjang akan digeser pada golongan masyarakat dengan tingkat sosial ekonomi menengah keatas. Pangsa pasar Rumah Sakit Islam Bogor berada di bawah rumah sakit pesaing, dilihat dari segi bauran pemasaran rumah Sakit Islam bogor masih kurang efesien dan tidak lengkap dibandingkan dengan Rumah sakit pesaing. Key Word : Bauran Pemasaran
The thesis aimed to know the market of Islamic Hospital Bogor by segmenting, targeting and positioning the patients. The thesis is a descriptive analytical research which based on qualitative and quantitative data with cross-sectional approach. The research find that the patient profile, as a market segment of the Islamic Hospital Bogor are different between inpatients and outpatients . The target market of the hospital is middle upper class, who leave around the hospital. Currently, there are 21 real estate as a potential market for hospital. However, compare to other hospitals in Bogor the market of the hospital still low. Based on products, the equipments of the hospital are as complete as others. However, the tariff of the hospitals is still fair. The Islamic Hospital Bogor is located in very strategic area, even though the location is not in the near a main road, the access to the hospital is very a convenient. In conclusion, the Islamic Hospital Bogor segment is middle lower class society, therefore in the long term, the segment will move to middle upper class and the market of the hospital is still lower than others, as competitors. The composition of the Islamic Hospital Bogor is inefficient and incomplete compare to other competitors. Key Word : Mix Marketing
Read More
B-900
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sity Kunarisasi; Pembimbing: Supriyanto Riyadi; Penguji: Alex Papilaya, Dumilah Ayuningtyas, Minarsih Murdoko
Abstrak: Dalam upaya mengembangkan Poliklinik Asma RS Persahabatan maka perlu dilakukan analisis situasi lingkungan internal dan situasi lingkungan eksternal untuk tahun 2006 melalui 3 tahap yang dilaksanakan dalam penelitian yaitu : 1.Input Stage melalui proses identifikasi Internal Factors Evaluation (IFE) dan External Factors Evaluation (EFE). 2.Matching Stage dengan Matrix Internal-Eksternal dan Matrix TOWS. 3.Decisison Stage dengan QSPM. Tahap-tahap tersebut didapat dari pengumpulan data melalui pengamatan data sekunder, identifikasi faktor internal dan eksternal melalui wawancara mendalam kepada Kepala Bagian Pulmonologi, Kepala Bagian Asma, Direksi, Staff Pengajar dan pelaksana Poliklinik Asma RS Persahabatan kemudian dilakukan CDMG. Rangkuman CDMG yang pertama untuk bahan CDMG yang kedua menghasilkan program-program yang akan dilaksanakan dalam jangka pendek (1 tahun). Dari hasil penelitian, didapatkan hasil bahwa posisi Poliklinik Asma RS Persahabatan melalui Matrix TOWS terletak pada kuadran Internal Fix It dan melalui Matrix IE terletak pada kuadran Hold and Maintain. Hasil matching kedua matrix tersebut yaitu Product Development. Strategi bisnis untuk mencapai visi dan misi RS Persahabatan dan Bagian Pulmonologi adalah meningkatkan produk yang ada, mutu pelayanan, profesionalisme dan pemasaran dengan kemitraan kerja.
In order to develop Asthma Policlinic of Persahabatan Hospital, it was necessary to make situational analysis of internal and external environment for the year 2006 through 3 stages conducted in the research which were : 1.Input Stage by identifying Internal Factors of Evaluation (IFE) and External Factors of Evaluation (EFE). 2.Matching Stage with both Internal-External Matrix and Matrix TOWS. 3.Decision Stage with QSPM. Stages above were obtained from collected data through secondary data observation, internal and external factor identification resulted from in depth interview with Chief of Pulmonology Department and Asthma, Top management, and Staff of Astma Policlinic of Persahabatan Hospital and then followed by conducting CDMG. First CDMG conclusion for second CDMG material has resulted many programs applicated in a short term (a year). From the research we may conclude that position of Asthma Policlinic of Persahabatan Hospital via TOWS Matrix was at Internal Fix It Quadrant and via IE Matrix was at Hold and Maintain Quadrant. Result of matching both matrix was Product Development. Bussiness strategy to achieve vision and mision of Persahabatan Hospital and Pulmonology Department was to increase existing product, service quality, profesionalism, and marketing with joint venture.
Read More
B-863
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Henny F. Fachrudin; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Peter A.W. Pattinama, Alex Papilaya, Mike Kaltarina
Abstrak:

Pengendalian adalah proses yang digunakan oleh manajer untuk memastikan bahwa aktivitas yang sebenarnya sesuai dengan rencana. Pengendalian bermanfaat untuk mengevaluasi seluruh kegiatan. Keberhasilan tujuan manajemen farmasi akan tergantung dari unsur-unsur pengendalian yang ada. Instalasi Farmasi merupakan satu-satunya unit kerja dirumah sakit yang bertanggung jawab dalam pengelolaan barang farmasi dan mempunyai kedudukan yang sejajar dengan instalasi lainnya. Kelebihan atau kekosongan persediaan obat dan alkes pada waktu tertentu menunjukkan bahwa pengendalian terhadap pengelolaan obat dan alkes di Instalasi Farmasi Rumah Sakit kurang baik. Temuan di Instalasi Farmasi RSD Ciawi menunjukkan bahwa sistem pengendalian obat dan alkes kurang baik sehingga mengakibatkan overstock dan out of stock. Penelitian ini dilakukan di RSD Ciawi yang bertujuan untuk menganalisa sistem pengendalian obat dan alkes kebutuhan dasar ruangan Rawat Inap di Instalasi Farmasi, tujuan khusus mengidentifkasi dan menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi setiap unsur pengendalian. Penelitian merupakan studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Data dan informasi mengenai sistem pengendalian Obat dan alkes kebutuhan dasar ruangan Rawat Inap diperoleh dengan cara in-depth interview terhadap pejabat struktural dan staf pelaksana. Pengumpulan data melalui telaah dokumen serta pengamatan di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengorganisasian yang belum efektif, kebijakan yang belum terarah, penyusunan rencana kerja belum optimal, pencatatan dan pelaporan yang belum baik, anggaran yang teratas dan belum terbentuknya pcngawasan intern. Dalam pembahasan diulas tentang kondisi RSD Ciawi scat ini melalui wawancara, meneliti data sekunder serta pengamatan di lapangan dibandingkan dengan teori manajemen pengendalian logistik. Pembahasan menguraikan tentang struktur yang baik, menegaskan kembali uraian tugas tiap unit kerja, menyusun kebijakan tentang standar terapi dan formularium, proses pengendalian obat dan alkes di Instalasi Farmasi. Kesimpulan yang didapat dari basil penelitian bahwa proses pengendalian obat dan alkes kebutuhan dasar ruangan di Instalasi Farmasi RSD Ciawi masih kurang optimal, sehingga banyak terjadi over stock dan out of stock.


 

Controlling is process used by manager to ensure that activity which in fact as according to plan. Useful controlling to evaluate entire all activity. Efficacy of pharmacy management target will be depended from existing operation elements. Pharmacy Installation is the single unit work at home pain in charge of in management of pharmacy goods and have to domicile the parallel ness with other installation. Excess or blankness of supply of drug and medical equipment periodically indicate that control to management of drug and medical equipment. Unfavorable Installation Pharmacy Hospital. Finding Installation Pharmacy of RSD Ciawi indicates that system control of drug and medical equipment. Unfavorable so that results over stock and out of stock. This research is conducted in RSD Ciawi with aim to analyze system controlling of drug and medical equipment inpatient requirement of to lodge Installation Pharmacy, special target identify and analyze factors influencing each element. Research is case study with approach qualitative. Data and information concerning system controlling drug of medical equipment inpatient requirement of to lodge to be obtained by interview in-depth to structural functionary and executor staff. Data collecting through document study and also perception in field. Research result indicate that organization which not yet effective, policy which not yet directional, compilation of plan work not yet optimal, reporting and record-keeping which not yet good, limited budget and not yet been formed by internal control him. Is under consideration commented by concerning condition of RSD Ciawi in this time through interview, accurate data of secondary and also perception in field compared to management theory operation of logistics. Solution elaborate concerning good structure, re-affirming the breakdown of duty every activity unit, compiling policy concerning therapy standard and of formularium, process controlling drug of and medical equipment in Installation Pharmacy. Got conclusion of research result that process controlling of and medical equipment inpatient requirement in Installation Pharmacy of RSD Ciawi still less optimal, so that happened many over stock and out of stock.

Read More
B-961
Depok : FKM UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hingawati Setio; Pembimbing: Torang P Batubara; Penguji: Alex Papilaya, Sutan Yenis, Hendra Surya Tenggara, Julfrida
B-586
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive