Ditemukan 11 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Nitasari; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Baiduri, Suryati Ria
S-4965
Depok : FKM-UI, 2007
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Amelia Hanis; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Siti Arifah Pujonarti, Suryati
Abstrak:
Proses pemotongan ayam merupakan proses yang berisiko tinggi terjadinya kontaminasi, terutama oleh bakteri patogen. Tingginya kebutuhan akan daging ayam mendorong berkembangnya bisnis komoditi daging ayam. Namun sayangnya, hal ini tidak dibarengi dengan penerapan aspek higiene sanitasi pada proses pemotongan sehingga daging ayam yang beredar di masyarakat tidak terjamin mutu dan keamanannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis penerapan cara produksi dan penanganan daging ayam di RPA modern PT. X, RPA semi modern Y,dan RPA tradisional Z. Penelitian dilakukan pada bulan April-Mei 2013 di RPA modern PT. X yang terletak di Kabupaten Bogor, RPA semi modern Y yang terletak di Kota Depok, dan RPA tradisional Z yang terletak di Tangerang Selatan. Desain penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat analitik deskriptif dengan metode studi kasus. Informan penelitian ini berjumlah 8 orang, yaitu supervisor di RPA PT. X yang berasal dari divisi Quality Assurance (QA), Quality Control (QC),Produksi, dan Warehouse, pemilik, pekerja di RPA Y, pemilik, dan pekerja di RPA Z. Pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan wawancara mendalam,observasi, dan telusur dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RPA PT. X sudah menerapkan cara produksi dan penanganan daging ayam yang baik dan prinsip HACCP pada seluruh tahapan proses pemotongan ayam mulai dari penerimaan,penyembelihan, pengeluaran jeroan, pencucian, pendinginan, pemotongan karkas,penyimpanan, hingga pendistribusian. Sedangkan RPA Y dan Z belum menerapkan cara produksi dan penanganan daging ayam yang baik dan prinsip HACCP. Saran dari peneliti, diharapkan RPA PT. X melakukan evaluasi terutama pada tindakan pencegahan. Sedangkan RPA Y dan Z sebaiknya berusaha menerapkan cara produksi dan penanganan daging ayam yang baik dan prinsip HACCP dalam proses pemotongan ayam.
Chicken slaughtering process has high contamination risk, especially of pathogen bacteria. The increasing demand of chicken meat encourages the development of chicken meat comodities bussiness. Unfortunately, this is not accompanied by implementation of hygiene and sanitation aspect, thus making the meat distributed in markets not guaranteed for its quality and safety. The purpose of this study is to analyze the implementation of manufacturing and handling practices in Modern Chicken Slaughterhouse PT. X, Semi Modern Chicken Slaughterhouse Y, and Traditional Chicken Slaughterhouse Y. This study was conducted in April and May 2013 in Modern Chicken Slaughterhouse PT. X in Bogor, Semi Modern Chicken Slaughterhouse Y in Depok, and Traditional Chicken Slaughterhouse Y in South Tangerang. The design of this study is descriptive analitic qualitative design with case study method. The informants of this study are 8 persons, which are supervisors of Quality Assurance (QA), Quality Control (QC), Production, and Warehouse Division in PT. X, owner and employee in Chicken Slaughterhouse Y, owner and employee in Chicken Slaughterhouse Z. Data was collected by conducting in depth interview, observation, and document review. The result of this study shows that PT. X has implemented Good Manufacturing and Handling Practices and 7 principles of HACCP in all stages of chicken slaughtering process, including receiving, slaughtering, evisceration, washing and chilling, cutting, storing, and distribution. Chicken Slaughterhouse Y and Z has not implemented Good Manufacturing and Handling Practices and HACCP principles. The author suggest that PT. X should evaluate the system, especially the preventive actions. Slaughterhouse Y and Z should try to implement Good Manufacturing and Handling Practices and HACCP principles in chicken slaughtering process.
Read More
Chicken slaughtering process has high contamination risk, especially of pathogen bacteria. The increasing demand of chicken meat encourages the development of chicken meat comodities bussiness. Unfortunately, this is not accompanied by implementation of hygiene and sanitation aspect, thus making the meat distributed in markets not guaranteed for its quality and safety.
S-7866
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nisa Kamila; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Kurnia Sari, Wahyu Sulistiadi, Tati Suryati, Herlinawati
T-4604
Depok : FKM UI, 2016
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Tuti Handayani; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Pujiyanto, Atik Nurwahyuni, Tati Suryati, Lemi Kurniawan
T-4584
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dian Kurniawati; Pembimbing: Mardiati Nadjib/ Penguji: Jaslis Ilyas, Ede Surya Darmawan, Tati Suryati
Abstrak:
Infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) merupakan penyakit menular melaluiudara yang menyerang saluran nafas atas hingga saluran nafas bawah. ISPA padabalita terutama pneumonia merupakan penyebab kematian kedua di Indonesia.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan fasilitas kesehatan olehbalita penderita ISPA di Indonesia berdasarkan Riskesdas 2013. Sampel padapenelitian cross sectional ini adalah balita penderita ISPA dan menjadi sampelRiskesdas 2013, berjumlah 23.310 orang. Hasil penelitian, 36% balita penderitaISPA memanfaatkan fasilitas kesehatan. Terdapat hubungan antara umur, waktutempuh, dan alat transportasi ke fasilitas kesehatan dengan pemanfaatan fasilitaskesehatan. Akses yang dianalisis yaitu waktu tempuh dan alat transportasi yangdigunakan terbukti berhubungan dengan pemanfaatan fasilitas pelayanankesehatan balita dengan ISPA. Faktor yang berhubungan dengan pemanfaatanfasilitas kesehatan adalah umur, waktu tempuh dan alat transportasi ke fasilitaskesehatan. Masih ada kendala akses dalam pemanfaatan fasilitas kesehatanterutama di pedesaan dan luar Pulau Jawa. Pemerintah perlu memperhatikanpeningkatan akses ke fasilitas kesehatan di pedesaan dan luar Pulau Jawa sertameningkatkan program pencegahan.Kata kunci: pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan, balita, infeksi saluranpernafasan akut (ISPA), Indonesia, Riskesdas 2013.
Acute respiratory infections (ARI) was airborne communicable diseases, attacksupper respiratory to lower respiratory track. ARI in children under 5 years,especially pneumonia was second leading cause of death in Indonesia. Theobjective of this study was to know the healthcare facilities utilization among thechildren under five with ARI in Indonesia. Samples were the children under fivewith ARI in Riskesdas 2013, amounted to 23,310. The study found that only 36%children under five with ARI utilized healthcare facilities. Factors related to theutilization were age, time, and transportation to healthcare facilities withhealthcare facilities utilization. Factors associated with utilization were age,times and transportation to healthcare facilities. It was suggested to solve barrierto access healthcare facilities in rural and outside Java island, as well ascontinuing preventive programs.Key words: utilization of healthcare facilities, children under 5 years, acuterespiratory infections (ARI) , Indonesia , Riskesdas 2013
Read More
Acute respiratory infections (ARI) was airborne communicable diseases, attacksupper respiratory to lower respiratory track. ARI in children under 5 years,especially pneumonia was second leading cause of death in Indonesia. Theobjective of this study was to know the healthcare facilities utilization among thechildren under five with ARI in Indonesia. Samples were the children under fivewith ARI in Riskesdas 2013, amounted to 23,310. The study found that only 36%children under five with ARI utilized healthcare facilities. Factors related to theutilization were age, time, and transportation to healthcare facilities withhealthcare facilities utilization. Factors associated with utilization were age,times and transportation to healthcare facilities. It was suggested to solve barrierto access healthcare facilities in rural and outside Java island, as well ascontinuing preventive programs.Key words: utilization of healthcare facilities, children under 5 years, acuterespiratory infections (ARI) , Indonesia , Riskesdas 2013
T-4675
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Eka Pujiyanti; Pembimbing: Budi Hidayat; Penguji: Kurnia Sari, Tati Suryati, Puguh Prasetyo Putra
Abstrak:
Penelitian ini merupakan ex-ante evaluation melalui penelitian cross sectional dengan menggunakan data set susenas tahun 2012 di Indonesia. Penelitian ini melihat protektabilitas Jaminan Kesehatan Nasional terhadap tingkat pengeluaran biaya kesehatan tunai (out-of-pocket) rumah tangga di Indonesia. Total sampel yang berhasil dicacah dalam Susenas 2012 mencapai 279.581 individu dalam 69.895 rumah tangga. Dalam studi ini,unit analisis dilakukan pada tingkat individu yang jumlahnya mencapai 279.581 sampel. Determinan yang dinilai adalah kepemilikan jaminan kesehatan/asuransi sebagai variabel independen utama, status kesehatan, rural/urban,akses/ jumlah kunjungan baik rawat inap maupun rawat jalan dan karakteristik rumah tangga (jenis kelamin,jumlah anggota rumah tangga, lama pendidikan, status perkawinan). Analisis data dilakukan dengan pendekatan ekonometrika dengan menggunakan model ekonometrik discrette choice model dengan pendekatan model regresi binary response yaitu Logit Model. Hasil penelitian didapatkan tingkat pengeluaran biaya kesehatan tunai rumah tangga (OOP) sebesar 2,7 kali dari pendapatan rumah tangga yang dialami oleh 7,8% rumah tangga di Indonesia. Jaminan kesehatan/asuransi kesehatan dapat memberikan peluang proteksi/perlindungan dalam menurunkan tingkat pengeluaran biaya kesehatan tunai (OOP) rumah tangga sebesar 1,075 kali. Proteksi ini dapat berjalan dengan baik jika memperhatikan determinan yang berhubungan dengan tingkat OOP seperti status kesehatan, akses rawat jalan dan rawat inap, disparitas wilayah dan karakteristik rumah tangga yang memiliki hubungan signifikan secara statistik.
This study is an ex-ante evaluation through a cross-sectional study using data sets susenas in 2012 in Indonesia. The research looked at protectability of National Health Insurance on the level of health expenditure in cash (out-ofpocket) of households in Indonesia. The total sample Susenas successfully enumerated in 2012 reached 279 581 people in 69 895 households. In this study, the unit of analysis is done on an individual level that amounted to 279 581 samples. The determinant is assessed is the ownership of health insurance / insurance as the main independent variables, health status, rural / urban, access / number of visits to both inpatient and outpatient care and household characteristics (gender, number of household members, length of education, marital status) . Data analysis was performed using the econometric approach discrette econometric model of choice models with binary response regression model approach, namely logit model. The results showed the level of health expenditure household cash (OOP) by 2.7 times household income experienced by 7.8% of households in Indonesia. Health insurance / health insurance can provide protection opportunities / protection in lowering the level of health expenditure in cash (OOP) households of 1,075 times. This protection can work well if the attention-related determinants such as health status, access to outpatient and inpatient care, geographic disparities and household characteristics have a statistically significant relationship.
Read More
T-4024
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Widia Puspa Hapsari; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Pujiyanto, Jaslis Ilyas, Tati Suryati, Saptono Raharjo
Abstrak:
Penelitian ini menganalisis impelementasi Clinical Pathway (CP) Typhoid fever melalui
deskripsi utilisasi pelayanan serta tagihannya pada periode sebelum dan sesudah
implemenatsi CP. Studi dilakukan di RS PMI Bogor bertujuan untuk mengeksplor
siklus pembuatan CP serta utilisasi pelayanan kesehatan yang diberikan sehingga
menimbulkan tagihan baik pada periode sebelum maupun sesudah implementasi CP.
Metode kualitatif digunakan untuk menjelaskan tahapan dalam pembuatan CP dan
metode kuantitatif digunakan untuk mengeksplor utilisasi layanan dan tagihan yang
ditimbulkan serta melihat signifikansi implementasi CP terhadap utilisasi pelayanan dan
billing. Simulasi INA-CBG juga dilakukan akibat temuan dalam penelitian. Adapun
data yang digunakan dalam studi adalah data dari sistem informasi rumah sakit, billing
dan rekam medis.
Hasil penelitian menunjukan bahwa dengan tidak adanya signifikansi/perubahan
pada utilisasi pelayanan secara statistik p-value <0.05 antara kelompok pada periode
sebelum dan sesudah implementasi CP melalui Uji T dan Uji non parametric Mann-
Whitney U dengan tingkat kepercayaan 95%. Namun secara substansi terjadi perubahan
tagihan pasca implementasi clinical pathway Typhoid fever dari Rp. 4,269,051
meningkat menjadi Rp. 5,225,384. Setelah dilakukan penyesuaian obat yang berfungsi
terapeutik dan simtomatik terhadap Typhoid fever, maka total tagihan menjadi Rp.
4,771,016 dan meningkat menjadi Rp. 5,959,796. Proses pencatatan diagnosis di dalam
rekam medis menjadi isu di RS PMI Bogor. Dengan adanya potensi undercode yang
mempengaruhi severity level kasus INA-CBGs (A-4-14), rumah sakit berpotensi
kelilangan sebesar Rp. 485,200 hingga Rp. 1,450,400.
Read More
T-5650
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Sekar Tina Amiaty Naro Putri; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Purnawan Junadi, Vetty Yulianty Permanasari, Tati Suryati, Mursalim
Abstrak:
Seorang bayi membutuhkan nutrisi terbaik pada awal kehidupannya dan ASImerupakan sumber gizi yang sangat ideal dengan komposisi yang seimbang. Disisi lain, walaupun beberapa keunggulan ASI telah diketahui, para ibu memilikikecenderungan untuk tidak menyusui bayinya secara eksklusif semakin besar.Sehingga menyebabkan menurunnya pemberian ASI eksklusif sehingga capaianASI eksklusif di Indonesia rendah dan belum mencapai target pemerintah.Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional menggunakan datasekunder Riskesdas Tahun 2013 dengan populasi adalah wanita usia subur 15-49tahun yang memiliki bayi usia 6-24 bulan. Sampel penelitian ini adalah sampelyang tercakup dalam Riskesdas 2013. Tujuan penelitian ini untuk menganalisisfaktor-faktor yang mempengaruhi pemberian ASI eksklusif di Indonesia.Pemberian ASI eksklusif di Indonesia merujuk pada hasil publikasi BadanLitbangkes yaitu sebesar 38%. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa adaempat variabel yang berhubungan signifikan dengan pemberian ASI eksklusif,yaitu pendidikan ibu,(OR=1,449), IMD (OR=1,65), kunjungan ANC (OR=1,215),dan konseling pasca persalinan (OR=1,137). Sedangkan, faktor yang palingdominan dalam pemberian ASI eksklusif adalah IMD. Pendidikan ibu, IMD,Kunjungan ANC, dan konseling pasca persalinan menjadi faktor penentukeberhasilan pemberian ASI eksklusif. Sehingga, pemerintah perlu mewajibkantenaga kesehatan untuk melakukan IMD, mensosialisasikan kunjungan ANClengkap dan konseling pasca persalinan untuk keberhasilan pemberian ASIeksklusif pada seribu hari pertama kehidupan.
Read More
T-4621
Depok : FKM UI, 2016
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Murhaban; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Pujiyanto, Kurnia Sari, Tati Suryati, Amir Su`udi
Abstrak:
Kematian ibu di negara berkembang masih tinggi, selain faktor medis faktorpelayanan kesehatan ibu hamil merupakan salah satu penyebab kematian ibu.Cakupan pelayanan antenatal (K4) di Provinsi Aceh masih di bawah targetNasional. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran pemanfaatan pelayananantenatal dan menganalisis determinan yang berhubungan dengan pemanfaatanpelayanan antenatal di Provinsi Aceh. Penelitian ini menggunakan data RisetKesehatan Dasar (Riskesdas) Tahun 2013, fokus pada wanita yang pernah hamilselama 3 tahun terakhir sebelum survei, dengan jumlah sampel adalah 2.081responden. Metode analisis menggunakan model regresi logistik, untukmemprediksi faktor penentu pemanfaatan pelayanan antenatal. Hasilmenunjukkan 66,12% ibu hamil memanfaatkan pelayanan antenatal minimal 4kali sesuai standar waktu yang ideal. Faktor-faktor yang secara konsisten danpositif berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan antenatal (K4) adalah statusekonomi, kepemilikan buku KIA, keinginan hamil, umur, dan pendidikan. faktorkomplikasi kehamilan cenderung berhubungan positif apabila standar pelayananantenatal (K4) yang digunakan tidak ditentukan waktu pemeriksaan.Kata kunci: Kematian Ibu, Pelayanan Antenatal, Regresi Logistik, Aceh.
Maternal mortality in developing countries is still high, in addition to medicalfactors, factors of maternal health services is of the causes of maternal death.Coverage of antenatal care (K4) in the province of Aceh still below nationaltargets. The purpose of research to describe and analyze the utilization ofantenatal care determinants related to the utilization of antenatal care in theprovince. This study uses data from Riskesdas In 2013, focusing on women whohave been pregnant for 3 years prior was to the survey, with a sample size is 2,081respondents. The method of analysis using logistic regression model, which wasuseful for predicting the determinants of the utilization of antenatal care. Resultsshowed that 66.12% of pregnant women utilize antenatal care at least 4 times thecorresponding standard ideal time. Factors that consistently and positivelyassociated with utilization of antenatal care (K4) is the economic status, maternaland child health handbook, pregnant wishes, age, and education. pregnancycomplications factors tend to be associated positively if the standard antenatalcare (K4) used an unspecified time of the examination.Keywords: Maternal Mortality, Antenatal Care, Logistic Regression, Aceh.
Read More
Maternal mortality in developing countries is still high, in addition to medicalfactors, factors of maternal health services is of the causes of maternal death.Coverage of antenatal care (K4) in the province of Aceh still below nationaltargets. The purpose of research to describe and analyze the utilization ofantenatal care determinants related to the utilization of antenatal care in theprovince. This study uses data from Riskesdas In 2013, focusing on women whohave been pregnant for 3 years prior was to the survey, with a sample size is 2,081respondents. The method of analysis using logistic regression model, which wasuseful for predicting the determinants of the utilization of antenatal care. Resultsshowed that 66.12% of pregnant women utilize antenatal care at least 4 times thecorresponding standard ideal time. Factors that consistently and positivelyassociated with utilization of antenatal care (K4) is the economic status, maternaland child health handbook, pregnant wishes, age, and education. pregnancycomplications factors tend to be associated positively if the standard antenatalcare (K4) used an unspecified time of the examination.Keywords: Maternal Mortality, Antenatal Care, Logistic Regression, Aceh.
T-4781
Depok : FKM UI, 2016
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Adinda Risnanda Putri; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Pujiyanto, Kurnia Sari, Tati Suryati, Amir Su`udi
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan mengetahui determinan utilisasi pengobatan keluhan gangguan mental emosional di Indonesia dengan menganalisis data Riskesdas 2013. Data menunjukkan bahwa 6% populasi berusia >= 15tahun menderita gangguan mental emosional. Hanya 12% responden dengan gangguan mental emosional yang melakukan pengobatan, hal ini menunjukkan kurangnya kesadaran akan pentingnya kesehatan jiwa. Kepemilikan jaminan kesehatan dan pengetahuan mengenai keberadaan faskes berhubungan utilisasi. Disarankan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat melalui promosi Aplikasi Sehat Jiwa, termasuk pengetahuan tentang gejala gangguan mental emosional serta informasi ketersediaan fasilitas kesehatan yang bisa diakses. Layanan kesehatan jiwa di Puskesmas perlu diperkuat dengan meningkatkan kemampuan dokter untuk mendiagnosis dan menangani gejala gangguan mental emosional sehingga menurunkan resiko mengalami ganguan jiwa. Kata kunci: utilisasi, pengobatan, ganguan mental emosional
Read More
T-4786
Depok : FKM UI, 2016
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
