Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 24 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Selfi Mayasari; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Wahyudin
S-7581
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Karimah; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Wahyudin
Abstrak: Debu merupakan salah satu bahan pencemar udara yang dapat membahayakan kesehatan manusia. Keberadaan debu diudara dapat menyebabkan kerugian diantaranya terhadap kesehatan paru-paru. Karena itu harus dilakukan pemantauanpajanan debu terhadap pekerja dengan cara menghitung tingkat risiko. Tujuan daripenelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik risiko pajanan debu TSP yangterdapat di lingkungan PT Pupuk Kujang. Desain studi penelitian ini menggunakan metode analisis risiko keseha Berdasarkan hasil perhitungan, pajanan debu untuk bengkel mesin baik realtime maupun lifetime masih dalam batas aman karena RQ<1, sementara untuk bagian kujang bagging 1A dan bulk area untuk RQ realtimemasih dalam batas aman yaitu RQ< 1 yaitu, sedangkan untuk pajanan lifetime sudah melebihi batas RQ, melebihi 1, dan pada bagian NPK feeding section baik RQ realtime maupun RQ lifetime sudah melebihi standar RQ>1. Karenanya halini memerlukan pengendalian lebih lanjut.
Kata Kunci : Analisis Risiko Kesehatan , TSP, Debu
Dust is one of the air pollutants that can harmful for human health. The presenceof dust in the air can cause such as harm to the health of the lungs. So there shouldbe monitoring of dust exposure to workers by calculated the level of risk. Thepurpose of this study was to determined risk characteristics of the TSP exposure inPT Pupuk Kujang. The design of this research studied used health risk analysismethods. Based on calculations, the dust exposure both of realtime and lifetimeworkshop machinery was still in the safe limits for RQ <1, while for the Kujangbagging 1A and bulk area for realtime RQ were still in the safe limits RQ <1,while for lifetime exposure RQ have exceeded the limit, exceeded more than 1,and in the feeding section NPK both realtime RQ and lifetime RQ have exceededthe standard of RQ> 1. Therefore this requires further control.
Keywords: Health Risk Analysis, TSP, Dust
Read More
S-7635
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kamaruddin; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Indri Hapsari, Wahyudin
S-7669
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hayatti Rissa; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Wahyudin
S-8434
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tri Adi Wahyono; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Mila Tejamaya, Wahyudin Lihawa
Abstrak: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui niali risiko yang ada pada setiap tahapan pekerjaan pada proses mesin bubut, frais, dan bor yang dilakukan di workshop teknik pemesinan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Bekasi. Penelitian ini dilakukan dengan manganalisis nilai konsekuensi, kemungkinan, dan pajanan dengan menggunakan standar level risiko semi kuantitatif William. T. Fine. Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan metode semi kuantitatif AS/NZS 4360:2004. Hasil penelitian berupa level risiko yang ada pada setiap tahapan proses mesin bubut, frais, dan bor di workshop teknik pemesinan yaitu level very high, priority 1, substantial, priority 3, dan acceptable.
Kata kunci: Penilaian risiko, AS/NZS 4360:2004, konsekuensi, kemungkinan, pajanan, level risiko
This study was conducted to determine niali existing risks at each stage of work on the lathe , milling , and drilling conducted in the workshop machining techniques Vocational High School 1 Bekasi . This research was conducted with the value that analyze the consequences , probability , and exposure using a semi-quantitative risk level standards William . T. Fine . This study was a descriptive study using semiquantitative methods AS / NZS 4360 : 2004 . Results of the research is a level of risk that exist at every stage of the process lathe , milling , and drilling in workshop machining techniques is very high level , priority 1 , substantial , priority 3 , and acceptable .
Keyword : The risk assessment , AS / NZS 4360 : 2004 , consequences , probability , exposure , risk level
Read More
S-8962
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Liza Maulidya; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Baiduri Widanarko, Wahyudin Lihawa
Abstrak: Skripsi ini membahas mengenai analisis at risk behaviour perilaku tidak aman pada pekerja di area furnacePT. X. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatifdengan menggunakan desain studi potong lintang cross sectional study dan total sampel sebanyak 78 responden. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari kuesioner yang diisi oleh responden sedangkan data sekunder diperoleh melalui dokumen perusahaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan model Cooper's Reciprocal Safety Culture dimensiBehavioural Approach.
 
Hasil: sebanyak 60 responden pekerja di area furnacemelakukan safe behaviourdan 40 lainnya melakukan at risk behaviour. Faktor individu yang berhubungan dengan at risk behaviouryang dilakukan oleh pekerja adalah pengetahuan terhadap keselamatan, motivasi terhadap keselamatan dan kepercayaan diri ketika bekerja. Faktor organisasi yang berhubungan dengan at risk behaviouryang dilakukan pekerja adalah komitmen manajemen, partisipasi terhadap keselamatan, dukungan rekan kerja dan komunikasi organisasi.
 

This thesis discusses about the analysis at risk behavior unsafe behavior on workers in the furnace area PT. X. This research is a quantitative research using cross sectional study design and total of 78 respondents. The data used in this research is primary data and secondary data. Primary data obtained from questionnaires filled by respondents while secondary data obtained through corporate documents. This research uses Coopers Reciprocal Safety Culture model of Behavioral Approach dimension.
 
Results: 60 respodents in the furnace area doing safe behavior and 40 other doing at risk behavior. Individual factors associated woth at risk behavior by workers are safety knowledge, safety motivation and self efficacy in safety. Organizational factors related to at risk behavior by workers are management commitment, safety participant, co worker support and organizational communication.
Read More
S-9868
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Firyal Resa Azhari; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Baiduri Widanarko, Wahyudin Lihawa
Abstrak: ABSTRAK Industri baja memiliki resiko yang tinggi terhadap kesehatan dan keselamatan karyawannya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui iklim keselamatan di area rolling mill PT X dengan besar sampel 166 orang. Hasilnya dimensi iklim keselamatan yang paling kuat adalah dimensi individu (3,21), dengan faktor iklim keselamatan tertinggi adalah komitmen pekerja (3,28). Semakin tinggi tingkat pendidikan, jabatan dan semakin lama orang bekerja maka semakin tinggi nilai iklim keselamatannya. Kata kunci: Safety Climate ABSTRACT The steel industry has a high risk to the health and safety of its employees. The purpose of this research is to know the safety climate in rolling mill area of PT X with a large sample of 166 people. The result of the most robust dimension of the safety climate is the individual dimension (3.21), with the highest safety climate factor being workers' commitment (3.28). The higher the level of education, position and the longer the people work the higher the safety climate. Key words: Safety Climate
Read More
S-9684
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Abstrak: Industri petrokimia beroperasi sepanjang jam, durasi kerja tanpa henti selama operasi normal, terlebih pada kegiatan turn around, program pemeliharaan yang harus sesuai target dan tepat waktu. Pada pelaksanaan turn around jumlah jam kerja diperpanjang tidak seperti hari biasanya, hal ini dapat mengakibatkan personil terganggu dengan kuantitas tidur, kualitas tidur dan sleep hygiene individu, kondisi seperti ini mengakibatkan potensi kelelahan akut, mengurangi performance dan berpotensi meningkatnya jumlah kejadian kecelakaan kerja. Penelitian analitik dengan desain cross-sectional ini bertujuan mengetahui pola dan gambaran kuantitas tidur, kualitas tidur, durasi kerja pada tenaga kerja turn around terhadap potensi kelelahan kerja akut. Penelitian ini menggunakan beberapa alat pengumpulan data yaitu: kuesioner, tensimeter, thermogun dan alat actigraph fitbit. Analisis data menggunakan uji beda mean dan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara variable kuantitas tidur (p value = 0,001; OR = 0,115), kualitas tidur (p value = 0,030; OR = 8,143), dan durasi kerja (p value = 0,013; OR = 5,769) dengan variable potensi kelelahan kerja akut, penelitian ini terbukti dengan hasil pengukuran actigraph fitbit dengan rata-rata tidur 235 menit atau setara dengan 3 jam 55 menit serta durasi kerja yang lebih dari 12 jam setiap harinya selama kegiatan turn around
Read More
T-5588
Depok : FKM UI, Depok: FKMUI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dwi Sora Yullyana; Pembimbing: Mondastri Korib Sudaryo; Penguji: Dadan Erwandi, Hendra, Ade Kurdiman, Wahyudin
Abstrak: Indonesia merupakan negara dengan jumlah kasus tuberkulosis terbanyak urutan ke-2 di dunia. Selama beberapa dekade terakhir, tuberkulosis juga muncul pada populasi anak. Tahun 2017, proporsi kasus tuberkulosis anak masih mengalami peningkatan menjadi 5.86 per 100.000 penduduk pada umur 0-4 tahun dan 5.89 per 100.000 penduduk pada usia 5-14 Tahun. Studi ini bertujuan untuk mengetahui distribusi tuberkulosis anak di Kota Administrasi Jakarta Timur. Penelitian ini menggunakan desain kasus kontrol. Populasi adalah semua kasus tuberkulosis anak yang ditemukan di pelayanan kesehatan Kota Administrasi Jakarta Timur tahun 2017. Kelompok kasus adalah seluruh anak berumur 0-14 tahun yang sudah didiagnosis tuberkulosis positif berdasarkan sistem skoring tuberkulosis paru anak dan tercatat dalam register di Puskesmas wilayah Jakarta Timur. Kelompok kontrol adalah anak 0-14 tahun yang tinggal di wilayah Jakarta Timur dan tidak terdiagnosis tuberkulosis paru.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi kurang gizi kelompok kasus sebesar 29.17% lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol. Hasil analisis T-test menjelaskan bahwa anak dengan gizi buruk memiliki risiko TB paru dibandingkan dengan anak dengan status gizi normal (OR 3.54; 95% CI 1.56-8.04; p 0,002). Hasil analisis regresi logistik menjelaskan bahwa anak dengan malnutrisi berisiko tuberkulosis paru 3.37 dibandingkan dengan anak dengan status gizi normal setelah dikontrol oleh variabel kondisi atap, pencahayaan, riwayat imunisasi dasar, dan riwayat kontak kasus tuberculosis (95% CI 1.10-10.25; p 0.034). Kegiatan preventif dan promotif merupakan upaya dalam pencegahan dan pengendalian tuberkulosis paru khususnya pada anak. Upaya preventif dapat dilakukan melalui Gerakan Temukan Tuberkulosis Obati Sampai Sembuh (TOSS TB). Untuk memperkuat Gerakan TOSS TB, Pemerintah bersama masyarakat dapat melakukan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS).
Read More
T-5761
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hendrick Warman; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Dadan Erwandi, Hendra, Wahyudin Lihawa, Nasruli
Abstrak:
Pelatihan yang disediakan oleh perusahaan kepada pekerja merupakan salah satu program keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang paling banyak digunakan oleh perusahaan untuk intervensi. Pelatihan berguna untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan perilaku pekerja dalam menghadapi bahaya-bahaya yang ada di tempat kerja. Penelitian ini mengunakan metode analisis deskriptif yang berfokus pada evaluasi efektivitas pelatihan HSE Mandatory yang telah dilaksanakan. Pengukuran dilakukan menggunakan model evaluasi empat langkah dari Kirkpatrick (1970) melalui penilaian reaksi, pembelajaran, perilaku, dan hasil. Hasil ponelitian menunjukkan bahwa program pembelajaran yang telah dilaksanakan efektif. Namun, masih terdapat beberapa hal yang dapat ditingkatkan sehingga kualitas pembelajaran lebih baik lagi dan mampu memberikan kontribusi sebagai leading indicator kinerja K3.

The training program prepared by the company for workers is one of the occupational safety and health (OSH) programs most widely used by companies for intervention. Training is useful for increasing the knowledge, skills and behavior of workers in dealing with hazards that exist in the workplace. This research uses descriptive analysis method that focuses on evaluating the effectiveness of the HSE Mandatory training that has been carried out. Measurements were made using a four-step evaluation model from Kirkpatrick (1970) through the assessment of reactions, learning, behavior, and results. The results of the study indicate that the learning program that has been implemented is effective. However, there are still some things that can be improved so that the quality of learning is better and able to contribute as a leading indicator of (OSH) performance.

Read More
T-5851
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive