Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 40 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Lichita Indra; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Adik Wibowo, Agus Rahmanto
Abstrak: Pendahuluan: Covid-19 yang unprecedented menjadi wakeup call bagi banyak negara di dunia mengenai betapa tidak siapnya sistem kesehatan yang ada dalam menghadapi wabah penyakit berskala besar. Beberapa studi mendukung bahwasanya pandemi merupakan peristiwa struktural yang serupa, sehingga dunia selalu mencari hal-hal yang dapat dipelajari dari respons terhadap wabah penyakit. Hal ini bertujuan untuk mempersiapkan diri dan menanggapi wabah yang akan datang dengan lebih baik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran respons berbagai negara terhadap pandemi Covid-19 dan mendapatkan lessons learned-nya untuk menjadi masukan dalam memperkuat sistem kesehatan untuk menghadapi wabah di masa yang akan datang. Metode: Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan memanfaatkan berbagai database elektronik internasional seperti SCOPUS, PubMed, Embase, dan EBSCO Host. WHO Covid-19 Strategic Preparedness and Response Plan 2021 (SPRP) serta WHO Six Building Blocks of Health System (building blocks) digunakan sebagai kerangka dalam menyusun analisis terhadap respons sistem kesehatan dan lessons learned yang didapatkan. Hasil: Pencarian literatur menghasilkan 16 artikel terinklusi yang dipublikasikan pada tahun 2020-2021. Hasil analisis melalui kerangka SPRP menemukan bahwa respons berbagai negara sangat beragam dan dipengaruhi oleh kekuatan sistem kesehatan, kesiapsiagaan, serta karakteristik negara. Lessons learned yang didapatkan berdasarkan building blocks adalah masih diperlukannya investasi, komitmen jangka panjang, perencanaan mitigasi pandemi, serta perlindungan yang adekuat bagi tenaga kesehatan untuk penguatan sistem kesehatan. Selain itu, regulasi pendukung yang jelas juga penting, terutama terkait dengan penggunaan data pribadi masyarakat untuk penanganan pandemi yang lebih baik di masa yang akan datang
Read More
S-10917
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ricard Rivaldo Pasalli; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Adik Wibowo, Agus Rahmanto
Abstrak: Terealisasinya keadaan sehat merupakan keinginan semua orang, juga dari keluarga, perkumpulan dan masyarakat. Perusahaan asuransi dan lembaga asuransi adalah lembaga ekonomi, yaitu lembaga pengalihan risiko. Tingkat risiko dapat diukur dengan nilai produk dimana peristiwa itu terjadi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penyelesaian klaim asuransi kesehatan nasional. Penelitian ini menggunakan metode literature review. Pada pencarian studi menggunakan tiga online database yaitu PubMed, Google Scholar, dan Science Direct. Ada 7 studi yang terinklusi dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan dalam menyelesaikan klaim terdapat bentuk-bentuk penyelesaian klaim asuransi kesehatan nasional, faktor pendukung dan faktor penghambat. Faktor pendukung diantaranya adalah ketepatan penyelesaian klaim, tingkat penyelesaian klaim, klaim rasio dan keluhan ganti rugi. Adapun faktor penghambat klaim diantaranya adalah staf yang kurang memenuhi kualifikasi dalam memproses klaim, tata cara pengecekan yang kurang jelas dan peserta asuransi baru menyadari saat membuat klaim bahwa tidak mencakup penyakit tertentu.
The realization of a healthy condition is the desire of everyone, also from families, associations and communities. Insurance companies and insurance institutions are economic institutions, namely risk transfer institutions. The level of risk can be measured by the value of the product where the event occurs. This study was conducted to determine the settlement of national health insurance claims.method literature review. The study search used three online databases , namely PubMed, Google Scholar, and Science Direct. There are 7 studies included in this study. The results showed that in resolving claims there are forms of settlement of national health insurance claims, supporting factors and inhibiting factors. Supporting factors include the accuracy of claim settlement, level of claim settlement, claim ratio and compensation complaints. The factors inhibiting claims include staff who do not meet the qualifications in processing claims, procedures for checking that are not clear and insurance participants only realize when making a claim that it does not cover certain diseases.
Read More
S-11059
Depok : FKM-UI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Elsa Manora; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Adik Wibowo, Dede Setyadi
Abstrak: Institusi kesehatan seperti rumah sakit didesak untuk mengevaluasi budaya keselamatan pasien mereka untuk meningkatkan keselamatan, kualitas perawatan dan kesembuhan pasien. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan gambaran budaya keselamatan pasien perspektif perawat inap Rumah Sakit Hermina Tangerang. Penelitian ini dilakukan dengan studi cross sectional dengan metode penelitian kuantitatif dan menggunakan analisis univariat menggunakan instrumen kuesioner rumah sakit tentang budaya keselamatan pasien milik AHRQ. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 4 budaya kategori kuat (handsoff dan transisi, persepsi keseluruhan terhadap keselamatan pasien, organizational learning-perbaikan berkelanjutan, umpan balik dan komunikasi tentang kesalahan), 4 budaya kategori sedang (frekuensi pelaporan insiden, dukungan manajemen terhadap keselamatan pasien, keterbukaan komunikasi, kerjasama dalam unit,) dan 1 budaya kategori lemah (staffing). Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa gambaran budaya keselamatan pasien RS Hermina Tangerang masuk ke dalam kategori budaya keselamatan pasien sedang. Saran perbaikan diperlukan pada setiap dimensi budaya keselamatan pasien terutama pada budaya lemah staffing.
Read More
S-10060
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Farisa Amalia; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Adik Wibowo, Agus Rahmanto
Abstrak: Latar Belakang: Proses pemulangan pasien rawat inap masih menjadi masalah di rumah sakit di Indonesia karena waktu yang dibutuhkan belum memenuhi standar yang telah ditentukan dalam Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 129 Tahun 2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit yang mengatakan bahwa waktu dari pasien dikatakan boleh pulang oleh DPJP hingga mendapatkan informasi tagihan ≤ 2 jam. Proses ini dikatakan kompleks karena terdiri dari beberapa kegiatan dan melibatkan banyak pihak. Penelitian bertujuan untuk melihat gambaran faktor penyebab terjadinya keterlambatan proses pemulangan pasien rawat inap di rumah sakit di Indonesia.
Metode: Penelitian menggunakan desain literature review tipe integrative review dengan menganalisis hasil dari penelitian yang sudah ada sebelumnya.
Hasil: Digunakan 16 artikel mengenai keterlambatan proses pemulangan pasien rawat inap rumah sakit di Indonesia yang diterbitkan dari tahun 2010-2020. Berdasarkan hasil penelitian, hanya ditemukan satu rumah sakit yang sudah memenuhi standar waktu yang telah ditentukan, sedangkan masih ditemukan banyak rumah sakit yang belum memenuhi standar.
Kesimpulan: Penyebab keterlambatan proses pemulangan pasien saling berkaitan satu sama lain. Pada faktor sumber daya rumah sakit, sumber daya manusia (SDM) merupakan faktor yang paling sering ditemukan karena peran petugas sangat penting dalam keseluruhan proses pelayanan. Pada faktor proses pelayanan rumah sakit, proses pelayanan administrasi rawat inap merupakan faktor yang memakan waktu paling lama untuk keseluruhan hasil dari penelitian sebelumnya. Berdasarkan metode pembayarannya, pasien asuransi atau jaminan perusahaan membutuhkan waktu paling lama dibandingkan pasien umum dan BPJS karena terdapat proses konfirmasi pihak asuransi yang merupakan kegiatan diluar kontrol rumah sakit.
Kata Kunci: Faktor penyebab; proses pemulangan pasien; rawat inap; waktu tunggu; indonesia

Background: Inpatient discharge process always becomes problem in Indonesian hospital because the time taken for completion never met the standard established by Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 129 of 2008 which states that the process of returning patients from patients is allowed to go home by DPJP until patients get bills from the hospital administration no more than 2 hours. Discharge process is a complex process because it consists of many procedures and engages various departments. The purpose of this study is to describe the cause factors of inpatient discharge process delay in Indonesian hospital.
Method: This study analyzes every results from previous studies using literature review type integrative review.
Results: This study includes 16 literatures about the delay in inpatient discharge process published from 2010-2020. The result shows that only one hospital met the standard, but most of them never met the standard.
Conclusions: The caused of delay in inpatient discharge process are related to each other. From hospital resource factors, human resource is the most commonly found factor because the role of staffs are important in the overall process. In hospital service process factors, administration process is the one which takes the longest time. Based on the payment method, private insurance patients and company guarantees need the longest time rather than general patients (out of pocket) or BPJS because there is an insurance confirmation process and it is out of hospital control.
Key words: Factor; discharge process; inpatient; waiting time; indonesia
Read More
S-10431
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Alfiyah Hanifah; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Adik Wibowo, Ika Malika
Abstrak: Penelitian ini membahas determinan utilisasi pelayanan kesehatan mental oleh Mahasiswa S1 Reguler menggunakan teori perilaku Andersen, terdiri dari faktor individual dan faktor kontekstual yang mempengaruhi perilaku utilisasi pelayanan kesehatan menggunakan metode penelitian kuantitatif dan kualitatif (mixed method). Penelitian ini menemukan bahwa mahasiswa yang memanfaatkan pelayanan kesehatan mental lebih banyak yang berjenis kelamin perempuan (80%), tingkat tiga perkuliahan (35.7%), merasa membutuhkan pelayanan (perceived need) (57.2%) dan mengalami gangguan mental emosional (evaluated need) (skor SRQ-20: ≥ 6) (70.1%) dan tidak memiliki ide bunuh diri (71.4%), sedangkan alasan mahasiswa tidak menggunakan pelayanan kesehatan mental diantaranya adalah ՙՙLebih memilih menyelesaikan masalah sendiri՚՚ (64%), ՙՙBantuan professional tidak diperlukan karena masalah minor dan bersifat sementara՚՚ (48%), ՙՙLebih memilih mencari bantuan dari teman dan keluarga՚՚ (40%) ՙՙTidak ada waktu՚՚ (32%). Faktor kontekstual yaitu kebijakan, pembiayaan dan pengorganiasian. Kebijakan secara umum belum ada ataupun belum diresmikan untuk tingkat universitas dan klinik. Pembiayaan cukup namun tidak fleksibel serta tidak adekuat untuk melakukan inovasi. Pengorganisasian telah banyak dilakukan upaya dan program dan dapat lebih ditingkatkan efektifitasnya.
Read More
S-9976
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Alifah Nur Fadhilah; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Adik Wibowo, Ali Syachrul Chairuman
Abstrak: Needle Stick Injury (NSI) merupakan kecelakaan kerja yang sering dialami olehtenaga kesehatan di seluruh dunia. Setiap tahunnya, diperkirakan terdapat ratusan jutatenaga kesehatan terkena NSI yang mengarah pada penyakit blood borne pathogen, diantaranya HIV/AIDS, Hepatitis B dan Hepatitis C. Di negara berkembang, frekuensiNSI masih lebih tinggi dari pada di negara maju. Padahal kejadian NSI dapat dicegahdengan menggunakan serangkaian strategi pencegahan, seperti penggunaan SafetyNeedle Device (SND) bersama dengan pelatihan, pendidikan dan kontrol praktik kerja.Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan hasil analisis strategi pencegahankejadian needle stick injury pada negara lain dan menganalisis strategi yang palingrelevan untuk di implementasikan di Indonesia. Penelitian ini merupakan studiliterature review melalui delapan database, yaitu Pubmed, ProQuest, Ebsco, SpringerLink, Scopus, Science Direct, JSTOR dan Google Scholar. Terdapat 20 artikel terinklusidari 15.840 artikel yang diidentifikasi dari kedelapan database. Hasil dari penelitian inimenunjukkan bahwa strategi pencegahan NSI di berbagai negara sangat beragamdengan rekomendasi terbanyak adalah penggunaan SND. Kebijakan terkait pencegahanNSI sudah diterapkan di banyak negara maju dan beberapa negara berkembang, namundi Indonesia belum ada peraturan yang spesifik membahas pencegahan NSI. Maka dariitu diperlukan sebuah pedoman penyusunan pencegahan NSI di Indonesia, khususnya diarea rumah sakit.
Kata kunci:Cedera tertusuk jarum, kecelakaan kerja, literature review, pencegahan
Needle Stick Injury (NSI) is a work accident that is often experienced by healthworkers throughout the world. Every year, it is estimated there are hundreds of millionshealth workers affected by NSI that lead to blood borne pathogen diseases, includingHIV / AIDS, Hepatitis B and Hepatitis C. In developing countries, the frequency of NSIis still higher than in developed countries. Whereas NSI incidents can be prevented byusing a series of prevention strategies, such as the use of Safety Needle Device (SND)along with training, education and work practice control. The purpose of this study is toobtain an analysis strategy of preventing needle stick injuries in other countries and toanalyze the strategies that are most relevant for the implementation in Indonesia. Thisresearch is a literature review study through eight databases, namely Pubmed, ProQuest,Ebsco, Springer Link, Scopus, Science Direct, JSTOR and Google Scholar. There were20 articles included from the 15.840 articles identified from the eight databases. Theresults of this study indicate that NSI prevention strategies in various countries are verydiverse with the most recommendations being the use of SND. Policies related to NSIprevention have been implemented in many developed countries and some developingcountries, but in Indonesia there are no specific regulations discussing about NSIprevention. Therefore, we need a guideline for the preparation of NSI prevention inIndonesia, especially in the hospital setting.
Key words:Literature review, Needle Stick Injury (NSI), prevention, work accident.
Read More
S-10429
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Auw Yolanda Auwsia; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Adik Wibowo, Indah Rosana Djajadiredja
Abstrak:
Tahun 2021 Kota Balikpapan melakukan upaya vaksinasi untuk mengatasi pandemi COVID-19 yang sangat cepat menular dan bisa terbentuk herd immunity. Vaksinasi terdiri dari vaksinasi program dan gotong royong. Pemerintah Kota Balikpapan melakukan upaya vaksinasi secara aman, sehat, dan gratis dan menurut WHO vaksinasi dapat diakses secara adil, aman, dan efektif. Skripsi ini membahas terkait gambaran pelaksanaan vaksinasi program COVID-19 di Kota Balikpapan tahun 2021. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data wawancara mendalam dan telaah dokumen. Penelitian menggunakan pendekatan sistem yaitu input, proses, dan output. Variabel input terdiri dari Sumber Daya Manusia (SDM), dana, sarana dan prasarana, prosedur, dan sistem informasi. Variabel proses terdiri dari perencanaan, pembiayaan, penerimaan, penyimpanan, pendistribusian, pencatatan dan pelaporan. Variabel output terdiri dari masa tunggu vaksinasi dan capaian vaksinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan vaksinasi sudah berjalan mengikuti petunjuk teknis Kemenkes. Namun masih terdapat beberapa kendala yaitu pada bagian input SDM, sarana dan prasarana, serta sistem informasi sempat belum memadai. Pada bagian proses terdapat masalah pada dana belum terserap secara maksimal, penerimaan vaksin terbatas dan tidak tepat waktu, miss komunikasi antar pihak, penyimpanan ada yang belum memadai, pencatatan dan pelaporan yang terhambat melalui aplikasi. Pada bagian output ditemukan masa tunggu vaksinasi yang lama, ada jadwal vaksinasi tertunda namun akhirnya capaian vaksinasi Kota Balikpapan tertinggi di Kalimantan Timur dibantu oleh berbagai pihak. Saran dari peneliti untuk memperhatikan standar/mutu pelayanan terkait pelaksanaan vaksinasi sesuai SOP, merealisasikan anggaran, menyediakan mobil khusus distribusi vaksin, dan melakukan percepatan vaksinasi bagi sasaran yang belum divaksin secara masif. Kata kunci: COVID-19, Vaksinasi Program, Kota Balikpapan

In 2021 the City of Balikpapan will carry out vaccination efforts to overcome the COVID-19 pandemic, which spreads very quickly and can form herd immunity. Vaccination consists of program vaccination and mutual cooperation. The Balikpapan City Government makes efforts to vaccinate in a safe, healthy, and free manner and according to WHO, vaccination can be accessed in a fair, safe and effective manner. This thesis discusses the description of the implementation of the COVID-19 vaccination program in Balikpapan City in 2021. This research is a qualitative descriptive study with in-depth interview data collection methods and document review. The research uses a systems approach, namely input, process, and output. The input variables consist of Human Resources (HR), funds, facilities and infrastructure, procedures, and information systems. Process variables consist of planning, financing, receiving, storing, distributing, recording and reporting. Output variables consist of waiting period for vaccination and vaccination achievement. The results of the study indicate that the implementation of vaccination has been running according to the technical instructions of the Ministry of Health. However, there are still some obstacles, namely the input of human resources, facilities and infrastructure, and the information system was inadequate. In the process section there are problems with funds not being absorbed optimally, vaccine receipts are limited and not on time, miss communication between parties, inadequate storage, recording and reporting are hampered through applications. In the output section, it was found that the waiting period for vaccination was long, there was a delayed vaccination schedule, but in the end, Balikpapan City's vaccination achievement was the highest in East Borneo, assisted by various parties. Suggestions from researchers are to pay attention to service standards/quality related to the implementation of vaccination according to SOPs, realize the budget, provide a special car for vaccine distribution, and accelerate vaccination for targets who have not been vaccinated on a massive scale.
Read More
S-11559
Depok : FKM-UI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lovian Purwanti; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Puput Oktamianti, Adik Wibowo, Tetra Destorie Imantoro
T-3725
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Y. Sri Yono; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Adik Wibowo, Anhari Achadi, Rizasyah Daud, Dodo
B-1610
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maria Imakulata Wahyo; Pembimbing: Purnawan Junadi; Penguji: Adik Wibowo, Bambang Dwipoyono, Erica Catarina
B-1941
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive