Ditemukan 14 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Fakhmi Dwi Novaliudin; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Tri Krianto, Muhammad Wicaksono Sulistono
Abstrak:
Read More
Program wellness di tempat kerja adalah program untuk mengidentifikasi dan pengendalian penyakit terkait sindrom metabolik, pemberhentian perilaku merokok, latihan fisik dan kebugaran, nutrisi dan pengendalian pola makan, serta manajemen stres pribadi dan pekerjaan, yang diharapkan pekerja dapat terus aktif, terampil sehat dan produktif hingga usia 65 tahun. Sebuah efektivitas program wellness juga perlu dilihat dari sisi karyawan selain itu melihat pentingnya program wellness dalam mengendalikan sindrom metabolik pada karyawan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang memiliki tujuan untuk menggali informasi secara mendalam faktor yang dapat berperan penting terhadap pembentukan persepsi karyawan terhadap implementasi program wellness di PT. X tahun 2024. Informan penelitian ini adalah karyawan PT. X yang ikut serta di dalam program wellness, pengelola program wellness di PT. X, dokter pendamping wellness, karyawan di luar program wellness, serta manajemen PT. X. Pemilihan informan pada penelitian ini dengan menggunakan metode purposive yang sudah ditentukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karyawan PT. X menunjukkan persepsi positif terhadap program wellness yang dijalankan, Program wellness juga memberikan sejumlah manfaat positif bagi karyawan dan PT. X di dalam implementasinya. Selain itu faktor pelaku persepsi (sikap, pengalaman, dan harapan) dan faktor situasi (waktu, keadaan tempat kerja, dan keadaan sosial) berperan penting dalam pembentukan persepsi karyawan di dalam menjalankan program wellness di PT.X.
A workplace wellness program is a program for identifying and controlling diseases related to metabolic syndrome, cessation of smoking behavior, physical exercise and fitness, nutrition and diet control, as well as personal and work stress management, with the hope that workers can continue to be active, skilled, healthy and productive until 65 years old. The effectiveness of a wellness program also needs to be seen from the employee's perspective, apart from looking at the importance of a wellness program in controlling metabolic syndrome in employees. This research is qualitative research that aims to explore in-depth information on factors that can play an important role in forming employee perceptions regarding the implementation of wellness programs at PT. X year 2024. The informants for this research are employees of PT. X who participated in the wellness program, wellness accompanying doctors, employees outside the wellness program, and PT.X management. The selection of informants in this research used a predetermined purposive method. The research results show that employees of PT. X show a positive perception of the wellness program being implemented. The wellness program also provides several positive benefits for employees and PT. X in its implementation. Apart from that, perception factors (attitudes, experiences and expectations) and situational factors (time, workplace conditions and social conditions) play an important role in forming employee perceptions in implementing wellness programs
S-11627
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nurul Amalia Fitriyanti; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Unting Patri Wicaksono Pribadi
Abstrak:
Skripsi ini membahas mengenai pelaksanaan Skrining Riwayat Kesehatan di BPJS Kesehatan Kantor Cabang Jakarta Selatan. Skrining Riwayat Kesehatan merupakan bentuk deteksi dini untuk suatu penyakit kronis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui capaian kegiatan Skrining Riwayat Kesehatan di tahun 2018. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa adanya masalah dari sisi komunikasi, sumber daya, sikap implementor, dan implementasi kegiatan Skrining Riwayat Kesehatan. Peneliti menyarankan untuk BPJS Kesehatan harus melakukan sosialisasi Skrining Riwayat Kesehatan kepada seluruh peserta melalui berbagai media seperti TV, Youtube, dan media sosial lain, melakukan perencanaan SDM, memaksimalkan penggunaan fitur Skrining Riwayat Kesehatan di Mobile JKN dan Website BPJS Kesehatan.
Read More
S-10181
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Cyntia Yuliana Anggraeni; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Mardiati Nadjib, Untung Patri Wicaksono Pribadi
S-9959
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dara Risczka Rosdianty; Pembimbing: Budi Hidayat; Penguji: Ede Surya Darmawan, Unting Patri Wicaksono Pribadi
S-10011
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Herlena Hayati; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Besral, Hadi Pratomo, Agung Wicaksono, Rima Damayanti
Abstrak:
Menurut WHO (2008), Indonesia termasuk negara dengan prevalensi anemia katagori berat (≥40%), Riskesdes (2013) menyebutkan prevalensi anemia maternal sebesar 37,1%. Perdarahan merupakan penyebab utama kematian ibu (30.3%) dan anemia maternal merupakan faktor risiko utama perdarahan. 51,5% kematian maternal disebakan oleh anemia maternal sebagai penyebab kematian tidak langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan anemia maternal dan penyebabnya di RSUD AM Parikesit Tenggarong Tahun 2017. Penelitian menggunakan metode penelitian kuantitatif dan kualitatif. Rancangan kuantitatif menggunakan metode deskriptif analitik dengan desain studi cross sectional dengan jumlah sampel 214 ibu hamil. Sedangkan rancangan kualitatif menggunakan RAP, analisis data menggunakan content analisis dengan jumlah informan 37 orang. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara status gizi (RP=1,7; 95% CI: 1,1-2,6) dengan anemia maternal setelah di kontrol kepemilikan rumah, riwayat pertolongan persalinan, jarak kehamilan dan paritas. Tidak rumah sendiri (RP=1,5; CI: 1,0- 2,2) berisiko anemia. Riwayat pertolongan persalinan sebelumnnya (bidan) (RP=0,6; 95% CI: 0,4-0,9) berisiko lebih rendah untuk anemia maternal. Hasil penelitian kualitatif menunjukkan konsumsi heme nabati adalah konsumsi protein terbanyak pada ibu anemia selain rendahnya kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet Fe dan pemahaman yang salah tentang penyebab anemia maternal pada kelompok ibu hamil. Hal yang sebaliknya ditemukan pada kelompok ibu hamil yang tidak anemia maternal, konsumsi heme hewani adalah konsumsi harian informan, hampir seluruhnya patuh dalam mengkonsumsi tablet Fe dan menyebutkan kurang asupan makanan bergizi sebagai penyebab terbanyak kurang darah pada ibu hamil. Perlu kebijakan skrening anemia pada remaja dan tablet Fe prakehamilan pada calon pengantin yang anemia termasuk penanganan gizi lintas program dan lintas sektoral. Kata Kunci: Anemia Maternal, Status Gizi, Ibu Hamil According to WHO (2008), Indonesia is a country with a severe category anemia prevalence (≥40%), Riskesdes data (2013) found 37,1% prevalence of maternal anemia. Bleeding is a major cause of maternal death (30.3%) and maternal anemia is a major risk factor for bleeding. 51.5% of maternal deaths are caused by maternal anemia as the cause of indirect death. This study aims to determine the factors related to maternal anemia and its causes in RSUD AM Parikesit Tenggarong Year 2017. The research used quantitative and qualitative research methods. Quantitative design uses descriptive analytic method with cross sectional study design with 214 samples of pregnant women. While the qualitative design using RAP, analysis method used content analysis with number of informan 37 people. The results showed that there was a significant correlation between nutritional status (RP = 1.7, 95% CI: 1,1-2,6) with maternal anemia after controlled home ownership, history of delivery assistance, distance of pregnancy and parity. Not having a home (RP = 1.5; CI: 1.0-2.2) is more at risk of anemia. History of delivery assistance (midwives) (RP = 0.6, 95% CI: 0.4-0.9) lower risk for maternal anemia. The result of qualitative research shows that vegetable heme consumption is the most protein consumption in the mother of anemia besides the low compliance of pregnant mother in consuming Fe tablet and the wrong understanding about maternal anemia cause in pregnant women group. The opposite is found in the group of pregnant women who are not maternal anemias, animal heme consumption is the daily consumption of informants, almost entirely obedient in consuming Fe tablets and mention less intake of nutritious foods as the most cause of less blood in pregnant women. Anemia screening policy is required on adolescents and Fe tablets for fre-conception in bridal candidates including cross-program and cross-sectoral nutritional care. Key words: Maternal Anemia, Nutrional Status, Pregnant Women.
Read More
T-4959
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Muthia Siti Nurjilan; Pembimbing: Martya Rahmaniati Makful; Penguji: Sutanto Priyo Hastono, Dimas Budi Wicaksono
Abstrak:
tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat -faktor apa saja yang mempengaruhi perilaku pacaran berisiko pada siswa SMA di DKI Jakarta. Metode kuantitatif dan Studi Cross-sectional digunakan sebagai metode penelitian ini dengan menggunakan kuesioner. Variabel independen penelitian yang digunakan yaitu jenis kelamin, pengetahuan pubertas, pengetahuan hak-hak reproduksi, pengetahuan HIV/AIDS, pengetahuan Infeksi Menular Seksual, pengaruh teman sebaya dan sumber informasi keluarga, teman sebaya, sekolah, media massa, dan media sosial. sedangkan Variabel dependen dari penelitian ini adalah perilaku berpacaran remaja pada siswa SMA di Jakarta. Sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas X dan XI sebanyak 175 sampel. Teknik yang digunakan adalah Simple Random Sampling dengan analisis univariat, bivariat menggunakan chi square, serta multi-variat menggunakan regresi logistik biner
Read More
S-10790
Depok : FKM-UI, 2021
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Riska Andewi; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Vetty Yulianti Permanasari, Untung Patri Wicaksono Pribadi
Abstrak:
Penelitian bertujuan untuk mengetahui gambaran kepatuhan peserta PRB BPJS Kesehatan Jakarta Selatan dalam meminum obat PRB dan apa faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Pengumpulan data dilakukan di 2 apotek penyelenggara pelayanan PRB terbesar se-Jakarta Selatan dengan menggunakan instrumen kuesioner. Hasil analisis dari 100 responden penelitian didapatkan proporsi kepatuhan peserta PRB BPJS Kesehatan Jakarta Selatan dalam meminum obat PRB sebesar 39%, di mana terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan peserta PRB terkait penyakit dan aturan pengobatan (p value < 0,01; OR = 23,296), motivasi (p value < 0,01; OR = 13,940), dan dukungan sosial (p value = 0,033; OR = 2,843) dengan kepatuhan dalam meminum obat. Variabel jenis kelamin, umur, diagnosis penyakit, ketersediaan obat, dan jumlah jenis obat tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap kepatuhan peserta dalam meminum obat. Kata kunci: PRB, Program Rujuk Balik, Kepatuhan, BPJS Kesehatan
Read More
S-9958
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ibrahim Zulkarnain; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Kusharisupeni, Hasbullah Thabrany, Wicaksono, Nana Mulyana
Abstrak:
Read More
Tenaga perawat yang bekerja di Rumah Sakit merupakan salah satu dari sumber daya manusia yang mcmiliki peran yg sangat penting dalam pelayanan Rumah Sakit. Rumah Sakit membutuhkan perencanaan tenaga Sumber Daya Manusia, khususnya tenaga perawat. Hal tersebut digunakan untuk mengetahui kebutuhan tenaga perawat, sebagai salah satu unsur perencanaan yang merupakan bagian dari fungsi manajemen Untuk maksud tersebut diperlukan metode yang tepat guna menghitung jumlah perawat yang dibutuhkan Rumah Sakit, khususnya ruang rawat inap. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi mengenai perencanaan tenaga perawat di lima ruang rawat inap (Komering Cindo, Musi Elok, Ogan Permai, Enim Indah, dan Lematang lndah) di RS Dr. M. Hoesin Palembang. Ada tiga formula yang dipergunakan untuk menghitung jumlah perawat yang dibutuhkan di ruang rawat inap, yaitu : Formula Ilyas, Formula Gillies, dan Formula PPNI. Untuk mengetahui proses perencanan tenaga perawat, dilakukan wawancara dengan tiga sumber informan yaitu : Direktur Rumah Sakit, Kepala Sub.Bagian Personalia dan Kepala Bidang Perawatan. Penelitian mendapatkan waktu produktif, misalnya seorang perawat sedang dinas pagi di Paviliun Musi Elok diamati dengan interval 15 menit, mempunyai total pengamatan 28, bila ia melakukan kegiatan asuhan keperawatan langsung dan lidak langsung, setelah diamati ternyata jumlahnya 20, maka waktu produktifnya sebesar 20/23 x 100% = 71,-4%.
The nurse who works at the hospital is one of the human resources which have a very important role in hospital care. Hospital needs an infomation for manpower planning especially nurses. It can be used for making decision of manpower planning as one of the function of management. For that purpose, the appropriate method is needed to calculate nurses needed at the hospital especially for in-patient ward. The objective of this study is to get information about nurses planning at main in-patient ward (Komering Cindo, Musi Elok, Ogan Pemtai, Enim Indah and Lematang lndah) at Dr. M. Hoesin General Hospital Palembang. There are 3 formulas which are used to calculate nurse needs at in-patient ward, such as llyas Formula, Gillies Formula, and PPNI Formula. To understand nurses planning process, interview is held with 3 sources: Hospital Director, Human Resources Development Director and Nursing Director. Productive time of a nurse have been observed by work sampling method, that found productive time is '71,-4%.
T-1177
Depok : FKM-UI, 2001
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Achmad Dahlan; Pembimbing: Baiduri Widanarko; Penguji: Dadan Erwandi, Hendra, Doni Agus Sumitro, Fermi Dwi Wicaksono
Abstrak:
Tesis ini membahas faktor-faktor risiko kelelahan dan pemulihan kelelahan, tingkat kelelahan dan pemulihan, serta potensi penurunan Human Performance akibat kelelahan akut dan kronis. Penelitian ini dilakukan di perusahaan Migas X yang merupakan perusahaan minyak dan gas bumi (migas) dengan proses kerja kompleks dan kritikal yang berpotensi menimbulkan kelelahan pada pekerja dan menyebabkan kecelakaan kerja. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional area dilakukan dengan metode pengisian kuesioner online oleh 1650 responden yang didapatkan dengan cara random sampling pada bulan April hingga Mei 2021. Data yang masuk di olah untuk mendaptkan nilai kelelahan akut, kronis, pemulihan, at-risk behavior, human performance, kemudian dilakukan Analisis hubungan antara faktor risiko kelelahan, nilai kelelahan, pemulihan serta human performance. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat enam faktor risiko yang secara signifikan memengaruhi kelelahan akut, sembilan faktor risiko yang secara signifikan memengaruhi kelelahan kronis, dua faktor yang secara signifikan memengaruhi pemulihan kelelahan, serta terdapat hubungan yang signifikan antara kenaikan tingkat kelelahan kronis ataupun akut terhadap penurunan Human Performance
This thesis discusses the factors of fatigue and recovery, level of fatigue and recovery, the potential human performance degradation due to acute and chronic fatigue. This research was conducted at the Migas X company which is an oil and gas company with a complex and critical process that causes fatigue to workers and potentially cause work accidents. The design of this study is a cross sectional and the data conducted by online questionnaire which filled out by 1650 respondents obtained by random sampling in April till May 2021. The results showed that there were six risk faktors that significantly affected acute fatigue, nine risk faktors that significantly affected chronic fatigue, two faktors that significantly exhaust fatigue recovery, and there is a significant relationship between an increase in chronic or acute fatigue and a decrease in Human Performance
Read More
This thesis discusses the factors of fatigue and recovery, level of fatigue and recovery, the potential human performance degradation due to acute and chronic fatigue. This research was conducted at the Migas X company which is an oil and gas company with a complex and critical process that causes fatigue to workers and potentially cause work accidents. The design of this study is a cross sectional and the data conducted by online questionnaire which filled out by 1650 respondents obtained by random sampling in April till May 2021. The results showed that there were six risk faktors that significantly affected acute fatigue, nine risk faktors that significantly affected chronic fatigue, two faktors that significantly exhaust fatigue recovery, and there is a significant relationship between an increase in chronic or acute fatigue and a decrease in Human Performance
T-6297
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Firman Kurnianto; Pembimbing: Adik Wibowo; Penguji: Surya Ede Darmawan, Vetty Yuliantiy Permanasari, Alinur, Hendik Wicaksono
Abstrak:
Latar Belakang: PPI adalah salah satu bab dalam SNARS Edisi 1 meliputi 9 fokus area. Saat ini belum ada analisa capaian standar PPI berdasarkan kepemilikan rumah sakit dengan data sekunder SNARS Edisi 1 di Indonesia. Metode: Cross sectional menggunakan data sekunder KARS. Sampel seluruh RS terakreditasi tahun 2018-2019 yang diuji berdasarkan variable kepemilikan. Hasil dan Pembahasan: Didapatkan 1.271 RS dengan RS pemerintah (537 RS) dan RS swasta (734 RS). Fokus Area 4 nilai tertinggi pada regulasi pelayanan sterilisasi, pengelolaan linen serta nilai terendah pada penjaminan proses sterilisasi dan desinfeksi di luar CSSD, bukti pelaksanaan monitoring kepatuhan PPI dalam pelayanan sterilisasi pihak ketiga dan pihak ketiga pengelolaan linen harus memenuhi sertifikasi mutu. Fokus Area 8 nilai tertinggi pada regulasi penempatan pasien infeksi airborne, hand hygiene dan alat pelindung diri serta nilai terendah pada bukti monitoring IPCN terhadap penempatan pasien imunitas rendah, terhadap penempatan dan proses transfer pasien airborne disease serta RS menyediakan ruang isolasi tekanan negatif. Kesimpulan: Nilai tertinggi Fokus Area 4 didapatkan pada unsur regulasi pelayanan sterilisasi dan pengelolaan linen. Nilai tertinggi Fokus Area 8 didapatkan pada unsur regulasi penempatan pasien infeksi airborne, hand hygiene, alat pelindung diri
Background: PPI is one of the chapters in SNARS Edition 1 covering 9 focus areas. Currently, there is no analysis of the achievement of PPI standards based on hospital ownership with secondary data from SNARS Edition 1 in Indonesia. Cross sectional using KARS secondary data. Samples of all accredited hospitals in 2018-2019 were tested based on ownership variables. Results and Discussion: There were 1,271 hospitals with government hospitals (537 hospitals) and private hospitals (734 hospitals). Area 4 focuses on the highest score on regulation of sterilization services, linen management and the lowest score on the guarantee of sterilization and disinfection processes outside of CSSD, evidence of PPI compliance monitoring in third party sterilization services and third party linen management must meet quality certification. Focus Area 8, the highest score on the regulation of the placement of patients with airborne infections, hand hygiene and personal protective equipment and the lowest score on the evidence of IPCN monitoring on the placement of patients with low immunity, on the placement and transfer process of airborne disease patients and hospitals providing negative pressure isolation rooms. Conclusion: The highest value of Focus Area 4 was obtained on the elements of regulation of sterilization services and linen management. The highest value of Focus Area 8 was obtained on the elements of regulation of the placement of patients with airborne infections, hand hygiene, personal protective equipment
Read More
Background: PPI is one of the chapters in SNARS Edition 1 covering 9 focus areas. Currently, there is no analysis of the achievement of PPI standards based on hospital ownership with secondary data from SNARS Edition 1 in Indonesia. Cross sectional using KARS secondary data. Samples of all accredited hospitals in 2018-2019 were tested based on ownership variables. Results and Discussion: There were 1,271 hospitals with government hospitals (537 hospitals) and private hospitals (734 hospitals). Area 4 focuses on the highest score on regulation of sterilization services, linen management and the lowest score on the guarantee of sterilization and disinfection processes outside of CSSD, evidence of PPI compliance monitoring in third party sterilization services and third party linen management must meet quality certification. Focus Area 8, the highest score on the regulation of the placement of patients with airborne infections, hand hygiene and personal protective equipment and the lowest score on the evidence of IPCN monitoring on the placement of patients with low immunity, on the placement and transfer process of airborne disease patients and hospitals providing negative pressure isolation rooms. Conclusion: The highest value of Focus Area 4 was obtained on the elements of regulation of sterilization services and linen management. The highest value of Focus Area 8 was obtained on the elements of regulation of the placement of patients with airborne infections, hand hygiene, personal protective equipment
B-2239
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
