Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 41183 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Krisna Melinda; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Sri Muljati
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan konsumsi buah dan sayur pada siswa di SMP Negeri 28 Jakarta dan SMP Negeri 1 Jakarta. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai Mei 2013. Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional dengan instrument penelitian berupa kuesioner dan FFQ. Hasil penelitian menunjukkan 50,3% responden sering mengonsumsi buah dan sayur. Hasil bivariat menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara frekuensi makan pagi (p-value 0,028; OR 3,054) dan contoh dari orangtua (p-value 0,002; OR 2,785).
 
Analisis multivariat menunjukkan bahwa contoh dari orangtua menjadi faktor yang paling berhubungan dengan konsumsi buah dan sayur. Walaupun responden sering mengonsumsi buah dan sayur tetapi rata-rata buah dan sayur yang dikonsumsi setiap harinya masih sangat sedikit. Oleh karena itu, dibutuhkan contoh yang baik dari orangtua dalam hal mengonsumsi buah dan sayur serta lebih mengajak anaknya untuk teratur dalam makan pagi.
 

 
The purpose of this study was to determine factors associated with fruit and vegetable consumption among student in SMPN 28 Jakarta and SMPN 1 Jakarta. This study was held in April until May 2013. The method used in this study was cross sectional design with questionnaire and FFQ as an instrument. The result of this study showed that 50,3% respondent often consumed fruit and vegetable. From analyses data used chi-square, there were significant association between breakfast frequency and parents modeling.
 
Multivariate analysis showed that the strongest correlations fruit and vegetable consumption was parents modeling. Eventhough, they often consumed fruit and vegetable, the mean of fruit and vegetable which consumed everyday is so little. So that, parents must be a good models for their teenagers and ask their teenager to breakfast regularly.
Read More
S-8005
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aufa Hanifa; Pembimbing: Kusharisupeni Djokosujono; Penguji: Triyanti, Salimar
S-10504
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Naomi Wiramah; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Siti Ariah Pujonarti, Yuni Zahraini
Abstrak:
Buah dan sayur kaya akan serat, vitamin, dan mineral sehingga bermanfaatuntuk melancarkan pencernaan, mencegah kegemukan dan penyakit kronis, sertameningkatkan sistem kekebalan tubuh. Namun, persentase perilaku kurangkonsumsi buah dan sayur pada masyarakat Indonesia tergolong tinggi, terutama diJakarta Selatan. Remaja diketahui merupakan kelompok usia yang paling jarangmengonsumsi buah dan sayur. Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan konsumsi buah dan sayur pada siswa SMANegeri 97 Jakarta ini menggunakan metode cross-sectional. Pengambilan datadilakukan pada bulan Februari sampai Juni 2016, dengan besar sampel 148 siswa.Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner yang diisi sendiri oleh responden.Berdasarkan nilai mean skor konsumsi buah (1,51 porsi/hari) dan sayur(1,29 porsi/hari), diketahui bahwa 56,8% responden kurang mengonsumsi buahdan/atau sayur. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa konsumsi buah dansayur berhubungan positif dengan kesukaan (p-value= 0,0020; OR (95% CI=4,070 (1,712−9,677))), pengetahuan gizi (p-value= 0,0001; OR (95% CI= 3,903(1,908−7,983))), efikasi diri (p-value= 0,0010; OR (95% CI= 4,151(1,802−9,565))), pengaruh orangtua (p-value= 0,0001; OR (95% CI= 4,250(2,043−8,842))), dan ketersediaan (p-value= 0,0001; OR (95% CI= 3,593(1,750−7,379))), namun tidak berhubungan dengan pengaruh teman (p-value=1,0000; OR (95% CI= 1,323 (0,181−9,651)).Kata kunci :Konsumsi, buah, sayur, remaja, kesukaan, pengetahuan, efikasi diri, orangtua,teman, dan ketersediaan.

Fruits and vegetables are so rich in fibers, vitamins, and minerals that theycan be very useful to smooth the digestive system, prevent any obesity, chronicdisease and enhance the immune system as well. On the other hand, thepercentage of inadequate of consuming fruits and vegetables are still increasing bymost Indonesian people, especially many of whom are living in South of Jakarta.Adolescents are considerably known the average age of groups who rarely inconsuming both fruits and vegetables. The objective of this research is intended tofind out what factors are related to the students habitual activity regarding thementioned issue above on lack of consuming them by using a cross-sectionalapproach. Data collected from February through June of 2016, along with thesample size of 148 students. Data collected carried out by means of questionnairesfilled out by each respondent. Based on the mean score of the consumption offruits (1.51 servings/day) dan vegetables (1.29 servings/day) revealed that 56.8%of respondents have lack of fruits and vegetables consumption. The results of thebivariate analysis showed that fruits, vegetables consumption are positivelyrelated to preferences (p-value= 0.0020; OR (95% CI= 4.070 (1.712−9.677))),nutritional knowledge (p-value= 0.0001; OR (95 % CI= 3.903 (1.908−7.983))),self-efficacy (p-value= 0.0010; OR (95% CI= 4.151 (1.802−9.565))), parentsinfluence (p-value= 0.0001; OR (95% CI= 4.250 (2.043−8.842))), and availability(p-value= 0.0001; OR (95% CI= 3.593 (1.750−7.379)), but not related to friendsinfluence (p-value= 1,0000; OR (95% CI= 1,323 (0,181−9,651)).Keywords :Consumption, fruits, vegetables, adolescents, preferences, knowledge, self-efficacy, parents, friends, and availability.
Read More
S-9260
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nur Asih Anggraeni; Pembimbing: Trini Sudiarti; Penguji: Diah Mulyawati Utari, Nurfi Afriansyah
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor dominan yang berhubungan dengan konsumsi buah dan sayur pada siswa di SMP Negeri 98 Jakarta. Penelitian dilakukan dengan desain studi cross sectional menggunakan data primer yang melibatkan 208 responden kelas VII dan VIII SMP Negeri 98 Jakarta. Waktu penelitian dimulai pada bulan April sampai dengan Mei 2017. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini meliputi jenis kelamin, pengetahuan, preferensi, self-efficacy, aktivitas fisik, tingkat pendidikan ibu, pekerjaan ibu, pengaruh orang tua, pengaruh teman sebaya, ketersediaan buah dan sayur di rumah, serta keterpaparan media massa. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan, preferensi, self-efficacy, tingkat pendidikan ibu, pekerjaan ibu, pengaruh orang tua, pengaruh teman sebaya, ketersediaan buah dan sayur, keterpaparan media massa dan kuesioner PAQ-C (Physical Activity Questionnaire for Older Children) yang diisi sendiri oleh responden, serta 2 kali wawancara food recall 24-hour. Analisis statistik dilakukan dengan uji korelasi dan regresi, t- independen, serta regresi linier ganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata konsumsi buah dan sayur siswa SMP Negeri 98 Jakarta tahun 2017 adalah 85.13±26.58 gram/hari. Sementara itu, menurut WHO, rekomendasi konsumsi buah dan sayur adalah 400 gram/hari. Analisis multivariat menunjukkan bahwa tingkat pendidikan ibu merupakan faktor dominan yang berhubungan dengan konsumsi buah dan sayur, setelah dikontrol oleh variabel self-efficacy, aktivitas fisik, pengaruh orang tua, keterpaparan media massa, dan ketersediaan buah dan sayur. Oleh karena itu, dilakukan pendidikan gizi melalui sekolah agar terjadi peningkatan konsumsi buah dan sayur pada siswa. Kata Kunci: Konsumsi buah dan sayur, siswa SMP, dan pendidikan ibu.
Read More
S-9369
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Khalifah Abadini; Pembimbing: Kusharisupeni Djokosujono; Penguji: Diah Mulyawati Utari, Trini Sudiarti, Suginah, Fani Rosnah
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungandengan prestasi belajar pada siswa SMP Negeri 170 Jakarta. Sampel yang ditelitiadalah kelas VII dengan total sampel berjumlah 198 siswa. Penelitiandilaksanakan pada bulan April-Mei 2018 dengan desain studi cross-sectional.Data yang dikumpulkan berupa rata-rata nilai Ujian Tengah Semester (UTS) yangterdiri dari mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, danIPA, asupan gizi (energi, protein, zat besi, iodium, seng), status gizi (indeksTB/U, IMT/U), karakteristik individu (jenis kelamin, berat lahir), kebiasaansarapan, keikutsertaan bimbingan belajar, dan karakteristik sosial ekonomi(tingkat pendidikan orang tua). Data dikumpulkan dengan menggunakan laporannilai UTS siswa, pengisian kuesioner mandiri, wawancara food recall 2x24 jam,dan pengukuran antropometri (tinggi badan dan berat badan). Hasil penelitianmenunjukkan rata-rata nilai prestasi belajar siswa sebesar 79,77 dan 52%berprestasi baik. Hasil penelitian juga menunjukkan terdapat hubungan yangsignifikan antara jenis kelamin, kebiasaan sarapan, keikutsertaan bimbinganbelajar, tingkat pendidikan ayah, dan tingkat pendidikan ibu (p<0,05). Hasil ujiregresi linier ganda diperoleh jenis kelamin sebagai variabel yang paling besarpengaruhnya terhadap penentuan prestasi belajar setelah dikontrol variabel TB/U,IMT/U, kebiasaan sarapan, keikutsertaan bimbingan, tingkat pendidikan ayah, dantingkat pendidikan ibu pada siswa SMP Negeri 170 Jakarta.Kata kunci :jenis kelamin, prestasi belajar, sarapan, tingkat pendidikan ayah, tingkatpendidikan ibu.
Read More
T-5183
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nandya Angelia Nasania; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Triyanti, Noona Sri K Pooroe Utomo
Abstrak: Anak usia sekolah cenderung kurang mengonsumsi sayur dan buah, padahalperilaku kurang mengonsumsi sayur dan buah dapat meningkatkan risikomengembangkan penyakit kronis di masa depan. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui faktor-faktor yang berhubungan serta faktor yang paling dominanberhubungan dengan konsumsi sayur dan buah pada siswa kelas V di 6 SD Negeriterpilih di DKI Jakarta, yaitu SDN Cipinang Muara 08 Pagi, SDN Pejaten Barat05 Pagi, SDN Menteng 03 Pagi, SDN Kebun Jeruk 02 Pagi, SDN Ciracas 10 Pagidan SDN Semper Timur 07 Pagi. Penelitian ini bersifat kuantitatif menggunakandesain penelitian cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 235 anak. Datadikumpulkan melalui pengisian kuesioner oleh responden (self-registeredquestionnaire). Data dianalisis dengan menggunakan uji chi-square (bivariat) danregresi logistik ganda (multivariat). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanyaterdapat 28,1% responden yang mengonsumsi sayur dan 32,8% responden yangmengonsumsi buah masing-masing minimal satu porsi dalam sehari. Analisisstatistik menunjukkan adanya hubungan bermakna antara kesukaan, keyakinandiri, intensi, contoh teman sebaya, dukungan orang tua, dukungan teman sebaya,kebiasaan makan bersama keluarga, ketersediaan di rumah dan ketersediaan disekolah dan waktu luang dengan konsumsi sayur, serta jenis kelamin, kesukaan,intensi, dukungan orang tua, kebiasaan makan bersama keluarga dan ketersediaandi rumah dengan konsumsi buah. Faktor dominan yang berhubungan dengankonsumsi sayur adalah contoh teman sebaya, sedangkan faktor dominan yangberhubungan dengan konsumsi buah adalah ketersediaan di rumah.Kata kunci:Konsumsi, sayur, buah, anak usia sekolah
School-age children tend to consume less fruit and vegetables, whereas lessconsumption of fruits and vegetables may increase the risk of developing chronicdiseases in the future. This study aims to determine the factors associated withand the most dominant factor associated with the consumption of vegetables andfruit in Fifth Grade Students at Six Selected Public Elementary Schools in DKIJakarta, namely SDN Cipinang Muara 08 Pagi, SDN Pejaten Barat 05 Pagi, SDNMenteng 03 morning, Kebun Jeruk SDN 02 Pagi, SDN 10 Pagi Ciracas and SDNSemper Timur 07 Pagi. This research is a quantitative research with crosssectional design study and a total sample of 235 children. Data were collectedthrough questionnaires by respondents themselves (self-registered questionnaire).Data were analyzed using chi-square test (bivariate) and multiple logisticregression (multivariate). The results showed that there are only 28.1% ofrespondents who eat vegetables and 32.8% of respondents who eat fruit each of atleast one serving a day. Statistical analysis showed a significant relationshipbetween liking, self-confidence, intentions, peer modelling, parent support, peersupport, the habit of eating with the family, home availability and the availabilityin schools and leisure time with vegetables consumption, as well as gender, liking,intentions, parent support, the habit of eating with family and home availabilitywith fruit consumption. The dominant factor associated with the vegetablesconsumption is peer modelling, while the dominant factor associated with the fruitconsumption is home availability.Key words:Consumption, vegetables, fruit, school-age children.
Read More
S-9066
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Habibah Fitriyani Yusman; Pembimbing: Trini Sudiarti; Penguji: Nurul Dina Rahmawati, Fadila Wirawan
Abstrak:
Literasi gizi merupakan kemampuan dalam memperoleh, memproses, memahami, dan mengaplikasikan informasi gizi serta mengakses layanan kesehatan yang diperlukan agar dapat membuat keputusan gizi yang tepat. Tingkat literasi gizi yang rendah pada remaja dapat membentuk pola makan buruk yang akan berlangsung hingga dewasa dan berdampak buruk pada risiko kejadian penyakit kronis terkait gizi. Usia remaja seringkali mengarah pada perkembangan pola makan yang buruk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat literasi gizi pada siswa/i di SMP Negeri 102 Jakarta tahun 2023. Desain penelitian yang digunakan ialah cross sectional dengan sampel sebanyak 130 siswa/i kelas 7 dan 8 di SMP Negeri 102 Jakarta menggunakan metode quota sampling. Instrumen yang digunakan adalah hasil adaptasi dan modifikasi dari NLit (Nutrition Literacy Assessment Instrument) dan NLAA (Nutrition Literacy Assessment of Adolescent). Pengambilan data dilakukan bulan Juli 2023 dengan menyebarkan kuesioner dan mengukur antropometri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 55,4% responden memiliki tingkat literasi gizi yang rendah. Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan ayah (p=0,032; OR=2,322; 95% CI 1,067 – 5,054), peran keluarga (p=0,001; OR=3,704; 95% CI 1,780 – 7,708), peran teman sebaya (p=0,006; OR=2,692; 95% CI 1,320 – 5,491), dan penggunaan media (p=0,000; OR=3,869; 95% CI 1,789 – 8,367) dengan tingkat literasi gizi.

Nutrition literacy is the ability to obtain, process, understand and apply nutrition information and access the necessary health services to make appropriate decisions. Low levels of nutritional literacy in adolescents can form poor dietary patterns that will last into adulthood and adversely affect the risk of developing nutrition-related chronic diseases. Adolescence often leads to the development of poor eating patterns. This study aims to determine the description and factors associated with the level of nutritional literacy in students at SMP Negeri 102 Jakarta in 2023. The research design used was cross sectional with a sample of 130 students in grades 7 and 8 at SMP Negeri 102 Jakarta using the quota sampling method. The instrument used is the result of adaptation and modification of the NLit (Nutrition Literacy Assessment Instrument) and NLAA (Nutrition Literacy Assessment of Adolescent). Data collection was carried out in July 2023 by distributing questionnaires and measuring anthropometry. The results showed that 55.4% of respondents had a low level of nutritional literacy. There was a significant association between father's education level (p=0.032; OR=2.322; 95% CI 1.067 - 5.054), family role (p=0.001; OR=3.704; 95% CI 1.780 - 7.708), peer role (p=0.006; OR=2.692; 95% CI 1.320 - 5.491), and media use (p=0.000; OR=3.869; 95% CI 1.789 - 8.367) with nutritional literacy level.
Read More
S-11436
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rizky Puti Oktaviany; Pembimbing: Siti Arifah Pudjonarti
S-7820
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Febby Mandira; Pembimbing: Yvonne Magdalena Indrawani; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Sri Muljati
S-7794
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Khalifah Abadini; Pembimbing: Siti Arifah Pudjonarti; Penguji: Triyanti, Rahmah Astuti
S-8029
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive