Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 16291 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Max Joseph Herman, Rini Sasanti Handayani, Selma Arsit Siahaan
KJKMN Vol.7, No.8
Depok : FKM UI, 2013
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Alicia Meidy Savira; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Helen Andriani, Teuku Nebrisa Zagladin
Abstrak: Burnout merupakan sindrom yang sering terjadi pada tenaga yang bekerja di institusipelayanan kesehatan tidak terkecuali apoteker. Burnout dapat berpengaruh padakesehatan dan performa kerja apoteker, kualitas pelayanan, serta keselamatan pasien.Salah satu faktor yang dapat menyebabkan burnout adalah faktor beban kerja. Penelitianini dilakukan untuk mendapatkan gambaran beban kerja pada kejadian burnout yangdialami oleh apoteker yang bekerja di rumah sakit. Penelitian ini menggunakan metodeliterature review atau tinjauan kepustakaan dengan menganalisis penelitian-penelitianyang telah dilakukan sebelumnya. Analisis dilakukan pada dua jurnal terkait denganburnout yang terjadi pada apoteker di rumah sakit. Faktor beban kerja yangdiidentifikasi pada kejadian burnout yang dialami apoteker adalah kapasitas tempattidur, jumlah pasien per hari, jenis kegiatan, jumlah kegiatan, dan waktu kerja. Burnoutdibagi menjadi tiga kategori yaitu emotional exhaustion, depersonalization, danpersonal accomplishment. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa apotekermengalami burnout pada tingkat tinggi dan sedang. Kategori burnout dengan nilai yangpaling tinggi adalah emotional exhaustion. Apoteker yang mengalami burnout lebihbanyak terlihat bekerja pada rumah sakit dengan kapasitas yang lebih besar. Selain ituapoteker yang memiliki waktu kerja yang lebih lama beresiko untuk mengalamiburnout. Sementara itu gambaran jumlah pasien, jenis serta jumlah kegiatan yangdilakukan apoteker belum dapat dibedakan pada apoteker yang mengalami burnoutdengan apoteker yang tidak mengalami burnout.Kata kunci:Faktor Beban Kerja; burnout, apoteker; rumah sakit
Burnout is a syndrome which usually happens to health workers who work in a healthservice institution including pharmacists. Burnout can affect pharmacist health andwork performance, quality of service given, and also endanger the patient safety. Thepurpose of this research is to get a picture about workload on burnout incidents thathappen among pharmacists who work at a hospital. This research is using literaturereview method to analyze other research that has been done before. The analysis isperformed on two journals related to burnout that happen to hospital pharmacists.Workload factors identified are bed capacity, daily patient number, type of activity,number of activity, and work hour. Burnout is divided into three categories which areemotional exhaustion, depersonalization, and personal accomplishment. Based onresearch results, pharmacists are experiencing high and moderate levels of burnout.Burnout category with the highest score is emotional exhaustion. Pharmacists whoexperience burnout mostly work in a hospital with larger bed capacity. Pharmacistswho have more work time are at risk to experience burnout. On the other side, thedescription of patient workload, the types and amount of activity which is conducted bythe pharmacist can not be distinguished between pharmacists who experience burnoutand pharmacists who do not experience burnout.Key words:Workload Factor; Burnout; Pharmacist; Hospital.
Read More
S-10428
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yusmainita
MJKI No.6, Vol.XXXIII
Jakarta : Grafiti Medika Pers, 2007
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sudibyo Supardi ... [et al.]
MPPK Vol.22, No.4
Jakarta : Balitbangkes Kemenkes RI, 2012
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nani Sukasediati
CDF-No.10
Jakarta : [s.n.] : 1991
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
362.1782 SIR f (RS)
[s.l.] : Jakarta: EGC, 2004, s.a.]
Kumpulan Daftar Isi Buku   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yusmainita
MJKI No.2, Vol.XXXIII
Jakarta : Kalbe Farma, 2011
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Duta Liana; Promotor: Fatma Lestari; Ko Promotor: Sutoto, Robiana Modjo; Penguji: Anhari Achadi, Adang Bachtiar, Besral, Doni Hikmat Ramdhan, Emma Rachmawati
Abstrak: Penelitian kematangan budaya keselamatan di layanan kesehatan sangat jarang dilakukan, hanya berfokus pasien dan menggunakan instrumen MaPSaF. Tujuan penelitian untuk mengembangkan instrumen pengukuran kematangan budaya keselamatan secara komprehensif meliputi mutu, keselamatan pasien, keselamatan dan kesehatan pekerja dengan 5 (lima) tingkat yaitu patologi, reaktif, birokratif, proaktif, generatif. Instrumen DUTA-RS mengandung 1118 EP dari SNARS edisi 1. Desain penelitian cross-sectional dengan data sekunder akreditasi RS dari KARS (2018-2019) dan data primer sebagai post hoc evaluation untuk validasi data sekunder, berupa kuesioner, focus Group Discussion dan wawancara mendalam. Analisis data menggunakan deskriptif, mean, safety culture maturity level (SCML), Confirmatory Factor Analysis dan Stuctural Equation Modeling. Hasil penelitian menunjukkan kematangan budaya keselamatan pada tingkat proaktif (58%), kelulusan paripurna menunjukkan tingkat proaktif (50,8%) dan generatif (48,7%). Model DUTA-RS memenuhi goodness of fit dengan variabel konstruk valid dan reliabel. Variabel yang berpengaruh adalah situasional (p- value=0,016, koefisien standar=0,596) dan perilaku keselamatan (p-value=0,030, koefisien standar=0,521). Indikator terkuat adalah kepemimpinan (faktor loading=0,87), manajemen risiko (faktor loading=0,87), kepatuhan (faktor loading=0,85). Variabel iklim keselamatan tidak berpengaruh terhadap kematangan budaya keselamatan (p-value=0,635). Indikator terlemah iklim keselamatan adalah pembelajaran (faktor loading=0,62), komunikasi (faktor loading=0,65). Pada data primer dan sekunder menunjukkan kesamaan nilai rata-rata iklim keselamatan dalam kategori baik dan hasil SCML pada level 4 (proaktif). Website DUTA-RS memunculkan tingkat kematangan budaya keselamatan, nilai rata-rata indikator, indikator terlemah setiap variabel, saran perbaikan. Website DUTA-RS dapat dibridging dengan SIKARS untuk benchmarking dalam skala nasional. Penelitian selanjutnya untuk pengembangan website DUTA-RS.
Read More
D-447
Depok : FKM-UI, 2021
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ida Bagus Nyoman Maharjana; Pembimbing: Adik Wibowo; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Helen Adnriani, Sutoto, R.A. Tuty Kuswardhani
Abstrak:
Latar belakang: Pelayanan kefarmasian di rumah sakit telah diatur dengan terbitnya Permenkes nomor 72 tahun 2016. Akreditasi sebagai pengakuan mutu pelayanan di rumah sakit menuangkan pedoman pelayanan kefarmasian pada bab Pelayanan Kefarmasian dan Penggunaan Obat (PKPO) yang terdiri dari 7 standar dan 80 elemen penilaian. SNARS sebagai pedoman akreditasi yang diterbitkan oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS), lembaga independen yang ditetapkan Menteri Kesehatan, untuk menilai implementasi pelayanan sesuai standar. Belum diketahui kesesuaian dan tantangan pelayanan kefarmasian di RS terhadap SNARS termasuk faktor-faktor pendukung dan penghambat pada pemenuhan standar akreditasi. Metode: Mix-methods. Cross sectional menggunakan data sekunder dari basis data KARS. Sampel adalah total populasi, diujikan berdasarkan variabel jenis, kepemilikan, kelas dan propinsi rumah sakit terhadap nilai rata-rata PKPO. Kualitatif dengan wawancara mendalam terhadap surveior KARS dan asesi RS. Hasil dan Pembahasan: Didapatkan 1.725 RS dengan nilai rata-rata skor akhir PKPO adalah 79,16. Terdapat perbedaan yang signifikan pada kepemilikan (Pemerintah, Swasta) (p=0,001), kelas (A, B, C, D) (p<0,001), dan Propinsi (p<0,001). Berdasarkan standar PKPO, rata-rata nilai tertinggi pada standar penyimpanan untuk jenis (RSU dan RSK), kepemilikan (pemerintah dan swasta), pada kelas (B,C,D), dan propinsi, sedangkan standar peresepan dan penyalinan pada rumah sakit kelas A. Rata-rata nilai terendah pada standar monitoring untuk semua variabel. Kesimpulan: Standar penyimpanan menjadi kekuatan pelayanan kefarmasian rumah sakit di Indonesia terhadap kesesuaian SNARS. Standar monitoring menjadi tantangan terhadap kesesuaian SNARS pada jenis (RSU dan RSK), kepemilikan (pemerintah dan swasta), kelas (A,B,C,D), dan propinsi rumah sakit di Indonesia

Background: Pharmaceutical services in hospitals have been regulated by the issuance of Minister of Health regulation number 72 in 2016. Accreditation as an acknowledgment of service quality in hospitals standard for pharmaceutical and medication services in the PKPO chapter which consists of 7 standards and 80 assessment elements. SNARS as an accreditation guideline issued by the Indonesian Commission on Accreditation of Hospital (KARS), an independent agency approved by the Minister of Health, to assess the implementation of services according to standards. Not yet known the suitability and challenges of pharmaceutical and medication services in hospitals toward SNARS including supporting factors and obstacles in meeting the accreditation standards. Methods: Mix-methods. Cross sectional uses secondary data from the KARS database. The sample is the total population, tested based on variable type, ownership, class and hospital province towards mean value of PKPO. Qualitative with in-depth interviews with KARS surveyors and hospital assistants. Results & Discussion: 1.725 hospital were obtained with a mean PKPO final score of 79.16. There are significant differences in ownership (Government, Private) (p = 0.001), class (A, B, C, D) (p < 0,001), and Province (p < 0,001). Based on the focus area, the highest mean values are in storage standards for types (General and Specialist), ownership (government and private), in classes (B, C, D), and provinces, while prescribing and copying standards in class A hospitals. The lowest mean value in the monitoring standard for all variables. Conclusions: Storage standards become the strength of hospital pharmacy services in Indonesia to the compliance of SNARS. Monitoring standard be a challenge to SNARS compliance in types (General and Specialist), ownership (government and private), class (A, B, C, D), and provincial hospitals in Indonesia.

Read More
B-2147
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hendro Bakti Wibowo; Pembimbing: Wiku Bakti Bawono Adisasmito; Penguji: Pujiyanto, Dumilah Ayuningtyas, Hamdani Kubi, Dede Sri Mulyana
Abstrak: Rumah Sakit Haji Jakarta merupakan satu dari empat Rumah Sakit Haji di Indonesia, dibangun sebagai wujud dari gagasan masyarakat, khususnya para hujjaj untuk mendirikan suatu monumen mengenang tragedi terowongan Al Muaisim Mina pada tahun 1990/1440 H. Pada perjalanannya untuk memenuhi persyaratan Rumah Sakit sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) RS Haji Jakarta menemui berbagai kendala, sehingga status RS Haji Jakarta sebagai UPT belum terealisasi. Desain penelitian ini operasional analitik dengan metode kualitatif dimana dilakukan wawancara mendalam kepada informan terpilih. Hasil penelitian didapatkan perbedaan pemahaman antar informan sebagai aktor, tumpang tindih ketetapan hukum, faktor internal dan eksternal organisasi yang belum solid. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat beberapa permasalahan hukum baik internal dan eksternal organisasi, belum terjadi kesepakatan diantara para pemegang saham PT RS Haji Jakarta, pembentukan UPT RS Haji Jakarta dan Rumah Sakit pendidikan dibawah Kementerian Agama belum dapat direalisasikan, belum dijalankan sepenuhnya Keputusan Menteri Agama Nomor 738 dan Keputusan Menteri Agama Nomor 885
Read More
B-2262
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive