Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 34952 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Natalia Suzana; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Wachyu Suilistiadi, Vetty Yulianty Permanasari, Made Koen Virawan, Ida Ayu Oka Purnama Wati
Abstrak: Keselamatan pasien merupakan hal yang sangat mendasar dalam pelayanankepada pasien di rumah sakit. Sebagai langkah awal dalam upaya meningkatkankeselamatan pasien di rumah sakit adalah dengan mengukur budaya keselamatanpasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kepemimpinantransformasional, kerjasama tim, dan kesadaran individual dengan budaya keselamatanpasien di Rumah Sakit Prima Medika (RSPM) Denpasar. Metode yang digunakanadalah metode campuran (mix method). Pendekatan kuantitatif menggunakan jenispenelitian potong-lintang (cross-sectional). Kuesioner dibagikan kepada sampelsebanyak 218 responden. Pada pendekatan kualitatif dilakukan penelusuran lebih lanjutterhadap hal-hal yang dirasa masih belum terjawab, untuk melengkapi penjelasan hasilpenelitian kuantitatif. Analisis statistik menggunakan Structural Equation Modelling(SEM), dengan program STATA-SE 12.1. Wawancara mendalam dilakukan denganDireksi RSPM dan pegawai yang terkait, untuk konfirmasi hasil penelittian. Hasilanalisis menunjukkan variabel independen yang saling berhubungan yaituKepemimpinan Transformasional, Kesadaran Individual, dan Kerjasama Tim, danketiganya berhubungan secara bemakna dengan variabel dependen BudayaKeselamatan Pasien (p<0,001). Variabel kesadaran individual mempunyai hubunganpaling besar (77,8%) dengan budaya keselamatan pasien dibandingkan variabel lainnya.Disarankan untuk meningkatkan budaya keselamatan pasien di RSPM, maka perludiadakan pelatihan keselamatan pasien secara rutin, meningkatkan komunikasi yangefektif, kompetensi dan kewaspadaan terhadap risiko, belajar dari kesalahan, danevaluasi beban kerja, agar tercipta budaya keselamatan pasien yang diinginkan.Kata kunci: budaya keselamatan pasien, structural equation modeling, kepemimpinantransformasional, kerjasama tim, kesadaran individual.
Patient safety is very basic in the service to patients in the hospital. As a firststep in improving patient safety in hospitals is by measuring the patient's safety culture.The purpose of this research is to know the relationship of transformational leadership,teamwork, and individual awareness to patient safety culture at Prima Medika Hospital(RSPM) Denpasar. The method used is mix method. The quantitative approach usescross-sectional research. Questionnaires were distributed to a sample of 218respondents. In a qualitative approach, further searches on things that remainunanswered, to complement the explanation of the results of quantitative research.Statistical analysis using Structural Equation Modeling (SEM), with STATA-SE 12.1program. In-depth interviews were conducted with the RSPM Board of Directors andrelevant employees, to confirm the results of the study. The results of the analysis showthat the independent variables are Transformational Leadership, Individual Awareness,and Team Cooperation, and all three are related significantly to the dependent variableof Patient Safety Culture (p <0.001). The individual consciousness variable had thegreatest relation (77,8%) with patient safety culture compared to other variable. It isrecommended to improve patient safety culture in RSPM, it is necessary to conductroutine patient safety training, improve effective communication, risk competence andawareness, learn from mistakes, and evaluate workload, in order to create desiredpatient safety culture.Keywords: patient safety culture, structural equation modeling, transformationalleadership, teamwork, individual awareness.
Read More
B-1971
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
I Putu Wirama; Pembimbing: Adik Wibowo; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Puput Oktamianti, I Gusti Ngurang Agus Anom, Ni Gusti Puthu Mariyani
Abstrak:
Rumah sakit merupakan tempat pelayanan kesehatan yang komplek dan padat resiko, keselamatan pasien sangat penting untuk meningkatan mutu rumah sakit, salah satu caranya adalah dengan melaporkan Kejadian Tidak Diharapkan (KTD). Perawat memiliki kontak paling lama dengan pasien sehingga menjadi komponen terpenting dalam pelaporan KTD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi persepsi melaporan KTD di Rumah Sakit Prima Medika Denpasar tahun 2020. Rumah Sakit Prima Medika Denpasar merupakan rumah sakit swasta tipe C. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain penelitian cross sectional dengan sampel penelitian 140 perawat yang dilaksanakan pada bulan Juni tahun 2020. Didapatkan gambaran persepsi perawat yang tidak pernah melaporkan KTD sebesar 63.6% karena tidak pernah menemukan kejadian KTD atau mungkin pernah mendapat kejadian KTD tetapi tidak berani mealpor. Variabel yang berhubungan signifikan dengan persepsi melaporkan KTD oleh perawat adalah variabe sikap (p value = 0.002), pendidikan (p value = 0,046), porsi beban kerja berat (p value = 0,003 ) dan porsi beban kerja ringan (p value = 0,026 ). Variabel yang paling berpengaruh adalah sikap perawat ( OR 4,33 ). Saran antara lain adalah rumah sakit menumbuhkan sikap positif perawat dalam hal melaporkan KTD dengan memberikan penghargaan kepada yang melapor, rumah sakit melakukan pelatihan keselamatan pasien secara rutin dan regular, shif kerja malam selama 12 jam perlu di evaluasi. Kata kunci : keselamatan pasien, perawat, persepsi melaporan KTD,

Hospital is complex and full of risk medical facility. Adverse events reporting is one part of the patient safety system that has an important roles to improve the hospital’s quality. Nurses have the longest contact’s time with patients so they become the most important component in reporting the Adverse Event reporting. This study aims to determine the factors that affects perception in adverse event reporting at Prima Medika Hospital Denpasar in 2020. Prima Medika Hospital is a type C private hospital. This study is quantitative study using a cross-sectional design with 140 nurses as samples and conducted in June 2020. The nurses’s perception who never report adverses event is 63.6%, assuming they never found any adverse event or maybe have found it but not have no courage to report it. The variable that significantly associated with perceptions on adverse event reporting by nurse are attitude (p value=0.002), education (p value=0.046), and workload ( heavy workload with p value= 0.003 and light workload with p value=0.026). The most affecting variable is the nurses attitude (OR 4.33). It is proposed for the hospital to build the nurses positive attitude to report adverse events one through giving appreciation to those who report the adverse event, hospital needs to give regular patient safety training to maintain the nurse knowledge, and to revisit the 12-hour nightshift which is regarded as unusual long hours.. Keyword : patient safety, nurse, perception of adverse events reporting.
Read More
B-2174
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ni Wayan Sri Astuti; Pembimbing: Purnawan Junadi; Penguji: Prastuti Soewondo, Amal Chalik Sjaaf, Tb. Firmansyah B. Rifai, Albert Maramis
Abstrak: Rumah sakit dalam memberikan pelayanan kesehatan masyarakat harus dapat menjaga mutu dan kualitas. Salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan mutu pelayanan rumah melalui akreditasi. Akreditasi wajib dilakukan dan merupakan syarat ijin operasional sesuai aturan pemerintah. Rumah Sakit Prima Medika melakukan persiapan akreditasi KARS 2012 yang terdiri dari 4 sasaran pokok, namun penelitian ini pada dua sasaran yaitu sasaran keselamatan pasien dan Milenium Development Goals. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tahapan, masalah dan monitoring dalam proses persiapan akreditasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melibatkan partisipan sebanyak 7 orang yang terlibat dalam kelompok kerja akreditasi. Pengumpulan data dengan teknik wawancara mendalam dan penelusuran dokumen, dianalisis menggunakan content analysis. Hasil wawancara persiapan akreditasi dimulai komitmen dari seluruh jajaran rumah sakit, kelompok kerja akreditasi ditetapkan direktur, penyusunan dokumen sesuai elemen penilaian akreditasi, sosialisasi pada staf medis maupun non medis, implementasi sangat penting karena penilaian lebih terfokus pada pelaksanaan dilapangan, monitoring dan evaluasi dengan laporan monev, indikator mutu dan turun langsung ke lapangan. Kesimpulan tahapan persiapan yang penting adalah komitmen seluruh jajaran rumah sakit, melakukan pendekatan kepada dokter spesialis secara formal maupun informal, menambah pelatihan internal. Kata Kunci: persiapan akreditasi, sasaran keselamatan pasien,
Goals Hospitals in providing public health services should be able to maintain quality of services. One of the government's efforts to improve the quality of home services through accreditation, which is compulsory and required by government regulation. This study focus on two goals of Prima Medika Hospital in preparation of KARS 2012 accreditation: International Patient Safety Goals and Millennium Development Goals. The purpose of this study is to determine the stages, problems and monitoring in the preparation process of accreditation on the patient's safety goals and the Millennium Development Goals. This research uses qualitative method by involving 7 participants working group of accreditation. Data collected by in-depth interview technique and document tracing, then analyzed using content analysis. The results of the interviews show that the preparation phase begins with the commitment of all hospitals, the accreditation working group established by the director, the compilation of documents of the assessment elements according to the accreditation standards, program dissemination to medical and non-medical staff, then the implementation. The next stage are monitoring and evaluation, through monev report, quality indicator and field inspection. In conclusions, the very important stages in preparation process are: commitment from all level of hospital, approaches to the specialist doctors formally or informally, more internal training. Keywords: preparation, accreditation, international patient safety, Millennium Development Goals
Read More
B-1990
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Veni Sri Sondati; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Mieke Savitri, Wachyu Sulistiadi, Djuhari Suryasaputra
B-1122
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Slamet Widodo; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Penguji: Adang Bachtiar, Ascobat Gani, Gita Ika Irsatika, Khosiatun Azmi
Abstrak:
Pelayanan pada pasien covid 19 di rumah sakit membutuhkan biaya perawatan yang tinggi sehingga perlu adanya pengeloalaan yang baik dan pemantauan dari awal perawatan hingga pasien tersebut pulang. Agar kepastian klaim pasien tersebut layak untuk diterima atau tidak dispute, dibutuhkan adanya manajemen pengendalian klaim dan pengendalian biaya perawatan. Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Penerapan Manajemen pengendalian Klaim dispute dan biaya Perawatan Pasien Covid 19 dilihat dari faktor Input, Proses dan Output yang ada di Rumah sakit Prima Medika Pemalang. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif melalui telaah dokumen, observasi dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukan pada input :kurangnya SDM di Ruang Isolasi, kebijakan/ SOP yang sering berubah dan berlaku surut, keterlambatan pencairan biaya yang telah dianggarkan, sarana dan prasarana yang kurang memadai, Faktor Proses : fungsi kontrol yang masih belum berjalan dengan baik, output yang dihasilkan : pengendalian biaya pelayanan baik namun masih terdapat klaim dispute dengan penyebabnya adalah hasil swab yang tidak terlampir, resume medis yang tidak lengkap, upload berkas tidak lengkap, input berkas tidak sesuai, berkas identitas pasien tidak lengkap. Saran dibutuhkan peningkatan pengetahuan SDM yang terlibat pada kegiatan klaim covid-19 tentang persyaratan klaim covid-19 di rumah sakit prima medika untuk mengurangi jumlah klaim dispute, perlu adanya seorang person in contact (PIC) yang bertanggung jawab klaim covid-19 ,pemenuhan sarana dan prasarana, jumlah SDM dan waktu penagihan klaim lebih awal dari jadwal yang telah ditentukan agar dapat meminalisir klaim dispute. Kata kunci : Biaya Perawatan, Covid-19, Manajemen Klaim Dispute

Services for COVID-19 patients in hospitals require high treatment costs, so there needs to be good management and monitoring from the beginning of treatment until the patient goes home. In order to ensure that the patient's claim is eligible to be accepted or not to be disputed, it is necessary to have claims control management and treatment cost control. The purpose of this study was to analyze the application of management to control dispute claims and the cost of treating Covid 19 patients in terms of input, process and output factors at Prima Medika Hospital, Pemalang. This research was conducted qualitatively through document review, observation and in-depth interviews. The results showed the inputs: lack of human resources in the Isolation Room, policies / SOPs that often change and apply retroactively, delays in disbursing budgeted costs, inadequate facilities and infrastructure, Process Factors: control functions that are still not running well, outputs that are not working properly. Resulted: service cost control is good but there are still claims of dispute with the causes being swab results that are not attached, incomplete medical resume, incomplete file upload, incorrect file input, incomplete patient identity file. Suggestions are needed to increase the knowledge of human resources involved in Covid-19 claim activities regarding the requirements for Covid-19 claims at the Prima Medika Hospital to reduce the number of disputed claims, there is a need for a person in contact (PIC) who is responsible for Covid-19 claims, fulfillment of facilities and infrastructure, number of human resources and claim collection time earlier than the predetermined schedule in order to minimize dispute claims. Keywords: Dispute Claim Management, Treatment Costs, Covid-19
Read More
B-2252
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
I Putu Dharma Anggara Putra; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Ede Surya Darmawan, Dumilah Ayuningtyas, Indah Rosana Dj., Dewi Lestarini
B-2057
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ida Ayu Eka Tirta Arini; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari, Pujiyanto; Penguji: Purnawan Junadi, Agus Rahmanto, Yuli Prapanca Satar
Abstrak:

ABSTRAK Nama : Ida Ayu Eka Tirta Arini Program Studi : Kajian Administrasi Rumah Sakit Judul : Kelengkapan Pengisian  Informed Consent  Pada Pasien Operasi di Rumah Sakit Risa Sentra Medika Mataram Tahun 2016 Tesis ini membahas tentang kelengkapan pengisian  informed consent  pada pasien operasi di Rumah Sakit Risa Sentra Medika tahun 2016 dan  faktor – faktor yang berhubungan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan Cross Sectional Study. Sampel diambil secara acak, yaitu 235 lembar informed consent pada rekam medis pasien operasi bulan Januari hingga Desember 2016 di Rumah Sakit Risa Sentra Medika serta pengisian kuisioner oleh 10 orang dokter spesialis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata – rata pengisian lembar  informed consent pada pasien operasi di Rumah Sakit Risa Sentra Medika tahun 2016 adalah  21 item terisi atau sebesar 61% dan bagian yang paling banyak tidak terisi adalah bagian pemberian informasi yaitu sebesar rata – rata 7 item terisi (41%). Bagian informasi yang paling jarang diberikan adalah informasi tentang alternatif tindakan, yaitu hanya sebanyak 51 lembar dari 235 lembar informed consent yang didata (21,7%). Berdasarkan uji korelasi Spearman Rank, faktor yang memiliki hubungan dengan kelengkapan pengisian informed consent tersebut adalah faktor motivasi dan jenis tindakan operasi. Hal yang dapat disarankan  adalah melakukan penyegaran pengetahuan tentang informed consent  dan komunikasi efektif kepada dokter spesialis; lembar  informed consent juga perlu dikaji ulang agar sesuai aturan identifikasi pasien. Kata kunci : informed consent , dokter spesialis, komunikasi efektif


ABSTRACT Name : Ida Ayu Eka Tirta Arini Study Program : Master of Hospital Administration Title : The Completeness of  Informed Consent  Sheets In Surgery Patients at Risa Sentra Medika Hospital Mataram in 2016 This thesis discusses the completeness of informed consent in surgery patients at Risa Sentra Medika Hospital in 2016 and related factors. This research is a quantitative research with cross sectional study design. Samples were taken at random, ie 235 informed consent sheets in medical records of surgery patients from January to December 2016 at Risa Sentra Medika Hospital and filled out questionnaires by 10 specialist doctors. The results showed that the average of filling of informed consent sheet in operation patients at Risa Sentra Medika Hospital in 2016 was 21 items filled or 61% and the most unfilled part was the information giving section which was 7 items in average ( 41%). The most rarely informed section of information is information on alternative actions, ie only 51 sheets of 235 informed consent sheets (21.7%). Based on Spearman Rank correlation test, factors that are related to the completeness of the filling of informed consent are motivational factors and types of surgical measures. It may be suggested to refresh knowledge of informed consent and effective communication to a specialist; the informed consent sheet also needs to be reviewed to fit the patient identification rules. Keywords : informed consent  , specialist, effective communication

Read More
B-1966
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ni Nyoman Risana Dewi; Pembimbing: Sandi Iljanto; Penguji: Jaslis Ilyas, Mustikasari S, Sumijatun, Saida Simanjuntak
Abstrak: ABSTRAK Latar Belakang: Rumah Sakit merupakan organisasi yang menghasilkan produk jasa pelayanan kesehatan dari beberapa disiplin Ilmu, salah satunya paling berperan adalah perawat, karena merupakan tenaga kerja terbanyak, menyediakan pelayanan 24 jam secara terus menerus dan menyerap anggaran Rumah Sakit lebih dari 50% . Angka turnover yang tinggi dapat menyebabkan terganggunya pelayanan kepada pasien. Standar turnover yang masih bisa ditoleransi adalah sebesar 10% pertahun. Turnover perawat yang terjadi di RSU Prima Medika yang meningkat dari tahun 2015 sampai 2017, menyebabkan kekhawatiran dari pihak manajemen, terlebih lagi pada akhir tahun 2016 angka turnover intention sebesar 22,1%.Tujuan penelitian ini diketahuinya faktor penentu Turn Over Intention Perawat. Metode: Penelitian ini bersifat analitik dengan pendekatan kuantitatif. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah cross sectional. Jumlah sampel yang digunakan untuk penelitian ini adalah 114 orang perawat yang berasal dari RSU Prima Medika setelah dikurangi kriteria eksklusi. Hasil: Faktor Gaji mempunyai hubungan bermakna terhadap kepuasan kerja perawat pada RSU Prima Medika Tahun 2017. Kondisi kerja; Status dalam organisasi; Supervisi; Hubungan Interpersonal sesama rekan kerja, atasan dan bawahan; Prestasi; Pekerjaan itu sendiri, tidak mempunyai hubungan bermakna dengan kepuasan kerja perawat. Kepuasan kerja mempunyai hubungan bermakna terhadap turnover intention perawat pada RSU Prima Medika. Simpulan: turnover intention perawat dipengaruhi oleh kepuasan kerja, dan kepuasan kerja dipengaruhi oleh gaji, sehingga perlu diperhatikan Kata kunci : turnover intention, kepuasan kerja, faktor ekstrinsik, faktor intrinsik Introduction: Hospital is an organization that produces a product in the form of health services which consists of several professions and disciplines of Science, one of which plays an important role is the nurse. Nurses in quantity become the largest workforce, providing 24 hour service continuously and absorb more than 50% Hospital budget. High nurse turnover rates can cause disruption to services provided to patients. Standard turn over employees, which can still be tolerated is 10% per year. Turn over nurses that occurred in RSU Prima Medika which increased from 2015 to 2017, causing concerns from the management, especially at the end of 2016 intention turnover rate of 22.1%. The purpose of this study is to determine the determinants of Turn Over Intention Nurses at Prima Medika Hospital in 2017 Method: This research is analytic with quantitative approach. This study used cross sectional design. The number of samples used in this study was 114 nurses who come from employees who work at Prima Medika Hospital after deducting exclusion criteria. Results: Salary Factor has relationship with nurse work satisfactory at RSU Prima Medika in the year of 2017. Other factors such as: working conditions; status within the organization; supervision; peer-partner interpersonal relationships, superiors and subordinates; achievement and the work itself, has no significant relationship with nurse job satisfactory. Job satisfactory has relationship with turnover intention nurses at Prima Medika Hospital in 2017 Conclusion: nurse intention turnover is influenced by job satisfaction that lies in the salary, so the salary in this case needs to be considered. Keywords: turnover intention, job satisfaction, extrinsic factor, intrinsic factor
Read More
B-1996
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Veronika Hanny Soetisno; Pembimbing: Sandi Iljanto; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Purnawan Junadi, Lanjar Sugiyanto,Yessy Susanti
B-1674
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Gina Tania; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Purnawan Junadi, Zulvi Wiyanti
Abstrak: Di era JKN ini, rumah sakit dituntut harus efisien dalam mengendalikan biaya layanan agar tidak melebihi tarif INA CBGs dengan catatan mutu layanan harus tetap terjaga dengan baik. Penelitian deskriptif kuantitatif ini bertujuan menganalisis biaya berdasarkan tarif rumah sakit dan klaim INA CBGs pada pasien peserta BPJS kasus sectio caesarea di RSUD dr. Doris Sylvanus pada Januari sampai Agustus Tahun 2016.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui biaya yang tidak dibayar sesuai tarif rumah sakit sebesar Rp 1.708.663.354 (42%). Biaya pelayanan persalinan sesar ringan sesuai tarif rumah sakit pada kelas 1 sebesar Rp 10.267.710,-, kelas 2 sebesar Rp 9.441.399,- dan kelas 3 sebesar Rp 8.591.730,-. Komponen biaya tertinggi adalah biaya tindakan operasi. Sehingga perlu dilakukan kajian ulang tarif pelayanan Sectio caesarea.
Kata Kunci : tarif rumah sakit, tarif INA CBGs, Sectio Caesaria.

In this National Health Insurance period, hospital ospitals are required to be efficient in controlling the cost of services so as not to exceed the tariff of INA CBGs with the quality record of the service must be maintained properly. This quantitative descriptive study aims to analyze the cost of Sectio caesarea of BPJS participants based on hospital rates and INA CBGs rates in dr. Doris Sylvanus regional public hospital on January until August 2016.
The result revealed that the unpaid cost according to hospital rates is Rp 1.708.663.354 (42%). The cost of light cesarean delivery service according to hospital rates in grade 1 is Rp 10,267,710,-, 2nd grade is Rp 9,441,399,- and grade 3rd is Rp 8,591,730,-. The highest cost component is the cost of surgery. So it is necessary to review the hospital rates of cesarean delivery service.
Keywords : hospital rate, INA CBGs rate, Sectio Caesaria
Read More
S-9621
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive