Ditemukan 39449 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Preeclampsia/eclampsia is one of the major causes of maternal mortality inIndonesia. The maternal mortality rate in Indonesia is still relatively high in Asiancountries. One of the causes of preeclampsia/eclampsia is maternal obesity. Theaim of this studyis to know the distribution and prevalence of the factors thatcould affect the occurrence of preeclampsia/eclampsia and to know theassociation of the obesity and preeclampsia/eclampsia in the mother duringpregnancy or delivery in Indonesiain 2010,after controlled by maternal age,parity, mother's occupation, mother's education level, economic status, birthweight, history of smoking, history of abortion, antenatal visits and quality ofantenatal care variable. Study design is cross-sectional using multivariate analysiswith multiple logistic regression. The study sample by taking all sampled thateligible in 2010 Basic Health Survey are 5,112 respondents (680 respondentsobese and 4,432 respondents non-obese). Study result is shown the prevalence ofobesity was 13.30% and preeclampsia/eclampsia was 3.91%. There is arelationship of obesity and preeclampsia/eclampsia with Odds Ratios (OR) of1,88 (95% CI1,33 to 2,66) after controlled by maternal age, birth weight andsmoking history variable. So, obesity is a significant factor in the cause ofpreeclampsia/eclampsia. Therefore, the government and community should playan active role in the prevention of preeclampsia/eclampsia with maintaining ahealthy weight since their teens so not obese during pregnancy.Key word : Preeclampsia/eclampsia, obesity, 2010 Basic Health Survey
Komplikasi kehamilan adalah masalah kesehatan yang sering terjadi selama hamil dan berdampak pada mortalitas dan morbiditas ibu dan bayi baru lahir. Peneliti tidak menemukan studi di Indonesia yang membahas komplikasi kehamilan secara umum pada kelompok usia <20 tahun dan ≥35 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara usia ibu saat hamil dengan kejadian komplikasi kehamilan di Indonesia menggunakan data IFLS V 2014/2015. Sampel yang di analisis pada penelitian ini berjumlah 1.325 setelah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis multivariat menggunakan uji multiple cox regression digunakan untuk mengetahui pengaruh usia ibu yang berisiko dalam menyebabkan komplikasi kehamilan pada populasi ibu yang pernah melahirkan pada tahun 2013-2015. Pada penelitian ini dilakukan analisis pada sub populasi untuk jenis komplikasi tertentu. Hasil studi menunjukkan prevalensi komplikasi kehamilan sebesar 24%. Tidak terdapat hubungan yang signifikan secara statistik. Hasil akhir analisis multivariat, komplikasi kehamilan secara umum pada usia ibu saat hamil <20 tahun (aPR 0,98, 95% CI 0,60–1,57), sedangkan usia ibu saat hamil ≥35 tahun memiliki risiko 1,16 kali mengalami komplikasi kehamilan dibandingkan kelompok usia ibu saat hamil 20-34 tahun setelah dikontrol kovariat (aPR 1,16, 95% CI 0,85–1,57). Terdapat peningkatan risiko pada sub populasi komplikasi kehamilan dan sub populasi komplikasi perdarahan antepartum baik pada usia ibu saat hamil <20 tahun atau ≥35 tahun.
Pregnancy complications are common health issues during pregnancy and impact maternal and neonatal mortality and morbidity. Author did not find studies in Indonesia that analyze pregnancy complications in general, particularly for maternal age of <20 years and ≥35 years. This study aims to analyze the relationship between maternal age and the occurrence of pregnancy complications in Indonesia using IFLS V data. The samples analyzed in this study was 1,325 after fulfilling the inclusion and exclusion criteria. Multivariate analysis with multiple cox regression was used to determine the effect of maternal age at risk in causing pregnancy complications in a population of mothers who gave birth in 2013-2015. This study also analyzed subpopulations was performed for specific types of complications. The results showed that prevalence of pregnancy complications was 24%. There was no statistically significant relationship. The final results of the multivariate analysis showed that pregnancy complications in general occurred in maternal age <20 years (aPR 0.98, 95% CI 0.60–1.57), while maternal age ≥35 years had a 1.16 times higher risk of experiencing pregnancy complications compared to maternal age 20-34 years after controlling covariates (aPR 1.16, 95% CI 0.85–1.57). There is an increased risk in the subpopulation of pregnancy complications and antepartum hemorrhage among maternal age <20 years or ≥35 years during pregnancy.
Latar belakang: Diabetes melitus merupakan penyakit tidak menular yang menjadi prioritas global, penyebab utama kematian dan kecacatan. Indonesia menempati peringkat ketiga di dunia dengan 73,7% kasus DM yang tidak terdiagnosis. Prevalensi DM di Indonesia terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Obesitas sentral dikaitkan dengan peningkatan risiko diabetes melitus. Beberapa penelitian telah menunjukkan adanya hubungan antara obesitas sentral dengan kejadian diabetes melitus. Namun, penentuan diagnosis DM hanya didasarkan pada pemeriksaan glukosa darah sewaktu, tanpa disertai informasi mengenai gejala dan Riwayat DM sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan obesitas sentral dengan diabetes melitus yang baru didiagnosis berdasarkan pemeriksaan kadar glukosa darah atau HbA1c pada penduduk usia ≥15 tahun di Indonesia.
Metode: Penelitian ini menggunakan data sekunder Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023. Jumlah sampel yang dianalisis sebanyak 25.494. Analisis multivariat menggunakan cox regression untuk mengetahui hubungan antara obesitas sentral dengan kejadian diabetes melitus yang baru didiagnosis berdasarkan pemeriksaan kadar glukosa darah atau HbA1c pada penduduk usia ≥15 tahun di Indonesia setelah dikontrol oleh variabel kovariat.
Hasil: Prevalensi diabetes melitus yang baru didiagnosis sebesar 16,0%. Obesitas sentral meningkatkan risiko diabetes melitus sebesar 1,6 kali (PR: 1,6; 95% CI: 1,53–1,76) setelah dikontrol usia, jenis kelamin, aktivitas fisik, hipertensi, dan dislipidemia.
Kesimpulan: Penduduk usia ≥15 tahun di Indonesia dengan obesitas sentral memiliki risiko 1,6 kali lebih besar untuk menderita diabetes melitus dibandingkan penduduk usia ≥15 tahun tanpa obesitas sentral setelah dikontrol oleh usia, jenis kelamin, aktivitas fisik, hipertensi dan dislipidemia. Temuan ini menekankan pentingnya modifikasi gaya hidup melalui pola makan sehat, aktivitas fisik rutin, serta deteksi dini sebagai upaya pencegahan dan pengendalian DM.
