Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 37675 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Rodlia; Pembimbing: Trini SUdiarti; Penguji: Diah Mulyawati, Kusharisupeni, Kusindrati Sudibyo, Suharyati
T-4247
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aprilya Roza Werdani; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Kusharisupeni Djokosujono, Hera Nurlita
Abstrak: Pemeriksaan kadar gula darah puasa merupakan salah satu cara yangdilakukan dalam mendiagnosa diabetes melitus. Penelitian ini bertujuan untukmencari faktor dominan kadar gula darah puasa pegawai BPMK dan SekretariatDaerah Kota Depok tahun 2014. Penelitian ini juga membahas gambaran danfaktor-faktor yang berhubungan dengan kadar gula darah puasa pegawai BPMKdan Sekretariat Daerah Kota Depok. Metode penelitian yang digunakan adalahmetode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Hasil penelitian inimenunjukkan bahwa asupan karbohidrat merupakan faktor dominan peningkatankadar gula darah puasa pegawai BPMK dan Sekretariat Daerah Kota Depok (B=0,328). Rata-rata kadar gula darah puasa pegawai adalah 94,07 ± 11,55 mg/dlpada perempuan dan 96,47 ± 9,92 mg/dl pada laki-laki. Pada penelitian iniditemukan 2,9% pegawai mengalami diabetes melitus dan 22,9% pegawaimengalami impaired fasting glucose. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwakadar gula darah puasa memiliki hubungan yang signifikan dengan usia, asupankarbohidrat, dan aktivitas fisik.Kata kunci: kadar gula darah puasa, impaired fasting glucose, diabetes melitus,usia, asupan karbohidrat, aktivitas fisik.
Read More
S-8501
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhamad Aziz Firdaus; Pembimbing: Kusharisupeni Djokosujono; Penguji: Diah Mulyawati Utari, Salimar
Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengetahui Hubungan antara karbohidrat dan factor lain dengan gula darah pada penderita hipertensi di Puskesmas Tegal Gundil Kecamatan Bogor Utara tahun 2017 (Data Sekunder). Desain penelitian mengunakan cross sectional penelitian dengan observasi dengan pengumpulan data dalam satu waktu di puskesmas Tegal Gundil Kecamatan Bogor Utara Tahun 2017. Hasil penelitian ini tidak ada hubungan antara variabel independen dan dependen. Kadar Gula sewaktu peneliti rata-rata 133,72 mg/dl , kadar gula terendah 69 mg/dl dan tertinggi 407 mg/dl. Disarankan untuk melakukan melakukan pengecekan gula darah sewaktu secara rutin, agar gula darah terkontrol Kata kunci : Hipertensi, kadar gula sewaktu. Asupan This study aims to determine the relationship between carbohydrates and other factors with blood sugar in patients with hypertension in the Tegal Gundil Health Center in North Bogor District in 2017 (Secondary Data). The study design used cross-sectional research with observations by collecting data at one time in the Tegal Gundil Community Health Center, Bogor Utara District in 2017. The results of this study there was no relationship between independent and dependent variables. Sugar content when researchers averaged 133.72 mg / dl, the lowest sugar content was 69 mg / dl and the highest was 407 mg / dl. It is recommended to do blood sugar checks regularly, so that blood sugar is controlled Keywords: Hypertension, current sugar levels. Intake
Read More
S-9908
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tiara Luthfie; Pembimbing: Yvone; Penguji: Ahmad Syafiq, Ratu Ayu Dewi Sartika, Kresnawan, Suroto
Abstrak:

Kromium adalah  jenis nutrien essensial yang diperlukan hampir oleh semua jaringan dalam tubuh manusia, seperti kulit, otak, otot, limpa, ginjal dan testis. Peran penting dari kromium adalah sebagai pengendali metabolisme insulin dalam tubuh dan dianggap sebagai faktor pengendali kadar gula darah (glucose tolerance factor/GTF). Penelitian ini menggunakan metode Cross sectional, waktu pelaksanaan bulan Maret- April Tahun 2011. Penelitian dilakukan pada anggota Persadi Serang sebanyak 55 orang. Cari pengambilan sampel  dilakukan dengan cara purposive dengan memperhatikan kriteria inklusi dan eksklusi.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan kromium tertinggi pada bahan makanan sumber karbohidrat adalah mie kering sebesar  71 µg/100 g, dan sumber protein adalah kacang tanah sebesar 163. Ratarata asupan kromium pada anggota Persadia Serang teridentifikasi masih berada dibawah RDA yaitu 31, 95 µg. Tidak  ada hubungan antara asupan kromium dengan kadar gula darah pada anggota Persadia Serang, sedangkanvariabel IMT, aktivitas olahraga dan umur memiliki hubungan dengan kadar gula darah (p<0,05) dengan data IMT (OR= 4,5 ; 95% CI ; 1,333-15,196 ), aktivitas olahraga (OR= 9,333 ; 95% CI ; 1,115-78,154 ), dan umur (OR= 4,47 ; 95% CI ; 1,23-16,28 ). Faktor yang paling dominan yang berhubungan dengan kadar gula darah adalah IMT. Disarankan untuk mengontrol berat badan, dengan cara memperhatikan asupan makan dan melakukan aktivitas olahraga secara rutin serta materi kromium dimasukkan dalam kegiatan penyuluhan rutin yang dilakukan satu kali seminggu. Selain itu perlu adanya pemeriksaan kandungan kromium bahan makanan yang lebih beragam. Kata kunci : Kromium bahan makanan, kadar gula, dan asupan kromium.


 

Chromium is a type of essential nutrients needed by almost all tissues in the human body, such as skin, brain, muscle, spleen, kidney and testis. An important role of chromium is as controlling the metabolism of insulin in the body and is considered as a factor controlling blood sugar levels (glucose tolerance factor / GTF). This study uses cross sectional method, the execution time of the month from March to April Year 2011. The study was conducted on members Persadia Attack by 55 people. Find the sampling done by purposive with respect to inclusion and exclusion criteria. The results showed that the highest chromium content in food sources of carbohydrates is dried noodles at 71 μg/100 g, and protein sources are peanuts by 163. The average intake of chromium in Serang identified PERSADIA members is below the RDA, namely 31, 95 mg. There was no association between intake of chromium in blood sugar levels in member PERSADIA Serang,  while BMI  variable, exercise activity and age have a relationship with blood sugar levels (p <0.05) with BMI data (OR = 4.5, 95% CI: 1.333 -15.196), sports activity (OR = 9.333, 95% CI: 1.115 to 78.154), and age (OR = 4.47, 95% CI: 1.23 to 16.28). The most dominant factor related to blood sugar levels is BMI. It is recommended for weight control, by way of attention to food intake and doing exercise regularly and chromium material included in regular education activities are conducted once a week. In addition there is need for examination of the chromium content of food that is more diverse. Key words: Chromium food ingredients, sugar, and intake of chromium.

Read More
T-3427
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maryanto; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Asih Setiarini, Edith Sumedi
S-5872
Depok : FKM-UI, 2009
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Endang Sri Wahyuningsih; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Kusharisupeni Djokosujono, Ahmad Syafiq, Muhammad Bal`an Kamali Rangkuti, Eva Sulistiowati
Abstrak: Diabetes melitus merupakan penyakit dengan tingkat komplikasi yang tinggi,sehingga membutuhkan penanganan yang dikenal dengan empat pilarpenatalaksanaan DM. Data peserta Prolanis Puskesmas Pulo Gadung pada bulanNovember 2015-Januari 2016, berturut-turut sebanyak 87%, 84%, dan 88%diabetisi mempunyai Gula Darah Postprandial (GDPP) yang tidak terkendalitanpa adanya proses evaluasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penghambat dalam pengendalian GDPP. Penelitian ini merupakanpenelitian potong lintang dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Tempatdan waktu penelitian di Puskesmas Pulo Gadung pada bulan April 2016. Datakuantitatif diperoleh dari pengisian kuesioner, penilaian indeks massa tubuh, sertapemeriksaan GDPP 84 diabetisi. Sebagai sampel adalah diabetisi di sembilanPuskesmas yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pengambilan sampeldilakukan secara non-probability sampling. Sedangkan data kualitatifdimaksudkan untuk mendapatkan informasi lebih dalam tentang empat pilarpenatalaksaan DM. Data kuantitatif dianalisis secara deskriptif dan data kualitatifdianalis dengan analisis tematik. Penelitian menunjukkan hanya 4,8% diabetisiyang memiliki GDPP terkendali. Faktor penyebab tidak terkendalinya GDPPadalah ketidakpatuhan diabetisi dalam melaksanakan pilar perencanaan makandan latihan jasmani, serta kurangnya dukungan keluarga dan dukunganmanajemen. Diperlukan peningkatan kegiatan edukasi, monitoring dan evaluasi,serta membangun kerja sama lintas sektor antara Puskesmas, Sudin Kesehatan,dan BPJS Kesehatan.Kata kunci: Diabetisi, gula darah postprandial, penatalaksanaan DM
Diabetes melitus is a disease with high complication rates, thus requirestreatment, which is known as the four pillars of DM management. Prolanisparticipant data at Puskesmas Pulo Gadung in November 2015-January 2016,respectively by 87%, 84%, and 88% of diabetic have uncontrolled PostprandialGlucose (PPG) without a process of evaluation. This study aims to determine theinhibiting factors in controlling the PPG. This is a cross sectional study withquantitative and qualitative approaches. The place and time of the study isconducted at Puskesmas Pulo Gadung, in April 2016. The quantitative data wereobtained from the questionnaires, assessment of body mass index, and the resultsof the examination PPG 84 of selected diabetic. The samples are diabetic in ninePuskesmas that fulfill the inclusion and exclusion criterias. Sampling was done bynon-probability sampling. While the qualitative data is intended to get moreinformation about the four pillars of diabetes management. Quantitative data wereanalyzed by descriptive and qualitative data were analyzed by thematic analysis.Research shows that only 4.8% diabetic who have controlled PPG. Factorscausing uncontrolled PPG are non-compliance of diabetic in implementing mealplanning and physical exercise, lack of family and management support. Requiredincrease in educational activities, monitoring and evaluation, and build crosssector cooperation between Puskesmas, Sudin Kesehatan, and BPJS.Keywords: Diabetic, DM management, postprandial glucose
Read More
T-4688
Depok : FKM UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Astrine Permata Leoni; Pembimbing: Siti Arifah Pudjonarti; Penguji: Kusharisupeni Djokosujono, Dwiretno Yuliarti
S-7352
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ulatun Nikmah; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Wahyu Kurnia Yusrin Putra, Rahmawati
Abstrak: Anak sekolah membutuhkan asupan zat gizi yang cukup untuk menjamin tercapainya pertumbuhan dan kesehatan yang optimal. Sarapan dan jajan memiliki peranan penting dalam pemenuhan kebutuhan zat gizi anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebiasaan sarapan dan jajan dengan asupan energi, protein, lemak, dan karbohidrat pada siswa sekolah dasar terpilih di Kota Depok.
 
Penelitian ini merupakan analisis data sekunder dari penelitian mengenai hubungan pola makan dan aktivitas fisik dengan gizi lebih pada siswa sekolah dasar terpilih. Desain penelitian adalah cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa sekolah dasar negeri, swasta, dan madrasah di Kota Depok. Jumlah sampel adalah 87 siswa.
 
Hasil penelitian menunjukkan rata-rata asupan energi adalah 1406 kkal, protein 50.6 gram, lemak 54.5 gram, dan karbohidrat 176.8 gram. Terdapat perbedaan signifikan pada asupan energi dengan kebiasaan sarapan, jajanan roti dan gorengan; asupan protein dengan jajanan es krim; asupan lemak dengan kebiasaan sarapan dan jajanan gorengan; asupan karbohidrat berdasarkan jenis kelamin, jajanan roti dan gorengan. Diharapkan upaya kerja sama antara sekolah dan puskesmas untuk memberikan edukasi gizi kepada siswa dan orang tua mengenai pentingnya sarapan dan jajanan sehat melalui pertemuan Persatuan Orang Tua Murid.
 

School children need an adequate nutrition to ensure that children reach their optimum for growth and health. Breakfast and snacking have an important role in fulfilling nutritional needs of children. The aim of this study was to determine the relation between breakfast and snacking habit with intake of energy, protein, fat, and carbohydrate in selected elementary school students in Depok.
 
This study was an analysis secondary data from research about relation between food pattern and physical activity with overweight among selected elementary school students in Depok. This study population was all of students in public, private, and islamic elementary school. Sample total was 87 students.
 
The results showed the average energy intake, protein, fat, and carbohydrate was 1406 kcal, 50.6 grams, 54.5 grams, 176.8 grams respectively. There were significant differences in energy intake with breakfast habit, snack and fried snacks; protein intake with ice cream; fat intake with breakfast habit and fried snacks; carbohydrate with gender, bread, and fried snacks. Collaboration needed between school and public health centerto provide nutrition education to parents and students about the importance of breakfast and healthy snack through meeting of parents.
Read More
S-7872
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Raden Roro Dewi Ngaisyah; Pembimbing: Indrawani, Yvonne M.; Penguji: Ahmad Syafiq, Fatmah, Ida Ruslita, Iip Syaiful
T-3206
Depok : FKM UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Widya Fadila; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Kusharisupeni Djokosujono, Kusdinar Achmad, Muhammad Bal`an Kamali Rangkuti, Robert M. Saragih
Abstrak: Indonesia pada tahun 2014 menempati peringkat ke-5, dengan jumlah pengidap diabetes sebanyak 9,1 juta jiwa. Diabetisi mempunyai kecenderungan menderita nefropati (penurunan fungsi ginjal) sebanyak 17 kali lebih sering dibandingakan dengan orang non-diabetik. Parameter untuk mengetahui fungsi ginjal dan progresi penyakit gagal ginjal adalah Glomerular Filtration Rate (GFR), dimana penurunan GFR akan diikuti dengan kenaikan kreatinin darah. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor yang berhubungan dengan kadar kreatinin darah menggunakan studi cross sectional. Analisis data menggunakan chi-square dan analisis regresi logistik untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kadar kreatinin darah pada peserta Prolanis Pralansia (45-59 tahun) di kecamatan Pulogadung Jakarta Timur yang berjumlah 113 orang. Responden terdiri dari 6 Prolanis yang berada di wilayah Puskesmas Kecamatan Pulogadung. Diabetesi yang mengalami kenaikan kadar kreatinin adalah sebanyak 28 orang (24,8%). Diabetisi yang memiliki hipertensi dengan riwayat penggunaan obat hipertensi menjadi variabel yang paling berhubungan dengan kadar kreatinin (p=0,075; OR=2,208; CI 95% =0,922-5,285). Sehingga diabetisi yang memiliki hipertensi dengan riwayat penggunaan obat hipertensi memiliki risiko 2,2 kali mengalami kenaikan kadar kreatinin darah dibandingkan dengan diabetisi yang tidak memiliki riwayat penggunaan obat hipertensi (tekanan darah normal). Kata Kunci : Kreatinin darah, riwayat obat hipertensi

Diabetic patients in Indonesia ranks 5th with prevalence 9,1 million people in 2013 (IDF,204). Diabetic patients potentially undergo diabetic nephropathy 17 times more than non-diabetic patients. Evaluation of renal function and progression of renal failure usually can be identified by glomerular filtration rate (GFR), which is low GFR effects increasing of creatinin serum. Strategies to prevent the complications of chronic diseases, especially diabetic melitus through Prolanis (Chronic Disease Management Program) at Primary Facility Care aims to improve the quality of life diabetic. This study aimed to identify factors association with blood creatinin levels in Prolanis member aged 45-59 years old (old elderly) in Pulo Gadung, East Jakarta, involve 113 people. Sample were included 6 Prolanis that distributed in Primary Facility Care in Pulo Gadung. Design of this study using cross sectional study with a total sample 113 respondents in the District 6 Prolanis in Pulogadung. The results showed 28 people (24.8%) diabetic increased creatinine levels. Hypertension with history of antihypertension drug is associated with blood creatinine levels. (P = 0.075; OR = 2.208; 95% CI = 0.922 to 5.285). Keywords: blood creatinine levels, history of hypertension drugs
Read More
T-4818
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive