Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 11676 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Kliping koran Sindo 2015
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Koran   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
koran sindo
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Koran   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sekarlangit Putri Akbar; Pembimbing: Wahyu Kurnia Yusrin Putra; Penguji: Nurul Dina Rahmawati, Teguh Jati Prasetyo
Abstrak:
Stunting merupakan isu kesehatan masyarakat di Indonesia. Dengan mempertimbangkan dampak jangka panjang stunting, pemahaman terhadap faktor-faktor penyebabnya menjadi penting dilakukan oleh pengasuh anak. Edukasi berperan sebagai katalisator penting dalam peningkatan perilaku kesehatan, dengan keberhasilan program berhubungan dengan berbagai faktor yang mendukung tingkat penerimaan media edukasi. Penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan penerimaan buklet edukasi gizi pada program Rumah Anak X, sebuah intervensi pencegahan stunting untuk pengasuh anak usia 0-3 tahun yang beroperasi sejak 2019 di lima lokasi Jakarta. Penerimaan media edukasi diukur menggunakan instrumen Suitability Assessment of Materials yang meliputi aspek konten, kemudahan membaca, gambar, tata letak, dorongan pembelajaran, dan kesesuaian budaya. Faktor yang diuji meliputi usia, jenis kelamin, pendidikan, status ekonomi, motivasi belajar, dan pengetahuan. Sebanyak 167 responden berpartisipasi dalam penelitian ini. Hasil menunjukkan 91,2% responden menilai media sangat sesuai kebutuhan dengan skor median 85,71 dari 100,00. Motivasi belajar merupakan satu-satunya faktor yang signifikan berhubungan dengan tingkat penerimaan media (p-value <0,001). Penelitian merekomendasikan peningkatan pendekatan pembelajaran interaktif yang relevan dengan kebutuhan personal peserta untuk mempertahankan motivasi belajar sekaligus kualitas media edukasi.


Stunting is a public health issue in Indonesia that requires understanding of causal factors by child caregivers. Nutrition education serves as an important catalyst in improving health behaviors, with program success influenced by the level of educational media acceptance. This study analyzes factors associated with acceptance of nutrition education booklets in the Rumah Anak X program, a stunting prevention intervention for caregivers of children aged 0-3 years’ operating since 2019 in five Jakarta locations. Educational media acceptance was measured using the Suitability Assessment of Materials instrument covering content, readability, graphics, layout, learning stimulation, and cultural appropriateness aspects. Factors examined included age, gender, education, economic status, learning motivation, and knowledge. A total of 167 respondents participated in this study. Results showed 91.2% of respondents rated the media as highly suitable for their needs with a median score of 85.71 out of 100.00. Learning motivation was the only factor significantly associated with media acceptance level (p-value <0.001). The study recommends enhancing interactive learning approaches relevant to participants' personal needs to maintain learning motivation while preserving the quality of educational media
Read More
S-12094
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dwi Ardyna Octa Sari; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Sandra Fikawati, Endang Laksminingsih Achadi, Ivon Kusumaningtias, Fajrinayanti
Abstrak: Status gizi kurus merupakan masalah kesehatan masyarakat yang harus mendapatperhatian. Baduta merupakan kelompok rentan dimana kecepatan pertumbuhan danperkembangan otak sangat pesat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahuipengaruh intervensi susu dan edukasi Pedoman Gizi Seimbang Pangan Lokal (PGS-PL)terhadap status gizi baduta kurus. Penelitian ini merupakan penelitian studi analisis datasekunder dengan disain penelitian primer kuasi eksperimental. Kelompok 1 sebagaikontrol (n=31) diberikan edukasi Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA), kelompok4 (n=25) diberikan susu dan edukasi PMBA dan kelompok 5 (n=30) diberikan edukasiPGS-PL selama 90 hari. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan BB/PB yangsignifikan (p<0.05) antara sebelum dan sesudah pada kelompok 1 dan 4, kecualikelompok 5. Kelompok 4 mengalami perubahan status gizi lebih tinggi dibandingkandengan kelompok lainnya. Disarankan untuk mempertimbangkan susu formulapertumbuhan 1-3 tahun sebagai salah satu intervensi pada program PMT yang diberikanbagi anak dengan status gizi kurus.Kata kunci:Baduta, susu, edukasi PGS-PL, status gizi, gizi kurus.
Read More
T-5178
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mikayla Yazmine Thwayya; Pembimbing: Wahyu Kurnia Yusrin Putra; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Khoirul Anwar
Abstrak:
Informasi gizi mudah disebar melalui media sosial, salah satunya adalah Instagram karena pada tahun 2023, Instagram menduduki peringkat kedua dari media sosial yang banyak digunakan di dunia (We Are Social and Meltwater, 2023). Namun, terdapat peningkatan tren kekhawatiran terhadap misinformasi dan hal tersebut dapat berisiko menimbulkan perilaku tidak sehat yang mengancam kehidupan (Wang et al., 2019). Padahal, informasi gizi yang perlu disebarluaskan dapat dimaksimalkan oleh ahli gizi, dietisien, dan institusi terkait dengan gizi karena lebih dipercaya atas informasi yang akurat (Kreft et al., 2023). Namun, karena bentuk media edukasi yang digunakan masih perlu dimaksimalkan, maka perlu diteliti lebih lanjut untuk mengoptimalkan penggunaan media edukasi berbasis Instagram dengan menggunakan fitur carousel atau reels. Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional dengan jumlah sampel minimal 219 followers Instagram PT X sejak bulan Juni 2023. Penelitian dilakukan pada bulan Juli 2023 dan pengambilan data dilakukan dengan pengisian kuesioner mandiri melalui daring. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan chi square. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 88.1% responden lebih menerima media reels dibandingkan dengan carousel. Berdasarkan analisis bivariat, diketahui bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan antara penerimaan media carousel dan reels berdasarkan karakteristik responden usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pekerjaan, penghasilan per bulan, uang saku, dan domisili tempat tinggal. Namun, terdapat perbedaan penerimaan yang signifikan antara carousel dan reels berdasarkan karakteristik responden tingkat pengetahuan gizi dan frekuensi penggunaan media.

Nutritional information is easily spread through social media, one of which is Instagram because in 2023, Instagram ranks second as the most widely used social media in the world (We Are Social and Meltwater, 2023). However, there is an increasing trend of concern about misinformation and this can lead to unhealthy behavior that threatens life (Wang et al., 2019). In fact, nutritional information that needs to be disseminated can be maximized by nutritionists, dietitians, and institutions related to nutrition because it is more trusted for accurate information (Kreft et al., 2023). However, because the form of educational media used still needs to be maximized, further research is needed to optimize the use of Instagram-based educational media by using the carousel or reels feature. The research design used was cross-sectional with a minimum sample size of 219 PT X's Instagram followers since June 2023. The research was conducted in July 2023 and data collection was carried out by filling out independent questionnaires online. The data obtained were then analyzed univariately and bivariately using chi square. The results showed that 88.1% of respondents accepted media reels more than carousels. Based on bivariate analysis, it is known that there is no significant difference between the acceptance of carousel and reel media based on the characteristics of the respondents' age, gender, level of education, occupation, monthly income, pocket money, and domicile of residence. However, there are significant differences in acceptance between carousels and reels based on the characteristics of the respondents' level of knowledge and frequency of media use.
Read More
S-11485
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sunarti; Pembimbing: Siti Arifah Pujonarti; Penguji: Asih Setiarini, Trini Sudiarti, Triyani Kresnawati, Kuspuji Dwitanto Rahardjo
Abstrak:

ABSTRAK Nama : Sunarti Program Studi : Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Judul : Pengaruh Edukasi Dan Konseling Gizi Intensif Terhadap Pengetahuan, Sikap,  Perilaku  Kepatuhan Diet Dan Status Gizi Pasien  Hemodialisis Pembimbing : Ir. Siti Arifah Pujonarti, MPH Keberhasilan terapi hemodialisis (HD) dapat terhambat dengan adanya malnutrisi atau Protein Energy Wasting (PEW) akibat asupan gizi kurang, abnormalitas metabolisme terutama asam amino, fungsi residual ginjal dan dosis dialisis.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian edukasi dan konseling gizi intensif terhadap pengetahuan, sikap, perilaku kepatuhan diet dan status gizi pasien HD. Lokasi penelitian untuk pengambilan data kelompok perlakuan di Unit Hemodialisis Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih dan untuk kelompok kontrol di Rumah Sakit Islam Jakarta Pondok Kopi.  Penelitian menggunakan randomized pretest – posttest control group design dengan sampel 77 pasien (38 orang pria (50.6%) dan 39 orang wanita (49.4%)), rata - rata usia 46.71 ± 9.40 tahun. Didapatkan peningkatan pengetahuan (p=0,0001) dan sikap (p = 0,0001) serta profil perilaku kepatuhan diet lebih baik (p = 0,0001).  Intervensi ini efektif meningkatkan asupan energi (p = 0,012) dan lemak (p =0,0001) serta selisih akhir asupan protein dan asupan karbohidrat lebih tinggi meskipun belum signifikan(p= 0,102 dan 0,091). Peningkatan IMT perlakuan lebih tinggi (0,25 + 0,27 vs 0,18 + 0,18 kg/m 2 ) meskipun tidak signifikan (p = 0,744 & 0,856). Rata – rata LLA cenderung tetap (Δ 0.00 + 0,13 cm, p = 1,000), sementara kelompok kontrol menurun (-0.24 + 0.01cm, p=0,789). Rata –rata trisep skinfold cenderung meningkat sementara kelompok kontrol cenderung menurun (Δ 0.44 + 0.11mm vs -0.24 + 0.02 mm, p= 0,737, 0,880). Terjadi peningkatan rata – rata persentase lemak total pada kedua kelompok, dan peningkatan pada kelompok kontrol lebih tinggi (0.79 + 1.93% vs 0.23 + 0.87%), meskipun belum signifikan(p=0.913 dan 0,766).  Rata – rata massa otot kedua kelompok menurun dan penurunan kelompok kontrol lebih tinggi (-0.36 + 0.30 kg dan -0.31 + 0.66 kg, p=0.894 dan 0,874).  Rata – rata persentase cairan tubuh total kelompok perlakuan menurun dan penurunan kelompok perlakuan lebih tinggi (-0.56 + 1.31% vs -0.52 + 4.39%) meskipun belum signifikan (p=0.813 dan 0,644). Status hidrasi pasien sangat fluktuatif dan memungkinkan pengaruh terhadap estimasi komposisi tubuh dalam penelitian ini. Edukasi dan konseling gizi intensif terbukti efektif dalam peningkatan pengetahuan, sikap dan perilaku diet, signifikan terhadap asupan energi dan lemak, profil asupan protein dan karbohidrat yang lebih baik meskipun belum bermakna, profil IMT, LLA dan trisep skinfold  serta massa otot dan persentase cairan yang lebih baik dibanding kelompok kontrol meskipun belum signifikan. Kata kunci: Pengetahuan, sikap, perilaku kepatuhan diet, asupan gizi, status gizi


ABSTRACT Name : Sunarti Study Program : Magister of Community Health Faculty Title                            : Effect of Education and  Intensive Nutrition Counseling on Hemodialysis Patient’s  Knowledge, Attitude, Dietary Compliance and Nutritional Status Counsellor : Ir. Siti Arifah Pujonarti, MPH The effectiveness of haemodialysis could inhibited  by dietary  nonadherence mainly due to lack of  protein and energy intake that caused Protein Energy Wasting (PEW). PEW also caused  by poor nutrient intake, abnormal nutrient metabolism (amino acids), renal residual function and dialysis dose. We studied impact of education and  intensive nutrition counseling on hemodialysis patient’s knowledge, attitude, dietary compliance and nutritional status.  The study was conducted at  Jakarta Islamic Hospital region of Cempaka Putih and Pondok Kopi. The study used random pretest - posttest control group design and of 77 patients, 38 were man (50.6%) and 39 were woman (49.4%), the mean of age was 46.71 ± 9.40 years old. There were increased knowledge (p = 0.0001), increased attitudes (p= 0.0001) and better diet compliance profile (p=0.0001). The intervention was significantly effective on increasing intake of energy (p=0.012), fat (p=0,0001), and higher difference in protein intake and carbohydrate intake but not significant (p=0,102 and 0,091). There was increase but not significant in BMI (0,25 + 0,27 vs 0,18 + 0,18 kg/m 2 , p = 0,744 and 0,856) and tricep skinfold (Δ 0.44 + 0.11mm vs -0.24 + 0.02 mm, p= 0,737 and 0,880).  There was no improvement in MUAC (Δ 0.00 + 0,13 cm, p = 1,000) but decrease in control group (-0.24 + 0.01cm, p=0,789) eventhough not significant. Despite these are not statistically significant, there were improvement on percentage total fat (0.23 + 0.87% + 0.79 + 1.93% vs p=0.913 and 0,766), declining on muscle mass (-0.31 + 0.66 kg -dan 0.36 + 0.30 kg, p=0.894 and 0,874) and declining on percentage body water (-0.56 + 1.31% vs -0.52 + 4.39%, p=0.813 dan 0,644).  The patient’s hydration status was highly fluctuate and allows an influence on body composition estimates in this study. Education and  intensive nutrition counselling was found to be effective in improving knowledge, attitudes, diet compliance behavior profile, significant improving energy and fat intake. In addition the intervention of this study provides a better profile of protein and carbohydrate intake, a better profile of BMI, MUAC, tricep skinfold, muscle mass, and percentage body water although not significant yet. Key words: knowledge, attitude, compliance, nutrient intake, nutritional status

Read More
T-5188
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
The Indonesian Jour. of Infectious Diseases, Vol.3, No.2, 2016, hal. 38-45
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fitri Hudayani; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Kusharisupeni, Anwar Hassan, Triyani Kresnawan, Kurniawan Rachmadi
Abstrak: Hubungan gizi dengan HIV sangatlah erat, dimana pada kondisi ODHA telah terkena penyakit infeksi dan jatuh sakit maka kebutuhan gizi akan meningkat tetapi di sisi lain sering kali adanya kegagalan asupan yang adekuat sehingga penyakit infeksinya akan semakin buruk. Begitu seterus hubungannya apabila asupan gizi tidak adekuat. Masalah gizi pada ODHA dapat juga berupa kelebihan gizi yang berdampak pada penyakit degeneratif. Edukasi gizi merupakan langkah yang baik untuk membentuk perilaku, dimana ODHA diharapkan mengkonsumsi makanan dan minuman dengan gizi yang cukup dan aman.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian edukasi dankonseling gizi terhadap pengetahuan, sikap, perilaku dan berat badan ODHA diUPT HIV RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta.Desain penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimental yang dilakukan kepada 54 pasien HIV/AIDS dengan menilai pengetahuan, sikap, perilaku dan pengukuran berat badan sebelum dan setelah diberikan intervensi. Uji statistik yang digunakan adalah uji beda meandan uji multivariat logistik linear. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan pengetahuan (p value 0,000) dan perilaku (p value 0,048) untuk kelompok perlakuan. Peningkatan berat badan rata-rata setelah intervensi adalah 0,6 kg (p value 0,170). Variabel yang paling dominan terhadap perilaku adalah dukungan keluarga/peer group (p value 0,012). Kata kunci : edukasi dan konseling gizi, pengetahuan, sikap, perilaku dan beratbadan
A closely relation between HIV and nutrition, where the condition of peopleliving with HIV/AIDS (PLWHA) has been exposed to infectious diseases andeasy to falling ill, nutritional needs will increase but on the other hand is often afailure of adequate intake so that the infection will get worse disease. So onwardsto do when nutritional intake is inadequate. Nutritional problems in PLWHA canalso be excess nutrients that have an impact on degenerative diseases. Nutritioneducation is a good step for shaping behavior, where PLWHA are expected toconsume foods and beverages with adequate nutrition and safe.This study aims to determine the effect of nutrition education and counseling onknowledge, attitudes, behaviors and body weight PLWHA.The design study is quasi experimental conducted to 54 patients with HIV / AIDSto assess the knowledge, attitude, behavior and body weight measurements beforeand after intervention. The results showed differences in knowledge (p value0.000) and behavior (p value 0.048) for the treatment group. The increase in theaverage weight gain was 0.6 kg after intervention (p value 0.170). The mostdominant variable is the behavior of family support / peer group (p value 0.012).Keywords: nutrition education and counseling, knowledge, attitudes, behavior andbody weight
Read More
T-4183
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sutti Rainy Kharlinaningsih; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Ahmad Syafiq, Endang Laksminigaih Achadi, Tiska Yumeida, Fajrinayanti
Abstrak: Pemberian makanan tambahan dan edukasi PMBA merupakan salah satu upaya untukmencegah dan menanggulangi stunting serta meningkatkan status gizi balita meskipuntidak selalu berhasil karena berbagai faktor. Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui pengaruh berbagai intervensi terhadap perubahan status gzi PB/U padabaduta kurus usia 6-23 bulan. Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan designkuasi eksperimen di 5 Kecamatan terpilih di Kota Depok. Hasil penelitian didapatkanbahwa intervensi susu dan edukasi PMBA dan PGS-PL efektif meningkatkan nilai zscore PB/U. Disarankan untuk meningkatkan edukasi PMBA dan PGS-PL serta untukmeningkatkan konsumsi protein dan tidak membatasi konsumsi susu.Kata kunci:Baduta 6-23 bulan, PMT, Stunting.
Read More
T-5311
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ahmad Emil Mujamil; Pembimbing: Yvonne Magdalena Indrawani; Penguji: Fatmah Eti Rohati
S-8650
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive