Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 38656 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Sri Nowo Retno; Pembimbing: Supriyantoro
B-720
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nur Fitrian; Pembimbing: Adik Wibowo; Penguji: Mieke Savitri, Sjahrul Amri, Rizka Hasanah
B-1960
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Agnes Vianti; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Puput Oktamianti, Khafifah Any, Iing Icshan Hanafi
Abstrak:
Latar Belakang: RS Hermina Jatinegara adalah RS swasta yang ditetapkan menjadi RS dengan pelayanan anak sebagai layanan unggulan. Penetapan layanan unggulan ini dilakukan untuk menjaga keberadaan RS mengingat persaingan bisnis yang tinggi dengan adanya pertumbuhan jumlah RS baik swasta maupun pemerintah. Layangan unggulan anak ditetapkan di RS Hermina Jatinegara juga atas dasar riwayat RS yang sebelumnya merupakan RSIA dimana RS memiliki banyak sumber daya terkait pelayanan anak. Data rekam medis di RS Hermina Jatinegara menampilkan bahwa dalam kurun lima tahun terakhir didapatkan proporsi kunjungan pasien anak yang stabil baik rawat jalan maupun rawat inap. Tujuan penelitian: secara umum adalah tersusunnya rencana strategi pelayanan anak RS Hermina Jatinegara periode 2023-2027, secara khusus adalah teridentifikasi analisis situasi dan posisi RS, diperolehnya gambaran positioning RS, tersusunnya strategi yang tepat bagi RS Hermina Jatinegara untuk mengembangkan pelayanan kesehatan anak, ditetapkannya indikator kinerja yang tepat digunakan untuk mengevaluasi implementasi rencana strategi dengan pendekatan Balanced Scorecard, ditetapkannya target sesuai dengan indikator kinerja yang digunakan dan ditetapkannya aktivitas dan biaya yang dibutuhkan. Metode penelitian: Jenis data pada penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer berupa data kualitatif hasil wawancara mendalam (in depth interview) dan Consensus Decisions Making Group (CDMG) bersama informan. Data sekunder terdiri dari data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif berupa laporan rekam medis dan laporan kinerja rumah sakit sedangkan data kualititatif adalah dokumen internal RS dan dokumen eksternal yaitu regulasi Pemerintah, literatur, hasil penelitian dan data pendukung lain. Hasil penelitian: visi dan misi RS mendukung rencana strategis pengembangan layanan anak. Analisis lingkungan internal dan eksternal dengan EFE Matrix dan IFE Matrix menunjukkan data yang mendukung untuk pengembangan. Hasil Matching Stage pada matriks IE menunjukkan posisi RS pada sel 1 di matriks IE, yaitu grow dan build sementara matriks TOWS menempatkan posisi RS pada future quadrant dengan SO strategies. Hasil QSPM dalam penentuan strategi prioritas menghasilkan urutan strategi sebagai berikut: pengembangan produk layanan kanker dan urologi anak, membuat jejaring rujukan dari FKTP dan FKRTL, pengembangan teknologi, redisain layout, promosi dan analisis unit cost. Strategi yang ada dilengkapi dengan 18 (delapan belas) KPI dengan target, aktivitas dan biaya masing-masing. Kesimpulan: rencana strategis yang dibuat lengkap dengan indikator sesuai BSC dan target akan mampu menjadi pedoman bagi RS dalam mewujudkan pelayanan anak sebagai layanan unggulan.

Background: Hermina Jatinegara Hospital is a private hospital that is designated as a hospital with children's services as a superior service. The determination of superior services is carried out to maintain the existence of hospitals considering the high business competition with the growth in the number of hospitals, both private and government. Children's flagship kites are set at Hermina Jatinegara Hospital also based on the history of the hospital which was previously an RSIA where the hospital has many resources related to children's services. Medical record data at Hermina Jatinegara Hospital shows that in the last five years, a stable proportion of pediatric patient visits, both outpatient and inpatient, has been obtained. Objesctives: In general, the preparation of a child service strategy plan for Hermina Jatinegara Hospital for the 2023-2027 period, specifically is the identification of the situation analysis and position of the hospital, obtaining an overview of hospital positioning, compiling the right strategy for Hermina Jatinegara Hospital to develop children's health services, the establishment of appropriate performance indicators used to evaluate the implementation of the strategy plan with an approach Balanced Scorecard, the setting of targets in accordance with the performance indicators used and the determination of activities and costs needed. Method: The types of data in this study are primary data and secondary data. Primary data is qualitative data from in-depth interviews and Consensus Decisions Making Group (CDMG) with informants. Secondary data consists of quantitative data and qualitative data. Quantitative data is in the form of medical record reports and hospital performance reports while qualitative data are internal hospital documents and external documents, namely government regulations, literature, research results and other supporting data. Results: the vision and mission of the hospital supports the strategic plan for the development of children's services. Analysis of the internal and external environment with EFE Matrix and IFE Matrix shows favorable data for development. The Matching Stage result in the IE matrix shows the RS position in cell 1 in the IE matrix, namely grow and build while the TOWS matrix places the RS position in the future quadrant with SO strategies. The results of QSPM in determining priority strategies resulted in the following sequence of strategies: development of children's cancer and urology service products, creating referral networks from FKTP and FKRTL, technology development, layout design, promotion and analysis of unit cost. The existing strategy is equipped with 18 (eighteen) KPIs with their respective targets, activities and costs. Conclusion: the strategic plan made complete with indicators according to BSC and targets will be able to become a guideline for hospitals in realizing children's services as superior services
Read More
B-2382
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Septo Pawelas Arso; Pembimbing: Peter Pattinama
B-768
Depok : FKM UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Subagyo Ramadhanus; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi, Penguji: Ede Surya Darmawan, Mieke Savitri, Hannibal Pardede
B-1166
Depok : FKM-UI, 2009
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Elin Herliana; Pembimbing: Amal C. Sjaaf; Penguji: Wiku Adisasmito, Suprijanto Rijadi, Chairulsjah Sjahrudin
B-924
Depok : FKM UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Herlin Putri Tanjung; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Anhari Achadi, Ede Surya Darmawan, Sjahrul Amri, Rizka Hasanah
Abstrak:
Diare merupakan penyakit yang sering dijumpai dan menyebabkan 4% dari seluruh kematian di dunia. Kasus diare akut pada anak merupakan salah satu penyakit yang termasuk high risk, high volume dan high cost. Menurut data tahun 2018 total kasus diare akut sebanyak 938 kasus dan termasuk urutan pertama dari 10 besar kasus rawat inap di RSU Bhakti Yudha. Implementasi clinical pathway berhubungan erat dengan upaya mengendalikan mutu dan biaya pelayanan kesehatan yang terjangkau serta dapat diperkirakan. Pengendalian biaya dapat terealisasi jika proses dalam pelayanan kesehatan secara menyeluruh dapat direncanakan dan distandarisasi sejak awal.Clinical pathway jika dilakukan dengan baik dan benar dapat mengurangi biaya pelayanan kesehatan, mengurangi lama hari rawat inap, meningkatkan hasil klinis pasien. Adanya ketidaksesuaian penerapan clinical pathway dapat berpengaruh pada jumlah tagihan/ billing pasien. Penelitian ini bertujuan mengetahui kesesuaian penerapan clinical pathway diare akut ringan - sedang pasien rawat inap anak di RSU Bhakti Yudha. Disain penelitian mix method yang bersifat deskriptif kuantitatif dan studi kasus kualitatif. Hasil penelitian didapatkan Kepatuhan dokter masih kurang dalam pemberian tatalaksana medis. Masih ditemukan ketidaksesuaian antara clinical pathway dengan pelayanan yang diberikan. Ketidaksesuaian tersebut diantaranya adanya variasi dalam pemberian terapi obat-obatan, pemeriksaan penunjang, dan tindakan keperawatan. Variasi tersebut dilakukan karena kondisi pasien berbeda-beda kebutuhan penanganan. Gap terbesar pada penggunaan obat yaitu 145 % dimana pada billing tagihaan riil lebih besar dibanding tagihan sesuai clinical pathway dikarenakan penggunaan obat yang tidak sesuai clinical pathway. Banyaknya varian yang tidak sesuai clinical pathway akan mempengaruhi besaran tagihan rumah sakit

Diarrhea is a disease that is often found and causes 4% of all deaths in the world. Cases of acute diarrhea in children is a disease that includes high risk, high volume, and high cost. According to 2018 data, there were 938 cases of acute diarrhea and were in first place in the top 10 causes of hospitalization at Bhakti Yudha General Hospital. The implementation of clinical pathways is closely related to efforts to control the quality and cost of affordable and predictable health services. Cost control can be realized if the process of overall health services can be planned and standardized from the start. Clinical pathways if done properly and correctly can reduce the cost of health services, reduce the length of stay, and improve patient clinical outcomes. The existence of a mismatch in the application of clinical pathways can affect the number of billing patients. This study aims to determine the appropriateness of the application of clinical pathways of mild acute diarrhea - moderate inpatient children in Bhakti Yudha General Hospital. The mixed-method research design is quantitative descriptive and qualitative case studies. The results showed that doctor compliance was still lacking in the provision of medical management. There are still discrepancies between clinical pathways and services provided. These discrepancies include variations in drug therapy, supporting examinations, and nursing actions. This variation was made because the patient's condition needed different treatments. The biggest gap in the use of drugs is 145% wherein  real billing is greater than the bill according to the clinical pathway due to the use of drugs that are not following the clinical pathway. The number of variants that do not fit the clinical pathway will affect the amount of the hospital bill.

Read More
B-2148
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kania Puspitahati; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Yuli Prapanca Satar, Mieke Savitri
Abstrak: ABSTRAK Pada saat ini persaingan antara rumah sakit akan semakin ketat baik rumah sakit swasta dengan rumah sakit pemerintah dan juga persaingan dengan rumah sakit milik modal asing atau modal negara lain. Oleh karena itu rumah sakit perlu dikelola dengan baik, sehingga mampu memanfaatkan sumber daya yang tersedia agar dapat lebih berdaya guna dan berhasil guna. Rumah sakit harus selalu meningkatkan pelayanan kesehatan rumah sakit dan memacu diri dalam menghadapi persaingan. Rumah sakit dituntut memberikan kepuasan kepada para pelanggan dengan memberikan pelayanan yang bermutu dan harga yang terjangkau oleh para pelanggan. Kepuasan adalah suatu keadaan yang dirasakan seseorang menyenangkan atau mengecewakan yang merupakan hasil dari membandingkan penampilan atau outcome poduk yang dirasakan dalam hubungannya dengan apa yang diharapkan. Kepuasan pelanggan sering dikaitkan dengan mutu pelayanan yang dikehendaki oleh pelanggan, sehingga jaminan kualitas menjadi prioritas utama bagi rumah sakit. Pelanggan puas dan bisa menjadi promosi bagi rumah sakit dengan cerita dari mulut ke mulut mengenai kepuasan yang didapatkan. Pelanggan juga akan setia kepada rumah sakit tersebut dan perubahan tarif pelayanan tidak akan mempengaruhi pelanggan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran kepuasan pengunjung di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Trimitra Cibinong tahun 2004. merupakan penelitian kuantitatif analitik dengan pendekatan studi cross sectional. Responden dalam penelitian ini berjumlah 70 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner dan analisis data digunakan analisis univariat dan bivariat.. Analisa bivariat yang digunakan adalah uji hubungan chi square dengan batas nilai alpha 10 %. Karakteristik pasien yang merupakan distribusi terbanyak adalah kelompok umur > 30 tahun ,jenis kelamin perempuan ,tingkat pendidikan tinggi dan penhasilan lebih dari > 617.000 .Hasil penelitian didapat bahwa secara umum umur ,jenis kelamin ,pendidikan dan penghasilan mempunyai hubungan yang bermakna dengan tingkat kepuasan. Saran yang dianjurkan untuk meningkatkan kepuasan pengunjung terhadap mutu pelayanan di instalasi farmasi RSIA Trimitra dengan membuat ruang tunggu lebih nyaman,membuat nomor antrian,memperpendek waktu tunggu,menyiapkan obat dengan cepat dan petugas memberikan pelayanan dengan baik.Penelitian lebih lanjut dibutuhkan mengenai kepuasan pelanggan secara keseluruhan di RSIA Trimitra. Dafar Pustaka 35 (1986-2005)
Read More
B-861
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maya Handiarti; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Anhari Achadi, Yuli Prapanca Satar, Heru Kusumanto
Abstrak:
Kondisi persaingan dalam dunia perumahsakitan saat ini semakin meningkat dengan adanya peraturan dan kebijakan yang membuka luas usaha di bidang ini oleh pihak swasta serta datangnya era globalissasi. Untuk itu rumah sakit yang telah ada dituntut untuk menerapkan suatu strategi agar bisa tetap bertahan hidup dan tidak tenggelam dalam arus globalisasi tersebut. Rumah Sakit Ibu dan Anak Lestari merupakan rumah sakit khusus swasta yang berada di daerah Cirendeu, Ciputat dan telah berdiri sejak tahun 1992. Dalam perjalanan pelayanannya, tampak bahwa kinerja rawat inap masih di bawah standar dan masih kalah dibandingkan dengan pesaingnya. Dengan makin ketatnya persaingan di dunia perumahsakitan, dipandang perlu untuk membuat perencanaan pemasaran untuk layanan rawat inap kebidanan, selain itu juga karena rumah sakit ini belum mempunyai program pemasaran yang terintegrasi. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian kualitatif; dilakukan dengan mengumpulkan data primer melalui observasi dan wawancara mendalam serta mengumpulkan data sekunder dengan penelusuran dokumen yang mendukung. Dilakukan pula FGD (Focus Group Discussion) dalam tahap awal dan tahap keputusan. Dengan menganalisis faktor-faktor lingkungan eksternal dan lingkungan internal rumah sakit dapat dipilah-pilah mana faktor yang merupakan peluang dan ancaman serta mana yang menjadi kekuatan dan kelemahan organisasi. Kemudian faktor-faktor yang berpengaruh terhadap layanan rawat inap digunakan untuk penyusunan Matriks EFE dan IFE kemudian dianalisa dengan menggunakan matriks TOWS dan matriks IE. Pada tahap ini didapatkan strategi pengembangan produk sebagai strategi terpilih dengan alternatif program : 1. meningkatkan penjualan dengan perbaikan mutu layanan, 2. memodifikasi produk dengan membuat paket persalinan, 3. membuat produk baru yaitu senam hamil, 4. paket antenatal care dan 5. mengembangkan penelitian pemasaran. Melalui FGD, dilakukan penentuan prioritas program yang akan dilaksanakan dengan menggunakan alat bantu Quantitative Strategic Plannning Matrix, dan terpilih program peningkatan mutu layanan melalui peningkatan kualitas SDM, perbaikan sarana dan prasarana serta penambahan dokter spesialis kebidanan/kandungan tetap.

The 2003 Marketing Strategic Plan of Inpatient Service In Lestari Hospital, Ciputat, TangerangThe competition among hospitals keeps on increasing due to the open policy and the effect of globalization that allow private sectors to join in the business. For that reason, it is necessary for hospitals to implement a certain strategy to survive. Lestari Hospital, which specialized in delivering service for mothers and children, has been established since 1992. Along the way, the performance of its inpatient service is still below standard and positioned it self below other competitors. Facing tight competition and it?s a necessity to organize a marketing strategic plan for maternity inpatient service. Besides that, the hospital is doesn't have an integrated marketing program. A qualitative research was conducted by gathering primary data through observation and in-depth interview while checking the related documents was done to gather secondary data. Focus Group Discussion (FGD) was carried out during the initial and decision making stage. By analyzing external and internal factors, factors that were considered opportunities and threats as well as strength and weaknesses can be determined. The influencing factors for inpatient service were used in EFE and IFE Matrix. TOWS and IE matrix were used in the analyzing process. In this stage, product diversification came out as the chosen strategy with 5 alternatives: increasing sales by improving the service quality; product modification with maternity package; developing new products such as maternity exercise; antenatal care package; and marketing research. Through FGD, the prioritized program was set using Quantitative Strategic Planning Matrix with the following result: improving service quality through human resource development, improving the facilities and adding more permanent gynecologist.
Read More
B-727
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sortaman Saragih; Pembimbing: Amal C. Sjaaf; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Ronnie Rivany, Murdo Suwardjoko
Abstrak:

Perkembangan pesat persaingan rumah sakit sebagai pelayanan kesehatan memacu setiap institusi kesehatan mencari strategi yang terbaik. Peraturan perundang undangan juga memungkinan Rumah Sakit untuk dikelola secara bisnis tanpa melupakan fungsi sosial tentunya. Kebutuhan akan kesehatan yang merupakan kebutuhan primer menjadi area bidikan para pebisnis. Rumah Sakit Bhakti Yudha yang sudah beroperasi selama 25 tahun juga mengalami hal sama, Pada 5 tahun terakhir dampak persaingan semakin terasa di Iihat dari kunjungan pasien dan sepak terjang Rumah sakit pesaing yang baru bermunculan. Sebagai solusi untuk mengantisipasi persaingan sekaligus untuk mencapai visi dan misi RSBY, adalah menciptakan poliklinik jejaring sebagai satelit diwilayah Kota Depok. Namun pembuatan poliklinik jejaring ini sangat, membutuhkan investasi yang besar baik dari segi keuangan maupun dari segi SDM, sehingga muncul ide untuk membuat poliklinik jejaring tersebut secara waralaba yang artinya menjual merek dan sistim operasional poliklinik kepada masyarakat peminat bisnis kesehatan. RSBY mengadakan pelatihan dan pembuatan SOP kerja, sementara pembeli poliklinik (terwaralaba) tersebut membeli merek dan sistim dimaksud. Penelitian ini mencoba mencari bentuk konsep waralaba terpilih yang lebih memungkinkan untuk diaplikasikan oleh RS Bhakti Yudha. Dengan analisis deskriptif secara kualitatif penelitian ini mencari konsep melaiui wawancara mendalam dari pihak : Pemilik RS Bhakti Yudha, Pengelola RS Bhakti Yudha, serta Calon Pembeli balk Mari Dokter, maupun dari kelompok non dokter. Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa RS Bhakti Yudha sangat tepat untuk meluncurkan produk poliklinik jejaringnya secara waraiaba. Produk yang bisa dipasarkan adalah Layanan Dokter Umum, Layanan Dokter Gigi serta Iayanan Bidan. Untuk mewujudkan ide tersebut RS Bhakti Yudha harus melakukan : 1. Mematenkan merek RSBY sebagai usaha waralaba. 2. Membuat Training Center SDM 3. Membuat Buku Manual Oprarting, Standarisasi Pelayanan, Promosi, Pembiayaan serta Bentuk perjanjian yang baku. Dengan mewujudkan waralaba poliklinik jejaring ini diharapkan RS Bhakti Yudha dapat berhasil memenangkan persaingan hingga mencapai visi dan misinya.


 

Big competition development on hospital as health services push every health institution to find out the best strategic. The Government regulation give a possibility to hospital organized as business oriented without forgetting social function. The need to health services as a primer need is becoming businessmen target. Bhati Yudha Hospital has been operational for 25 year and has have the same experience, for the last 5 year, the competition impact can be seen from patient visit and new hospital building appeared as well. As solution to anticipate the competitor and to achieve mission and vision of Bhakti Yudha Hospital, is to build the polyclinic networking as satellite in Depok city. However, to build the polyclinic network as satellite needs big recourses and investments, nor finance aspect either human resources. New idea created to develop polyclinic net work as franchise, means to sell the polyclinic brand and operational system to community who are willing to business in health. Bhakti Yudha hospital conduct training and make job operational standard, meanwhile the franchisor buy those brand and system. This research tries to find the possibility of franchise concept promptly to Bhakti Yudha Hospital to be implemented. Based on descriptive analyses qualitatively, this research finds out the concept through deep interview from: Bhakti Yudha hospital owner, operational people in hospital, and buyer candidates like : general medical doctor, specialist doctor or non doctor. The research result is that, Bhakti Yudha hospital could be appropriately implements the franchise polyclinic network product. Products that can be sold are general health services, dental health services and midwives health services. To gain the above ideas, Bhakti Yudha hospital should do: 1. Register Bhakti Yudha hospital brand legally as franchise company 2. Build the Human Resource Training Center 3. Compile the Operational Standard Manual, Health Services Standard, Promotion, and Budgeting and fix Memorandum of Understanding shape. By achieving franchise polyclinic network, Bhakti Yudha hospital could win the competition and gain its mission and vision.

Read More
B-991
Depok : FKM UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive