Ditemukan 41562 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Cinthya Theresia Tambunan; Pembimbing: Meily Kurniawidjaja; Penguji: Dian Ayubi, Yosephin Sri Sutanti
Abstrak:
The Smoking behavior is one of the biggest public health threats in the world. Wherever, whenever, and anyone can smoke, not exception the police in National Traffic Management Center Police of Republik Indonesia. (NTMC Polri). This research was conducted to find out the relationship of the factors that increase the success of quit smoking of in NTMC Polri. This descriptive study using a cross-sectional study design and are semi-quantitative from 51 police who become the respondents. The results showed that there is a significant relationship between a predisposing, enabling, and reinforcing factors and the success of quit smoking from the police in NTMC Polri. Control and explicit sanctions needs to be enhanced so that the smoke free workplace program in NTMC Polri runs well and can create a favorable environment to quit smoking.
Perilaku merokok merupakan salah satu ancaman terbesar kesehatan masyarakat dunia. Dimanapun, kapanpun, dan siapapun dapat merokok, tak terkecuali polisi di National Traffic Management Center Polisi Republik Indonesia (NTMC Polri). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan faktor-faktor yang meningkatkan kemungkinan seseorang untuk berhenti merokok dengan keberhasilan berhenti merokok pada polisi di NTMC Polri. Penelitian deskriptif ini menggunakan desain studi cross-sectional dan bersifat semi kuantitatif, pada 51 polisi yang menjadi responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara faktor predisposisi, pemungkin, penguat dan keberhasilan berhenti merokok pada polisi di NTMC Polri. Pengawasan dan sanksi yang tegas perlu ditingkatkan supaya program Kawasan Tanpa Rokok di NTMC Polri berjalan dengan baik serta dapat menciptakan lingkungan yang baik untuk berhenti merokok.
Read More
S-8868
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Indriya Jayanti; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Baiduri Widanarko, Irma Setyawaty Wulandari
S-8860
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Mafta Eka Priyanti; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Mila Tejamaya, Surila
Abstrak:
Pencemaran udara yang mengandung Particulate Matter (PM) baik dalam jangka panjang maupun pendek telah diketahui dapat menyebabkan kematian dan efek kesehatan terutama pada jantung serta paru-paru. Polisi Satgatur Polda Metro Jaya merupakan salah satu pekerja yang terpajan akan pencemaran udara tersebut. Maka dari itu penulis melakukan penelitian pada Polisi Satgatur Polda Metro Jaya untuk mengetahui gambaran konsentrasi pajanan PM 10 dan 2,5 yang berasal dari pencemaran udara terutama hasil pembakaran kendaraan bermotor di Pos Polisi Harmoni, Bundaran HI dan Bundaran Senayan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan analisis Gravimetri untuk mengetahui konsentrasi dari partikulat. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini yaitu konsentrasi PM 2,5 dan 10 terbesar di Bundaran Senayan pada shift 1 disaat hari kerja dan jika dibandingkan dengan standar ACGIH, NIOSH dan OSHA belum melebihi nilai ambang batas. Akan tetapi jika dibandingkan dengan WHO, sudah melebihi nilai ambang batas. Kata kunci: Particulate Matter, Polisi, Jakarta, Personal Monitoring
Read More
S-8778
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Wina Indah Ratnaningsih; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Mila Tejamaya, Ahmad Lutfi
S-8858
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Aldo Septian Virdya; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Hendra, Muhamad Dawaman
Abstrak:
Guru Sekolah Luar Biasa (SLB) merupakan salah satu pekerjaan yang paling berpotensi menimbulkan stress kerja, baik yang disebabkan oleh faktor individual ataupun faktor pekerjaan. Stress kerja yang berlebihan dapat menimbulkan dampak negatif bagi para guru SLB yaitu menimbulkan perasaan tidak percaya diri, penolakan, marah atau depresi, penurunan kinerja dan motivasi, serta memicu terjadinya penyakitmental dan fisik seperti sakit kepala, sakit perut, insomnia, tekanan darah tinggi dan lain-lain. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan kuantitatif menggunakan desain cross sectional. Variabel independen ini meliputi faktor individual (jenis kelamin, umur, pengalaman kerja, status pernikahan, dan status pendidikan) dan faktor terkait pekerjaan (hubungan interpersonal, bebab kerja, kondisi lingkungan kerja, rutinitas pekerjaan, pengembangan karir, peran dalam oragnisasi, serta iklim dan struktur organisasi). Variabel dependen yang diteliti adalah tingkat stres kerja. Sample pada penelitian ini berjumlah 55 responden. Analisa bivariat dilakukan dengan uji chi square. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui sebanyak 30 guru (54,5%) mengalami stres kerja berat, sedangkan 25 guru (45,5%) lainya mengalami stres kerja ringan. Faktor-faktor yang terbukti berhubungan dengan stres kerja pada guru SLB-BC-BC adalah rutinitas kerja, lingkungan kerja, dan pengembangan karir.
Teachers of Sekolah Luar Biasa (SLB) is one of the most potential job which stimulates stresses, whether caused by individual or working factors. The excessive amount of stress are possible in causing negative effects to the SLB teachers such as unconfidence, denial, anger or depression, and derivations of work performance and motivation, which also stimulates physical illness such as headache, stomachache, insomnia, and high blood pressure. This reseach is an observational research with quantitative method and using cross sectional design. The independent variable includes Individual Factors (Sex, Age, work experience, marrital status, and educational status) and Working related Factors (Interpersonal Relationship, Workload, Working Environment, Work routines, Career Development, the Roles within Organization, and the Atmosphere in the Organization and Organizational Structure). The dependent variables being researched is Work Stress. The sample of this research is 55 SLB teachers in Depok. Bivariate analysis is conducted by using Chi square tests resulting in 30 SLB teachers (54,5%) undergoing a severe work stress and 25 of SLB teachers (45,5%) are undergoing mild work stress. Factors which are proven to be affecting Work Stress on teachers in Sekolah Luar Biasa-BCare Work Routines, Working Environment, and Career Development.
Read More
Teachers of Sekolah Luar Biasa (SLB) is one of the most potential job which stimulates stresses, whether caused by individual or working factors. The excessive amount of stress are possible in causing negative effects to the SLB teachers such as unconfidence, denial, anger or depression, and derivations of work performance and motivation, which also stimulates physical illness such as headache, stomachache, insomnia, and high blood pressure.
S-9061
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Maxwal Richard Matahari; Pembimbing: Hikmat Doni Ramdan; Penguji: Sigit Mulyono, Triyo Hartono
Abstrak:
Tugas penanganan pasien yang dilakukan oleh perawat seringkali menyebabkan gangguan muskuloskeletal terhadap perawat, dalam beberapa kasus didapati bahwa banyak perawat yang mengalami Low Back Pain (LBP) karena kegiatan manual handling dalam penanganan pasien. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa hubungan faktor manusia dan organisasi dengan keluhan LBP pada perawat di Rumah Sakit A, Kota B menggunakan pendekatan Human Factor Classification Analysis System. Desain penelitian yang digunakan adalah studi cross-sectional, dengan uji chi-square sebagai uji statistik yang digunakan, serta pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode self reported/administered melalui kuesioner. Hasil penelitian ini menemukan adanya hubungan yang signifikan antara faktor olahraga, pendidikan, dan masa kerja terhadap kejadian LBP dengan masing-masing nilai p=0,019; 0,038; dan 0,04. Selain itu hasil penelitian juga menemukan bahwa dari empat dimensi dalam variabel unsafe supervision terdapat dua dimensi yang memiliki hubungan signifikan terhadap kejadian LBP yaitu, dimensi inadequate supervision (p=0,002), dan dimensi supervisory violation (p=0,047). Sedangkan dari lima dimensi pada variabel precondition for unsafe acts, terdapat satu dimensi yang memiliki hubungan signifikan terhadap kejadian LBP yaitu, dimensi adverse mental states (0,016). Dan dari lima dimensi pada variabel unsafe acts, terdapat dua dimensi yang memiliki hubungan signifikan terhadap kejadian LBP yaitu, dimensi skill based error (p=0,007) dan routine violation (p=0,043). Sebagai kesimpulan, berdasarkan hasil analisis menggunakan pendekatan HFACS, setiap kegagalan dari keempat barier pencegah terjadinya insiden, tiga diantaranya memiliki hubungan yang signifikan terhadap keluhan LBP. Kata Kunci : Low Back Pain, Perawat, HFACS
Read More
S-8790
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Polma Erik Astrada; Pembimbing: Hendra; Penguji: Dadan Erwandi, Krisna Bangun
Abstrak:
Aktifitas kerja di PT XYZ Indonesia dapat menyebabkan kecelakaan kerja dan faktor manusia yang mendominasinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab dan karakteristik dari kegagalan manusia. Metode penelitian ini adalah pengisian kuesioner dan wawancara mendalam dengan mengadopsi swiss cheese model. Karakteristik human failure yang terjadi di PT XYZ Indonesia tahun 2015 adalah knowledge based error sebesar 43,53%, rule based error sebesar 28,82%, slip sebesar 12,94%, lapse sebesar 8,82% dan violation sebesar 5,88%. Kondisi laten merupakan hal yang mempengaruhi terjadinya human failure di tempat kerja. Pengawasan yang tidak efektif dan manajemen pemeliharaan yang kurang menjadi faktor terbesar dalam terjadinya human failure. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa karyawan cenderung belum mendapatkan informasi yang tepat mengenai prosedur dan standar yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan kerja dan organisasi. Pengembangan organisasi yang berfokus pada pengembangan manusia perlu dilakukan. Kata Kunci : Human Failure, Error, Kesalahan, Faktor lingkungan kerja, Faktor organisasi.
Read More
S-8735
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dhika Rahmasari; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Chandra Satrya, Betty Nila Purnamasari
Abstrak:
Kelelahan pada operator ground support equipment dalam kegiatan ground handling pesawat di area ramp berisiko tinggi menyebabkan insiden dan kecelakaan yang dapat menimbulkan kerugian besar terutama bagi maskapai penerbangan, pekerja ground handling dan operasi bandara. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya kelelahan pada operator ground support equipment yang menangani pesawat wide body PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif-analitik dengan metode kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling yang berjumlah 80 responden. Data dianalisis dengan uji chi square. Fatigue Severity Scale digunakan sebagai instrumen untuk mengukur kelelahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur, waktu commuting dan waktu istirahat secara signifikan berasosiasi terhadap kelelahan pada operator ground support equipment. Faktor individu dalam penelitian ini berperan besar terhadap terjadinya kelelahan sehingga diharapkan pekerja dapat mengelola waktu pribadi dan mengoptimalkan waktu istirahat ketika bekerja untuk mengurangi kelelahan. Kata Kunci : Kelelahan, Operator Ground Support Equipment, Umur, Waktu Commuting, Waktu Istirahat
Operators fatigue in aircraft ground handling activities at the ramp area is in high risk of causing incidents and accidents which can effect heavy losses, especially for airlines, ground handling workers and airport operations. This research aims to determine the factors that influence fatigue in ground support equipment operators who handle wide body aircraft in PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. This is a descriptive-analytic research with quantitative method. Total sampling method was used in this research with 80 respondents as sample. Data were analyzed by chi square test. The Fatigue Severity Scale used as an instrument for measuring fatigue. The results showed that age, commuting time and rest periods are significantly associated to fatigue on the ground support equipment operators. Individual factors have a big role on fatigue occurrence. Therefore, it is expected that workers can manage personal time and optimize their rest periods when working to reduce fatigue. Key words : Fatigue, Ground Support Equipment Operators, Age, Commuting Time, Rest Periods
Read More
Operators fatigue in aircraft ground handling activities at the ramp area is in high risk of causing incidents and accidents which can effect heavy losses, especially for airlines, ground handling workers and airport operations. This research aims to determine the factors that influence fatigue in ground support equipment operators who handle wide body aircraft in PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. This is a descriptive-analytic research with quantitative method. Total sampling method was used in this research with 80 respondents as sample. Data were analyzed by chi square test. The Fatigue Severity Scale used as an instrument for measuring fatigue. The results showed that age, commuting time and rest periods are significantly associated to fatigue on the ground support equipment operators. Individual factors have a big role on fatigue occurrence. Therefore, it is expected that workers can manage personal time and optimize their rest periods when working to reduce fatigue. Key words : Fatigue, Ground Support Equipment Operators, Age, Commuting Time, Rest Periods
S-8942
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nurul Huda; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Dramayadi
Abstrak:
Skripsi ini membahas analisis faktor yang mempengaruhi intensi penggunaan alat pelindung diri (APD) untuk pengguna sepeda motor pada mahasiswa di Depok tahun 2016. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan disain potong lintang. Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah theory of planned behavior yang mengatakan bahwa intensi dipengaruhi oleh sikap, norma subjektif, dan perceived behavioral control. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa intensi untuk menggunakan alat pelindung diri (APD) tinggi dengan variabel sikap sebagai variabel yang paling berpengaruh. Kata Kunci : Pengguna sepeda motor, intensi, alat pelindung diri, APD
The focus of this study is to analyze factors that influence intention of personal protective equipment (PPE) for motorcyclist use among college students in Depok 2016. The study was a quantitative research and conducted by a cross sectional method. Theory that used in this study is theory of planned behavior. Based on theory of planned behavior, intention influenced by attitude, subjective norms, and perceived behavioral control. The result showed that intention to use personal protective equipment for motorcyclist is high and attitude is the most strongest predictor for PPE use intention. Keywords : Motorcyclist, intention, personal protective equipment, PPE
Read More
The focus of this study is to analyze factors that influence intention of personal protective equipment (PPE) for motorcyclist use among college students in Depok 2016. The study was a quantitative research and conducted by a cross sectional method. Theory that used in this study is theory of planned behavior. Based on theory of planned behavior, intention influenced by attitude, subjective norms, and perceived behavioral control. The result showed that intention to use personal protective equipment for motorcyclist is high and attitude is the most strongest predictor for PPE use intention. Keywords : Motorcyclist, intention, personal protective equipment, PPE
S-9079
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
M Rosiawan Yulia Praditya; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Dadan Erwandi, Yuni Kusminanti
Abstrak:
Kecelakaan lalu lintas merupakan salah satu permasalahan kesehatan masyarakat dan pembunuh nomor 3 di Indonesia yang setiap tahunnya memakan korban rata-rata sebanyak 30.000 korban meninggal. Jenis kendaraan yang paling banyak terlibat dalam kecelakaan lalu lintas yaitu sepeda motor. Hal ini sesuai dengan peningkatan terhadap jumlah kendaraan roda dua di Indonesia. Jakarta Timur merupakan salah satu wilayah DKI Jakarta dengan tingkat kecelakaan yang paling tinggi menyebabkan korban meninggal dunia pada pengendara sepeda motor dibandingkan wilayah lainnya di DKI Jakarta. Penelitian ini bertujuan melihat hubungan antara faktor penyebabdengan kejadian meninggal akibat kecelakaan lalu lintas. Variabel yang diteliti meliputi faktor manusia (lengah, lelah, mengantuk, mabuk, tidak tertib, tidak terampil, dan kecepatan tinggi), faktor kendaraan (kerusakan pada ban, rem blong, selip dan lampu kendaraaan), dan faktor lingkungan fisik (jalan rusak, jalan berlubang, jalan bergelombang, jalan licin, jalan tanpa lampu, jalan tanpa marka/rambu, jalan menikung, dan kondisi hujan). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan desain Cross sectional. Hasil penilitian menunjukkan terdapat hasil bermakna dengan meninggal akibat kecelakaan lalu lintas pada variabel mengantuk, kecepatan tinggi, selip, dan jalan rusak/berlubang/bergelombang. Saran yang diberikan untuk menanggulangi kecelakaan lalu lintas adalah meningkatkan kerja sama antar instansi yang berhubungan, penegakan peraturan baik terkait SIM, batas kecepatan, maupun peraturan lalu lintas lainnya dan perbaikan jalan yang rusak.
Read More
S-8807
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
