Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 22263 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Resmiati; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Wahyu Kurnia Yusrin Putra, Dyah Santi Puspitasari, Yuni Zahraini
Abstrak: Dismenore merupakan gejala utama yang dikeluhkan wanita usia subur ketika mengalami menstruasi. Mahasiswi merupakan kelompok yang rentan menderita dismenore karena prevalensi tertinggi kejadian dismenore ditemukan pada usia 20-24 tahun. Dismenore akan berdampak pada performa akademik mahasiswa dan rutinitas hariannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor determinan dismenore. Penelitian ini menggunakan disain cross sectional dengan jumlah sampel 148 orang dengan metode sistematik random sampling pada mahasisiwi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas usia 17-25 tahun. Hasil analisis memperlihatkan ada hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik, status gizi, asupan magnesium, dan riwayat alergi dengan dismenore pada derajat kemaknaan 5%. Terjadi interaksi antara asupan magnesium dan B6. Aktivitas fisik merupakan faktor dominan yang mempengaruhi dismenore setelah dikontrol variabel asupan omega 3, asupan B6, asupan vitamin E, asupan Zn, asupan Cu, stress, riwayat dismenore ibu, siklus menstruasi, lama menstruasi, dan laju menstruasi. Mahasiswi yang beraktivitas fisik rendah berisiko mengalami dismenore 8,8 kali dibanding yang beraktivitas fisik sedang atau tinggi (95% CI : 2,0-38,4). Aktivitas fisik khususnya olahraga merupakan salah satu alternatif yang direkomendasikan dalam mengurangi nyeri haid. Kata kunci : Dismenore, Aktivitas fisik, Zat Gizi Mikro
Read More
T-4416
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ayatun Fil Ilmi; Pembimbing: Diah Mulyawati Utari; Penguji: Kusharisupeni, Trini Sudiarti, Reviana Christijani, Salimar
Abstrak:

ABSTRAK Nama :  Ayatun Fil Ilmi Program studi : Ilmu Kesehatan Masyarakat Judul :  Faktor Dominan Gejala Premenstrual Syndrome pada Mahasiswi Universitas Indonesia Premenstrual syndrome merupakan kumpulan gejala fisik, psikologis, dan emosi, yang dialami wanita pada 7-14 hari sebelum mentruasi akibat perubahan hormonal yang berhubungan dengan siklus ovulasi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor dominan yang berhubungan dengan gejala premenstrual syndrome. Desain studi dalam penelitian ini adalah cross sectional dengan teknik sampling consecutive sampling. Sampel penelitian berjumlah 130 mahasiswi yang berasal dari S1 reguler Fakultas Kesehatan Masyarakat dan Departemen Arsitek Fakultas Teknik angkatan 2015/2016. Variabel yang diteliti terdiri dari gejala premenstrual syndrome, tingkat stres, aktivitas fisik, asupan gizi mikro (piridoksin, vitamin D, kalsium dan magnesium), pola tidur, dan status gizi. Hasil penelitian menunjukan sebanyak 36,9% mahasiswi mengalami premenstrual syndrome gejala sedang hingga berat. Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres (p=0,001), asupan piridoksin (p=0,003), asupan magnesium (p=0,044), pola tidur (p=0,006) dengan gejala premenstrual syndrome. Faktor yang paling dominan terhadap premenstrual syndrome adalah pola tidur (OR=3,580), diikuti tingkat stres dan asupan piridoksin. Mahasiswi dengan pola tidur yang buruk berisiko mengalami premenstrual syndrome 3,580 kali lebih tinggi dibandingkan dengan mahasiswi yang memiliki pola tidur yang baik. Disarankan pihak kampus dapat memberikan promosi kesehatan yang berhubungan dengan gejala premenstrual syndrome, pentingnya pola tidur yang baik dan cukup, pengendalian stress, dan pentingnya asupan gizi mikro. Kata kunci : premenstrual syndrome, tingkat stress, aktivitas fisik, asupan gizi mikro, pola tidur, status gizi


ABSTRACT Name :  Ayatun Fil Ilmi Study Program :  Public Health Title :  The Dominant Factor of Premenstrual Syndrome Symptom in Female Student of Universitas Indonesia Premenstrual syndrome is a complex of symptoms, including physic, phsycology, and emotion that is experienced by some women, 7-14 days before women’s period, it is cause by  hormonal changes related to ovulation. The purpose of this study was to determine the risk factors related to PMS. The research used cross sectional study design with sampling technique used consecutive sampling. A sample of this study was 130 student at FKM and Architecture Departement of Universitas Indonesia. Data collected include PMS occurrence, stress level, phsycal activities, intake of micronutrient (pyridoxine, vitamin D, Ca, Mg), sleep pattern and nutritional status. The result showed 36,9% of subject had moderat to severe PMS level. There was relationship between stress level (p = 0,001), pyridoxine intake (p=0,003), Mg intake (p=0,044), sleep patern (p=0,006) with PMS. Sleep pattern (OR=3,580) was the most dominant influence of premenstrual syndrome followed by stress level and pyridoxine intake. Student with poor sleep pattern had experience PMS 3,580 higher than student with good sleep pattern. Researcher recommend to The University able to give health promotion related to PMS, the importance of good sleeping pattern, stress management, the importance of micronutrient intake. Keyword : premenstrual syndrome, stress level, phsycal activity, micronutrient intake, sleep pattern, nutritional status

Read More
T-4996
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aulia Rahmah Safitri; Pembimbing: Triyanti Fatmah; Penguji Dalam: Triyanti; Penguji Luar: Hera Ganef
Abstrak: Seiring perkembangan zaman, tuntutan terhadap mahasiswi semakin besar seperti nilai dan kegiatan perkuliahan yang menyita waktu serta tuntutan beradaptasi dengan lingkungan pergaulan menyebabkan mahasiswi rentan mengalami stres, gangguan asupan makanan, ataupun kelelahan dalam melakukan aktivitas sehari-hari, sehingga keseimbangan hormon dalam tubuh terganggu yang akibatnya mengganggu kerja tubuh seperti sistem reproduksi. Gangguan pada sistem reproduksi yang sering dirasakan oleh mahasiswi salah satunya siklus menstruasi yang tidak teratur.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan siklus menstruasi pada mahasiswi tiga fakultas terpilih di Universitas Indonesia.Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain crosssectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan April-Mei 2015 di Gedung Rumpun Ilmu Kesehatan Universitas Indonesia, dengan jumlah sampel sebanyak 155 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui pengisian kuesioner dan pengukuran antropometri serta analisisnya menggunakan uji chi-squareuntuk melihat hubungan antar variabel.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 58,7% responden memiliki siklus menstruasi tidak teratur. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara persen lemak tubuh danstres dengan siklus menstruasi.Mahasiswi yang mengalami siklus menstruasi tidak teratur diharapkan dapat segera berkonsultasi ke pelayanan kesehatan agar dapat segera diketahui penyebabnya serta jika ada masalah kesehatan reproduksi dapat segera terdeteksi dan ditanggulangi. Kata kunci: mahasiswi, siklus menstruasi, persen lemak tubuh, stres, kesehatan reproduksi
Read More
S-8770
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hannah Silvia; Pembimbing: Siti Arifah Pujonarti; Penguji: Diah Mulyawati Utari, ingrid S. Surono
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungandengan konsumsi pangan probiotik pada mahasiswi Program Studi Gizi FakultasKesehatan Masyarakat Universitas Indonesia tahun 2011. Penelitian ini adalahpenelitian kuantitatif dengan menggunakan desain studi cross sectional danpengambilan sampel dilakukan dengan cara sampel jenuh pada mahasiswiProgram Studi Gizi seluruh angkatan. Hasil penelitian menunjukkan konsumsiterakhir pangan probiotik pada > 4 minggu lalu sebesar 37,4%, disusul olehresponden yang mengonsumsi pangan probiotik pada < 2 minggu lalu yakni34,6%, konsumsi 2-4 minggu lalu sebesar 27,9%. Pihak yang menganjurkankonsumsi adalah inisiatif sendiri yakni 86,3%, sebagian besar mengakumerasakan manfaat dari konsumsi probiotik yakni 56,9%, tidak melihatsaran/petunjuk pemakaian produk yakni sebesar 72,1%, dan respondenmengkonsumsi dua merek produk pangan probiotik sebesar 50,3%. Rata-rata skorpengetahuan responden mengenai probiotik adalah 38,84 poin dari skor maksimal80 poin. Sebanyak 44,7% memiliki uang saku Rp.0-Rp 500.000, memiliki skoraktivitas fisik 0,7184, tidak memiliki riwayat konstipasi dalam satu bulan terakhirsebesar 83,1%, dan memiliki rata-rata frekuensi keterpaparan media promosimengenai probiotik sebanyak 29,15 kali dalam satu bulan.Hubungan yang bermakna hanya ditemui pada variabel aktivitas fisik(p=0,016), sedangkan variabel lainnya tidak memiliki hubungan yang signifikanyakni hubungan konsumsi pangan probiotik sebagai variabel dependent denganpengetahuan (p=0,173), besar uang saku (p=0,695), riwayat konstipasi dalam satubulan terakhir (p=0,915), dan media promosi probiotik (p=0,833) sebagai variabelindependen. Dibutuhkan penelitian lanjutan pada kelompok usia yang berbedadengan penambahan variabel penelitian seperti kebiasaan makan.Kata kunci: pangan probiotik
This study aims to determine the factors associated with the consumptionof probiotic foods in female students of Nutrition Program of Public HealthFaculty at the University of Indonesia in 2011. This study is a quantitative studyusing cross-sectional study design and sampling is done by saturated sampling ofstudents at Nutrition Program Study throughout the year. The result showed finalconsumption of probiotic foods in > 4 weeks ago are 37,4%, followed byrespondents who consumed probiotic foods at < 2 weeks ago are 34,6%,consumption of 2-4 weeks ago are 27,9%. Students that promote the consumptiontheir own initiative are 86,3%, most claim to feel the benefits of probiotic foodsconsumption are 56,9%, did not see a suggestion/user of products are 72,1%, andthe respondents consume two brands of probiotic food products are 50,3%. Anaverage score of knowledge about probiotics is 38,84 points from 80 maximumpoints. A total of 44,7% had an allowance (per month) of Rp.0-Rp.500.000, anaverage score of physical activity are is 0,7184, no history of constipation in thepast month are 83,1%, and has an average 29,15 time in a month of exposure tomedia promotion of probiotics.A significant association was only found on the variable of physicalactivity (p=0,016), whereas other variables had no significant relationship whichis the relationship of food consumption of probiotic foods as a dependent variablewith knowledge, (p=0,173), large pocket money (p=0,695), history of constipationin the past month (p=0,915), and media promotion (p=0,833) as independentvariables. Further research is needed in different age groups with the addition ofthe study variables such as eating habit.Key words: probiotic foods
Read More
S-7664
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Raihani Ramadhan; Pembimbing: Wahyu Kurnia Yusrin Putra; Penguji: Diah Mulyawati Utari, Khoirul Anwar
Abstrak:
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui prevalensi serta perbedaan proporsi dismenore primer berdasarkan durasi perdarahan saat menstruasi, riwayat keluarga, aktivitas fisik, stres, kebiasaan sarapan, frekuensi konsumsi lemak jenuh, konsumsi omega-3, konsumsi zat besi, frekuensi konsumsi produk susu, konsumsi kafein, dan frekuensi konsumsi gula tambahan pada mahasiswa S1 FKM UI Tahun 2023. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dan dilakukan pada 150 mahasiswa S1 Reguler angkatan 2019-2022 S1 FKM UI yang terpilih melalui teknik sampling systematic random sampling di bulan Mei 2023. Pengisian kuesioner dilakukan secara daring melalui google form dan spreadsheet. Data yang telah diperoleh kemudian dianalisis dengan uji chi square dan regresi logistik ganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa 61,3% mahasiswi mengalami dismenore primer. Hasil analisis bivariat juga menunjukkan bahwa terdapat perbedaan proporsi dismenore primer yang signifikan berdasarkan riwayat keluarga, konsumsi kafein, dan frekuensi konsumsi gula tambahan. Analisis multivariat menunjukkan bahwa frekuensi konsumsi gula tambahan merupakan faktor dominan terhadap kejadian dismenore primer pada mahasiswi S1 FKM UI tahun 2023.

The focus of this study is to determine the prevalence and differences in the proportion of primary dysmenorrhea based on bleeding duration during menstruation, family history, physical activity, stress, breakfast habits, frequency of saturated fat intake, omega-3 intake, iron intake, frequency of dairy products intake, caffeine intake, and frequency of added sugars intake in undergraduate students at Faculty of Public Health, Universitas Indonesia in 2023. This cross-sectional study was conducted on 150 female students in class 2019-2022 from the Faculty of Public Health, Universitas Indonesia, who were chosen by using a systematic random sampling approach in May 2023. The data was collected online by filling out the Google form and spreadsheet. The obtained data were then analyzed using chi-square and multiple logistic regression tests. The univariate analysis resulted in 61,3% of female students experiencing primary dysmenorrhea. The bivariate analysis also shows significant differences in the proportion of primary dysmenorrhea based on family history, caffeine, and frequency of added sugars intake. According to the multivariate analysis, the frequency of added sugars intake is the dominant factor influencing primary dysmenorrhea among Undergraduate Students at the Faculty of Public Health, Universitas Indonesia in 2023.
Read More
S-11375
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lasepa, Wanda / Pembimbing: Diah Mulyawati Utari; Penguji: Yvonne Magdalena Indrawani, Adhi Darmawan
Abstrak: Anemia adalah kondisi dimana kadar hemoglobin dalam tubuh di bawah normal sehingga berkurangnya kadar kualitas dan kuantitas sel darah merah. Perempuan merupakan golongan yang rentan terkena anemia karena mengalami menstruasi setiap bulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan zat gizi, sosial ekonomi, pengetahuan dan faktor lainnya dengan kejadian anemia pada mahasiswi RIK UI angkatan 2014. Variabel independen yang diteliti adalah sosial ekonomi (status tempat tinggal, pendidikan Ibu, pekerjaan orang tua, uang saku), menstruasi, pengetahuan anemia, prilaku konsumsi protein hewani, buah dan sayuran, prilaku konsumsi kopi dan teh serta asupan zat gizi (zat besi, vitamin C dan serat) dan status gizi. Desain studi penelitian yaitu cross sectional dengan analisis chi square. Penelitian ini dilakukan pada 136 responden dan pada bulan April 2014. Hasil penelitian menunjukkan 41.18% penderita anemia (anemia ringan (19.12%) dan anemia sedang (22.06%)). Variabel yang memiliki perbedaan proporsi yang bermakna dengan kejadian anemia adalah tempat tinggal, uang saku, pengetahuan tentang anemia, konsumsi protein hewani, konsumsi buah dan asupan zat gizi.
Read More
S-8753
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eka Safrita Octaviana; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Wahyu Kurnia Yusrin Putra
S-8006
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
kristina adjie; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Nurul Dina Rahmawati, Sada Rasmada
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan asupan zat besi mahasiswi berdasarkan faktor konsumsi (konsumsi lauk hewani, konsumsi lauk nabati, konsumsi sayur-sayuran, konsumsi buah-buahan, konsumsi Ultra Processed Food) dan faktor individu (Sikap terhadap konsumsi daging merah, pengaruh sosial media, pengetahuan gizi, uang saku, jenis tempat tinggal). Desain dari penilitian ini adalah cross-sectional dengan 147 responden mahasiswi S1 Reguler Fakultas Kesehatan Masyarakat Angkatan 2021, 2022, 2023. Pemilihan responden dilakukan berdasarkan simple random sampling dan pengambilan data adalah secara daring dengan Zoom. Pengerjaan kuesioner penelitian adalah menggunakan Google Form, dan Spreadsheet untuk Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire. Data yang diperoleh dianalisis dengan metode Uji T Independen. Hasil analisis univariat menemukan bahwa rata-rata asupan zat besi adalah 15.35±7.30 mg per hari dengan 70.1% mahasiswi belum mencukupi kebutuhan zat besi mereka. Penelitian ini menemukan bahwa terdapat perbedaaan asupan zat besi brdasarkan konsumsi lauk hewani, konsumsi lauk nabati, konsumsi sayur-sayuran, konsumsi buah-buahan, konsumsi Ultra Processed Food, dan jenis tempat tinggal.

This study aims to determine the differences in iron intake among female college students based on consumption factors (animal-based side dishes, plant-based side dishes, vegetables, fruits, Ultra Processed Food) and individual factors (attitude towards red meat consumption, social media influence, nutrition knowledge, allowance, type of residence). The design of this study is cross-sectional, involving 147 undergraduate regular students from the Faculty of Public Health class of 2021, 2022, and 2023. Respondents were selected based on simple random sampling, and data collection was conducted online using Zoom. The research questionnaire was administered using Google Forms and Spreadsheets for the Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire. The data obtained were analyzed using the Independent T-Test method. Univariate analysis results showed that the average iron intake was 15.35±7.30 mg per day, with 70.1% of the female students not meeting their iron requirements. The study found differences in iron intake based on the consumption of animal-based side dishes, plant-based side dishes, vegetables, fruits, Ultra Processed Food, and type of residence.
Read More
S-11663
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Delicia Salsabila; Pembimbing: Diah Mulyawati Utari; Penguji: Nurul Dina Rahmawati, Cesilia Meti Dwiriani
Abstrak:
Perilaku makan menyimpang adalah setiap gangguan yang ditandai oleh gangguan patologis sikap dan perilaku yang berkaitan dengan makanan. Telah diketahui bahwa pandemi COVID-19 menyebabkan berbagai perubahan pada aktivitas harian dan gaya hidup yang dapat meningkatkan masalah berat dan bentuk tubuh serta berdampak negatif pada pola makan, pola tidur dan aktivitas fisik yang kemudian berdampak pada meningkatnya risiko dan gejala PMM. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan proporsi faktor individu dan lingkungan terhadap kecenderungan perilaku makan menyimpang pada mahasiswi FKM UI tahun 2023 saat dan setelah pandemi. Penelitian dilakukan secara daring selama bulan Mei-Juli 2023. Desain penelitian yang digunakan adalah desain studi potong lintang dan metode purposive sampling digunakan untuk memperoleh 128 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa baik saat pandemi (p1) mauipun setelah pandemi (p2), terdapat perbedaan proporsi citra tubuh (p1=p2<0,001), riwayat diet (p1=p2<0,001), pengaruh keluarga (p1=p2<0,001), pengaruh teman (p1<0,001; p2=0,024), dan pengaruh media (p1<0,001; p2=0,012) terhadap kecenderungan perilaku makan menyimpang pada mahasiswi FKM UI tahun 2023.

Eating disorder is any disorder characterized by pathological disturbances of attitudes and behavior related to food. It is known that the COVID-19 pandemic has caused various changes to daily activities and lifestyle which may increase weight and body shape problems and have a negative impact on diet, sleep patterns and physical activity which then have an impact on increasing the risk and symptoms of EDs. This study aims to measure proportion differences of individual and environmental factors towards eating disorder tendencies of female college students of FKM UI in 2023 during and after the pandemic. This research was conducted online from May to July 2023. The research design used was a cross-sectional study design and purposive sampling method was used to obtain 128 respondents. The results of this study show that both during the pandemic (p1) and after the pandemic (p2), there were differences in the proportion of body image (p1=p2<0.001), dietary history (p1=p2<0.001), family influence (p1=p2<0.001), peer influence (p1<0.001; p2=0.024), and media influence (p1<0.001; p2=0.012) towards eating disorder tendencies in FKM UI students.
Read More
S-11458
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurmalinda Zahara; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Asih Setiarini, Ida Ruslita
S-6591
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive